Aplikasi Digital Perhotelan Wajib Diawasi Secara Ketat

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) mendesak agar pemerintah wajib mengawasi lebih ketat aplikasi dan platform digital untuk pemesanan kamar hotel atau online travel agencies (OTA). Pengawasan perlu dilakukan karena saat ini banyak pelaku usaha OTA melalaikan kewajibannya.

“Selain itu, aplikasi atau platform digital hotel online harus memiliki badan usaha tetap. Beberapa aplikasi hotel online yang beredar selama ini belum mengantongi ijin usaha, nah tugas pemerintah untuk mengatasinya,” lontar Wakil Ketua Umum PHRI Maulana Yusran. dalam siaran pers yang diterima Bisniswisata.co.id, Ahad (11/11/2018).

Dilanjutkan, meski aplikasi dan platform digital berkontribusi terhadap peningkatan jumlah permintaan kamar hotel, namun dampak dari banyaknya aplikasi dan platform yang tidak berbadan hukum, apalagi memiliki basis pengguna di Indonesia menyebabkan hilangnya potensi penambahan pendapatan asli daerah (PAD) untuk kawasan pariwisata.

Maulana mengatakan banyak peraturan dan kebijakan yang berbenturan ketika dikaitkan ke pengaturan dan pengawasan aplikasi dan platform digital. “Sehingga menciptakan persaingan tidak sehat. Misalnya pengusaha akomodasi di bawah 10 kamar pada umumnya tidak mempekerjakan karyawan sesuai perundang-undangan,” ujar pria yang akrab disapa Alan ini.

Selain itu ada beberapa risiko karena mudahnya memesan kamar melalui online, sehingga aspek keamanan bisa dipertaruhkan, menyebabkan kamar hotel rentan menjadi fasilitas kegiatan terlarang, seperti teroris atau bahkan prostitusi.

Pelaku industri perhotelan tengah gencar mengkritisi online travel agencies (OTA), lantaran banyak OTA asing melalaikan kewajiban membayar pajak luar negeri atau PPh Pasal 26, sambungnya sambil menambahkan sehingga management hotel banyak yang resah.

Alan mengakui sektor pariwisata tengah naik daun dengan makin gencarnya pemerintah mempromosikan destinasi wisata. Sayang, hasilnya tidak terlalu signifikan bagi bisnis hotel. Buktinya pertumbuhan industri perhotelan di Indonesia sepanjang tahun 2018 tidak terlalu menggembirakan. Meskipun terjadi kenaikan tingkat okupansi, tapi tidak terlalu signifikan.

Pertumbuhannya sangat sedikit bahkan cenderung stagnan. Dari catatan PHRI, tingkat okupansi rata-rata hotel di kuartal III-2018 berada di kisaran 60 persen-65 persen. Data Badan Pusat Statistik (BPS), di bulan Agustus 2018, tingkat okupansi hotel berbintang berada di angka 60,01 persen,

“Artinya, terjadi pertumbuhan. Namun kenaikan tingkat okupansi tersebut tidak optimal, karena hanya berkisar tiga persen-empat persen saja. Kenaikan yang tipis tersebut tidak sebanding dengan pendapatan hotel berbintang. Jadi pendapatan belum bagus,” katanya.

Salah satu hal yang membuat pertumbuhan tingkat okupansi hotel berbintang melambat adalah makin mewabahnya rumah atau tempat kos yang kini berubah menjadi hotel atau bisa menerima sewa harian. Persoalan rumah kos yang berfungsi sebagai hotel tersebut tidak mempunyai izin.

Untuk bisa mengatasi kondisi tersebut, para pebisnis hotel harus bisa mencari pendapatan lain selain dari kamar dengan mengoptimalkan business trip. Salah satunya dari bisnis konvensi yang bersinggungan langsung dengan kuliner hotel. Bisnis ini bisa berkontribusi hingga 40 persen ke pendapatan hotel, sambungnya. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Komunitas Motor Bandung Ajak Jokowi City Tour

this formate

BANDUNG, bisniswisata.co.id: Komunitas Motor Bandung mengajak Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) melakukan City Tour Kota Bandung. Dengan menunggangi motor Kawasaki W175 miliknya yang berwarna hijau, kepala negara benar-benar menikmati suasana kota Paris Van Java, Ahad (11/11/2018).

Seperti dilansir Kompas.com, Jokowi Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil ditemani memulai perjalanan dari Hotel Aryaduta di Jalan Sumatera dan finis di Jalan Braga. Jokowi turing menempuh perjalanan sekitar 3,2 kilometer ditemani sejumlah komunitas motor di Bandung.

Seluruh ruas jalan yang dilalui touring Jokowi sebelumnya sudah ditutup terlebih dulu sehingga bebas dari kemacetan. Hanya ada warga yang berbaris rapi di pinggir jalan.

Sepanjang perjalanan, Presiden Jokowi yang mengenakan jaket hitam, celana jins dan sneakers menyapa masyarakat dengan melambaikan tangannya. Masyarakat juga balik menyapa Jokowi sambil melambaikan tangan dan meneriakkan nama calon presiden nomor urut 01 itu.

Setibanya di Jalan Braga, Presiden Jokowi disambut para komunitas motor dan makan siang bersama mereka. Sebelumnya, pada pekan lalu, Jokowi juga menunggangi Kawasaki W175 miliknya untuk blusukan ke pasar di Banten. Motor itu merupakan motor modifikasi hasil garapan bengkel Katros Garage.

