ACI Beri Bandara Juanda Airport Service Quality Award

this formate

SURABAYA, bisniswisata.co.id: Bandara Internasional Juanda Surabaya berhasil meraih penghargaan “Airport Service Quality” 2017 oleh Airports Council International (ACI) sebagai terbaik ketiga dunia untuk kategori Bandara dengan jumlah penumpang 15 sampai 25 juta pertahun. Penghargaan ini, diberikan pada pekan lalu di Helifax Kanada.

“Penilaian ASQ Awards 2017 dilakukan berdasarkan survei kepuasan terhadap layanan Bandar Udara. Sekitar 600 ribu orang pengguna jasa bandar udara menjadi partisipan survei ini setiap tahunnya,” papar General Manager Bandara Juanda Heru Prasetyo, dalam keterangan tertulis diterima Bisniswisata.co.id, Jumat (21/09/2018).

Sejak 2006 ASQ telah melakukan pengukuran kepuasan pengguna jasa bandar udara, dengan lebih dari 340 bandar udara yang berpartisipasi di 85 negara. “Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung sehingga Bandara Internasional Juanda berhasil meraih penghargaan ini khususnya TNI AL dalam hal pengamanan terutama saat terjadi situasi darurat tetor beberapa waktu lalu sehingga Bandara Juanda tetap dapat beroperasi normal, aman, dan kondusif,” ujarnya.

Selain penghargaan internasional, lanjut dia, dari level nasional Bandara Juanda berhasil meraih predikat Pelayanan Prima Madya pada Penghargaan Pelayanan Prima Unit Pelayanan Publik Kementerian Perhubungan RI.

Pelaksanaan penilaian pelayanan prima unit pelayanan publik sektor transportasi di lingkungan perhubungan dilakukan tim penilai independen yang terdiri dari wakil Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, ombusdman, kantor staf kepresidenan, akademisi, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia, pengamat transportasi dan perwakilan jurnalis.

Menurut dia, penghargaan ini sebagai motivasi dan menguatkan komitmen kami untuk perbaikan secara terus menerus dalam meningkatkan standar pelayanan terhadap pengguna jasa Bandara. Di antaranya faktor kebersihan, kecepatan pelayanan dengan tetap melaksanakan prinsip utama keamanan dan keselamatan penerbangan.

Penyampaian ungkapan apresiasi atas penghargaan tersebut dilaksanakan dengan pemberian bingkisan dan ucapan terima kasih secara langsung oleh jajaran manajemen Bandara Juanda dan juga kepada seluruh pemangku kepentingan yang ada.

“Tidak ada ungkapan lain selain rasa terima kasih kepada seluruh stakeholder atas dedikasinya yang secara bersama memberikan pelayanan terbaik kepada para pengguna jasa bandara,” tutupnya. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Penumpang Jet Airways Alami Pendarahan Telinga & Hidung

this formate

MUMBAI, bisniswisata.co.id: Pesawat Jet Airways rute Mumbai ke Jaipur tanpa sengaja membuat para penumpangnya mengalami pendarahan. Berdasarkan laporam The Washington Post, Kamis (20/9), awak pesawat lupa menurunkan saklar tekanan udara di dalam maskapai. Hal tersebut membuat masker oksigen turun.

Tekanan tinggi di dalam pesawat juga mengakibatkan pendarahan pada puluhan penumpang. Darah ke luar dari hidung dan telinga para penumpang. Bahkan ada pula yang tak sadarkan diri. “Saya merasa ada sengatan di telinga ketika pesawat lepas landas,” ujar Satish Nair, salah satu penumpang.

Sakit di telinga seperti ditusuk jarum. Ia berpikir sedang terserang flu biasa. Nair kemudian melihat ke sekeliling pesawat, dan sebagian penumpang terlihat tertidur. Ia melanjutkan membaca koran di atas pesawat Boeing 737 tersebut. Namun ketika pesawat mulai meninggi, oksigen dikatakan menipis. Tanpa sadar bahu Nair terjatuh ke bagian kursi di depannya. Ia juga merasa sulit bernapas.

Saat nyaris pingsan, masker oksigen tiba-tiba jatuh. Ia melihat ke sekitar dan seluruh masker oksigen memang ada di depan penumpang. Tidak lama, darah mulai mengalir dari hidungnya. Meski demikian ia belum juga mendengarkan pengumuman dari awak pesawat, dan sebagian besar penumpang tetap tertidur.

Namun, tiba-tiba seorang penumpang perempuan terbangun dan panik. Ia berteriak sehingga membangunkan para penumpang lain. Banyak penumpang mulai merasakan pendarahan di hidung dan telinga. Ada pula yang hanya merasakan sakit. Seorang pramugari terlihat kebingungan dan mencoba menghubungi pilot. “Semua orang shock,” ungkap Nair.

