Selain Bunaken, Pulau Manado Tua Jadi Destinasi Unggulan

this formate

MANADO, bisniswisata.co.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Manado, menetapkan Pulau Manado Tua atau Paulau Manarauw sebagai destinasi wisata utama selain Bunaken. Penetapan ini diharap mampu menarik wisatawan mancanegara lebih banyak lagi ke Sulut

“Pemkot sudah menetapkan Pulau Manado Tua sebagai destinasi wisata unggulan dalam dokumen rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) sekarang,” kata Kepala Bidang Pemasaran Wisata Dinas Pariwisata Manado, Abdiel Bajen, di Manado, Sabtu (17/3).

Bajen mengatakan, Manado Tua memiliki banyak potensi wisata yang bisa dikembangkan sehingga layak diangkat sebagai salah satu destinasi wisata selain Bunaken, agar makin banyak wisman datang.

Dia menyebutkan, di Pulau yang berada di Teluk Manado itu, hidup hewan endemik Manado yaitu hewan yaki atau Macaca Nigra, monyet hitam rambut di kepalanya berbentuk jambul yang pantatnya berwarna merah muda. “Manado Tua juga memiliki potensi lainya seperti benteng peninggalan perang, yang hanya ada di Sulawesi bagian Utara dan pulau-pulau di sekitarnya termasuk Manado Tua,” katanya.

Selain kata Bajen, Manado Tua termasuk dalam kawasan strategi nasional sehingga sangat pantas dijadikan destinasi wisata, dan diperkirakan akan menggaet banyak wisatawan.

Menurut Bajen, hal tersebut juga sudah mendapatkan dukungan dari Kementerian Pariwisata sehingga tim dari pusat sudah turun melakukan survey ke pulau tersebut. “Tentu pemerintah kota Manado sangat berharap kiranya dengan penetapan destinasi wisata tersebut, akan makin meningkatkan kunjungan wisatawan ke Manado,” katanya.

Apalagi menurutnya, pemerintah sedang menargetkan kunjungan wisatawan ke Indonesia 17 juta orang dan Manado harus bisa menopang target tersebut,” katanya.

Pulau Manado Tua bersama Pulau Bunaken, Siladen, Mantehage, dan Nani merupakan gugusan pulau yang membentuk Taman Nasional Bunaken-Manado. Taman nasional sekitar 89.065 hektar ini terletak tidak jauh dari Kota Manado, ibu kota Provinsi Sulawesi Utara.

Perairan di kawasan ini memiliki panorama bawah laut spektakuler sehingga tidak salah apabila pernah menjadi tuan rumah World Ocean Conference yang pertama pada 2009. Taman Nasional Bunaken-Manado adalah salah satu tempat menyelam spektakuler di dunia.

Pulau-pulaunya saling berdekatan namun dipisahkan oleh palung sedalam 1.200 meter. Perairan di pulau-pulau ini merupakan perairan yang bebas dari limbah sampah dan berbagai polusi yang biasanya datang dari kota.

Taman nasional ini dilindungi dari berbagai jenis kegiatan penangkapan ikan dan terumbu karang baik dengan memancing apalagi menggunakan bahan peledak. Pulau Manado Tua bisa dicapai dengan kapal motor sekitar satu jam atau berjarak sekitar 10 mil dari Kota Manado.

Pulau Manado Tua berbeda dengan pulau-pulau lainya di Taman Nasional Bunaken-Manado. Berbeda karena gunung api tersebut ditumbuhi pepohonan hijau dan rindang. Datarannya berada di dalam air dengan kemiringan 5 sampai 30 meter dan dibelah sebuah dinding karang dengan kedalaman 25 sampai 50 meter ke dasar laut dan sebuah gua besar.

Pulau Manado Tua selain memiliki taman laut yang sempurna dan kaya biota laut, juga memiliki sejarah berkaitan keberadaan Suku Bowontehu. Menurut catatan sejarah, suku tersebut sudah ada di Pulau Manado Tua sekitar tahun 1623.

Dahulu Pulau Manado Tua dihuni oleh Suku Bowontehu. Pulau tersebut dikenal sebagai Manarow dan merupakan orang-orang dari Etnis Sangir Tua. Advertisment Pulau ini memiliki sekitar 3.200 jiwa penduduk dan sebagian besar bermata pencaharian sebagai petani dan nelayan.
Masyarakat Manado Tua telah aktif melestarikan terumbu yang rusak dengan bantuan dari pemerintah setempat. Terumbu karang di sini bisa menjadi tempat berlindung ikan-ikan kecil dari para predator. Nusantara Diving Club yang diselenggarakan pada 1985 bertujuan untuk mendesak Kementerian Lingkungan Hidup untuk melakukan perlindungan dan pelestarian terhadap berbagai biota laut di perairan Manado Tua.