Sementara Gubernur Jabar Ridwan Kamil asyik menunggangi motor Royal Enfield. Gaya Ridwan Kamil menunggangi motor Royal Enfield tak kalah keren dari Jokowi. Dia mengenakan helm open face, kacamata hitam serta rompi. Ridwan Kamil dan motor Royal Enfield Classic Battle Green. Ridwan Kamil dan motor Royal Enfield Classic Battle Green. Foto: Instagram/Ridwan Kamil

Motor yang digunakan Ridwan Kamil adalah Royal Enfield Classic Battle Green. Kang Emil di akun instagramnya juga beberapa kali mengunggah foto bersama motor Royal Enfield Classic Battle Green ini.

Motor Ridwan Kamil ini mirip dengan motor putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming. Bedanya, motor Royal Enfield Classic Battle Green milik Gibran telah dimodifikasi sedikit. (EP)

Pikat Wisatawan, Destinasi Wisata Banten Lama Ditata

this formate

SERANG, bisniswisata.co.id: Banten rencananya menata kawasan wisata Banten Lama secara keseluruhan agar jejak keberagaman dan toleransi yang kuat di kawasan Kesultanan Banten itu bisa menjadi etalase kerukunan umat beragama di Indonesia. Selain itu, penataan destinasi wisata juga memikat wisatawan untuk datang.

“Ya banten itu sejak masa kesultanannya memang terdapat banyak ragam etnis, suku, agama. Jadi sebenarnya monumen keberagaman kebhinnekaan itu ada di tempat bersejarah ini (Banten),” kata Gubernur Banten Wahidin Halim dalam keterangan resmi, Ahad (11/11/2018).

Keberagaman di balik sejumlah peninggalan sejarah, seperti bangunan Vihara Avalokitesvara dan Komplek Masjid Agung Banten, yang masih tersisa utuh di kawasan Banten Lama Menjadi bukti kuat toleransi pada masa Kesultanan Banten abad ke 16 Masehi. Kedua bangunan yang kini menjadi tempat bersejarah dan banyak dikunjungi.

Masyarakat bisa memahami dan belajar tentang nilai sejarah, agar selalu menjunjung sikap toleransi dan menghargai nilai keberagaman yang berkembang di masyarakat. “Banten Lama kini dalam proses revitalisasi mulai terlihat lebih rapih, bersih dan tak lagi kumuh, jauh dari kesemrawutan para pedagang kaki lima yang dulu sempat membuat bangunan cagar budaya ini tertutup keindahannya,” ucapnya.

Meski demikian, sejumlah bagian bangunan tetap masih dalam kondisi kokoh, dan tidak banyak mengalami perubahan, tetap mempertahankan bangunan asli. “Kawasan Banten Lama terus kita benahi. Masjid Agung Banten tak hanya menjadi ikon wisata religi, tapi juga mempunyai jejak bernilai sejarah keberagaman dan toleransi,” sambungnya.

Hal itu, kata dia, diperkuat dengan dibangunnya Vihara Avalokitesvara pada masa Sultan Ageng Tirtayasa, yang hingga kini masih berdiri berdekatan dengan kawasan Kesultanan Banten,” ujarnya.

Tercatat ada beberapa wisata sejarah di Banten Lama antara lain:

#. Masjid Agung Banten

Masjid ini berlokasi di Desa Banten Lama berjarak 10 kilometer sebelah utara Kota Serang. Masjid ini dibangun pertama kali oleh Sultan Maulana Hasanuddin (1552-1570), sultan pertama Kesultanan Demak. Ia adalah putra pertama Sunan Gunung Jati. Ciri khas masjid ini: atap bangunan utama bertumpuk lima, mirip pagoda China. Ini adalah karya arsitektur China yang bernama Tjek Ban Tjut. Dua buah serambi yang dibangun kemudian menjadi pelengkap di sisi utara dan selatan bangunan utama.

Di serambi kiri masjid terdapat kompleks makam Sultan-sultan Banten dan keluarganya, yaitu Maulana Hasanuddin dengan Permaisurinya, Sultan Ageng Tirtayasa, dan Sultan Abu Nashr Abdul Kahhar atau Sultan Haji. Di serambi kanan, terdapat makam Sultan Maulana Muhammad, Sultan Zainul Abidin, Sultan Abdul Fattah, Pangeran Aria, Sultan Mukhyi, Sultan Abdul Mufakhir, Sultan Zainul Arifin, Sultan Zainul Asikin, Sultan Syarifuddin, Ratu Salamah, Ratu Latifah, dan Ratu Masmudah.

#. Situs Istana Kaibon

Istana Kaibon adalah sebuah Istana tempat tinggal Ratu Aisyah, ibunda dari Sultan Syaifuddin. Bentuknya hanyalah tinggal reruntuhan saja. Disampingnya ada sebuah Pohon besar dan sebuah Kanal. Menurut penduduk sekitar, dulunya sebuah Istana yang sangat megah. Tahun 1832, Belanda menghancurkannya saat terjadi peperangan melawan Kerajaan Banten. Sekarang tempat ini sering digunakan untuk acara-acara persepsi pernikahan, padahal itu melanggar.

#. Situs Keraton Surosoan

Tak Jauh dari Istana Keraton Kaibon, terdapat Situs Istana Surosoan merupakan Kediaman para Sultan Banten, dari Sultan Maulana Hasanudin hingga Sultan Haji yang pernah berkuasa tahun 1672-1687, Istana ini dibangun tahun 1552. Dibanding Istana Kaibon yang terlihat masih berupa bangunan, Istana Surosoan, hanya tinggal berupa sisa-sisa bangunannya saja. Sisa bangunan megah ini berupa Benteng terbuat dari batu merah dan batu karang dengan tinggi 0,5 – 2 meter.

Ditengahnya terdapat kolam persegi empat. Konon, kolam ini bekas pemandian para putri termasuk Rara Denok. Dengan luas sekitar 4 hektare. Bangunan sejarah ini dihancurkan oleh Belanda pada masa kekuasaan Sultan Ageng Tirtayasa tahun 1680. Ditempat pemandian putri kalangan spiritual masih sering digunakan mandi kembang ditengah malam terutama malam Jum’at atau waktu-waktu tertentu.

