Ayo Nikmati Kemegahan Budaya Asia di Kenduri Seni Melayu ( KSM) 2018

this formate

BATAM, bisniswisata.co.id: Kenduri Seni Melayu (KSM) 2018 berlangsung mulai hari ini di Lapangan Engku Putri, Batam Center, Batam, Kepulauan Riau  dan melibatkan seniman dari 6 Negara Asean, kata Menteri Pariwisata Arief Yahya melalui rilisnya.

Digelar 3 hari mulai 1-3 November 2018,  KSM total diikuti oleh 282 penampil dari berbagai negara. Selain Indonesia, ada 6 negara yang bergabung di panggung ini dengan total 52 penampil. Ada Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Thailand, Myanmar, dan India.

Kemegahan budaya Asia ditawarkan Meski bernafaskan Melayu, berbagai budaya antar bangsa tetap ditampilkan. KSM 2018 juga jadi etalase terbaik seni budaya nusantara. Experience ini pun disempurnakan aksi 1 jam bersama penyanyi Iyeth Bustami.

Secara garis besar, delegasi mancanegara akan menampilkan tarian. Namun, Brunei Darussalam tetap menyelipkan 3 sastrawannya yang menampilkan puisi. Total, Brunei datang dengan 18 seniman terbaik.

Delegasi terbesar dikirim Negeri Jiran Malaysia dengan 20 penarinya. Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengungkapkan, KSM 2018 menjadi event terbaik menikmati kekayaan budaya Asia.

“KSM 2018 ini luar biasa. Ada banyak bangsa dan negara yang terlibat di sini. Bergabungnya India di sini tentu semakin menambah warna. Sebab, India merupakan pasar wisatawan potensial bagi Indonesia. KSM tahun ini menjadi venue terbaik menikmati budaya Asia,” ungkap Menpar.

Selain mancanegara, wilayah lain nusantara juga mengirimkan delegasinya. Totalnya ada 7 daerah. Sebut saja Jakarta dan Yogyakarta. Koneksi zona Sumatera diperkuat Pekanbaru, Siak, hingga Bangka Tengah.

Hadir juga delegasi dari Sulawesi Utara dan Kalimantan Tengah. Mereka juga akan menampilkan tarian khas daerahnya. Menpar menambahkan, KSM 2018 menjadi lokasi branding terbaik.

“Panggung KSM ini venue promosi terbaik. Sebab, Batam ini menjadi destinasi utama para wisman. Jadi ini adalah momentum terbaik untuk menarik minat para wisman datang ke daerah mereka,” lanjut Menteri.

Setelah Denpasar dan Jakarta, Batam merupakan gerbang masuk wisman terbesar ketiga di Indonesia. Sepanjang tahun 2017, Batam (Kepri) dikunjungi 1,6 Juta wisman. Jumlah ini naik 3,61 dari tahun 2016. Menpar menegaskan, KSM 2018 menjadi magnet penarik wisman terbaik. Sebab, konten yang tawarkan luar biasa dan lengkap dengan tema utama Budaya Melayu.

“Konten KSM disajikan secara padat. Hanya dengan datang ke Batam, wisatawan bisa menikmati aneka budaya masyarakat ASEAN juga India. Secara geografis, Batam juga dekat Singapura dan Malaysia. Ini adalah kombinasi terbaik untuk menarik wisman,” tegas Menpar lagi.

Digelar secara masif, KSM 2018 juga menawarkan sisi eksotis lainnya. Event ini menampilkan permainan tradisional gasing. Dilakukan secara massal, permainan ini menampilkan 1.000 gasing yang berputar selama 2 jam. Ada juga karya lukisan yang dipajang. Melengkapi experience, sebanyak 200 UMKM pun dilibatkan. UMKM ini akan mendisplay beragam kekayaan yang dimiliki Batam bahkan Kepri.

“Selain alam dan budayanya, Batam ini juga terkenal dengan wisata belanjanya. Event ini akan memberi banyak pilihan. Jadi momentum terbaik di KSM jangan sampai terlewatkan,” tutur Menpar.

Experience terbaik memang diberikan KSM 2018. Adrenalin wisatawan akan dinaikan sejak hari pertama event. Dibuka Kamis (1/11), panggung KSM 2018 akan menampilkan aksi penyanyi Iyeth Bustami mulai pukul 21.05 WIB.

Menampilkan performa sekitar 1 jam, Iyeth akan merilis lagu-lagu hitsnya. Memulai karir 1994, pemilik nama asli Sri Barat sudah memiliki 7 diskografi. Salah satu album yang terkenal Zapin-Dut: Laksmana Raja di Laut (2003).

