Gunung Anak Krakatau Meletus 56 Kali, Wisatawan Waspada

this formate

LAMPUNG SELATAN, bisniswisata.co.id: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan laporan aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Lampung Selatan sepanjang Sabtu kemarin hingga Minggu dini hari. Kondisi ini sangat berbahaya bagi wisatawan yang melakukan pendakian maupun berwisata di Lereng Gunung Anak Krakatau.

“Gunung Anak Krakatau telah mengeluarkan 56 kali letusan, 207 kali hembusan, dan lima kali tremor harmonik dengan status tetap pada Level II atau Waspada. Karenanya wisatawan diminta meningkatkan kewaspadaanya,” papar BMKG, seperti dikutip laman Antara, Ahad (02/09/2018),

Berdasarkan data Pos Pengamatan Gunung Api Anak Krakatau yang diterima di Bandarlampung, Minggu, menyebutkan laporan aktivitas Gunung Anak Krakatau itu berada pada periode pengamatan Sabtu pukul 00.00 sampai dengan 24.00 WIB.

Selama periode pengamatan itu, Gunung Anak Krakatau mengalami kegempaan berupa Letusan 56 kali, amplitudo 30-46 mm, durasi 23-87 detik, Hembusan 207 kali, amplitudo 5-20 mm, durasi 22-246 detik, Tremor Harmonik 5 kali, amplitudo 10-35 mm, durasi 16-138 detik, Vulkanik Dangkal 4 kali, amplitudo 6-8 mm, durasi 7-9 detik, Vulkanik Dalam empat kali, amplitudo 37-40 mm, S-P 1,7-2,2 detik, durasi 13-17 detik.

Gunung api dalam laut dengan ketinggian 305 meter dari permukaan laut (mdpl) di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan itu, sepanjang Sabtu kemarin bercuaca cerah, berawan, dan mendung. Angin bertiup lemah ke arah timur, selatan, dan barat daya. Suhu udara 25-33 derajat Celsius, kelembapan udara 63-89 persen, dan tekanan udara 0-0 mmHg.

Secara visual Gunung Anak Krakatau kondisi kabut 0-III, asap kawah tidak teramati. Namun, visual dari CCTV teramati sinar api, terdengar suara dentuman dan getaran dirasakan lemah-kuat di Pos Pengamatan GAK.

Kesimpulannya, tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau berada pada Level II atau Waspada. Rekomendasi kepada masyarakat atau wisatawan tidak diperbolehkan mendekati dalam radius dua kilometer dari kawah. (EP)

Komunitas Pemerhati Pariwisata: Pengalolaan Wisata Sulut Harus Fokus

this formate

MANADO, bisniswisata.co.id: Komunitas Pemerhati Pariwisata (Kompipar) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mendesak pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pariwisata (Kempipar) dan Pemerintah Provinsi Sulut agar lebih fokus dalam pengelolaan destinasi wisata di wilayah Sulut

“Destinasi wisata di Sulut cukup banyak, namun masih perlu dikelola lebih profesional, lebih bagus dan lebih serius menanganinya agar kunjungan wisatawan nusantara maupun mancanegara lebih banyak yang datang. Selama ini tak ada penanganan nyata, padahal Sulut termasuk 10 destinasi unggulan selain Bali,” kata Ketua Kompepar Sulut Raymond Frans dalam keterangan tertulis, Ahad (02/09/2018).

Diakui, potensi wisata di Manado tidak bedah jauh dengan yang ada di Bali. “Potensi kita adalah sumber daya alam yang banyak, kemudian memiliki daerah kepulauan salah satunya yang kita miliki adalah Pulau Bunaken,” paparnya.

Tantangan yang dihadapi, lanjut dia, bagaimana cara mengelola potensi wisata tersebut guna mendatangkan wisatawan lebih banyak. “Destinasi kita banyak, yang perlu dipikirkan bagaimana mengelolanya sehingga bisa menghasilkan uang,” paparnya.

Dicontohkan, Taman Nasional Bunaken sejak lama telah menjadi ikon pariwisata Sulut dan Indonesia. Sayangnya, sejumlah persoalan yang mengemuka akhir-akhir ini harus disolusikan bersama antar-pemangku kepentingan. Beberapa persoalan klasik yang kerap kali muncul adalah kotornya fasilitas pariwisata oleh sampah, toilet umum terbengkalai baik di lokasi wisata maupun hotel dan penginapan, minimnya atraksi, sarana pendukung obyek wisata hingga masalah keamanan.

