Komunitas Bersih-bersih Sampah Jangan Hanya Simbolik

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Aksi komunitas bersih-bersih sampah, terutama di kawasan destinasi wisata, hendaknya tidak sekadar menjadi simbol. Lebih dari itu, kegiatan yang merupakan bagian dari World Cleanup Day tersebut, diharapkan bisa menjadi momentum untuk menggugah kesadaran masyarakat (awarenness) maupun komunitas.

“Karena hanya dengan kesadaran, persoalan sampah bisa teratasi. Tak kalah penting, tindak lanjut dari kegiatan bersih-bersih sampah itu sendiri,” kata Juru Kampanye Urban Greenpeace Indonesia Muharram Atha Rasyadi di Jakarta, Sabtu (22/09/2018).

Dari sisi komunitas maupun masyarakat, hendaknya semakin sadar bahaya sampah sehingga mereka bisa mengubah perilaku. “Sedangkan dari sisi perusahaan berinovasi agar bisnis yang dijalankan menjadi lebih bersih, terutama untuk meminimalisasi produk-produk berkemasan yang sulit terurai,” jelas Atha.

Meski demikian, Atha tetap memberikan apresiasi kepada semua pihak yang turut berperan serta dalam kegiatan itu. Juga berharap, melalui kegiatan bersih-bersih sampah di kawasan obyek wisata seperti pantai, taman rekresiasi, gunung, goa hingga obyek wisata di bawah laut. “Jadi kita apresiasi kepada semua pihak, termasuk perusahaan dan berbagai komunitas,” lanjutnya.

Menurut Atha seperti dilansir laman MediaIndonesia, aksi bersih-bersih sampah yang dilakukan berbagai elemen akhir pekan lalu merupakan bagian dari aksi global yang dilakukan di seluruh negara di dunia. Kegiatan ini sangat penting, karena realitanya, saat ini wilayah pesisir, sungai, dan perkotaan sudah tercemari sampah, terutama sampah plastik.

Meski banyak pihak melakukan pada tanggal 15 September, Atha berharap bahwa kegiatan ini bisa dilakukan selama satu bulan dan menjadikan bulan September sebagai bulan cleanup.

Akhir pekan lalu, seluruh aktivis, relawan, dan berbagai pihak yang peduli lingkungan melakukan aksi bersih-bersih memungut sampah. Aksi dilakukan terkait World Cleanup Day yang merupakan aksi sosial global dengan tujuan memerangi masalah sampah global. (EP)

ACI Pilih Bandara Solo Jadi Proyek Percontohan Dunia

this formate

HONG KONG, bisniswisata.co.id: Airport Council International (ACI), Organisasi Bandar Udara Internasional memilih Bandara Adi Sumarmo, Solo, Jawa Tengah, sebagai proyek percontohan untuk pengembangan bandara ramah lingkungan di dunia. Tim ACI telah meninjau Bandara Adi Sumarmo pada akhir Agustus 2018 untuk menjadikan bandara Solo ini sebagai proyek percontohan program Airport Excellence (APEX).

ACI, organisasi terkemuka yang mengatur mengenai bandara di dunia, sebelumnya hanya memiliki standardisasi praktik terbaik melalui APEX untuk bidang keamanan dan keselamatan. Pada 2018, ACI sedang menyusun APEX untuk program lingkungan dan memilih Bandara Adi Sumarmo sebagai proyek percontohan pertama di Asia Pasifik, dan kedua di dunia selain bandara di Ekuador.

“Saat ACI datang ke Solo, kami selayaknya mendapatkan konsultasi. Apa yang belum kami terapkan dan apa yang sudah kami terapkan. Apa juga sudah advance (lebih dulu) kami terapkan. ACI dapat masukan dari pengembangan Bandara Adi Sumarno,” kata Direktur Pelayanan dan Pemasaran PT Angkasa Pura I Devi W Suradji di kantor ACI Asia Pasific, Hong Kong, seperti dilansir laman Antara, Sabtu (22/09/2018).

Saat ini, AP I sedang menunggu hasil lengkap rekomendasi dari ACI untuk pengembangan bandara ramah lingkungan. Evaluasi sudah dijalankan selama tujuh hari. “Kami sedang menunggu rekomendasi dari mereka,” jelas Devi.

Devi menuturkan upaya pengembangan bandara menjadi infrastruktur yang ramah lingkingan sedang menjadi topik utama industri penerbangan dunia. Ia menjelaskan tidak mudah untuk menerapkan bandara yang ramah lingkungan. Salah satu hal paling mendasar adalah karena bahan bakar pesawat yang menggunakan avtur. Bahan bakar ini memiliki kandungan karbon yang tinggi.

