Kuliner Serba Nangka Persembahan Santika Hotel

this formate

SURABAYA, bisniswisata.co.id: Restoran Kemangi di Hotel Santika Pandegiling Surabaya, identik dengan menu-menu tradisional Indonesia yang menjadi andalannya. Kali ini resto tersebut mempersembahkan beberapa menu yang terbuat dari nangka kreasi Executive Chef Ervin Triana. Selama ini, nangka dimasak menjadi sayur lodeh, sayur asem nangka, gudeg, lawar nangka atau gulai nangka.

“Kami sengaja mengangkat nangka sebagai bahan makanan, karena buah tropis ini sangat melimpah di Indonesia. Bahkan, harganya terjangkau, rasanya manis dan bermanfaat bagi kesehatan. Nangka memiliki kalori yang rendah, namun kaya vitamin A, C, thiamin, kalium, kalsium, riboflavin, zat besi, niasin dan zinc,” papar Chef Ervin dalam keterangan tertulis, Selasa (25/09/2018).

Nangka, lanjut dia, memiliki aroma khas, dagingnya tebal dan manis. Buah ini punya banyak penggemar. Selama ini yang banyak dikonsumsi dari nangka adalah dagingnya. Bijinya atau biasa disebut beton juga dikonsumsi oleh sebagian orang. Biasanya direbus lalu dimakan. Rasanya gurih dan lembut. Tapi jerami nangka selalu dibuang karena dianggap sampah yang tak bisa dimanfaatkan atau dijadikan pakan ternak.

Anggapan ini ditepis Chef Ervin yang bisa mengolah bagian dari nangka, kecuali kulitnya. Selain daging buah nangka yang manis untuk dimakan, jerami dan betonnya juga bisa diolah menjadi menu. Jerami nangka memiliki nilai gizi dan kandungan serat cukup tinggi. Biji nangka juga bisa diolah menjadi sambal yang sedap. “Nangka bisa diolah menjadi hidangan pembuka hingga penutup,” ujarnya.

Menurutnya, kualitas buah nangka mempengaruhi kualitas jeraminya. “Kalau buahnya bagus, jeraminya juga bagus dan layak untuk diolah. Pilihlah nangka madu yang tidak mentah, juga tidak terlalu matang. Daging nangka madu tebal, manis, rasa betonnya enak dan jeraminya juga bagus. Cuci jerami untuk menghilangkan getahnya, kemudian bisa langsung diolah,” ujarnya.

Chef Ervin piawai mengolah menu-menu spesial dari nangka yaitu Nasi Jerami Nangka, Botok Jerami Nangka dan Sambal Biji Nangka.

#. Nasi Jerami Nangka

Bahan: ikan teri goreng, jerami nangka 80 gr disuwir tipis-tipis, bawang merah 5 biji dan bawang putih 5 biji yang diiris-iris halus, cabe merah & hijau besar, cabe rawit (iris halus), daun salam, laos dan seasoning.

Cara memasak: siapkan jerami nangka, semua bahan yang diiris halus dan minyak untuk menumis. tumis bawang putih dan bawang merah sampai harum, kemudian masukkan semua bahan. Tuang sedikit air dan bumbui dengan garam, gula dan oyster. Masak sampai jerami lunak, sajikan dengan taburan ikan teri.

#. Botok Jerami Nangka

Bahan: jerami nangka 80 gr disuwir tipis-tipis, bumbu merah, kelapa parut, air kelapa, telur, cabe merah dan cabe hijau besar, cabe rawit (iris halus), daun salam, daun jeruk, belimbing wuluh, udang dan seasoning.

Cara mengolah: siapkan jerami nangka, bumbu merah, kelapa parut, air kelapa, telur, cabe merah & hijau besar, cabe rawit (iris halus). Campur semua bahan jadi satu, jerami dan bumbunya. Siapkan daun pisang, letakkan daun salam, daun jeruk, belimbing wuluh dan udang. Tuangkan 1 sendok adonan botok, bungkus dan kukus sekitar 20 menit

#. Sambal Biji Nangka

Bahan: beton nangka 80 gr (iris tipis), bawang merah 5 biji & bawang putih 5 biji (iris halus), bawang merah & putih goreng, cabe rawit, minyak terasi, jeruk nipis dan seasoning.

Cara mengolah: siapkan bawang merah dan putih goreng dalam mangkok. Masukkan cabe yang diiris halus. Siapkan minyak terasi, setelah panas tuangkan ke dalam campuran cabe dan bawang. Lalu bumbui dan beri sedikit perasan jeruk.