Selain itu, kualitas sumber daya manusia (SDM) pariwisata harus ditangani secara serius. Pasalnya, Sulut memiliki potensi wisata yang dapat meningkatkan ekonomi rakyat, jika SDM pariwisata harus siap.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bolang Mongondow Timur (Boltim), Rizky Lamaluta mengatakan pihaknya sudah menggunakan media sosial untuk mempromosikan beragam destinasi wisata. Tak hanya itu, pihaknya juga sudah menyediakan fasilitas penunjang di lokasi wisata.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Bitung Pingkan Kapoh mengatakan, pihaknya terus mempromosikan event wisata. “Kami fokus mempromosikan Festival Selat Lembeh, yang diyakini akan mendatangkan wisatawan domestik dan mancanegara. Juga memperbaiki semua destinasi wisata dan mencari semua lokasi wisata baru yang sebenarnya sangat menarik dan tidak kalah dengan daerah maupun negara lain,” lontarnya. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Nasib Tragis Turis AS di Stasiun Amsterdam

this formate

AMSTERDAM, bisniswisata.co.id: Niat berwisata di negeri orang, malah mengalami peristiwa buruk. Nasib tragis itu dialami dua orang wisatawan asal Amerika Serikat (AS) yang mengalami cedera berat dalam insiden penusukan di stasiun kereta api Amsterdam pada hari Jumat (31/08/2018).

“Benar kedua korban adalah turis AS dan telah melakukan kontak dengan mereka dan keluarga mereka,” kata Duta Besar AS untuk Belanda Pete Hoekstra dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari CNN, Ahad (2/9/2018).

Saat kejadian, para saksi melaporkan orang-orang melarikan diri dari tempat kejadian ke segala arah saat insiden itu terjadi. “Berada di Central Station di Amsterdam dan mendengar dua tembakan, semua orang mulai berlari seperti orang gila dan berlindung di kedai-kedai dan toko-toko … orang gila,” tulis saksi bernama Michiel de Graaf di Twitter.

Dalam sebuah pernyataan resmi, polisi Belanda mengatakan pelaku dan korban yang terluka telah dibawa ke rumah sakit setelah serangan itu. “Baik tersangka dan kedua korban insiden penusukan dipindahkan ke rumah sakit untuk perawatan,” kata seorang juru bicara polisi.

Tersangka penyerang ditembak dan terluka oleh polisi. Dia kemudian diidentifikasi sebagai warga negara Afghanistan. Motifnya penikaman tersebut tidak jelas dan para pejabat mengatakan penyelidikan sedang berlangsung. “Semua skenario dipertimbangkan, termasuk motif teroris,” kata pihak berwenang dalam sebuah pernyataan.

Seorang juru bicara polisi yang dikutip oleh AFP mengatakan pria Afghanistan yang ditangkap itu tidak mengetahui korban dan tidak memilih mereka secara khusus sebagai sasaran. Penyerang dan korban dibawa ke rumah sakit untuk perawatan.

Beberapa layanan kereta masuk dan keluar dari stasiun ditunda selama insiden itu dan dua platform ditutup. Central Station digunakan oleh sekitar 250.000 pelancong setiap hari dan sering didatangi wisatawan dari berbagai negara, yang ingin bepergian ke dan dari bandara Schiphol. Jumat adalah hari yang sangat sibuk di terminal, dengan ribuan orang tiba untuk menghabiskan akhir pekan di Amsterdam. (EP)

Warga Yunani Tersihir Tari Saman

this formate

ATHENA, bisniswisata.co.id: Penampilan Tari Saman dan Tarek Pukat disajikan Sanggar Tari Lingkung Seni Tradisional (Listra) Universitas Parahyangan Bandung, mengundang decak kagum penonton dalam acara malam budaya Indonesia “Indonesian Cultural Night: The Journey to the Diversity of Indonesia” yang digelar KBRI Athena.

Sekitar 200 penonton dari kalangan korps diplomatik, friends of Indonesia, masyarakat Yunani, warga asing yang ada di Yunani serta masyarakat Indonesia yang berada di negara itu, memadati Malam Budaya Indonesia yang digelar di teater terbuka Attiko Alsos Athena, Sabtu (01/09/2019).

Duta Besar RI untuk Yunani, Ferry Adamhar, membuka secara resmi malam budaya Indonesia yang digelar atas kerja sama Kedutaan Besar Republik Indonesia dan Region of Attica dimulai dengan penampilan tari Saman dengan kelihaian tangan penari yang kompak satu sama lain, yang dikenal dengan sebutan “thousand hand”.

Dalam kegiatan ini, lanjut dia seperti laporan Pelaksana Fungsi Pensosbud KBRI Athena, Kristina Natalia di London, yang dikutip laman Antara, Ahad (02/09/2018) betapa pentingnya hubungan people-to-people dalam hubungan suatu negara. Hubungan people to people (P to P) dapat dimulai melalui hubungan seni dan budaya.

Kekaguman penonton tidak hanya sampai di situ, penonton makin terbawa suasana gembira saat anak-anak Indonesia dan Yunani menari tari payung bersama. Tarian melayu yang dibawakan dengan kepolosan anak-anak tersebut menjadikan para penonton tertawa lepas dan membuat suasana yang tadinya penuh kekhawatiran akan datangnya hujan menjadi lebih santai.

