NAM Air Terbangi Bali-Lombok Bidik Pasar Wisatawan

this formate

DENPASAR, bisniswisata.co.id: NAM Air, anak perusahaan Sriwijaya Air mulai 27 Juli 2018 membuka rute baru Denpasar-Lombok pergi-pulang. Tertarik dibukanya rute ini, lantaran pasar wisatawan nusantara maupun mancanegara sangat potensial.

District Manager Sriwijaya Air Group Bali Achmad Yani mengatakan pembukaan rute baru yang telah lama direncanakan ini memiliki prospek yang bagus. “Bali-Lombok PP merupakan rute potensial untuk digarap seiring perkembangan pariwisata di Lombok,” papar Achmad di Denpasar, Rabu (25/07/2018).

Menurutnya, keinginan wisatawan mancanegara (wisman) di Bali untuk menjajal destinasi ke luar pulau sangat tinggi, termasuk Lombok. Selain itu, kebutuhan transportasi udara penumpang domestik juga lumayan tinggi. Hal itu diklaim terbukti dengan tingginya antusiasme penumpang yang telah memesan penuh kursi untuk penerbangan perdana rute baru tersebut.

Penerbangan rute Denpasar-Lombok ini menggunakan pesawat Boeing 737-500 berkapasitas 120 kursi, yang terdiri dari 112 kursi kelas ekonomi dan 8 kursi kelas eksekutif, jelasnya seperti dilansir laman Bisnis.com

Untuk sementara, NAM Air terbang sekali sehari dari Denpasar ke Lombok, begitu juga sebaliknya dengan memilih waktu penerbangan sore atau malam. NAM Air berangkat dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai pukul 18.10 WITA dan tiba di Bandara Internasional Lombok pukul 18.50 WITA. Sementara itu, penerbangan kembali dari Lombok pukul 19.10 WITA dan tiba di Denpasar pukul 20.00 WITA.

Penerbangan Denpasar-Lombok PP ini dilayani pada malam hari agar para penumpang bisa terhubung dengan rute penerbangan milik Sriwijaya Air Group. “Penerbangan ini memberikan kemudahan serta meningkatkan aksesibilitas penumpang untuk melakukan perjalanan lanjutan dari sejumlah kota ke Denpasar serta menuju kota tujuan berikutnya,” lanjut Achmad Yani.

Penerbangan baru ini diharapkan mampu memenuhi target load factor hingga 90%. Sebelumnya, NAM Air telah menggarap sejumlah penerbangan di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT), di antaranya menjangkau Bima, Bajawa, Kupang, Maumere, Labuanbajo, Ruteng, Tambolaka, dan Waingapu. (NDY)

Akses Penerbangan Menuju Obyek Wisata Toraja Diperjuangkan

this formate

TANA TORAJA, bisniswisata.co.id: Kabupaten Tana Toraja dan Kabupaten Toraja Utara, primadona pariwisata Sulawesi Selatan (Sulsel). Dua kabupaten ini, surga pariwisata dikenal di kancah internasional. Bahkan, Sulsel dikenal oleh masyarakat dunia berkat Toraja, seperti halnya Indonesia dikenal karena Bali.

“Toraja merupakan daerah pariwisata yang berkembang dengan baik, meski tanpa didukung penerbangan langsung dari ibukota provinsi. Tentunya akan lebih baik jika ditunjang penerbangan langsung. Memang, akses penerbangan ke Toraja kini menjadi prioritas perjuangan,” papar Penjabat Gubernur Sulsel, Soni Sumarsono, dalam keterangan persnya yang diterima Bisniswisata.co.id, Selasa (24/07/2018)

Plt Gubernur merasa gelisah karena tidak ada daerah pariwisata sehebat Toraja. Bahkan, berkembang tanpa dukungan trasportasi udara dan laut. “Jadi akan lebih baik jika ada transportasi udara, sehingga pariwisata Toraja semakin dikunjungi banyak wisatawan nasional maupun internasional,” lontar Sumarsono juga Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI.

Disayangkan memang aksesibilitas penerbangan ke Toraja untuk sementara dihentikan. Padahal wisatawan yang ingin mengeksplorasi keindahan Toraja, harus menempuh jalur darat ratusan kilometer dari Kota Makassar dengan memawakan waktu yang sangat lama sehingga tidak efisein untuk dearah tujuan wisata, ungkapnya serius.

Sementara jalur terdekat wisatawan adalah menggunakan pesawat ke Bandara Bua, Kabupaten Luwu. Lalu, menggunakan transportasi darat selama dua jam ke Toraja. “Saya bilang kepada wisatawan, ini disengaja biar anda menikmati pemandangan indah yang ada selama dua jam ke Toraja,” ucapnya.

Melihat kondisi itu, Plt Gubernur Sulsel segera menyurati secara resmi ke Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi, untuk segera membuka kembali akses penerbangan ke Toraja. “Saya akan bersurat resmi kepada Menteri Perhubungan, bahkan bila perlu ke Presiden Jo Widodo, ya tujuannya kan baik untuk meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus mensejahterakan masyarakat Toraja,” ujarnya.

Ia mengaku sejauh telah membangun komunikasi dengan Menteri Budi dan responsnya cukup positif. “Menteri Perhubungan menjawab, siap akan kita kawal dan tindak lanjuti dalam waktu dekat ini,” klaimnya.