Meski demikian, pengembangan bandara menjadi lokasi yang ramah lingkungan harus terus dilakukan. AP I yang mengelola 13 bandara di kawasan tengah dan timur Indonesia juga berencana untuk mengembangkan prinsip ramah lingkungan dalam pembangunan dan pengembangan bandara.

Di dunia, berbagai otoritas sedang menyusun solusi untuk menangani dampak buruk kegiatan bandara pada lingkungan, seperti emisi karbon yang tinggi, polusi suara hingga sampah dan air. “Bandara yang nampak bersih belum tentu ramah lingkungan, bandara yang nampak hijau juga belum tentu berkelanjutan (suistanable),” ujar Devi.

AP I juga berjanji akan lebih aktif di dalam Komite Lingkungan ACI agar mampu turut menyusun kebijakan mengenai bandara yang ramah lingkungan.

Kepala Bidang Teknik dan Industri ACI Asia Pasifik S.L Wong, dalam pertemuan dengan para jurnalis, menekankan mengenai pentingnya penyelenggaraan bandara yang mampu mengurangi dampak buruk terhadap lingkungan.

“Untuk menerapkan bandara ramah lingkungan dapat diupayakan dengan pengurangan emisi karbon dengan memanfaatkan energi ramah lingkungan dan terbarukan, dan pengelolaan tumbuhan di sekitar bandara,” ujar Wong. (EP)

Menikmati Liburan Akhir Pekan di Kota Solo

this formate

SOLO, bisniswisata.co.id: Sejumlah kegiatan kesenian serta pameran akan digelar di Kota Solo pada akhir pekan ini. Jika anda tengah berada di Surakarta, beberapa agenda berikut bisa mengisi liburan murah meriah dan mengesankan. Tentunya, anda juga bisa menikmati acara itu sembari menjelajahi beragam kuliner tradisional yang menjadi daya tarik Kota Solo. Demikian dilansir laman Tempo, Sabtu (22/9/2018):

1. Pameran Perhubungan

Pameran ini digelar dalam rangka peringatan Hari Perhubungan Nasional 2018 di Balai Kota Surakarta selama tiga hari pada Sabtu-Senin, 22-24 September 2018. Kegiatan ini baru pertama kalinya digelar di kota itu. Acara itu diikuti oleh 25 peserta perwakilan dari instansi pemerintah, institusi pendidikan, perusahaan, hingga komunitas yang terkait dengan dunia perhubungan. Beberapa perusahaan karoseri juga akan memamerkan produk bus terbarunya. Ketua panitia penyelenggara, Taufiq Muhammad mengatakan panitia menyiagakan dua armada bus doubledecker alias bus tingkat wisata yang dimiliki oleh Pemkot Surakarta. “Masyarakat bisa berkeliling kota dengan gratis,” katanya.

2. Solo Pet Expo 2018

Para wisatawan yang juga penggemar satwa perlu untuk menyaksikan acara yang digelar oleh Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan PErikanan Kota Surakarta ini. Kegiatan itu digelar di pusat belanja Solo Paragon, Ahad, 23 September 2018. “Kami mengajak masyarakat untuk semakin memperhatikan kesejahteraan hewan peliharaan,” kata Kepala Dinas Pertanian Surakarta, Wenny Ekayanti. Perawatan terhadap hewan peliharaan akan diapresiasi melalui serangkaian kontes untuk anjing dan kucing. Dalam pameran itu, pengunjung juga akan disuguhi dengan keindahan beragam jenis ikan guppy. Kontes ikan yang memiliki nama latin Poecilia reticulata itu akan diikuti oleh peserta dari berbagai kota.

3. Sendratari Ramayana Balekambang

Sendratari Ramayana digelar secara rutin sejak 2012 silam. Tarian yang membawakan kisah-kisah dalam cerita Ramayana ini digelar di panggung terbuka Taman Balekambang Solo. Pada bulan ini, penyaji akan membawakan cerita mengenai Kumbakarna Senopati yang akan digelar Jum’at malam 21 September 2018. Kesenian tradisional itu bisa dinikmati secara gratis oleh wisatawan.

4. Wayang Orang Sriwedari

Wayang orang merupakan sebuah pertunjukan yang memadukan berbagai cabang seni, seperti tari, sastra, karawitan hingga olah vokal. Semuanya terangkum dalam sebuah tarian yang membawakan cerita Mahabharata maupun Ramayana. Wayang Orang Sriwedari yang sudah berusia lebih dari seabad itu pentas setiap hari, kecuali Minggu. Pada Sabtu, 22 September 2018, mereka akan membawakan kisah Sembadra-Srikandi Kembar. Wisatawan bisa menyaksikan tontonan klasik itu dengan tiket masuk yang dijual seharga Rp 5 ribu hingga Rp 10 ribu. (EP)

Turis Korsel Hilang di Gili Trawangan, Pencarian Dihentikan

this formate

GILI TRAWANGAN, bisniswisata.co.id: Tim pencarian dan pertolongan (SAR) gabungan menghentikan pencarian terhadap wisatawan asal Korea Selatan (Korsel) bernama Park Ji Su yang hilang saat snorkeling di perairan laut Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, Rabu (12/9/2018).