Sesuai tema mengenai keberagaman di Indonesia, dalam kegiatan tersebut sanggar tari Listra Unpar menampilkan berbagai tarian dan musik daerah Indonesia seperti Ketuk Tilu, Merak Dance, Tari Truna Smara Sekar, Topeng klana slangit, Rampak Kendang dari Jawa Barat serta penampilan Tari Piring dari Sumatera Barat dan Cendrawasih dari Bali.

Tari Darangan Tanan Baupang dari Kalimantan serta penampilan Gamelan Musik Tradisional Indonesia dan puisi dari Alumni Program Darmasiswa yang telah belajar seni dan budaya selama satu tahun di Indonesia.

Katerina Lianou, salah satu penonton yang juga alumni Program Darmasiswa tahun 2017/208 dari ISI Yogyakarta mengaku sangat senang mendapat kesempatan untuk menghadiri acara. Kelompok Listra, dengan tarian dan kostum luar biasa, berhasil memberikan gambaran tentang budaya dan keragaman Indonesia yang kaya. Selamat, ujar Katerina Lianou.

Tarian Maumere menjadi penutup rangkaian acara yang dibawakan tim penari Listra dan diikuti Dubes RI, Dubes Filipina, kalangan Korps Diplomatik dan para penonton lainnya. Sebelumnya pada tanggal 19-27 Agustus 2018, Listra mewakili Indonesia pada 56th Lefkas International Folklore Festival di lefkada Yunani.

Kegiatan Indonesian Cultural Night: the Journey to the Diversity of Indonesia merupakan bagian dari rangkaian HUT Kemerdekaan RI ke-73 yang secara resmi dilaksanakan melalui upacara pengibaran bendera di Wisma Duta.

Sebelumnya juga diadakan Pesta Rakyat yang diisi dengan berbagai perlombaan seperti futsal, volley, badminton, tarik tambang, balap karung, gaple serta permainan anak-anak, seperti dart, balap kelereng dan balap ekor kuda. Selain ikut pertandingan, peserta juga dapat menikmati kuliner Indonesia dengan Menu bazaar bervariasi seperti pecel, sate madura, bakso, tempe, cendol, es dawet dan sebagainya.

Rangkaian kegiatan HUT RI ke-73 ditutup dengan penyelenggaraan Resepsi Diplomatik yang diadakan di Hotel Interkontinental Athena yang diperuntukan bagi kalangan Diplomatik dan kalangan pemerintah dan swasta yang mempunyai hubungan kerja sama dengan pemerintah Indonesia. (EP)

Danau Toba Dilengkapi Gazebo Rumah Adat Batak

this formate

TAPANULI UTARA, bisniswisata.co.id: Danau Toba terus dipercantik. Fasilitas terus ditambah. Penambahan terbaru, kini dilengkapi gazebo rumah adat Batak Toba sebagai tempat peristirahatan bagi para wisatawan yang menikmati panorama Toba. Selain Gazebo. juga ditunjang spot foto di bukit Hutaginjang berlatar Danau Toba

Gazebo dan spot foto ini sumbangan BPJS Ketenagakerjaan melalui program CSR. “Kami berupaya mendorong peningkatan perekonomian masyarakat, dengan partisipasi menambah fasilitas pendukung pariwisata di kawasan Danau Toba tepatnya Penatapan Hutaginjang, Kecamatan Muara, Tapanuli Utara,” papar Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto di Danau Toba, Satu (01/09/2018).

Saat ini, sambung dia, kaum millenial mulai rajin menabung untuk bisa berwisata. Ini menandakan perkembangan leisure economy di Indonesia semakin membaik. “Karena itu, saat dimintai membantu untuk meningkatkan perekonomian pariwisata, kami langsung setuju. Dan kami memilih Danau Wisata yang ditetapkan sebagai destinasi utama 10 besar diluar Bali.

Dengan perkembangan pariwisata yang kini semakin menggembirakan, akan banyak masyarakat yang akan memanfaatkan sebagai sumber penghasilan, serta potensi kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, lontarnya.

“Kami adalah organisasi nonprofit. Kami tidak jualan polis. Tapi kami memberikan perlindungan bagi seluruh masyarakat pekerja. Untuk itu kami minta untuk memberikan seluruh masyarakat di sini,” sambungnya.

Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan mengatakan kawasan Danau Toba merupakan kawasan wisata yang paling termasuk sebagai pengembangan pariwisata prioritas yang setara dengan Bali. Untuk itu, dia berharap pembangunan pariwisata di kawasan Danau Toba dapat terus berlanjut.