Selain diolah jadi makanan, nangka juga bisa menjadi minuman menyegarkan yang bisa menjadi pelepas dahaga pada musim kemarau dan hawa panas. Salah satu minuman yang pas sebegai pelepas dahaga adalah jus. Banyak jus dari bermacam buah yang bisa menjadi pilihan. Umumnya orang menyukai jus jeruk, jus apel, jus alpukat, jus melon dan jus semangka. Kreasi F&B Manager Sumariyono nangka menjadi jus nangka

Bahan jus nangka adalah daging buah nangka 100 gram, kacang tanah matang tanpa kulit ari, 20 gram, susu segar 45 ml, buah nanas 45 ml, sirsak 45 ml dan es krim vanila 1 scoop. Cara meraciknya mudah. Blender semua bahan dengan es batu, saring kemudian tuangkan ke dalam gelas tinggi. Lalu masukkan es krim vanila sebagai topping. Hiasi dengan buah ceri atau stroberi.

“Jus nangka bisa disajikan tanpa es krim. Terserah selera masing-masing. Es krim vanila juga bisa diganti es krim coklat, stroberi atau lainnya. Minuman ini rasanya segar, manis dan ada asamnya. Cocok dinikmati siang hari ketika hawa panas ataupun saat malam. Jus nangka juga menyehatkan, karena tanpa gula,” ujarnya. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Seoul City Hall, Daya Tarik Wisata Kerap Dilirik Wisatawan

this formate

SEOUL, bisniswisata.co.id: Seoul City Hall alias Balaikota Seoul, kini menjadi daya tarik wisata yang kerap dilirik wisatawan mancanegara. Ada banyak hal yang bisa diserap dari kawasan yang paling padat di tengah kota Seoul.

Dari segi arsitektur, misalnya bangunan balaikota Seoul adalah perpaduan dari masa lalu dan masa depan dari sebuah kota besar. Bangunan asli didirikan pada 1926 dan itu menjadi daya tarik tersendiri. Tahun 2012, walikota Seoul yang baru menjabat setahun, Park Won Soon, menjadikan bangunan bersejarah itu sebagai perpustakaan kota.

Inovasi Park tak hanya berhenti sampai di situ. Dia menunjuk sebuah perusahaan arsitektur Korea untuk membangun gedung baru bergaya postmodern di komplek yang sama. Bagunan baru ini dirancang untuk perkantoran, dan 38 persen areanya dipersembahkan untuk warga sebagai area publik.

Bangunan baru itu berupa gedung kaca raksasa dengan desain yang terinspirasi dari atap rumah tradisional Korea, lazim disebut Hanok. “Warga yang berkunjung ke sini bisa menuliskan pesan berisi aspirasi pada walikota,” kata salah seorang warga Seoul, Sae Yang Park di Seoul, seperri dilansir laman Antara, Selasa (25/09/2018).

Bangunan setinggi 48 lantai itu juga dimaksudkan sebagai gedung ramah lingkungan yang hemat energi. Tercatat, 28 persen energi yang digunakan untuk kebutuhan gedung berasal dari perangkat ramah lingkungan, seperti panel surya.

Desain gedung juga bisa menghasilkan bayang-bayang sedemikian rupa. Sehingga kawasan ini tetap sejuk saat musim panas, dan tetap hangat di musim dingin.

Untuk mmanjakan viasul, gedung ini dilengkapi vertical garden (taman tegak), yakni dinding yang ditanami lebih 70 ribu tanaman dari lantai satu hingga tujuh. Vertical garden ini pernah dicatat sebagai taman tegak terbesar di dunia versi Guinness World Records. Taman tegak itu selain berfungsi sebagai penghasil oksigen, juga menjadi penyerap debu, menjaga temperatur udara, serta kelembaban.

Bagi pecinta seni, anda tak akan merasa ditinggalkan saat melancong ke balaikota. Di sana ada instalasi seni Metaseosa: SeoBeol karya Jeon Su-cheon. Karya itu terdiri dari pipa perak yang terbentang dari bawah hingga atas. Lalu ada balon-balon serta awan yang disusun setinggi 40 meter.

Karya ini merupakan visualisasi sejarah panjang Seoul. Kota ini memang sudah jadi ibu kota selama 2.000 tahun. Pendeknya, di Balaikota Seoul, warga benar-benar bisa merasakan relaksasi lahir dan batin. (EP)

Tour de Central Celebes Diintegrasikan Obyek Wisata Sulteng

this formate

PALU, bisniswisata.co.id: Sebanyak 15 tim mancanegara mendaftarkan pembalapnya untuk mengikuti lomba balap sepeda wisata internasional bertajuk Tour de Central Celebes (TdCC) II-2018, yang digelar pada 14 hingga 18 Oktober 2018. “Ini menunjukkan bahwa antusiasme pembalap mengikuti lomba ini sangat tinggi,” kata Dr Hasan, Race Director TdCC, di Palu Selasa (25/9/2018).

