120 Penari Marakkan Tari Thengul Massal di Bekas Tambang

this formate

BOJONEGORO, bisniswisata.co.id: Tari Thengul terus dilestarikan, digelorakan dan dikenalkan ke generasi milenial. Tarian tradisional yang terinspirasi Wayang thengul dari Bojonegoro, Jawa Timur ini, biasanya dipentaskan oleh penari secara berkelompok dengan gerakan, ekspresi dan kostum yang menyerupai Wayang thengul. Kini, tari thengul dipentaskan secara massal.

Sekitar 120 penari Thengul dari berbagai lintas generasi bakal pentas dalam kegiatan lomba desain relief di bekas penambangan batu kapur Gajah Watu Jodo di Desa Gajah, Kecamatan Baureno Bojonegoro, pada 24 hingga 25 November 2018.

“Tari Thengul ini merupakan tarian kreasi yang diciptakan selain untuk seni, juga sebagai wujud apresiasi dan upaya untuk mengangkat kembali kesenian Wayang thengul yang hampir tenggelam seiring dengan perkembangan jaman,” papar Kepala Bidang Kelembagaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro, Dyah Enggrini Mukti dalam keterangannya di Bojonegoro, Senin (29/10/2018).

Dilanjutkan, Disbudpar merekrut puluhan guru tari di kecamatan wilayah Bojonegoro untuk memperoleh pelatihan tari Thengul. Nantinya guru tari yang sudah memperoleh pelatihan tari Thengul itu, sehingga dapat merekrut para siswa untuk dilatih.

“Tari Thengul massal ini baru pertama kali digelar. Diharapkan tahun-tahun berikutnya, jumlah penari Thengul semakin banyak seperti tari Gandrung Banyuwangi yang pesertanya sampai ribuan,” kata dia.

Selain ada tari Thengul massal, sambung Dyah seperti dilansir laman Antara, di dalam kegiatan lomba desain relief itu juga akan dimerihkan penyanyi, antara lain, Anji atau Erdian Aji Prihartanto dan artis ibu kota lainnya.

Gunung Waju Jodo adalah kawasan penambangan batu kapur yang sudah tidak ditambang sejak 10 tahun lalu. Luas kawasan ini mencapai 20 hektar. Terkait pelaksanaan lomba desain relief pemerintah setempat bekerja sama dengan Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Tema lomba adalah sejarah Bojonegoro. “Tim ISI yang meninjau lokasi GWJ menilai lokasinya sangat bagus untuk dikembangkan menjadi kawasan objek wisata,” kata Dyah Enggrini.

Ia memberikan gambaran bahwa dalam lomba desain relief di GWJ yang terdapat lima gunung kapur itu akan ada 20 pemahat dari ISI yang akan membuat relief. Masing-masing pemahat akan membuat tiga desain relief. “Tapi sebenarnya ini lomba terbuka untuk umum yang bisa diikuti peserta dari luar daerah misalnya, dari Universitas Surabaya (Unesa) juga yang lainnya,” kata dia menjelaskan.

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan desain relief di GWJ itu juga sebagai usaha daerahnya mengembangkan Geopark Nasional hamparan minyak bumi sekaligus memeriahkan Hari Jadi Bojonegoro (HJB) ke-341.

Menurut sumber sejarah yang ada, Tari Thengul ini diciptakan tahun 1990-an oleh Joko Santoso dan Ibnu Sutawa. Awalnya mereka diminta Dinas P dan K Kabupaten Bojonegoro untuk menciptakan suatu tarian kreasi baru, yang akan ditampilkan di acara pekan budaya provinsi Jawa Timur.

Setelah jadi dan ditampilkan pada acara itu, ternyata mendapat sambutan yang baik dengan memenangkan kategori penampilan terbaik. Dari Sehingga Tari Thengul banyak dikenal masyarakat luas dan menjadi salah satu tarian tradisional di Bojonegoro, Jawa Timur.

Tari Thengul ini biasanya ditampilkan tujuh orang penari putri dengan kostum dan tata rias muka putih seperti boneka. Penari tersebut menari layaknya Wayang thengul dengan gerakan yang kaku dan ekspresi yang terlihat lucu sehingga memunculkan kesan humor dan menghibur dalam setiap pertunjukannya. Gerakan dan ekspresi itulah yang menajadi salah satu ciri khas dari Tari Thengul ini.

Dalam pertunjukannya diawali dengan buka gender dan dilanjutkan dengan slantem bersama oklik. Kemudian penari keluar dengan jalan pinokio dan dilanjutkan dengan buka cluluk, jogedan, playon, guyonan dan kemudian di tutup dengan kayon.

Dalam pertunjukan Tari Thengul ini juga diiringi berbagai alat music tradisional seperti oklik, ithik – ithik, biola dan gamelan laras slendro. Selain musik pengiring juga diiringi dengan tembang dan senggakan.

Untuk kostum dan tata rias yang digunakan pada tari tengul ini, penari bentuk layaknya karakter Wayang thengul. Wajah penari dirias dengan warna putih dengan garis hitam pada rambut, alis dan mata. Untuk busana digunakan, pada bagian atas menggunakan busana seperti kemben dan pada bagian bawah menggunakan kain panjang bercorak bledak. Pada bagian kepala menggunakan cundhuk berbentuk seperti Wayang thengul. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Komunitas Digital Yogyakarta Diminta Ikut Perangi Hoax

this formate

YOGYAKARTA, bisniswisata.co.id: Komunitas digital di Kota Yogyakarta diminta untuk memerangi hoax, yang kini semakin merebak di tahun politik. Langkah ini memiliki nilai strategis demi menjaga persatuan dan kesatuan NKRI. Berita hoax sengaja diciptakan untuk memperlebar jurang perbedaan antara kubu-kubu yang berseberangan.

“Berita yang tidak jelas kebenarannya sebaiknya dihindari dan tidak disebarkan. Dan ini juga tugas komunitas digital untuk memerangi berita hoax,” papar Kasubdit Informasi dan Komunikasi Sosial Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik Kominfo, Helmi Malik Bou saat membuka Forum Diskusi Publik Bijak Bermedia Sosial untuk Indonesia Maju, di Ballroom Hotel Grand Inna Malioboro Yogya, kemarin.

Dalam keterangan tertulis yang diterima Bisniswisata.co.id, Senin (29/10), Hilmi berpesan kepada peserta forum diskusi agar dapat menyaring berita-berita yang viral di media sosial, dan berperan aktif dalam memerangi hoax dengan cara meluruskan hoax dengan data-data atau berita yang sebenarnya.