#. Benteng Spellwijk

Lokasi Benteng Spellwijk tak jauh dari Masjid Agung Banten. Bangunan ini dibangun tahun 1585 memiliki ketinggi dinding 5 meter. Nama Spellwijk digunakan sebagai penghormatan terhadap Gubernur Jenderal VOC Cornelis Janzoon Spellwijk. Bentuk bangunan ini menyerupai segi empat dan tiap sisinya dibangun ruang inti atau menara pengintai. Sementara itu, benteng ini dikelilingi parit dengan luas mencapai 10 meter. Dahulunya Benteng Spellwijk digunakan sebagai Menara Pemantau yang berhadapan langsung ke Selat Sunda dan sekaligus berfungsi sebagai penyimpanan meriam-meriam dan alat pertahanan lainnya. Di tempat ini juga terdapat sebuah Terowongan yang katanya terhubung dengan Keraton Surosowan.

#. Vihara Avalokitsevara

Bangunan ini terletak 15 kilometer arah utara dari Kota Serang, Banten. Letaknya di Kecamatan Kasemen, kawasan Banten Lama. Vihara ini dibangun sejak abad ke-16 dan memiliki luas mencapai 10 hektare dengan altar Dewi Kwan Im. Versi lain menyebutkan jika vihara ini dibangun pada 1652, yaitu saat masa keemasan kerajaan Banten saat dipimpin oleh Sultan Ageng Tirtayasa.

Vihara ini merupakan Vihara tertua di Indonesia. Keberadaan Vihara ini diyakini merupakan bukti bahwa pada saat itu penganut Agama yang berbeda dapat hidup berdampingan dengan damai tanpa Konflik yang berarti. Kondisi di dalam Vihara ini sendiri sejuk karena banyak pepohonan rindang dan terdapat tempat duduk yang nyaman untuk beristirahat. Selasar koridor Vihara yang menghubungkan bangunan satu dengan yang lainnya ini terdapat relief cerita hikayat Ular Putih, yang dilukis dengan berwarna-warni sebagai elemen estetis.

#. Prasasti Cidanghiyang Munjul

Kerajaan Tarumanegara merupakan kerajaan Hindu yang pernah berjaya sekitar abad ke-4 sampai abad ke-5 Masehi di Barat Pulau Jawa ini konon merupakan salah satu kerajaan tertua di Nusantara. Bukti sejarah diketahui melalui catatan dan peninggalan yang tersebar di sekitarnya, salah satunya seperti prasasti yang ditemukan di Desa Lebak, Kecamatan Munjul, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten tepatnya di tepi Sungai Cidanghiyang.

Prasasti yang dipahatkan pada batu alam dengan ukuran 3x2x2 meter ini merupakan 1 dari 7 prasasti peninggalan Kerajaan Tarumanegara atau Kerajaan Taruma yang ditemukan di Nusantara. Prasasti ini bukanlah satu-satunya prasasti peninggalan kerajaan Tarumanegara. Karena, selain Prasasti Cidanghiyang/Munjul masih ada sekitar 6 prasasti lainnya yang ditemukan di tempat berbeda di antaranya Prasasti Tugu, Prasasti Kebon Kopi, Prasasti Jambu, Prasasti Ciaruteun, Prasasti Pasir Awi dan Prasasti Muara Cianten.

Prasasti Cidanghiyang berisikan sebuah puisi yang mempunyai beberapa baris kalimat dengan huruf pallawa dan dibuat menggunakan bahasa Sansekerta. Puisi tersebut berisikan sebuah pujian dan pengagungan terhadap raja Kerajaan Tarumanegara pada saat itu yaitu Raja Purnawarman.

#. Danau Kuno Tasik Kardi

Danau ini terletak tidak jauh dari Istana Kaibon, Konon, danau tersebut luasnya 5 hektare dan bagian dasarnya dilapisi oleh batu bata, Pada masa itu danau ini dikenal dengan nama “Situ Kardi” yang memiliki sistem ganda, selain sebagai penampung air di Ci Banten yang digunakan sebagai pengairan persawahan, danau ini juga dimanfaatkan sebagai pasokan air bagi keluarga keraton dan masyarakat sekitarnya.

Air dialirkan dari pipa-pipa yang terbuat dari terakota berdiameter 2–40 cm. Sebelum digunakan air danau harus disaring dan diendapkan di penyaringan khusus yang dikenal dengan Pengindelan Abang atau Penyaringan Merah, Pengindelan Putih atau Penyeringan Putih, dan Pengeindelan Emas atau Penyaringan Emas.

#. Museum Kepurbakalaan Banten Lama

Museum Situs Kepurbakalaan Banten Lama dibangun dengan gaya arsitektur tradisional Jawa Barat seperti yang terlihat pada bentuk atapnya. Museum yang terletak antara Keraton Surosowan dan Masjid Agung Banten Lama ini menyimpan banyak benda-benda purbakala. Dilihat dari bentuk bangunannya Museum Situs Kepurbakalaan lebih mirip seperti sebuah rumah yang kemudian dialihfungsikan menjadi museum.

Dari sekian banyak benda-benda purbakala yang menjadi koleksinya, benda-benda tersebut dibagi menjadi 5 kelompok besar. Arkeologika, benda-benda yang digolongkan dalam kategori ini adalah Arca, Gerabah, Atap, Lesung Batu, Numismatika, koleksi bendanya berupa Mata Uang, baik Mata Uang lokal maupun Mata Uang asing yang dicetak oleh masyarakat Banten.