Akhirnya seorang pramugari berbicara melalui pengeras suara dan meminta penumpang mengenakan masker oksigen. Pesawat akhirnya mendarat kembali di Mumbai. Beberapa penumpang dilarikan ke rumah sakit,ada pula yang mendapatkan perawatan medis di bandara.

Saat dimintai informasi, keterangan para pejabat Jet Airways tidak detail terhadap kejadian tersebut. Namun berdasarkan informasi, ketika lepas landas kru pesawat salah memindahkan saklar untuk mempertahankan tekanan kabin.

Informasi terkini menyebutkan, Kementerian Penerbangan Sipil India sudah memecat awak pesawat 9W 697 tersebut dan mulai melakukam penyelidikan. Tercatat 30 penumpang cedera pendarahan pada telinga dan hidung, serta mengalami rasa sakit. (EP)

Turis Australia Dominasi Kunjungi Komodo

this formate

KUPANG, bisniswisata.co.id: Balai Taman Nasional Komodo mencatat turis Australia mendominasi kunjungan wisatawan asing ke Kawasan Wisata Taman Nasional Komodo dengan jumlah 8.100 orang. Pelancong Negeri Kangguru itu menempati ranking tertinggi pengunjung asing selama Januari-Agustus 2018.

Kunjungan wisatawan dari Australia ke destinasi wisata yang terkenal sebagai habitat satwa purba komodo (Varanus komodoensis) itu meningkat cukup drastis dari sebelumnya pada Januari-April sebanyak 2.831 orang, papar Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai Taman Nasional Komodo, Dwi Sugiarto di Kupang, Jumat (21/9/2018).

Arus wisatawan dari negeri Aborigin mampu menggeser kunjungan wisatawan dari AS sebelumnya mendominasi selama Januari-April sebanyak 3.078 orang. Khusus pada peak season (waktu kunjungan yang ramai dan padat) pada Juli-Agustus, kunjungan wisatawan asing didominasi dari Spanyol sebanyak 3.790 orang dan menyusul Prancis 2.900 orang.

Wisatawan dari Australia bisa masuk ke NTT menggunakan penerbangan melalui Denpasar atau Jakarta menuju Labuan Bajo. Selain itu langsung melalui jalur laut menggunakan kapal-kapal pesiar dan yacht. “Mengingat pangsa pasar utama kunjungan wisata asing itu maka upaya kerja sama dan promosi pariwisata terus digenjot pemerintah provinsi dengan menyasar negara-negara tetangga itu,” tambahnya.

Setelah Australia, lanjut dia seperti dilansir Antara, jumlah pengunjung asing disusul dari Inggris sebanyak 7.303 orang, Spanyol 6.894 orang, Jerman 6.422 orang, dan Amerika Serikat (AS) 6.065 orang.

Dilanjutkan, peningkatan kunjungan wisatawan asing ke Taman Nasional Komodo, di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, didorong sejumlah aspek di antaranya seperti gencarnya promosi, serta dukungan layanan penerbangan langsung yang lancar dari sejumlah kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Denpasar.

Selain itu, adanya pengalihan kunjungan wisatawan asing sebelumnya berada di Lombok, NTB akibat bencana alam gempa bumi yang melanda wilayah itu beberapa waktu lalu. “Kunjungan wisatawan ke salah satu destinasi wisata unggulan nasional itu masih tetap didominasi wisatawan asing dengan jumlah dari Januari-Agustus mencapai 82.542 orang. Sedangkan wisatawan domestik 44.057 orang,” ungkapnya.

Total jumlah kunjungan ini bahkan sudah melampaui kunjungan wisatawan pada 2017 sebanyak 125.069 orang. Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggata Timur, Marius Ardu Jelamu mengemukakan pangsa pasar wisatawan asing terbesar bagi provinsi setempat merupakan wisatawan dari Australia, selain juga Timor Leste.

“Ini karena kita berbatasan wilayah secara langsung baik dengan Australia untuk wilayah laut dan di darat dengan Timor Leste sehingga mudah dijangkau dengan cepat para wisatawan,” katanya. (EP)

The Banjar Bali Tawarkan Promo Menarik

this formate

DENPASAR, bisniswisata.co.id: Ketika berwisata di Bali dan ingin sesuata berbeda dalam satu lokasi, seperti wisata spa, kuliner juga oleh-oleh sepuasnya mampir aja di The Banjar Bali yang ada di Jl. Raya Kuta. Bahkan, kini ada promosi menarik yang ditawarkan manajemen.