Pulau Manado Tua memiliki iklim tropis dengan curah hujan berkisar antara 2.000 – 3.000 mm per tahun. Taman lautnya sendiri dihuni beragam biota laut langka diantaranya dugong, lumba-lumba dan berbagai jenis ikan hias seperti Hippocampus sp, kima raksasa, serta penyu sisik, penyu hijau jua beraneka ragam jenis terumbu karang (BBS)

Saat Nyepi, Wisatawan Polandia Diamankan

this formate

DENPASAR, bisniswisata.co.id: Lukas (39), wisatawan asal Polandia diamankan Pecalang karena berjalan kaki di tempat umum saat Hari Raya Nyepi, Sabtu (17/3/2018). Ini merupakan penangkapan pertama kali di wilayah Pulau Dewata yang tengah menjalankan perayaan Nyepi.

Pengakuan Lukas kedatangan ke Bali, setelah berwisata di Pulau Jawa dengan naik bus kemudian turun di Terminal Mengwi, Badung kemudian menginap di sebuah hotel kemudian keluar hotel yang rencananya mau ke Pantai Kuta. Lukas sendiri mengaku binggung karena Bali yang terkenal pariwisatanya di penjuru dunia, ternyata suasananya kok sepi.

Lukas yang memakai baju putih datang sendiri dan baru pertama kali ke Bali, diamankan oleh pecalang (keamanan desa adat) wilayah Denpasar Barat saat berjalan sendirian. Turis murah senyum ini dibawa ke Polsek Denpasar Barat, namun saat itu kantor wilayah polisi itu tutup sehingga dibawa ke Polresta Denpasar.

“Kira-kira dia diamankan sekitar pukul 08.00 Wita. Sekitar pukul 09.15 Wita baru sampai di Polresta Denpasar. Dia mengaku tidak mengetahui bahwa hari ini di Bali ada perayaan Nyepi. Dia mengatakan mau ke Kuta,” ungkap Kepala SPKT Polresta Denpasar Iptu Mess. Rafael

Dijelaskan, usai dibawa ke Polresta Denpasar laki-laki berkulit putih itu langsung diberi makan, dan minum oleh anggota kepolisian Polresta Denpasar. “Ya dia lapar, kami beri dia nasi campur, air putih. Dan dia juga sempat ngopi juga,” pungkasnya seperti dikutip laman Sindonews.com.

Sabtu hari ini merupakan hari Nyepi dimana umat Hindu sedang melaksanakan catur brata penyepian. Dimana catur brata penyepian tersebut tidak boleh bepergian, tidak bekerja, tidak menghibur diri, dan menyalakan api.

Perayaan Hari Raya Nyepi di Bali, tepatnya di daerah Tuban, Kuta, Badung, berlangsung khidmat. Kondisi jalanan benar-benar sepi karena tidak ada warga sama sekali yang berkeliaran keluar rumah. Hanya ada beberapa pecalang desa adat Tuban berkeliling melihat situasi di jalan menuju Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

Di jalanan tersebut tidak ada warga sama sekali yang terlihat lalu lalang. Hanya ada suara-suara burung yang berkicau. Padahal biasanya daerah tersebut selalu ramai aktivitas manusia.

Juga erlihat beberapa pecalang bertemu dengan anggota TNI yang menjaga jalannya perayaan Nyepi. Mereka saat jalan patroli pun tidak banyak bicara. Para pecalang ini tidak hanya mengecek daerah menuju bandara, tapi juga ke daerah jalan menuju tol.

Jalan Tol Bali Mandara pun sama. Terlihat sepi, tidak ada sama sekali kendaraan yang melintasi jalan tol satu-satunya di Bali tersebut. Diketahui, Tol Bali Mandara sudah ditutup sejak Jumat 16 Maret 2018 sekira pukul 23.00 Wita. (SIN)

Jokowi: Generasi Milenia Lebih Tertarik Wisata Ketimbang Barang Mewah

this formate

SYDNEY, bisniswisata.co.id: Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai seiring pertumbuhan era digital yang berpengaruh pada sektor perekonomian, juga berdampak terhadap berubahnya pola konsumsi pada masyarakat kelas menengah di ASEAN. Media sosial adalah salah satu faktor utama pemicu perubahan tersebut.