Etnografika, benda-benda koleksinya berupa miniatur Rumah Adat Suku Baduy dan berbagai macam Senjata Tradisional dan juga senjata peninggalan Kolonial seperti Tombak, Keris, Golok, Meriam, Pistol. Keramologika, yaitu benda-benda koleksi berupa macam-macam Keramik. Keramik yang tersimpan berasal dari berbagai tempat seperti Burma, Vietnam, China, Jepang, Timur Tengah dan Eropa. Tidak ketinggaln pula keramik lokal asal Banten yang biasanya lebih dikenal dengan sebutan Gerabah dan biasanya gerabah ini digunakan sebagai alat-alat rumah tangga.

Selain menyimpan benda-benda koleksi kepurbakalaannya di dalam ruangan, terdapat dua Artefak yang disimpan di halaman Museum Situs Kepurbakalaan Banten Lama, yaitu artefak Meriam Ki Amuk dan juga alat penggilingan Lada. Yang paling terkenal adalah Meriam Ki Amuk, meriam yang terbuat dari tembaga dengan tulisan arab yang panjangnya sekitar 2,5 meter ini merupakan bantuan dari Ottoman Turki.

Konon Meriam Ki Amuk memiliki kembaran yaitu Meriam Ki Jagur yang saat ini tersimpan di halaman belakang Museum Fatahillah Jakarta. Sedangkan alat penggilingan lada yang terbuat dari batu padas yang sangat keras telah hancur menjadi beberapa bagian. Pada zaman dahulu Banten memang dikenal sebagai penghasil lada, itulah yang menyebabkan Belanda datang ke Banten, salah satunya ingin menguasai produksi lada. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Seribu Turis Denmark Siap Berwisata ke Indonesia

this formate

KOPENHAGEN, bisniswisata.co.id: Misi pemasaran wisata berhasil menjaring setidaknya 1.000 wisatawan Denmark untuk berkunjung ke Indonesia. Hal itu tercapai dalam pertemuan bisnis di Kopenhagen yang pesertanya dari industri pariwisata.

Dalam Business Matching Session mempertemukan para pemangku kepentingan, berhasil tercapai kesepakatan bisnis dan menjaring setidaknya 1.000 wisatawan asal Denmark dengan potensi penerimaan devisa USD 1.266.731, kata Dubes RI untuk Denmark M Ibnu Said, kepada Antara London, Ahad (11/11/2018).

KBRI Kopenhagen bekerja merangkul Kementerian Pariwisata mengadakan “Indonesia Sales Mission” di Kopenhagen untuk mempertemukan para pemangku kepentingan yang bergerak dalam bisnis pariwisata kedua negara, seperti agen perjalanan, maskapai penerbangan, dan perhotelan.

Dubes mengatakan wisatawan Denmark yang ke Indonesia semakin meningkat jumlahnya. Pada tahun 2017 tercatat sekitar 60 ribu wisatawan Denmark yang menghabiskan liburannya di Indonesia. “Sudah saatnya para operator tur kedua negara memiliki jejaring yang semakin kuat,” ujarnya.

Dalam Indonesia Sales Mission ini juga memperkenalkan “Indonesia Tourism Update” dan 10 tujuan wisata Indonesia sebagai “The New Bali” yaitu Danau Toba, Tanjung Kelayang, Tanjung Lesung, Thousand Island, Borobudur, Bromo Tengger Semeru, Mandalika, Labuan Bajo, Wakatobi, dan Morotai.

Sementara Indonesia termasuk destinasi wisata favorit tahun 2018. Kalau dilihat, Indonesia punya banyak banget tempat favorit. Buktinya makin banyak wisatawan dalam negeri maupun mancanegara yang datang. Sebut saja Labuan Bajo, Pulau Komodo sampai Bali yang masih jadi salah satu tujuan wisata liburan para turis.

Seperti dilansir MoneySmart.id, Ahad (11/11/2018) Indonesia bersaing dengan kota-kota di dunia yang mempu menawarkan pesonanya. Posisi pertama ditempati Barcelona, Hong Kong, dan Indonesia, dalam hal ini Bali masuk dalam salah satu tujuan destinasi wisata favorit dunia. Berikut ulasannya;

1. Barcelona – Spanyol

Nah, buat kamu yang emang pengin liburan keluar negeri, kota Barcelona di Spanyol termasuk salah satu tujuan destinasi wisata favorit di 2018. Gak heran sih, Barcelona yang memiliki pemandangan indah dengan gedung-gedung tuanya gak heran banyak menarik perhatian wisata mancanegara. Kira-kira berapa sih bujet penerbangan yang perlu kamu keluarkan buat ke Barcelona? Kalau kamu naik penerbangan asing seperti Korean Air, kamu perlu merogoh kocek kisaran Rp 13 jutaan lho.

2. Hong Kong

Ini sih juga salah satu destinasi wisata favorit bagi kebanyakan orang. Gak cuma orang Indonesia yang suka berkunjung ke Hongkong, wisatawan dari negara lain juga suka mengunjungi kota yang terkenal dengan film silatnya ini. Gedung-gedung yang tinggi dengan pemandang khas China Town emang bakal kerasa banget kalau kamu pergi ke Hong Kong. Nah, buat terbang ke Hong Kong kamu perlu merogoh kocek sebesar Rp 1 jutaan buat pulang pergi dengan menggunakan maskapai Air Asia seperti dilihat di Traveloka.

3. Denpasar – Bali

Bali, siapa yang gak mengenal dengan keindahan Pulau Seribu Pura, Bali. Nah, kota Denpasar, Bali termasuk salah satu destinasi wisata favorit bagi kebanyakan orang nih. Buat kamu yang emang cinta dengan Bali mestinya berbangga lho karena masuk dalam daftar kota yang pas buat liburan. Kamu pasti udah hafal kan berapa bujet yang mesti dikeluarkan buat ke Bali.