Dilanjutkan, pada TdCC I-2017, tim-tim peserta baru mendaftarkan pembalapnya hanya tiga-empat hari sebelum pelaksanaan lomba. Tapi kali ini, satu bulan sebelum hari pelaksananan, tim-tim sudah mendaftarkan pebalapnya. Ini menunjukkan TdCC semakin menjadi day tarik bagi pembalap luar negeri. “Setiap tim mendaftarkan lima pembalap dan tiga offisial,” katanya menambahkan.

Menurut Ketua Harian ISSI Sulteng itu, sudah terdaftar 20 tim mancanegara, lima diantaranya tim nasional akan mengikuti TdCC, serta lima tim cadangan yang akan mengisi bila yang terdaftar saat ini mengundurkan diri.

Ada beberapa hal yang membuat TdCC II-2018 sangat diminati pembalap dunia. Yakni pertama karena TdCC kini sudah terdaftar di Uni Sepeda Internasional (UCI-Union Ciclyst Internationale) sehingga peserta akan mendapatkan point untuk pemeringkatan pebalap dunia.

Selain itu, bonus yang disediakan penyelenggara juga semakin menarik yakni bernilai total Rp 1,3 miliar, dua kali lipat dari TdCC I-2017 yang berjumlah total Rp 600 miliar. TdCC II-2018 ini akan menempuih rute sepanjang 760 kilometer yang dibagi dalam lima etape yakni Etape I Luwuk-Bunta, Etape II Ampana-Poso, Etape III Tentena-Parigi, Etape IV Parigi-Sigi, dan Etape V Donggala-Palu.

Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola pernah mengatakan bagi Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), tahun 2016 merupakan salah satu momentum kebangkitan pariwisata setempat. Pasalnya, fenomena Gerhana Matahari kala itu membuat pemerintah setempat sadar bahwa dari segi infrastruktur dan akomodasi semuanya masih serba kurang.

Sulteng menjadi salah satu lokasi terbaik untuk menyaksikan fenomena Gerhana Matahari. Sebab itu, banyak wisatawan baik asing dan dalam negeri berbondong-bondong mengunjungi Sulawesi Tengah. Banyaknya wisatawan akhirnya membuat kapasitas penginapan di sana membludak.

Hal ini yang kemudian membuat titik balik bagi Sulteng untuk berbenah. Upaya tersebut pun tidak mudah. Selama beberapa tahun terakhir, Sulteng sering dicap sebagai wilayah yang tidak aman. Kota Poso yang berada di wilayah Sulteng kerap diberitakan media sebagai lokasi konflik. “Investasi tidak ada yang masuk, bahkan pada keluar dari Sulteng,” ujar Longki.

Kini Sulteng sedang mempersiapkan ajang Tour de Central Celebes (TdCC) yang lintasannya akan mencakup enam kabupaten dan satu kota di Provinsi Sulawesi Tengah. Sebelumnya, Pemprov Sulteng menggelar TdCC I-2017 pada 6-8 Nopember 2017 yang diikuti 65 pembalap dari 15 negara dan dinilai sangat berhasil oleh UCI (Union Cyclist Internationale).

TdCC memiliki tujuan mempromosikan pariwisata guna meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara dan domestik ke Sulteng. Selain itu kompetisi ini juga dapat memfasilitas para pegiat sepeda dalam dan luar negeri untuk berkompetisi dalam semangat sportifitas, mencari bibit-bibit pebalap sepeda.

“Mungkin banyak yang bertanya kenapa kami memilih balap sepeda ketimbang marathon. Pertama, dengan sepeda akan ada banyak lokasi yang bisa dieksplorasi. Kedua, dengan lomba sepeda tentunya infrstruktur jalanraya di sana menjadi lebih baik,” tambah Longki.

Pada tahun 2018, Longki menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara akan mencapai angka 75 ribu sedangkan wisatawan nusantara mencapai 3,75 juta. “Kunjungan turis dari banyak negara membuktikan bahwa Sulteng itu aman. Bila penyelenggaraan ini sukses tentu akan membuka perspektif baru terhadap Sulteng,” tutup Longki.

Bahkan terinspirasi dari Tour de France, lanjut dia, pemerintah Sulteng untuk kali ketiganya menggelar kegiatan balap sepeda Tour de Central Celebes 2018. Bertujuan mempromosikan potensi pariwisata dan kebudayaan Sulteng, kegiatan ini diharapkan mampu berperan sebagai pintu masuk wisatawan mancanegara di Sulteng.