“Saya bisa mengatakan selfie adalah penemuan atau ciptaan abad ini, karena selfie telah mengubah dunia,” ujar Presiden disambut tawa hadirin dalam pidatonya di CEO Forum, sebagai rangkaian dari KTT Khusus ASEAN-Australia, di International Convention Center, Sydney, Australia, Sabtu (17/3).

Presiden mencontohkan sebuah objek wisata alam bernama Kalibiru di Yogyakarta, Indonesia. Di sana orang rela antri berjam-jam hanya untuk mendapatkan selfie yang sempurna. “Kalangan menengah dan muda atau sering disebut generasi milenia saat ini tertarik dengan pengalaman dan petualangan wisata dibanding barang-barang mewah, hal ini tentu berdampak pada melonjaknya sektor pariwisata global,” ucap Presiden.

Berdasarkan data dari Bloomberg, sambung kepala negara, meskipun pertumbuhan ekonomi dunia saat ini berada di sekitar 3 persen per tahun, namun industri pariwisata global tumbuh lebih dari 7 persen per tahun. Tentu ini merupakan peluang yang luar biasa bagi ASEAN dan Australia untuk melakukan kerjasama di dunia pariwisata.

“Bukan saja hanya menjadi destinasi wisata dan peningkatan jumlah turis baru dari Australia, namun Australia juga memiliki peluang bisnis dalam membantu pembangunan industri pariwisata di ASEAN,” terang Presiden.

Saat ini, menurut Presiden, berbagai proyek infrastruktur di negara-negara ASEAN sedang dibangun untuk menunjang melonjaknya sektor pariwisata. Mulai dari perbaikan dan pembangunan bandar udara, pelabuhan, jalan tol, bahkan kereta api super cepat. “Namun, kita masih membutuhkan banyak infrastruktur dan hal ini merupakan peluang bagi pelaku bisnis di Australia,” kata Presiden.

Selain sektor pariwisata, dalam kesempatan tersebut Presiden juga menyampaikan sektor tabungan finansial juga tengah merebak di kalangan menengah ASEAN. Dana tersebut tentunya dapat dimanfaatkan antara lain untuk pendanaan proyek infrastruktur, industri, dan sektor e-Commerce.

“ASEAN harus membangun pasar modal regional yang besar, seperti halnya Euro-dollar markets dan pasar modal zona Eropa. Dan ini juga menjadi peluang besar bagi bank-bank dan institusi finansial di Australia,” jelas Presiden seperti dilansir laman Setkab.go.id.

Presiden berharap, ASEAN dan Australia dapat terus meningkatkan hubungan kerja samanya, utamanya dalam hal perdagangan, pariwisata, dan investasi. “Saya menantikan untuk menyambut Australia di ASEAN, dan Indonesia,” tandasnya.

Diakuinya, berbagai keunggulan ASEAN baik dari segi geografis maupun demografisnya, membuat Presiden Jokowi yakin ASEAN akan menjadi poros perekonomian baru dunia. Dan, Australia sebagai salah satu negara terdekat ASEAN diharapkan bisa memanfaatkan peluang tersebut, utamanya dalam hal investasi.

“Poros perekonomian dunia sedang bergeser dari Atlantik ke Pasifik, pertumbuhan ekonomi tertinggi saat ini ada di Asia Pasifik. Lalu siapa yang tepat berada di tengah-tengah Asia Pasifik, adalah ASEAN,” kata Presiden Jokowi.

Letak ASEAN yang berada di tengah, di antara India, Asia Tengah, dan Timur Tengah berada di sebelah barat, kemudian Tiongkok, Korea, dan Jepang di sebelah utara, serta Australia dan Selandia Baru di sebelah selatan, membuat ASEAN menjadi kawasan yang strategis.

“Namun selain itu, ada hal penting lainnya yang sedang tumbuh di Asia Pasifik dan ASEAN, yaitu kelas menengah. Termasuk sekitar 630 juta populasi di Asia Tenggara,” jelas Presiden. (NDYK)

Nyepi, Hotel di Lombok Kecipratan Limpahan Wisatawan

this formate

MATARAM, bisniswisata.co.id: Pulau Lombok mendapat cipratan rejeki dari momen Raya Nyepi di Provinsi Bali. Wisatawan baik domestik maupun mancanegara terlihat cukup banyak masuk ke Lombok dari Bali menjelang hari Raya Nyepi.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) NTB Hadi Faisal mengatakan kebanyakan, alasan wisatawan berkunjung ke Lombok karena ingin mendapatkan suasana yang berbeda. Di Lombok, wisatawan masih bisa menikmati perjalanan wisata sekaligus tetap bisa merasakan atmosfer suasana Nyepi.