Asisten Deputi Bidang Peningkatan Kreatifitas Pemuda Kementerian Olah Raga, Djunaedi menambahkan pemuda sebagai generasi penerus bangsa harus dapat menjadi contoh bagi masyarakat dengan lebih bijaksana dalam bermedia sosial. Semangat menjaga persatuan dalam keberagaman yang penuh kreatifitas menjadi pagar bagi para pemuda untuk terus membangun bangsa menuju Indonesia maju.

Kepala Balai Tekkomdik Disdikpora DIY Isti Triasih berpesan kepada para peserta forum diskusi agar menjauh dari berita-berita hoax dan lebih fokus pada berita-berita yang lebih baik sebagai bentuk perilaku positif para pemuda dalam menajga kerukunan dalam perbedaan.

Gun Gun Siswadi, Staf Ahli Menteri Bidang Komunikasi dan Media Massa Kominfo yang menjadi salah satu nara sumber pada forum ini beresan kepada generasi muda agar bersifat kritis terhadap berita-berita yang sedang viral di media sosial.

“Generasi muda harus mampu berpikir kritis tehadap semua konten yang ada di media digital, meningkatkan kesadaran masyarakat untuk dapat memanfaatkan kebebasan berinformasi ini secara baik dan menyadari pentingnya beretika di media jejaring sosial. Media sosial berfungsi sebagai sarana komunikasi, sumber informasi, peluang usaha, membangun relasi dan komunitas,” ucap Gun Gun.

Hoax yang diciptakan sesensitif mungkin, menyentuh berita-berita yang sedang panas sengaja diciptakan untuk membuat masyarakat bingungkemudian menjadi bodoh. Sejatinya Kominfo telah memonitor penyebaran hoax, namun makin hari pertumbuhan hoax makin mengkhawatirkan, sambungnya.

Gun Gun mengingatkan bahaya dan akibat hoax seperti yang sudah diatur pada Undang-undang ITE Pasal 28 ayat 1: “Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan dan mengakibatkan kerugian konsumen dalam transaksi elektronik. Sanksi pidana 6 tahun dan atau denda 1 milyar”. jelasnya.

Diharapkan kepada para peserta agar tidak perlu takut untuk melaporakn berita-berita yang sekiranya tidak benar kepada Kominfo lewat media pengaduan seperti email di cybercrimes@mail.kominfo.go.id atau dapat melalui SMS/WA ke 082210101112.

Media sosial yang sangat liar oleh berbagai informasi-informasi dari mana saja tanpa mempertimbangkan efek buruk yang menumpuk akan menjadi fenomena gunung es yang siap lebur di kemudian hari. Informasi yang salah dan terus viral namun dikira benar, membuat masyarakat bodoh.

Pentingnya masyarakat memahami apa arti media sosial itu sendiri adalah modal utama dalam menekan penyebaran hoax. Sikap bijaksana dalam bermedia sosial adalah saring sebelum sharing. Jika ada sebuah berita yang tidak pasti kebenarannya, lebih baik tidak perlu membagikan kepada orang lain, tambahnya.

Salah satu peserta kirab dari Bali menyatakan keprihatinannya terhadap penyebar-penyebar berita hoax yang malah menjadi viral, padahal tidak benar. Ia menyayangkan para netizen yang menyebarkan berita-berita secara asal sehingga hoax malah menjadi viral. “Para pemuda juga harus dapat mengedukasi lingkungannya agar masyarakat yang di elemen paling bawah pun tetap terjaga dari hoax,” lontarnya.

Para peserta yang diundang pada acara kali ini adalah komunitas media sosial, blogger, pers mahasiswa dan perwakilan BEM di Yogyakarta. Selain itu acara ini kedatangan tamu istimewa yakni para peserta Kirab Pemuda 2018 yang tengah singgah di kota Yogyakarta pada serangkaian acara pada 23-27 Oktober 2018. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Tips Atasi Ketegangan Naik Pesawat

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co,id: Peristiwa jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 rute Jakarta-Pangkal Pinang pada Senin (29/10), mengejutkan masyarakat. Pesawat yang mengangkut 188 orang terdiri dua pilot, lima awak kabin, dan 181 penumpang, sedikit banyak membangkitkan keresahan orang-orang yang hendak bepergian dengan menggunakan pesawat.

Tak perlu takut dan tetaplah berpikir positif penerbangan Anda akan aman hingga sampai di tempat tujuan. Menurut Mindbodygreen, ternyata hanya diperlukan 60 detik saja untuk membuat tubuh dan pikiran tetap santai dan tenang sebelum naik pesawat. Cara yang dilakukan cukup sederhana yakni menggunakan mekanisme bernapas.

Penelitian dari Stanford University School of Medicine menemukan terdapat umpan balik yang menghubungkan neuron di otak untuk bernapas dengan gairah atau suasana hati. Studi itu mendapati bahwa melambatkan napas dapat menjadi trik yang bisa dilakukan untuk mengelabui otak agar tidak merespons sumber stres atau ketegangan, misalnya rasa khawatir sebelum naik pesawat.

“Kita tahu bahwa pusat pernapasan secara langsung mengontrol aktivitas fungsi otak,” kata peneliti Mark Krasnow kepada Pschology Today, dilansir dari Travel and Leisure, Senin (29/10/2018).

Untuk bisa tetap tenang sebelum naik pesawat dan meringankan stres, Anda dapat melakukan beberapa latihan pernapasan berikut ini. Untuk hasil maksimal, bernapaslah melalu diafragma bukan dari dada.

#. Panjangkan napas
Duduklah dengan tegak di kursi Anda lalu tarik napas dalam melalui hidung. Lalu buang napas perlahan melalui hidung selama dua hingga tiga detik lebih lama dari waktu yang diperlukan untuk bernapas biasanya. Lakukan latihan ini selama 60 detik sebelum masuk pesawat.

#. Lemaskan badan

Regangkan otot untuk mendapatkan badan yang santai. Dimulai dari otot wajah hingga jari-jari kaki. Saat melenturkan otot, tarik napas melalui hidung selama tiga hingga empat detik. Lalu embuskan napas melalui mulut selama lima hingga enam detik untuk melepaskan ketegangan.

