Thailand Kini Punya Hotel Halal Pertama

this formate

BANGKOK, bisniswisata.co.id: Hotel Al Meroz di Bangkok menjadi hotel pertama yang menerapkan managemen halal di Thailand. Hotel ini telah sepenuhnya sesuai dengan gaya hidup Islam. Setiap fasilitas dibuat ramah Muslim.

Hotel tersebut memiliki tempat shalat dan kolam renang khusus untuk perempuan. Semua kamar memiliki arah kiblat dan perempuan yang melancong sendiri bisa ditempatkan satu lantai dengan staf perempuan yang sedang bertugas.

Restoran hotel, Barakat bersertifikasi halal dan menyediakan segala macam makanan Arab dan Mediterania. Semuanya memiliki ketentuan halal dan sesuai syariat Islam. Tidak ada produk babi dan alkohol yang dijajakan.

Sertifikat yang menunjukkan kehalalan makanan dipajang di restoran. Sertifikat dikeluarkan oleh Dewan Pusat Islam Thailand. Manager urusan pangan hotel, Saksit Sarovat mengatakan halal ini termasuk pada peralatan yang digunakan.

“Standar kehigienisan tinggi sangat penting, kami menawarkan pengalaman baru dengan makanan halal, tak hanya makanan Arab tapi juga Eropa dan makanan internasional lainnya,” kata dia dilansir Strait Times, Kamis (15/3).

Menurutnya, koki yang memasak hidangan berasal dari negara Muslim seperti India, Pakistan dan Nepal. Ada banyak makanan yang bisa dicoba mulai dari makanan pembuka hingga penutup yang tak hanya dijamin kehalalannya tapi juga cita rasanya. (ST)

Gelar Duta Nantigo, Dude Ingin Pariwisata Padang Cemerlang

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Artis Dude Harlino ingin memberikan kontribusi lebih besar terhadap dunia pariwisata di tanah kelahirannya, Padang, Sumatera Barat (Sumbar) terus menggebu. Salah satunya, dengan membuka pendaftaran bagi generasi muda untuk mengikuti Pemilihan Duta Nantigo.

Pendafataran yang dibuka sejak Desember 2017 hingga Januari 2018, terdata kurang lebih 800 anak muda berdarah Minang tertarik mengikuti Pemilihan Duta Nantigo. Pesertanya bukan hanya berdomisili di Kota Padang maupun wilayah Sumbar, tapi juga dari penjuru nusantara.

“Luar biasa memang. Pendaftarnya banyak dan bagus-bagus semua. Lumayan pusing saat harus menyeleksi. Sampai akhirnya, kita sudah menyisakan 100 orang, yang akan bersaing pada audisi langsung pada malam pemilihan Duta Nantigo nanti,” ujar suami dari artis Alyssa Soebandono ini dalam keterangan resmi yang diterima Bisniswisata.co.id, Kamis (15/3/2018).

Sisi penilaian Duta Nantigo dari penampilan, keterampilan minat dan bakatnya, wawasan peserta mengenai pariwisata Sumbar serta adat istiadat juga budaya yang ada di Tanag Minang. Selain itu dari sisi Attitude, kesantunan, keramahan dan hal positif lainnya yang menjadi penilaian.

Dilanjutkan, setelah terpilih dan mendapatkan gelar Duta Nantigo nantinya bertugas sebagai perpanjangan tangan Dude yang mempromosikan wisata dan budaya Minang melalui video-video, yang mengekspos keindahan alam, keunikan budaya, kelezatan makanan, dan kesantunan masyarakat Minang.

Duta Nantigo juga berkesempatan syuting di destinasi wisata Sumbar bersama Dude Harlino. “Kita ingin anak muda Minangkabau bertalenta dan memiliki passion pariwisata mewakili masyarakat Minang untuk menunjukkan pesona Sumbar, sehingga orang-orang di luar daerah Sumbar lebih mengenal Ranah Minang,” lontar pemeran sinetron dan film Indonesia yang enam kali raih gelar Aktor Terfavorit dalam ajang Panasonic Awards.

Selain itu dengan adanya Duta Nantigo, masyarakat luas akan melihat langsung keindahan yang ada di Minangkabau melalui video. Dan ketertarikan untuk melihat langsung sudah pasti ada, sehingga pariwisata Sumatera Barat menjadi lebih populer dan bisa dikembangkan lagi ke depannya, sambung bapak dua anak: Muhammad Dirgantara Ariendra Harlino dan Mahendra Malik Harlino.

Duta Nantigo juga akan mempromosikan wisata Sumbar, yang diharapkan mampu menjadi sarana untuk mewujudkan masyarakat sadar wisata dan berjalannya konsep Sapta Pesona yang meliputi keamanan, ketertiban, kebersihan, kesejukan, keindahan, dan kenangan.

“Jika masyarakat sudah sadar wisata, mereka akan mampu menjaga keamanan, ketertiban, dan kebersihan di lingkungan wisata yang akan memberikan kesejukan serta keindahan pada wisatawan yang berkunjung, sehingga tercipta kenangan yang manis dan tak terlupakan mengenai Sumbar. Saya ingin pariwisata di Padang dan khususnya Sumbar bisa cemerlang,” papar terjun main film Tusuk Jelangkung tahun 2002.

