Nias, Tuan Rumah Sail Indonesia 2019

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Sail Indonesia, turnamen reli kapal yacht tahunan yang berangkat dari kota Darwin, Australia pada bulan Juli setiap tahun yang diikuti para yachter penjuru dunia terkait dengan tujuan wisata di seluruh Indonesia. Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman menunjuk Nias, Sumatra Utara, sebagai kandidat tuan rumah Sail Indonesia 2019.

Tahun ini, penyelenggara Sail Indonesia dilakukan di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada September 2018 yakni Sail Moyo Tambora. Sail Indonesia, menjadi ajang tahunan wisata bahari yang diselenggarakan sejak 2009.

“Penunjukan Nias sebagai kandidat tuan rumah Sail Indonesia ini pun tentu bukan tanpa alasan. Hal ini dinilai dari sejumlah atraksi-atraksi yang disuguhkan oleh masyarakat Nias,” kata Asisten Deputi Budaya, Seni dan Olahraga Bahari, Kemenko Bidang Kemaritiman, Kosmas Harefa, dalam keterangan tertulis, Selasa (20/11/2018).

Salah satu atraksi dari Kabupaten Nias Selatan pada acara Ya ahowu Nias Festival 2018 pada 16-20 November 2018. Atraksi ini diyakini mampu menarik perhatian wisatawan. “Kita sudah melihat bagaimana atraksi budaya di Desa Bawomataluo. Luar biasa atraksi budaya yang ditampilkan oleh masyarakat Bawomataluo,” kata Kosmas.

Menurutnya, beragam atraksi dari Nias harus didorong sebagai daya tarik wisata yang bisa memukau, dan dikemas dengan baik sehingga memberikan dampak positif terhadap masyarakat dan menarik perhatian wisatawan mancanegara dan domestik.

Untuk itu, perlu ada kerja sama dan sinergitas lintas kementerian, seperti Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dalam hal pembangunan infrastruktur dasarnya agar sektor-sektor terkait, terutama pariwisata di Nias bisa meluas.

“Karena kalau kita lihat dari potensinya, Nias Selatan tidak kalah menarik dengan daerah-daerah lain, bahkan cenderungnya ini unik. Bisa kita lihat sendiri bagaimana atraktifnya performance dari kelompok masyarakat adat yang ada di desa Bawomataluo ini,” lontarnya.

Bupati Kabupaten Nias Selatan Hilarius Duha berharap, Sail Nias bisa lebih besar dari “event surfing” Nias Pro yang sudah terlaksana beberapa kali diadakan di Kepulauan Nias tersebut. Untuk itu, dia membutuhkan dukungan dan kerja sama dari semua pemangku kepentingan.

“Kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. Semua stakeholders harus saling bekerja sama, sehingga hasilnya akan menjadi lebih baik. Harus ada pembagian tugas yang direncanakan dengan baik sehingga Sail Nias ini nantinya dapat terlaksana dengan lebih baik,” katanya.

Tak bisa dipungkiri kekayaan potensi nias sangat luar biasa. Nias sebagai destinasi wisata surfing kelas dunia. Dan Nias menjadi surga bagi para surfers. Apalagi Pulau Nias dikenal juga dengan keindahan pantainya yang memukau. Juga ada beberapa destinasi wisata di Pulau Nias yang layak dikunjungi, antara lain:

#. Pantai Lagundri

Selain Pantai Sorake, lokasi surfing lainnya adalah Pantai Lagundri yang tak jauh dari Pantai Sorake. Spot surfing paling sering dikunjungi wisatawan internasional. Keindahan dan ketinggian ombak yang begitu memacu adrenalin menjadi alasannya. Pantai sorake kerap juga disebut the paradise island for surfing. Pantai Lagundri pun termasuk dalam 10 pantai terbaik di dunia untuk surfing dengan tinggi ombak yang bisa mencapai 10 meter atau sekitar 5 tingkatan, dengan panjang hingga berkilo-kilo meter.

