Summer Holiday, Juli 2018 Kunjungan Turis Asing Tembus 1,54 Juta

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Badan Pusat Statistik mencatat kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada Juli 2018 naik 12,10% menjadi 1,54 juta dibandingkan jumlah kunjungan pada Juli 2017, yaitu dari 1,37 juta kunjungan. Bahkan, jika dibandingkan dengan Juni 2018, jumlah kunjungan wisman pada Juli 2018 mengalami kenaikan sebesar 16,57%.

“Kenaikan ini lantaran tren musim liburan panjang saat Lebaran. Juga kenaikan sekarang lebih karena pattern yang sama seperti sebelumnya, yaitu summer holiday,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto di Gedung BPS Jakarta, Senin (3/9/2018).

Jadi lanjut dia menandaskan, peningkatan jumlah kunjungan tersebut trennya sama seperti tahun lalu, yakni di negara-negara Amerika sudah masuk libur musim panas. Bahkan, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia yang datang melalui pintu masuk udara pada Juli 2018 mengalami kenaikan sebesar enam persen dibandingkan jumlah kunjungan wisman pada bulan yang sama tahun sebelumnya.

Sementara Wisman yang berkunjung melalui pintu masuk udara sebanyak 1,06 juta kunjungan, pintu masuk laut 252.370 kunjungan, dan pintu masuk darat sebanyak 221.390 kunjungan, tambahnya.

Dipaparkan kenaikan kunjungan wisman tersebut terjadi di sebagian pintu masuk udara dengan presentase tertinggi tercatat di Bandara Sam Ratulangi, Sulawesi Utara yang mencapai 62,01. Lalu kedatangan di Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh, yang mencapai 43,54% dan diikuti Bandara Minangkabau, Sumatera Barat, yang mencapai 22,66%

Suharyanto melanjutkan, secara kumulatif Januari–Juli 2018, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 9,06 juta kunjungan atau naik 12,92% dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama tahun 2017 yang berjumlah 8,03 juta kunjungan.

Akibat kenaikan ini, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Indonesia pada Juli 2018 mencapai rata-rata 59,30% atau naik 1,78 poin dibandingkan dengan TPK Juli 2017 yang tercatat sebesar 57,52%. Demikian pula, jika dibanding TPK Juni 2018, TPK hotel klasifikasi bintang pada Juli 2018 mengalami kenaikan sebesar 7,26 poin.

Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel klasifikasi bintang selama Juli 2018 tercatat sebesar 1,73 hari, terjadi penurunan 0,16 poin jika dibandingkan keadaan Juli 2017. BPS berharap peningkatan ini dapat kembali terlihat pada akhir tahun yang bertepatan dengan musim libur panjang Natal dan Tahun Baru.

Suhariyanto menambahkan dampak Asian Games pada pencatatan kunjungan wisatawan mancanegara bulan Juli belum terlihat. “Kalau dari nasional ini tidak terlihat,” ujar Suhariyanto.

Namun, dia meyakini dampak Asian Games terhadap jumlah kunjungan wisatawan mancanegara akan cukup besar. Angka tersebut mungkin akan terlihat di dua kota tempat perhelatan akbar tersebut, Jakarta dan Palembang. “Nanti kita lihat pada tanggal 1 Oktober [untuk laporan bulan Agustus].”

Terkait dengan dampak ekonomi, Suhariyanto menuturkan hal tersebut bisa dilihat pada laporan PDB kuartal III/2018. Khusus untuk pembelian tiket dan hotel akan tercatat dalam konsumsi rumah tangga pada PDB. (EP)

4 – 8 September 2018, Solo Internasional Performing Arts

this formate

SOLO, bisniswisata.co.id: Pagelaran seni bertajuk Solo Internasional Performing Arts (SIPA) 2018, kembali dihelat. Perhelatan tahunan ini mempersembahkan Seniman dari enam negara yakni Italia, Taiwan, Filipina, Rusia, Korea Selatan dan Indonesia akan tampil di Benteng Vastenburg Solo Jawa Tengah, pada 4 hingga 8 September 2018.

Tahun ini, SIPA 2018 memboyong tema “We Are The World-We Are The Nation”. Lewat tema ini, penyelenggara mengajak masyarakat bersatu di dalam perbedaan dunia. Bahkan tema ini, sangat dibutuhkan oleh masyarakat dewasa ini. Karena sejatinya, semua orang adalah satu bangsa.