Lagu andalannya Laksmana Raja di Laut pun meledak di pasaran. Pada tahun yang sama, Iyeth juga dinobatkan sebagai Penyanyi Wanita Terbaik versi Anugerah Dangdut TPI 2003. Staf Khusus Menteri Bidang Multikultural Kemenpar Esthy Reko Astuti menuturkan, kehadiran Iyeth Bustami menjadi daya tarik lain event.

“Eksplorasi besar-besaran dilakukan KSM 2018. Semua aspek dan elemen dilibatkan secara total. Event ini akan banyak dikunjungi wisatawan, apalagi ada Iyeth Bustami di sana. Namanya terkenal sebagai penyanyi dengan cengkok Melayu yang khas. Selain atraksinya, KSM ini juga didukung oleh aspek lain,” tutur Esthy.

Memiliki atraksi terbaik dengan katalis budaya 6 negara plus performa Iyeth Bustami, KSM 2018 juga ditopang aksesibilitas dan amenitas terbaik. Batam ini terhubung secara langsung baik darat dan udara dengan Malaysia dan Singapura.

Untuk akses laut, ada banyak kapal ferry yang menjadi pilihan. Khusus amenitas, ada banyak pilihan hotel dari kelas bintang hingga biasa. Pilihan kulinernya juga nikmat.

“Aspek atraksi, aksesibilitas, dan amenitas di Batam ini luar biasa. Pilihan moda transportasinya beragam dan saat berada di Batamnya ada online. Untuk kamar hotel, ada banyak. Semua disajikan terbaik,” tutup Esthy.

Bangkok Rayu Wisatawan dengan Galeri Seni

this formate

BANGKOK, bisniswisata.co.id: Ibukota Thailand ini terkenal karena wisata kuliner jalanan juga wisata belanja yang menyenangkan serta kehidupan malam yang gemerlap. Kini negara dengan perekonomian terbesar kedua di Asia Tenggara, memiliki upaya terbaru untuk merayu wisatawan, yakni menyajikan budaya dataran tinggi dengan mengubah nuansa metropolis menjadi galeri seni.

Disajikanlah sebuah pameran disebut dengan Bangkok Art Biennale. Pameran ini menampilkan lebih dari 200 buah karya seni dari puluhan seniman di seluruh dunia, seperti Yayoi Kusama dari Jepang dan Choi Jeong Hwa dari Korea Selatan.

Lukisan, foto dan video, instalasi dan seni pertunjukan dipajang di 20 tempat di seluruh kota, sebagian besar di mal atau di tempat wisata utama. Para seniman mengungkapkan interpretasi mereka tentang Bangkok. “Seni visual adalah media yang sangat kuat,” tutur Direktur Seni Pameran Apinan Poshyananda, seperti dilansir laman Bloomberg, Rabu (31/10/2018).

Dari sekian banyak karya seni yang menawan, yang tertinggi di festival tersebut adalah patung Golden Lost Dog, yang ditempatkan di luar hotel bintang lima dekat sungai Chao Phraya di Bangkok. “Temanya adalah tentang keberadaan kami, tentang kami sekarang dan tentang generasi masa depan,” kata penciptanya, seniman Prancis Aurèle Ricard.

Dia berpikir bahwa mungkin Bangkok di masa depan menjadi tujuan seni utama, seperti Hongkong, Shanghai, atau Venesia. Sejauh ini, geliat pertumbuhan ekonomi Bangkok bergantung pada sektor pariwisata. Hal ini menempatkan tanggung jawab pada pemerintah untuk menemukan cara baru dalam menarik wisatawan.

Salah satunya adalah dengan festival seni tersebut. Festival ini berlangsung selama lebih dari tiga bulan, yakni dari 19 Oktober 2018—3 Februari 2019. (EP)

Kunci Berwisata agar Hidup Lebih Bahagia

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Berwisata, traveling, melancong salah satu aktifitas yang dapat memicu kebahagiaan. Hal ini dibuktikan lewat sebuah survei yang melibatkan 414 wisatawan, di mana 94 persen di antaranya mengaku lebih berenergi setelah berwisata.

Selain bersyukur dan positive thinking, melakukan perjalanan wisata juga menjadi salah satu kiat yang bisa kamu lakukan untuk kehidupan yang lebih bahagia dan menyenangkan. Lalu bagaimana dan mengapa wisata bisa membuat hidupmu lebih bahagia. Mengutip Travel and Leisure, Rabu (31/0/2018) berikut adalah beberapa kunci untuk hidup lebih bahagia dengan berwisata.