4. Pattaya – Thailand
Thailand juga termasuk nih dalam daftar tempat liburan yang enak banget. Pantai Pattaya merupakan salah satu tujuan destinasi wisata yang sering banget dikunjungi oleh turis luar negeri. Buat ke Pattaya, Thailand ini kamu emang gak perlu mahal-mahal buat keluarin bujet penerbangan seperti kalau mau ke Eropa. Kisaran Rp 1,5 juta, kamu udah bisa terbang ke Pattaya, Thailand.

5. Seoul – Korea Selatan

Wah! kalau ini emang gak heran lagi sih. Semenjak budaya kpop lagi menggila, kota Seoul, Korea selatan juga termasuk salah saty destinasi wisata favorit bagi banyak wisatawan. Turis asal Indonesia rasanya juga sering banget nih pada berkunjung ke Seoul, Korea Selatan. Kira-kira berapa sih tiket PP (Pulang-Pergi) buat ke Korea Selatan ini? Cukup dengan bujet kisaran Rp 2,5 jutaan. (EP)

Voting Anugerah Pesona Indonesia 2018 Penuh Kejutan

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Tanpa terasa periode voting Anugerah Pariwisata Indonesia (API) 2018, yang dibuka sejak Juni 2018 telah berakhir pada 31 Oktober 2018, kini sudah berakhir dan ditutup. Hasilnya ternyata penuh kejutan. Kejutan itu muncul saat panitia penyelenggara API 2018 melakukan rekapitulasi suara untuk penentuan para sang juara.

“Tahun ini, API memang banyak kejutan bahkan sangat berbeda dibandingkan penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya. Kejuatan itu karena persaingan semakin ketat sekaligus bermunculan daerah-daerah baru di Indonesia yang mendapat dukungan dari Voter agar daerahnya bisa menjadi juara,” lontar Ketua Panitya Penyelenggara Anugerah Pesona Indonesia 2018, Hiro Kristianto kepada Bisniswisata.co.id di Jakarta, Ahad (11/11/2018).

Dilanjutkan tahun sebelumnya didominasi daerah di Jawa seperti Provinsi Yogyakarta dan Jawa Barat, tahun 2018 justru daerah Sumatera yang mulai muncul dan bersinar dengan dukungan Voters yang diluar dugaan. Bahkan pariwisata Papua sendiri saat ini sudah mulai bergerak. “Dan, untuk pertama kalinya setelah penyelenggaraan tahun ke-3 baru kali ini ada juara baru dari bumi Papua,” ungkapnya.

Kejutan lainnya, sambung Hiro, dengan adanya beberapa kategori baru ternyata banyak diminati para pemilih, seperti Kategori Ekowisata, Kategori Wisata Halal dan Kategori Wisata Kreatif.

Selain itu, dalam API 2018 dibarengi dengan digelarnya kegiatan API Travel Mart 2018. Kegiatan didukung Kementerian Pariwisata ini merupakan ajang pertemuan antara buyer dan seller, yang merupakan para pelaku pariwisata dari seluruh Indonesia dan regional sekitarnya.

“Saat ini panitya sudah menerima permohonan pendaftaran dari sekitar 150 lebih buyer dari seluruh Indonesia dan luar negeri. Karenanya untuk mengoptimalkan kegiatan table top pada acara tersebut, Panitya Penyelenggara akan melakukan seleksi terhadap buyer yang telah mendaftar,” lontar Hiro.

Rencananya kegiatan Travel Mart ini juga dibuka untuk memberi kesempatan kepada para Pemerintah Daerah, terutama yang akan hadir pada Malam Penghargaan, untuk membuka stand promosi pariwisata daerah atau stand kerajinan UKM daerah.

Untuk itu Panitya memberi kesempatan kepada Dinas Pariwisata di seluruh Indonesia yang akan ikut serta berpartisipasi untuk segera menghubungi Panitya Penyelenggara melalui email apitravelmart@gmail.com atau melalui nomor +62818 757 388, +62813 153 797 45. Informasi lebih lanjut mengenai kegiatan ini dapat dilihat melalui laman http://IndonesiaTravelMart.com.

Diakuinya, hingga kini panitia penyelenggara terus melakukan persiapan untuk pelaksanaan Malam Penghargaan Anugerah Pesona Indonesia 2018 yang rencananya akan diselenggarakan pada 22 November 2018 di Sahid Jaya Hotel Jakarta.

Pada acara tersebut, seluruh nomimasi yang menjadi kandidat juara dari setiap kategori akan diundang untuk hadir pada malam penghargaan, nominasi daerah pariwisata penerima penghargaan langsung dari Bapak Menteri Pariwisata akan diwakili oleh para Kepala Daerah (Bupati/Walikota/Gubernur), sambungnya. (end)

19 November 2018, Rinjani Dibuka Lagi bagi Pendaki

this formate

MATARAM. bisniswisata.co.id: Kabar gembira bagi pendaki. Setelah lama Gunung Rinjani tertutup bagi para pelancong, kini kembali dibuka. Ketua Asosiasi Biro Perjalanan Wisata atau Asita NTB Dewantoro Umbu Joka mengatakan jalur pendakian Gunung Rinjani akan dibuka pada 19 November 2018.

Meski dibuka, pendakian masih menggunakan kuota. Hanya sebanyak 150 pendaki yang diizinkan naik ke gunung tersebut dalam sehari. Selain pembatasan kuota, jalur pendakian juga berubah.

Sebelumnya, daerah Sembalun dan Senaru menjadi pintu masuk menuju jalur trekking. Hanya saja, karena jalurnya terputus pascagempa, jalur pendakian yang akan dibuka yakni melalui daerah Aik Berik.