“Kami ingin mengubah citra Sulteng yang dikenal erat dengan keributan, teroris, atau pun sipil bersenjata dengan image yang lebih positif. Melalui sport tourism, Sulteng akan lebih dikenal. Kami ingin menanamkan image bahwa Sulteng tidak hanya dikenal dengan situasi berdarah, melainkan lebih dari pada itu. Kami punya banyak destinasi wisata yang menarik yg bisa dikunjungi,” tuturnya.

Meski baru memasuki tahun kedua, pemerintah Sulteng nampaknya bisa berbangga. Pasalnya, Tour de Central Celebes telah memperoleh pengakuan dari Induk organisasi sepeda di Indonesia yaitu Ikatan Sepeda Sport Indonesia (ISSI) yang berafiliasi dengan organisasi sepeda internasional, yaitu Union Cycliste Internationale (UCI) untuk memberikan rekomendasi dan mengagendakan kegiatan ini dalam kalender event ISSI tahun 2018.

“Untuk mendapatkan pengakuan ini tidak mudah. Kami harus membuktikan bahwa tidak ada hal-hal yang mengurangi nilai atau mengecewakan pembalap itu sendiri. Pengakuan ini mengindikasikan kami serupa dengan Tour de France atau pun Tour de Bali, hanya saja berbeda kelas. Namun setidaknya kami sudah mendapat pengakuan UCI,” ujar Longki.

Longki menambahkan, TdCC ini akan diintegrasikan dengan obyek wisata maupun event pariwisata di setiap daerah yang dilalui. “Karena tujuan kami adalah menyampaikan informasi-informasi potensi yang terkandung di Sulteng agar diketahui secara nyata oleh masyarakat dunia. Berbagai atraksi, dan kesiapan berbagai sub-sektor pariwisata telah kami siapkan guna mendukung gelaran ini,” jelasnya sambil menambahan Sulteng menargetkan event ini dapat menarik 2.000 wisman dan 30 ribu wisnus. (EP)

27 – 29 September 2018, Festival Gunung Slamet

this formate

PURBALINGGA, bisniswisata.co.id: Sebanyak 15 ribu wisatawan ditargetkan mengunjungi Festival Gunung Slamet (FGS) 2018. FGS digelar di Desa Serang, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, pada 27 hingga 29 September 2018.

Festival budaya dan pariwisata yang memasuki tahun ketiga, diawali dengan prosesi pengambilan air di sumber mata air Sikopyah, Dusun Kaliurip, Desa Serang. Prosesi ini sebagai gambaran jika kehidupan warga tidak terlepas dari air kehidupan yang berasal dari mata air di bawah kaki Gunung Slamet.

Festival ini mampu mengangkat citra pariwisata Purbalingga, khususnya di wisata di Desa Wisata Serang. Setelah FGS I digelar pada 2015, kunjungan wisatawan ke Desa Serang naik hingga 400 persen. Begitu pula saat FGS ke-II 2016, kunjungan wisata ke Purbalingga khususnya Desa Wisata Serang semakin meningkat.

Sehingga memberikan dampak ekonomi bagi warga masyarakat dan tentunya mengangkat citra Purbalingga sebagai Kabupaten Wisata. Hari pertama, 27 September 2018, ada Pawai Taaruf, Festival Rebana, Lomba MTQ dan Serang bersholawat.

Hari kedua, Prosesi pengambilan air Si Kopyah akan diikuti ratusan warga desa setempat yang mengenakan pakaian traisional. Mereka yang terdiri dari para ibu-ibu, remaja putri, dan para pemuda, akan membawa air itu dengan menggunakan lodhong (tempat air dari bambu).

Setelah air diambil, mereka akan turun menuju mesjid selanjutnya menuju balai desa Serang. Air dalam lodhong itu disemayamkan hingga untuk dibawa ke kawasan wisata Lembah Asri yang juga berada di desa tersebut. Jarak dari titik pemberangkatan menuju balai desa mencapai tiga kilometer. Selain itu, ada acara Ruwat bumi dilanjutkan dengan gelaran wayang kuli.

Hari Ketiga, Ada pawai Budaya, Mangan Takir Bareng Bupati. Juga ada perang buah tomat di rest area Lembah Asri Serang, dan berbagai pertunjukkan kesenian. Pada siang hari akan diisi pentas seni kuda lumping, dan malam harinya digelar pertunjukkan musik akustik yang menghadirkan artis ibu kota.