#. Wisata Pantai

Selain Pantai Sorake dan Lagundri, Nias bisa dikatakan surga pantai. Ada Pantai Toyolawa, Pink Beach Gawu Soyo, Pantai Sirombu, Pantai Hoya. Pantai Ladeha. Pantai Pasir Berbisik. Pantai Podo. Pantai Malaga. Pantai Baloho. Pantai Pulau Panjang. Pantai Nusa Indah. {antai Walo Afulu. Pantai Lao Wamaru. Pantai Charlita. Pantai Bunda. Pantai Muara Indah dan Pantai Tureloto. Menariknya wisata pantai di Nias bisa melihat hampar laut bebas Samudera Hindia. Dan ada pantai menarik yakni Pink beach, alias pantai dimana pasirnya berwarna pink. Keunikan seperti ini tak cuma ditemukan di pulau Komodo.

#. Wisata Pulau
Tercatat ada empat wisata Pulau di Nias. Pulau Languna (Menikmati pemandangan sunset menawan). Pulau Tello (Memiliki panorama alam darat dan lautnya yang menyatu ditambah pasir putih yang indah). Pulau Bawa (menyaksikan ombak yang terkenal menatang. Juga panorama bawah lautnya menakjubkan). Pulau Asu (Suguhan keindahan alam yang menawan, masih sangat alami, ombaknya tenang sangat cocok bagi suka fishing, diving dan tracking).

#. Kepulauan Hinako
Kepulauan Hinako terdiri 8 pulau berdekatan dengan ciri khas dan keunikan tersendiri menjadi magnet memukau bagi wisatawan. Bagi pecinta wisata bahari selayaknya menyambangi daerah wisata bahari ini. Snorkeling and diving dapat dilakukan hampir di seluruh pulau, berbagai jenis terumbu karang, koral, ikan hias menjadi suguhan nan menawan dibawah pemandangan bawah laut kepulauan Hinako. Pulau Bawa adalah surga memancing, ikan berukuran besar akan memaksa anda mengeluarkan tenaga untuk menariknya.

#. Tradisi Lompat Batu atau Hombo Batu

Lompat batu merupakan salah satu dari sekian banyak tradisi di Nias. Tradisi ini telah turun temurun dilakukan selama berabad-abad. Budaya tradisional Nias ini sangat menarik karena menurut penduduk setempat tradisi ini harus dilakukan oleh seorang anak lelaki yang sudah akil balik bila belum mampu melompati batu setinggi 2 meter ini maka belum dianggap dewasa, biasanya setiap anak lelaki yang berhasil melakukan tradisi ini maka akan dirayakan dengan menyembelih kerbau.

#. Museum Warisan Nias

Suka wisata sejarah, Museum Warisan Nias jawabnya. Di Museum ini bisa mempelajari sejarah kehidupan Nias dari waktu ke waktu, dari era Megalitik hingga masa kekaisaran di Museum Warisan Nias. Museum Warisan Nias dibangun seorang misionaris bernama Johannes Hammerle. Dia datang ke Nias tahun 1971, menetap dan membangun Museum Warisan Nias untuk menyelamatkan benda-benda bersejarah di Nias. Ada sekitar 6 ribu koleksi di Museum Warisan Nias. Batu megalitik berbentuk ukiran dan peralatan rumah tangga yang digunakan di masa lalu.
Ada buaya Oroba atau baju besi yang terbuat dari kulit buaya. Ada pedang Tologu, dulu bertarung di zaman kuno dan diyakini mengandung kekuatan magis dalam bola rotan di sarungnya. Ada royalti peti mati khusus dengan berbagai bentuk unik seperti menyerupai naga.

#. Desa Bawomataluo

Desa ini berada diatas bukit dan masih serasa kental dengan unsur tradisional di kawasan Teluk Dalam, merupakan daerah tujuan wisata populer surga bagi peselancar dunia yang datang berbondong-bonfong untuk menaklukkan keganasan ombak Samudera Hindia. Keunikan dari Desa Bawomataluo terletak pada bangunan berusia ratusan tahun masih berdiri kokoh. Untuk mencapai desa ini harus melewati tangga sebanyak 88 buah. Desa Bawomataluo dimasukkan kedalam tentative list sebagai warisan dunia (World Heritage) di UNESCO. Di desa ini juga dapat menyaksikan tradisi lompat batu (Hombo Batu) yang hanya ada di Nias.