#. Pernapasan alternatif

Pernapasan alternatif ini dapat dilakukan dengan menutup salah satu lubang hidung dengan ibu jari lalu tarik napas hingga paru-paru terasa penuh. Pindahkan jempol ke lubang hidung yang lain sambil menahan napas. Embuskan napas perlahan dan ulangi hingga beberapa kali.

#. Teknik 4-7-8

Menurut Culture Trip, teknik ini dapat dilakukan dengan memulai bernapas melalui hidung selama empat detik. Kemudian tahan napas selama tujuh detik dan embuskan melalui mulut selama delapan detik. Ulangi teknik ini sampai Anda tenang. (EP)

Australia Larang Pejabatnya di Indonesia Terbang Pakai Lion Air

this formate

CANBERRA, bisniswisata.co.id: Pemerintah Australia memberikan instruksi resmi kepada setiap pejabat dan pegawainya yang ada di Indonesia untuk tidak terbang dengan maskapai Lion Air. Instruksi ini disampaikan usai pesawat Lion Air JT 610 jatuh di perairan utara Karawang, Senin (29/10) yang mengakibatkan 189 orang, termasuk penumpang dan awak kabin belum diketahui nasibnya.

Seperti dilansir media Inggris, The Guardian, Senin (29/10), instruksi resmi itu disampaikan melalui Smartraveller, sebuah layanan Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia (DFAT). Instruksi itu juga berlaku untuk seluruh kontraktor pemerintah Australia di Indonesia.

“Menindaklanjuti kecelakaan fatal pesawat Lion Air pada 29 Oktober 2018, para pejabat dan kontraktor pemerintah Australia telah diinstruksikan untuk tidak terbang dengan Lion Air,” demikian bunyi instruksi yang juga dimuat dalam situs resmi DFAT itu. “Keputusan ini akan dikaji kembali begitu temuan atas penyelidikan kecelakaan lebih jelas,” imbuh instruksi tersebut.

Pesawat Lion Air JT 610 lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta pada pukul 06.20 WIB dan hendak menuju ke Pangkalpinang. Namun pukul 06.33 WIB, pesawat itu hilang kontak. Ada 189 orang di dalam pesawat itu, termasuk penumpang dan awak kabin. Kini personel Badan SAR Nasional sedang berusaha mengevakuasi di lokasi jatuhnya pesawat, di laut utara Karawang, Jawa Barat.

Di tempat terpisah, Presiden Joko Widodo mengatakan pemerintah masih berupaya melakukan penyelamatan penumpang pesawat Lion Air JT-610. Sejak dikabarkan hilang kontak pukul 06.33 WIB, Jokowi telah memerintahkan Basarnas, dibantu TNI dan Polri, untuk melakukan pencarian.

“Kita melakukan upaya terbaik untuk menyelamatkan korban dan saya terus berdoa dan berharap korban bisa ditemukan,” papar Presiden Jokowi di Nusa Dua Bali untuk membuka konferensi kelautan internasional, Our Ocean Conference (OOC) 2018, Senin (29/10).

Jokowi menyatakan pihaknya memahami kerisauan yang dirasakan seluruh keluarga korban akibat kejadian ini. Keluarga korban diminta untuk tetap tenang sebab saat ini tim Basarnas sedang bekerja keras melakukan pencarian.

“Saya juga memerintahkan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk melakukan penyelidikan dan segera menyampaikan hasil penyelidikan. Kita masih fokus pada pencarian dan penyelamatan korban, Mohon doa dan dukungan dari kita semuanya,” lontar kepala negara.

Berdasarkan data yang dihimpun, kejadian ini merupakan kecelakaan ke-20 yang dialami Lion Air sejak 2002. Berikut daftarnya:

1. 14 Januari 2002, Lion Air penerbangan 386 PK-LID, Boeing 737-200 rute Jakarta-Pekanbaru-Batam, gagal mengudara dan terjerembap setelah badan pesawat meninggalkan landasan pacu di Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, lebih dari lima meter. Tujuh orang penumpang luka-luka dan patah tulang dalam insiden ini.

2. 31 Oktober 2003, Lion Air penerbangan 787, MD-82 rute Ambon-Makassar-Denpasar, keluar jalur saat mendarat di Bandara Hasanuddin, Makassar.

3. 3 Juli 2004, Lion Air penerbangan 332, MD-82 rute Jakarta-Palembang, mendarat tidak sempurna di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang.

4. 30 November 2004, Lion Air penerbangan 538 PK-LMN, MD-82 rute Jakarta-Solo-Surabaya, tergelincir saat mendarat di Bandara Adisumarmo, Solo. Sebanyak 26 penumpang tewas.

5. 10 Januari 2005, Lion Air penerbangan 789, MD-82, gagal mengudara di Bandara Wolter Monginsidi, Kendari, akibat salah satu bannya kempes.

6. 3 Februari 2005, Lion Air penerbangan 791, MD-82 rute Ambon-Makassar, tergelincir saat mendarat di Bandara Hasanuddin, Makassar.

7. 12 Februari 2005, Lion Air penerbangan 1641, MD-82 rute Mataram-Surabaya, tergelincir roda depannya keluar landasan sekitar setengah meter di sebelah utara pinggir landasan pacu, ketika akan take off di Bandara Selaparang, Mataram.

8. 6 Mei 2005, Lion Air penerbangan 778, MD-82 rute Jakarta-Makassar, pecah ban saat mendarat di Bandara Hasanuddin, Makassar. Akibatnya pilot terpaksa menghentikan pesawat di landasan pacu sebelum mencapai lapangan parkir.

9. 24 Desember 2005, Lion Air penerbangan 792, MD-82 rute Jakarta-Makassar-Gorontalo, tergelincir saat mendarat di Bandara Hasanuddin, Makassar.

10. 18 Januari 2006, Lion Air penerbangan 778, MD-82 rute Ambon-Makassar-Surabaya, tergelincir saat mendarat di Bandara Hasanuddin, Makassar.

11. 4 Maret 2006, Lion Air penerbangan 8987, MD-82 rute Denpasar-Surabaya tergelincir saat mendarat di Bandara Juanda, Surabaya karena cuaca buruk.

12. 24 Desember 2006, Lion Air penerbangan 792, PK-LIJ Boeing 737-400 rute Jakarta-Makassar-Gorontalo, tergelincir saat mendarat di Bandara Hasanuddin, Makassar.

13. 9 Mei 2009, Lion Air PK-LIL MD-90 tergelincir di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta.