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Mataram, I Nyoman Sidakarya, mengatakan pencarian telah dilakukan selama 10 hari, namun titik terang tanda-tanda keberadaan korban tidak berhasil ditemukan. “Sesuai hasil koordinasi dengan pihak Kedutaan Besar Korsel yang berada di Jakarta, kami menghentikan pencarian dan dilanjutkan dengan pemantauan,” katanya, sebagaimana dikutip Antara, Sabtu (22/09/2018).

Upaya pencarian dilakukan dengan menyisir daratan dan perairan laut hingga penyelaman di sekitar lokasi kejadian. Tim SAR gabungan yang terlibat melakukan pencarian berasal dari anggota Kantor Pencarian dan Pertolongan Mataram, klub penyelam dan nelayan setempat.

Sidakarya menyatakan, pihaknya sudah memaksimalkan upaya pencarian dengan menambah jumlah personel dan perahu karet serta mengerahkan alat utama, yaitu kapal Rescue Boat 220 Mataram, pada hari ke-8 setelah kejadian.

“Kami juga memperluas area pencarian di sekitar Gili trawangan, Gili Meno, dan Gili Air. Namun, hingga masa perpanjangan dan upaya pencarian berakhir, Park Ji Su tidak berhasil ditemukan,” tandasnya.

Diakui, sebenarnya pencarian maksimal selama tujuh hari sejak laporan kejadian. Namun berdasarkan hasil koordinasi dan permintaan dari Kedutaan Besar Korea Selatan, dan pihak keluarga sehingga diperpanjang sampai tiga hari kedepan.

Memasuki hari ke-8 upaya pencarian, lanjut dia, tim Kantor SAR Mataram mengerahkan alat utama berupa dua unit perahu karet (rubber boat) dan kapal dari TNI Angkatan Laut. Selain itu, berkoordinasi dengan klub-klub penyelam dan nelayan yang berlayar di sekitar perairan Gili Trawangan, untuk membantu upaya pencarian sambil menangkap ikan.

“Kami meminta masyarakat maupun instansi terkait untuk menghubungi kantor Basarnas Mataram di (0370) 633253 atau emergency call 115 jika menerima informasi tentang keberadaan korban,” harapnya.

Park Ji Su (22), dilaporkan hilang tenggelam bersama teman prianya bernama Seo Hyeong Do (18), ketika melakukan snorkeling di perairan Gili Trawangan, pada Rabu (12/9), sekitar pukul 16.00 WITA. Sekitar setengah jam kemudian Seo Hyeong Do, ditemukan tidak bernyawa di pesisir pantai tanpa menggunakan pelampung dan fin. Sementara Park Ji Su hilang. (EP)

Wot Batu, Mahakarya Seni Jadi Destinasi Wisata

this formate

BANDUNG, bisniswisata.co.id: Destinasi wisata Bandung Jawa Barat tak pernah mati kreasi, inovasi dan selalu ada yang unik dan menarik untuk dikunjungi. Salah satunya destinasi Wot Batu. Obyek wisata di Jalan Bukit Pakar Timur Bandung ini, merupakan galeri berbentuk taman terbuka berisikan bangunan-bangunan batu. Galeri ini merupakan karya seniman, Sunaryo.

Sunaryo membangun sebuah mahakarya seni dari 135 + 1 batu vulkanik yang sebagian besar berasal dari pegunungan di Bandung dan sekitarnya. Bahkan, bebatuan besar dan kecil bukan hanya dari Indonesia. Beberapa diantaranya juga datang dari India, Italia, dan Arab Saudi. Sebagian batu itu harus menempuh perjalanan yang tidak selalu mulus. Penuh liku-liku.

Dikutip Travelingyuk, setiap bangunan batu memiliki makna dan penempatan setiap bangunan batu dirancang sedemikian rupa sehingga kepingan-kepingan makna tersebut menjadi sebuah cerita. Cerita ini bisa dimuali dari awal memasuki gerbang taman dan terhenti saat mendekati pintu keluar area taman.

Batu Gerbang merupakan batu pertama yang akan menyambut wisatawan di pintu masuk. Di sini terdapat tonjolan yang dihaluskan menyerupai bentuk tangan manusia. Sebelum memasuki taman, wisatawan disarankan menyentuh tonjolan batu tersebut yang menandakan sedang bersalaman dengan pemilik batu. Terdapat kurang lebih 10 bangunan batu di galeri ini, antara lain yang menjadi ikon Wot Batu adalah bangunan bernama Batu Air yang didirikan di atas sebuah kolam.