Khusus perang buah tomat, kami harapkan bisa menjadi tontonan unik wisatawan dalam rangkaian Festival Gunung Slamet (FGS) III. Tontonan ini mirip yang digelar di sebuah kota kecil di Bunoi, Spanyol. Ada tiga kuintal tomat yang disiapkan untuk perang tomat tersebut.

Sementara puluhan homestay yang ada di Desa Serang habis dipesan oleh wisatawan. Wisatawan yang hendak bermalam di Desa Serang selama pergelaran FGS 2018 namun belum memperoleh tempat menginap tidak perlu khawatir karena sejumlah rumah warga yang belum dijadikan sebagai homestay siap disewakan. Untuk sewa kamar di rumah-rumah warga sebesar Rp 50 ribu per kamar dan penyewanya mendapat makan satu kali. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Batik & Tenun Indonesia bakal Jadi Kiblat Busana Etnik Dunia

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Indonesia diyakini akan menjadi pusat tren busana etnik dunia setelah melihat gaya masyarakat mulai mengarah pada penggunaan pakaian bermotif batik dan tenun. Tren tersebut akan lahir dengan sendirinya seiring dengan perubahan arah mode masyarakat ke pakaian tradisional.

Samuel Wattimena Desainer Busana menilai Indonesia dikenal populasi manusia cukup tinggi, juga menghasilkan desain busana etnik dari berbagai daerah. Gaya etnik itu memiliki kekhasan tersendiri. “Coba ke berbagai tempat, semua pria khususnya pasti memakai batik dan memiliki baju tenun baik itu tenun Bali maupun NTT,” kata Samuel seperti dilansir Bisnis, Selasa (25/9/2018).

Kondisi saat ini, lanjut dia, berbeda dengan fenomena 20 tahun lalu. saat itu, kebanyakan pria menggunakan pakaian baju polos kain bahan meteran. Namun dewasa ini, umumnya para pria tidak lagi mengenakan baju polos, namun lebih pada baju etnik seperti batik.

“Pilihan mereka sudah ke pakaian tradisional. Kekuatan ini harus dibantu dengan memanfaatkan euforia. untuk nasionalisme dan ueforia nusantara kan tinggi sekali. Nanti ini akan menjadi momentum untuk terbentuknya fesyen etnik rasa indonesia,” sebutnya sambil meyakini suatu waktu Indonesia akan menjadi kiblat pakaian etnik dunia.

Menurutnya, tantangan produk Indonesia adalah masih minim dalam konteks promosi. Dukungan media berpengaruh pada popularitas busana Tanah Air akan semakin baik. Namun dia mengaku akan ada pergerakan natural baik dari produsen maupun masyarakat.

“Kita yang sebagian terpengaruh gaya Italia dan gaya lainnya itu kan karena termakan iklan. Jadi pemahamanya menurut saya perkembangan sangat terjadi dan harus terus dikuatkan,” ujarnya. (EP)

SIA Terbang Jarak Jauh dengan Airbus A350-900ULR

this formate

SINGAPURA, bisniswisata.co.id: Singapore Airlines (SIA) menerima pengiriman pesawat Airbus A350-900ULR (ultra-long-range) pertama di dunia dari Airbus. Pesawat ini merupakan armada pertama dari tujuh pesanan pasti A350-900ULRs dan akan mulai beroperasi pada 11 Oktober 2018 – mengoperasikan penerbangan komersial terpanjang antara Singapura dan Bandara Internasional Liberty Newark.

CEO Singapore Airlines, Mr Goh Choon Phong, mengatakan Hal ini merupakan kebanggaan bagi Singapore Airlines dan Airbus, bukan hanya karena SIA kembali memperkuat hubungan kemitraan, namun juga karena SIA telah melampaui batas dengan menghadirkan pesawat yang sangat canggih untuk meningkatkan penerbangan jarak jauh menuju jarak yang lebih jauh lagi

“Pesawat A350-900ULR memberi kenyamanan lebih bagi para pelanggan kami, dan memungkinkan kami mengoperasikan penerbangan dengan jarak sangat jauh secara komersial. Hal ini membantu kami untuk meningkatkan daya saing rute jaringan kami, serta mengembangkan hub Singapura lebih jauh lagi,” ungkap Goh Choon Phong dalam keterangan tertulisnya, Senin (24/09/2018).

CEO Airbus, Tom Ender, menambahkan, penerimaan pesawat hari ini merupakan tonggak sejarah bagi Airbus dan Singapore Airlines, dimana Airbus bersama-sama membuka babak baru dalam perjalanan udara nonstop.

