Pariwisata NTB Menyimpan Segudang PR

this formate

MATARAM, bisniswisata.co.id: Pariwisata di Nusa Tenggara Barat (NTB) tumbuh pesat dalam beberapa tahun terakhir. Sayangnya, masih menyimpan segudang persoalan sehingga menjadi pekerjaan rumah (PR), yang harus segera diselesaikan.

“Ada sejumlah hal perlu menjadi perhatian bersama. Poin pertama adalah pembenahan tata kelola destinasi. Persoalan ini sudah lama belum ditangani serius,” lontar Kepala Dinas Pariwisata NTB Lalu Muhammad Faozal saat buka rapat koordinasi Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB bertajuk “Halal Tourism sebagai Strategi Mencapai Empat Juta Wisatawan” di Mataram, Senin (23/7/2018).

Dicontohkan, adanya wisatawan yang tidak dapat menyeberang ke Gili Trawangan dari Pelabuhan Bangsal karena alasan cuaca. Alasan cuaca buruk memang harus dipatuhi karena menyangkut keselamatan. “Namun, yang menjadi persoalan, tidak adanya kompensasi bagi wisatawan tersebut akibat pembatalan,” ungkapnya.

Selain itu, sambung dia, pembenahan tata kelola juga pada sejumlah pura yang menyimpan nilai sejarah dan budaya, seperti Pura Narmada, Pura Suranadi, dan Pura Lingsar di Kabupaten Lombok Barat. Seperti di Bali, Faozal memandang, pura-pura yang ada di Lombok juga memiliki potensi besar menjadi destinasi wisata. “Namun kita lihat, apa parkirnya sudah tersedia, sentra kuliner, dan oleh-olehnya apakah sudah terpadu?” paparnya

Dinas Pariwisata NTB mencoba beberapa kali membenahi tata kelola di pura, namun belum menemukan kesepakatan dengan pengelola pura. “Kami berharap, Dinas Pariwisata di tingkat kabupaten atau kota juga memberikan perhatian lebih terkait penataan destinasi,” katanya.

Poin kedua terkait penguatan Sumber Daya Manusia (SDM). Hal ini penting karena faktor ini bersentuhan langsung dengan pariwisata. Faozal menginginkan adanya revitalisasi paket agar lebih menarik, baik dari segi atraksi maupun budget. Memang, kendala terbesar dalam pariwisata terutama untuk Pulau Sumbawa terletak pada aspek transportasi.

“Kemarin saya tanya sama salah satu agen travel, paket dua hari tiga malam ke Sumbawa itu enam juta rupiah. Paling tinggi cost-nya pada transportasi,” lanjutnya seperti diunduh laman Republika.

Poin ketiga ialah penguatan peran seluruh sektor, baik perangkat pemerintah maupun industri wisata. Ia meminta seluruh pihak juga bersama-sama memberikan pemahaman yang komprehensif kepada masyarakat di sekitar destinasi wisata dalam mendukung tata kelola destinasi.

BPPD NTB menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) untuk memperkuat branding Lombok sebagai destinasi wisata halal dunia. Rakor dikemas dalam bentuk Focus Group Discussion (FGD), pesertanya dari industri pariwisata yang ada di NTB. “Rencananya rakor ini akan diikuti sekitar 70 peserta yang berasal dari perwakilan PHRI, ASITA, INNCA, HPI, dan PUTRI,” ujar Sekretaris BPPD NTB, Nurhaidin Edo.

Menurutnya, Pulau Lombok juga disebut Pulau Seribu Masjid mendapat predikat World Halal Travel Awards sebagai destinasi wisata paling halal sedunia pada tahun 2015 dan 2016, perlu lebih mendapat perhatian secara serius dari pelaku pariwisata yang ada di NTB, terutama soal branding.

“Kami ingin dalam rakor nanti akan dapat melahirkan satu product branding yang tepat untuk memasarkan pariwisata halal, khususnya di pasar Timur Tengah,” lanjutnya sambil menambahkan selain itu perlu ada kesamaan visi, yang merupakan hal yang penting sebelum NTB melakukan promosi dalam hal destinasi wisata halal.

Sejumlah tokoh pariwisata NTB akan menjadi nasasumber, mulai dari Kepala Dinas Pariwisata NTB Lalu Muhammad Faozal, Ketua MUI NTB Saiful Muslim, Pakar Pariwisata dari Universitas Mataram (Unram) Saudi, serta Wakil Direktur Poltekpar Lombok Farid Said. (REP)

Runway Bandara Wiriadinata Diperpanjang Telan Rp 30 M

this formate

TASIKMALAYA, bisniswisata,co.id: Pemprov Jabar memperoleh bantuan dana dari Kementerian Perhubungan RI untuk perpanjangan landasan pacu Bandara Wiriadinata. Saat ini bandara memiliki runway 1.400 meter dan akan diperpanjang menjadi 200 meter, yang kini dalam proses pembangunan runway.