Letaknya bagian ujung taman dan tepian bukit yang menghadap langsung ke lembah di bawahnya. Refleksi batu pada kolam dirancang seolah tak berujung, melambangkan dunia setelah kehidupan yang tak berbatas dan tak tergapai oleh nalar.

Di sebelah kiri batu air, terdapat tangga yang mengarahkan kita ke ruang bawah tanah tempat didirikannya Batu Ruang. Di ruangan ini kita dapat melihat tayangan audiovisual proses pembentukan bumi. Karya tersebut diproyeksikan di atas permukaan sebuah batu.

Di area taman ini juga terdapat sebuah Mushalla yang dapat digunakan untuk beribadah. Uniknya, dari bangunan ini adalah di lempengan kaca yang menandakan arah kiblat juga terdapat kepingan batu yang berasal dari Gua Hira Mekah serta bagian bawah kepingan batu terukir Surat Al-Fatihaah.

Tepat sebelum pintu keluar, terdapat aula yang dinamakan Bale Batu yang dapat digunakan untuk beristirahat sejenak setelah mengelilingi Wot Batu sambil menikmati segarnya teh tosella. Bale Batu juga menawarkan video pembuatan Wot Batu yang memakan waktu kurang lebih tiga tahun.

Sunaryo yang mendirikan Wot Batu mengatakan, mimpinya semula ingin menghadirkan bebatuan lempeng bumi dari India yang meandungndesak masuk ke Indonesia. Maunya diwakili batu dari Aceh sampai Indonesia Timur. Namun karena terpepet waktu pendirian tempat, ia akhirnya fokus pada batu asal daerah di Jawa Barat.

Wot Batu yang dibangun pada 2015 dan dibuka untuk umum sejak 2016, menjadi monumen dengan aneka batu dan ukurannya. Batu yang menonjol berukuran besar hingga seluas kasur dan ada yang menjulang. Beratnya mencapai ukuran ton.

Sunaryo mengatakan, batuan besar itu ia peroleh dari daerah pegunungan di Cianjur, Sukabumi, dan Padalarang, juga Tasikmalaya di Jawa Barat dekat Gunung Galunggung. Ada pula batu besar dari Jawa Timur dan Bali. Sementara batuan pemberian temannya ada yang berasal dari India serta Italia yang merupakan fosil tanaman. “Itu digantung pada tembok,” katanya.

Sebongkah batu sekepalan tangan berwarna hitam, dipungut Sunaryo dari depan Gua Hira di Arab Saudi ketika ibadah ke Tanah Suci. Batu itu ditempatkan di musala. Proses mendatangkan batuan besar dari berbagai daerah kadang waktunya tidak sesuai pesanan. Penjual batu dari Padalarang juga Jawa Timur misalnya, waktunya molor hingga berminggu-minggu karena proses pengambilan batunya sulit.

Bahkan di tengah jalan, hambatan seperti mogok dan kendaraan rusak terjadi. Sampai di Bandung pun, masih ada kendala teknis untuk menurunkan batu. Kadang beberapa besi penopang patah, hingga terjadi adu mulut antar pekerja soal cara menurunkan batu besar. “Setelah tiga hari baru bisa turun,” kata Sunaryo seperti dikutip laman Tempo.

Cara lain ada yang menggunakan alat berat selain manual, pun pemasangannya. Sekitar 50 orang pekerja terlibat dalam pendirian Wot Batu. Pengunjung bisa menyaksikan upaya proses pembangunannya di rekaman video dokumenter di ruang Bale Batu.

Christine Toelle, Program Associate di Wot Batu mengatakan, area yang direkomendasikan bagi pengunjung adalah karya Batu Merenung yang dikhususkan sebagai tempat kontemplasi. “Juga area Batu Air yang menyajikan pemandangan alam sebagai bahan refleksi,” katanya. (EP)

Tangga Lagu Billboard AS: Anggun Kembali Raih Sukses

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Anggun (44) termasuk salah satu dari sedikit penyanyi Indonesia yang sering meraih prestasi internasional. Yang terbaru, lagu Anggun kembali masuk tangga lagu Billboard di Amerika Serikat (AS).

Juri The Voice Indonesia, Asias Got Talent dan juara World Music Award baru saja merilis lagu terbarunya yang bertajuk The Good Is Back. Lagu ini di remix oleh produser DJ ternama seperti Offer Nissim, khususnya untuk Amerika. Usai single What We Remember, ini merupakan lagu kedua yang diambil dari albumnya “8” yang mendapatkan kehormatan untuk masuk ke jajaran tangga lagu bergengsi Billboard di AS.