“Pintu masuk dari Sembalun dan Senaru jalur trekking-nya putus sehingga harus diperbaiki. Penggunaan kuota ini juga agar wisatawan yang datang lebih tertata,” lontar Dewantoro seperti dilansir laman Bisnis.com, Ahad (11/11/2018).

Selain Gunung Rinjani, destinasi Gili Trawangan juga terpengaruh dengan adanya gempa. Tetapi saat ini pemulihan telah dilakukan. Gili Trawangan pun dinilai siap menerima kunjungan wisatawan lagi. “Jadi yang hancur itu kebanyakan rumah penduduk. Destinasi hanya 20% yang hancur termasuk Gunung Rinjani dan Gili Trawangan,” jelasnya.

Dilanjutkan, terjadi penurunan hingga 80% kunjungan wisatawan ke Lombok pascagempa. Namun, empat bulan berlalu, kunjungan wisatawan pun mulai pulih. Walaupun belum normal atau hanya 50% dari rata-rata kunjungan per bulan yang sebesar 400.000.

Bali menjadi penyumbang wisatawan terbesar ke Lombok saat ini. Dengan makin banyaknya wisatawan ke Bali dan penyeberangan langsung menuju Gili, membuat Lombok mampu dengan perlahan memulihkan kunjungan wisata.

Dewantoro optimistis NTB mampu mencapai target kunjungan 4 juta wisatawan mancanegara dan domestik hingga akhir tahun. Sebelum gempa terjadi, kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara ke NTB mencapai sekitar 2,8 juta.

“Segala macam cara akan kita upayakan seperti mengadakan event pemerintah di sini. Rencananya, kita akan mengadakan Rakernas Asita awal Desember 2018 di sini, setidaknya bisa memperlihatkan ke dunia bahwa kita aman di sini,” sambungnya. (EP)

Sadio Mane, Striker Liverpool Jadi Duta Pariwisata Indonesia

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Kementerian Pariwisata menunjukkan bintang Liverpool, Sadio Mane, sebagai Duta Pariwisata, untuk mempromosikan Indonesia di kancah Internasional. Sadio Mane merupakan pesepakbola asal Senegal. Pada musim ini penampilan Mane sangat luar biasa bersama Liverpool. Bersama Mohammad Salah, ia berhasil membawa Liverpool bersaing di level teratas.

Bukan hanya prestasinya yang membuat Sadio Mane menjadi Duta Pariwisata Indonesia. Mane salah satu pesepakbola yang aktif di media sosial. Hal ini terlihat dari akun Instagram resminya, @sadiomaneofficiel yang mencapai 2,7 juta pengikut. Hal ini sejalan dengan Kemenpar yang telah go digital, dan sedang mengincar wisatawan milenial.

Dipilihnya Sadio Mane sebagai Duta Pariwisata sangat tepat. “Pertama, sepakbola adalah olahraga paling banyak peminatnya di muka Bumi ini. Kedua, Sadio Mane bermain di klub yang memiliki basis massa cukup besar di dunia, Liverpool. Ketiga, tentu saja faktor si pemain sendiri yang menjadi bintang dan favorit banyak orang,” papar Menpar Arief Yahya dalam keterangan tertulis, Ahad (11/11/2018).

Perasaan bahagia pun ditunjukkan oleh Mane melalui video pertamanya seusai resmi ditunjuk sebagai Duta Pariwisata. Dalam video pendek berdurasi 26 detik itu, Mane menyapa publik tanah air dengan bahasa campuran, Indonesia dan Inggris. Mane juga mengenakan kaus bertuliskan “Wonderful Indonesia”, yang merupakan salah satu tagline Kementrian Pariwisata Indonesia.

“Apa kabar?” kata Mane di awal video. “Saya senang bisa mewakili Indonesia sebagai Duta Pariwisata. Ayo ikut bergabung dengan saya dalam beberapa bulan ke depan, karena saya akan membagikan berbagai keindahan Indonesia,” ujar Mane dalam Bahasa Inggris. Diakhiri dengan ucapan “Terima kasih,” dalam bahasa Indonesia.

Ditambahkan, ada banyak keuntungan yang bisa diraih pariwisata Indonesia lewat pemilihan Sadio Mane sebagai Duta Pariwisata ini. “Pariwisata Indonesia akan semakin dikenal di luar negeri. Kita yakin akan berdampak pada peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia. Karena Mane memiliki fans yang cukup banyak. Termasuk di Indonesia,” lontar Menpar. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Tips Traveling ke Luar Negeri dengan Gaji Pas-pasan

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Hidup itu tak gratis, semuanya serba uang, termasuk ingin liburan. Mengingat liburan menghabiskan banyak biaya, orang-orang sering menunda keinginannya untuk liburan. Terlebih lagi untuk liburan ke luar negeri, uang yang dibutuhkan tidaklah sedikit. Padahal liburan, cara terbaik menyegarkan kembali pikiran, sehingga tetap semangat untuk mencari uang.

Liburan ke luar negeri selalu identik dengan orang yang bergaji besar alias banyak uang. Lalu bagaimana dengan yang bergaji pas-pasan atau kecil? Katakanlah setingkat UMR (Upah Minimum Regional) yang sekarang ini sebesar Rp3,6 jutaan untuk wilayah DKI Jakarta.

Sebenarnya siapa pun Bisa Liburan ke Luar Negeri, meski liburan ke luar negeri cukup mahal, siapa pun pasti bisa melakukannya, termasuk bagi yang bergaji UMR sekali pun. Asalkan ada niat dan membuat perencanaan dengan baik. Lakukan tips-tips di atas agar keinginan jalan-jalan ke luar negeri bisa dilakukan dan pengeluaran saat liburan tetap sesuai bujet.