“Dengan jarak tak tertandingi dan perubahan dalam efisiensi bahan bakar, pesawat A350 diperkenalkan memenuhi permintaan terhadap layanan jarak jauh yang baru. Kombinasi dari suasana kabin A350 yang tenang dan luas, serta produk dalam pesawat SIA yang telah diakui di dunia akan menjamin kenyamanan para pelanggan pada tingkat yang tertinggi, dalam rute terpanjang di dunia,” ungkap Tom.

SIA merupakan pembeli pertama pesawat A350-900ULR, yang mana pesawat ini mampu untuk terbang hingga 9.700 mil laut (nm), atau lebih dari 20 jam nonstop. Penerbangan menuju New York akan mencakup jarak sejauh kurang lebih 9.000 nm (16.700km), dengan waktu tempuh perjalanan hingga 18 jam 45 menit.

Pesawat ini dikonfigurasikan ke dalam dua kelas, yaitu 67 kursi Business Class dan 94 kursi Premium Economy Class. Dengan penerimaan pesawat A350-900ULR yang pertama, saat ini Singapore Airlines memiliki 22 pesawat A350-900 dalam armadanya, dengan 45 pesanan tambahan, termasuk dengan enam tambahan varian ULR.

Singapore Airlines saat ini mengoperasikan 40 penerbangan per minggu menuju kota-kota di AS seperti Houston, New York, Los Angeles dan San Francisco. Dengan kehadiran penerbangan ULR yang terbaru, jumlah frekuensi penerbangan menuju AS akan bertambah menjadi 53 penerbangan per minggu pada bulan Desember. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Dalam Sejarah, Fashion Muslim Kontemporer di Museum

this formate

SAN FRANSISCO, bisniswisata.co.id: Pameran busana Muslim kontemporer yang digelar di Museum de Young merupakan pameran besar pertama, yang digelar untuk mengeksplore sifat kompleks dan ragam dari busana Muslim di seluruh dunia. Pameran ini diselenggarakan Museum Seni Rupa San Fransisco yang meneliti bagaimana wanita Muslim menjadi penentu gaya di dalam dan luar komunitas mereka serta menarik perhatian bagi kehidupan sehari-hari.

“Ada orang-orang yang percaya tidak ada fashion sama sekali di antara wanita Muslim. Tapi yang ada sebaliknya, dengan nuansa modern, semangat, dan luar biasa fashion itu muncul utamanya di negara dengan mayoritas Muslim,” ujar mantan direktur dan CEO Museum Seni Rupa Fransisco Max Hollein dikutip di Art Daily, Senin (24/9/2018).

Fashion Muslim kontemporer ini adalah eksplorasi yang seharusnya sudah lama dilakukan dan sangat dibutuhkan dari topik multifaset yang belum banyak di-explore oleh museum lainnya. Pameran ini juga menonjol dalam sejarah panjang pameran mode Museum Seni Rupa San Fransisco dan akan menjelaskan lebih banyak tentang pemahaman, kesalahpahaman, politik, sosial, dan budaya yang lebih besar.

Dengan menyoroti tempat, pakaian, dan gaya dari seluruh dunia, pameran ini fokus pada pakaian yang merespons interpretasi individu dan kolektif terhadap kesopanan. Pameran ini juga mempertimbangkan bagaimana wanita Muslim mendefinisikan diri mereka dan didefinisikan oleh pakaian yang mereka pakai.

Islam sendiri adalah agama multikultural, pakaiannya tidak hanya dibentuk oleh tradisi agama, tapi juga kebiasaan lokal dan tren global. Pameran Busana Muslim Kontemporer ini melihat bagian-bagian dunia di mana para perancang menciptakan pakaian dan konsumennya mengenakan pakaian yang sangat modis dengan fokus pada masyarakat Timur Tengah, Asia Tenggara, dan diaspora di Eropa dan Amerika Serikat.

“Mode yang terbaik adalah ketika keduanya bisa beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat dan mencerminkan arus bawah sosial dan politiknya. Saat ini adalah momen transformatif di mana kita sekarang menemukan mode sederhana,” ucap kurator Jill D’Alessandro.

Sekitar 80 ensemble diambil dari para desainer yang mapan dan bermunculan dari segi fashion, streetwear, dan couture kelas atas. Pameran ini juga mencakup 40 foto yang mengaktualisasikan pakaian dalam sebuah tampilan.

Galeri-galeri pameran dirancang oleh Hariri & Hariri Architectute. Mereka mengeksplorasi interaksi antara yang terlihat dan yang tidak. Ide untuk pakaian yang tertutup, tetapi kontemporer dan modis.