Pencapaian ini merupakan posisi chart Billboard ke-6 untuk Anggun, sebuah pencapaian yang memecahkan rekor bagi setiap artis kelahiran Indonesia sepanjang sejarah. “Sejujurnya, saya tidak mengharapkan lagu tersebut dapat masuk ke tangga lagu Billboard di Amerika begitu cepat karena versi AS nya bahkan belum di luncurkan”, ujar Anggun, dalam keterangan tertulis, Sabtu (22/09/2018).

“Tim promosi AS mengirimi saya pesan bahwa versi remix dari lagu tersebut telah banyak diputar bahkan sebelum secara resmi diluncurkan. Saya sangat bersyukur melihat musik saya mendapatkan eksposur di seluruh dunia,” sambung ibu satu anak Kirana Cipta Montana.

Setelah penampilannya yang sangat memukau di acara pembukaan Asian Games 2018 di Jakarta, Anggun terus sibuk dengan rekaman The Voice Indonesia dan Asia’s Got Talent season 3 dan mengejar karir Internasionalnya di seluruh Eropa, lontar penyanyi bergenre Pop, rock dan urban world

“Saya tidak melihat siang hari lagi, tetapi saya tidak mengeluh. Ini merupakan kesempatan besar bagi saya mengerjakan apa yang saya sukai dan terhubung dengan publik dan penggemar saya,” tandas Anggun dengan rendah hati. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Liburan di Bandung, Jangan Lupa Ada Agenda Acara Menarik

this formate

BANDUNG, bisniswisata.co.id: Beragam acara seni dan budaya menghidupkan akhir pekan ini di Bandung, 22-23 September 2018. Di kawasan Dago berlangsung tiga pameran karya seni rupa. Sementara Bandung Philharmonic menyiapkan konser orkestra. Mengarah ke selatan di Jalan Kopo, ada festival makanan dan musik tiap pekan. Demikian dilansir laman Tempo, Sabtu (22/09/2018):

1. Konser Orkestra Philharmonic, Hilton Hotel

Kelompok orkestra dari Bandung ini akan mempersembahkan konser bertajuk Legenda di Hilton Hotel Bandung, Minggu, 23 September 2018 mulai pukul 19.00 WIB. Bersama konduktor Robert Nordling dan pemain biola Michael Hall, mereka akan memainkan repertoar Overtur Tragis, Op.81 (Johannes Brahms), kemudian Totentanz, Puisi Simfonik untuk Solo Piano dan Orkestra (Franz Liszt) bersama pianis Aryo Wicaksono. Lalu ada komposisi lagu Ngasirah (Marisa Sharon Hartanto) serta Simfoni no. 5 dalam C minor (Beethoven).

2. Pameran tunggal perupa Sunaryo, Selasar Sunaryo
Pameran tunggal berjudul Lawangkala ini diglear terkait 20 Tahun Selasar Sunaryo Art Space. Pameran berlangsung 16 September – 23 December 2018 dikuratori oleh Agung Hujatnikajennong. Selain instalasi lorong bambu dan lukisan karya Sunaryo, tampil juga karya 20 seniman di Bale Tonggoh Selasar Sunaryo Art Space mulai 16 September – 4 November 2018.

3. Pameran Tunggal Septian Harriyoga, Wot Batu

Pameran berjudul Circle ini dikurasi oleh Asmudjo J. Irianto, berlangsung 7 September-7 Oktober 2018. Bertempat di Wot Batu Jalan Bukit Pakar Timur No. 98 #1, Ciburial, Bandung, pameran dibuka Selasa – Minggu dari pukul 10.00 – 18.00 WIB. Tur karya bersama seniman dan kurator pada Sabtu, 22 September 2018.

4. Pameran Shifting oleh 3 Seniman, Galeri Orbital

Di Galeri Orbital Dago Jalan Rancakendal Luhur Nomor 7, Bandung, ada pameran bersama dengan judul Shifting. Berlangsung sejak 14 September hingga 12 Oktober 2018, pameran dibuka Selasa-Minggu mulai pukul 9 pagi hingga 9 malam. Menghadirkan karya tiga seniman yaitu Andy Dewantoro, Erik Pauhrizi, dan Joko Avianto, mereka menampilkan karya-karya dalam fase pencarian untuk membuka dan menemukan hal baru di masa depan.

5. Bamboo Festival, Main Atrium

Festival Citylink mengelar Bamboo Festival di Main Atrium, Jalan Peta nomor 241. Beberapa progam acaranya seperti edukasi bambu, festival musik bambu, dan workshop bambu. Acara berlangsung 10 hingga 30 September 2018 dengan beragam acara setiap hari.