Karena itu, jangan khawatir ada tips mudah yang bisa dilakukan untuk menyiasatinya. Seperti dikutip dari Republika co.id, Ahad (11/11/2018), berikut cara agar bisa jalan-jalan ke negara lain meski gaji hanya standar UMR (Upah Minimum Regional). Antara lain:

#. Menabung Rp 500 Ribu per Bulan Khusus untuk Liburan

Sebelum menyisihkan gaji untuk membayar uang kos atau uang makan, sisihkan maksimal sebesar Rp500 ribu untuk ditabung khusus buat liburan. Simpan ke rekening tabungan khusus agar tidak tergoda untuk menggunakannya. Dalam setahun, uang yang terkumpul sebesar Rp6 juta yang cukup untuk jalan-jalan ke negara-negara Asia terdekat, bukan?

#. Makan Sederhana yang Penting Menyehatkan

Tidak perlu harus makan enak setiap hari. Makanlah makanan yang sederhana asalkan menyehatkan. Kalau perlu masak makanan sendiri sehingga bisa menghemat biaya makan lebih besar lagi. Katakanlah dengan bujet makan sehari tiga kali dengan menu sederhana, asal ada nasi, lauk, dan sayur, sebesar Rp35 ribu, maka uang yang dibutuhkan hanya sebesar sekitar Rp 1 jutaan saja.

#. Kurangi Kebiasaan Cuci Mata di Mall

Poin ini mungkin cukup berat, apalagi jika ngemall yang biasa menjadi sebuah hiburan. Tapi demi mewujudkan jalan-jalan ke luar negeri, mau tak mau harus betah di rumah dan sesekali saja ke mall. Agar hari-hari tidak terlalu membosankan, lakukan hal-hal positif seperti jogging atau beres-beres rumah. Kalau mau kongko boleh saja, tapi pilih tempat yang murah meriah seperti taman bermain.

#. Rajin Berburu Tiket Promo

Doktrin harga tiket pesawat mahal harus dibuang jauh-jauh karena hal ini tidak selalu benar. Beberapa situs pemesanan tiket di Indonesia bahkan menawarkan banyak promo menarik, khususnya untuk penerbangan ke luar negeri. Sebagai contoh, ke Bangkok saja ada yang menawarkan harga tiket pesawat hanya Rp1,6 juta PP (pulang-pergi). Agar tidak kehabisan promo, sering-seringlah mengecek situs pemesanan tiket pesawat. Pilih tanggal penerbangan yang menawarkan harga paling murah dan disesuaikan dengan waktu cuti nantinya.

#. Ikuti Open Trip

Semakin banyak anggota yang pergi liburan, biayanya akan semakin murah. Ajak keluarga, teman, sahabat, atau pacar untuk liburan bersama agar semakin hemat. Jika memang pergi sendirian, ikuti open trip yang biasanya diadakan oleh agen perjalanan wisata.

#. Menginap di Dormitori atau Motel

Jika ingin solo travelling, bisa pilih penginapan berupa dormitori atau motel yang harganya jauh lebih murah dibandingkan hotel. Atau lebih hemat lagi jika punya teman di negara tujuan, sehingga bisa menginap secara gratis, bukan? (EP)

DPR Ingin Pariwisata Jadi Penghasil Devisa Utama

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menilai pariwisata nasional yang terus berkembang pesat perlu didorong agar dapat menarik lebih banyak lagi investasi terutama dari luar negeri.

Wakil Ketua Komisi X DPR, Sutan Adil Hendra mencontohkan negara Thailand berhasil mengoptimalkan pariwisatanya dengan sangat baik. “Selama ini neraca transaksi berjalan Thailand berada dalam kondisi sangat stabil, bahkan tak pernah mengalami defisit, karena ditunjang pariwisata,” papar Sutan dalan keterangan tertulis diterima Bisniswisata.co.id, Sabtu (10/11/2018).

Diingatkan, bagusnya kondisi perekonomian Negeri Gajah Putih itu juga didorong oleh sektor pariwisata yang berhasil menarik kunjungan wisatawan mancanegara hingga 30 juta per tahun. Untuk itu, pariwisata nasional juga harus mampu membawa lebih banyak devisa dan aliran dana masuk ke Tanah Air dalam bentuk investasi.

“Belajar dari Thailand, kita ingin pariwisata menjadi penghasil devisa utama baik yang dibawa wisatawan juga ada foreign direct investment,” ucapnya.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia DKI Jakarta Trisno Nugroho menilai peran pemerintah daerah sangat penting sebagai “tuan rumah” dan pemangku kebijakan di daerah tersebut. Beberapa peran tersebut antara lain, kebijakan fiskal pemda dalam mengalokasikan anggaran bagi pariwisata, serta dukungan regulasi untuk mendorong partisipasi aktif masyarakat setempat.

Terlebih, peran pemerintah daerah di bidang pariwisata saat ini sangat dibutuhkan karena Tanah Air sedang membutuhkan pasokan devisa yang memadai agar bisa membendung tekanan ekonomi eksternal terhadap nilai tukar rupiah.

“Kenapa pariwisata? karena pariwisata menjadi sumber ketiga devisa bagi Indonesia setelah minyak dan produk kelapa sawit. Indonesia kaya akan pariwisata, sudah saatnya daerah jadikan pariwisata sebagai sumber baru pertumbuhan,” ujarnya.

Ditempat terpisah, Ekonomi Indef Eko Listianto menilai pengembangan sektor pariwisata dan jasa dianggap menjadi sebagai solusi dalam mengatasi defisit transaksi berjalan, pada kuartal III/2018 yang diproyeksikan melebar di atas 3%.

Pariwisata sebenarnya sangat potensial sebagai sumber pundi-pundi rupiah. Sayangnya kurang optimal lantaran hanya terfokus di beberapa titik saja. “Masih Bali sebagai tujuan utama, padahal ada daerah lain yang bisa dikembangkan,” lontar Eko.