“Dari kemarin terlihat arus kunjungan wisman terus berdatangan. Domestik juga terus meningkat 300 orang mahasiswa dari Sidoarjo datang. Setidaknya ada 2 kegiatan meeting dan penelitian yang tetap dilakukan,” ujar Ketum PHRI NTB Hadi dalam keterangan di Mataram, seperti diunduh laman Bisnis.com, Sabtu (17/3/2018).

Hadi menambahkan, dalam situasi hari Raya Nyepi, para wisatawan yang datang dalam rangka mereka menggunakan fasilitas hotel-hotel di Lombok untuk mengadakan pertemuan seperti seminar dan meeting. “Okupansi juga bertambah karena banyaknya wisatawan yang direct dari bali ke tiga gili, begitu juga Senggigi Lombok,” ujar Hadi. (BC)

Nyepi, Tak Ada Lonjakan Wisatawan Keluar dari Bali

this formate

DENPASAR, bisniswisata.co.id: PT Angkasa Pura 1 Bandara Ngurah Rai memprediksi tidak akan terjadi lonjakan signifikan arus penumpang wisatawan keluar Bali menjelang pelaksanaan Hari Raya Nyepi. Lonjakan penumpang di bandara Bali yang akan keluar dari Bali hanya kisaran 2%-3% dibandingkan dengan hari normal.

“Diperkirakan jumlah penumpang domestik yang akan keluar Bali sebanyak 26.000 orang. Jadi Ada lonjakan sedikit keberangkatan domestik,” papar Kepala Humas Bandara Ngurah Rai Arie Ahsanurrohim di Denpasar, Jumat (16/03/2018).

Menurutnya, rendahnya dampak lonjakan penumpang saat Nyepi ditengarai karena jatuh pada saat akhir minggu. Dengan begitu tidak berdampak signifikan terhadap lonjakan penumpang baik yang akan datang maupun keluar Bali.

Dia menegaskan dari pengalaman Nyepi, jumlah penumpang yang terdampak hanyalah domestik sedangkan internasional tidak terpengaruh. Bandara I Gusti Ngurah Rai akan ditutup untuk menghormati pelaksanaan Hari Raya Nyepi.

Penutupan dilakukan selama 24 jam terhitung Sabtu (17/3/2018) pukul 06.00 Wita hingga Minggu (18/3/2018) pagi. Dengan penutupan ini artinya semua penerbangan berjadwal dan charter baik rute domestik maupun internasional ditiadakan. Rincian penerbangan tersebut, 244 rute domestik dan 238 rute internasional dengan rute terbanyak adalah tujuan Cengkareng, Kuala Lumpur, Singapura, Perth dan Surabaya.

Penghentian penerbangan tersebut dikarenakan Bandara I Gusti Ngurah Rai akan menghentikan operasional penerbangan selama 24 jam terhitung mulai Sabtu (17/3/2018) pukul 06.00 Wita hingga Minggu (18/3/2018) pagi.

Kendati mengalami penutupan, pihak bandara akan tetap melayani penerbangan yang bersifat darurat. Saat Nyepi nanti akan ada 368 personil kami yang siaga di bandara. Hal itu dlakukan untuk mengantisipasi adanya permohonan emergency landing, technical landing atau medical evacuation, lontarnya seperti dilansir laman Bisnis.com.

Berdasarkan data penerbangan berjadwal, Garuda Indonesia (GA897) dari Guangzhou, China dan GA7049 dari Lombok menjadi penerbangan pertama yang mendarat pasca penutupan. Sedangkan Indonesia AirAsia (QZ550) tujuan Kuala Lumpurdan Garuda Indonesia (GA401) tujuan Cengkareng.

Sementara Humas Lombok International Airport Putri Muslimah mengatakan penutupan Bandara I Gusti Ngurah Rai di Bali ditutup pada Hari Raya Nyepi pada Sabtu, 17 Maret 2018. Akibatnya semua penerbangan dari Bali ke Lombok dan sebaliknya ditiadakan.