6. Kopo Culinary & Music Festival

Setiap akhir pekan di Miko Mall Jalan Kopo dihelat acara Kopo Culinary & Music Festival yang berlangsung sejak Februari hingga Desember 2018. Beragam kegiatan mengiringi suasana santai berkuliner di tempat itu pentas musik, sulap, disc jockey, kelas memasak, fotografi makanan, bazar makanan, festival kopi, hingga pameran produk halal. (EP)

Batik Indonesia Tembus Yunani

this formate

ATHENA, bisniswisata.co.id: Produk batik Indonesia mulai menembus pasar Yunani melalui keikutsertaan dalam The 83rd Thessaloniki International Fair (TIF) di Helexpo Thessaloniki, Athena, yang berlangsung pertengahan September 2018. TIF merupakan pameran terbesar di Yunani dan paling penting di Eropa Tenggara untuk semua bidang bisnis.

Duta Besar RI untuk Yunani, Ferry Adamhar menjelaskan, keikutsertaan Indonesia dalam pameran internasioan tersebut menjadi ajang untuk memperkenalkan produk nusantara, khususnya batik yang telah diakui UNESCO pada 2009 sebagai Intangible Cultural Heritage of Humanity.

“Perkenalan produk Indonesia tidak hanya untuk kalangan pebisnis atau masyarakat Yunani, namun juga kepada warga negara asing yang mengikuti pameran tersebut,” kata Ferry dalam keterangan resminya, Jumat (21/9/2018).

TIF 2018 diikuti beberapa negara, seperti Siprus, India, Portugal, Bulgaria, Polandia, Luksemburg, Iran, Rumania, Rusia, Taiwan, Vietnam, Uzbekistan, Turki, Former Yugoslav Republic of Macedonia (FYROM), Bangladesh, Indonesia, Tiongkok, Mesir, Italia, dan Bulgaria. Portugal, Uzbekistan, dan Bangladesh menjadi negara yang berpartisipasi pertama kalinya dalam pameran tersebut.

Amerika Serikat sebagai negara kehormatan 2018 membawa 60 perusahaan besar, di antaranya Facebook, Google, Intel, HP, Oracle, Microsoft, Lockheed Martin, serta menjadi negara dengan pavilion terbesar di the 83rd TIF, disusul dengan India (negara kehormatan 2019), dilanjutkan dengan Tiongkok, negara kehormatan tahun lalu.

“Kehadiran Indonesia dalam setiap pameran bertujuan memberi kesempatan kepada pengusaha kita untuk memperkenalkan produknya dan mencari peluang bisnis di luar negeri yang pada akhirnya akan berdampak positif pada perekonomian Indonesia,” lontar seperti dilansir laman Wartaekonomi.com

Dalam pameran ini, Indonesia diwakili Batik Dara Baro dan PT Tunas Baru Lampung Tbk pada pameran tersebut. “Di tengah kondisi perekonomian global yang kurang baik, keduanya berani mengambil tantangan dan tetap optimistis untuk dapat menembus pasar Yunani,” ujar dia.

Pemilik Batik Dara Baro, Dimita Agustin Jacob mengatakan, keikutsertaan dalam pameran TIF 2018 menjadi kesempatan yang baik untuk bertemu mitra bisnis dengan harapan dapat menembus pasar Yunani. Sementara Tunas Baru Lampung mengirimkan contoh palm oil untuk dipamerkan pada kegiatan tersebut.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, nilai perdagangan Indonesia dan Yunani pada 2017 mencapai US$280,93 juta, dengan ekspor US$181,48 juta, dan impor US$ 99,45 juta. Komoditas ekspor utama Indonesia ke Yunani adalah kelapa sawit, kertas, alas kaki, palm kernel, dan cerutu. Sementara produk yang paling banyak diimpor dari Yunani ke Indonesia ialah kapas, kertas bekas, tinta cetak, tembakau, dan teropong. (EP)

Ditargetkan 200.000 Turis, Sulut Benahi Pariwisata

this formate

MANADO, bisniswisata.co.id: Pariwisata menjadi sektor primadona di Sulawesi Utara (Sulut). Terbukti dengan target kunjungan wisatawan mancanegara pada tahun 2019 ditetapkan sebesar 200.000 turis asing. Untuk mencapai target itu, Sulut semakin serius membenahi pariwisata. Ada empat hal yang harus dibenahi yakni infrastruktur, siapkan Sumber Daya Manusia (SDM) hadapi revolusi industri 4.0, keamanan dan perbanyak event.

“Gubernur Sulut memberikan perhatian dalam dunia pariwisata lewat anggaran di tahun 2019 sebesar 200 miliar untuk pembangunan infrastrukur pariwisata dan semua akan optimal bila sinergitas dengan kabupaten/ kota dilakukan,” ungkap Wakil Gubernur Sulawesi Utara Steven Kandouw seperti dikutip Bisnis.wom, Jumat (21/9/2018).

Kedua, lanjut dia, menyiapkan revolusi industri generasi 4.0. Karenanya diharapkan para pelaku pariwisata di Sulut dapat memanfaatkan media sosial dan teknologi dalam mempromosikan produk dan destinasi pariwisata. Pasalnya, saat ini mayoritas para pelancongmelakukan pemesanan paket wisata melalui dunia maya.