Biarlah perbedaan bahasa, warna kulit, adat dan tradisi dan bangsa itu menjadi satu dalam kekuatan kebersamaan. Semuanya menyatu dalam semangat panggung SIPA kali ini.

Pembukaan SIPA 2018 akan digelar secara meriah. Contohnya akan ada koreografi yang indah, musik yang merdu dan melibatkan pula ribuan penonton. Bahkan suasana malam di Benteng Vastenburg disulap menjadi megah, mewah, mempesona sehingga penonton merasa terpukau.

Memang SIPA tahun ini dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, banyak perbedaannya. Bila diperhelatan sebelumnya, SIPA hanya diadakan 3 hari berturut-turut, namun tahun ini SIPA diadakan 5 hari dengan rangkaian acara yang berbeda bahkan menarik. Tujuannya agar masyarakat lebih mengenal SIPA dan paham bahwa SIPA adalah milik masyarakat Solo.

Kegiatan SIPA 2018, di antaranya SIPA Goes to Cafe tanggal 4 September, lalu SIPA Goes to Campus tanggal 5 September, yakni di UNS Solo. Kemudian penyelenggaraan di benteng Vastenburg selama 3 hari, dari tanggal 6-8 September.

Selain iu, ada pertnjukkan seni tari, musik, hingga teater. Juga bazar diisi pameran produk, distro batik, handcraft, hingga stand khusus kuliner yang akan menjual makanan-makanan dan minuman khas dari Solo ataupun di luar Solo.

Disisi lain, event SIPA ini bisa membawa dampak positif bagi pariwisata Indonesia. Semangatnya tak sekadar menjadi fungsi seni pertunjukan untuk persoalan kesenian semata, tapi juga tradisi bisa menjadi sarana untuk memunculkan semangat kebersamaan. Akhirnya adalah membumikan dan menggairahkan pariwisata Kota Solo dan Indonesia. Karena itu, SIPA 2018 ditargetkan 10 ribu pengunjung dalam satu malam. Diharapkan 50% dari penonton adalah wisatawan. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Kunjungan Wisman di Sumut Belum Menggembirakan

this formate

MEDAN, bisniswisata.co.id: Kendati mulai mengalami pertumbuhan secara bulanan, jumlah kunjungan wisatawan asing ke Sumatra Utara pada tujuh bulan pertama tahun 2018, belum menggembiarakan, belum sebaik periode yang sama tahun lalu.

Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut mencatatkan wisatawan mancanegara (Wisman) per Juli 2018 mencapai 21.650 kunjungan, naik 47,12% dibandingkan dengan Juni 2018 yang mencapai 14.715 kunjungan.

Namun, realisasi tersebut masih belum menyamai jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama tahun lalu yang berjumlah 22.189 kunjungan, atau tercatat turun 2,43% secara year on year.

Secara kumulatif Januari – Juli 2018 jumlah wisman ke Sumut juga turun 14,29%, yakni 124.873 kunjungan dari sebelumnya 145.687 kunjungan pada Januari – Juli 2017.

Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Sumut Bismark Saor Pardamean menyebutkan wisatawan dari Malaysia merupakan pengunjung terbanyak, mencapai 10.515 atau 48,57% dari total kunjungan wisman selama Juli 2018.

“Selain Malaysia, lima pasar utama dengan kontribusi terbesar kunjungan wisman pada ke Sumut Juli lalu adalah Belanda sebesar 6,34%, Singapura 5,6%, China 3,94% dan Jerman 3,62%,” kata Bismark seperti dilansir laman Bisnis.com, di Medan, Senin (3/9/2018).

Kenaikan jumlah kunjungan wisman pada Juli 2018 terhadap Juni 2018 yang mencapai 47,12% di Sumut sejalan dengan total kunjungan wisman yang masuk ke Indonesia pada bulan yang sama, yang tumbuh 16,57% atau dari 1,32 juta kunjungan menjadi 1,54 juta kunjungan.

Pada perkembangan lain, tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang di Sumut pada Juli 2018 mencapai rata-rata 45,34%, naik tipis 1,05 poin dibandingkan Juni 2018 sebesar 44,29%. TPK tersebut masih tercatat lebih rendah dibandingkan Juli 2017 sebesar 52,32%.