Putri melanjutkan semua penerbangan dari Lombok ke Bali dan sebaliknya ditiadakan selama Nyepi. Hal ini sesuai dengan pemberitahuan yang disampaikan kepada maskapai dan bandara di seluruh dunia melalui Notice To Airman (NOTAM) Nomor: A0117/18 NOTAMN. “Sebanyak 16 pergerakan pesawat dari Lombok ke Bali ditiadakan,” tambahnya.

Jika dihitung rata-rata setiap pergerakan pesawat mengangkut 100 orang penumpang, maka berarti 1.600 orang baik dari Denpasar maupun dari Lombok yang tidak dapat melakukan perjalanan selama Nyepi.

Selama pelaksanaan Nyepi di Bali, Banda Lombok tetap beroperasi. Adapun penerbangan yang ditiadakan adalah GA7049, IW1857, JT659, IW1851, GA451, IW1963, JT955, dan GA7053.

General Manager Lombok International Airport I Gusti Ngurah Ardita menjelaskan penutupan bandara di Bali selama Nyepi sudah berlangsung sejak tahun 2000. “Minggu 18 Maret 2018 penerbangan kembali beroperasi normal,” ujarnya. (BBS)

Lion Air Rajai Pasar Penumpang Udara di Indonesia

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Grafik penumpang maskapai di Indonesia setiap tahun terus naik. Sepanjang 2017, setidaknya jumlah penumpang maskapai mencapai 109,385 juta orang. Angka ini meningkat 9,6 persen jika dibandingkan jumlah penumpang pada 2016 jumlah penumpangnya hanya 99,762 juta penumpang.

Data yang dihimpun Direktorat Angkutan Udara Ditjen Perhubungan Udara Kemenhb mencatat jumlah penumpang domestik, pada tahun 2017 berjumlah 96.890.664 penumpang, meningkat 8,4% dibanding tahun 2016 yang berjumlah 89.385.365 penumpang. Sedangkan penumpang internasional 12.494.442 penumpang, meningkat 20,4% dibanding tahun 2016 yang berjumlah 10.377.246 penumpang.

“Market share penumpang domestik terbanyak masih dipegang oleh Lion Air dengan jumlah 33.131.053 penumpang atau 34%. Disusul Garuda Indonesia dengan 19.601.133 penumpang atau 20%,” papar Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso dalam keterangan yang diterima Bisniswisata.co.id, Jumat (16/3/2018).

Dilanjutkan market share penumpang Internasional terbanyak dipegang oleh Garuda Indonesia dengan 4.833.194 penumpang atau 39% dan disusul oleh Indonesia AirAsia dengan 3.273.758 penumpang atau 26%. Sementara itu untuk kargo udara, pada tahun 2017 tercatat sebesar 729.194 ton atau meningkat 1,8% dibanding tahun 2016 yang sebesar 715.936 ton.

Selain produksi maskapai nasional, Direktorat Angkutan Udara juga mencatat produksi maskapai internasional yang melakukan penerbangan ke Indonesia selama tahun 2017. Jumlah penumpang yang diangkut maskapai asing tersebut berjumlah 19.061.737 penumpang dengan jumlah kargo mencapai 384.936 ton.

Dijelaskan, Produksi penerbangan nasional baik penumpang maupun kargo pada tahun 2017 meningkat dibanding tahun 2016. Pada tahun 2017, jumlah total penumpang penerbangan Indonesia bahkan sudah melebihi angka 100 juta penumpang. Hal ini mengindikasikan dukungan penerbangan nasional untuk pariwisata serta pertumbuhan perekonomian nasional sangat besar dan berpengaruh.

“Kelancaran transportasi penduduk serta arus barang dan jasa merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan pembangunan. Dengan meningkatnya produksi sektor transportasi udara, berarti transportasi penduduk serta arus barang dan jasa juga semakin lancar. Hal tersebut mempunyai kontribusi positif terhadap pertumbuhan perekonomian nasional serta pariwisata karena bertambah banyaknya wisatawan asing yang datang ke Indonesia,” lontarnya.

Dengan tranportasi udara, pergerakan masyarakat serta barang dan jasa semakin bisa menjangkau ke seluruh pelosok tanah air dengan cepat mengingat saat ini sudah banyak dibangun bandara-bandara di daerah-daerah terluar, terdalam dan terpencil di seluruh Indonesia oleh Pemerintah, tambahnya.