#. Rencanakan wisata dengan baik

Sebuah studi yang di Applied Research dalam Quality of Life, mengatakan merencanakan wisata memiliki andil dalam menanamkan rasa bahagia. Saat merencanakan wisata, wisatawan dapat membayangkan kegiatan apa yang akan dilakukan ketika berlibur. Jadi tak ada salahnya untuk mulai merencanakan kegiatan wisata dari jauh hari.

#. Pilih destinasi sesuai karakter

Ketika berburu kebahagiaan dalam wisata, kunci pentingnya hanyalah berusaha menikmati wisata. Untuk itu, pilihlah destinasi yang sesuai dengan karakter Anda. Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh seorang psikolog, Jordi Quoidbach, kebanyakan orang mengabaikan karakternya ketika memilih destinasi wisata. Padahal, menentukan destinasi yang sesuai dengan minat dapat membantu wisatawan benar-benar menikmati masa liburan.

#. Pilih kegiatan wisata sesuai kesenangan

Sebelum melakukan kegiatan wisata, tentukan kegiatan wisata yang dapat menyenangkan hati. Jika menyenangi wisata kuliner, buatlah daftar lokasi-lokasi kuliner yang ingin disinggahi ketika berlibur. Namun jika lebih menyukai penjelajahan alam, pastikan kegiatan berwisata berkaitan dengan kegiatan penuh petualangan, seperti bungee jumping atau mendaki gunung. Seorang psikolog klinis dan kepala petugas sains di aplikasi meditasi Headspace, Dr. Megan Jones Bell, mengatakan kebanyakan orang akan cenderung lebih bahagia ketika melakukan kegiatan positif yang jarang dilakukan di kehidupan sehari-hari.

#. Belanja adalah terapi

Dalam kegiatan wisata, sempatkanlah untuk membeli sedikit suvenir sebagai kenang-kenangan masa liburan. Bahkan tak jarang orang menjadikan belanja sebagai terapi mental ketika penat. Hal ini bisa juga disebut terapi retail. Menurut salah satu survei dalam Journal of Psychology, terapi retail dianggap ampuh mendorong perasaan bahagia. Namun, kegiatan belanja tetap harus dilakukan sesuai pertimbangan sehingga tidak menghambur-hamburkan uang.

#. Berbagi memori liburan

Menurut serangkaian studi yang dipublikasi oleh psikolog Cornell University, kebanyakan orang menemukan kunci bahagia ketika berbagi pengalaman wisata bersama teman atau keluarga. Sebuah studi mengatakan meskipun kegiatan wisata sudah berakhir, memori yang tertinggal dapat terus dinikmati ketika bercerita. Berbagi buah tangan kepada rekan terdekat, juga bisa dijadikan cara jitu untuk berbagi kebahagiaan. (EP)

JT 610 Jatuh, Direktur Teknik Lion Air Dibebastugaskan

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyebut telah membebas tugaskan Direktur Teknik Lion Air. Hal itu berkenaan dengan peristiwa jatuhnya pesawat JT 610 dengan rute Jakarta – Pangkalpinang, Senin (29/10). Pesawat berpenumpang 181 orang jatuh di perairan Tanjung Tanjung Karawang, Jawa Barat.

“Kita (Kementerian Perhubungan) per hari ini membebas tugaskan Direktur Teknik Lion untuk diganti dengan yang lain,” ungkap Budi di Jiexpo Kemayoran Jakarta, Rabu (31/10/2018).

Pasalnya, Direktur Teknik Lion itu merupakan pihak yang merekomendasi perangkat-perangkat teknis pada pesawat itu. Budi pun menyebut pihaknya memiliki kewenangan untuk mencopot direksi.”Tak hanya itu, kita juga kan mengintensifkan proses rem cek, khususnya kepada Lion,” tambah Budi.

Ditempat terpisah, Basarnas berhasil mengidentifikasi data 43 korban pesawat Lion Air yang jatuh di Perairan Tanjung Karawang. “Sebanyak 13 dari 43 korban yang teridentifikasi datanya tersebut dan dipastikan sudah bisa dibayarkan asuransi dan santunannya,” kata Kepala Basarnas Provinsi Kepulauan Babel, Danang Priandoko di Pangkalpinang, Rabu (31/10) seperti dikutip Antara.

Dijelaskan, 43 korban sudah teridentifikasi dari Pangkalpinang berdasarkan daftar manifes penumpang pesawat naas. Hasil identifikasi juga berdasarkan penyesuaian keterangan dari keluarga korban melapor ke posko ante mortem DVI di posko krisis center Bandara Depati Amir. “Teridentifikasi juga bantuan dari keluarga korban, dan mereka mendapatkan asuransi dari Perusahaan Asuransi dan Jasa Raharja,” ujarnya.