Rata-rata menginap tamu asing dan tamu Indonesia di hotel berbintang mencapai 1,47 hari, naik 0,13 poin dibandingkan Juni 2018 dan turun 0,21 poin dibandingkan Juli 2017. Jika diperinci, rata-rata menginap tamu asing pada Juli 2018 adalah 1,35 hari, turun 0,36 poin dibandingkan Juni 2018 dan turun 1,22 poin dibandingkan Juli 2017 sebesar 2,57 hari.

Sedangkan untuk tamu Indonesia mencapai 1,49 hari, naik 0,17 poin dibandingkan Juni 2018 dan turun 0,13 poin dibandingkan Juli 2017 yang mencapai 1,62 hari. (EP)

Setahun, 196 Ribu Turis Indonesia Melancong ke Australia

this formate

SYDNEY, bisniswisata.co.id: Sedikitnya 196 ribuan turis Indonesia melancong ke Australia setiap tahunnya. Jumlah ini naik 6,2 persen. Dari total turis yang datang, sebanyak 75 persen kembali datang untuk kedua kalinya ke Australia. Selain Indonesia, turis dari India, Singapura, Malaysia juga menyumbang jumlah kedatangan hingga 1,3 juta per tahunnya dan devisa yang dibawa AUS$5 juta per tahunnya.

Dikutip data Badan Pariwisata Australia (Tourism Australia), Potensi tersebut dilirik oleh Tourism Australia dengan meluncurkan kampanye untuk pasar Asia Selatan dan Asia Tenggara yang bertujuan untuk mengubah persepsi dan stereotip tentang Australia di benak turis Indonesia, India, Singapura, dan Malaysia.

UnDiscover Australia secara spesifik menarget turis dari empat wilayah tersebut dengan mempromosikan tempat-tempat dan kegiatan-kegiatan yang tidak biasa, unik dan tak terduga di Australia. Kampanye ini merupakan fase terbaru dari kampanye Theres Nothing Like Australia.

Kampanye UnDiscover Australia diluncurkan di Jakarta pada 1 September 2018 yang dihadiri oleh Menteri Perdagangan, Pariwisata, dan Investasi Australia yang baru, Senator Simon Birmingham MP.

“Ini adalah kali pertama wilayah Asia Selatan dan Asia Tenggara dijadikan bagian dari target program promosi pariwisata yang terintegrasi dan terkoordinasi,” kata Simon seperti yang dikutip dari keterangan resmi Tourism Australia pada Senin (3/9).

“Kedekatan geografis, peningkatan populasi kelas menengah yang pesat, peningkatan kapasitas penerbangan dan harga tiket pesawat yang semakin kompetitif, menghadirkan potensi pariwisata yang besar bagi Australia,” lanjutnya.

Managing Director Tourism Australia, John OSullivan, yang turun datang juga mengatakan bahwa kampanye baru ini bertujuan untuk mendobrak mitos-mitos populer terkait Australia di antara turis dari Indonesia, India, Singapura, dan Malaysia.

Dikatakannya, salah satu tantangan yang mereka hadapi ketika mempromosikan pariwisata Australia di empat wilayah itu ialah para turis berpikir bahwa mereka sudah mengetahui semuanya tentang Australia.

Padahal masih banyak destinasi tersembunyi dan belum terjamah. “Taman nasional Uluru-Kata Tjuta sangat cocok sebagai tempat untuk melihat matahari terbenam dan ber-selfie, tetapi ternyata tempat ini juga menawarkan instalasi cahaya Field of Light yang dapat dinikmati di malam hari. Anda pun dapat menonton pertandingan cricket di Adelaide Oval yang megah, tetapi apakah orang-orang tahu kalau mereka juga bisa melakukan tur ke puncak gedung yang menawarkan pemandangan 360° kota Adelaide? Pengalaman-pengalaman mengejutkan seperti ini yang akan kami tampilkan melalui kampanye ini,” ungkapnya.

OSullivan menyatakan bahwa elemen-elemen penerbangan yang ditunjukkan dalam kampanye ini bertujuan untuk mematahkan beberapa mitos tentang jarak dan waktu perjalanan.