#. Desa Orahili

Ternyata Nias merupakan wilayah megalitikum tertua di Indonesia loh, fakta ini dapat anda lihat sendiri secara langsund di Desa Orahili – Gomo. Desa ini telah ada semenjak 1000 – 1500 tahun sebelum masehi (SM) tepatnya saat neolithicum (zaman batu muda). Peninggalan megalitik di desa Orahili terdiri dari berbagai jenis dan bentuk seperti patung manusia, batu yang ditata berdiri tegak, batu datar, dan masih banyak lagi lainnya. Desa ini berada di kawasan teluk dalam Nias, berdekatan dengan destinasi wisata yang paling sering dikunjungi oleh wisatawan seperti pantai lagundri dan desa Bawomataluo.

#. Danau Megoto

Nias bukan hanya wisata bahari, namun wisata alam juga lebih memukau. Danau Megoto, misalnya. Danau terletak di desa Onomalolo, kecamatan Alasa, masih terjaga dengan sangat baik. Meski akses menuju destinasi wisata ini lumayan sulit ditempuh. Danau Megoto belum dikelola baik dari segi sarana maupun prasarana. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Bali Weekend Digelar di Museum Volkenkunde

this formate

AMESTERDAM, bisniswisata.co.id: Menggaungkan budaya tradisional di dunia internasional terus didengungkan. Kini, Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Belanda menghadirkan event Bali Weekend di Museum Volkenkunde, Leiden, akhir pekan lalu.

Dubes Republik Indonesia untuk Kerajaan Belanda I Gusti A Wesaka Puja yang memprakasi gelaran ini, ikut menyemarakkan dengan menari tarian Barong dengan iringan gamelan Swara Shanti dari Amstelveen. Penampilan sang Dubes itu mendapat sambutan meriah dan standing ovation dari pengunjung yang mayoritas warga Belanda.

Penampilan Dubes I Gusti Waseka Puja itu adalah bagian dari acara Bali Weekend di museum Volkenkunde. Dan kegiatan di Leiden ini adalah salah satu bagian dari rangkaian Grand Exhibition Bali Welcome yang digelar sejak Oktober lalu.

Dalam acara di Leiden itu gamelan Swara Shanti membuka pergelaran dengan mengalunkan Sinom Ladrang yang membawa penonton ke suasana kehidupan keseharian di Bali. Hal itu disampaikan Minister Counsellor Fungsi Pensosbud KBRI Denhaag Renata Siagian kepada Antara London, Selasa (20/11). Pergelaran budaya yang juga menampilkan tari Kembang Girang oleh sanggar tari Dwi Bumi dan tari Rangda.

Dubes I Gusti Agung Wesaka Puja selepas penampilan mengatakan Bali merupakan destinasi pariwisata yang terkenal di Belanda. Menurut informasi lebih dari 200 ribu orang Belanda berwisata ke Bali setiap tahunnya. Oleh karena itu partisipasinya adalah untuk memberikan apresiasi kepada masyarakat Belanda melalui tarian Barong Bali.

“Semoga pengunjung terhibur dengan apa yang disuguhkan dandapat mempererat hubungan antara kedua negara utamanya di sektor pariwisata dan budaya,” kata dia.

Harapan serupa disampaikan Anak Agung Bagus Krishna Sutedja, pelatih gamelan Swara Shanti, yang baru menyelesaikan program masternya di Codarts Rotterdam, dan Aafke, salah satu warga Belanda pegiat kebudayaan Bali. Di akhir pekan ini, Aafke juga memberikan workshop tari Bali kepada anak Belanda saat mengunjungi Volkenkunde.

Selama akhir pekan pengunjung tidak hanya menikmati pameran, tetapi juga menonton pergelaran budaya dan mengikuti berbagai workshop. Ada juga presentasi seputar Bali, antara lain, dengan demo memasak makanan Bali, menyiapkan sesaji, dan membuat barang seni.