Sumarsono pun yakin dalam waktu dekat hal ini akan terwujud. Bahkan, diharapkan dalam sebulan bisa direalisasikan. Bila terwujud, Ia ingin menjadi penumpang pertama yang ikut penerbangan ke Toraja, daerah yang dikenal memiliki ragam destinasi wisata tersebut. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Kampung Cikadu, Desa Wisata Baru di Tanjung Lesung

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Tanjung Lesung Banten kini memiliki desa wisata baru, Kampung Cikadu. Keberadaan desa wisata ini menjadi perhatian serius Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Perhatian itu dengan mengembangkan infrastruktur penunjang agar Kampung Cikadu dikunjungi wisatawan, sehingga dapat mengangkat perekonimian setempat.

Tanjung Lesung merupakan kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN) sehingga infrastrukturnya terutama jalan, sanitasi, penyediaan air baku dan air bersih, pengelolaan sampah, sanitasi, dan perbaikan hunian penduduk menjadi perhatian serius. Karena dengan kualitas infrastruktur yang lebih baik, diharapkan wisatawan datang dan waktu tinggal wisatawan untuk menikmati Tanjung Lesung bisa lebih panjang.

Demikian diungkapkan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono melalui siaran pers terkait dengan pembangunan insfrastruktur di Tanjung Lesung yang diterima Bisniswisata.co.id, Selasa (24/7/2018).

Tanjung Lesung merupakan salah satu dari 10 KSPN prioritas yang ditetapkan pemerintah untuk dikembangkan dan menjadi salah satu kawasan ekonomi khusus (KEK). Dengan kedua penetapan tersebut, kawasan Tanjung Lesung direncanakan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Provinsi Banten bagian selatan.

Potensi batik Cikadu dan agrowisata salak purus didorong melalui pengembangan Kampung Wisata Cikadu sehingga bisa menjadi destinasi pariwisata baru untuk menggenjot kunjungan wisatawan ke Tanjung Lesung.

Penanganan infrastruktur permukiman untuk mendukung KSPN prioritas dilakukan melalui dua pendekatan yaitu infrastruktur yang langsung menunjang lokasi wisata dan yang menunjang permukiman (kawasan penyangga) di sekitar lokasi tujuan wisata.

Pembangunan KSPN Tanjung Lesaung dilakukan sejak 2016 hingga 2018 dengan total anggaran Rp80,90 miliar melalui Ditjen Cipta Karya.
Infrastruktur yang dibangun di zona utama Kampung Wisata Cikadu berupa amphitheatre, taman bermain, dan restoran apung.

Selain itu, di kawasan pendukung dibangun gerbang kawasan-bulevar, plaza, pelataran parkir, pendopo, galeri batik dan kerajinan dengan anggaran Rp40 miliar.

Pantai Tanjung Lesung berada sebelah barat Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Pantai ini mempunyai keunikan dan keindahan alam tersendiri. Pasir putih di sepanjang pantainya sangat padu-padan dengan air lautnya yang terlihat jernih. Mempunyai luas sekitar 1500 Hektar dengan lokasi yang cukup jauh dan tersembunyi membuat pantai ini punya julukan surga yang tersembunyi.

Nama pantai Tanjung Lesung ini memang terdengar sedikit aneh. Namun perlu anda tahu, penamaan pantai ini terkait dengan dataran pantainya yang agak menjorok ke laut yang terlihat mirip lesung (Alat Penumbuk Padi Tradisional).

Pantai Tanjung Lesung tak kalah dengan wisata-wisata pantai di daerah lain seperti Bali ataupun Lombok yang terlebih dahulu dikenal. Bahkan pada tahun 2015 pantai Tanjung Lesung ini diresmikan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Provinsi Banten oleh Presiden Joko Widodo.

Tentu ini menjadi suatu kebanggan bagi penduduk setempat yang mempunyai tempat wisata setara Bali dan Lombok yang diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan penduduk setempat. Hampir sama dengan umumnya wisata-wisata pantai yang ada di daerah lain, Tanjung Lesung juga menawarkan beragam wisata yang bisa anda coba jika berada di tempat ini. Mempunyai garis pantai dengan panjang 15 KM, membuat pantai Tanjung Lesung ini mempunyai banyak pilihan wisata, diantaranya:

# Snorkeling
Jika anda penikmat keindahan bawah laut, anda tidak boleh melewatkan panorama keindahan bawah laut yang ada di Tanjung Lesung ini.
Pantainya yang menjorok ke laut memungkinkan mencoba kegiatan snorkeling. Bahkan bagi anda yang tidak bisa berenang sekalipun bisa bersnorkeling ria di bibir pantai. Nikmati keindahan terumbu karang dan berbagai macam biota laut yang ada di dalam laut.

# Diving

Jika hobi diving (Menyelam), anda bisa meluangkan sedikit waktu anda ke pulau Liwungan, sekitar 30 menit dari pantai Tanjung Lesung. Di tempat ini anda akan dimanjakan lebih banyak lagi kekayaan biota laut utamanya terumbu karang, karena memang tempat ini menjadi salah satu lokasi konservasi terumbu karang.

# Hutan Mangrove

Di pulau Liwungan ini juga terdapat hutan mangrove yang sangat rapi dan terawat. Tentu sangat disayangkan jika anda melewatkan kesempatan ke pulau ini.

# Saksikan Sunset dan Sunrise

Tak kalah dengan pemandangan sunset (Matahari Tenggelam) yang berada di Tebing Keraton, salah satu tempat wisata yang ada di Bandung. Di pantai ini anda akan tertegun melihat sunsite dengan sudut view terbenamnya matahari di balik anak Krakatau. Begitu pula dengan sunrise (Matahari Terbit) yang memberi pengalaman tak terlupakan. Sangat cocok jika anda menikmati sunrise dengan berlari di tepian pantai bersama dengan keluarga anda.