Sebagai contoh, durasi yang singkat serta biaya penerbangan yang terjangkau ke Perth akan membuat Australia menjadi destinasi yang menarik di mata turis Indonesia, India, Singapura, dan Malaysia. (readaksibisniswisata@gmail.com)

Goa Kutamaneuh Destinasi Favorit Pelancong Asing

this formate

SUKABUMI, bisniswisata.co.id: Goa Kutamaneuh di Babakan Ciburial, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat kini menjadi daya tarik baru turis mancanegara. Bukan itu saja, Goa bernilai sejarah dan dianggap sakral karena sering dikunjungi peziarah ini, juga menjadi instragramnable bahkan selalu menjadi tranding topik di media sosial.

“Cukup banyak wisatawan yang datang ke goa yang ada kaitannya dengan legenda pelarian Prabu Siliwangi. Biasanya wisatawan mancanegara banyak datang ke goa saat Maulid juga akhir pekan dan hari libur.” lontar Juru Kunci Goa Kutamaneuh Unang.

Goa ini, sambung Unang seperti dilansir laman Antara, Senin (03/09/2018) lekat dengan legenda, dimana diceritakan bawah Goa Kutamaneuh ini merupakan tempat bersembunyi dan peristirahatan Raja Pajajaran, Prabu Siliwangi serta anaknya Raden Kian Santang dan keluarganya serta pengikutnya dari kejaran musuhnya.

Di dalam goa ini, ada sebuah kolam pemandian dan dua pintu, satu pintu masuk sebelah barat dan sebelah timur pintu keluar. Juga ada sembilan ruangan yang disinyalir menjadi tempat untuk beristirahatnya Raja Padjajaran itu. Walaupun sudah tergerus jaman, namun tetapi goa tersebut masih terjaga dan ruangan itu sekarang digunakan oleh pengunjung untuk bertirakat dan ada juga meminta berkah.

Hampir setiap hari selalu saja wisatawan yang datang dari Thailand, Malaysia, Brunei Darusalam dan beberapa negara dari lainnya. Sedangkan wisatawan nusantara dari Bogor, Jakarta, Jawa Tengah, Banten, Bandung, dan Sumatera. Bagi yang mau tirakat ada syarat khusus karena biasanya mereka menghabiskan waktu hingga beberapa hari untuk meminta wangsit.

“Siapapun boleh datang dan masuk asalkan menjaga kebersihan dan menjaga kesantunan. Kami masih menjaga kearifan lokal di Goa Kutamaneuh ini, sehingga tidak ada yang berubah kecuali alam yang merubahnya. Hanya saja jalan menuju objek wisata ini sarana dan prasarananya sudah diperbaiki Pemkab Sukabumi,” tambahnya.

Banyak pula yang datang karena penasaran, sekedar melihat-lihat keindahan dan menikmati panorama alam nan sejuk. Sebab dari luar, goa ini tak menampakkan keseramannya, malah sebaliknya terlihat hijau dan asri. Begitu didekati baru terasa nuansa mistiknya.

Seperti diutarakan salah seorang pengunjung Desi Fauziah warga Bandung mengatakan dirinya sengaja datang ke goa ini hanya sebatas wisata. Di dalam goa ini masih asri dan udaranya sejuk. “Saya penasaran dengan legenda Prabu Siliwangi tapi terkait mistik balik lagi ke orangnya,” katanya.

Di dalam Goa Kutamaneuh ternyata cukup luas. “Dari 9 kamar, saya pernah masuk sampai ke kamar lima. Ke dalamnya memang gelap, tapi begitu masuk kamar cukup lega,” cerita Yudi, 45, salah seorang peziarah.

Setiap pengunjung keinginannya berbeda-beda. Waktu itu, dirinya masuk ke dalam goa dengan niat setengah hati dan lebih pada penasaran. Maka itu, harapannya tidak kesampaian. “Dalam goa cukup luas, hening dan tenang,” ujarnya.

Banyak juga pengunjung yang tidak mempercayai adanya kebarokah saat bersemedi di goa itu. Alasannya, Goa Kutameneuh lebih cocok untuk tempat wisata dan refreshing saja. “Makanya, kebanyakan pengunjungnya dari luar Sukabumi,” tandas Yudi

Memang lokasi Goa ini, sangat sepi, tenang, jauh dari hiruk-pikuk keramaian kota. Berada di bawah kaki gunung karang. Nama Kutamaneuh diambil dari makna Kuta atau singkatan dari kata Makuta atau topi raja. Sedangkan Maneuh artinya tetap atau diam pada tempatnya. Apabila disatukan dua kata itu, berarti tempat untuk beristirahat raja.