Museum Volkenkunde yang terletak 19 km dari Kota Den Haag memiliki koleksi terbesar tentang Bali di luar Indonesia. Mereka juga memiliki koleksi berbagai negara seperti Asia, Afrika, dan Timur Tengah. (EP)

Angklung’s Day 2018, 5000 Orang Main Angklung Kolosal

this formate

BANDUNG, bisniswisata.co.id: Sekitar 5.000 orang dari 172 grup kesenian seluruh penjuru Indonesia bermain angklung bersama merayakan Angklung’s Day ke 9. Angklung kolosal ini digelar di halaman Gedung Sate Bandung, Minggu, (18/11). Diantara mereka terdapat juga peminat angklung dari luar negeri.

Bermain angklung secara serentak itu merupakan bentuk dukungan terhadap eksistensi angklung. Kegiatan tersebut berhasil memecahkan rekor dan meraih sertifikat penghargaan rekor diberikan oleh RHR (Record Holders Republic).

Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil mengatakan kegiatan tersebut bukan untuk sekedar pemecahan rekor semata, namun upaya agar angklung mendunia. “Karena sejak 2010 sudah dinyatakan sebagai warisan dunia tak benda,” kata dia seperti dikutip laman Antara, Senin (19/11/2018)

Ratusan pelajar memainkan angklung pada pentas 1.000 Angklung di SMP/SMA/ SMK Sumatera 40 Bandung, Jawa Barat, 6 Februari 2017. Saung Angklung Udjo menghibahkan perangkat angklung lengkap untuk sekolah Sumatera 40 untuk lebih meningkatkan kemampuan murid yang ikut ekstra kurikuler angklung sekaligus melestarikan warisan budaya dunia tersebut bagi generasi muda. TEMPO/Prima Mulia

Emil, sapaan akrabnya, menyatakan Pemerintah Provinsi Jabar akan menghibahkan angklung kepada seluruh Kedutaan Besar RI di seluruh dunia. Dia mengaku sudah berkomunikasi dengan Menlu Retno Marsudi, Wapres Jusuf Kalla, dan Presiden Joko Widodo, agar setiap Kedutaan Besar RI memiliki instrumen angklung.

“Nanti yang bikin Jabar. Karena waktu saya pergi kemana-mana, angklung jadi alat diplomasi paling mudah,” kata Emil. “Jadi angklung adalah sumbangan tatar Sunda kepada dunia.”

Emil juga akan membangun pusat-pusat kebudayaan di seluruh kabupaten/kota di Jabar, yang akan menjadi sarana memperkenalkan angklung sebagai warisan budaya dunia. “Seperti di Bandung yang ada Saung Angklung Udjo.”

Ia juga akan memanfaatkan lahan-lahan di Jabar yang tidak memiliki fungsi sosial, untuk ditanami bambu sebagai bahan pembuatan alat musik tradisional, khususnya angklung. (EP)

10 Maskapai Terbaik 2019, Sayang Indonesia Nihil

this formate

AUSTRALIA BARAT, bisniswisata.co.id: Situs penilaian maskapai penerbangan AirlineRatings telah merilis daftar 10 penerbangan terbaik untuk 2019. Penilaian ini diberikan setelah melalui evaluasi selama dua tahun. Sayang dalam penilian ini, maskapai Indonesia tak ada satupun yang lolos.

Untuk masuk dalam daftar ini, maskapai penerbangan harus memiliki peringkat keamanan yang tinggi dan menjadi yang terdepan dalam berinovasi bagi kenyamanan penumpang. Beberapa kriteria dari penilaian tersebut adalah kekonsistenan pelayanan, inovasi, usia penerbangan, keuntungan, dan ulasan dari penumpang.

Tahun ini, Singapore Airlines dinobatkan sebagai maskapai penerbangan terbaik, menggeser Air New Zealand yang selama lima tahun berturut-turut menduduki posisi teratas ke nomor dua.

“Dalam analisis objektif kami, Singapore Airlines menjadi nomor satu dalam banyak kriteria audit kami. Kinerja mereka begitu bagus,” ujar CEO dan pemimpin redaksi AirlineRatings.com Geoffrey Thomas dikutip dari Business Insider, Senin (19/11/2018).