Nama Duta Kuliner Nantigo itu, diambil dari bisnis Dude Harlino yang mengembangkan kuliner oleh-oleh Lapis Minang Nantigo sejak Agustus 2017. Nama Lapis Minang Nantigo sendiri berasal dari istilah dalam bahasa Minang, yaitu Tungku Tigo Sajarangan, Tali Tigo Sapilin.

Kuliner oleh-oleh menjadi beberapa varian rasa yaitu, Nantigo Chocolate, Nantigo Red Velvet, dan Nantigo Oreo, dengan harga Rp 42.000. Sedangkan Nantigo Green tea dan Nantigo Cheese, dijual dengan harga Rp 45.000. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Pertama Kali, Kapal Pesiar Italia Bersandar di Lembar

this formate

LOMBOK BARAT, bisniswisata.co.id: Pertama kali dalam sejarah, Kapal pesiar MV Costa Luminosa asal Italia bersandar di Pelabuhan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Rabu. Kapal ini menurunkan 1.677 wisatawan asing kemudian melancong ke sejumlah destinasi wisata yang ada di Lombok Barat.

“Ini merupakan kunjungan perdana Kapal pesiar MV Costa Luminosa, ke Pulau Lombok, semoga ke depannya semakin banyak kapal pesiar ke Lombok sehingga dapat memajukan pariwisata sekaligus meningkatkan pendepatan bagi Lombok Barat,” kata General Manager PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III Cabang Lembar, Made Rusli Suniajaya, di Lombok Barat, Kamis (15/03/2018).

Kapal pesiar yang dinahkodai Captain Fava Matteo ini berlayar dari Singapura dan tiba di Pelabuhan Lembar, pada pukul 12.30 WITA. Setelah itu kapal akan melanjutkan perjalanan ke Benoa Bali.

Para turis asing yang turun dari kapal pesiar milik perusahaan Carnival Corporation & pcl MV Costa itu disambut kesenian khas Lombok Gendang Beleq. Agen perjalanan wisata kemudian membawa sebagian besar turis dari Spanyol itu mengunjungi beberapa objek wisata di Kabupaten Lombok Barat, seperti Taman Narmada, Gili Nangu, sentra kerajinan gerabah di Banyumulek, dan pasar seni Sesela.

Ada juga yang dibawa ke Taman Mayure di Kota Mataram–tempat bersejarah peninggalan Kerajaan Karang Asem, Bali. “Sebagian penumpang kapal pesiar juga memilih menikmati keindahan panorama alam dan pantai Gili Trawangan, di Kabupaten Lombok Utara,” ujar Suniajaya seperti dilansir laman Tempo.co

Menurut dia, MV Costa Luminosa merupakan kapal pesiar kelima yang singgah di Pelabuhan Lembar sejak Januari-Maret 2018. Sebelumnyam ada kapal pesiar Mv Aida, MV Volendam sebanyak dua kali, dan Mv Soube Endcore. Suniajaya berharap akan semakin banyak kapal pesiar asing datang ke Pelabuhan Lembar, Lombok.

Di Pasar Seni Sesela sebagian besar turis itu membeli berbagai produk kerajinan, seperti hiasan dinding terbuat dari kayu dan cenderamata “Total transaksi mencapai Rp28 juta,” kata Fatahul Anwar, ketua pasar setempat.

Angka itu jauh lebih besar dibandingkan transaksi kedatangan penumpang kapal pesiar MV Volendam, pada 21 Februari 2018, yang sebesar Rp24 juta. (NDYK)

2017, Kunjungan Wisatawan ke Palembang Naik 303 Persen

this formate

PALEMBANG, bisniswisata.co.id: Sepanjang tahun 2017, jumlah kunjungan wisatawan ke Palembang melonjak hingga 303,63 persen, hal ini dipengaruhi oleh peran bahwa Palembang sebagai tuan rumah Asian Games XVIII tahun 2018.

“Capaian ini signifikan karena pada 2009 didatangi 675.698 wisatawan, tahun 2017 mencapai 2.011.417 turis. Peningkatan ini tidak lepas dari upaya pemerintah yang terus merevitalisasi dan menambah destinasi wisata,” ungkap Kepala Dinas Pariwisata Kota Palembang Isnaini Madani di Palembang, Kamis (15/03/2018)

Dilanjutkan, tercatat hingga kini terdapat 64 total destinasi wisata dengan 14 destinasi wisata utama yang terdiri dari wisata alam, wisata sejarah dan budaya serta wisata hasil buatan manusia. “Dari penambahan destinasi wisata tersebut, dari tahun ke tahun wisatawan baik manca negara dan nusantara terus merangkak naik,” sambungnya.

Data PHRI Sumsel, Kantor Imigrasi Kelas 2 Kota Palembang dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Palembang selama sembilan tahun terakhir tercatat lonjakan wisatawan mencapai 303,63 secara keseluruhan.

Sementara untuk wisatawan nusantara melonjak menjadi 297,57 dan mancanegara 324,76 persen. “Memang yang masih tinggi itu wisatawan nusantara dibanding mancanegara, di mana pada 2017 ada 2.001.567 wisatasan nusantara sedangkan manca negara hanya 9.850 pengunjung,” tandasnya.