“Anggaran penambahan runway sepanjang 200 meter menelan Rp 30 miliar. Dana ini berasal dari Kementerian Perhubungan RI dan ditargetkan selesai Oktober 2018 ini. Selain itu, pembangunan appron atau terminal pun sedang berlangsung,” papar Pj Gubernur Jabar M Iriawan, ia sempat meninjau Bandara Wiriadinata di Kota Tasikmalaya.

Sehingga nantinya, lanjut mantan Kapolda Metro Jaya, akan simultan dengan perpanjangan runway untuk bisa menampung penumpang di Priangan atau Jabar Selatan. “Kami terus membenahi bandara ini untuk memudahkan perjalanan sekaligus mendatangkan wisatawan dan bisnis bisa berjalan lancar,” katanya seperti dilansir laman Republika, Senin (23/07/2018).

Diharapkan dengan penambahan panjang runway ini bisa menambah frekuensi penerbangan pesawat jenis ATR di Wiriadinata. Selain itu, ada rencana untuk menambah panjang runway 300 meter, sehingga total panjang runway 1.900 meter.

Idealnya, kata dia, runway bandara tersebut 2.500 meter agar pesawat seperti Airbus atau jet bisa mendarat di bandara tersebut. “Kita akan coba ajukan ke Kementerian Perhubungan untuk bisa segera ditindaklanjuti mengenai perpanjangan (runway) ini,” kata Iriawan.

Sejauh ini, kata dia, animo masyarakat pengguna Bandara Wiriadinata cukup tinggi. Saat ini hanya ada satu rute penerbangan per hari dari Jakarta (Bandara Halim Perdana Kusuma) – Tasikmalaya (Bandara Wiriadinata) melalui maskapai penerbangan Wings Air. “Ke depan pasti rute lain terbuka, seperti dari Bandung, Kertajati, Solo. ATR kan pulau Jawa ini bisa ditempuh,” katanya. (NDY)

Tips Tenangkan Anak saat Pesawat Delay

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Bagi sebagian orang tua, perjalanan wisata akan semakin lengkap apabila ditemani sang buah hati. Walaupun konsekuensinya adalah melakukan persiapan ekstra, namun kebahagiaan anak adalah yang utama. Setiap orang tua selalu berharap agar apa yang telah direncanakan bisa berjalan lancar. Namun pada kenyataannya tidak selalu mulus.

Mengutip family vacation critic, Senin (23/07/2018) beberapa tips yang bisa orang tua lakukan bersama anak saat pesawat delay, antara lain:

#. Prediksi keterlambatan pesawat sejak dini

Pesawat delay adalah kenyataan pahit yang harus dihadapi oleh para wisatawan. Menurut Bureau of Transportation Statistics, sekitar satu dari lima penerbangan ditunda pada bulan April 2018, baik karena cuaca buruk yang membuat pesawat terlambat, atau masalah lainnya. Salah satu cara agar terhindar dari masalah itu adalah dengan memesan tiket pesawat secara langsung apabila memungkinkan.

Selain itu, orang tua sebaiknya memprediksi keterlambatan dalam rencana liburannya. “Keluarga saya mengalaminya dalam tiga perjalanan terakhir. Dua diantaranya membuat kami harus bermalam di kota-kota penghubung,” kata penulis perjalanan keluarga, Lori LeRoy, yang bepergian dengan kedua putranya yang berusia 8 dan 10 tahun. “Saya bahkan mulai menambahkan hari ekstra ke dalam perjalanan karena tampaknya kami akan semakin sering menghadapi ini, dengan begitu kami tidak perlu khawatir lagi bahwa penundaan luar biasa ini akan menganggu rencana kegiatan-kegiatan,” katanya.

#. Tetap tenang

Hal pertama yang terjadi ketika mengetahui bahwa perjalanan tertunda adalah perasaan kesal dan marah. Tentu ini adalah normal karena perjalanan yang telah direncanakan sebelumnya terganggu. Namun ketika bepergian dengan anak, orang tua disarankan untuk tetap tenang di segala situasi. “Mantra orang tua: Jika saya tenang, anak-anak juga akan tenang,” kata Nadia Sabri, seorang dokter anak dan ahli parenting di Austin, Texas.

“Jangan lupa anggaplah keterlambatan merupakan bagian dari petualangannya. Anak-anak diibaratkan seperti spons yang menyerap energi di sekitar mereka. Tidak peduli apa yang terjadi di sekitarnya, selama orang tua ingat untuk tetap tenang, maka anak-anak akan melakukan hal yang sama,” katanya.

#. Membuat Plan B

Plan B atau rencana cadangan dibuat mempertimbangkan berbagai faktor seperti lamanya penundaan itu, kapan dan di mana penerbangan selanjutnya, serta pilihan lain yang dimiliki untuk alternatif perjalanan. Ketika membuat rencana ini, orang tua sebaiknya mengalihkan perhatian anak dengan mainan, makanan ringan, maupun permen yang dibeli di toserba bandara. Dengan begitu anak menjadi tidak rewel dan orang tua bisa tetap fokus menggarap plan B-nya.