The Banjar Bali yang kini telah menjelma menjadi one stop entertainment di bawah pengelolaan Puri Group menawarkan berbagai promo unik untuk dapat menikmati fasilitas yang mereka miliki. Promo itu berlaku mulai 1 Oktober hingga 30 hari setelahnya. Bekerja sama dengan OVO, pelanggan The Banjar Bali bisa menikmati promo pembayaran sesuai ketentuan berlaku.

“Setiap pelanggan kita yang melakukan dengan term and condition bisa mendapatkan promo Rp 10 untuk menikmati makan sepuasnya di restoran kita. Sementara untuk spa promo yang ditawarkan adalah Rp 1,” ujar Direktur Marketing Puri Grup, Rafael Ibrahim dalam keterangan tertulis, Jumat (21/9/2018).

Berdasarkan ketentuan yang dipersyaratkan, untuk menikmati layanan Rp 10 makan di restoran mereka yang bernama Abians, pelanggan wajib melakukan treatment apapun terlebih dahulu di spa mereka dengan syarat minimal 2 pax.

Setelah itu, mereka sudah bisa menikmati makan di Abians Restoran dengan harga Rp 10. Sementara untuk menikmati fasilitas promo Rp 1 spa, pelanggan wajib makan di Abians Restoran terlebih dahulu dengan ketentuan minimal 10 pax.

Selanjutnya, mereka bisa menikmati layanan promo Rp 1 spa melalui pembayaran di OVO. “Syaratnya mereka harus membayar dengan publish rate kami dulu untuk menikmati promo ini,” katanya.

Selain itu, promo unik lainnya adalah makan gratis dengan catatan melakukan registrasi terlebih dahulu di website The Banjar Bali. Selain itu, pelanggan juga wajib mengikuti Instagram The Banjar Bali. Promo ini berlaku khusus pada tanggal 22 September 2018.

“Setelah persyaratan terpenuhi, silakan makan gratis di Abians Restoran pada tanggal 22 September 2018. Syaratnya juga harus memakai baju kuning, karena yellow is the new Bali,” katanya.

Yellow is the new Bali berangkat dari spirit rebound The Banjar Bali. Ya, The Banjar Bali sempat lama vakum. Rupanya mereka melakukan renovasi besar-besaran. “Kami ingin mengabarkan kepada pelanggan setia kami jika kami sudah kembali. Pada Mei 2018 kami sudah soft lounching. Dulu kami renovasi besar-besaran bukan tutup,” papar dia.

Setelah kembali buka, The Banjar Bali memiliki beragam fasilitas untuk memanjakan pelanggannya. Ada paket MICE (Meeting, Incentive, Convention and Exhibition) yang mampu menampung 240 pax.

Lalu ada pula paket wedding yang bisa menampung 1.000 pax. Ada pula The Banjar Fashion Store, kuliner Nusantara yang menyajikan beragam kuliner khas dari seluruh daerah di Indonesia.

Untuk restoran, Ibrahim menjelaskan jika The Banjar Bali mampu menampung 1.000 pax untuk sekali service. “Kami punya tempat yang representative untuk keluarga. The Banjar Bali bisa untuk MICE, ghatering, lounching, wedding, ulang tahun dan berbagai kegiatan lainnya,” tutur dia. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Layanan Bus Online Kini Tersedia di Indonesia

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Di Indonesia kini mulai tersedia layanan pemesanan bus online. Layanan baru ini digagas RedBus, platform pemesanan tiket bus online dunia dengan merangkul Sinar Jaya, operator bus swasta terbesar di Indonesia. Melalui kemitraan ini, pengguna dapat memesan tiket bus Sinar Jaya untuk beberapa rute utama pada aplikasi RedBus.

Rute utama yang tersedia, Bogor ke Bandung dan Jakarta ke Bandung. Kedua rute ini memiliki perjalanan pulang-pergi yang tersedia di aplikasi RedBus. Selain itu, ada beberapa rute lain yang tersedia, yang akan terus ditingkatkan dalam beberapa bulan mendatang.

“Layanan ini akan aktif pada akhir September. Rute yang dimulai dari Bandara Soekarno Hatta ini menghubungkan ke Bogor, Bekasi, Jakarta Utara, dan Bandung,” papar Business Manager RedBus Indonesia, Adithyan Asokandalam keterangan pers yang diterima Bisniswisata.co.id, Kamis (20/9/2018).

Kemitraan ini, lanjut dia akan memungkinkan pengguna memilih sekitar 10.000 kursi pada aplikasi redBus untuk beberapa rute bus yang populer di Indonesia. redBus dan Sinar Jaya berharap tersedianya konektivitas tanpa batas ke terminal-terminal bandara akan memudahkan para calon pengguna untuk mengatur waktu perjalanan mereka.

