Ditargetkan 200.000 Turis, Sulut Benahi Pariwisata

0
230
Terumbu Karang di Taman Nasional Bunaken (Foto: Antara)

MANADO, bisniswisata.co.id: Pariwisata menjadi sektor primadona di Sulawesi Utara (Sulut). Terbukti dengan target kunjungan wisatawan mancanegara pada tahun 2019 ditetapkan sebesar 200.000 turis asing. Untuk mencapai target itu, Sulut semakin serius membenahi pariwisata. Ada empat hal yang harus dibenahi yakni infrastruktur, siapkan Sumber Daya Manusia (SDM) hadapi revolusi industri 4.0, keamanan dan perbanyak event.

“Gubernur Sulut memberikan perhatian dalam dunia pariwisata lewat anggaran di tahun 2019 sebesar 200 miliar untuk pembangunan infrastrukur pariwisata dan semua akan optimal bila sinergitas dengan kabupaten/ kota dilakukan,” ungkap Wakil Gubernur Sulawesi Utara Steven Kandouw seperti dikutip Bisnis.wom, Jumat (21/9/2018).

Kedua, lanjut dia, menyiapkan revolusi industri generasi 4.0. Karenanya diharapkan para pelaku pariwisata di Sulut dapat memanfaatkan media sosial dan teknologi dalam mempromosikan produk dan destinasi pariwisata. Pasalnya, saat ini mayoritas para pelancongmelakukan pemesanan paket wisata melalui dunia maya.

Ketiga, terkait masalah keamanan di desa-desa wisata. Hal ini mencakup ketersediaan lahan parkir, alat kebakaran di hotel, higienitas makanan, kebersihan, serta keamanan transportasi laut. “Kapal-kapal wisata kita harus pakai live jaket, kapalnya harus bermesin ganda serta alat komunikasi kalau tidak memenuhi standar keamanan izinnya harus dicabut karena ini menyangkut nyawa manusia,” ujarnya.

Keempat, memperbanyak acara atau adanya kalender tahunanan yang harus dipersiapkan dari sekarang oleh pemerintah kabupaten/kota. Pasalnya, kalender acara menjadi salah satu daya tarik wisatawan mancanegara untuk berwisata ke Sulut.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut, jumlah wisatawan mancanegara (Wisman) yang datang ke Sulawesi Utara melalui pintu masuk bandara Sam Ratulangi bulan Juli 2018 sebanyak 11.875 orang atau meningkat sebesar 17,49% dibanding bulan Juni 2018 yang mencapai 10.107 orang.

Jumlah tersebut meningkat 62,56% bila dibandingkan dengan kunjungan wisman pada periode yang sama tahun lalu, atau sebanyak 7.305 orang. Wisman di Sulut didominasi oleh warga China sebanyak 10.324 orang (86,94%), diikuti oleh Jerman 200 orang (1,68%), Hongkong 191 orang (1,61%).

Secara kumulatif, jumlah wisman yang berkunjung ke Sulut hingga Juli 2018 mencapai 71.000 orang. Angka ini meningkat dibandingkan jumlah wisatawan mancanegara pada bulan yang sama di Tahun 2017 yaitu 41.478 orang.

Sulut memiliki panjang garis pantai kurang lebih 1.837 Km, memiliki tempat yang terkenal, di antaranya Bunaken merupakan kawasan yang meliputi lima pulau dan daratan pesisir utara dan selatan yang memiliki beragam keunikan, seperti lokasi selam, hutan bakau, dugong, burung, pulau ular, pendakian gunung, dan pantai pasir putih serta kuliner.

Selain itu, Lembeh berada di lokasi selam dan pantai serta pelabuhan samudera, Mahangetang yakni gunung api bawah laut dan lokasi selam serta pantai. Sepanjang pantai utara dan selatan daratan Sulut memiliki pantai indah, baik pasir putih maupun hitam.