# Water Sport

Olahraga air. Jika anda berwisata ke pantai Tanjung Lesung ini, tidak sah rasanya jika anda tidak mencoba salah satu olahraga air yang ada di tempat ini. Kano, bisa mencoba menelusuri laut di sekitar pantai dengan menggunakan kano. Banana Boat, nikmati sensasi menunggangi pisang raksasa di tengah laut bersama teman maupun keluarga. Jet Ski, olahraga ini cocok bagi anda yang senang dengan olahraga menantang. Dan Memancing, jangan lewatkan menangkap ikan yang ada di Tanjung Lesung di pinggir dermaga bersama keluarga anda.

# Pertunjukan Seni

Malam harinya ada pertunjukan seni dari seniman lokal Banten di daerah sekitar pantai. Bagi anda yang membawa anak kecil sangat disarankan untuk tidak menonton pertunjukan seni ini. Karena pertunjukan yang ditampilkan merupakan pertunjukan-pertunjukan yang ekstrim oleh orang-orang yang sudah terlatih untuk melakukannya , seperti debus dan tarian api yang memang sudah terkenal sejak lama.

# Kuliner

Yang gemar dengan wisata kuliner sepertinya tidak salah jika berwisata ke tempat ini. Apalagi bagi anda yang gemar dengan makanan laut, beberapa restoran di sekitar pantai menyajikan makanan laut sebagai menu andalannya. Bagi yang alergi dengan makanan laut, anda juga tidak perlu khawatir karena di tempat wisata ini juga banyak restoran yang menyediakan makanan tanpa menu makanan laut. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Tips Traveling Aman bagi Perempuan

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Para pendatang kerap menjadi incaran kejahatan di lokasi wisata. Alasan keamanan ini sering kali menjadi hambatan bagi para solo traveler atau orang yang berwisata seorang diri, khususnya perempuan.

Sebaiknya kekhawatiran berlebih tidak perlu dilanggengkan dalam diri, karena bepergian seorang diri dengan aman tetap bisa dilakukan dengan menyiapkan dan memerhatikan beberapa hal.

Pemandu acara petualangan Who Runs The World, Yeoh Mong Chin, baru saja menjelajahi enam negara di Asia Tenggara selama delapan pekan, membagikan tips traveling aman bagi perempuan, seperti dilansir laman CNNIndonesia.com, Selasa (24/07/2018).

#. Riset

Mong Chin yang merupakan influencer asal Singapura menyarankan para solo traveler untuk mencari banyak informasi dengan melakukan riset sebelum mengunjungi tempat baru. Nomor satu, lakukan banyak riset sebelum bepergian. Riset itu mencakup informasi soal lokasi mulai dari jam buka-tutup, transportasi dari dan menuju lokasi, makanan yang tersedia, serta ulasan dari orang lain yang pernah mengunjung tempat itu.

#. Cari Teman

Mong Chin yang dikenal dengan nama beken Mongabong di media sosialnya, menyarankan orang yang bepergian sendiri untuk mencari kawan saat mengunjungi tempat baru. Teman bisa didapatkan dari mencari kenalan atau juga dengan menyewa pemandu wisata yang terjamin keamanannya.

#. Kunjungi tempat populer

Agar tetap berada di area yang aman, sebaiknya kunjungi tempat yang sudah populer atau objek wisata yang sudah dikenal luas. Tempat-tempat ini biasanya sudah dijaga oleh pihak yang berwajib dan lebih aman ketimbang tempat yang tersembunyi atau belum banyak dikunjungi. Selain itu, hindari tempat-tempat yang dikenal rawan dan rentan terhadap kejahatan.

#. Hindari pulang larut malam

Suasana malam yang gelap dan sepi kerap menjadi incaran kejahatan. Cobalah untuk menghindari waktu-waktu ini untuk bepergian. Menurut Mong Chin, sebaiknya maksimalkan waktu berwisata di pagi dan siang hari yang lebih ramai dan lebih aman ketimbang malam hari. Namun, jika tak bisa dihindarkan tak ada salahnya memanfaatkan transportasi seperti taksi online yang lebih aman.

#. Jangan takut

Salah satu kunci perjalanan yang aman adalah jangan takut ketika tiba di tempat baru, dan berhadapan dengan orang-orang yang kurang familiar. Cobalah untuk terbuka dengan lingkungan baru. Mong Chin menyarankan untuk jangan sungkan meminta bantuan orang asing atau warga lokal saat sedang bepergian. “Sangat penting untuk mengungkapkan apa yang kamu rasakan. Jadi, jangan ragu untuk menyampaikannya,” ujar Mong Chin. (NDY)

Harga Minyak Melonjak, Diprediksi Kerek Tiket Pesawat & Hotel

this formate

PARIS, bisniswisata.co.id: Penguatan ekonomi global dan kenaikan harga minyak dunia diperkirakan mengerek biaya perjalanan pesawat udara juga bisnis perhotelan pada tahun 2019. Diprediksi kedua faktor itu akan mendorong kenaikan tarif pesawat sebesar 2,6% dan tarif hotel sekitar 3,7%. Demikian laporan Carlson Wagonlit Travel (CWT) dan Global Business Travel Association (GBTA).

“Untuk kawasan Asia Pasifik, kita sudah mengakhiri periode ketika ada kapasitas sistem yang besar dan tarif turun sangat signifikan, lebih rendah dari yang seharusnya dan tidak berkelanjutan. Saya rasa kita memasuki masa renormalisasi tarif yang lebih berkelanjutan,” papar Michael Valkevich, Vice President CWT for Global Sales and Program Management, Asia Pacific, seperti dilansir Reuters, Selasa (24/07/2018).