“Dengan begini seluruh stakeholder harus segera berbenah. Ke depannya, kami harap tak hanya pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan manusia di bidang pariwisata. Wisatawan yang datang butuh pelayanan yang baik,” tuturnya.

Bupati meminta jajarannya mengalokasi anggaran untuk pelatihan bagi masyarakat Hutaginjang, termasuk kemampuan berbahasa Inggeris kepada sejumlah pemuda yang akan berperan sebagai pemandu wisata. Kedatangan jumlah wisatawan terus meningkat, setelah Bandara Silangit bertaraf internasional.

“Masyarakat Toba dan sekitarnya harus menyambutnya, dan menerima wisatawan dengan senang hati, tangan terbuka, murah senyum dan diperlakukan secara baik. Jika wisatawan senang dengan sambutan kita maka mereka akan berbicara bahwa Danau Toba sehingga banyak wisatawan yang banyak datang,” paparnya.

Kabupaten Tapanuli Utara berada di kawasan Danau Toba persisnya di wilayah Kecamatan Muara yang merupakan bagian dari 10 pengembangan pariwisata prioritas di Indonesia. Kawasan Hutaginjang dicanangkan sebagai destinasi wisata oleh Dinas Pariwisata Tapanuli Utara dengan objek wisata unggulannya Kawasan Wisata Geopark berupa Gantole Hutaginjang dan Penatapan Hutaginjang.

Jika hendak berpelesir ke Danau Toba wilayah Tapanuli Utara, tak usah takut bosan karena di samping berwisata air, melihat pemandangan dan budaya ternyata banyak spot wisata lain yang bisa menjadi pilihan untuk dikunjungi.

Danau terbesar di ujung utara Indonesia ini memang mampu menyihir wisatawan. Airnya bening, suhunya sejuk, akomodasi dan infrastruktur yang sudah memadai menjadi faktor pendukung menariknya spot wisata ini.

Selain wisata air, terdapat banyak spot wisata lainnya yang bisa Anda kunjungi saat plesir ke Danau Toba, tepatnya di Tapanuli Utara. Di antaranya adalah:

#. Geopark Kaldera Toba

Kawasan Hutaginjang dicanangkan sebagai destinasi wisata oleh Dinas Pariwisata Tapanuli Utara dengan objek wisata unggulannya Kawasan wisata Geopark berupa Gantole Hutaginjang dan Penatapan Hutaginjang. Sejatinya Geopark Kaldera Toba tersebar di tujuh kabupaten, salah satunya adalah di Tapanuli Utara. Di kawasan wisata ini menyediakan wisata paralayang.

#. TB Silalahi Center

Museum TB Silalahi merupakan museum yang dibangun oleh tokoh TNI Angkatan Darat TB Silalahi. Museum ini menyimpan berbagai barang pribadi milik TB Silalahi, seperti kendaraan, jam tangan, seragam, senjata, penghargaan, dan masih banyak lagi. Selain barang TB Silalahi, museum ini juga menampilkan rumah tradisional batak. Jika berjalan sampai ujung, Anda dapat melihat pemandangan Danau Toba dari atas bukit. Tempat ini sangat cocok bagi Anda yang suka selfie karena banyak spot foto yang menarik.

#. Makam Sisingamangaraja

Siapa tak kenal dengan pahlawan nasional asli Batak Sisingamangaraja. Selain makam Raja Sisingamangarja, terdapat pula makam R Patuan Anggi dan R Patuan Nagari yang merupakan puteranya. Makam ini dilengkapi dengan taman dengan sejumlah bangku yang biasa digunakan untuk berbincang. Meski merupakan makam, tempat ini tidak tampak angker karena banyak masyarakat yang berkunjung untuk sekedar mengobrol. (EP)

Kapal Pesiar Ukuran Besar Bisa Sandar di Benoa

this formate

DENPASAR, bisniswisata.co.id: Pelabuhan Benoa Denpasar Bali berhasil merampungkan pengerukan kolam dan pendalaman alur di dermaga timur. Sehingga memungkinkan masuknya kapal pesiar berukuran besar. Namun masih menunggu pengecekan dan pembaruan informasi yang dilakukan Dinas Hidro-Oseanografi (Dishidros) TNI AL agar dapat diakses seluruh kapal pesiar.

“Hingga akhir tahun ini permintaan sandar di Pelabuhan Benoa mencapai 80 kapal pesiar, dengan rampungnya pengerukan kolam dan pendalaman alur, kunjungan kapal pesiar bisa meningkat dua kali lipat. Termasuk kapal pesiar ukuran besar,” papar CEO PT Pelindo III Regional Bali-Nusa Tenggara Wayan Eka Saputra.

Dilanjutkan, dermaga timur Pelabuhan Benoa hanya memiliki 9 mean low water springs (MLWS) yang bisa digunakan sandar kapal pesiar yang memiliki panjang maksimal 260 meter. Setelah pengerukan kolam dan pendalaman alur menjadi 12 MLWS sehingga bisa untuk sandar kapal pesiar besar hingga 335 meter.