14. 3 November 2010, Lion Air penerbangan 712, PK-LIQ Boeing 737-400 rute Jakarta-Pontianak-Jakarta, tergelincir di Bandara Supadio, Pontianak.

15. 14 Februari 2011, Lion Air penerbangan 598, Boeing 737-900 ER rute Jakarta-Pekanbaru, tergelincir saat mendarat di Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru. Semua penumpang selamat.

16. 15 Februari 2011, Lion Air penerbangan JT 0295, Boeing 737-900 ER rute Medan-Pekanbaru-Jakarta, tergelincir di Pekanbaru. Seluruh roda pesawat keluar dari lintasan bandara. Semua penumpang selamat dan tidak luka.

17. 23 Oktober 2011, Lion Air JT 673 tergelincir sejauh 15 meter hingga menyentuh area ujung landasan di Bandara Sepinggan, Balikpapan, Kalimantan Timur. Kedua roda pesawat terperosok.

18. 30 Desember 2012, Lion Air tergelincir di Bandara Supadio, Pontianak, pukul 22.00 WIB. ROda sebelah kanan pesawat amblas dalam kejadian itu.

19. 13 April 2013, Lion Air dari Bandung tujuan Bali terjatuh di laut dekat Bandara Ngurah Rai, Bali, saat akan mendarat.

20. 29 Oktober 2018, Pesawat dengan regitrasi PK-LQP jenis Boieng 737 MAX 8 jatuh di laut Jawa tepatnya Perairan Karawang Jawa Barat. Pesawat ini buatan 2018 dan baru dioperasikan oleh Lion Air sejak 15 Agustus 2018. Pesawat dikomandoi Capt. Bhavye Suneja dengan copilot Harvino bersama enam awak kabin atas nama Shintia Melina, Citra Noivita Anggelia, Alviani Hidayatul Solikha, Damayanti Simarmata, Mery Yulianda, dan Deny Maula. Kapten pilot sudah memiliki jam terbang lebih dari 6.000 jam terbang dan copilot telah mempunyai jam terbang lebih dari 5.000 jam terbang. (EP)

Wisata ke Sabang, Turis Lebih Suka Angkutan Laut

this formate

BANDA ACEH, bisniswisata.co.id: Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) menyatakan tranportasi laut menuju Pelabuhan Balohan di Kota Sabang, Aceh, menjadi andalan wisatawan menuju tempat liburan di Pulau Weh.

“Hingga kini, wisatawan baik mancanegara maupun nusantara, masih memilih gunakan laut dibanding udara ke Sabang,” terang Sekretaris ASITA Aceh, Totok Julianto di Banda Aceh, Senin (29/10/2018).

Padahal, di daerah yang terdiri dari dua kecamatan dan merupakan titik nol kilometer di bagian Barat Indonesia, itu terdapat Bandar Udara Maimun Saleh dengan panjang landasan 1.844 meter dan lebar 30 meter.

Lapangan terbang di Sabang ini merupakan fasilitas militer dengan memiliki kapasitas apron atau tempat parkir yang mampu menampung empat pesawat jenis Foker 27. Lapangan terbang ini juga sempat didarati beberapa maskapai komersil baik berjadwal atau sewa.

Data terakhir Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh menyebut, dari Januari hingga Agustus 2018 total penumpang tiba di Pelabuhan Balohan 469.122 orang menggunakan 1.615 kapal, sedangkan periode yang sama di Bandara Udara Maimun Saleh cuma 10.050 orang dengan 316 pesawat.

Kenapa para turis lebih menyukai jalan laut? “Sebab, wisatawan ingin melihat peninggalan di beberapa tempat sembari menggenang tsunami baik Banda Aceh maupun Aceh Besar,” kata Totok seperti dikutip Antara.

Pemerintah Aceh menyakini, tahun 2018 ini tingkat kunjungan wisatawan ke Aceh terus mengalami peningkatan. Melihatangka kunjungan 2017, ada peningkatan mencapai 2,9 juta orang terdiri 2,8 juta wisatawan nusantara (wisnus), dan 78 ribu wisatawan mancanegara (wisman).

“Jumlah itu meningkat dibanding 2016, yang 2,1 juta orang. Angka kunjungan ini diprediksi terus meningkat,” ujar Pelaksana tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah.

Sabang adalah sebuah kota terletak di sebuah pulau yang bernama Pulau Weh. Tercatat ada 31 destinasi wisata yang menarik. Mulai wisata pantai, air terjun, wisata sejarah, wisata alam,

#. Tugu Kilometer Nol Indonesia

Belum ke Sabang namanya, jika belum mengunjungi Tugu Kilometer Nol Indonesia di area hutan di Iboih Ujong Bau. Tugu ini merupakan penanda wilayah paling barat Indonesia. Jika mampir ke tugu ini, bisa dapat sertifikat Kilometer Indonesia yang menjadi penanda bahwa sudah menginjakkan kaki di wilayah paling barat Indonesia ini. Tidak seperti destinasi wisata yang menyugukan keindahan alam pada umumnya, tempat ini hanya menyajikan objek wisata bersejarah bagi para wisatawan lokal maupun mancanegara.

#. Danau Aneuk Laot
Danau Aneuk Laot sering disebut Danau Air Tawar ini, terletak di Kelurahan Aneuk Laot. Dalam bahasa Aceh sendiri, Aneuk Laot itu berarti anak laut. Nama danau ini diberikan karena kota Sabang disekelilingi laut.mpat. Danau ini juga menyajikan keindahan panorama alam yang memukau. Disekitar danau terdapat banyak pohon rimbun menjulang tinggi yang cocok sebagai tempat beristirahat. Wisatawan juga dapat melihat sunset laut Sabang yang berada tepat di samping danau.

#. Benteng Jepang Anoi Itam

Benteng ini merupakan sebuah tempat wisata favorit bagi para wisatawan saat berkunjung ke Sabang. Benteng bernama Jepang Anoi Itam ini terletak di bagian timur Sabang, tepatnya berdampingan pantai Anoi Itam. Dulu, benteng ini tempat penyimpanan senjata bagi para pasukan Jepang. Di tempat ini, bis melihat pemandangan bukit dengan anak tangga di atas rimbunnya pohon. Meski benteng Jepang ini memiliki sejarah kelam masa lalu, namun ada hal yang menjadi sebuah kelebihan di tempat ini, yaitu pemandangan alamnya yang indah dan memukau saat dilihat dari atas bukit.