Sementara itu, di beberapa negara seperti India, Selandia Baru, Norwegia, Jerman, dan Chile, tarif pesawat diproyeksi tumbuh lebih dari 7%. Biaya pesawat, termasuk untuk bahan bakar dan upah pekerja, sudah menunjukkan kenaikan. Hal ini mendorong maskapai untuk mengerek tarif demi menjaga margin.

Laporan CWT/GBTA 2019 juga menyampaikan adanya pertumbuhan tarif hotel yang kemungkinan disebabkan oleh naiknya permintaan perjalanan udara, yang memicu bertambahnya permintaan terhadap kamar hotel. Tarif hotel diperkirakan meningkat lebih dari 5% di Asia dan Eropa serta naik 2,1% di kawasan Amerika Utara. Namun, tarif di negara-negara Amerika Latin justru diprediksi turun 1,3%.

Tetapi, outlook positif ini tetap dibayangi risiko perekonomian global pada tahun depan. Beberapa risiko yang dihadapi adalah kebijakan proteksionisme yang makin banyak digaungkan, ancaman berlanjutnya perang dagang, dan ketidakpastian Brexit di zona Eropa.

Valkevich menyatakan perang dagang AS-China belum berdampak signifikan terhadap penurunan permintaan di subsektor perjalanan bisnis. Namun, kondisi ini tetap menajdi risiko yang membebani industri perjalanan korporasi.

Berdasarkan catatan Bisnis, harga minyak masih berada di kisaran US$68-US$73 per barel. Harga minyak mentah AS merosot di bawah level US$68 per barel pada awal perdagangan Selasa (24/7), di tengah penguatan dolar AS dan kekhawatiran meningkatnya stok di Oklahoma menunjukkan bottleneck jaringan pipa.

Minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman September melemah 0,04% ke level US$67,86 per barel pada pukul 06.32 WIB, setelah pada perdagangan Senin (23/7) ditutup melemah 0,5% atau 0,37 poin ke posisi US$67,89 per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, minyak Brent untuk penyelesaian September turun 0,01 poin atau 0,01% ke level US$73,06 per barel di bursa ICE Futures Europe yang berbasis di London. Minyak mentah patokan global diperdagangkan dengan premi US$5,17 terhadap WTI. Di sisi lain, IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi global pada 2018 dan 2019 berada di level 3,9%. (NDY)

Pariwisata Sulut Didominasi Wisatawan Tiongkok

this formate

MANADO, bisniswisata.co.id: Wisatawan dari Tiongkok masih mendominasi jumlah pelancong mancanegara yang berkunjung ke destinasi wisata Sulawesi Utara hingga semester pertama tahun 2018.

“Menurut data Imigrasi Manado, turis China (Tiongkok) yang masuk melalui Bandara Sam Ratulangi mencapai 52.518,” kata General Manager Bandara Sam Ratulangi Manado Minggus Gandeguai di Manado, Selasa (24/7/2018).

Dia mengatakan pada semester pertama tahun 2018, turis Tiongkok masih mendominasi dibandingkan turis asing dari negara lain, seperti dari Singapura sebanyak 1.179 dan USA sebanyak 947 orang. “Animo yang tinggi orang dari Tiongkok semakin menunjukkan dampak positif pada sektor kepariwisataan Sulut,” harapnya.

Dalam waktu dekat ini di Sulut memeiliki beberapa agenda event wisata tahunan, diantaranya, Tomohon International Flower Festival (TIFF), Festival Pesona Bunaken, dan Manado Fiesta.

Minggus Gandeguai berharap semua pihak bekerja sama untuk memberikan pengalaman yang baik pada turis asig selama di Sulawesi Utara.
Kunjungan wisman ke Sulut, katanya, akan meningkatkan sektor pariwisata dan berdampak baik pada pertumbuhan ekonomi.

Sulut memiliki panjang garis pantai kurang lebih 1.837 Km, memiliki tempat yang terkenal, di antaranya Bunaken merupakan kawasan yang meliputi lima pulau dan daratan pesisir utara dan selatan yang memiliki beragam keunikan, seperti lokasi selam, hutan bakau, dugong, burung, pulau ular, pendakian gunung, dan pantai pasir putih serta kuliner.

Selain itu, lanjut Happy, Lembeh berada di lokasi selam dan pantai serta pelabuhan samudera, Mahangetang yakni gunung api bawah laut dan lokasi selam serta pantai. Sepanjang pantai utara dan selatan daratan Sulut memiliki pantai indah, baik pasir putih maupun hitam.

Hingga kini masih menyimpan banyak potensi Tempat Wisata bahari tersembunyi. Selain beragam Tempat Wisata budaya yang sudah tidak diragukan lagi keaneka ragamannya, Sulawesi Utara juga memiliki Tempat Wisata alam berupa Pulau yang keindahannya tak bisa ditemukan di tempat lain. Wisata bahari pulau antara lain:

#. Pulau Lembeh

Pulau Lembeh, destinasi Wisata yang dicari pecinta diving dan snorkling karena keindahan wisata bawah lautnya. Pulau terletak di Kota Bitung ini dipisahkan daratan utama Pulau Sulawesi oleh Selat Lembeh. Pesona Pulau Lembeh diberi nama Bastianos Diving Resort, karena keindahan pesona alam bawah laut yang mengagumkan yang tak kalah dari Raja Ampat. Diving Resort di Pulau Lembeh sejak 2006, yang miliki sepuluh cottage yang disuguhkan untuk dapat dinikmati pengunjung dengan nyaman. Informasi lengkap tentang Pulau Lembeh.