#. Mencari cara agar anak terhibur

Jika tidak panik dan kreatif, sebenarnya banyak cara untuk membuat anak terhibur. Berikut adalah trik untuk orang tua saat menghadapi masalah keterlambatan pesawat dengan anak: Pertama, Biarkan anak-anak berlari. Temukan ruang kosong di bandara dengan sedikit orang dan tas, dan biarkan anak-anak berlari membakar energinya. Hal ini merupakan cara pelepasan stres alami bagi mereka

Kedua, Ajak anak bermain Apakah bandara menyediakan fasilitas bermain bagi anak? Kalau iya, ajaklah mereka ke situ. Ketiga, Keluar dari bandara Namun sebelumnya harus menghitung dulu apakah penundaan tersebut memungkinkan Anda untuk keluar dari bandara dan menjelajahi kota.

#. Tanya fasilitas apa yang didapat saat delay

Perjalanan LeRoy baru-baru ini ditunda selama 22 jam saat akan terbang ke Amsterdam. “Kami memiliki hotel untuk bermalam, dan pergi ke Detroit Institute of the Arts keesokan harinya,” katanya. Dalam kasus keterlambatan lebih dari empat jam, sebaiknya tanyakan kepada petugas apakah maskapai penerbangan menawarkan voucher hotel atau tidak. “Ada baiknya meninggalkan bandara dan memiliki tempat untuk bersantai dan tidur siang, terutama jika Anda memiliki bayi atau balita,” kata LeRoy. (*)

Kalahkan Maldives & India, 4 Resor Indonesia Terbaik Asia

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Pariwisata Indonesia kembali meraih prestasi membanggakan di mata dunia. Setelah Travel and Leisure, merilis resor terbaik di Asia melalui World Best Award 2018. Kini penghargaan lainnya untuk The Top 10 Resort Hotels in 2018 juga memberikan apresiasi kepada resor hotel untuk tujuan pariwisata.

Dilansir Travel and Leisure, Senin (23/07/2018) tim khusus Travel and Leisure secara langsung mengunjungi dan menilai setiap destinasi di hampir seluruh benua dan wilayah di dunia. Dalam kategori The Top 10 Resort Hotels in 2018, Indonesia berhasil mendominasi kategori ini dengan empat peringkat sekaligus.

Posisi atau peringkat pertama digawangi Four Seasons Resort Sayan Bali, The Mulia Bali posisi kedua, Nihi Sumba di Pulau Sumba posisi ketiga dan Amandari Ubud posisi ke-5. Indonesia berhasil menyingkirkan hotel ternama lainnya di Asia.

Mulai Taj Lake Pakace di Udaipur India, Four Seaons Landaa Giraavaru di Maldives, Rambagh Palace di Jaipur India, Four Seasons Resort Maldives di Kuda Huraa Maldives hingga Oberoi Rajvilas di Jaipur India.

Sementara beberapa aspek menjadi bahan penilaian untuk kategori ini, diantaranya fasilitas, pelayanan, makanan dan nilai keseluruhan dari resor yang dituju serta suasana, lokasi hingga akses resor.

Berikut 10 resor terbaik di Asia versi Travel and Leisure.
1. Four Seasons Resort Bali at Sayan, Indonesia
2. The Mulia, Bali, Indonesia
3. Nihi Sumba, Indonesia
4. Oberoi Amarvilas, Agra, India
5. Amandari, Ubud, Indonesia

6. Four Seasons Resort Maldives at Kuda Huraa, Maldives
7. Oberoi Rajvilas, Jaipur, India
8. Four Seasons Resort Maldives at Landaa Giraavaru, Maldives
9. Rambagh Palace, Jaipur, India
10. Taj Lake Palace, Udaipur, India. (NDY)

Merapi Kembali Ditutup bagi Wisatawan Pendaki

this formate

SEMARANG, bisniswisata.co.id: Magma Volcanic Activity Report (Magma VAR) kembali mengeluarkan rekomendasi terkait dengan aktivitas vulkanik terkini gunung Merapi di wilayah Provinsi Jawa Tengah dan DI Yogyakarta.

Rekomendasi ini antara lain berbagai kegiatan dan aktivitas wisata pendakian di gunung Merapi untuk sementara tidak direkomendasikan, kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian berkaitan dengan upaya mitigasi bencana.

“Peringatan ini dirilis sehubungan dengan kondisi terkini aktivitas vulkanik gunung berapi ini, periode pengamatan Ahad (22/7) pukul 18.00-24.00 WIB,” kata Kepala BPBD Provinsi Jawa Tengah, Sarwa Permana di Semarang, Senin (23/7/2018).

Dijelaskan, berdasarkan data yang dirilis Kementerian ESDM, Badan Geologi, PVMBG Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Tingkat aktivitas gunung Merapi berada pada Level II (Waspada).

Selain tidak direkomendasikannya aktivitas pendakian di gunung dengan ketinggian 2.968 mdpl ini, radius tiga kilometer dari puncak Merapi agar dikosongkan dari aktivitas penduduk (warga), ungkapnya seperti dilansir laman Republika.