Ketiga, terkait masalah keamanan di desa-desa wisata. Hal ini mencakup ketersediaan lahan parkir, alat kebakaran di hotel, higienitas makanan, kebersihan, serta keamanan transportasi laut. “Kapal-kapal wisata kita harus pakai live jaket, kapalnya harus bermesin ganda serta alat komunikasi kalau tidak memenuhi standar keamanan izinnya harus dicabut karena ini menyangkut nyawa manusia,” ujarnya.

Keempat, memperbanyak acara atau adanya kalender tahunanan yang harus dipersiapkan dari sekarang oleh pemerintah kabupaten/kota. Pasalnya, kalender acara menjadi salah satu daya tarik wisatawan mancanegara untuk berwisata ke Sulut.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut, jumlah wisatawan mancanegara (Wisman) yang datang ke Sulawesi Utara melalui pintu masuk bandara Sam Ratulangi bulan Juli 2018 sebanyak 11.875 orang atau meningkat sebesar 17,49% dibanding bulan Juni 2018 yang mencapai 10.107 orang.

Jumlah tersebut meningkat 62,56% bila dibandingkan dengan kunjungan wisman pada periode yang sama tahun lalu, atau sebanyak 7.305 orang. Wisman di Sulut didominasi oleh warga China sebanyak 10.324 orang (86,94%), diikuti oleh Jerman 200 orang (1,68%), Hongkong 191 orang (1,61%).

Secara kumulatif, jumlah wisman yang berkunjung ke Sulut hingga Juli 2018 mencapai 71.000 orang. Angka ini meningkat dibandingkan jumlah wisatawan mancanegara pada bulan yang sama di Tahun 2017 yaitu 41.478 orang.

Sulut memiliki panjang garis pantai kurang lebih 1.837 Km, memiliki tempat yang terkenal, di antaranya Bunaken merupakan kawasan yang meliputi lima pulau dan daratan pesisir utara dan selatan yang memiliki beragam keunikan, seperti lokasi selam, hutan bakau, dugong, burung, pulau ular, pendakian gunung, dan pantai pasir putih serta kuliner.

Selain itu, Lembeh berada di lokasi selam dan pantai serta pelabuhan samudera, Mahangetang yakni gunung api bawah laut dan lokasi selam serta pantai. Sepanjang pantai utara dan selatan daratan Sulut memiliki pantai indah, baik pasir putih maupun hitam.

Hingga kini masih menyimpan banyak potensi Tempat Wisata bahari tersembunyi. Selain beragam Tempat Wisata budaya yang sudah tidak diragukan lagi keaneka ragamannya, Sulawesi Utara juga memiliki Tempat Wisata alam berupa Pulau yang keindahannya tak bisa ditemukan di tempat lain. Wisata bahari pulau antara lain:

#. Pulau Lembeh

Pulau Lembeh, destinasi Wisata yang dicari pecinta diving dan snorkling karena keindahan wisata bawah lautnya. Pulau terletak di Kota Bitung ini dipisahkan daratan utama Pulau Sulawesi oleh Selat Lembeh. Pesona Pulau Lembeh diberi nama Bastianos Diving Resort, karena keindahan pesona alam bawah laut yang mengagumkan yang tak kalah dari Raja Ampat. Diving Resort di Pulau Lembeh sejak 2006, yang miliki sepuluh cottage yang disuguhkan untuk dapat dinikmati pengunjung dengan nyaman. Informasi lengkap tentang Pulau Lembeh.

#. Pulau Mahoro

Pulau Mahoro di wilayah Kabupaten Sitaro dan masih berada ruang lingkup Nusa Utara. Pulau ini terkenal keindahan dan keunikan alamnya yang memukau. Gugusan Pulau Mahoro dan pulau-pulau kecil diantaranya sering disebut Cluster Buhias. Gugusan pulau-pulau kecil ada sebagian pulau yang tidak berpenghuni, termasuk Pulau Mahoro dan berada di paling ujung gugusan Cluster buhias. Pulau Mahoro merupakan titik paling timur dari cluster Buhias, sehingga menjadikan pulau ini semacam benteng bagi pulau-pulau lainnya. Salah satu sisinya langsung berhadapan dengan lautan bebas yang membuat dinding-dinding batunya terhantam ombak.

#. Pulau Lihaga

Pulau ini terletak di daerah di Kecamatan Likupang, Kabupaten Minahasa Utara (Minut). Lihaga, sebuah pulau hanya memiliki luas 8 ha. Untuk mempermudah imajinasi tentang posisi pulau ini, bayangkan saja peta Sulawesi Utara yang berbentuk mirip huruf K. Nah, posisi Pulau Lihaga persis di ujung atas huruf k itu. Pulau Lihaga punya keistimewaan tersendiri dibanding dengan pulau-pulau lainnya di Sulawesi Utara. Pasir putihnya sehalus tepung membuat pulau ini sangat menggoda untuk didatangi. Pulau Lihaga juga tanpa penduduk.