Berikut daftar jumlah penumpang dan pangsa pasar maskapai di 2017 : Lion Air (33.131.053 atau 34 persen), Garuda Indonesia – (19.601.133 atau 20 persen), Citilink (12.229.188 atau 13 persen), Batik Air (10.079.902 atau 10 persen), Sriwijaya Air (9.745.162 atau 10 persen),

Disusul Wings Abadi (5.896.727 atau 6 persen), NAM Air (2.437.318 atau 3 persen), Indonesia AirAsia (1.087.946 afau 1 persen)Indonesia AirAsia Extra (1.033.969 afau 1 persen), Trigana Air Service (686.641 atau 1 persen), Travel Express (461.499), Kalstar Aviations (455.942), Transnusa (25.126) dan Asi Pujiastuti (19.058)

10 Penumpang dan pangsa pasar Internasional maskapai nasional tahun 2017: Garuda Indonesia (4.833.194 atau 39 persen), Indonesia AirAsia (3.273.758 atau 26 persen), Lion Air (2.234.970 atau 18 persen), Indonesia AirAsia Extra (1.256.037 atau 10 persen), Batik Air (499.012 atau 4 persen), Sriwijaya Air (283.936 atau 2 persen), Citilink (45.586), Travel Express (42.327) dan NAM Air – (25.622).

10 besar penumpang dan pangsa pasar maskapai asing tahun 2017: Airasia Berhard (2,713,612 atau 14.24 persen), Singapore Airlines – (2,085,777 atau 10.94 persen), Jetstar Airways (1,399,421 atau 7.34 persen), China Airlines (1,007,253 atau 5.28 persen), Cathay Pacific (978,178 atau 5.13 persen),

Kemudian Qatar Airways (950,120 atau 4.98 persen), Malindo Air (864,197 atau 4.53 persen), Jetstar Asia Airways (852,132 atau 4.47 persen), Saudi Arabian Airlines (660,539 atau 3.47 persen) dan Tiger Airways (648,280 atau 3.40 persen). (redaksibisniswisata@gmail.com)

Hati-hati, Bawa Pulang Barang Kamar Hotel itu Mencuri

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Saat berpergian ke luar kota atau luar negeri, kita juga perlu merencanakan tempat menetap. Biasanya orang-orang akan memilih opsi hotel sebagai tempat bermalam. Guna memberikan kenyamanan kepada pengunjung yang menginap, banyak hotel menyiapkan berbagai kebutuhan dan perlengkapan. Sejumlah kebutuhan seperti sampo, sikat gigi dan sabun mungkin bisa dibawa pulang oleh pengunjung.

Namun, tak semua perlengkapan yang disediakan hotel boleh dibawa pulang. Ada beberapa di antaranya yang tak boleh diambil karena dianggap tak beretika dan termasuk sebagai tindakan pencurian.

Melansir Mirror, Jumat (16/03/2018) berikut merupakan sejumlah barang yang tak boleh dibawa ketika menginap di hotel menurut pakar etiket, William Hanson.

Barang normal yang bisa Anda ambil yakni shampo dan gel mandi. “Dalam hal peralatan mandi yang ada di hotel, jika sudah setengah digunakan, lebih baik bawa saja karena baik untuk lingkungan dan dalam banyak kasus, lebih dianjurkan,” kata Hanson.

Benda lain yang ada di kamar mandi seperti sandal juga tak masalah untuk diambil karena praktis tak bisa dipakai lagi begitu tamu memakainya. “Tapi jika Anda berjalan dan hanya mengambil barang-barang ini, nah itu namanya mencuri,” kata Hanson lagi.

Hanson memperingatkan bahwa hal yang sama tidak bisa dipraktikan untuk item lainnya. Misal, kantung teh dan kopi yang biasa disediakan di kamar. Meski memiliki nilai kecil, tapi Hanson meminta Anda tidak mencurinya.

“Ketika sampai pada teh dan kopi, Anda merasa harus membawanya pulang, mungkin Anda harus mempertanyakan mengapa Anda menghabiskan uang di hotel jika Anda tidak mampu membeli kopi atau kantong teh,” tuturnya.

Menurutnya, mengambil teh dan kopi terkesan putus asa. Pun dengan mengambil handuk atau jubah mandi. “Dan jangan berpikir untuk mengambil handuk dan jubah mandi. Banyak hotel mengirim pesan ini tidak gratis,” tutup Hanson. (NDY)

Situ Udik, Magnet Baru Desa Wisata Bogor Selatan

this formate

BOGOR, bisniswisata.co.id: Tingginya kebutuhan warga Ibu Kota untuk berekreasi mendorong tempat-tempat wisata baru bermunculan. Salah satu di antaranya Situ Udik, yang terletak di Kecamatan Cibungbulang Bogor Selatan Jawa Barat. Daya tarik utama desa wisata ini, terletak pada potensi wisata alamnya. Di wilayah itu, pemandangan sawah menghijau terhampar.