Dalam beberapa tahun terakhir, ada peningkatan kesadaran konsumen Muslim sebagai segmen penting dari industri mode global. Dengan lebih dari 1,8 miliar orang Muslim tersebar di seluruh dunia, kompleksitas topik ini dinilai sangat luas dan bernuansa. Namun, di belahan bumi bagian Barat, Muslim sering dinilai monokromatik.

Pameran di Museum de Young ini akan tutup pada 6 Januari 2019. Setelah itu dilanjutkan di Museum Frankfurt Angewandte Kunst juga memperagakan busana muslim kontemporer. (EP)

Serang Wisatawan, Australia Suntik Mati Empat Hiu

this formate

QUEENSLAND, bisniswisata.co.id: Australia terpaksa menyuntik mati empat hiu setelah insiden serangan terhadap dua turis di Great Barrier Reef, wilayah Whitsundays. Salah seorang korban, turis perempuan alami cedera serius di kakinya setelah diserang hiu di Whitsundays (Queensland). Perempuan berusia 46 tahun tengah berenang dari sebuah kapal sewaan di Cid Harbour di Pulau Whitsunday, pada Rabu (19/9) petang.

“(Hiu-hiu itu) sudah disuntik mati dengan baik dan akan dibawa ke laut untuk tindakan akhir,” ujar juru bicara Kementerian Perikanan Australia kepada AFP, Senin (24/9).

Dilanjutkan, pihaknya menggunakan perangkap untuk menangkap tiga hiu sepanjang badan 3,7 meter, 2 meter, dan 3 meter. “Hiu dengan ukuran besar seperti ini sangat berpotensi berbahaya bagi manusia, tapi belum jelas apakah mereka yang bertanggung jawab atas insiden yang menimpa kedua perenang,” ucap jubir.

Menurutnya, saat ini masih ada hiu dengan jumlah signifikan di sekitar Great Barrier Reef dan warga disarankan tidak berenang. Sementara itu, kedua korban serangan hiu itu kini masih dirawat di rumah sakit setelah diselamatkan dari dua insiden terpisah.

Serangan hiu di wilayah Whitsundays di Great Barrier Reef sangat jarang terjadi. Berdasarkan laporan ABC, insiden terakhir terjadi pada delapan tahun lalu. Peristiwa ini pun memicu perdebatan cara untuk mengurangi risiko pertemuan antara hiu dan peningkatan jumlah turis ke kawasan tersebut.

Banyak pegiat konservasi dan ilmuwan kelautan keberatan dengan keputusan pemerintah untuk membunuh hiu dan menyebut perangkap yang digunakan untuk menangkap makhluk tersebut tidak aman.

Selama ini, New South Wales sudah mencoba sejumlah pendekatan tak berbahaya, seperti penggunaan pesawat nirawak untuk melacak pergerakan hiu. Mereka juga mencoba “perangkap pintar” untuk mengingatkan otoritas ketika ada hiu mendekat.

Cid Harbour adalah kawasan yang populer dikunjungi oleh kapal-kapal charteran yang terletak sekitar 100 kilometer utara MacKay di wilayah utara negara bagian Queensland. Turis perempuan yang digigit hiur itu sedang berlibur dari Tasmania, dan menaiki kapal sewaan bernama Queensland Yacht Charters ketika insiden terjadi. (EP)

Bertambah, Hotel Tersertifikasi Halal di Makassar

this formate

MAKASSAR, bisniswisata.co.id: Deretan hotel di Makassar, Sulawesi Selatan yang mengantongi sertifikasi halal terkhusus pada aspek kitchen atau dapur, grafiknya terus bertambah secara signfikan. Hal ini sejalan dengan finalisasi tahapan proses sertifikasi dapur halal atau halal kitchen terhadap empat hotel kelolaan Phinisi Hospitality, jaringan hotel lokal yang berbasis di Makassar.

“Hotel di bawah Phinisi Hospitality, mudah-mudahan sertifikasi halal kitchen-nya sudah kelar pertengahan bulan depan, tengah berproses saat ini,” ujar CEO Phinisi Hospitality Anggiat Sinaga, di Makassar.

Seperti dilansir laman Bisnis, Senin (24/09/2018), dia menguraikan implementasi dari konsep dapur halal juga dimaksudkan agar hotel kelolaan senantiasa mengikuti perkembangan industri pariwisata yang saat ini mulai mengoptimalkan ceruk pasar dari segmen halal tourism.

Secara komprehensif, penerapannya dimulai dari pemasok bahan makanan, pengolahan, peralatan dapur, hingga penyajian yang dilakukan dengan mengacu pada kaidah halal.