Berdasarkan laporan dari Jasa Raharja, 43 korban sudah teridentifikasi berasal dari Kota Pangkalpinang dan 13 korban sudah memenuhi persyaratan untuk menerima santunan dan asuransi sebagaimana diatur dalam aturan penerbangan. “Dana santunan dan asuransi ini akan dibayarkan melalui Bank BRI,” katanya.

Basarnas belum mengetahui jadwal tibanya jenazah korban, namun pihaknya sudah mempersiapkan segala sesuatu untuk mengantisipasi kedatangan jenazah korban. Selain itu, saat ini tim sedang melakukan pemetaan dan survei sebagai persiapan untuk mendatangkan jenazah korban. “Kita selalu siap dan tetap menunggu, karena Depati Amir merupakan bandara tujuan jenazah korban,” kata Danang Priandoko.

Angker

Sementara titik jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, dulu dikenal sebagai daerah yang angker bagi masyarakat dan nelayan setempat. Angker lantaran dikenal sebagai ada mahluk qoibnya, juga sering dipakai area berkumpulnya ikan-ikan besar seperti ikan hiu tutul dan jenis ikan besar lainnya.

“Dulu sekitar tahun 1990-an, titik jatuhnya pesawat itu dikenal sangat angker, ” kata Dadang (52), seorang nelayan Pakisjaya Karawang, seperti dikutip laman Antara, Rabu (31/10/2018).

Image angker, memang sejak dulu sudah sangat melekat bagi setiap nelayan setempat, sehingga seri dihindari agar tak terjadi hal-hal yang tak diinginkan. Hal senada juga dikatakan Warta, nelayan lainnya. Warta menambahkan kalau dahulu sering terjadi kapal nelayan terbalik di titik jatuhnya pesawat Lion Air JT 610. “Dari cerita-cerita orang tua dulu, daerah itu memang disebut-sebut angker.

Tetapi seiring perjalanan waktu, meski dulu daerah itu disebut angker, kini perairan sedalam sekitar 30-35 meter itu menjadi tempat pilihan warga untuk memancing. Termasuk menjadi titik nelayan untuk mencari ikan. Dan anggapan titik angker hilang dengan sendirinya.

Hingga Rabu (31/10) tercatat sudah ada 47 kantong jenazah korban pesawat Lion Air dievakuasi untuk dilakukan proses identifikasi oleh tim DVI RS Polri Keramat Jati, Jakarta Timur. Pesawat bikinan Amerika Serikat ini mengangkut 181 penumpang, terdiri dari 124 laki-laki, 54 perempuan, satu anak-anak dan 2 bayi. Saat ini proses evakuasi masih dilakukan Basarnas dan pihak terkait. (EP)

Pendapatan Qantas Group Meningkat

this formate

PERTH, bisniswisata.co.id: Qantas Group mencatat pendapatan pada kuartal pertama tahun fiskal 2019 mengalami peningkatan sebesar 6,3%, menjadi AUD4,41 miliar dibandingkan periode yang sama tahun 2018. Peningkatan itu dikarenakan kondisi pasar yang positif dan kelebihan strategi grup turut membantu performa keuangan di kuartal ini.

“Rekor performa pendapatan kami dari pertumbuhan penumpang di kuartal pertama ini, yang menunjukkan kami mampu menutup biaya bahan bakar secara signifikan,” lontar CEO Qantas Group, Alan Joyce dalam keterangan tertulisnya yang diterima Bisniswisata.co.id, Rabu (31/10/2018).

Alan melanjutkan, performa pendapatan yang kuat juga membantu mengimbangi sebagian kenaikan biaya non-bahan bakar, seperti komisi tinggi untuk agen perjalanan dengan pendapatan yang tinggi, serta dampak dari melemahnya dolar Australia. “Permintaan pasar terhadap penerbangan tetap kuat, dan kami juga melihat turunnya pertumbuhan kapasitas kompetitor,” jelasnya.

Menurutnya, dari portofolio kami secara keseluruhan, kami memiliki sejumlah faktor yang membantu untuk mengelola siklus tantangan yang mempengaruhi sektor bisnis ini. Kami menduduki salah satu posisi terdepan di pasar domestik, memiliki keuntungan struktural di segmen bisnis internasional, dan mencatatkan diversifikasi pendapatan dari program Loyalty.

Di seluruh operasi grup domestik (Qantas dan Jetstar), pendapatan unit usaha meningkat sebesar 6,8%. Pasalnya, permintaan perjalanan tetap kuat di pasar bisnis dan rekreasi. Begitu pun dengan sektor sumber daya yang turut membaik.