#. Air Terjun Pria Laot

Ada sebuah objek wisata tersembunyi yang sangat menawan dan belum banyak diketahui wisatawan, yaitu Air Terjun Pria Laot. Objek wisata air terjun ini berlokasi di hulu Gunung Sarung Keris, tepatnya di bagian selatan Pulau Weh. Hijaunya pepohonan mengelilingi lokasi air terjun seakan dapat membius mata bagi yang menikmatinya. Udara di sekitar tempat ini juga terasa sejuk dan segar. Salah satu ciri khas di tempat ini yaitu wisatawan akan mendengar beraneka kicauan burung dengan suara yang indah.

#. Pulau Rubiah
Pulau cantik yang berada tak jauh dari Kota Sabang ini menjadi salah satu spot favorit wisatawan untuk diving dan snorkeling di Sabang. Air lautnya yang jernih serta keindahan bawah lautnya yang memukau menjadi daya tarik utama pulau ini. Terumbu karang yang ada di pantai ini masih sangat alami, berbagai hewan laut cantik pun bisa ditemukan dengan mudah di perairan pulau ini. Di Pulau ini terdapat sebuah makam yang beranama Cut Nyak Rubiah, hal itulah yang menjadikan pulau ini bernama Pulau Rubia. Konon disekitaran makam Cut Nyak Rubiah terdapat pula banyak makam lainnya yang merupakan makam anak-anaknya.

#. Puncak GT

Puncak GT ini juga menawarkan pemandangan sisi yang sering terlewatkan oleh para wisatawan atau para traveller. Yaitu sisi pelabuhan Balohan yang tak kalah indah dengan pemandangan puncak Kilometer Nol. Kerennya lagi, jalan ini kini termasuk salah satu jalan yang mempunyai pemandangan indah di kota Sabang. Karena dari jalan ini kita bisa melihat hamparan laut yang bernuasa biru toska, di balut dengan rimbunnya pepohonan yang menghijau di atas bukit. Menjadi diaroma tersendiri

#. Wisata Kuliner

Taman Wisata Kuliner Ujung Asam Sabang ini adalah tempat nyantainya para wisatawan diwaktu malam dengan menikmati hidangan kuliner. Ditempat ini menyediakan berbagai macam jenis makanan. Di tempat ini juga anda bisa menikmati kuliner sambil menikmati udara yang dingin dan pemandangan laut yang indah beserta gunung yang dipenuhi dengan lampu – lampu diperkampungan. Dulunya katanya orang sabang menyebut tempat ini dengan nama belakang Bengkel, tapi sekarang sudah di ubah menjadi Ujung asam sebagai tempat menikmati suasana laut yang luas dengan pemandangan Iboih dan pulau Rubiah. Tempat ini terletak di kampung kebun merica sabang.

#. Masjid Agung Babussalam

Jika ingin shalat sambil berwisata religi, anda bisa mengunjungi Masjid Agung Babussalam Kota Sabang. Masjid ini sangat indah dibandingkan masjid yang lain. Lokasinya yang sangat strategis di pusat Kota Sabang, membuatnya mudah untuk dikunjungi oleh para wisatawan. Kita bisa menempuh perjalanan darat dari Pelabuhan Balohan sekitar 20 menit untuk menuju ke sana. Kesan bersih dan rapi tempat beribadah ini membuat kita betah di dalam mesjid ini baik untuk melaksanakan ibadah wajib atau melakukan shalat sunat hingga itikaf di waktu malam.

#). Wisata Pantai

Pulau Weh memang terkenal memiliki banyak pantai dengan birunya air laut yang memukau. Tercatat ada tujuh wisata pantai di Sabang yakni Pantai Iboih, Pantai Sumur Tiga, Pantai Anoi Itam, Pantai Paradiso, Pantai Kasih, Pantai Tapak gajah, dan Pantai Ujung Kareung. Dari tujuh pantai itu, paling terkenal adalah Pantai Iboih yang berjarak sekitar 50 km dari pelabuhan Balohan. Pantai ini cukup dikenal banyak oleh para wisatawan lokal maupun mancanegara saat berkunjung ke Sabang. Di tempat wisata ini, kamu bisa menikmati indahnya pesona pantai di atas perahu mesin yang telah disediakan untuk disewa. Selain itu, pantai ini juga sangat asyik untuk dijadikan tempat snorkeling dan diving. Ada banyak jasa yang menyediakan peralatan snorkeling dan diving. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Lion Air JT-610 Jatuh, Pemerintah AS & Boeing Kirim Tim Khusus

this formate

WASHINGTON DC, bisniswisata.co.id: Pemerintah Amerika Serikat dan Boeing menyatakan siap membantu Indonesia dalam menyelidiki jatuhnya pesawat Boeing-737 MAX, milik maskapai Lion Air dengan kode penerbangan JT-610 pada Senin (29/10). Mereka akan mengirim tim gabungan untuk bekerja sama dengan Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Sebagaimana dilansir Reuters, Senin (29/10) menurut aturan penerbangan dunia dalam kejadian seperti ini Komisi Keselamatan Transportasi Amerika Serikat secara otomatis akan membantu proses penyelidikan, dengan mengirim tim.

Tim itu nantinya juga terdiri dari perwakilan Boeing, serta teknisi dari CFM International yang memasok mesin untuk pesawat itu. CFM International adalah anak perusahaan milik General Electric (GE) dan Safran.

Boeing sebagai pembuat pesawat itu juga turut menyampaikan belasungkawa atas kejadian itu. “Kami sangat prihatin untuk para penumpang dan awak, dan turut bersimpati terhadap para keluarga serta kerabat yang mereka kasihi,” tulis Boeing dalam pernyataannya dilansir dari AFP.

Boeing menyatakan mereka akan mematuhi aturan penerbangan dunia, serta membantu proses penyelidikan bersama KNKT. “Boeing siap membantu secara teknis dalam proses penyelidikan kecelakaan itu,” lanjut Boeing.

Saat ini, mayoritas pesawat Lion Air merupakan buatan Boing. Khusus untuk jenis pesawat 737 Max 8, Lion Air bahkan menjadi maskapai pertama yang menggunakan jenis pesawati ini di Tanah Air mulai pertengahan tahun lalu.

Dalam keterangan resminya, mereka bahkan berencana memesan sebanyak 218 unit pesawat jenis tersebut. Dari jumlah tersebut, sebanyak 11 pesawat sampai pada tahun lalu. Pesawat 737 MAX 8 memiliki panjang 39,5 meter dan memiliki bentangan sayap 35,9 meter dan tinggi 12,3 meter.