Isnaini menjelaskan, ke-14 destinasi wisata tersebut antara lain Alquran Akbar, Bukit Siguntang, BKB, Kampung Kapitan, Kampung Al Munawar, Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya dan Pulau Kemaro. Kemudian ada Jakabaring Sport City, Taman Makam dan Monkey Forest Bagus Kuning, Museum SMB II, Kawah Tengkurep, Museum Bala Putra Dewa, Pedestrian Soedirman serta Lorong Basah Night Culinary Market.

Belum lagi, lanjut dia, beberapa destinasi wisata swafoto yang baru saja diresmikan seperti Sekanak Bersolek, Kampung Mural Gudang Boen Tjit, Ampera Skate Park, Kampung Musi Bercorak dan lain sebagainya.

“Kami optimistis serapan wisatawan pada 2018 ini mencapai 2,5 juta pengunjung. Kami yakin karena Palembang akan menjadi tuan rumah Asian Games dan juga didukung destinasi wisata yang mumpuni untuk memanjakan wisatawan,” kata dia.

Menurutnya, untuk pemasaran destinasi wisata di Kota Palembang pihaknya bekerja sama dengan Asosiasi Travel Agen (ASITA), memanfaatkan media sosial, Himpunan Pariwisata Indonesia (HPI) serta menyediakan brosur dan peta lokasi destinasi wisata di hotel-hotel di Kota Palembang.

“Tentu kami manfaatkan media sosial yang lebih digandrungi masyarakat saat ini untuk mempromosikan semua destinasi wisata di Kota Palembang,” kata dia.

Sebagai ibukota propinsi Sumatera Selatan, Palembang terus berbanah diri dalam pariwisatanya. Ada beberapa destinasi wisata di Kota Palembang yang kerap dikunjungi wisatawan lokal, nasional maupun internasional. Beberapa obyek wisata ynga ngehits dan menjadi trend kunjungan para pelancong antara lain:

#. Jembatan Ampera dan Sungai Musi
Tempat wisata pertama yang disambangi saat di Palembang: Jembatan Ampera dan Sungai Musi. Kedua lokasi ini ikon Palembang. Bahkan ada pameo tak lengkap ke Palembang sebelum mengunjungi tempat wisata ini. Waktu yang tepat datang ke jembatan yang dibuat rakyat pada malam hari, dikarenakan suasana malam sangat eksotik dipenuhi gemerlapan lampu. Tahun 1962 jembatan ini digunakan untuk penghubung dari Ulu dan juga Ilir. 50 meter dari Jembatan Ampera ini ada pusat souvenir dan kuliner sehingga memudahkan wisatawan.

# Masjid Cheng Hoo Palembang
Masjid bergaya Tionghoa ini bukti bangsa China memiliki hubungan dengan agama islam. Masjid ini berwarna merah, sesuai masyarakat China menyukai warna merah dan menganggap warna merah merupakan warna sakral. Semua ornamen masjid nuansanya China. Di dalam masjid ini ada bangunan mirip Kelenteng tempat peribadahan orang Khonghucu. Bangunan itu ada disamping dari masjid ini. Sehingga selain anda bisa beriwisata religi ke masjid juga bisa melihat lihat isi dari kelenteng di sebelah masjid.

#. Bukit Siguntang
Wisata dengan suasana pegunungan dan pemandangan hijau yang menakjubkan. Letak bukit ini ada di Bukit Lama, kecamatan Ilir Barat. Bukit setinggi 29 sampai dengan 30 meter di atas permukaan laut. Konon, bukit ini dulunya dijadikan tempat untuk persemedian. Jangan heran ada makam bangsawan jaman dahulu, yang bersemayam di bukit ini. Bangsawan itu merupakan pendiri Kota Palembang. Sehingga obyek wisata ini masih dianggap sakral dan suci. Nah, jika datang ke tempat ini Jangan berniat buruk dan berkata kotor.

#. Museum Sultan Mahmud Badaruddin II
Palembang juga memiliki wisata sejarah, Museum Sultan Mahmud Badaruddin II namanya. Museum ini untuk mengenang berbagai macam peninggalan kerajaan Palembang. Lokasi museum ini berada di Jembatan Ampera juga Benteng Kuto Besak. Museum ini sangat unik dan desain arsitekturnya pun unik dilihat dari kedua tangganya yang melingkar. Koleksi peninggalan Kerajaan Palembang menarik untuk dilihat, direnungi dan diresapi betap hebatnya zaman dulu.

#. Benteng Kuto Besak
Letak benteng ini dekat dengan jembatan Ampera. Benteng Kuto Besak ini menjadi bukti bahwa kerajaan Palembang Darussalam pernah berjaya dan berkembang d Indonesia. Di dalam Benteng Kuto Besak terdapat kantor kesehatan Kodam Sriwijaya 2 juga rumah sakit. Bahkan benteng yang dibangun menggunakan dinding batu ini berfungsi benteng pada jaman dahulu adalah digunakan sebagai benteng pertahanan dari serangan musuh.

#. Hutan Punti Kayu
Hutan ini dibangun 1998 dijadikan sebagai hutan lindung sebab fungsi ekologis adalah tata air juga kesuburan tanah. Panorama hutan ini sangat indah berupa hutan pinus yang hijau membentang bahkan didalamnya ada kebun binatang mini: kera ekor panjang, gajah dan masih banyak lagi satwa lainnya. Kegiatan di Hutan Punti Kayu adalah atraksi gajah, berenang, menunggang kuda dan masih banyak lagi lainnya.