Sementara pendapatan unit usaha di seluruh grup internasional meningkat sebesar 4%. Peningkatan pendapatan ini didukung oleh perubahan struktural pada jaringan internasional Qantas, termasuk rute Perth-London, perjanjian codeshare yang telah diperbarui, dan arus lalu lintas yang terkait dengan kembalinya maskapai fokus pada hub Singapura. (redaksibisniswisata@gmail.com)

DPR: Evaluasi, Struktur Tarif Maskapai Berbiaya Murah

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI meminta maskapai penerbangan berbiaya murah (Low Cost carrier/LCC) untuk membeberkan perhitungan penetapan tarif perjalanan. Ini demi mengevaluasi bahwa tarif yang ditetapkan benar-benar bisa menutupi biaya pemeliharaan dan kelayakan operasional unit-unit pesawat.

Ketua Komisi V DPR RI Fary Djemi Francis menegaskan struktur tarif murah bisa menjadi salah satu faktor penyebab keamanan, sehingga maskapai LCC sangat diragukan. Apalagi, musibah kecelakaan pesawat belakangan ini didominasi maskapai LCC. Tercatat ada 20 musibah kecelakaan dialami Lion Air sejak tahun 2000-an.

“Ini (LCC) adalah salah satu yang kami minta evaluasi. Ini kan pesawat berbasis biaya murah, apakah struktur tarifnya itu bisa menutupi maintenance, prosedur kelayakan, dan sebagainya?,” jelas Fary di Gedung DPR, Selasa (30/10).

Evaluasi ini semakin penting lantaran banyak keluhan menyangkut pelayanan, keamanan, dan kenyamanan pesawat LCC. Ia memahami pesawat berbiaya murah memiliki efisiensi biaya yang juga besar. Namun, bukan berarti itu menjadi alasan maskapai untuk mengabaikan pelayanannya. “Apalagi secara visi besar penerbangan adalah no accident. Tapi entah kenapa ini terus berulang,” jelasnya.

Dia juga mempertanyakan anggaran pengawasan kelayakan penerbangan sebesar Rp130,6 miliar yang masuk ke dalam pagu anggaran Kementerian Perhubungan 2018. Ia menilai, anggaran tersebut tak efektif dengan kejadian seperti ini.

DPR segera panggil Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi terkait penggunaan dana ini. Tak terkecuali memanggil maskapai LCC untuk meminta penjelasan terkait struktur biaya operasionalnya. “Kalau memang anggaran ini tidak bisa dipertanggungjawabkan, ya kami pertanyakan,” ujar dia.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Pramintohadi Sukarno mengatakan pemerintah masih belum mengevaluasi atau memperketat operasional bisnis LCC dalam waktu dekat. “Belum,” ujarnya singkat seperti dilansir CNN.

Senin (29/10) kemarin, Pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT-610 jatuh di dekat Tanjung Karawang, Jawa Barat, di mana 189 penumpangnya diduga tak ada yang selamat. Tiga tahun sebelumnya, kejadian serupa menimpa pesawat AirAsia QZ 8501 yang mengangkut 162 penumpang. (EP)

ICPI: Turis Asing Tak Tertarik Kunjungi Taman Rekreasi di Indonesia

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Ikatan Cendikiawan Pariwisata Indonesia (ICPI) menilai Taman Rekreasi di Indonesia kurang menarik bagi wisatawan mancanegara (Wisman). Pemerintah dan para pengusaha Taman Rekreasi disarankan melakukan penelitian komprehensif soal karakter taman rekreasi yang dibutuhkan turis asing untuk menghindari investasi pengembangan pariwisata yang mubazir.

“Perilaku wisman sangat berbeda dengan wisatawan nusantara (wisnus). Karenanya, penelitan preferensi wisman terhadap taman wisata di Indonesia sangat diperlukan untuk menciptakan investasi yang menguntungkan. Nah, ini kekurangan kita, baik pelaku usaha maupun pemerintah. Banyak investasi Taman rekreasi yang tak sesuai potensi keutungan yang bisa dicapai,” lontar Ketua ICPI Azril Azahari.

Sekadar catatan, tahun 2019 pemerintah menargerkan kunjungan wisman tembus 20 juta kunjungan, naik dari target tahun 2018 sebanyak 17 juta kunjungan. Dalam menggapai target fantastis itu, Azril berpendapat pemerintah cenderung abai dengan upaya penelitian.

Padahal, sebutnya seperti dilansir laman Bisnis.com, Selasa (30/10/2018), efek samping investasi pengembangan pariwisata tanpa penelitian dapat membuat potensi taman rekreasi tidak maksimal dan kucuran modal pun terbuang sia-sia.