Pesawat jenis ini disebut mampu menghemat delapan persen pengeluaran operasi pesawat per kursi dan mengurangi emisi karbon sebesar 14 persen. Pesawat ini juga diklaim menghemat airframe maintenance (biaya perawatan) sebesar 20 persen.

Pesawat nahas itu tercatat mengangkut 189 orang penumpang, termasuk 7 awak pesawat. Nasib mereka hingga saat ini belum diketahui. Pesawat itu jatuh di laut Jawa, dengan kedalaman 30-35 meter. Pesawat rute Jakarta-Tanjung Pinang itu lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta pada pukul 06.21 WIB dengan tujuan Bandara Depati Amir.

Namun, sekitar pukul 06.33 WIB pesawat Lion Air JT-610 itu hilang kontak lalu dikonfirmasi jatuh di perairan Tanjung Pakis, Karawang, Jawa Barat. Pesawat Boeing 737 MAX 8 adalah versi paling mutakhir pesawat penumpang buatan Boeing. Burung besi berbadan sedang itu diklaim unggul dalam banyak hal, utamanya soal konsumsi bahan bakar.

Pesawat 737 MAX 8 memiliki panjang 39,5 meter, dengan bentangan sayap 35,9 meter dan tinggi 12,3 meter. Pesawat jenis ini disebut mampu menghemat delapan persen pengeluaran operasi pesawat per kursi dan mengurangi emisi karbon sebesar 14 persen. Pesawat ini juga diklaim menghemat airframe maintenance (biaya perawatan) sebesar 20 persen.

Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Joseph R Donovan, menyampaikan belasungkawa atas musibah jatuhnya pesawat Lion Air JT 610. “Saya atas nama Kedubes Amerika untuk Indonesia mengucapkan belasungkawa yang sebesar-besarnya atas kabar jatuhnya pesawat Lion Air tadi pagi,” kata Joseph di Venue BSDCC I Nusa Dua, Bali. (EP)

Komunitas Surfing Ajak Kaum Disabilitas Berselancar

this formate

HONOLULU, bisniswisata.co.id: Kaum disabilitas di Hawaii memilih untuk melawan stigma ketidakmampuan dengan menjajal ombak di perairan O’ahu. Berdiri sejak 12 tahun lalu, AccesSurf merupakan komunitas selancar berbasis di Honolulu yang terbuka untuk siapapun, termasuk orang dengan disabilitas.

Khusus orang dengan disabilitas, kegiatan selancar bisa dilakukan dengan panduan dari relawan dan atlet. Setiap Sabtu di awal bulan, kegiatan Days at the Beach dilangsungkan mulai pukul 09.00-13.00 waktu setempat.

“Program kami seolah dapat mengubah hidup. Bagi orang dengan disabilitas, kegiatan seperti selancar nampak seperti hal yang tak mungkin dilakukan. Namun, dengan bantuan sukarelawan dan atlet yang ikut serta dalam program kami, mereka bisa melawan kekurangannya,” ungkap Cara Short selaku perwakilan dari AccessSurf.

Seperti dikutip dari Lonely Planet pada Jumat (26/10), AccessSurf pertama kali memulai program selancar ini sejak November 2016. Kini AccessSurf sudah menjadi tuan rumah bagi 40 acara berselancar kaum disabilitas dan membantu memfasilitasi sekitar 2.500 peserta selancar dengan disabilitas setiap tahunnya.

AccessSurf bahkan turut membantu mengembangkan elemen Kejuaraan Dunia pertama bagi Selancar Adaptif di tahun 2015. Dalam dunia selancar adaptif yang kompetitif, ada lima kategori besar, yakni posisi berdiri atau berlutut, posisi duduk, posisi tengkurap, dengan bantuan pendayung atau dengan gangguan penglihatan.

Berkaca pada masuknya kategori selancar dalam Olimpiade 2020 di Tokyo, kategori selancar adaptif besar kemungkinannya diadakan pada Paralimpiade 2024 di Paris. Bukan cuma di Hawaii, AccessSurf juga melebarkan sayapnya dengan membuka cabang komunitas di Okinawa, Jepang. (EP)

Misteri Sang Pangeran, Hiburan Segar Persembahan Teater Rakyat

this formate

SEMARANG, bisniswisata.co.id: “Hai pandainya mereka berjanji berjanji tak pernah ditepati, Hai pandainya mereka berbasa-basi bukan berantas korupsi, di acara televisi tampak sibuk berdiskusi berlagak cari solusi.”

Penggalan bait kritis ini berpadu syahdu dengan alunan musik tradisional yang diberi sedikit sentuhan modern oleh sang konduktor Djaduk Ferianto. Tak lama setelahnya, sekelompok penari tradisional muncul dari balik panggung menggerakkan tubuh mengikuti irama musik yang dimainkan dan tampil segar dengan kostum serba oranye.

Sekelibat suguhan musik dan tari ini menjadi pembuka dari pagelaran teater rakyat yang menjadi pentas perdana di Panggung Budaya Taman Indonesia Kaya, Semarang, Jawa Tengah pada akhir pekan.

Pentas bertajuk “Misteri Sang Pangeran”, mengisahkan tentang sebuah negeri yang banyak mengalami gangguan. Rakyat merasa gelisah dan tidak aman, dengan kehadiran para perampok serta pencuri yang kerap mengganggu.

Hingga suatu ketika muncullah dua orang Pangeran (diperankan Cak Lontong dan Akbar), yang berhasil mengatasi para pengganggu tersebut. Rakyat pun bergembira terlebih Sang Putri (Sruti Respati) yang merasakan langsung bantuan dari dua Pangeran itu. Tak ayal, ia pun jatuh cinta pada salah satu pangeran.

Namun kesenangan akan hadirnya ksatria itu, tak sepenuhnya dirasakan seluruh rakyat. Ada yang kemudian menghasut Baginda Raja (Butet Kertaredjasa) agar memberi hukuman bagi kedua pangeran itu, dengan membuat fitnah mereka telah menculik Sang Putri.

Karena fitnah itu, kisah cinta Sang Pangeran dengan putri pun terhalang sebuah syarat yang mustahil dipenuhi, yakni, membangun taman indah dalam satu malam.