Dari kaki Gunung Salak, mengalir deras Sungai Cianten yang membelah desa di wilayah Kabupaten Bogor bagian selatan itu. Keberadaan sungai itulah yang menjadi magnet. Banyak warga Ibu Kota dan sekitarnya bersedia menempuh perjalanan selama 2 jam hanya untuk mengunjungi hulu Sungai Cianten. Selain deras, kualitas air di Situ Udik masih bersih dan segar.

Warga Jakarta pun menemukan lokasi ideal di sana untuk berkayak, sebuah gaya rekreasi yang kian popular belakangan ini. Zainudin Hamidi (46), misalnya, mengunjungi Situ Udik sedikitnya dua kali dalam sebulan. “Saya ke Situ Udik untuk main kayak sejak perte­ngahan 2017. Kadang setiap minggu, paling lama tiga minggu sekali,” kata karyawan di sebuah perusahaan minyak dan gas di Jakarta.

Senada dengan Zainudin, Puji Haryanto (37), mengaku rutin mengunjungi Situ Udik, sejak tahun lalu. Kelebihan Situ Udik, menurut instruktur pada Sekolah Kayak Tirtaseta itu, ialah jarak tempuhnya yang tidak memakan waktu.

“Jika dibandingkan dengan harus ke sungai di Sukabumi, jarak tempuh ke Situ Udik hanya kurang dari separuhnya dan sungai di Situ Udik ideal untuk kayaking,” papar Puji seperti dikutip laman MediaIndonesia.com, Jumat (16/03/2018).

Animo warga yang meningkat terhadap Situ Udik ini pun ditangkap sebagai peluang usaha di bidang rekreasi. Tanah-tanah di pinggir Sungai Cianten di wilayah Situ Udik dilaporkan mulai diburu investor.

Emil Rizky Afiat (32), Direktur Kracak Kayak, sebuah organisasi yang bergerak di bidang pengembangan rekreasi kayak dan alam bebas, mengatakan pihaknya sedang mempersiapkan pemusatan kegiatan rekreasi kayak di wilayah itu.

Di Situ Udik, menurut Emil, sudah berdiri kawasan yang disebut Wisata Alam Situ Udik (Wastu). Wastu memiliki berbagai fasilitas untuk memenuhi seluruh kebutuhan rekreasi, termasuk berkayak dan rafting.

“Di Wastu ada vila untuk menginap, kolam renang, tempat berkemah dan bermain, lengkap dengan katering dan laundry. Wastu cocok untuk pengembangan rekreasi kayaking yang sedang kami lakukan,” kata Emil sambil menambahkan daya tarik Situ Udik jika dioptimalkan, akan menambah dampak positif bagi perekonomian warga desa. (MIO)

Topang Pariwisata Sulut, Garuda-BNI Gelar Travel Fair

this formate

MANADO, bisniswisata.co.id: Maskapai Garuda Indonesia merangkul Bank Negara Indonesia (BNI) menggelar travel fair di Manado. Pameran perjalanan ini untuk menopang pariwisata Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), agar lebih banyak dikunjungi wisatawan nusantara maupun mancanegara. Garuda Indonesia Travel Fair (GATF) digelar di pusat belanja Mantos 3 Manado, pada 23-25 Maret 2018

General Manager Garuda Indonesia Branch Office Manado Donald Jerry mengatakan kegiatan pameran wisata ini, disamping mendukung pemerintah program pariwisata nasional, juga merupakan salah satu upaya strategis Garuda Indonesia mengoptimalkan pasar potensial di wilayah Indonesia Timur, khususnya Kota Manado dan sekitarnya.

“GATF merupakan kegiatan tahunan yang selalu ditunggu oleh pelanggan setia Garuda Indonesia, tak hanya diManado saja, namun di seluruh Indonesia,” ungkap Donald di Manado, Jumat (16/3/2018).

Hal ini, katanya, terlihat dari peningkatan jumlah pengunjung GATF dari tahun ke tahun sejak pertama kali digelar 2008 lalu. “Saat ini kami menggelar di 29 kota besar di Indonesia,” ungkapnya.