Dilanjutkan, wisman yang datang ke Indonesia tidak banyak yang melirik taman rekreasi, dan mereka lebih tertarik pada keunikan dan keotentikan. “Kedua hal ini selalu dilupakan, karena keberhasilan aktivitas taman rekreasi di suatu tempat dianggap sama dan akan berhasil juga untuk diterapkan di tempat lain. Padahal, tidak seperti itu.” sambungnya.

Sementara Direktur Pemasaran Jawa Timur Park Gorup Titik Ariyanto mengatakan, perusahaannya sudah melakukan banyak upaya untuk menggaet kunjungan wisman. Namun, rerata kunjungan wisman di taman rekreasinya masih bertahan di bawah 5% dari total pengunjung Jatim Park dalam kurun 3 tahun.

Padahal, dia menjelaskan, Jawa Timur Park menerapkan harga tiket yang sama antara wisman dan wisnus. “Biaya promosi kami setiap tahun sudah miliaran rupiah, banyak yang sudah kami lakukan tetapi hasil tidak maksimal. Kami ingin mendapat perhatian lebih [dari pemerintah], karena kami sudah berupaya.” tambahnya.

Jawa Timur Park Group memiliki 8 destinasi wisata dengan total kunjungan Jawa Timur Park pada 2016 mencapai 2,6 juta orang dan pada 2017 mencapai 2,93 juta orang. Sementara itu, pada 2018 perusahaan menargetkan kunjungan turis dapat mencapai 3,5 juta orang.

Pelaku usaha lain, Head of Corporate Secretary PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk. Agung Praptono mengatakan, perseroannya juga hanya mengantongi kontribusi kunjungan wisman di bawah 5%. Padahal, katanya, sudah banyak fasilitas yang tidak kalah canggih di Ancol dibandingkan dengan taman rekreasi di luar negeri.

Hanya saja, dia mengatakan, perilaku wisman yang datang ke Indonesia bukan untuk berwisata di taman rekreasi, melaikan berwisata untuk merasakan tradisi. “Ancol pun tidak membuat target spesifik bagi peningkatan kunjungan wisman.” tegasnya.

Sekadar catatan, total kunjungan ke Ancol pada 2017 mencapai 17,8 juta orang, tahun ini diperkirakan mencapai 18,7 juta orang, dan pada 2019 ditargetkan menembus 20 juta orang.

Sekretaris Eksekutif Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi (Putri) Gunawan Wibisono mengakui baru sebagian taman rekreasi di Tanah Air yang membidik segmen wisman. Salah satu kendala utama yang mengadang kunjungan wisman adalah bahasa. Oleh karena itu, saat ini tengah dilakukan upaya sertifikiasi pemanduan terhadap lebih dari 6.800 taman rekreasi di seluruh Indonesia. “Jadi, nantinya tidak ada wisman yang mersa kesulitan jika berkunjung,” katanya. (EP)

Rugikan Pariwisata Bali, DPRD Polisikan Praktik Mafia Tiongkok

this formate

DENPASAR, bisniswisata.co.id: Ancaman anggota DPRD Bali, Nyoman Tirtawan kepada jaringan mafia Tiongkok yang rugikan pariwisata Bali ternyara bukan gertak sambal. Anggota DPRD Bali dari dapil Buleleng itu benar-benar melaporkan ulah para mafia ke Polda Bali.

Dalam laporan bernomor 01-LAPDU/X/2018 tertanggal 29 Oktober 2018, Tirtawan bertindak sebagai anggota DPRD Bali sekaligus Ketua Dewan Pembina LSM FPMK. “Saya melaporkan adanya praktik mafia Tiongkok yang merugikan pariwisata Bali. Juga melaporkan Bali Tourism Board (BTB) yang melindungi aktivitas mafia Tiongkok karena telah membuat beberapa kesepakatan,” lontar Tirtawan serius.

Laporan tersebut khusus diperuntukkan untuk Kapolda Bali Irjen Petrus Golose. Dalam laporannya, Tirtawan menyebut adanya dugaan tindak pidana di wilayah Bali. Dalam surat itu, Bali sebagai destinasi pariwisata sangat bergantung dengan keamanan, dan kenyamanan wisatawan.

Karena itu, nama Bali mesti dijaga nama baiknya dimata dunia. Untuk itu diharapkan Polda Bali bisa melakukan penyelidikan, terkait adanya tindak pidana, oleh pelaku wisata dan oknum warga Tiongkok di Bali. “Dugaan pidana dalam kasus ini adalah penggunaan lambang Burung Garuda di stempel took jaringan mafia Tiongkok,” ungkapnya

Selain itu, seperti dilansir Liputan6.com, mereka mempekerjakan tenaga kerja asing secara illegal. Tirtawan menegaskan, tidak ada alasan bagi Polda mendiamkan kasus ini. Harus segera diproses. Terutama mendalami jaringan mafia Tiongkok yang merusak pariwsata Bali.
“Bagaimana lambang Negara dilecehkan, bagaimana sampai Ketua BTB membuat kesepakatan dengan jaringan mafia itu. Mesti diusut,” tegasnya.