#. Pulau Mahoro

Pulau Mahoro di wilayah Kabupaten Sitaro dan masih berada ruang lingkup Nusa Utara. Pulau ini terkenal keindahan dan keunikan alamnya yang memukau. Gugusan Pulau Mahoro dan pulau-pulau kecil diantaranya sering disebut Cluster Buhias. Gugusan pulau-pulau kecil ada sebagian pulau yang tidak berpenghuni, termasuk Pulau Mahoro dan berada di paling ujung gugusan Cluster buhias. Pulau Mahoro merupakan titik paling timur dari cluster Buhias, sehingga menjadikan pulau ini semacam benteng bagi pulau-pulau lainnya. Salah satu sisinya langsung berhadapan dengan lautan bebas yang membuat dinding-dinding batunya terhantam ombak.

#. Pulau Lihaga

Pulau ini terletak di daerah di Kecamatan Likupang, Kabupaten Minahasa Utara (Minut). Lihaga, sebuah pulau hanya memiliki luas 8 ha. Untuk mempermudah imajinasi tentang posisi pulau ini, bayangkan saja peta Sulawesi Utara yang berbentuk mirip huruf K. Nah, posisi Pulau Lihaga persis di ujung atas huruf k itu. Pulau Lihaga punya keistimewaan tersendiri dibanding dengan pulau-pulau lainnya di Sulawesi Utara. Pasir putihnya sehalus tepung membuat pulau ini sangat menggoda untuk didatangi. Pulau Lihaga juga tanpa penduduk.

#. Pulau Gangga

Pulau Gangga ibaratnya surga tersembunyi belum banyak orang tahu akan keberadaannya. Kealamian Pulau ini sangat terjaga. Hampir 80 persen alam yang ada di daerah ini belum terjamah sedikitpun. Sebagian besar nelayan yang turut menjaga pulau tersebut. Keindahan Pulau Gangga menjanjikan pengalaman diving yang tidak akan terlupakan. Kekayaan biota laut yang bervariasi dari terumbu karang warna-warni sampai berbagai jenis ikan khas Samudera Indonesia dan Pasifik juga menjadi favorit untuk fotografi bawah laut.

#. Pulau Nain

Taman Laut Bunaken jadi destinasi paling populer. Bukan hanya punya Pulau Bunaken saja. Ada empat pulau lainnya yang punya keindahan sendiri, Salah satunya Pulau Nain yang terletak di Kecamatan Wori, Minahasa, Sulawesi Utara. Pulau Nain kini menjadi salah satu destinasi Tempat Wisata yang sering dikunjungi karena keunikan pasir timbulnya. Keindahan pasir putih yang berkilau saat air laut surut, juga disebut pasir timbul. Jika kondisinya surut, pasirnya bisa tampak menyembul ke permukaan yang seolah membentuk pulau tersendiri. Sebuah hamparan pasir putih, dikelilingi karang dan berada di tengah laut, melengkapi keindahan pasir timbul. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Disayangkan, Promosi Wisata ke Luar Negeri Lebih Dipentingkan

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Pemerintah dinilai kurang fokus mendorong pergerakan wisatawan nusantara (Wisnus) untuk menggenjot pendapatan negara, padahal pelancong lokal menghabiskan uang belanja lebih besar ketimbang turis asing saat berpelesir.

“Pemerintah selama ini terlalu mementingkan promosi pariwisata Indonesia ke luar negeri untuk menggaet wisatawan mancanegara (wisman).
Padahal, pangsa pasar wisnus yang pergi berwisata di dalam negeri ini lebih besar,” papar Ketua Ikatan Cendekiawan Pariwisata Indonesia (ICPI) Azril Azahari di Jakarta, seperti dilansir laman Bisnis, Selasa (24/07/2018).

Selain itu, sambung dia, pengeluaran belanja wisnus saat berwisata lebih besar dibandingkan dengan wisman. Catatan ICPI, sepanjang 2016 jumlah wisman ke Indonesia mencapai 11,5 juta kunjungan dengan sumbangan devisa senilai US$12,57 mliar. Sementara itu, jumlah wisnus mencapai 264,3 kunjungan dengan pengeluaran belanja senilai US$18,59 miliar.

Dilanjutkan, kurangnya promosi pariwisata di dalam negeri membuat wisnus lebih memilih berlibur ke luar negeri. Jumlah wisatawan domestik yang berpelesir ke luar negeri (outbound) pada 2016 menembus 8,4 juta, dengan total belanja selama di luar negeri mencapai US$9,9 miliar.

“Tren saat ini, selisih pengeluaran antara wisman dan wisnus tak terlalu besar. Justru, yang dikeluarkan oleh wisnus yang ke luar negeri juga besar. Ini yang sangat disayangkan. Kalau pangsa wisatawan outbound ditarik ke dalam negeri tentu lebih bagus.” sebutnya.

Menurutnya, jika saja pemerintah lebih getol mempromosikan destinasi pariwisata di dalam negeri, jumlah kunjungan wisnus akan terkerek dan jumlah wisnus yang outbound akan menurun. Dengan sendirinya, potensi devisa yang hilang dapat dibawa pulang.

“Wisatawan nasional berkali-kali ke luar negeri seperti Malaysia, Singapura, Hong Kong, tetapi untuk berwisata di dalam negeri seperti Kepulauan Kei dan Raja Ampat saja belum pernah,” kata Azril.

Di tempat terpisah, Ketua Umum Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) Asnawi Bahar meminta pemerintah lebih gencar mempromosikan destinasi wisata ke dalam negeri. Pasalnya, keterbatasan informasi mengenai destinasi apa saja yang ada di Indonesia beserta paket-paket wisata yang ditawarkan membuat wisnus lebih memilih untuk keluar negeri.