Masyarakat yang tinggal di KRB lll juga diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas gunung Merapi. Jika terjadi perubahan aktivitas gunung Merapi yang signifikan maka status aktivitas ini akan segera ditinjau kembali.

Masyarakat juga diimbau tidak terpancing isu mengenai erupsi gunung Merapi yang tidak jelas sumbernya dan tetap mengikuti arahan aparat pemerintah daerah atau menanyakan langsung ke Pos Pengamatan gunung Merapi terdekat.

Warga juga bisa mendapatkan informasi melalui radio komunikasi pada frekuensi 165.075 MHz, melalui website www.merapi.bgl.esdm.go.id, media sosial BPPTKG, atau ke kantor BPPTKG, Jalan cendana no. 15 Yogyakarta, telepon (0274)514180-514192.

“Pemerintah daerah, khususnya Kabupaten Sleman, Magelang, Boyolali, dan Kabupaten Klaten serta DI Yogyakarta dan Jawa Tengah direkomendasikan untuk menyosialisasikan kondisi gunung Merapi saat ini,” katanya. (REP)

19 Mata Acara Meriahkan Festival Kesenian Yogyakarta

this formate

YOGYAKARTA, bisniswisata.co.id: Menyengatnya matahari bulan Juli nampaknya tidak menyurutkan semangat masyarakat Yogyakarta yang mulai menyemut sejak jam 14:00 WIB di kiri kanan jalan Malioboro siang ini.

Mereka dengan sabar menanti mulai digelarnya Pawai Pembukaan FKY 30 Mesemeleh yang kali ini dikemas dalam bentuk karnaval topeng. Terhitung ada 29 kontingan dari berbagai latar belakang seni, budaya, dan daerah memeriahkan pawai yang mengambil rute Taman Parkir Abubakar Ali – Jl. Malioboro – Nol Kilometer tersebut.

Sebelum kontingen peserta pawai dilepas, jam 14:45 WIB di panggung kehormatan yang terletak di depan Gedung Kepatihan diperdengarkan musik tradisional gamelan Jawa yang dibawakan oleh Pengrawit Melody Jawi.

Tampak hadir tamu kehormatan dalam acara ini Ketua DPRD DIY – Yoeke Indra Agung, Wakil Ketua DPRD DIY – Arif Noor Hartanto dan Sekda DIY – Gatot Saptadi.

Tampak hadir pula perwakilan Gubernur AAU Yogyakarta, Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah DIY – Kristiana Swasti, Asisten Keistimewaan Sekretariat Daerah DIY – Didik Purwadi, Kepala Bidang Protokol, Biro Umum, Humas dan Protokol – Tejo Purnomo; serta Sekretaris DPRD DIY – Benny Suharsono.

Di panggung kehormatan, acara dilanjutkan dengan pertunjukkan tari Sekar Pudyastuti dari Ayudyah Art Dance dengan iringan Pengrawit Melody Jawi. Tarian tersebut adalah satu tari klasik Yogyakarta yang merupakan bentuk pujian dan rasa syukur terhadap Tuhan YME atas apa yang telah diberikan.

Ketua Panita FKY 30 Roby Setiawan saat memberikan laporan pelaksanaannya menjelaskan festival kali ini melibatkan pelaku seni dalam dan luar negeri yang melahirkan ratusan seni kreatif.

“Di tahun 2018 ini adalah tahun yang baik bagi kami untuk belajar tentang perubahan dan menyempurnakan apa yang sudah ada. Dengan mesemeleh, semoga banyak hal baik terjadi.” ujarnya.

Pada kesempatan ini, Roby Setiawan yang juga merangkap sebagai Direktur Seni dan Kreatif FKY 30 berpesan agar bersama-sama menjaga FKY ini, serta menghaturkan terima kasih yang tak terhingga pada seluruh masyarakat yang membantu terselenggaranya kegiatan tahunan ini.

Sekretaris Daerah DIY, Ir Gatot Saptadi dalam sambutannya mengharapkan penyelenggarakan FKY ini menambah keragaman kreatifitas dan unjuk kerja para seniman, budayawan, serta seluruh masyarakat secara optimal dan maksimal.

Diharapkan pula masyarakat lebih berapresiasi terhadap seni budaya lokal sendiri, karena makin banyak apresiasi, makan berkembang pula seni budaya itu.

“Semakin banyak ragam seni budaya yang ditampilkan maka diharapkan akah menambah serta memperkuat posisi DIY sebagai pusat seni dan budaya Indonesia, dengan budaya lokal yang diberi ruh baru serta spirit kemajuan.” jelasnya.

Usai memberikan sambutan, Sekretaris Daerah DIY bersama Ketua FKY 30, Ketua DPRD DIY H Yoeke Indra Agung L, SE., Wakil Ketua DPRD DIY – Arif Noor Hartantodan Komandan Korem 072 Pamungkas Yogyakarta Brigjend M. Zamroni bersama-sama memukul kentongan sebagai simbol dibukanya FKY 30.