Kejengkelan Tirtawan bersumber praktik pemasaran “zero dollar tour” yang lahir sejak kedatangan turis China berwisata ke Bali. Memang jumlah turis Tiongkok terus melonjak. Lonjakan itu membuahkan penjualan paket wisata melalui agen perjalanan wisata di negara China dengan harga sangat murah.

Harga paketnya disinyalir hanya senilai biaya tiket perjalanan Denpasar-China. Sekilas, ini terlihat sangat menguntungkan wisatawan yang membeli paket wisata. Kenyataannya selama di Pulau Dewata, Turis Negeri Panda ini diwajibkan mengikuti jadwal tur yang ditetapkan oleh agen wisata China.

Agen wisata itu, menerapkan praktek monopoli. Wisatawan dibawa berbelanja di tempat-tempat yang telah ditentukan. Tempat berbelanja sudah terafiliasi dengan agen wisata yang menawarkan paket “zero dollar tour”. Harga barang-barang yang ditawarkan jauh lebih tinggi, dengan metode pembayaran non tunai.

Padahal praktek monopoli yang dilakukan Mafia Tiongkok ini menyebabkan wisatawan mengalami kerugian. Bahkan, destinasi wisata dan negara dikunjungi juga sama menderitanya. Di paket ini, semua tak ada yang dapat untung. Semua gigit jari sebab semua transaksi terhubung secara non tunai menggunakan aplikasi dari China. (EP)

Laura Basuki Keranjingan Serba Horor

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Mimpi akhirnya menjadi kenyataan. Realita itu dialami aktris Laura Basuki. Impiannya bisa main horor ternyata kesampaian juga dengan berakting dalam film horor The Returning. Aktris 30 tahun kelahiran Berlin Jerman ini, sejak dulu keranjingan segala sesuatu serba horor, termasuk novel seram Goosebumps karya RL Stine ditujukan untuk anak-anak.

“Waktu SD saya koleksi Goosebumps selemari gede sampai mama takut, anak gue kelainan apa ya, (sukanya) nonton horor dan baca Goosebumps,” ujar ibu satu anak Owen Sandjaja seperti dilansir laman Republika, Selasa (30/10/2018).

Ketika memilih film yang akan ditonton di bioskop, pilihan pertamanya selalu jatuh pada film horor. “Setelah horor, baru drama, action, terus komedi,” kata Laura yang sejak dulu ingin bermain di genre film favoritnya.

Laura mengatakan dia terpincut pada skenario The Returning yang menawarkan horor berbeda dibandingkan film-film Indonesia lainnya. Di film tersebut, bukan hantu lokal seperti kuntilanak atau pocong yang jadi sumber teror, melainkan monster. “Ini tantangan baru buat film Indonesia,” kata Laura yang pertama kali membintangi film Gara-gara Bola tahun 2008.

Laura menambahkan proses pengambilan gambar film horor berlangsung lancar tanpa ada cerita-cerita aneh yang terjadi. “Saya tungguin, tapi nggak ada yang ganggu,” seloroh Laura yang meraih penghargaan Pendatang Baru Wanita Terbaik di Indonesia Movie Actor Awards 2009

Dalam The Returning (Ada Jiwa yang tak Seharusnya Kembali), Laura berperan sebagai Natalie, seorang istri dan ibu dua anak yang menanti kepulangan suami (Ario Bayu) yang hilang saat mendaki. Ketika suaminya pulang, justru ada banyak kejanggalan yang terjadi di rumah. (EP)

Insiden JT 160, Lion Air Diaudit Total

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengeluarkan perintah audit total terhadap PT Lion Mentari Airlines pasca insiden jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 rute Cengkareng-Pangkal Pinang, yang jatuh di Perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat pada Senin, 29 Oktober 2018 yang mengakibatkan 189 nyawa melayang.

Perintah audit itu tertuang dalam surat penugasan kepada Inspektur Special Audit yang tertanggal 29 Oktober 2018. Surat ini ditandatangani oleh Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara Kemenhub Capt Avirianto.