#. Pulau Kemaro
Salah satu wisata bahari di Palembang adalah Pulau Kemaro. Pulau ini lokasinya di tengah perairan Sungai Musi. Selain bisa melihat keindahan dan keelokan Sungai Musi, wisatawan bisa melihat obyek wisata yang menarik adalah vihara kuno. Juga ada legenda kisah putri di Pulau ini. Kisah dari Putri itu adalah putri itu menikah dengan anak raja dari negara China, mas kawin yang diberikan adalah 9 guci emas. Namun untuk menghindari bajak laut, guci emas ditutupi dengan sayuran sebab dikirim melalui jalur perairan. Ketika anak raja melihat yang datang hanyalah sayuran, maka sayuran dibuangnya ke Sungai Musi. Ketika sang anak raja tahu bahwa guci tadi bersama sayuran yang telah dibuangnya ke sungai, anak raja itu pun menyesal dan menceburkan diri ke sungai. Setelah beberapa lama suaminya tidak muncul, puteri itu ikut menerjunkan diri ke sungai namun sang puteri dan suaminya tewas ke dalam sungai tersebut. Oleh sebab itu untuk mengenang mereka dibangunlah kuil kuil di Pulau Kemaro ini.

#. Wisata Air Terjun
Ada tiga wisata air terjun di Palembang. Air terjun Lematang Indah, Air Terjun Bidadari dan Air Terjun Maung. Destinasi wisata air terjun Lematang Indah ini ada di kota Pagar Alam. Tinggi dari air terjun sendiri adalah 40 meter. Memang air terjun tersebut tidak terlalu tinggi namun volume airnya banyak tidak seperti air terjun lainnya. Keindahan air terjun ini terletak pada pemandangan yang ada di sekitar air terjun tersebut. Tidak hanya pemandangan yang ada di air terjun saja yang indah namun sepanjang perjalanan menuju ke tempat wisata air terjun, pengunjung akan disuguhkan pemandangan yang asri serta hawa yang sejuk.

#. Taman Kambang Iwak
Taman ini awalnya dibangun untuk para keturunan Belanda sebagai tempat olahraga. Taman Kambang Iwak juga memiliki danau di bagian tengahnya yang berfungsi sebagai penghias taman, juga untuk menampung air hujan, sehingga bisa menangkal banjir. Taman dengan luas 5 ha ini makin hari terus diperbaharui dengan berbagai fasilitas, yaitu taman bermain anak, fasilitas hotspot gratis bagi yang ingin mengakses internet, keran air yang bisa langsung diminum, dan tempat bersantai sambil menikmati keindahan taman.

#. Kampung Kapitan
Kampung Kapitan satu kawasan yang bernilai sejarah tinggi. Kampung ini tempat pertama kalinya warga Tionghoa menetap di Palembang saat kota tersebut masih dalam jajahan Belanda. Kini, Kampung Kapitan dijadikan sebagai obyek wisata. Nilai seni dan budaya di Kampung Kapitan terletak pada struktur bangunan rumah di sana. Rumah di kawasan Kampung Kapitan mengandung dua pengaruh budaya, yakni budaya Tionghoa dan budaya Palembang. Budaya Tionghoa bisa dilihat dari bagian dalam rumah dan bagian teras rumah. Sedangkan budaya Palembang terlihat dari bangunan rumah yang menyerupai limas dan ada tiang yang menopang berdirinya rumah. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Nyepi, Pelabuhan Lembar Lombok Ditutup Selama 34 Jam

this formate

MATARAM, biniswisata.co.id: PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Cabang Lembar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, akan melakukan penutupan sementara selama 34 jam saat perayaan Hari Raya Nyepi.

Humas PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Lembar Denny Nurdiana Putra mengatakan penutupan sementara pelabuhan berdasarkan Surat Edaran Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan, tentang Penutupan Sementara Pelabuhan Penyeberangan Lembar – Padangbai pada Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1940.

“Penutupan sementara di Pelabuhan Lembar diberlakukan mulai 16 Maret 2018, pukul 19.30 WITA. Ini waktu pemberangkatan kapal terakhir menuju Pelabuhan Padangbai, Bali,” katanya Denny di Lombok Barat, seperti diunduh laman Antara, Kamis (15/03/2018).

Untuk penutupan sementara di Pelabuhan Padangbai, kata dia, diberlakukan pada 17 Maret 2018, pukul 03.00 WITA. Aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Padangbai, akan kembali normal pada 18 Maret, pukul 09.00 WITA, sedangkan di Pelabuhan Lembar, pada pukul 04.30 WITA.

Dilanjutkan, satu hari sebelum (H-1) penutupan sementara aktivitas penyeberangan, pihaknya akan menerapkan sistem percepatan pemberangkatan kapal. Namun kebijakan tersebut akan diberlakukan jika ada antrean muatan di area pelabuhan.

“Hari Raya Nyepi sudah menjadi tradisi setiap tahunnya. Biasanya para sopir truck atau mobil ekspedisi sudah tahu dan jauh-jauh hari menyesuaikan rencana menyeberang,” ujarnya.