Selama bertahun-tahun, Singapore Airlines telah menjadi standar emas dan kini kembali menjadi yang terbaik, dengan menjadi yang terdepan dalam hal inovasi penumpang dan model pesawat baru yang canggih, sambungnya.

Singapore Airlines dipuji atas layanan dalam penerbangannya yang terkemuka di industri serta pengenalan jenis pesawat baru. Selain itu, perubahan interior, kemanan operasi, dan peluncuran kembali penerbangan langsung rute Singapura – New York juga menjadi keunggulannya.

Daftar ini juga menjadi perdana bagi sejumlah maskapai penerbangan, antara lain Qatar Airways, Emirates, dan Eva Air. Sejumlah penerbangan ternama yang absen dari daftar ini yaitu Korean Air, Etihad Airways, dan Virgin Atlantic.

Seperti pada daftar tahun lalu, tidak ada penerbangan dari Eropa ataupun Amerika yang masuk dalam daftar ini. “Baik pada posisi 1 ataupun 10, maskapai penerbangan pada daftar ini merupakan yang terbaik di dunia,” ungkap tim penilaian. “Mereka menjadi tolok ukur penilaian bagi penerbangan lain.”

Berikut 10 maskapai penerbangan terbaik yang masuk dalam daftar Airline Excellence Awards versi AirlineRatings.com: Singapore Airlines (urutan pertama), Air New Zealand, Qantas, Qatar Airways, Virgin Australia, Emirates, All Nippon Airways (ANA), EVA Air, Cathay Pacific Airways dan Japan Airlines.

Selain penghargaan maskapai terbaik, AirlineRatings juga memberikan penghargaan untuk sejumlah kategori. Berikut daftar kategori dan pemenangnya: Best First Class – Singapore Airlines, Best Business Class – Qatar Airways, Best Premium Economy – Air New Zealand, Best Economy – Korean Air, Best Cabin Crew – Virgin Australia

Best Catering – Qatar Airways, Best Lounges – Qantas Airways, Best In-Flight Entertainment – Emirates, Regional Airline of the Year – QantasLink, Most Improved Airline – Philippine Airlines, Best Ultra-Low-Cost Carrier – VietJet, Best Long-Haul Airline – Emirates (Timur Tengah), EVA Air (Asia Pasifik), Lufthansa (Eropa), dan Delta (Amerika), Best Low-Cost Airline – Westjet (Amerika), AirAsia/AirAsia X (Asia Pasifik), dan Wizz (Eropa).

Tutup Tahun, Mvenpick Resort & Spa Sajikan Kuliner Spektakuler

this formate

JIMBARAN, bisniswisata.co.id: Musim liburan akhir tahun ini, Mövenpick Resort & Spa Jimbaran Bali mengundang para tamu berkumpul bersama kerabat, sahabat dan orang-orang tercinta untuk menikmati serangkaian kegiatan meriah yang menyenangkan, termasuk juga pengalaman bersantap kuliner spektakuler.

Sepanjang Desember 2018, resort keluarga berbintang lima ini akan diisi serangkaian acara sejak Natal sampai dengan Tahun Baru dengan berbagai acara menarik khusus yang sesuai dan ramah untuk semua umur

Musim liburan akhir tahun resmi dimulai pada 15 Desember dengan setting tata cahaya tradisional pohon Natal. Berlangsung di Katha Lobby Lounge, dalam acara tahunan ini akan berkumandang lagu-lagu dari paduan suara anak-anak dan penampilan dari Sinterklas untuk menambah suasana perayaan yang lebih mempesona.

24 Desember, restoran Anarasa akan menyajikan “Hidangan Malam Natal Klasik” yang menampilkan hidangan prasmanan dengan menu makanan favorit tradisional termasuk kalkun panggang dan semua hiasan nya. Meja akan dihiasi dengan biskuit Natal, pengunjung akan dihibur oleh live band, pesulap, dan paduan suara anak-anak, serta Santa yang akan masuk dengan karung penuh hadiah untuk anak-anak!