“Berdasarkan kejadian kecelakaan pesawat B 737- 8 Max registrasi PK – LQP yang dioperasikan oleh PT Lion Mentari Airlines tanggal 29 Oktober 2018, bersama ini disampaikan bahwa Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara akan melaksanakan special audit terhadap AOC 121 – 010 milik PT Lion Mentari Airlines dan AMO 145D-914 milik PT Batam Aero Technic,” tulis surat tersebut.

AOC (Air Operator Certificate) 121 adalah sertifikat izin terbang yang diberikan kepada maskapai maskapai yang mengoperasikan pesawat berkapasitas di atas 30 tempat duduk. Sedangkan Approval Maintenance Organization (AMO) 145 adalah sertifikat persetujuan pengoperasian perusahaan maintenance pesawat.

Dalam surat perintah audit tersebut, Kemenhub setidaknya akan mengirimkan lima orang auditornya untuk melaksanakan tugas tersebut. Surat perintah audit dari Kementerian Perhubungan terhadap PT Lion Mentari Airlines pasca terjadinya kecelakaan JT-610 rute Cengkareng-Pangkal Pinang.

Surat perintah audit dari Kementerian Perhubungan terhadap PT Lion Mentari Airlines pasca terjadinya kecelakaan JT-610 rute Cengkareng-Pangkal Pinang.

Hari Kedua Pencarian

Hari kedua pencarian korban insiden pesawat Lion Air JT-610 dilanjutkan Selasa (30/10). Tim gabungan mengerahkan sejumlah penyelam dalam proses pencarian hari kedua dengan menyelam ke dasar laut. Pencarian dimulai sejak pukul 06.00 WIB. Fokus pencarian adalah mencari korban baik penumpang maupun kru pesawat nahas.

Selain mengerahkan para penyelam, pencarian hari ini juga akan dibantu oleh TNI Angkatan Laut yang akan mengerahkan sejumlah KRI yang dilengkapi teknologi sonar. Pengerahan KRI ini selain untuk mencari korban juga menemukan puing badan pesawat Lion Air JT-610.

Pencarian terhadap korban tak hanya dilakukan di Tanjung Priok. Pencarian juga dilakukan di Karawang, tepatnya di Perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat. Sementara proses evakuasi dilakukan sejak kemarin. Tim evakuasi sejauh ini telah menemukan puing atau patahan pesawat dan barang-barang pribadi termasuk kartu identitas diduga milik korban penumpang pesawat.

Selain itu tim evakuasi juga telah menemukan sebagian jenazah diduga penumpang pesawat Lion Air JT-610. Pihak Lion Air mengatakan sudah ada 24 kantong jenazah korban insiden JT-610. Jenazah para korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk kemudian dilakukan proses identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Mabes Polri.

Basarnas Jawa Barat mengatakan pencarian korban akan dilakukan selama tujuh hari setelah kejadian atau sesuai dengan prosedur tetap. Waktu pencarian itu bisa diperpanjang tergantung kondisi di lapangan.

Tim Basarnas Bandung, melibatkan 40 penyelam pada hari kedua pencarian, Selasa (30/10). Para penyelam dilibatkan guna mengevakuasi korban serta badan pesawat Lion Air JT-610 yang hilang di sekitar perairan Tanjung Karawang. “Saat ini kita kerahkan kembali penyelam dan tim evakuasi ke tengah (laut). Di tengah sudah ada 40 penyelam yang standby,” kata Koordinator Humas Basarnas, Joshua.

Menurut dia, puluhan personel Basarnas Bandung diterjunkan dari pesisir laut Karawang di Tanjung Pakis menuju titik koordinat yang diduga menjadi lokasi jatuhnya pesawat di KM206 Tanjung Karawang. “Personel ini dilepas pagi ini dengan mengendarai sembilan perahu karet ke tengah laut untuk bergabung bersama rekan lainnya,” kata Joshua.

Upaya pencarian juga melibatkan empat kapal berfasilitas alat sonar untuk mendeteksi keberadaan badan pesawat. “Saat ini sudah ada 15 kapal evakuasi di tengah, ditambah empat kapal sonar,” katanya.

Pesawat Lion Air type B737-8 Max dengan Nomor Penerbangan JT 610rute Jakarta-Pangkal Pinang hilang kontak. Padahal sebelumnya kru pesawat sempat meminta kembali ke bandara (return to base) sebelum akhirnya hilang dari radar.

Pesawat Lion Air dengan nomor registrasi PK-LQP dilaporkan terakhir tertangkap radar pada koordinat 05 46.15 S – 107 07.16 E. Pesawat ini berangkat pada pukul 06.10 WIB dan sesuai jadwal akan tiba di Pangkal Pinang pada Pukul 07.10 WIB. Pesawat sempat meminta return to base sebelum akhirnya hilang dari radar. (EP)