Ketika menginjakkan kaki di depan pintu, sudah ada dua patung harimau cukup besar. Bagi peziarah yang datang dengan harapan tertentu, di dalam goa harus menempuh jalan cukup sulit. Harus berbekal keberanian dan ketangkasan. Agar begitu masuk dalam goa, tidak pulang dengan tangan kosong.

Untuk masuk ke goa, pengunjung harus membawa lampu senter, petromaks, atau obor. Sebab, lorongnya dalam dan gelap gulita serta bisa tersesat. Bila tanpa pemandu, bisa-bisa hanya berjalan berkutat di dalam goa itu.

Masuk Goa Kutamaneuh tidak boleh sembarangan. Salah-salah bisa kualat atau ketiban sial. Karena itu harus minta izin kepada juru kunci goa yang saat ini berjumlah sembilan orang. Sebab, juru kunci inilah yang dipercaya menjaga keamanan goa. Bagi yang ingin bersemedi, juru kunci atau kuncen akan mengantar-jemputnya agar tidak kesasar. (EP)

Landasan Pacu Adi Soemarmo Diperpanjang

this formate

SOLO, bisniswisata.co.id: PT Angkasa Pura I Bandara Adi Soemarmo Surakarta segera mengerjakan perpanjangan landas pacu dari 2.600 meter menjadi 3.000 meter untuk merealisasikan sejumlah target salah satunya penambahan jumlah penumpang.

“Sebagai langkah awal, yang kami lakukan adalah melakukan presentasi langsung di depan Kementerian Perhubungan dan pihak terkait yang berwenang mengenai proyek ini. Salah satu yang kami sampaikan yaitu analisis dampak lingkungan (AMDAL)” kata General Manager PT AP I Bandara Adi Soemarmo Abdullah Usman di Solo, Senin (3/9/2018).

Proses selanjutnya yang harus dilakukan yaitu pembebasan lahan. Landas pacu tersebut akan dibangun di atas lahan seluas 43 hektare. “Harapannya proses berjalan dengan lancar. Target kami pembangunan selesai pada tahun 2020,” katanya.

Dengan makin panjangnya landas pacu, sambung dia seperti dilansir laman Antara, bandara tersebut dapat menampung pesawat sekelas Boeing 777. Dengan demikian, diharapkan pula makin banyak orang yang datang ke Kota Solo dan sekitarnya.

Saat ini jumlah penumpang yang melalui Bandara Adi Soemarmo sekitar 8.000 orang/hari. Pihaknya menargetkan dengan penambahan fasilitas tersebut jumlah penumpang bisa bertambah menjadi 22.000 orang/hari.

Selain memperpanjang landas pacu, saat ini pihaknya juga tengah menyelesaikan pembangunan stasiun bandara. Ia mengatakan pembangunan tersebut ditargetkan selesai tahun depan. “Saat ini tinggal atapnya yang masih dalam proses pengerjaan. Mudah-mudahan bisa selesai tepat waktu,” katanya.

Stasiun bandara tersebut nantinya menjadi salah satu pelengkap transportasi KA bandara yang menghubungkan antara Stasiun Balapan dan Yogyakarta. (EP)

Ketua DPR Prihatin Banyak Daerah Tak Penuhi Syarat Wisata Halal

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Ketua DPR Bambang Soesatyo prihatin destinasi wisata halal di DKI Jakarta, NTB, Sumatera Barat, Jawa Barat dan daerah lainnya di Indonesia belum sesuai yang digembar-gemborkan Kementerian Pariwisata (Kemenpar). Bahkan Kementerian yang dipimpin Arief Yahya dianggap gagal, karena wisata halal yang digadang-gadang menjadi pusat wisata halal belum sepenuhnya memenuhi syarat.

DPR mendorong pemerintah menggenjot destinasi wisata halal di tiap daerah. Pasalnya, hingga kini belum seluruhnya kawasan obyek wisata di tanah air memenuhi syarat sebagai destinasi wisata halal. Padahal, wisata halal di era sekarang ini trendnya meningkat seiring dengan melonjak wisatawan asal Timur Tengah.