Tim Kesenian Kalteng meriahkan FKY 2018

Kelompok musik Senyawa langsung meneruskan kemeriahan tersebut dengan tampil di panggung tinggi tepat berada di belakang panggung yang sebelumnya ditempati para pengrawit.

Kemunculan kelompok yang beranggotakan Rully Sabhara (vocal) dan Wukir Suryadi yang saat itu membawa alat musik bambu wukir didahului dengan kepulan asap lalu diikuti dengan permainan lampu yang berkedip-kedip tidak beraturan memperkuat suasana dramatis yang dihantarkan musik mereka. Suasana jalan Malioboro mendadak berubah dengan adanya penampilan mereka saat itu.

Semilir angin sore Malioboro jam 16:21 WIB menemani berakhirnya penampilan kelompok musik kontemporer Yogyakarta yang sudah terkenal hingga luar negeri ini.

Sejurus kemudian rombongan pawai karnaval topeng lewat di depan Panggung Kehormatan. Kontingen pawai ini tidak hanya berasal dari Yogyakarta dan sekitarnya, terlihat ada yang berasal dari Provinsi Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Komunitas NTT Waikabubak.

Berikut agenda kegiatan Festival Kesenian Yogyakarta 2018 yaitu Pawai & Pembukaan FKY, Tgl 23 Juli 2018, Jl. Malioboro dan Gedung Kepatihan. 2. Pasar Seni FKY, Tgl 23 Juli – 9 Agustus 2018, di Planet Pyramid 3. Panggung Pasar Seni FKY, Tgl 23 Juli – 9 Agustus 2018 di Planet Pyramid juga.

Kegiatan lainnya atau ke 4. PAPERU | Pameran Perupa Muda, Tgl 25 Juli – 9 Agustus 2018, 5. Bursa Seni FKY, Tgl 24 Juli – 9 Agustus 2018, 6. Lomba &Workshop FKY, Tgl 24 Juli – 9 Agustus 2018,  Bioskop FKY, Tgl 25 – 30 Juli 2018 yang srmuanya berlangsung di Planet Pyramid.

Seiring FKY 2018 maka agenda ke 8 ada acara lokakarya pada  26, 29, 31 Juli dan 3, 5 Agustus 2018, di Pakem, Piyungan, Bantaran Kali Code, Ngaglik. Acara ke 9 bahas Sastra FKY,  pada  27 – 31 Juli 2018, di Kampoeng Mataraman, serta ke 10. adalah Diskusi Seni & Budaya pada 27 Juli 2018 di tempat yang sana.

Mara acara ke 11 adalah panggung Senyap, Tgl 31 Juli – 8 Agustus 2018, Planet Pyramid di susul  panggung Musik Elektronik  pada 1 Agustus’18, Jogja National Museum.

Rangkaian acara ke 13. Jogjakarta Video Mapping Festival pada  2 – 4 Agustus 2018, di sepanjang Jln. Malioboro dan Nol Kilometer. Acara ke 14. Teater FKY, Tgl 3 & 6 Agustus 2018 di , Planet Pyramid &Tembi, acara ke 15. Panggung Belakang pada 3 – 5 Agustus 2018 di  Planet Pyramid.

Acara ke 16 adalah Panggung “SEMELEH”  yaitu  Kontemporer Tari & Musik pada  7 & 8 Agustus 2018 di Stadion Pancasila UGM. Lalu acara ke  17. Pawai Mesemeleh pada 7 Agustus 2018 di  Jl. Malioboro.

Acara ke 18. Wayang Kulit akan berlangsung pada 8 Agustus 2018 di Planet Pyramid dan penutupan acara Festival Kesenian Yogyakarta pada 9 Agustus’18 yang dipusatkan di Planet Pyramid.

Laporan; Satrio Purnomo

 

Sara & Fei, Stadhuis Schandaal, Film Berlatar Kolonial Bergaya Kekinian

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Belakangan ini perfilman Indonesia semakin marak. Bukan hanya dari segi kuantitas, namun sisi tema pun kian beragam. Lebih menggembirakan lagi, bermunculannya beberapa Production House baru yang mencoba berkiprah sehingga industri perfilman semakin semarak tiap tahunnya.

Satu lagi Production House yang masuk di industri film nasional adalah XELA Pictures dengan memperkenalkan film perdananya berjudul “Sara & Fei, Stadhuis Schandaal”, yang tayang di bioskop Tanah Air mulai 26 Juli 2018.

Kiprah perdana XELA Pictures ini tentunya melihat adanya geliat industri film yang semakin bergairah dengan jumlah penonton film yang menjadi pasar potensial. Berdasarkan data dari www.filmindonesia.or.id, pada tahun 2017, sebanyak 116 film panjang ditayangkan ke bioskop-bioskop Tanah Air dimana jumlah penonton meningkat dari 34,6 juta di tahun 2016 menjadi 37 juta penonton di tahun 2017

“Kami melihat potensi penonton film di Indonesia masih sangat besar. Dengan memproduksi film berlatar belakang sejarah, kami pun ingin mengangkat budaya Indonesia ke manca negara termasuk Tiongkok yang menjadi pasar kedua film perdana kami ini”, ujar Alexander Sutjiadi, Pemilik XELA Pictures dan Produser Eksekutif Film Sara & Fei, Stadhuis Schandaal dalam keterangannya, Ahad (22/07/2018).