“Para tamu juga dapat menikmati White Christmas yang indah di Above Eleven Bali, restoran di lantai delapan yang menakjubkan, dihiasi dengan dekorasi putih klasik menambah keindahan malam itu. Temukan lima menu masakan Peru-Jepang yang lezat diiringi penampilan biola dan kunjungan dari Santa yang akan memberi kejutan bagi anak-anak kesayangan, ujar Hana Hoed Communications Manager dalam siaran pers Senin (19/11/2018)

Perayaan dilanjutkan Hari Natal dengan pilihan kuliner menggoda di Anarasa. Mulai jam 12 siang, “Around the World Christmas Brunch” memungkinkan semua tamu untuk merayakan bersama melalui bahasa makanan universal. Nikmati berbagai rasa dari seluruh penjuru dunia, ditambah hidangan Natal tradisional, hidangan laut lezat, dan masih banyak lagi.

Ditambah lagi hiburan untuk segala usia dan anak-anak. Di malam hari nya, “Makan Malam Natal Favorit” akan menyajikan pesta prasmanan Natal tradisional termasuk kalkun panggang, ham yg berkilau, makanan penutup Natal, kue kering, dan lainnya.

Meera Kids Club juga menyelenggarakan serangkaian kegiatan Natal khusus, termasuk Pesta Malam Natal dengan film-film meriah dan popcorn, serta pesta bertemakan bajak laut di Hari Natal. Dan tentu saja, Sinterklas akan meluankan waktu dari jadwal sibuknya untuk bertemu dan memanjakan anak-anak

Perayaan berubah menjadi lebih tropis pada tanggal 26 Desember saat Anarasa menyelenggarakan Buffet Barbekyu Boxing Day tahunan, dengan daging pilihan dan hidangan laut segar yang dimasak dengan sempurna di atas panggangan terbuka. Meera Kids ’Club mengundang anak-anak untuk mendemonstrasikan kreativitas mereka dengan mendekorasi sendiri kue jahe

Para tamu juga dapat memanjakan diri di Arkipela Spa & Wellness dengan paket “Festive Wish”, yang tersedia mulai 15 Desember 2018 hingga 15 Januari 2019, yang akan termasuk juga scrub alami menggunakan beras merah, kayu manis dan adas bintang, diakhiri dengan yoghurt rub.

Setelah semua kertas pembungkus Natal telah dirapikan, fokus perhatian utama segera beralih ke Malam Tahun Baru. Di Mövenpick Resort & Spa Jimbaran Bali, para tamu dapat menyambut 2019 dengan gaya dan dua pilihan pesta akhir tahun yang menarik dan elegan.

Melangkah kembali ke tahun 1960-an dan ‘70-an di Anarasa dengan pesta Malam Tahun Baru” Retro Revolution”! Para tamu akan disuguhi koktail di tepi kolam renang dan makan malam prasmanan, serta undian berhadiah dan hiburan non-stop termasuk live music dari era bunga dan rock n ’roll.

Para tamu menuju ke Akasa Ballroom untuk pesta count down yang gemilang, seiring musik DJ dan dansa yang menggembirakan bersuka ria di pesta memasuki tahun 2019. Pesta Malam Tahun Baru ini hanya seharga Rp. 1.650.000 ++ per orang termasuk minuman non-alkohol, atau IDR 2,350,000+ + termasuk pilihan minuman alcohol.

Above Eleven Bali mengundang para tamu untuk menghabiskan malam yang magis dan misterius di rooftop dalam pesta Malam Tahun Baru “Masquerade”. Malam yang mewah ini akan menyajikan hidangan enam menu yang menakjubkan bersama sparkling wine, koktail atau moktail, dilanjutkan dengan pesta glamor yang hingga dini hari – termasuk kontes “Best Dressed Guest Contes”.

Dan siapa bilang Malam Tahun Baru hanya untuk orang dewasa? Meera Kids Club akan memanjakan anak-anak dari jam 10 malam sampai jam 1 pagi dengan karaoke, menari, dan nonton film!