PT ASDP Cabang Lembar juga menyiapkan posko dan fasilitas umum yang bisa dimanfaatkan oleh para sopir yang memilih menginap di area pelabuhan. Begitu juga di Pelabuhan Padangbai.

“Tapi biasanya, kondisi di Lembar, relatif agak sepi dan kalau penumpang mau kembali ke arah kota lebih mudah. Beda dengan di Pelabuhan Padang Bai, penumpang harus diam di pelabuhan,” ucapnya.

Terkait dengan kesiapan saat pelabuhan kembali dibuka, Denny mengatakan pihaknya bersama Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XII Denpasar Provinsi Bali-NTB Pelabuhan Lembar, sudah menyiapkan langkah antisipasi padatnya arus penumpang.

Model antisipasi yang disiapkan adalah dengan cara membagi dua dari total 35 unit kapal motor penyeberangan (KMP) yang beroperasi di lintasan penyeberangan Lembar-Padangbai. Artinya, separuh armada disiagakan di Pelabuhan Lembar, dan separuhnya di Pelabuhan Padangbai. “Sebanyak 35 unit KMP dari 11 perusahaan akan disiagakan untuk mengangkut penumpang pascapenutupan saat Nyepi,” katanya. (NDYK)

Soft City, Jawaban Itang Hadapi Gaya Hidup Menantang

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Awal 2018, Desainer kondang Itang Yunasz membuat gebrakan dengan koleksi terbarunya. Gebrakan itu menampilkan koleksi baju Muslim bertajuk Soft City. Koleksi perdana ini, merupakan jawaban atas perkembangan gaya hidup yang semakin menantang.

“Kehidupan saat ini membutuhkan sentuhan lembut sebagai penyeimbang untuk meredam berbagai emosi yang timbul belakangan ini. Dan tentu saja, tanpa meninggalkan kebutuhan untuk tetap aktif dinamis,” tutur Itang di Gedung Conclave, Jakarta, Rabu (14/3/2018).

Dalam 14 busana yang dipamerkan, Itang banyak bermain dengan corak dari alam seperti floral, lempengan bumi yang retak, garis-garis, dan polkadot. Inspirasi corak ini dari kegalauan Itang melihat banyak keributan karena perbedaan di Indonesia.

Meski demikian, ragam corak yang bertumpuk itu mampu menyatu dengan lembut. Bahkan berhasil mengkreasikan aneka corak itu dalam koleksi busana santun. “Melalui Soft City, saya mengangkat sesuatu yang begitu banyak dipilah-pilah karena segala macam keributan termasuk agama. Saya ingin memperlihatkan perbedaan itu bisa jadi baik dan solid. Keretakan-keretakan yang tergambar itu bisa jadi indah,” lontar Itang

Corak yang sudah didesain itu kemudian dicetak pada kain berbahan poliester, yang dipesan khusus dari sebuah pabrik tekstil rekanan Itang. Warna-warna yang dipilih terdiri dari warna-warna pastel dan warna alam tegas. Dari koleksinya tersebut, ada 11 desain print berpalet warna alam yang dihadirkan.

Itang mengaplikasikan corak siluet yang ramai itu menjadi atasan, tunik, gamis, kaftan, celana panjang, celana kulot, rok, dan luaran panjang atau outer. Beberapa detail berupa gelombang banyak disematkan pada atasan, tunik, gamis, dan luaran. Detail ini memberikan kesan elegan dan kasual pada potongan busana modest Itang.

Beragam motif, namun dengan warna lembut senada terlihat pas dipakai tanpa memberikan kesan ramai yang berlebihan. Misalnya atasan floral dipadu dengan luaran horizontal dan celana garis vertikal telihat manis dikenakan dalam balutan warna gelap. Sebagai penyeimbang, Itang juga menyediakan beragam pilihan busana berwarna polos.

Meski mengusung busana modest, Itang menyebut busana ini tidak khusus untuk seorang Muslim. Bagi Itang, busana modest bulan busana Muslim melainkan busana sopan yang santun dan tertutup. “Busana kan enggak punya agama ya. Siapapun bisa membeli dan memakainya. Ini saya targetkan untuk kelas menengah usia 20-45 tahun,” ujar Itang.

Koleksi terbaru Itang Yunasz ini merupakan koleksi siap pakai di bawah label Allea Itang Yunasz yang bekerja sama dengan Alzara, gerai busana modest milik PT Planet Selancar Mandiri. Perusahaan itu terkenal lewat gerai Planet Surf. Selain 14 tampilan itu, Itang mengeluarkan lebih dari 90 rancangan busana dan 145 desain hijab. (CNN/END)

VITO Prancis Roadshow Dan Table Top Di Empat Kota

this formate

Kegiatan roadshow sales mission dari VITO Prancis saat berada di kota Nice ( foto: VITO Prancis)

NICE, Prancis, bisniswisata.co.id: Visit Indonesia Tourism Officer ( VITO)  Prancis menyelenggarakan roadshow sales mission di empat kota di Perancis pada 12-15 Maret 2018, ungkap Eka Moncarre, Ketua VITO Prancis, di Paris, hari ini.