Hingga kini masih menyimpan banyak potensi Tempat Wisata bahari tersembunyi. Selain beragam Tempat Wisata budaya yang sudah tidak diragukan lagi keaneka ragamannya, Sulawesi Utara juga memiliki Tempat Wisata alam berupa Pulau yang keindahannya tak bisa ditemukan di tempat lain. Wisata bahari pulau antara lain:

#. Pulau Lembeh

Pulau Lembeh, destinasi Wisata yang dicari pecinta diving dan snorkling karena keindahan wisata bawah lautnya. Pulau terletak di Kota Bitung ini dipisahkan daratan utama Pulau Sulawesi oleh Selat Lembeh. Pesona Pulau Lembeh diberi nama Bastianos Diving Resort, karena keindahan pesona alam bawah laut yang mengagumkan yang tak kalah dari Raja Ampat. Diving Resort di Pulau Lembeh sejak 2006, yang miliki sepuluh cottage yang disuguhkan untuk dapat dinikmati pengunjung dengan nyaman. Informasi lengkap tentang Pulau Lembeh.

#. Pulau Mahoro

Pulau Mahoro di wilayah Kabupaten Sitaro dan masih berada ruang lingkup Nusa Utara. Pulau ini terkenal keindahan dan keunikan alamnya yang memukau. Gugusan Pulau Mahoro dan pulau-pulau kecil diantaranya sering disebut Cluster Buhias. Gugusan pulau-pulau kecil ada sebagian pulau yang tidak berpenghuni, termasuk Pulau Mahoro dan berada di paling ujung gugusan Cluster buhias. Pulau Mahoro merupakan titik paling timur dari cluster Buhias, sehingga menjadikan pulau ini semacam benteng bagi pulau-pulau lainnya. Salah satu sisinya langsung berhadapan dengan lautan bebas yang membuat dinding-dinding batunya terhantam ombak.

#. Pulau Lihaga

Pulau ini terletak di daerah di Kecamatan Likupang, Kabupaten Minahasa Utara (Minut). Lihaga, sebuah pulau hanya memiliki luas 8 ha. Untuk mempermudah imajinasi tentang posisi pulau ini, bayangkan saja peta Sulawesi Utara yang berbentuk mirip huruf K. Nah, posisi Pulau Lihaga persis di ujung atas huruf k itu. Pulau Lihaga punya keistimewaan tersendiri dibanding dengan pulau-pulau lainnya di Sulawesi Utara. Pasir putihnya sehalus tepung membuat pulau ini sangat menggoda untuk didatangi. Pulau Lihaga juga tanpa penduduk.

#. Pulau Gangga

Pulau Gangga ibaratnya surga tersembunyi belum banyak orang tahu akan keberadaannya. Kealamian Pulau ini sangat terjaga. Hampir 80 persen alam yang ada di daerah ini belum terjamah sedikitpun. Sebagian besar nelayan yang turut menjaga pulau tersebut. Keindahan Pulau Gangga menjanjikan pengalaman diving yang tidak akan terlupakan. Kekayaan biota laut yang bervariasi dari terumbu karang warna-warni sampai berbagai jenis ikan khas Samudera Indonesia dan Pasifik juga menjadi favorit untuk fotografi bawah laut.

#. Pulau Nain

Taman Laut Bunaken jadi destinasi paling populer. Bukan hanya punya Pulau Bunaken saja. Ada empat pulau lainnya yang punya keindahan sendiri, Salah satunya Pulau Nain yang terletak di Kecamatan Wori, Minahasa, Sulawesi Utara. Pulau Nain kini menjadi salah satu destinasi Tempat Wisata yang sering dikunjungi karena keunikan pasir timbulnya. Keindahan pasir putih yang berkilau saat air laut surut, juga disebut pasir timbul. Jika kondisinya surut, pasirnya bisa tampak menyembul ke permukaan yang seolah membentuk pulau tersendiri. Sebuah hamparan pasir putih, dikelilingi karang dan berada di tengah laut, melengkapi keindahan pasir timbul. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here