Wayan Eka menjelaskan, seperti dilansir laman Bisnis.com, Sabtu (01/09/2018), pengerukan kolam dermaga timur, turning basin, dan alur pelabuhan yang dimulai April 2018 itu telah rampung dan tinggal menunggu pemeriksaan Dishidros yang akan dilakukan September ini.

September ini dengan meningkatnya kedalaman dermaga, kapal dengan jumlah penumpang hingga 3.352 orang akan bisa bersandar di Pelabuhan benoa. Sebelumnya, Pelabuhan Benoa hanya bisa menampung kapal dengan jumlah penumpang hingga 1.430 orang.”Kapal pesiar Genting Dream berukuran besar yang membawa 3.500 penumpang akan sandar Oktober 2018,” tambahnya.

Wayan Eka optimistis Pelabuhan Benoa bisa memfasilitasi kapal pesiar besar dan akan lebih banyak mendatangkan wisatawan mancanegara.
Permintaan kapal pesiar untuk sandar di Pelabuhan Benoa cukup banyak bahkan telah terjadwalkan hingga 2021. “Sudah sejak lama kapal pesiar ukuran besar ingin singgah ke Bali, keinginan operator mereka bakal terpenuhi tahun ini,” ujarnya.

Selain melakukan pengerukan kolam dan pendalaman alur, PT Pelindo III juga sedang melakukan pengembangan Pelabuhan Benoa di antaranya penataan kembali zona peruntukan kapal wisata, BBM dan Gas, perikanan, serta pembangunan terminal internasional.

Ditambahkan pembangunan fisik telah mencapai progres 25%, kendati demikian fasilitas yang ada telah siap pula seandainya delegasi Pertemuan Tahunan IMF-World Bank Group ingin melakukan perjalanan wisata bahari melalaui Pelabuhan Benoa.

Sepanjang tahun 2017, sekitar 68 kapal pesiar yang bersandar di Pelabuhan Tanjung Benoa. Kedatangan wisman kapal pesiar ini mampu mendongrak kunjungan turis asing yang datang ke Bali selama tahun 2017 mencapai 5,7 juta, melebihi target sebesar 5,5 juta wisman.

Jumlah kunjungan 68 kapal pesiar selama tahun 2017 ini mengalami peningkatan hampir dua kali lipat dibandingkan dengan jumlah kunjungan kapal pesiar ke Bali tahun 2016. Tahun 2018 sebanyak 85 kunjungan kapal pesiar atau tumbuh 18%. (EP)

Lady Gaga Kenang Masa Awal Karier

this formate

VENIZIA, bisniswisata.co.id: Lady Gaga mengenang kisah awal dirinya menapaki karier sebagai penyanyi di momen malam premier film yang ia bintangi, A Star is Born. Film ini juga menjadi aksi debut sang Mother Monster di layar lebar Hollywood.

“Seringkali di awal karier saya bahwa saya bukanlah wanita paling cantik, namun saya menulis lagu saya sendiri,” kata Gaga kepada reporter di premier A Star Is Born di Venice Film Festival, Jumat (31/8).

Cerita Gaga juga mirip dengan karakter yang ia bintangi dalam film ini, Ally. Gaga menjadi penerus pemeran karakter tersebut yang sebelumnya pernah dilakoni oleh Judy Garland dan Barbra Streisand.

Meski baru pertama kali main dalam film besar Hollywood, Gaga rupanya sukses mendapatkan pujian dari para kritikus atas akting dan ikatan antara dirinya dengan Bradley Cooper yang menjadi lawan mainnya sekaligus sutradara film ini.

Lady Gaga mengaku dirinya banyak menggali kenangannya sendiri untuk mendalami peran tersebut, termasuk ketika industri mencoba merebut ciptaannya sendiri. “Ketika saya mencoba mewujudkan lagu saya, mereka sering menginginkan saya memberikan lagu-lagu tersebut kepada penyanyi lain namun saya bertahan dengan musik saya dan berkata kalian tak akan bisa mengambilnya dari saya,” kata Gaga.

Gaga juga menyebut dia harus menjadi sosok yang kuat untuk bisa bernegosiasi dengan industri yang menginginkan sosok dirinya yang dahulu. “Saya akan selalu membuat perubahan. Saya tidak pernah ingin menjadi seksi atau dilihat seperti wanita kebanyakan. Saya ingin menjadi diri saya sebagai seorang seniman dan seorang wanita,” kata Gaga.

Penyanyi yang bernama asli Stefani Germanotta tersebut memainkan sosok Ally, pelayan keturunan Italia-Amerika dan seorang penyanyi bar yang bertemu dengan bintang musik country di sebuah bar.