“Ini kan sangat memprihatinkan. Banyak yang baru mencapai level wisata ramah muslim. Namun sayang belum memenuhi syarat sebagai destinasi wisata halal. Ini harus menjadi perhatian Kementerian Pariwisata (Kemenpar),” Lontar Ketua DPR RI dalam pesan singkat di Jakarta, Senin (03/09/2018).

Kemenpar, lanjut dia, segera melakukan langkah taktis dalam membangun kesadaran pasar (market awareness) wisata halal. Salah satunya, dengan menggandeng menggandeng pemerintah daerah, akademisi, pebisnis atau pelaku industri wisata, komunitas dan media (penta-helix).

Dilanjutkan, Kementerian Pariwisata yang dipimpin Arief Yahya harus membangun sinergi dengan unsur penta-helix. “Ini demi mengakselerasi pengembangan destinasi wisata halal di Indonesia, yang perlu mendapat perhatian khusus. Karena sya menilai wisata halal belum digarap serius,” tutur politisi Partai Golkar.

Selain itu, sambung dia, Kemenpar harus melakulan sinergi, bekerja sama membangun wisata halal dengan berbagai unsur seperti Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI), Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), serta pemda di seluruh daerah untuk melakukan sertifikasi bagi destinasi yang memenuhi sejumlah persyaratan sebagai wisata halal.

Langkah itu juga demi perlindungan bagi turis yang menginginkan rasa aman dan nyaman dari aspek syariah saat berpelesir di destinasi wisata halal di Indonesia, tandasnya serius.

“Mengingat sertifikasi halal berdampak pada peningkatan kualitas hotel ataupun restoran, sehingga mampu mendongkrak daya saing di tengah ketatnya persaingan bisnis wisata, baik perhotelan maupun restoran di Indonesia, serta dalam rangka mewujudkan Indonesia sebagai kawasan Taman Wisata Dunia yang memegang teguh prinsip halal,” ucapnya.

Ketua DPR mendesak Komisi X DPR agar memanggil Kemenpar, Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI), Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Pemerintah Daerah (Pemda) untuk melakukan langkah taktis dalam membangun kesadaran pasar (market awareness) wisata halal. (EP)

Nadine Chandrawinata Bagi Tips Foto Ciamik Under Water

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Selebriti Nadine Chandrawinata mengaku menemukan kedamaian sekaligus keindahan lain yang tidak biasa dengan hobinya: menyelam. Bahkan, saat menyelam atau diving dapat menjadi ajang pelariannya untuk mendapatkan ketenangan dan kebahagiaan. Apalagi ketika diving dimanfaatkan untuk mengabadikan panorama bawah laut yang menakjubkan.

Perempuan kelahiran Hanover Jerman 8 Mei 1984 memiliki koleksi foto bawah laut di beberapa spot diving di perairan Indonesia. Memang bagi kakak dari Marcell dan Mischa Chandrawinata ini, tak lengkap rasanya kalau belum berfoto dengan hasil maksimal jika pergi ke setiap destinasi wisata bawah laut.

Tak bisa dipungkiri, kini foto di bawah air menjadi trend, Instagramable dan Peraih Puteri Indonesia tahun 2005 mewakili DKI Jakarta membagikan tips cara berpose foto under water sehingga menghasilkan foto yang ciamik, cantik dan menarik.

“Sebelum foto bawah laut. Pertama harus memiliki sertifikat menyelam, gak bisa kita masuk, terus kita gak ngerti apa-apa. Udah paling minim banget mengetahui aktifitas menyelam itu apa,” papar Nadine Chandrawinata seperti dilansir laman Akurat.co, Ahad (02/09/2018).

Selain itu, lanjut jebolan STIKOM The London School of Public Relations, harus terus latihan diving. Jam terbang harus tinggi dan butuh sebuah keberanian dan kemauan untuk terus belajar diving. “Sama seperti naik sepeda, semua harus belajar. Saya pun belajar, Ini salah satu syarat agar bisa menghasilkan foto cantik didalam laut,” ujar wanita yang memiliki tinggi 1,75 meter.