Pelanggan bus di Indonesia kini dapat menikmati diskon 15% flat pada tiket bus Sinar Jaya dengan menggunakan kode SINAR15 pada aplikasi redBus atau website di redbus.id “Bersama Sinar Jaya, sinergi untuk tumbuh bersama dengan mengadopsi teknologi adalah hal yang saling menguntungkan,” ujar Adithyan.

Direktur Sinar Jaya, Teddy Rusly menambahkan selama lebih dari 36 tahun menyediakan layanan transportasi, Sinar Jaya adalah operator bus yang sangat dicari di Indonesia. Melalui kemitraan, RedBus membawa layanan ke dunia online dan memulai revolusi digital perjalanan bus di Indonesia.

“Kemitraan ini mengedepankan komitmen kami untuk mencapai revolusi digital serta memfasilitasi cara yang lebih mudah bagi pelanggan kami untuk lebih dekat dengan layanan kami,” ucap Teddy

Dilanjutkan, RedBus memberi platform tidak hanya untuk menjual tiket secara online tetapi juga untuk menyederhanakan model bisnis Sinar Jaya ke mode online dengan menyediakan aplikasi yang dapat digunakan di kantor cabang dan agen. “Ini telah membantu kami dalam memahami pola permintaan kami dengan lebih baik dan mengoptimalkan pemanfaatan armada kami.”

Country Head redBus Indonesia, Danan Christadoss menjelaskan RedBus bermitra dengan lebih dari 80 operator bus di beberapa kota di Indonesia dan lebih dari 2.500 mitra secara global. RedBus telah menjual lebih dari 100 juta tiket bus dan memberikan peluang lebih terhadap kemitraan dengan banyak operator bus di seluruh dunia.

Bagi operator bus, manfaat yang diperoleh jika terdaftar di redBus adalah penggunaan teknologi untuk mengelola penjualan tempat duduk dengan lebih baik, memperkirakan permintaan dan perubahan hasil menuju pengelolaan yang lebih baik.

“Bersama Sinar Jaya, kami dapat mengembangkan layanan untuk lebih banyak lagi pelanggan di seluruh Indonesia. Tujuan bersama kami adalah memodernisasi perjalanan bus dan mendukung Indonesia menuju era baru digital dalam hal kenyamanan,” tambah Danan.

Bagi penumpang, redBus adalah platform online yang sederhana dan nyaman untuk memesan tiket bus di Indonesia. redBus memberi keleluasaan penggunanya dalam memilih kursi pilihan untuk berbagai rute serta memilih operator bus untuk mendapatkan harga terbaik. redBus juga menyediakan berbagai opsi pembayaran yang membuat proses pemesanan tiket bus menjadi semakin mudah.

“Kami memberikan akses kepada pengguna untuk mencari layanan bus sesuai rute pilihan mereka, memesan tempat duduk, melakukan pembayaran serta mengkonfirmasi pemesanan. Dengan demikian kami membawa penyedia dan pengguna layanan pada satu platform sekaligus untuk memfasilitasi pemesanan bus yang mudah,” sambungnya. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Tauzia Hotels Ancang-ancang Ekspansi ke Asia

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Green Oak Hotel Management, perusahaan holding dari Tauzia Hotels akan mendorong ekspansi ke negara-negara Asia melalui kemitraannya dengan The Ascott Limited, sebuah unit bisnis Capitaland yang dimiliki secara penuh dan bergerak di bidang serviced residence.

“Kemitraan adalah aksi strategis dari Tauzia untuk membawa enam merek hotel yang dimilikinya ke target audiens yang lebih luas lagi di Asia dan sampai ke negara-negara lainnya. Tauzia saat ini memiliki enam merek hotel, mulai dari kelas budjet POP! Hotels dan YELLO Hotels, kelas midscale FOX Harris Hotels, kelas upscale HARRIS Hotels dan Harris Vertu, serta kelas luxury Préférence,” papar Pendiri Tauzia Hotels, Marc Steinmeyer dalam keterangan tertulis, Kamis (20/09/2018).

Tauzia adalah salah satu dari lima besar operator hotel di Indonesia yang mengelola 122 hotel dan 20 ribu kamar di Indonesia, Malaysia dan Vietnam. Setengah dari total hotelnya sudah beroperasi, sisanya masih dalam pembangunan atau pipeline.