Keduanya tertarik satu sama lain dan membuat sejumlah karya musik bersama-sama. Jalinan cinta pun terjalin di antara keduanya. A Star Is Born (2018) merupakan film garapan ulang dari film bertajuk sama rilisan 1937. Film ini disutradarai, ditulis dan diproduseri juga oleh Cooper dan rilis debut di Venice pada 31 Agustus lalu serentak di AS pada 5 Oktober 2018. (EP)

EXPLORE! eps.4: Sensasi Berkeliling Dunia di Kota Batu

this formate

EXPLORE! by bisniswisata.co.id
eps.4: Sensasi Keliling Dunia di Kota Batu

Batu dikenal sebagai salah satu kota wisata terkemuka di Indonesia karena potensi keindahan alam yang luar biasa. Kekaguman bangsa Belanda terhadap keindahan dan keelokan alam Batu membuat wilayah kota Batu disejajarkan dengan sebuah negara di Eropa yaitu Swiss dan dijuluki sebagai De Kleine Zwitserland atau Swiss Kecil di Pulau Jawa.

Hal ini yang mengungkit rasa penasaran saya untuk menjelajahi objek-objek wisata di Kota Batu walaupun dalam waktu yang terbatas.

Saya dan seorang teman mengawali perjalanan kami dengan mengunjungi Museum Angkut. Museum ini terletak di kawasan seluas 3,8 hektar di lereng Gunung Panderman dan memiliki lebih dari 300 koleksi jenis angkutan tradisional hingga modern.

Museum Angkut terbagi dalam beberapa zona yang didekorasi dengan setting landscape model bangunan dari benua Asia, Eropa hingga Amerika.

Dengan waktu yang semakin sedikit, saya menyempatkan diri untuk mengunjungi Jawa Timur Park 2. Walaupun wahana sudah ditutup, namun para pengunjung masih banyak yang berkerumun di seputaran pintu masuk untuk berfoto di depan Museum Satwa. Sebuah gedung yang mengadaptasi arsitektur ala Eropa dengan 2 ekor patung gajah yang sangat besar.

Hari semakin malam dan mataharipun terbenam. Sebagai penutup, saya mengunjungi Batu Night Spectacular (BNS). Sebuah lokawisata yang berada di Kota Batu, Jawa Timur yang hanya beroperasi pada malam hari dengan menggabungkan konsep pusat perbelanjaan, permainan, olahraga, dan hiburan di dalamnya.

LRT Palembang Diburu Wisatawan Kontingen Jepang

this formate

PALEMBANG, bisniswisata.co.id: Wisatawan Kontingen Jepang untuk Asian Games 2018 mengaku mengagumi moda transportasi kereta api ringan atau light rail transit (LRT) Palembang, Sumatera Selatan. Saat berada di gerbong, mereka kerap berfoto dengan jendela yang mengarah ke pemandangan Kota Palembang.

Naito, official sepak takraw kontingen Jepang, menjajal LRT bersama tiga temannya, Jumat, 31 Agustus 2018. Mereka naik dari Stasiun Jakabering menuju Stasiun DJKA yang berjarak 1 kilometer. “Saya tak memiliki tujuan khusus untuk menaiki angkutan massal itu. Sebab, ia hanya ingin melihat pemandangan dari dalam gerbong,” paparnya.

Kereta api berteknologi modern bukan barang yang aneh buat kontingen Jepang. Sebab, Negara Matahari Terbit itu memiliki kereta cepat dengan teknologi lebih canggih yaitu Shikansen. “Tapi LRT ini bagus. Bisa melihat pemandangan. Ini menandakan Palembang sudah maju,” kata Naito.

Tak lupa pula ia membidikkan lensa kameranya ke pemandangan di luar gerbong. Sesekali ia berswafoto dengan teman-temannya. Naito mengaku ia berulang kali menggunakan LRT bila tak ada laga. Kemudian, ia berjalan-jalan ke pusat kota seperti kawasan Ampera.

Rekha Ramadhasari, relawan Asian Games 2018 yang bertugas di bagian International Relationship dan Protocolor Assitant, mengatakan, untuk kontingen, pihak LRT mengkhususkan gerbong depan. Gerbong tersebut juga bisa diisi oleh kalangan media.

“Saya kebetulan juga naik LRT, dari rumah ke JSC. Saya lihat atlet dan kontingen Jepang, dari naik dari Jakabaring dan turun di Stasiun Bumi Sriwijaya. Mereka tampak sangat senang, karena terus berfoto ria,” ujar Rekha seperti dilansir laman Medcom.com, Sabtu (01/09/2018).

Kesenangan sama juga dilontarkan Muchtasar Ntewo dan istrinya, Anneke Ibrahim. Mereka datang dari Kota Bau-Bau, Sulawesi Tenggara. Selain menonton laga Asian Games, mereka juga menjajal naik LRT. “Naik LRT, kita bisa memandang Palembang secara luas. Palembang hebat,” tukasnya.