“Pada hari pertama roadshow ini di kota Nice  ada enam seller dari Indonesia yang menjual paket wisata ke Indonesia bertemu dengab 40 buyer dari kalangan industri wisata Prancis,” jelas Eka

Lewat roadshow sales mission ini pihaknya memberikan beragam alternatif bagi wisatawan asal Prancis untuk datang ke Indonesia. Salah satunya melalui Roadshow Sales Misson ini yang dilaksanakan 4 hari dari 12-15 Maret 2018.

Sementara itu 4 Kota di Prancis yang menjadi menjadi target sales mission kali ini adalah kota Nice, Marseille, Lyon, dan Paris, ibukota Prancis.  Keindahan Bali dan 10 destinasi prioritas yang  dipromosikan ditambah destinasi  Toraja dan Tanjung Puting.

Pihaknya juga udah menayangkan tempat diving Nusa Penida sebagai counter attack atas pemberitaan sampah di pantai Bali  yang viral. Jadi kami menyampaikan kondisi terkini Bali. Terutama pasca meletusnya Gunung Agung. Sales mission memberikan gambaran utuh mengenai Bali yang sudah aman untuk dikunjungi

Menurut Eka, sales mission yang didukung Kementerian Pariwisata ini sudah diselengarakan untuk yang kedua kalinya dan menjadi salah satu aktivitas kegiatan marketing VITO France ( Prancis)

“Tujuannya untuk menjaring market yang terletak di luar Paris. Soalnya
sekitar 60 persen travel agents di Prancis terletak di luar Kota Paris,” katabya.

Kunjungan wisatawan Prancis ke Indonesia selama tahun 2017 mencapai 162.288 wisman. Lebih besar dari tahun 2016 yang berjumlah 147,413 wisman sehingga peningkatannya sebesar 10,09%.  
Gencarnya VITO Prancis menggelar roadshow ke berbagai kota antara lain karena banyak travel agent di negri ini tidak mengetahui Indonesia. Mereka kebanyakan hanya mengenal Bali. Jadi tidak tahu bahwa Bali adalah bagian dari Indonesia.

Roadshow ini juga bagus untuk memberikan informasi terkini tentang Indonesia secara umum serta mempromosikan daerah-derah lain di Indonesia di luar Bali,” ungkapnya.

Aktivitas sales mission dibuka dengan tari-tarian dan dijamin tidak akan membosankan. Disetiap kota diadakan  table top dengan mengundang travel-travel agents di kota-kota yang dilalui.

Travel-Travel agents dan tour operator Prancis yang diundang bertemu langsung dengan seller Indonesia dan tentu saja diharapkan terjadi transaksi konkrit dari roadshow ini.

“Kami juga menyediakan gimmick untuk menarik travel agent ini. Nantinya di setiap kota akan diadakan doorprize. Akan dipilih dua orang pemenang per kota untuk ikut familiarization trip. Tujuannya sendiri anti mainstream, yaitu Tanjung Puting di Kalimantan Tengah, serta Toraja di Sulawesi Selatan,” terangnya.

Buyer, seller dan pendukung roadshow berfoto bersama.

Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Nia Niscaya mengatakan wisatawan Prancis tidak hanya berorientasi ke Bali saja. Kali ini Beyond Bali yang dipromosikan.

Wisatawan Prancis mungkin sudah berkali-kali ke Bali. Namun, kini mereka mencari alternatif baru Beyond Bali. Jadi mereka tetap terbang ke Bali, namun dilanjutkan mengeksplorasi daerah lain, ungkap Nia.

“Mereka senang berkunjung ke Bali dan ke Lombok, lebih tepatnya ke Gili Trawangan, Gili Meno, Gili Air, Labuan Bajo, dan Toraja. Ada juga yang berkunjung ke Kalimantan dengan orang utan, Borobudur, Prambanan, serta Bromo Tengger Semeru,” papar Nia.

Mengutip Menpar Arief Yahya, Eka mengatakan bahwa Prancis adalah top three pasar wisatawan mancanegara Eropa yang ke Indonesia, setelah Inggris. Geografi Prancis cukup luas, dan 60% lebih orang Perancis yang travelling ke Indonesia berasal dari luar ibukota  Prancis.

“VITO  Prancis ditargetkan tahun ini untuk mendatangkan 330.000 wisatawan ke Indonesia dan semoga dengan Roadshow di 4 kota di Perancis ini, target yang ditetapkan akan tercapai,” kata Eka optimistis.

Konsep Sinergitas Pariwisata-Tambang Wujudkan Geopark Belitung Timur

this formate

Open pit Belitung Timur akan difungsikan sebagai geopark yang mensinergikan pariwisata dengan sektor tambang ( foto: belitungrimurkab.go.id) 

BELITUNG, Kelapa Kampit, bisniswisata.co.id: Sektor pariwisata  bisa bergandengan mesra dengan pertambangan seperti Proyek Geopark di Belitung Timur, di mana konsep pertambangan juga ada di dalamnya.
Menurut Yuspian, Camat Kelapa Kampit yang juga Sekretaris Geopark, gagasan konsep Geopark Belitung Timur, berbeda dengan konsep pariwisata di Belitung induk. Di sini, warisan biologi, geologi, dan culture, menyatu dengan indah.

’’Geopark di Belitung Timur ini kalau sudah jadi bisa menjadi yang ketiga di dunia.  Sebab, geosidnya cukup luas mulai dari Open Pit, Cendil, Batu Pulas, Pulau Keran, Mangrove Mengguru, Gunung Lumut, dan Burung Mandi,’’ tuturnya saat berbincang santai di sebuah warung kopi di kawasan Kelapa Kampit, Belitung Timur, kemarin.