Mayoritas dari portfolio Tauzia berlokasi di Indonesia, dengan 60% terletak di kota-kota kunci seperti Jakarta, Bali, Bandung, Surabaya dan Yogyakarta. Sekitar 70% dari hotel-hotel Tauzia adalah untuk wisatawan bisnis maupun untuk menghadiri rapat, sementara 30% menargetkan wisatawan rekreasi.

Pada tahun 2018, Tauzia membuka sepuluh hotel dengan hampir 1.500 kamar antara lain POP! Hotel Solo, POP! Hotel Semarang, YELLO Hotel Paskal Bandung, HARRIS Resort Barelang, dan Liu Men by Préférence (dibuka akhir tahun ini).

Marc Steinmeyer melanjutkan, pengalaman Tauzia selama 17 tahun dengan enam merek hotel dikombinasikan dengan Ascott yang merupakan operator serviced residence bertaraf dunia, akan mempercepat pertumbuhan Tauzia menjadi hotel operator yang menarik dilirik di kawasan Asia

“Kepiawaian dan dukungan dari Ascott akan berkontribusi secara signifikan dalam perluasan merek hotel dan produk kami di Asia dan sampai negara-negara lainnya,” tambahnya.

Kevin Goh, CEO Ascott mengatakan permintaan terhadap serviced residence tetap kuat di kalangan ekspatriat mauoun wisatawan bisnis. Sehingga, pihaknya dapat memanfaatkan kesempatan yang signifikan di segmen hotel bisnis kelas menengah yang terus berkembang.

Menurutnya, ini dikarenakan dengan meningkatnya gig economy, pekerja infrastruktur, pekerja berdasarkan proyek, dan tech-savvy, wisatawan mandiri dan wisatawan rekreasi yang melek harga.

“Cepatnya pertumbuhan Tauzia di bisnis hotel kelas menengah akan memungkinkan kami menangkap segmen tersebut di Asia, yang nantinya akan menjadi tempat tinggal dari dua pertiga jumlah penduduk kelas menengah dunia pada tahun 2030,” paparnya.

Selain memperkuat cakupan Tauzia di Indonesia, pihaknya akan menggunakan jaringan seratus ribu klien korporasi global Ascott untuk membawa Tauzia ke market internasional. Adapun pasar yangmemiliki kebutuhan paling dekat adalah di Malaysia, Filipina, Thailand dan Vietnam. Demikian juga di kota-kota sekunder di Kamboja, Laos dan Myanmar.

Di Indonesia, Ascott memiliki pengalaman selama 22 tahun dengan mengelola 17 serviced residences dengan lebih dari tiga ribu unit di Jakarta, Bali, Bandung, Karawang, Makassar, Surabaya, dan Yogyakarta. (redaksibisniswisata@gmail.com)

21-23 September 2018, Festival Goyang Karawang

this formate

KARAWANG, bisniswisata.co,id: Pemerintah Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menggelar Festival Goyang Karawang 2018 tingkat nasional di Kompleks Candi Batujaya, Karawang, pada 21 hingga 23 September 2018.

Tujuan kegiatan ini, untuk melestarikan tradisi seni dan budaya khas Karawang agar tidak musnah. Selain itu, juga sebagai upaya mengenalkan tarian tradisional kepada generasi muda. Serta meningkatkan kunjungan wisatawan nasional maupun internasional agar berwisata ke Karawang.

Festival Goyang Karawang tingkat nasional, bagian dari pembinaan dan pelatihan untuk para pelajar di Karawang. Karena dikhawatirkan pelajar dan anak-anak di Karawang tidak berminat belajar seni tari tradisional.

Karena itu, berbagai jenis seni dan budaya khas daerah harus terus diperkenalkan kepada generasi muda. Sementara itu, pada kegiatan Festival Goyang Karawang itu sendiri tidak hanya menampilkan seni tari khas Karawang. Tetapi juga akan ada pertunjukan tari dari berbagai daerah, karena kegiatan itu digelar tingkat nasional.

Bukan hanya tarian khas Karawang. Rencananya, kegiatan itu akan dimeriahkan pertunjukan seni tari tradisional dan tarik kreasi dari Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Lampung, Jambi, Banten, Kalimantan, Jawa Tengah, Bengkulu, Sulawesi, NTT, dan Papua.

Dalam festival ini ada penampilan ibing Goyang Karawang secara massal. Juga ada tari Jaipong, Topeng Banjet, dan kesenian lainnya. Tidak hanya menampilkan tari, Festival Goyang Karawang juga bakal disi dengan pameran kuliner, kerajinan dan sejarah Karawang.

Pada 20 September 2018, digelar agenda santunan yatim piatu yang bertepatan tanggal 10 Muharam 1440 Hijriah,dengan lokasi Plaza Pemda Karawang.