Kereta ringan merentang dari Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II sampai Jakabaring Sport City (JSC). Jarak tempuh dua lokasi itu kurang lebih 23,4 km dengan waktu tempuh 50 menit. LRT dibuka pada 16 Agustus 2018, sebelum gelaran Asian Games 2018 berlangsung. Sehingga pengangkutan para kontingen dari Bandara ke JSC dilakoni oleh LRT.

Kereta melintasi Sungai Musi, Palembang. Dari dalam gerbong, penumpang dapat melihat panorama sungai yang membelah Kota Palembang tersebut. Lintasan kereta bersisian dengan Jembatan Ampera yang merupakan lanskap Kota Palembang. Kapal yang berlayar di Sungai Musi menjadi salah satu pemandangan menakjubkan bagi penumpang kereta. (EP)

Kedubes AS Peduli Promosikan Pariwisata Poso

this formate

POSO, bisniswisata.co.id: Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Jakarta berkomitmen sekaligus peduli untuk membantu mempromosikan kepariwistaan Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. AS juga mendorong pertukaran pemuda untuk menjadi duta negara masing-masing

“Kedubes AS akan membantu memfasilitasi pertukaran pemuda untuk menjadi duta-duta kedua negara/daerah baik di Poso maupun di Amerika Serikat,” kata seorang pejabat dari Kedubes AS di Jakarta, Emily Graham dalam pertemuan dengan Wakil Bupati Poso, Samsuri dalam keterangan resmi yang diterima Bisniswisata.co.id, di Jakarta, Sabtu (01/09/2018).

Emily Graham yang didampingi Executive Director Institut Of International Tourist Study George Washington University Seleni Matus mengatakan, konsep kerja sama ini akan dibahas lebih lanjut oleh kedua belah pihak. Menurut dia, konsep itu telah diterapkan di beberapa daerah di Indonesia dan juga di negara lain untuk memajukan daerah.

Sementara Seleni Matus mengemukakan, untuk mempromosikan kepariwistaan itu, pihaknya akan menyosialisasikan sejumlah konsep di antaranya membentuk kelompok kerja pariwisata.

Wakil Bupati Poso Samsuri dalam pertemuan itu memperkenalkan potensi pariwisata yang tersebar di Kabupaten Poso seperti destinasi wisata budaya seribu megalitikum di Lembah Lore dan Danau Poso. “Harapan kita ada konsep promosi kepariwisataan Poso ke Amerika Serikat dari Kedubes AS khususnya terkait apa yang harus dilakukan oleh pemda,” tutur Samsuri.

Samsuri juga menekankan, Kabupaten Poso saat ini aman, dan tenteram seperti yang sudah banyak disaksikan dan dirasakan oleh para pendatang seperti selebritis, wisatawan, pengusaha bahkan sopir-sopir truk yang selalu melintas didaerah Poso. nKonsep yang ditawarkan Kedubes AS itu bertujuan untuk memajukan sektor kepariwisata Poso.

“Mereka menyarankan untuk membentuk kelompok kerja pariwisata yang akan memberikan konsep-konsep untuk menggerakkan semua lini pariwisata di Poso,” ujarnya sambil menambahkan dalam kelompok kerja pariwisata itu akan diberikan pelatihan khususnya pemuda untuk menggerakkan semua lini kepariwisataan supaya pemuda termotivasi dan memahami konsep pengembangan sektor kepariwisataan dengan baik.

Poso memiliki sejumlah destinasi wisata yang menarik, unik dan ikonik. Diantaranya:

#. Wisata Air Terjun

Poso memiliki dua obyek wisata air terjun yang terkenal. Air terjun Salewana air terjun Saluopa. Obyek wisata alam ini menyuguhkan pemandangan yang menarik. Bahkan aliran debit airnya sangat besar. Karakteristik air terjun ini berbatu besar. Sehingga tak heran hempasan dan aliran airnya begitu deras sehingga memiliki daya tarik tersendiri. Keunikan Air terjun Saluopa terdiri 12 tingkat, air yang mengalir sangat jernih dan sejuk dimana setiap pengunjung dapat naik sampai ketingkat teratas karena tidak berlumut dibawah derasnya air. Sementara air terjun Sulewana berasal dari bahasa setempat “Sule” yang berarti “Jantung” dan “Wanna” berarti “Hutan”, sehigga keseluruhan Sulewana berarti Jantung Hutan.