Sebagai informasi, Phinisi memiliki empat hotel kelolaan yang berklasifikasi bintang tiga plus hingga bintang lima di Makassar. Hotel tersebut adalah Dalton Hotel dan Almadera Hotel untuk klasifikasi bintang tiga plus, Claro Makassar berklasifikasi bintang empat plus, serta The Rinra yang merupakan portofolio perusahaan dengan klasifikasi bintang lima.

Jika hotel kelolaan Phinisi itu secara resmi mengantongi sertifikat halal kitchen maka total hotel yang mengadopsi konsep tersebut di Makassar menjadi tujuh hotel.

Sebelumnya, ada dua hotel di Makassar lebih dulu berkualifikasi dapur halal, yakni Aston Makassar serta Hotel Pesonna. “Insyaallah bila semakin banyak lagi hotel tersertifikasi halal, lebih baik lagi bagi pariwisata Makassar. Lombok saja hanya restoran tersertifikasi sedangkan hotelnya belum. Nah, Makassar malah hotelnya duluan tersertifikasi,” ujar GM Aston Makassar Joko Budi. (EP)

Pramuwisata Bodong di Bali Utara Resahkan Wisman

this formate

BULELENG BALI, bisniswisata.co.id: Penyedia jasa pariwisata di Bali Utara belakangan resah. Keresahan bersumber keberadaan oknum pramuwisata bodong, yang beroperasi dengan melakukan aksi penipuan sekaligus melakukan pencemaran nama baik pramuwisata resmi. Korban penipuan wisatawan mancanegara (wisman) bukan hanya sekali terjadi, namun sudah berulangkali. Sayangnya, belum ada tindakan terhadap pramuwisata ilegal.

Patrick, salah satunya menjadi korban penipuan. Wisatawan asal Jerman ditipu pramuwisata bodong bersama rekan-rekannya saat ingin berlibur di Lovina, Desa Kalibukbuk, Kecamatan Buleleng. Modusnya, guide bodong memberikan layanan jasa kepada wisatawan. Hanya saja layanan yang dijanjikan tidak bisa dibuktikan.

“Kami ditawari oknum guide yang akan memberikan layanan jasa wisata. Tetapi harus membayar dulu. Setelah itu malah ingkar janji, tak sesuai dengan harapan yang dijanjikan,” beber Patrick dengan nada kecewa.

Kejadian inipun langsung disampaikan ke penggiat pariwisata, Nyoman Kusumadia alias Klaus dan khawatir korban pramuwisata bodong makin banyak dan taku melaporkan ke pihak berwajib. Disisi lain keberadaan pramuwisata ilegal ini dapat merusak citra pariwisata di Buleleng, khususnya Lovina.

Terlebih perkembangan medsos yang semakin marak dan cepat menyebar, sehingga pengalaman pahit yang dialami wisatawan asing kemudian di share di medsos dan dengan cepat menyebar ke penjuru dunia. “Kami khawatir dengan imbas adanya guide bodong ini. Bisa saja para turis enggan datang ke Lovina,” ujar Klaus prihatin.

Keluhan serupa juga disampaikan pemilik usaha Dive Center, Dewa Made Japa. Pihaknya mengaku kerap menerima keluhan dari wisatawan mancanegara terkait keberadaan pramuwisata bodong. Modusnya, pelaku kepada wisatawan mengatasnamakan dari sebuah perusahaan jasa wisata lewat nota palsu.

Korban diberikan layanan antar jemput untuk berkunjung ke beberapa objek wisata. Tetapi harus membayar terlebih dahulu kepada pelaku. Sayangnya, justru setelah melakukan pembayaran, guide bodong ini justru tak kunjung datang menjemput wisatawan seperti yang dijanjikan.

“Mereka sampai membuat harga yang tinggi hampir 3 kali lipat yang tidak diketahui oleh bersangkutan. Setelah perjanjian dengan nota palsu kemudian tamu itu beberapa harinya tidak dilayani, bahkan tidak dijemput. Kerugian tidak kecil bisa sampai jutaan rupiah,” ujar Dewa Japa seperti dilansir laman Liputan6.com, Senin (24/09/2018).

Terkait hal ini, pihaknya pun meminta agar aparat keamanan juga ikut turun tangan dalam menyelesaikan persoalan ini. Sebab bila tak ditangani, dikhawatirkan akan merusak citra jasa wisata yang memang benar-benar menjalankan usahanya secara jujur.

“Kami meminta agar sediakan call center bagi wisman. Saat ada kasus ada yang menerima minimal ada yang bertanggungjawab. Kami juga jangan terlalu ekstrim untuk menawarkan jasa, ya minimal jangan sampai mereka tidak nyaman saat berkunjung kesini,” sambungnya. (EP)