Berkat sebuah keajaiban, dua Pangeran itu dapat mempersembahkan sebuah taman untuk sang putri. Tak hanya itu, terungkap pula salah seorang pangeran itu ternyata merupakan anak Baginda Raja. Sejak bayi, Pangeran dibuang ke hutan oleh Adipati (Marwoto) yang diam-diam ingin menguasai kerajaan.

Raja bahagia karena anaknya yang hilang, telah kembali. Ia pun bahagia karena kerajaan menjadi punya taman. Taman yang indah, taman kemudian menjadi lambang persatuan dan kerukunan, yang kemudian dinamakan Taman Indonesia Kaya.

Meski cerita yang disuguhkan terbilang sederhana, tapi pentas yang ditulis dan disutradarai Agus Noor itu cukup berhasil membuat hiburan berkesan di atas panggung terbuka pertama di Jawa Tengah. Pasalnya, selama pertunjukan bahkan sejak beberapa waktu sebelum acara dimulai, para penonton telah setia menantikan aksi para seniman itu beraksi.

Rintik hujan yang turun di tengah-tengah acara pun tak mematahkan semangat penonton untuk menyaksikan acara hingga akhir. Sebagian besar dari mereka enggan beranjak dari tempat duduknya. Mereka justru memanfaatkan alas duduk berupa tikar kecil berukuran sekitar 70×70 sentimeter untuk melindungi diri dari hujan.

Tak hanya itu, Agus pun berhasil membungkus pertunjukan itu sebagai suguhan yang segar. Ia menyelipkan sejumlah aspek kekinian dalam cerita tanpa terkesan memaksakan. Mulai dari aksi sulap, lantunan rap, hingga komedi-komedi yang relevan dengan situasi terkini. Namun elemen tradisional tak dilupakan. Penggunaan bahasa Jawa pada sebagian dialognya membawa kedekatan pada penonton.

Di sisi lain, peran para pemain pun tak bisa dilepaskan. Celetukan khas antara Cak Lontong dan Akbar, kemudian Prie GS dengan Marwoto, turut menjadi pembangkit energi dari pementasan ini. Tanpa mereka, jalan cerita mungkin tak sepenuhnya hidup.

Dari segi tata musik dan cahaya pun terbilang cukup baik. Meski sesekali suara bising jalanan hingga musik dari panggung acara sebelah cukup jelas terdengar, tapi itu tak mengganggu jalannya pementasan.

Belum lagi, pertunjukan air mancur dan pesta kembang api di penghujung acara menambah kemeriahan pagelaran teater rakyat. Secara keseluruhan, Agus Noor cukup sukses membawa semangat dan bentuk teater rakyat dalam pagelaran Misteri Sang Pangeran. Ia berhasil membuat penonton bertahan, suatu hal yang menurutnya tantangan dalam pementasan di atas panggung terbuka.

“Penonton teater terbuka lebih heterogen, harus menimbang ada yang suka pop atau bagaimana, gimiknya bagaimana setiap bagian harus ada yang menarik, itu caranya [kuncinya]. Kalau lima menit mereka tidak dapat sesuatu dari panggung nanti tidur,” ungkap Agus seperti dilansir laman CNN, Senin (29/10/2018). (EP)

Lion Air Jakarta – Pangkal Pinang Jatuh di Laut Jawa

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co,id: Lion Air JT-610 rute Jakarta-Pangkal Pinang yang mengangkut 178 penumpang bersama awak pesawat dengan jadwal keberangkatan dari Bandara Soekarno-Hatta ke -Bandara Depati Amir Pangkalpinang, pada Senin (29/10) pagi sekitar 06.33 WIB, hilang kontak dan jatuh di laut Jawa tepatnya di Tanjung Karawang Jawa Barat.

Corporate Communications Strategic of Lion Air Danang Mandala Prihantoro belum bersedia memberi penjelasan lebih lanjut secar terinci, karena masih melakukan melakukan komunikasi dengan semua pihak untuk memastikan kebenaran kabar. “Komunikasi terus diupayakan dengan seluruh pihak termasuk dengan para kru Lion Air,” papar Danang

Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono membenarkan pihaknya mendapatkan peringatan atau allert terkait hilangnya kontak pesawat Lion Air JT-610 rute Jakarta-Pangkalpinang, Senin (29/10) pagi. “Kita sudah dapat allert pesawat Lion Air Jakarta-Pangkalpinang hilang. Harusnya pesawat itu sudah landing, tapi hilang kontak,” kata Soerjanto.

Saat ini, pihaknya sudah mengontak berbagai pihak, termasuk Basarnas untuk segera melakukan upaya penyelamatan. KNKT, kata dia, sudah mengirim tim ke titik lokasi pesawat kemungkinan jatuh atau hilang kontak. “Kita sudah kirim tim ke lokasi di Pluit. Ke arah utara Pluit,” tegas Soerjanto.

Kepala Bagian Kerjasama dan Humas Dirjen Perhubungan Udara Sindu Rahayu menjelaskan Pesawat Lion Air dengan nomor registrasi PK-LQP dilaporkan terakhir tertangkap radar pada koordinat 05 46.15 S – 107 07.16 E. Pesawat ini berangkat pada pukul 06.10 WIB dan sesuai jadwal akan tiba di Pangkal Pinang pada Pukul 07.10 WIB.

“Pesawat sempat meminta return to base sebelum akhirnya hilang dari radar. Pesawat yang membawa 178 penumpang dewasa, 1 penumpang anak-anak dan 2 bayi dengan 2 Pilot dan 5 FA sampai saat ini telah hilang kontak selama kurang lebih 3 jam,” papar Sindu Rahayu

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub saat ini tengah berkoordinasi dengan BASARNAS, Lion Air selaku operator dan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Perum LPPNPI untuk melakukan kegiatan pencarian dan penyelamatan terhadap pesawat JT 610. (EP)

GWK Semakin Diserbu Wisatawan

this formate

BADUNG, bisniswisata.co.id: Patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) yang berdiri kukuh di kawasan objek wisata di Desa Ungasan, Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali mulai ramai diserbu wisatawan mancanegara (Wisman) dan wisatawan domestik (Widom) yang berlibur ke Bali. Memang sejak diresmikan Presiden Joko Widodo langsung mendapat perhatian wisatawan dunia.

“Begitu mendarat di Bali, saya sudah melihat gagahnya patung tertinggi ketiga di dunia itu dari udara saat masih berada di pesawat, karena itu saya memilih ke objek itu sebelum menikmati panorama lain di Pulau Dewata,” kata Siem, wisatawan asal Selandia Baru di Badung, Ahad (28/10/2018).