Saat ini, ungkapnya,  Geopark Belitung Timur tengah diusulkan untuk masuk dalam daftar UNESCO Global Geoparks (UGG). ’’Mudah-mudahan September ini sudah bisa masuk,’’ ucapnya lagi.

Menurut Yuspian, di antara wilayah geoside-nya Geopark Belitung Timur, yang menjadi ikonik adalah Open Pit.Tempat ini menjadi unik karena sesungguhnya merupakan sebuah bukit dengan nama Gunong Kik Karak.

Bukit ini memiliki potensi cadangan timah yang besar didalamnya, maka perusahaan pertambangan yang mengelola hingga 1985 membuat sebuah galian raksasa membentuk kawah di tepat puncak Gunung Kik Karak. Besarnya kawah tersebut sama dengan kawah gunung berapi sesungguhnya. 

“Untuk menjadi geopark, masih banyak hal yang harus dibenahi di kawasan ini agar lebih memiliki nilai jual pariwisata yang tinggi,” kata Yuspian.

Apalagi  penggarapan Geopark Belitung Timur terbentur beberapa kendala. Salah satunya adalah manajemen kawasan di mana akses berbenturan dengan hutan lindung.

’’Teorinya, hutan lindung bisa dibebaskan, tapi prakteknya susah. Bisa saja menggunakan sistem pinjam pakai, tapi dalam hal ini Pemda harus serius,’’ ujarnya.

Menyinggung  keseriusan Pemda, Yuspian mengakui, belum terbentuk kekompakan dan visi yang sama di antara aparatur negara, dan antarlembaga. Padahal, sinergisitas itu sangat penting untuk segera mewujudkan Geopark Belitung Timur.

’’Seharusnya tambang bisa disinergikan dengan pariwisata, makanya kami konsepkan di geopark. Tapi jika  Pemdanya tidak sungguh-sungguh, ya repot. Saya tidak akan mempertentangkan tambang, karena memang bisa sejalan selama memenuhi kaidah-kaidahnya. Malah, Geopark bisa jadi atraksi proses tambang,’’ tuturnya.

Sektor Premier

Yuspian mengatakan, di kawasan Belitung Timur, sektor tambang masih menjadi pendapatan utama masyarakat. Jadi, ketika sektor utama dialihkan langsung ke pariwisata, Yuspian mengkhawatirkan ketidaksiapan masyarakat.

’’Tambang masih jadi sektor premier di Belitung Timur, selain nelayan dan pertanian. Untuk pertanian, dampak ekonominya juga tidak masif karena butuh modal besar, dan nelayan sangat bergantung pada cuaca. Bisa dibilang, ketergantungan masyarakat Beltim pada tambang masih tinggi,’’ tuturnya.

Pihaknya sangat berharap jika para pemangku kebijakan mulai mempertimbangkan fakta-fakta tersebut. Perubahan sektor ke arah pariwisata memang baik, akan tetapi tentu saja tanpa mengabaikan dampak ekonomi yang saat ini dibutuhkan masyarakat banyak.( INGE)

Wakil Bupati Beltim : Sulit Ubah Mindset Warga Dari Tambang Timah Ke Pariwisata

this formate

Pantai Burung Mandi, Belitung Timur belum dioptimalkan untuk aktivitas pariwisata. Masyarakat masih andalkan usaha tambang sebagai mata pencaharian. 

MANGGAR, Belitung, bisniswisata.co.id: Wakil Bupati Belitung Timur Burhanudin, mengakui sulitnya mengubah mindset masyarakat untuk beralih dari tambang ke pariwisata. Perlu waktu lama dan upaya yang lebih keras untuk mewujudkannya.

Dari segi sumber daya alam (SDA), menurut Burhanudin, tidak ada masalah karena potensi di Belitung Timur cukup mumpuni.  ’’Kendala utamanya justru di sumber daya manusia (SDM). Perlu kerja keras untuk menatanya,’’ kata Burhanudin saat ditemui di ruang kerjanya, Kantor Bupati Belitung Timur, Rabu (14/3).

Burhanudin menjelaskan, kecenderungan pola hidup masyarakat Beltim saat ini masih bergantung di usaha tambang. Jadi, sangat berat untuk langsung dipindahkan mata pencahariannya ke pariwisata.

Ia menambahkan, pemerintah pusat seharusnya memetakan skala prioritas karena tidak semua daerah bisa dipaksakan ke pariwisata. Di Belitung Timur ini, misalnya. Jika memang potensi tambangnya masih ada, bukankah lebih baik untuk diselesaikan dulu?

’’Selama potensi tambang masih bisa membawa manfaat secara ekonomi pada masyarakat, maka akan sulit bagi kami untuk bergerak,’’ ujarnya.

Menyinggung langkah strategis apa yang perlu diambil pihak pemerintah daerah, Burhanudin menegaskan bahwa potensi tambang di Beltim masih ada sehingga soal tambang ini dituntaskan dari hulunya, baru ke hilir.

“Kami tak bisa memungkiri jika potensi tambang masih ada, dan hasilnya bisa dimanfaatkan untuk membangun sektor pariwisata,” jelasnya.