21-23 September 2018 digelar sejumlah agenda diantaranya pada hari Jumat-Minggu berupa kegiatan Nadran Laut di TPI Ciparage, (Tempuran), Betok Mati (Cilebar),Pasir Putih (Cikul),Sungai Buntu (Pedes) dan Pakis Jaya,dengan pusat kegiatan di Ciparage.

Masih di hari Jumat-Minggu,agenda lainnya adalah Festival Goyang Karawang di Kawasan Candi Batu Jaya. Selain festival Goyang Karawang masih dilokasi yang sama di gelar kegiatan berupa Pasang Giri Nulis Aksara Sunda Kagana dan Pemecahan rekor penulisan aksara sunda terpanjang juga tampilnya pementasan Kosidah sawah. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Iming-Iming Pekan Mode Dunia Menggoda Desainer Lokal

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Bagi para desainer, termasuk mereka dari Indonesia, panggung pekan mode dunia punya daya tarik sangat besar. Sudah banyak desainer Indonesia tampil di beberapa panggung dunia, termasuk Paris Fashion Week, Tokyo Fashion Week, sampai New York Fashion Week.

Anniesa Hasibuan, Nur Zahra, Dian Pelangi, Barli Asmara, Denny Wirawan, Peggy Hartanto, Khanaan Samlan, Soe Jakarta, dan lainnya adalah sederet desainer lokal sudah go international di panggung dunia, yang begitu menggoda.

Pada 2018 ini, sederet desainer Indonesia lainnya seperti Tities Sapoetra, Xiao Fen, Lia Afif, Jeny Tjahjawati, Si.Se.Sa, Dian Pelangi, dan Khanaan Samlan juga bakal memamerkan karya mereka di pusat mode dunia, Paris, Prancis. Sementara itu, Dian Pelangi dan Khanaan Samlan juga menampilkan koleksi di pameran Contemporary Muslim Fashion di de Young Museum, San Francisco, Amerika Serikat.

Paris Fashion Week merupakan ajang fesyen terbesar yang menampilkan desainer dan rumah mode penguasa industri fesyen dunia yang diselenggarakan oleh French Fashion Federation. Untuk memeriahkan pekan mode di Paris itu, digelar banyak acara serupa yang mendatangkan beragam desainer dunia.

Kini, desainer Tities bakal mengikuti Paris Fashion Show Spring Summer 2019 yang digelar oleh Fashion Division pada 28 September. Dia bakal berbagi panggung dengan empat desainer muda asal Indonesia lainnya.

Pentas di Paris ini bakal menjadi peragaan busana internasional yang pertama bagi Tities. Sejak mengawali karier pada 2015 lalu, Tities baru menggelar peragaan di Indonesia. Tities menganggap berangkat ke luar negeri merupakan salah satu mimpinya yang terwujud. “Setiap tahun ini ada di catatan aku, punya impian yang go international,” ucap Tities seperti dilansir CNNIndonesia.com, Kamis (20/09/2018).

Desainer muda lainnya, Xiao Fen, akan memamerkan karyanya di Paris Runway Show yang digelar oleh Oxford Fashion Studio pada 1 Oktober. Langkah besar tampil di panggung mode dunia sering kali dianggap sebagai batu loncatan untuk karier desainer. Menggelar show di luar negeri, sering kali identik dengan go international, dianggap sebagai upaya yang bakal menentukan kesuksesan seorang desainer. Apalagi jika bisa menggelar show tunggal di pekan dunia mode.

Tapi tak dimungkiri, ada juga orang-orang yang justru nyinyir atau meremehkan. Anggapan international oriented pun mampir ke pundak desainer-desainer tersebut.

Memang, show di luar negeri dan ikut peragaan mode dunia tak melulu berbuah keberhasilan dan kesuksesan. Meski go international adalah mimpi besar pada desainer, tapi pada kenyataannya mereka juga sadar akan kemungkinan 50:50 untuk bisa sukses lewat show tersebut. “Jika ada kesempatan, siapa yang enggak mau,” ujar Dian Pelangi

Para desainer sendiri sadar show di Paris atau belahan dunia lain bukan jaminan sukses, meski setidaknya bisa mendongkrak popularitas label. “Kiblat fesyen kebanyakan dari barat dan show di luar negeri bakal menaikkan level label tersebut,” kata Dian.

Dilanjutkan, kesempatan berpartisipasi dalam gelaran fesyen internasional bakal mendatangkan beragam manfaat. Pertama, branding atau membentuk brand atau label. “Tidak ada salahnya branding label di sana. Karya kita bisa dikagumi. Imbasnya tetap pasar di Indonesia. Kita bisa bilang bahwa label ini pernah fashion show di sini, di sini,” tegas Dian.