Di film perdananya ini, XELA Pictures menggandeng sutradara senior, Adisurya Abdy untuk menghadirkan sebuah film berlatar belakang jaman kolonial yang terjadi ratusan tahun lalu namun dikemas dengan gaya kekinian.

“Saya memang tidak ingin membuat film sejarah, tetapi membuat film yang menggambarkan sebuah situasi atau sebuah episode yang konon pernah terjadi di jaman kolonial, yakni tentang gedung yang penuh dengan skandal”, jelas sutradara era tahun 1980 an yang ngetop dengan film Roman Picisan, Macan Kampus, Asmara, Ketika Cinta Telah Berlalu dan beberapa film populer lainnya, Adisurya Abdy.

Kolaborasi perdana antara XELA Pictures dengan sutradara Adisurya Abdy ini pun melahirkan sebuah drama thriller dan misteri yang mampu menarik minat penonton usia muda. Segmen ini disasar karena merekalah yang paling banyak datang ke bioskop.

“Film ini menawarkan sesuatu yang berbeda dengan format kekinian, tetapi unsur-unsur historisnya tetap terpenuhi. Sehingga memberikan generasi baru untuk banyak mengetahui sejarah yang belum terungkap”, papar Adisurya Abdy lebih jauh.

Dengan kekuatan cerita, Omar Jusma yang menjadi Produser pun optimis film “Sara & Fei, Stadhuis Schandaal” dapat meraup banyak penonton. “Kami memasang bintang yang berpotensi dan memiliki karakter yang sesuai dengan film ini”, jelas Omar

Seputar penggunaan kata berbahasa Belanda, Stadhuis Schandaal pun merupakan unsur kesengajaan. Seperti yang dijelaskan oleh sang sutradara,“Gunanya agar penonton sejak awal sudah mengetahui bahwa film ini memiliki latar belakang jaman Belanda”.

Tak pelak, ini merupakan sebuah film drama yang meminjam situasi era kompeni dengan memakai kacamata anak muda masa kini atau yang biasa disapa dengan generasi millenials. Konsep artistik pun disesuaikan dengan jaman itu.

Sampai-sampai sang sutradara, Adisurya Abdy membangun set berupa tangsi dan benteng Belanda di atas tanah seluas 1.500 m2 di kawasan Pejaten, Pasar Minggu, Jakarta Selatan yang digabung dengan teknologi visual effect, sebagimana digunakan oleh industri perfilman modern saat ini.

“Kami sudah mencoba mencari bangunan-bangunan sisa peninggalan Belanda yang ada di Indonesia, tetapi tidak sesuai dengan kriteria dan mekanisme kerja yang akan kami lakukan. Untuk itu maka kami putuskan lebih baik membangun set sendiri agar kerja tim menjadi lebih bebas”, terang sang sutradara.

Hal menarik lainnya dari karya film terbaru Adisurya Abdy setelah vakum cukup lama ini adalah ia mengambil sejumlah aktor maupun aktris berpotensi yang kebetulan baru terjun di dunia film. Alhasil beberapa wajah baru disodorkan di film ini seperti Amanda Rigby, Tara Adia, Haniv Hawakin, Volland Volt dan Mikey Lie.

Film ini juga menghadirkan pemain pendukung yang sudah malang melintang di industri film Tanah Air yaitu Anwar Fuady, George Mustafa Taka, Rowiena Umboh, Rensy Millano, Tio Duarte, Septian Dwi Cahyo, Iwan Burnani, Julian Kunto, Aby Zabit El Zufri serta beberapa pemain pendukung lainnya seperti Lady Salsabyla, Ricky Cuaca, Stephanie Ady, Iqbal Alif, Andhika Ariesta dan Yurike Cindy.

Penata musik film ini, dikerjakan oleh Areng Widodo, pemusik senior yang pernah beberapa kali bekerjasama dengan Adisurya Abdy dengan menyajikan kembali lagu ciptaannya berjudul ‘Syair Kehidupan’yang cukup populer dan diaransemen ulang serta dinyanyikan oleh Hilda Ridwan Mas.

Film “Sara & Fei, Stadhuis Schandaal” berkisah tentang mahasiswi, Fei. Saat melakukan riset di kota tua Batavia, untuk menyelesaikan tugas kuliahnya. Fei didatangi gadis blasteran Belanda – Jepang bernama Sara. Suatu hari, setelah pulang dari Shanghai, Fei kembali mendatangi gedung Museum Jakarta, yang terkenal dengan nama Museum Fatahilah.