Faktanya sekarang, dari hulu ke hilir belum selesai.  Jika dibiarkan potensi yang ada tergali bisa disalah artikan berpihak pada para pemain tambang. Sebaliknya, jika ditolak, pihaknya juga yang diprotes masyarakat.

Burhanudin mengungkapkan,  sudah waktunya juga masyarakat sadar bahwa di Pulau Belitung ini terbagi menjadi dua kabupaten/kota; Belitung dan Belitung Timur. Di Belitung, potensi tambang memang sudah habis, sedangkan di Belitung Timur masih ada.

Karena itu, ketegasan pemerintah pusat sangat diperlukan untuk segera mengubah regulasi soal tambang timah, dari galian non-strategis ke strategis.  Dengan demikian,  persoalan tarik menarik antara tambang dan pariwisata ini bisa selesai. (INGE)

Calendar of Event Maluku Utara 2018 Launching di Jakarta

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya meLaunching Calendar of Events (CoE) Maluku Utara 2018 yang ditandai pemukulan alat musik tifa. Peluncuran CoE Maluku Utara 2018 di Gedung Sapta Pesona Kementrian Pariwisata ini dihadiri Plt. Gubernur Maluku Utara, M. Natsir Thaib, dan para Bupati di Provinsi Maluku Utara, serta Sultan Ternate dan Sultan Tidore.

“Dalam menerapkan CoE harus memiliki kriteria utama yaitu penyelenggaraan yang profesional dan dilaksanakan tepat waktu. Ada atau tidak ada pejabat, event harus berlangsung karena tujuannya adalah untuk wisatawan,” kata Menpar Arief Yahya saat memberi kata sambutan dalam acara Launching Calendar of Event Maluku Utara, di Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata Jakarta, Selasa (13/3/2018) malam.

Mengambil tema “Pesona Kie Raha Mengguncang Dunia”, Provinsi Maluku Utara diharapkan mampu mempromosikan potensi pariwisata yang dimiliki ke tingkat dunia. Karena itulah, menurut Menpar, event-event yang ada dalam CoE Maluku Utara harus memiliki cultural values dan commercial values sehingga akan berdampak positif dalam meningkatkan perekonomian masyarakat.

Sepanjang 2018, Provinsi Maluku Utara telah menyiapkan 33 event, tiga di antaranya masuk dalam Top 100 CoE Nasional 2018. Ketiganya terdiri dari Festival Tidore (Kota Tidore Kepulauan, 23 Maret–12 April 2018), Festival Teluk Jailolo (Kabupaten Halmahera Barat, 3–5 Mei 2018), dan Festival Kora-Kora (Kota Ternate, 1-3 Desember 2018).

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Maluku Utara H. Muhammad Natsir Thaib menegaskan kemajuan pariwisata Maluku Utara telah dirasakan dengan ditetapkannya Pulau Morotai sebagai satu di antara 10 destinasi prioritas untuk dijadikan menjadi “Bali Baru” yang percepatan pembangunannya tengah dilakukan. “Pariwisata di Maluku Utara semakin berkembang dengan didukung unsur 3A (atraksi, amenitas, dan aksesibilitas) yang semakin baik,” kata Natsir Thaib.

Selain itu, lanjutnya, Provinsi Maluku Utara ingin mengembangkan diri menjadi destinasi marine tourism kelas dunia, mengingat potensi wisata bahari yang dimiliki serta letak geografisnya sangat menunjang untuk mewujudkan keingingan itu. “Di antara pulau-pulau yang ada di Maluku Utara sangat cocok dikembangkan sebagai marine tourism. Saat ini di Pulau Jailolo sudah mulai dikembangkan marine tourism oleh pengusaha profesional,” kata Natsir Thaib.

Ternate, Tidore, Bacan dan Jailolo sejak lama sekitar Abad XIII sudah dikenal masyarakat dunia sebagai sumber rempah dunia, dan Maluku Utara memiliki keunggulan dalam wisata sejarah karena terdapat banyak benteng peninggalan dari Bangsa Portugis, Spanyol, Inggris, serta situs peninggalan Perang Dunia II dari Jepang dan Amerika Serikat.

Peluncuran CoE Provinsi Maluku 2018 diharapkan mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan yang ditargetkan mencapai 11.000 wisatawan mancanegara (wisman) dan 350.000 pergerakan wisatawan nusantara (wisnus), sekaligus mendukung target pariwisata nasional tahun 2018 sebanyak 17 juta wisman dan 270 juta wisnus.

Dari 34 event itu, tiga diantaranya masuk dalam CoE Nasional. Yaitu Festival Kora-Kora, Festival Tidore, dan Festival Teluk Jailolo. Tiga event ini akan menjadi andalan dalam menarik kunjungan wisman dan wisnus ke Maluku Utara.

Festival Kora-Kora akan berlangsung di Maluku Utara (1-3 Desember 2018), Festival Tidore di Kota Tidore Kepulauan (23 Maret-12 April 2018), dan Festival Teluk Jailolo di Kabupaten Halmahera Barat (3-5 Mei 2018). Ritual adat Lufu Kie dan Parade Juanga Sultana Tidore. Paji Nyili-Nyili (12 April 2018). Juga Ritual Orom Sasadu. (redaksibisniswisata@gmail.com)