Kedua, penjualan atau selling. Dian berkata desainer pasti ingin usahanya terus berjalan. Jika koleksi laku, maka bisa menjadi modal untuk kemunculan koleksi baru.

Harapan akan meluasnya pasar juga menjadi harapan para desainer. Dari pengalamannya show di luar negeri, Dian dapat memetakan negara-negara yang bisa menjadi pembeli potensial atau potential buyer. “Kalau show di Amerika Serikat atau Eropa itu lebih ke branding. Pasar saya lebih ke negara Timur Tengah dan Asia karena baju saya dipakai enggak cuma dinikmati,” imbuh Dian.

Senada dengan Dian, Khanaan berpendapat bahwa beragam bentuk pertunjukan di luar negeri bakal bermuara pada penjualan. Namun, ia tidak menampik bahwa usaha promosi hingga ke berbagai negara selain untuk menambah pasar juga untuk mempertahankan pasar yang sudah terbentuk. “Sekarang harus promosi, kalau enggak promosi negara lain bisa ambil pasar kami,” kata dia dalam kesempatan serupa.

Dian Pelangi mungkin bisa sedikit tenang karena bukan pertama kalinya show di luar negeri. Karya-karyanya punya pasar sendiri di luar negeri. Labelnya bisa dibilang sukses di pasar internasional dan lokal. Kondisi ini mungkin berbeda untuk Tities Sapoetra dan Xiao Fen. Mereka berdua sadar kalau ‘iming-iming’ dan bayangan sukses di pasar lokal setelah show di luar negeri dengan mudah masih harus diraba-raba.

Meski koleksi Tities sudah dikenal di kalangan anak muda, namun show keluar negeri ini akan jadi pengalaman pertamanya. Dibanding membayangkan sukses dan bisnis meroket, Tities mencoba melihat ajakan show di luar negeri ini sebagai tempat mencari pengalaman dan mencoba peruntungan. “Sukses itu tergantung keberuntungan. Kita enggak akan pernah tahu kalau enggak dicoba, yang penting usaha dulu semaksimal mungkin,” kata Tities.

Di gelaran Fashion Division Paris Fashion Week itu, Tities juga bakal mengikuti pertemuan dengan pembeli dan distributor dari berbagai departement store. Jika karyanya berhasil menarik hati pembeli, bukan tak mungkin rancangan Tities bakal mejeng di banyak departement store dunia. “Tujuan utamanya adalah ingin ketemu buyer di sana, ketemu pemilik departement store,” ujar Tities yang mengawali karier sebagai selebriti ini.

Xiao Fen pun setuju dengan Tities. Xiao Fen justru melihat kesempatan show di luar negeri ini bukan sebagai tujuan go international oriented. Sebaliknya ini bisa menjadi gambaran akan perkembangan karyanya. “Show di luar negeri tidak menentukan hal tersebut (kesuksesan). Justru menurut saya itu adalah saat penentuan apakah karya saya bisa diakui baik di Indonesia maupun di mata dunia atau tidak,” kata Xiao Fen.

Desainer adibusana asal Surabaya ini mengaku ke luar negeri untuk bisa melihat penilaian dunia luar terhadap karyanya. Walau sudah melanglang buana ke Paris, dua desainer ini tetap masih berambisi untuk tampil dan memeragakan karya mereka di panggung Indonesia. Mereka masih melihat Indonesia sebagai pasar utama.

“Ya masih tertariklah untuk show di Indonesia. Itu, kan, utamanya. Harapannya habis dari luar negeri bisa diterima dan produknya laku serta menginspirasi,” kata Tities.

Buat para desainer yang baru akan melangkahkan kaki ke pertunjukan bertaraf internasional, Dian dan Khanaan memiliki saran. Berdasarkan pengalaman Dian, ia ingin para desainer yang ingin memamerkan karya di luar negeri untuk memperhatikan keberlangsungan alias sustainability.

Apalagi pertunjukan di luar negeri memerlukan biaya jauh lebih besar daripada pertunjukan dalam negeri. “Jangan sampai besar pasak daripada tiang. Yang kita harapkan sustainability, bukan datang terus ‘bye’. Harus dipikirkan setelah fashion show terus apa,” katanya.

Kedua perlu dipertimbangkan adalah kualitas. Dian memberikan gambaran bahwa karya bakal dilihat oleh penikmat fesyen dari berbagai negara plus media-media internasional. Koleksi yang memiliki cacat bisa menjadi buah mulut dan tentu saja ini akan berimbas negatif pada citra label. “Ada satu benang nongol saja, yang ngomongin semua media. Jadi omongan mereka itu kalau enggak bagus banget ya parah banget. Desainer harus hati-hati,” imbuhnya.