Dulunya, gedung ini adalah balai kota bernama Stadhuis. Tiba-tiba Sara kembali muncul dan tanpa disadari membawa Fei masuk ke lorong waktu menuju abad 17, masa Gubernur Jenderal Jan Pieterzoon memerintah Batavia. Dari sini cerita semakin menarik. penuh misteri dan pesan.

Demi meraih minat penonton di pasar Tiongkok, film ini mengambil lokasi syuting di dua negara yaitu Jakarta, Pangkalan Bun Kalimantan (Indonesia) serta Shanghai dan Ningbo (Tiongkok). “Kami pun bermitra dengan perusahaan film dan distribusi film dari Tiongkok”, ungkap Alexander Sutjiadi. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Labuan Bajo Jadi Inspirasi Busana Musim Panas

this formate

LABUAN BAJO, bisniswisata.co.id: Siapa tidak terpesona dengan keindahan alam di Labuan Bajo. Memiliki cuaca panas yang cukup terik menjadikan Labuan Bajo sebagai destinasi wisata yang begitu memikat. Selain dijadikan tempat wisata, Labuan Bajo pun dijadikan inspirasi Zalora untuk menghadirkan koleksi busana musim panas terbarunya bertajuk Summer Wanderlust.

Bersama enam influencers di bidang kecantikan dan fashion, Zalora menjelajah wilayah Kepulauan Nusa Tenggara Timur dan Labuan Bajo. Labuan Bajo sendiri dipilih karna gugusan pula yang ada menjadi pertama di Timur Indonesia. Beberapa pulau eksotik, seperti Pulau Rinca, Pulau Padar, Pulau Komodo, dan Pink Beach menjadi destinasi yang dikunjungi dalam kampanye Summer Wanderlust.

Empat hari berlayar mengelilingi beberapa pulai di NTT dan Labuan Bajo, enam influencers ini menggunakan beberapa koleksi dari label lokal dan internasional. Di antaranya koleksi musim panas dari Mango, River Island, Esprit, Cotton On, Aldo, Les Catino, Yongki Komaladi, hingga label private Zalora dan Something Borrowed.

Dalam kampanye ini, Zalora mengusung dua tema, yakni The Color of Summer dan Laidback in White. Untuk koleksi The Color of Summer sendiri terdiri dari koleksi pakaian berwarna cerah, bermotif floral, dan palm print yang begitu khas dengan nuansa musim panas.

Sementara, koleksi untuk tema Laidback in White lebih mengarah pada rancangan pakaian dengan gaya minimalis, santai, dan sederhana. Menurut Anthony Fung selaku CEO Zalora Indonesia, koleksi musim panas yang dihadirkan Zalora melalui beberapa label ternama ini dapat digunakan untuk semua kalangan dan menggambarkan keberagaman karakter.

“Influencer marketing merupakan pendekatan yangkami lakukan untuk tetap menjadikan ZALORA sebagai platform fashion yang relevan. Kolaborasi dengan enam influencer ternama Indonesia dengan gaya individual mereka yang unik, merepresentasikan keragaman karakter dan kepribadian konsumen Indonesia. Kami memastikan apapun pilihan gaya setiap individu, dapat mereka temukan di ZALORA,” ujar Anthony Fung seperti dilansir laman Liputan6.com, Ahad (22/07/2018). (LEO)

Jokowi Nikmati Festival Musik We The Fest 2018

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Saat White Shoes and The Couples Company tengah manggung dalam festival musik We The Fest 2018, tiba-tiba Presiden Joko Widodo muncul ditengah hentakan musik cadas dengan mengaransemen lagu daerah, yang berlangsung di Jakarta Internasional Expo, Kemayoran, Jakara Pusat, Ahad (22/07/2018) sore.

Mengenakan kemeja putih, celana jeans biru gelap dan sepatu sneaker hitam, kepala negara tiba sekitar pukul 17.30 WIB sambil melempar senyum kepada anak-anak mileneal yang memadati festival musik yang digelar setiap tahun.

Orang nomer satu di Republik ini, menikmati penampilan White Shoes and The Couples Company ditemani pengamat musik Adib Hidayat, putranya, Gibran Rakabuming Raka dan Kepala Bada Ekonomi Kreatif Triawan Munaf. “White Shoes bagus tadi. Mengenalkan lagu daerah dan digarap dengan kekinian,” kata Jokowi yang mengomentari penampilan band asal Jakarta ini,

Dilanjutkan, White Shoes and The Couples Company mampu menggarap dan mengaransemen lagu daerah dengan baik. “Jadi ya bisa cocok dengan pendengar masa kini. Bagus, bagus tadi,” lontarnya.

Usai menyaksikan penampilan White Shoes and The Couples Company, mantan Gubernur DKI Jakarta menyempatkan diri menonton sejumlah pertunjukan dengan memasuki area This Stage is Bananas untuk menonton Kimokal kemudian melihat beberapa booth yang digelar bersamaan dengan festival musik ini.

Kehadiran Jokowi di booth yang menjual merchandise resmi festival tersebut, sontak membuat suasana di sana menjadi ramai. Di sana, Presiden melayani permintaan penjaga booth mengajaknya berselfie ria.