“Informasi akses menuju lokasi yang sulit didapat dan mahalnya biaya perjalanan ini membuat mereka memilih untuk melakukan outbound,” terang Ketum Asita.

Vice President Brand and Communication Panorama Group AB Sadewa menilai promosi destinasi wisata ke luar negeri sudah sangat cukup dilakukan oleh pemerintah untuk mendatangkan wisatawan mancanegara.

“Rerata belanja wisman [saat berkunjung ke Indonesia adalah] sekitar US$1.100/perjalanan, sedangkan pengeluaran belanja wisnus Rp700.000—Rp800.000/perjalanan. Wisnus lebih menyukai wisata kuliner dan destinasi kekinian yang sedang terkenal di media sosial.”

Sebaliknya, kata Sadewa, wisman lebih menyukai destinasi alam yang sebagian besar infrastrukturnya sayang kurang memadai.

Sementara itu, Ketua Penyelenggara Visit Wonderful Indonesia (ViWI) 2018 Hariyadi Sukamdani menuturkan saat ini memang promosi destinasi wisata masih digencarkan ke luar negeri untuk menarik minat wisman.

“ViWi ini menyasar wisman karena wisnus sendiri bisa mencari informasi destinasi wisata sendiri,” ujarnya. Dia menambahkan, destinasi wisata yang dipromosikan terdapat di 18 daerah yang memiliki aksesibilitas baik.

Deputi Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata I Gde Pitana menuturkan promosi pariwisata selama sudah ini dilakukan di dalam negeri dan luar negeri. Permasalahannya, belum banyak agen perjalanan yang menawarkan paket khusus wisnus.

Dia menilai biro perjalanan di Indonesia tidak banyak membuat paket perjalanan destinasi wisata yang menyasar wisnus. Mereka lebih memilih untuk membuat paket perjalanan yang menyasar wisatawan mancanegara dan wisawatan nasional yang melakukan outbound.

“Temen-teman industri itu belum banyak membuat paket wisata yang menarik minat wisatawan domestik. Kebanyakan mereka membuat paket wisata ke luar negeri. Kami sudah mengundang berbagai asosiasi dan berbagai industri pariwisata untuk mempromosikan destinasi wisata di dalam negeri,” terangnya.

Sepanjang tahun ini, Kemenpar telah mengalokasikan dana untuk promosi destinasi wisata dalam negeri senilai Rp600 miliar. Dana untuk promosi di luar negeri mencapai Rp1,5 triliun. (BIS)

Segmentasi, Pondasi Strategi Marketing bagi Industri Pariwisata

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co,id: Pakar Marketing Hermawan Kartajaya menilai melakukan segmentasi di Industri pariwisata menjadi pondasi dari sebuah strategi marketing. Pasalnya, segmentasi sangat bermanfaat dalam menjaga fokus sebuah bisnis. Bahkan dengan melakukan segmentasi, seorang pemasar bisa memaksimalkan anggaran marketing agar tepat sasaran dan efektif.

“Dan, satu hal yang penting adalah tidak ada satu pun pemasar yang bisa menyasar semua segmen. Jika pun ada, pasti membutuhkan dana yang tidak sedikit dan upaya yang tidak biasa,” papar Founder & Chairman MarkPlus, Inc. Hermawan Kartajaya saat pemberikan pembekalan pada diskusi Jakarta Weekend Hot Deals di Philip Kotler Theater Class Jakarta, Senin (23/7/2018).

Dilanjutkan, era sekarang ini, Tidak bisa lagi kita bicara kalau konsumen hanya originasi. Melakukan segmentasi harus presisi, begitu juga di industri pariwisata saat membangun destinasi.

Hermawan memberikan contoh Badung, Bali. Di sini, banyak pengunjung dari Malaysia Melayu yang kesenangannya adalah belanja di Badung.
Dalam hal ini, segmentasi tidak hanya bersifat agregat, melainkan kombinasi dari aspek geografis, demografis, psikografis, dan perilaku. Bagan di bawah bisa menggambarkan bagaimana segmentasi seharusnya dilakukan.

“China, Australia, dan India adalah pasar potensial. Ada pula Arab yang kecil tapi sedang naik. Kita mesti bisa baca anxiety & desire (kecemasan dan impian yang tidak ingin diomongkan) bukan sekadar need and want atau persepsi & ekspektasi,” lontarnya.

Selain itu, sambung dia seperti dilansir laman Marketeers, Selasa (24/07/2018), para pemasar harus bisa membaca tidak perlu selalu menanyakan. Salah satu kanal membacanya melalui media sosial mereka. “Belajar psikologi modern,” tutup Hermawan.

Dilanjutkan, memasarkan pariwisata saat ini tak lagi sama dengan cara lama. Di tengah dunia kian kompleks atau biasa disebut dengan era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity), pemasaran tak bisa lagi sekadar pemasaran biasa, melainkan harus presisi.

Ada tiga cara pemasaran presisi paling tidak harus diperhatikan di pariwisata. Pemasar tak bisa sekadar menjawab wants dan needs pasar, melainkan anxieties dan desires dari target konsumen. Dalam pariwisata, pendekatan pemasaran presisi yang dilakukan terhadap kebutuhan wisatawan dapat dilakukan dengan memberikan specific needs, specific offer, dan specific value.