#. Pulau Gangga

Pulau Gangga ibaratnya surga tersembunyi belum banyak orang tahu akan keberadaannya. Kealamian Pulau ini sangat terjaga. Hampir 80 persen alam yang ada di daerah ini belum terjamah sedikitpun. Sebagian besar nelayan yang turut menjaga pulau tersebut. Keindahan Pulau Gangga menjanjikan pengalaman diving yang tidak akan terlupakan. Kekayaan biota laut yang bervariasi dari terumbu karang warna-warni sampai berbagai jenis ikan khas Samudera Indonesia dan Pasifik juga menjadi favorit untuk fotografi bawah laut.

#. Pulau Nain

Taman Laut Bunaken jadi destinasi paling populer. Bukan hanya punya Pulau Bunaken saja. Ada empat pulau lainnya yang punya keindahan sendiri, Salah satunya Pulau Nain yang terletak di Kecamatan Wori, Minahasa, Sulawesi Utara. Pulau Nain kini menjadi salah satu destinasi Tempat Wisata yang sering dikunjungi karena keunikan pasir timbulnya. Keindahan pasir putih yang berkilau saat air laut surut, juga disebut pasir timbul. Jika kondisinya surut, pasirnya bisa tampak menyembul ke permukaan yang seolah membentuk pulau tersendiri. Sebuah hamparan pasir putih, dikelilingi karang dan berada di tengah laut, melengkapi keindahan pasir timbul. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Kandas, Asa Pemain Wayang Orang Sriwedari Jadi PNS

this formate

SOLO, bisniswisata.co.id: Harapan para pemain wayang orang Sriwedari Solo untuk diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) kembali kandas pada tahun 2018. Pasalnya, Pemkot Solo sudah sejak lama memperjuangkan para pemain wayang orang itu agar diangkat menjadi CPNS untuk mengapresiasi kerja mereka sebagai pelestari budaya. Namun, pada perekrutan CPNS tahun ini tak ada kuota untuk mereka.

Kuota penerimaan CPNS 2018 dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) tidak mengakomodasi pemain wayang orang. Kuota CPNS Solo hanya diperuntukkan tiga bidang, yakni tenaga kesehatan, pendidikan, dan tenaga teknis.

Padahal Pemerintah Kota (Pemkot) Solo telah mengusulkan kuota khusus CPNS bagi 85 pemain wayang orang yang selama ini menghidupkan Gedung Wayang Orang (GWO) Sriwedari. “Surat usulan pengangkatan CPNS bagi pemain wayang orang kami ajukan lagi ke Kementerian PAN dan RB. Hari ini surat kami kirimkan ke sana,” kata Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo, Solopos.com, Jumat (21/09/2018).

Kementerian PAN dan RB diminta memprioritaskan pemain wayang orang untuk diangkat menjadi CPNS. Hal itu terutama bagi pemain wayang orang yang usianya sudah mendekati masa pensiun. Walikota Rudy, sapaan akrabnya, meminta Kementerian PAN dan RB tidak menerapkan persyaratan usia maksimal 35 tahun dan tes seleksi CPNS bagi pemain wayang orang.

“Mereka itu statusnya seperti peraih medali dalam ajang olahraga. Hanya saja beda bidang. Mereka bergelut di bidang kesenian dan kebudayaan,” katanya.

Pemain wayang orang merupakan pahlawan yang turut menjaga kehormatan bangsa melalui seni menjaga warisan budaya bangsa. “Bayangkan mereka dandan setiap hari sampai malam. Ada yang mau?,” katanya.

Rudy menyebut hingga saat ini belum ada generasi penerus yang bersedia menggantikan posisi pemain wayang orang Sriwedari. Mereka yang bermain sebagai wayang seluruhnya sudah berusia lanjut.

Jika pun diangkat sebagai PNS mereka tinggal menyelesaikan masa pensiun. Hal itu juga menjadi pertimbangan untuk memberikan perhatian kepada pegiat seni dan budaya. Selain nasib pemain, Pemkot Solo juga tengah menyiapkan pembangunan GWO Sriwedari.

Sesuai konsep, GWO akan dibangun lebih modern dengan ruang panggung yang dinamis, penataan akustik baik dan diperhitungkan dengan detail. Selain itu tatanan kursi yang nyaman, dan fasilitas penunjang yang bagi untuk pemain. “Saya tahu kebutuhan ASN di bidang lain juga banyak, tetapi saya ingin memprioritaskan untuk pekerja seni di GWO dan bidang pendidikan,” katanya. (EP)