Ketiga, jangan sia-siakan networking. Berkunjung ke luar negeri untuk pertunjukan juga dimanfaatkan untuk membangun jejaring dengan artis atau selegram sekalipun. Ini penting untuk membangun pasar.

Khanaan menambahkan hal keempat yang tak kalah penting yakni riset. Desainer perlu membaca pasar mode di negara yang dikunjungi. Riset bakal memberikan gambaran apakah koleksi cocok dengan selera pasar. Harapannya, desainer bisa mendapatkan pembeli di negara tujuan.

Tak hanya pasar mode secara luas, desainer juga perlu mempertimbangkan figur mode di negara tersebut misalnya, Khanaan bakal berkunjung ke Yordania dalam kesempatan gelaran mode sehingga ia mengamati gaya busana Ratu Rania. “Dampaknya di sana mendapat pembeli, enggak cuma heboh show tapi pulang enggak mendapat buyer kan sayang,” ucapnya. (EP)

Renang di Pulau Whitsunday, Turis Perempuan Digigit Hiu

this formate

QUEENSLAND, bisniswisata.co.id: Seorang turis perempuan mengalami cedera serius di kakinya setelah diserang hiu di Whitsundays (Queensland). Perempuan berusia 46 tahun tersebut sedang berenang dari sebuah kapal sewaan di Cid Harbour di Pulau Whitsunday, ketika kakinya digigit hiu sekitar pukul 5 sore pada Rabu (19/9).

Perempuan tersebut kemudian berhasil diselamatkan ke sebuah kapal lainnya, di mana di dalamnya terdapat seorang dokter. Dia kemudian dievakuasi dengan kapal motor kecil dan dibawa dengan helikopter ke rumah sakit. Menurut petugas kesehatan, wanita tersebut menderita luka besar di bagian paha atasnya.

“Untung ada dokter di lokasi kejadian, yang bisa membantu dengan perawatan segara, dan menghentikan pendarahan parah yang dialami turis tadi.” kata Dinas Kesehatan Queensland, seperti dilaporkan ABC.Net, Kamis (20/09/2018).

Cid Harbour adalah kawasan yang populer dikunjungi oleh kapal-kapal charteran yang terletak sekitar 100 kilometer utara MacKay di wilayah utara negara bagian Queensland.

Menteri Utama Queensland Annastacia Palaszczuk mengucapkan terima kasih kepada petugas bantuan yang berhasil membawa perempuan tersebut ke rumah sakit. “Seperti banyak warga Queensland lainnya, saya terkejut mendengar rincian serangan hiu terhadap seorang turis asal Tasmania di Cid Harbour di Whitsunday Harbour,” katanya.

Turis perempuan tersebut sedang berlibur dari Tasmania, dan menaiki kapal sewaan bernama Queensland Yacht Charters ketika insiden terjadi. (EP)

Tidur di Pesawat Berdampak Buruk Bagi Kesehatan

this formate

BOSTON, bisniswisata.co.id: Selama penerbangan jarak jauh maupun dekat, penumpang kerap tertidur di pesawat terbang. Ternyata tidur di pesawat tidak disarankan para pakar, karena bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Dampak negatif tertidur di ketinggian 36 ribu kaki itu bukan tanpa alasan.

Menurut peneliti di Harvard Medical School, kasus tertentu seperti perubahan tekanan mendadak di ketinggian berpotensi merusak pendengaran. Pasalnya, kemampuan tubuh menyamakan tekanan di gendang telinga jauh berkurang saat tidur. Kegagalan tersebut bisa menyebabkan gangguan pendengaran jangka panjang yang permanen.

Menguap atau menelan dapat meringankan masalah tekanan dengan membuka saluran tipis di telinga yang disebut tabung Eustachian. Tetapi saat sedang tidur dan tidak melakukan tindakan itu, tabung dapat tersumbat.

Saat itulah terjadi barotrauma yang dipicu perbedaan tekanan bagian dalam dan luar gendang telinga. Kondisi tersebut rawan terjadi saat penerbangan atau scuba diving karena perbedaan tekanan udara atau air.

Dalam kasus yang parah, tabung yang terblokir dari waktu ke waktu bisa mengarah pada infeksi. Cairan terkumpul di belakang gendang telinga, menyebabkan nyeri dan masalah pendengaran.

Tindakan pencegahan terbaik adalah berusaha tetap terjaga selama penerbangan. Opsi lain, penumpang bisa mengatur alarm untuk bangun tepat sebelum mendarat, dikutip dari laman Manchester Evening News, Kamis (20/09/2018). (EP)