“Segmentasi tidak hanya bersifat agregat, melainkan kombinasi dari aspek geografis, demografis, psikografis, dan perilaku,” ucapnya

Pemasar pariwisata dapat membuat paket destinasi wisata yang memenuhi specific needs dari target pasar mereka. Tidak hanya itu, para pemasar juga dapat bercermin dari tujuh tren global dalam pariwisata di tahun 2017, meliputi milennials, female solo travellers, bleisure, mobile photography, active and adventure trips, food tourism, dan responsible tourism. “Kalau lebih simple-nya, semua ada dalam tiga kata, yakni YWN (Youth, Women, Netizen),” sambungnya.

Untuk menghasilkan strategi yang presisi, Hermawan mengatakan diperlukan penawaran (offering) yang sesuai dengan apa yang menjadi keinginan dari wisatawan. Ada beberapa poin yang patut diperhatikan, Pertama, terkait desired destinations berarti harus ada destinasi-destinasi yang sesuai dengan apa yang menjadi anxieties and desires dari masing-masing segmen secara spesifik.

Kedua, dari segi value over price, para pemasar dikatakan Hermawan harus memahami bahwa active and adventure trips tak selalu identik dengan backpacking. Penawaran menarik seperti gampling dapat mengakomodasi pasar tertentu pula.

Ketiga, tailored message berarti pesan-pesan dalam promosi harus disesuaikan dengan masing-masing segmen. “Tentu, tanpa meninggalkan pesan utama dari Wonderful Indonesia,” kata Hermawan.

Tak ketinggalan, poin Keempat adalah conversational media di mana para pemasar harus meningkatkan kehadiran promosi di situs-situs online, media sosial, dan Key Opinion Leaders dari pasar-pasar prioritas. Terakhir, selected sales channels dalam arti menggunakan kanal-kanal penjualan yang sesuai dengan preferensi dan perilaku wisatawan.

Menurutnya, Poin yang tak kalah penting adalah menciptakan specific value. Hermawan menjelaskan, persoalan branding dan subranding perlu diupayakan secara nasional untuk diturunkan hingga tingkat yang lebih rendah (kota, kabupaten, desa/kecamatan) guna menjawab kebutuhan wisatawan dengan lebih spesifik. “Peranan pariwisata dalam tourist journey bukan lagi menciptakan awareness, melainkan meningkatkan commitment dan affinity wisatawan,” paparnya. (NDY)

Semerakkan Bisnis Wisata, ASITA Jakarta Kembali Gelar Travel Mart

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) DKI Jakarta kembali mengelar travel mart. Event tahunan ini untuk menyemarakkan bisnis wisata sekaligus mendongkrak kunjungan wisatawan. Event ASITA Jakarta Travel Mart yang ketiga kalinya diselenggarakan ini, kini tampil lebih baik lagi. Baik dalam penyelenggaraan, juga buyer dan seller lebih meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Disisi lain, ASITA Jakarta Travel Mart 2018 yang mengusung tema #BIGGERBETTERBOLDER menujukkan semakin eksistensi ajang terciptanya pasar jual‐beli bisnis pariwisata di Jakarta bagi para pelaku industri pariwisata, khususnya pasar domestik. Juga sebagai event yang rutin digelar setiap tahun di Jakarta.

“Setelah sukses dilaksanakan selama dua tahun berturut – turut, ternyata ASITA Jakarta Travel Mart sangat dinanti-nantikan para pelaku industri Pariwisata, khususnya di Jakarta. Dan tahun ini kami akan tampil lebih baik,” papar Ketua ASITA Jakarta Travel Mart 2018 Jongki Adiyasa dalam keterangan tertulis yang diterima Bisniswisata.co.id di Jakarta, Senin (23/07/2018).

ASITA Jakarta Travel Mart 2018 digelar di Hotel Holiday Inn Jakarta Kemayoran, pada 18 hingga 20 September 2018. Tahun ini kuota meja yang disediakan sebanyak 100 unit, untuk para seller Biro Perjalanan Wisata juga Tourism Board atau National Tourism Office dari negara lain.

“Untuk buyernya, diperkirakan lebih dari 300 buyer potensial bakal hadir dengan membawa peluang bisnis. Buyer yang hadir adalah pemilik atau pimpinan perusahaan Biro Perjalanan Wisata (BPW) dan Agen Perjalanan Wisata (APW) yang bernaung dalam wadah ASITA Jakarta,” jelas Jongki.

Pada ASITA Jakarta Travel Mart 2017, hanya tersedia 60 meja untuk seller terisi 64 meja yang diikuti 23 Biro Perjalanan Wisata se-Indonesia, 22 usaha perhotelan, 11 instansi pendukung Pariwisata (transportasi pariwisata, institusi pendidikan pariwisata, perbankan, perusahaan teknologi informatika dan Dinas Kebudayaan Provinsi), 2 perusahaan penerbangan, 2 usaha kuliner dan pusat oleh-oleh, 3 destinasi wisata, 1 industri pariwisata dar luar negeri.

“Jadi ASITA Jakarta Travel Mart tahun ini lebih meningkat lagi. Bahkan kami akan mendatangkan 200 BPW & APW Anggota ASITA DKI Jakarta, 50 BPW & APW anggota ASITA DPD lainnya, serta 50 pelaku industri pariwisata potensial dari seluruh Indonesia,” lontar Jongki.

Diakui, ajang pasar jual‐beli di Jakarta bagi para pelaku industri pariwisata, khususnya pasar domestik yang dikemas secara Business to Business (B2B) ini, bukan hanya memfasilitasi terjadinya transaksi jual‐beli paket destinasi wisata antara Buyer dan Seller, tetapi sekaligus mengenalkan dan mensosialisaikan ikon‐ikon Kebudayaan Betawi kepada para Seller yang berpartisipasi baik dari dalam maupun luar negeri.