#. Danau Poso

Danau Poso memang menawan hati siapapun yang memandang. Setiap tempat wisata memiliki keunikan tersendiri sehingga menjadi suatu keunggulan dari destinasi wisata tersebut. Danau Poso merupakan danau terdalam di Indonesia. Dengan kedalamannya itu Ia memiliki keindahan yang sangat menakjubkan. Danau Poso juga merupakan danau terbesar ketiga di Indonesia setelah Danau Toba di Sumatera Utara an Danau Singkarak di Sumatera barat. Danau ini dikelilingi perbukitan yang ditumbuhi tanaman cengkeh. Ia berbunga pada bulan Juli hingga November, saat itu aroma cengkeh yang khas semerbak di sana. Di danau Poso hidup sejenis ikan sidat (sogili) yang terbesar di dunia. Kawasan ini juga menjadi tempat pelestarian tanaman anggrek terbesar di Indonesia terutama anggrek hitamnya.

#. Taman Anggrek Bancea

Luas taman ini 5.000 Ha, dapat ditemukan berbagai jenis anggrek alam khususnya anggrek hitam (black orchid) dan di dalam taman ini banyak ditumbuhi Pinus sehingga menambah keindahan panorama alamnya. Udara di taman ini juga sejuk karena merupakan kawasan dari Danau Poso. Untuk mencapai taman ini dapat menggunakan mobil dan motor danau, letaknya 40 Km sebelah selatan dari Kota Tentena. Fasilitas yang tersedia adalah Shelter (rest area).

#. Obyek Wisata Lembah Bada

Hutan Tropis dihuni Flora dan Fauna yang unik dan menrik. Banyak terdapat Patung-Patung Megalitik dan Kalamba, Rumah-rumah Tradisional dan pakaian adat. Lembah yang memiliki hamparan padang rumput yang luas serta panorama alam yang indah. Pada sekitar lembah terdapat banyak Patung Megalith, peninggalan benda purbakala. Patung Megalith merupakan patung langka di dunia karena hanya terdapat di Napu, Besoa, Bada dan di Amerika Latin (marquies Island). Patung ini memuat misteri tentang kejayaan Suku Napu, Besoa dan Bada pada zaman dahulu kala, sehingga menarik minat para ilmuwan dan wisatawan untuk datang berkunjung sekaligus melakukan penelitian.

#. Taman Nasional Lore Lindu

Terletak di Kabupaten Poso dan Kabupaten Donggala, obyek wisata alam ini wisatawan dapat menelusuri hutan belukar, melihat berbagai Burung, binatang dengan luas 131.000 Ha. Bentuk topografi bervariasi mulai dari datar, landai, agak curam, curam, hingga sangat curam. Taman Nasional ini umumnya berasal dari batuan asam seperti Gneisses, Schists dan granit, punya sifat peka terhadap erosi. Formasi lakustrin banyak ditemukan di bagian Timur Taman Nasional, umunya dataran danau yang datar atau berawan. Bahan endapan dari campuran batuan sediment, metamorfosa dan granit.Bagian barat ditemukan formasi alivium yang umumnya berbentuk kipas aluvial/koluvial atau dataran hasil deposisi sungai seperti teras atau rawa belakang. Sumber bahan aluvial ini berasal dari batuan metaforfosa dan granit.

#. Wisata Goa

Ada dua Goa di Poso yang menarik dikunjungi. Goa Tangkaboba dan Goa Pamona. Goa Tangkabosa digunakan sebagai tempat menyimpan Jenazah raja / bangsawan suku Pamona dan keluarganya. Pada mulut goa sampai sekarang dapat ditemui Kerenda / Peti mati sebagai bukti peninggalan sejarah. Goa Tangkaboba terletak di Kelurahan Sangele, 63 KM dari Kota Poso dan dapat ditempuh dengan kendaraan roda empat. Sementara Goa Pamona juga Tempat menyimpan mayat bagi Suku Pamona yang sudah berumur ratusan tahun. Goa ini terletak tepet di pinggiran Danao Poso. yang menjadi keunikan dari Goa Pamona ini adalah, bahwa air danau tidak dapat masuk kedalam goa.

#. Lembah Napu

Terletak di lembah Napu dengan panorama perkebunan teh, kopi serta hamparan padang yang luas, indah dan dingin karena berada pada ketinggian 1.000 m diatas permukaan laut. Daerah diluar kawasan perkebunan sangat cocok digunakan sebagai tempat menunggang kuda karena terdapat bukit-bukit disekitarnya. Untuk menjangkau lokasi ini lebih dekat dari kota Palu yang jaraknya 100 km, dapat menggunakan kendaraan Jeep. Fasilitas yang tersedia adalah Penginapan / Home stay.

#. Obyek Wisata Lainnya

Pantai Karawasa di Madale, Wisata bahari di tanjung karawasa, hutan naggrov, Siuri, Makam Dr. Adrian di Lawanga, , Air Terjun Kilo, Air Terjun Tindoli, Air terjun Kolori, Kubur Raja Sayo, Rumah Raja di Lambogia, Tari Dero, dan Upacara Adat Poso dan Bali. (redaksibisniswisata@gmail.com)