“Setelah nyaman dengan diri sendiri, maka harus tahu dan mengenal alam didalam laut seperti apa?. Baru mulai untuk sekedar foto saja dulu di bawah laut. Memang butuh perjuangan ekstra sih,” saran Juara kedua untuk Budaya Nasional Terbaik dan Putri Persahabatan Miss Universe 2006,.

Istri Dimas Anggara ini tidak merekomendasikan latihan foto di kolam renang karena akan banyak kaporitnya yang akan membuat perih mata. Nah, untuk masuk ke bawah laut hendaknya belajar terlebih dulu tidak pakai kaca mata renang. Rasakan perih atau tidak, karena seharusnya Anda tidak akan merasakan perih, karena umumnya rasa perih mata akan ditemukan di permukaan laut saja.

Kalau di bawah laut, sambung Nadine, pasti sudah nyaman. Selain itu, diving itu kan kerja tim, bukan perorangan. karenanya harus percaya dengan tim. “Begitu juga ambil foto yang menarik pasti ada tim kan, entah yang motoin dan sebagainya,” paparnya.

Selain itu, pakaian untuk diving harus tahu lebih dulu baju apa yang dipakai. Misal, gak pake baju renang, tapi pakai gaun. Ya harus menguasai gaun tersebut, memanfaatkan gaun senyaman mungkin. “Kuncinya kalau sudah pede, nyaman, menguasai, baru jalan. Kita harus kenal banget juga sama rescue divers, karena dia yang kasih nafas kita,” tutupnya. (EP)

EXPLORE! eps.5: Menikmati Keistimewaan Kota Yogyakarta (Part 1)

this formate

EXPLORE! by bisniswisata.co.id
eps. 5. Menikmati Keistimewaan Kota Yogyakarta (Part 1)

Menjadi tempat kelahiran dari Ayah saya, Kota Yogyakarta memiliki kenangan tersendiri bagi saya. Kota yang pernah menjadi Ibukota Indonesia pada tahun 1946 ini selalu menawarkan hal baru untuk dinikmati, hal tersebut dan lainnya membawa saya untuk kembali ke Yogyakarta.

Perjalanan saya diawali dengan mengunjungi obyek wisata yang terbilang cukup baru yakni Taman Glugut. Obyek wisata yang baru saja dibuka pada bulan Januari 2018 ini menghadirkan berbagai spot foto yang ‘instagrammable’ dan sangat digemari bagi anak muda yang memiliki hobi berselfie ria.

Ditemani dengan Annelis Putri, kerabat dekat saya yang hobby melancong. Kami melanjutkan perjalanan untuk berbelanja pernak-pernik yang ciamik dan oleh-oleh khas Yogyakarta di Jalan Malioboro.

Jalan Malioboro sangat terkenal dengan para pedagang kaki lima yang menjajakan kerajinan khas Jogja dan warung-warung lesehan di malam hari yang menjual makanan gudeg Jogja serta terkenal sebagai tempat berkumpulnya para seniman yang sering mengekpresikan kemampuan mereka seperti bermain musik, melukis, hapening art, pantomim, dan lain-lain di sepanjang jalan ini.

Rasa lapar yang melanda memaksa saya untuk pergi mencari panganan khas Yogyakarta sambil menikmati pemandangan di Alun-Alun Kidul dan ‘mengganjal’ perut dengan hangatnya susu coklat dan ‘Sego Kucing’.

Yuk Gali Pengalaman Di Voyager of the Seas, Mulai September 2018 – Juni 2019

this formate

Dek terbuka Voyager of the Seas dengan FlowRider dilengkapi dengan lapangan olah raga yang luas.

JAKARTA, bisniswisata.co.id:  Kapal pesiar Voyager of the Seas dari Royal Caribbean Cruises menawarkan pengalaman berwisata dengan kapal pesiar yang unik, keberangkatan dari Singapura, kata Andi S Indana, Marketing Manager PT Multi Alam Bahari Internasional, wakil pemasaran kapal pesiar itu di Indonesia,  hari ini.

“ Kapal Voyager of the Seas untuk kawasan Asia Tenggara beroperasi dari September 2018 hingga Juni 2019, dengan lebih dari 70 pelayaran untuk tiga hingga tujuh malam, berangkat dari Singapura, tambahnya.