“Memang acara ini sangat membantu mensosialisasi ikon‐ikon Kebudayaan Betawi secara merata yang diprakarsai oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, juga peserta dari negara lain kami tawarkan city tour Jakarta yang memliki obyek wisata menarik untuk dikunjungi,” tambahnya.

Seluruh rangkaian aktifitas ASITA Jakarta Travel Mart dilakukan swadaya serta didukung beberapa sponsor. Dengan kegiatan yang setiap tahun bertambah besar ini ASITA DKI Jakarta berharap 2 tahun mendatang ASITA Jakarta Travel Mart menjadi satu ajang kegiatan pameran pariwisata yang merupakan salah satu event bertaraf internasional di Ibu Kota Indonesia yang semakin dicintai, tentunya peran serta pemerintah akan dapat mewujudkan harapan ini menjadi kenyataan.

“Kami berharap kegiatan ASITA Jakarta Travel Mart 2018 dapat berjalan lancar dan sesuai target pencapaian serta membantu program pemerintah dalam pemeretan kunjungan wisatawan lokal ke penjuru nusantara,” ungkap Jongki didampingi Sekretaris Panitia ASITA Jakarta Travel Mart 2018 Hanien Chang. (redaksi@bisniswisata.co.id)

Okky Asokawati: Lampu Kuning bagi Anak Indonesia

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Perkembangan teknologi dan informasi selain menghadirkan nilai positif juga menimbulkan pengaruh negatif bahkan dampak buruknya telah sampai pada tahap lampu kuning untuk anak Indonesia, kata anggota Komisi IX DPR RI 2014-2018 Okky Asokawati.

“Peringatan Hari Anak Nasional, lampu kuning untuk anak Indonesia,” kata Okky saat menyampaikan catatan khusus terkait peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2018 seperti dilansir laman Industry, Senin (23/07/2018).

Ia mengatakan perkembangan tekhnologi dan informasi yang begitu masif satu sisi turut serta membangun peradaban. Namun di saat bersamaan juga memberi ancaman serius bagi masa depan anak Indonesia. “Kita sebagai bangsa harus waspada, bijak dan mengantisipasi dampak negatif atas kemajuan sektor informasi dan tekhnologi ini,” katanya.

Sejumlah langkah yang dilakukan pemerintah dalam memproteksi konten internet memiliki visi perlindungan terhadap anak. “Ini patut kita apresiasi,” katanya. Penggunaan gawai (gadget) oleh anak-anak harus mendapat pengawasan yang ketat oleh orang tua dan guru. Dampak negatif terhadap penggunaan gawai akan memengaruhi terhadap tumbuh kembang anak.

Karena itu, orang tua harus mengarahkan penggunaan gawai untuk hal-hal positif seperti pendidikan, kreativitas, olahraga dan lain-lain. Perokok anak di Indonesia masuk pada level lampu kuning yang sangat mengkhawatirkan. Menurut data tahunan Tobbaco Control Atlas Asean, perokok usia anak di Indonesia mencapai 30 persen atau sekira 20 juta anak (usia di bawah 18 tahun).

Bahkan jika merujuk data Komnas Perlindungan Anak tahun 2008-2012 perokok usia di bawah 10 tahun mencapai 239.000, dan untuk usia 10-14 tahun di angka 1,2 juta anak Indonesia. Angka ini sungguh merisaukan dan mengancam masa depan anak Indonesia.

Pemerintah dan seluruh stakeholder harus melakukan perlawanan konkret atas masifnya pengguna rokok di kalangan anak-anak. Sejumlah langkah yang bisa ditempuh misalnya menaikkan harga rokok per bungkus rata-rata minimal Rp 50 ribu, melarang iklan rokok di ruang publik terbuka serta langkah preventif lainnya.

Di sisi lain, pernikahan yang terjadi pada usia anak-anak juga masuk pada level lampu kuning. Data Kementerian Perempuan dan Perlindungan Anak, data tahun lalu disebutkan anak menikah mencapai angka 340 ribu.

Angka ini menduduki rangking ketujuh dunia. Efek turunan yang terjadi terhadap pernikahan dini yakni kesehatan reproduksi, ancaman kematian pada ibu hamil dan anak serta gizi anak. Pemerintah harus tegas untuk menindak oknum aparat pencatat pernikahan yang meloloskan pernikahan anak.

Selain itu, kolaborasi antara pemerintah dan kalangan agamawan dan orang tua terkait persoalan pernikahan dini ini harus semakin intens. “Saya mendesak BKKBN tidak hanya mengurus urusan kontrasepsi saja, namun persoalan pernikahan anak sudah sangat mengkhawatirkan, juga harus direspons oleh BKKBN.

Jumlah pekerja anak yang masih tinggi yakni sebesar 1,6 juta pada tahun 2015 merupakan angka yang memprihatinkan. Kementerian Tenaga Kerja harus lebih intensi dalam pengawasan serta sosialisasi kepada stakeholder terkait persoalan tersebut. “Target pemerintah pada tahun 2022 menghilangkan pekerja anak harus dikonkretkan dengan melakukan langkah-langkah nyata,” katanya.

Redesain model pembelajaran yang mendorong model partisipatoris anak didik. “Anak diberi kemerdekaan untuk menyampaikan pendapatnya,” tambahnya sambil menambahkan Posisi guru mengarahkan anak didik. Upaya ini sejalan dengan mendorong penguatan pendidikan karakter terhadap anak didik sebagaimana komitmen pemerintah melalui Perpres Nomor 87 tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter. (IND)