Ia mengaku saat melihat patung yang tinggi dan gagah itu, ia merasa penasaran hingga akhirnya memustukan berkunjung ke objek wisata GWK itu terlebih dulu. “Saya benar-benar kagum dengan karya seniman asal Indonesia itu,” katanya sambil mengajak temannya untuk swafoto berlatar patung setinggi 121 meter atau 271 meter dari permukaan laut (dpl) yang berdiri di atas lahan seluas 60 hektare itu.

Di kawasan GWK melaporkan wisatawan yang diantar dengan bus sesampainya di lokasi tanpa henti mengabadikan momen liburan dengan swafoto berlatar belakang patung itu. Selain swafoto atau foto bersama, mereka juga ada yang melakukan siaran langsung menggunakan medsos masing-masing yang mengungkapkan rasa bahagianya dapat melihat dari dekat patung tertinggi ketiga di dunia tersebut.

Lain halnya dengan wisatawan domestik bernama Mirna asal Sumatra. Ia mengaku sudah tiga kali mengunjungi objek wisata GWK. Namun, untuk kunjungan kali ini lebih merasa puas karena bisa melihat secara utuh wujud patung GWK yang sudah jadi tersebut.

“Karya seniman Indonesia memang paten, bagus, dan keren, bahkan negara tetangga mengakui sebagai nomor tiga tertinggi di dunia, karena itu kita harus bangga akan karya anak bangsa dan semoga ini bisa membawa nama harum Indonesia di mata dunia,” kata Mirna seperti dilansir laman Antara.

Patung GWK diresmikan Presiden Joko Widodo pada Sabtu (22/10) malam dan dihadiri Ibu Negara Irina Joko Widodo, Presiden Indonesia kelima Megawati Soekarnoputri, Wakil Presiden keenam Try Sutrisno, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Pariwisata Arief Yahya, dan Gubernur Bali I Wayan Koster.

Mahakarya itu merupakan patung tertinggi ketiga di dunia setelah The Spring Temple Buddha di Cina dan The Laykyun Sekkya Buddha di Myanmar. Patung GWK merupakan wujud dari Dewa Wisnu sedang mengendarai seekor garuda.

Dalam agama Hindu, Dewa Wisnu merupakan Dewa Pemelihara (Sthiti). Pembuatan patung ini menjalani proses panjang selama 28 tahun oleh seniman sekaligus desainer Nyoman Nuarta. Patung setinggi 121 meter atau 271 meter dari permukaan laut (dpl) yang dibangun di atas lahan seluas 60 hektare. Pembuatan patung ini menjalani proses panjang yaitu selama 28 tahun oleh seniman sekaligus desainer Nyoman Nuarta. Proses pembuatan patung tembaga itu menggunakan teknik cor las untuk 754 modul.

Satu modulnya berukuran 4×3 meter dengan berat kurang lebih 1 ton. Pembuatan patung tersebut pernah melibatkan 1.000 pekerja yang terbagi menjadi dua, yakni 400 pekerja di Bandung dan 600 pekerja di Bali.

GWK Cultural Park dirancang secara komprehensif dan direncanakan akan dilengkapi berbagai fasilitas pariwisata, pusat budaya, taman, balai pertemuan, restoran, hotel dan area parkir yang dapat diakses banyak orang pada setiap waktu. Patung ini, memiliki bentang sayap mencapai lebar 64 meter, ikon landmark termegah di Bali ini berdiri gagah di puncak bukit Ungasan, di dalam kawasan GWK Cultural Park.

Strukturnya dibuat tahan gempa, fisiknya mampu menahan hembusan angin kuat, dan GWK sebagai bangunan tinggi menangkal petir dengan sekaligus berfungsi sebagai sangkar Faraday, dimana semua listrik akan diserap oleh kulit patung yang terbuat dari tembaga dan kuningan.

Berbagai uji teknis dilakukan agar patung GWK dapat berdiri kokoh mulai dari pemeriksaan struktur dan jenis tanah pada lokasi patung dibangun, yang kemudian ditemukan adanya rongga-rongga dalam tanah. Untuk mengatasi hal tersebut dilakukan penyuntikan semen ke rongga-rongga tanah tersebut hingga mencapai kedalaman 10 meter.

Pondasi beton pun dibuat dengan ketebalan hingga 2,2 meter untuk dapat menahan beban sebesar 3.000 ton. Mengingat pondasi yang cukup tebal serta suhu di lokasi pengecoran yang terus meningkat yang dapat menyebabkan timbulnya retakan (crack), maka ditambahkan 43.024 balok es untuk menetralkan suhu beton pada saat pengecoran.

Beban patung tidak dibiarkan berada pada platform dari bangunan penyangga. Seluruh beratnya disalurkan melalui konstruksi core atau inti pada beton bertulang di pedestal yang berukuran 30 x 30 meter dengan ketebalan dinding inti atau shear wall mencapai 50 sentimeter.

Inti ini mencapai ketinggian tertentu untuk dipadukan dengan konstruksi baja. Dengan baja yang bersifat lebih lentur maka keseluruhan konstruksi tidak akan bergoyang bila mendapat dorongan angin atau gempa. Kombinasi ini membuat patung menjadi cukup rigid atau kaku, namun dengan sedikit sekali kemungkinan terjadinya fatique logam atau kelelahan akibat struktur yang terlalu sering bergerak.

Rincian detil ikonografi Bali dan bentuknya yang rumit menjadikan GWK sebagai salah satu patung paling kompleks di dunia, terlebih dengan prinsipnya yang terbuka dan dapat diakses khalayak ramai.

Patung GWK tidak hanya menjadi patung yang dikunjungi orang karena nilai simbolnya, melainkan juga dirancang dalam satu kompleks dan ditopang dengan berbagai fasilitas pariwisata-pusat budaya, taman, restoran, serta area parkir luas yang dapat diakses banyak orang pada setiap waktu.

Jumlah modul patung 754 modul, struktur baja 2.000 ton dengan berat kulit patung 900 ton. Jumlah batang baja yang terpakai 21.000 batang yang menghabiskan 170.000 buah baut. Patung dirancang untuk masa bangunan selama 100 tahun dengan kapasitas ketahanan angin 2,5 kPa. Uji teknis wind tunnel dilakukan di Australia dan Kanada. (EP)