Akhirnya, para tamu yang mencari pengalaman spiritual selama musim liburan dapat bergabung dengan sesi sunset yoga di pantai, yang diselenggarakan pada 26 dan 31 Desember 2018 serta 1 Januari 2019, sebuah cara sempurna untuk mengakhiri tahun 2018 dan memulai 2019. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Punti Kayu, Objek Wisata Alam Diabaikan Saat Event Global

this formate

PALEMBANG, bisniswisata.co.id: Bunyi klakson kendaraan terus bersahutan menjadi irama hiburan sehari-hari warga Kota Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel). Padatnya kendaraan terus menyumbang polusi udara, semakin mengurangi asupan oksigen segar tanpa polusi.

Wajah Kota Palembang kini semakin disesakkan pembangunan gedung bertingkat, pusat perbelanjaan modern, hingga transportasi canggih. Untuk pariwisatanya, Pemerintah Daerah (Pemda) setempat lebih tertarik dengan wisata yang berbau heritage, religi, dan sport tourism.

Masifnya pembangunan infrastruktur ini semakin memudarkan pamor Punti Kayu, yang dulunya menjadi primadona pusat wisata di Palembang. Meskipun berada di tengah Kota Palembang, kawasan hutan pinus ini tak jua membuat para warga Palembang tertarik untuk menikmati indahnya panorama alami.

Even internasional sekelas Asian Games yang digelar bulan Agustus 2018 kemarin pun, tak berdampak banyak bagi kawasan penghasil oksigen segar yang berada di Jalan Kolonel H Burlian Kilometer 6,5 Palembang ini.

Menurut Raden Azka, Manager Punti Kayu Palembang, berbagai acara besar di Palembang, baik tingkat nasional maupun internasional tidak terlalu mendongkrak jumlah pengunjung Punti Kayu.

“Jumlah pengunjung masih statis, meskipun Asian Games 2018 kemarin digelar di Palembang. Hanya ada beberapa orang yang turut serta kegiatan itu, yang datang kemari. Itu juga tidak terlalu banyak,” ucap Raden Azka seperti dilansir Liputan6.com, Senin (19/11/2018).

Setiap hari Senin hingga Jumat, jumlah pengunjung hutan seluas 12 Hektar ini bisa mencapai 100-an orang. Namun tak jarang jumlah pengunjungnya hanya puluhan. Namun di akhir pekan, jumlahnya cukup meningkat drastis, terlebih saat hari libur di tanggal merah.

Padahal Ruang Terbuka Hijau (RTH) ini menyajikan suasana yang tenang dan indahnya alam. Ratusan pohon pinus menjulang tinggi dengan warna dedaunan hijau, membuat kawasan konservasi ini menjadi pilihan tepat untuk merasakan segarnya udara.

Di antara pepohonan, pengunjung bisa melihat kelincahan para monyet ekor panjang berkeliaran. Tingkah lucu satwa liar ini pun cukup menjadi hiburan santai. “Dulu ada banyak satwa langka di sini. Namun adanya undang-undang perlindungan hewan, jadi kita hanya memelihara hewan yang tidak dilindungi, seperti kelinci, kuda, iguana, kura-kura dan satwa lainnya,” katanya.

Selain menikmati sepoian angin di antara rimbunnya Pohon Pinus, pengunjung juga bisa mendatangi berbagai wahana lainnya di wisata di Palembang ini. Seperti Wahana Bird Park, Indian Village, Danau Perahu Bebek dan Flying Fox.

Untuk masuk ke wisata alam ini pun sangat terjangkau. Cukup membayar Rp 5.000 untuk anak-anak, Rp 10.000 untuk orang dewasa dan Rp 12.500 di hari Sabtu dan Minggu. Harga tiket masuk wahana juga sangat murah, yaitu Rp 10.000 hingga Rp 25.000 per orang.

Kawasan konservasi yang masih terjaga ini bisa dikelilingi menggunakan kendaraan pribadi. Tiket masuk untuk kendaraan roda dua hanya dikenakan Rp 5.000 dan Rp 10.000 untuk kendaraan roda empat. “Salah satu tempat favorit jembatan gantung dan landmark negara. Lokasi ini juga sering dipakai untuk sesi foto prawedding dan swafoto,” ungkapnya.