Pariwisata, menurut Eko, cukup ampuh menekan berbagai risiko yang berasal dari eksternal. Pengalaman beberapa negeri jiran seperti Thailand atau Malaysia, dengan upaya mengoptimalkan sektor tersebut terbukti mampu membawa kedua negara lebih stabil dibandingkan Indonesia ketika menghadapi risiko eksternal.

Dengan perannya yang cukup strategis, pemerintah diminta untuk berinovasi melalui berbagai macam kebijakan untuk menarik banyak wisatawan ke Indonesia. Di samping itu, melihat tren akhir tahun, pemerintah juga perlu mengimbau warga asal Indonesia untuk menunda perjalannya ke luar negeri “Misalnya cukup berwisata di Indonesia. Intinya di saat kondisi seperti ini, inovasi cukup penting,” jelasnya. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Alam Menginspirasi Dinamisnya Industri Fashion Indonesia

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Kolaborasi ikonik dari tiga perancang busana ternama Indonesia tampil dalam jalinan pekan mode di Jakarta, yang terinspirasi keindahan dan kekayaan alam, di tengah dinamisnya industri fashion Tanah Air. Ketiga perancang itu, Deden Siswanto membawa inspirasi pedesaan Jepang, Rama Dauhan menyematkan kegembiraan lewat motif alam, dan Vivian Lee dengan ketidaksempurnaan yang indah.

Tidak mau meninggalkan garis desainnya, perancang busana Deden Siswanto menciptakan karya yang tidak biasa. Bertajuk Kagirinaki yang berarti “tanpa batas”, Deden terinspirasi dari latar belakang masyarakat pedesaan Jepang. Potret tersebut ditunjukan melalui aksesoris yang disematkan seperti bunga kering, bakul yang dikenakan para model.

Kali ini kimono khas Jepang menjadi item mode yang ditunjukan Deden. Banyak koleksi Deden bermain dalam teknik patchwork, pattern blocking, dan beberapa manipulated fabric yang memberi rasa berbeda dalam koleksi kimono pada umumnya.

Konsep desain yang dituangkan yakni transformational and reconstruction. Material yang digunakan pun cukup bervariasi. “Kami pakai material tenun, katun, batik, dan material denim yang dipola sedemikian rupa,” kata Deden seperti dilansir laman Bisnis, Sabtu (10/11/2018)

Dia menyebut koleksinya ini banyak diilhami dari kehidupan perdesaan Jepang. Salah satunya adalah kisah hidup keluarga Oshin. Mereka merupakan keluarga pekerja di pedesaan saat musim dingin. “Saya melihat mereka mengenakan kimono dan lapisan selimut yang membuat mereka tetap nyaman. Kesederhanaan mereka menjadi inspirasi terbesar saya,” papar desainer asal Bandung itu.

Baginya, Jepang dan Indonesia memiliki kebudayaan yang tidak jauh berbeda. Deden percaya bahwa kimono ini bisa menjadi sesuatu yang memberi warna di masyarakat Indonesia. “Banyak teknik tambal-menambal yang dilakukan para petani di Jepang dan itu juga menjadi detail koleksi saya,” katanya.

Desainer yang dikenal konsisten mengolah kain-kain tradisional itu coba memperkuat kesan urban modern dengan permainan warna yang apik. Secara garis besar, Deden menuangkan warna biru denim. Semakin apik, ada warna-warna lain seperti beige,ungu, kuning, marun, hijau, dan soft pink.

Berbeda dengan Deden, perancang busana Rama Dauhan lebih menggambarkan kesan modern. Rama kali mempersembahkan koleksi busana pria.
Pada koleksi tersebut Rama mengangkat tema Mirth yang berarti kegembiraan. Untuk menggambarkan kegembiraan tersebut, lulusan Esmod Fahion & Design School Jakarta ini menampilkan berbagai motif tumbuhan, batuan.

Ditambah lagi aktivitas musim panas yang dikembangkan menjadi motif cerita dengan warna dasar musim panas dikombinasi musim gugur.
“Banyak mix, motifnya kelihatan summer, tapi dicampur dengan warna-warna winteryang lebih deep color. Jadi campur aduk, gitu,” kata Rama.

Sementara itu dari sisi material, Rama menggunakan katun, drill, twill, voal, dan wol yang dapat menambah spirit tren mode 2019. Koleksi tersebut diharapkan dapat memberikan pilihan untuk eksplorasi gaya fashion, muda, dan unik.

Lewat 23 koleksinya, Rama ingin menunjukan bahwa saat ini pria sudah banyak yang bereksplorasi dengan desain ataupun warna sehingga dia banyak menuangkan banyak permainan motif dalam balutan busana. “Kita banyak bermain motif dan warna, koleksi cowok tidak harus selalu berwarna gelap. Kali ini lebih playful, tidak apa-apa cowok bisa juga keliatan fun.”

Sementara itu, label Etterette by Vivian Lee mempersembahkan “Spring/ Summer: Lady Bird” yang terinspirasi dari sebuah konsep ketidaksempurnaan yang indah. Lady bird menceritakan sebuah perubahan dari seorang gadis menjadi seorang wanita yang mampu membentuk karakter sendiri.

Busana kali ini dipersembahkan dalam penggabungan dari ketidakteraturan teknik, tekstur, dan prints. “Kali ini [saya] lebih bermain tekstur di pemilihan kain, dikombinasikan dengan teknik manipulasi kain,” katanya.

Vivian mengatakan koleksi busananya kali ini ingin menggambarkan sifat feminin dari seorang wanita. Jadi dalam setiap potongan busana yang ditampilkan akan difokuskan pada figur perempuan. (EP)