Setelah mengunjungi booth merchandise, Jokowi yang ditemani putra pertamanya Gibran Rakabuming dan Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf, bergeser menuju panggung This Stage is Bananas. Di sana, band Kimokal baru saja menyelesaikan penampilannya.

Para penonton We The Fest berteriak-teriak memanggil nama Jokowi dan meminta agar bisa diberikan kesempatan berselfie bersama. Beberapa di antaranya bahkan meminta anggota Paspampres agar mereka diizinkan berfoto bersama presiden.

Presiden Jokowi juga menyampaikan komentarnya terkait potensi industri ekonomi kreatif di Indonesia. Indonesia memiliki potensi karena memiliki banyak sekali suku dengan adat dan tradisi yang berbeda-beda. Misalnya, pakaian, kuliner, dan musik. Apabila dimanfaatkan dan diangkat, itu bisa menghasilkan kekayaan sendiri.

“Karena itu yang harus dibangun adalah ekosistem dunia industri kreatif di Indonesia. Kalau ekosistem terbentuk, saling terkait itu, sehingga memerlukan proses,” ujarnya.

Kehadiran Jokowi bukan kali pertama datang ke festival musik. Sebelumnya ia hadir di acara yang sama tahun lalu dan Synchronize 2017. Nampaknya presiden Jokowi tidak ingin melewatkan We The Fest, acara festival musik tahunan berskala internasional. Bukan hanya musisi dalam negeri, musisi mancanegara juga tampil di acara ini.

Sama seperti tahun lalu, tahun ini Jakarta Internatinal Expo (JIExpo) dipilih menjadi pergelaran acara. JIExpo yang dekat dengan hotel dan memiliki lahan parkir luas dinilai tepat menjadi tempat festival musik.

Sebelumnya, sejak 2014 sampai 2016 We The Fest digelar di Parkir Timur Senayan dalam kawasan Gelora Bung Karno. Diketahui pada Parkir Timur Senayan terdapat bangunan baru untuk parkir mobil yang baru dibangun saat renovasi Asian Games 2018. (NDY)

BPBD: Wisatawan Jangan Melancong ke Pantai Selatan

this formate

CIANJUR, bisniswisata.co.id: Gelombang tinggi menerjang selatan Jawa Barat, mulai diantisipasi petugas. Salah satunya dengan mengimbau para wisatawan untuk sementara tidak berkunjung ke pantai selatan termasuk di Kabupaten Cianjur.

“Gelombang tinggi mulai terjadi dalam beberapa hari terakhir di Cianjur,” terang Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur Sugeng Supriyatno dalam keterangan tertulis, Ahad (22/07/2018).

Dijelaskan, dari pantauan terakhir gelombang tidak bersahabat di perairan selatan masih sangat tinggi. Sebenarnya ketinggian gelombang di selatan Cianjur masih rendah bila dibandingkan dengan daerah lainnya seperti Yogyakarta dan Jawa Timur. Di wilayah lain gelombang tinggi yang mencapai sekitar empat meter menyentuh hingga bibir pantai dan merusak sarana umum.

Sedangkan ketinggian gelombang laut di selatan Cianjur masih di bawah empat meter. Walaupun demikian ketinggian gelombang tersebut tetap saja membahayakan bagi pengunjung, warga dan nelayan.

Sugeng menuturkan pihaknya akan terus memantau pantai selatan Cianjur untuk memastikan kondisi gelombang. “Kami terus pantau, termasuk lakukan komunikasi dengan BMKG,” kata dia sambil menambahkan BPBD mengimbau pengunjung untuk sementara waktu tidak berkunjung ke pantai. Dan bBila tetap berkunjung maka harus ektsra hati-hati,” kata dia.

Khusus untuk nelayan ungkap Sugeng, pemkab sudah memperingatkan agar untuk sementara tidak melaut. Sebabnya kondisi gelombang yang tidak mendukung dan membahayakan keselamatan para nelayan.

Sementara, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan nelayan dan kapal-kapal kecil agar tidak memaksakan diri melaut pada 22-26 Juli 2018. Pada tanggal tersebut BMLG memperkirakan adanya gelombang tinggi di beberapa perairan Indonesia.

“Jadi kami meminta mereka (nelayan dan kapal-kapal kecil) tidak memaksakan diri melaut. Mereka harus tetap waspada dan siaga dalam melakukan aktivitas pelayaran,” ujar Kepala Bagian Humas BMKG Indonesia Hary Djatmiko, Ahad (22/7).

Disinggung mengenai kemungkinan nelayan dan kapal ujuran kecil ini tetap nekat melaut, ia menyebut risiko ditanggung sendiri. Apalagi, BMKG sudah berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait seperti Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), syahbandar, pemerintah daerah (pemda) hingga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk mensosialisasikan dan menyebarkan peringatan ini hingga ke masyarakat. “Jadi jangan dipaksakan untuk melaut karena sudah dilarang,” katanya. (redaksibisniswisata@gmail.com)