Pilihan bagi keluarga Indonesia maupun kalangan perusahaan korporat adalah pesiar selama  4 malam ke Penang dan Phuket – pilihan jadwal antara Maret hingga Juni 2019.

Paket pesiar lainnya berlayar selama 5 malam ke Bangkok (Laem Chabang), menginap semalam – jadwal tanggal 28 Januari 2019. Lalu ada tawaran pesiar selama 7 malam ke Kuala Lumpur (Port Klang), Penang, Langkawi, dan Phuket (menginap semalam) – pilihan jadwal antara 7 Januari hingga 4 Maret 2019.

“Paket-paket ini diharapkan dapat menarik wisatawan dari wilayah Asia Tenggara termasuk dari Indonesia karena Voyager of the Seas merupakan kapal pesiar yang terbesar dan paling inovatif di kawasan ini, dengan ketinggian 15 dek dapat membawa lebih dari 4.200 penumpang,” tambah Andi

Beragam aktivitas di kapal pesiar Voyage if the seas

Dia menjelaskan bahwa Royal Caribbean International adalah Perusahaan kapal pesiar yang telah memenangkan banyak penghargaan di seluruh dunia, dengan warisan 49 tahun berkarya dengan inovasi dan selalu menjadi yang “pertama” yang belum pernah ada sebelumnya di lautan.

Di dalamnya tersedia beragam fasilitas termasuk hiburan Broadway-style yang memukau dan program hiburan yang cocok untuk keluarga dan wisata berpetualang. Di atas kapal, tamu akan dilayani dengan staff yang ramah dan memiliki etos kerja pelayanan terbaik.

Perusahaan ini memiliki 25 kapal paling inovatif di dunia yang mengunjungi destinasi-destinasi populer di Bermuda dan Karibia, Eropa, Kanada dan New England, Alaska, Amerika Selatan, Asia, Australia dan Selandia Baru.

Keunikan lainnya adalah adanya  Royal Promenade, sebuah boulevard dengan deretan butik-butik duty-free; lapangan olah raga berukuran sangat luas dengan simulator selancar FlowRider, dinding panjat tebing dan lapangan mini golf  arena ice-skating; dan film 3D.

“Untuk menikmati semua ini sudah termasuk dalam tarif pelayaran. Berbagai pilihan untuk bersantap tersedia diatas kapal termasuk ruang makan utama dan restoran prasmanan Windjammer Cafe serta Café Promenade buka 24 jam dan semuanya juga gratis “ kata Andi sambil menambahkan ada 20 restoran di atas kapal.

Interior kapal Symphony of the sea

Pihaknya juga memperkenalkan Symphony of the Seas di Karibia yang diluncurkan awal tahun ini, menawarkan pelayaran ke wilayah Timur dan wilayah Barat Karibia dari Miami.

“Pilihannya pesiar selama 4 malam ke Cozumel – jadwal tanggal 9 November 2018. Pesiar 7 malam ke Wilayah Timur Caribbean ke Basseterre, Charlotte Amalie dan Nassau – pilihan jadwal antaraJanuari hingga April 2019,”

Paket  7 malam ke Wilayah Barat Caribbean ke Roatan, Puerto Costa Maya, Cozumel dan Perfect Day di CocoCay – pilihan jadwal dari bulan Mei 2019. Pulau CocoCay hanya bisa diakses oleh penumpang kapal ini, jelasnya.

“ Jadi tahun depan  rangkaian program perjalanan Symphony of the Seas di Karibia akan mencakup Hari yang sempurna di CocoCay, Bahama, destinasi pulau pribadi pertama di Karibia khusus bagi penumpang kapal ini saja. Kapal langsung merapat ke CocoCay,” ujar Andi.

Kapal pesiar Oasis Class merupakan generasi baru dari Symphony of the Seas, setinggi 18 dek, dengan kapasitas dapat membawa 6.700 penumpang dan menawarkan kumpulan aktivitas dan pengalaman revolusioner.

Fitur  ini termasuk Ultimate Abyss, slide tertinggi diatas laut, terjun dramatis 100 kaki; slide air Perfect Storm multi-level; 30 layar TV yang menakjubkan di Boardwalk yang menampilkan permainan dari seluruh dunia; ruang TV bioskop bergaya 3D dan seluncur anak di Ultimate Family Suite terbaru.