Kota yang dimaksud adalah Jakarta, Bandung, Medan, Palembang, Batam, Pekanbaru, Tanjung Karang, Denpasar. Yogyakarta, Kupang, Lombok, Malang, Solo, Semarang, Surabaya, Makassar, Manado, Ambon, Balikpapan, Pontianak, Palangkaraya, Palu, Kendari, Ternate, Gorontalo, Jayapura, Sorong dan Timika.

Manager Card and Merchant Bussines BNI Kanwil Manado Charles Makikama mengatakan dalam GATF kali ini pihaknya memberikan promo menarik bagi pelanggan setia garuda. “Kami memberikan promo sampai dengan cashback hingga Rp1 juta,”katanya. (RLS)

Nyepi dan Internet

this formate

DENPASAR, bisniswisata.co.id,- KEMENTERIAN Komunikasi dan Informatika menghormati seruan bersama Majelis-majelis Agama dan Keagamaan Provinsi Bali Tahun 2018, dalam rangka pelaksanaan Hari Raya Nyepi yang berlangsung tanggal 17 Maret 2018. Setelah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait maka Kementerian Komunikasi Dan Informatika melalui Direktorat Penyiaran telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 369 Tahun 2018 tentang himbauan tidak bersiaran (off air) pada hari raya Nyepi Tahun 2018 Di Wilayah Provinsi Bali.

Juga mengeluarkan Surat Edaran Nomor 378 Tahun 2018 tentang himbauan untuk melaksanakan seruan bersama majelis agama dan keagamaan Provinsi Bali 2018, agar seluruh penyelenggara telekomunikasi yang menyediakan layanan akses internet di Provinsi Bali untuk melakukan langkah-langkah dalam mendukung seruan bersama dimaksud pada Hari Raya Nyepi yang berlangsung pada tanggal 17 Maret 2018 pukul 06.00 WITA sampai dengan 18 Maret 2018, pukul 06.00 WITA. Dengan tetap menjaga kualitas layanan akses internet untuk obyek-obyek vital serta layanan kepentingan umum lainnya yang menurut sifatnya harus tetap berlangsung.

Ada delapan poin seruan yang termaktub dalam  surat seruan bersama dari Majelis-majelis agama dan keagamaan provinsi Bali. Diantaranya, seruan nomer 3 yang melarang stasiun radio dan tivi bersiaran dan seruan nomer 4 yang meminta agar provider mematikan jaringan selulernya.

“Seruan yang mengada- ada,” ungkap Bendesa Munduk Putu Ardana menanggapi seruan tersebut.

Pasalnya,  yang melakukan yadnya (ibadah) Nyepi adalah umat Hindu. Jika majelis – majelis itu ingin mengatur, aturlah umat sendiri. Buat saja larangan agar umat tidak menonton tivi, mendengarkan radio dan bermain internet. Apakah majelis-majelis itu mempunyai otoritas untuk melakukan pelarangan? Jelas tidak.

“Yang memiliki otoritas adalah desa adat. Maka ajaklah desa adat memformulasikan soal ini. Walau desa adat mungkin akan semakin terpinggirkan oleh UU Desa no 6 th 2014, tapi setidaknya sampai saat ini desa adat masih punya taji,’’ tegas Bendesa Putu Ardana.

Intinya, jika ingin beribadah dengan tertib dan khusuk, dalam hal ini melaksanakan Catur Brata Penyepian, maka yang diatur adalah umat sendiri, tidak  mengatur pihak lain. Pada saat Nyepi ada umat yang bermain internet dan sebagainya, maka umatlah yang harus disalahkan, bukan internetnya. Bali itu bagian dari Indonesia dan yang tinggal di Bali bukan hanya orang Hindu.
Dalam seruan itu juga disebut tentang jam pelaksanaan. Jam 06.00 tgl 17 Maret sampai jam 06.00 tgl 18 Maret. Bendesa Munduk memingatkan jika setiap desa adat memiliki tata cara berbeda dalam pelaksanaan Nyepi.
“Di desa saya penyepian dimulai jam 24.00 pada 16 Maret sampai jam 24.00 tanggal 17 Maret. Nah…repot kan?,” jelasnya lebih lanjut.

Usai penyepian, masyarakat desa Munduk turun ke jalan di depan rumah untuk ramai- ramai memasak di atas tungku dapur sementara. Pesta subuh sembari bersilahturahmi satu dengan yang lain. Dan inilah Bali, setiap jengkal desa adatnya memiliki keunikan masing- masing.* Dwi