Warga asal Kota Solo, Ayi Nanda, sangat menikmati liburannya di Kota Palembang dengan mengunjungi hutan Punti Kayu. Pria berusia 32 tahun ini pun bisa membawa keluarganya piknik ceria di tengah alam.

“Awalnya tidak menyangka, ada lokasi wisata alam di tengah kota yang tidak terkontaminasi dengan polusi udara. Hutan ini menjadi referensi bagus bagi pelancong Palembang, untuk mendapatkan suasana yang baru,” ucapnya. (EP)

Box Office, Fantastic Beasts 2 Raup Rp3,6 Triliun

this formate

HOLLYWOOD, bisniswisata.co.id: Film Fantastic Beasts: The Crimes of Grindelwald menyebarkan daya magis ke penjuru dunia. Di akhir pekan debutnya, film ini meraih US$253 juta atau sekitar Rp3,6 triliun secara global. Capaian Fantastic Beasts 2 tersebut berasal dari US$62 juta di pasar domestik Amerika Utara dan US$191 juta di pasar internasional.

Berdasarkan data box office terbaru, Senin (19/11/2018), meski tercatat cukup besar, film ini dilaporkan Variety amat mengandalkan pasar internasional untuk mengembalikan modal bujet produksi yang cukup mahal sebesar US$200 juta.

Hal tersebut dikarenakan lesunya pasar domestik Amerika Utara, sehingga menyebabkan Fantastic Beasts 2 hanya memperoleh US$60 juta di akhir pekan pertamanya. Capaian akhir pekan debut Fantastic Beasts 2 di pasar domestik tersebut lebih rendah dibandingkan seri prekuelnya, Fantastic Beasts and Where to Find Them (2016) yang mencapai US$74,4 juta menurut data Box Office Mojo.

Walaupun pasar domestik sedang lesu, Fantastic Beast 2 dilaporkan masih memiliki peluang besar untuk medulang untung dari pasar internasional. Saat ini, China menjadi negara dengan penyumbang box office terbesar film tersebut dengan raihan US$37,5 juta dari 20 ribu layar yang menayangkan Fantastic Beasts: The Crime of Grindelwald.

Setelah China, Inggris mengikuti dengan US$16,3 juta, Jerman dengan US$12,8 juta, dan Rusia dengan US$12,1 juta. Masih ada Jepang yang bisa diandalkan oleh Fantastic Beasts 2 untuk memperoleh untung, bila mengingat catatan box office versi prekuelnya yang kala itu menjadi tertinggi kedua di Asia setelah China.

Menurut Box Office Report, film ini baru akan tayang di Jepang pada 23 November 2018. Fantastic Beasts: The Crimes of Grindelwald merupakan seri kedua dari lima film yang direncanakan menjadi bagian waralaba lepasan dunia Harry Potter tersebut. Semuanya masih ditulis oleh JK Rowling.

Film kedua ini masih digarap oleh David Yates, sutradara andalan waralaba tersebut. Yates tercatat menggarap setengah dari delapan film Harry Potter dan dua seri Fantastic Beasts.

Berlatar pada era 1920-an, The Crimes of Grindelwald mengisahkan pelarian Gellert Grindelwald saat akan dipindahkan dari Amerika ke Inggris. Dalam pelarian tersebut, ia juga mengumpulkan pengikutnya untuk memulai mengangkat derajat penyihir di atas makhluk lainnya, termasuk manusia.

Meski masih menguasai box office, tapi seperti dilansir Reuters, film ini mendapat review yang kurang baik dari para kritikus. Rotten Tomatoes hanya memberikan skor 40%, sedangkan Cinemascore memberikan B+.

Film ini sekarang berada di posisi ke-29 dalam daftar film terlaris 2018, di bawah “Tomb Raider” dan di atas “Halloween (2018)”.

Film “Bohemian Rhapsody” juga masih ada di daftar box office dengan total pendapatan US$384,33 juta sejak dirilis pada Jumat (2/11). Pada pekan ketiga, film itu mendapat tambahan US$61,2 juta. Film lain yang berada di daftar box office dunia adalah “The Grinch” dengan total US$151,74 juta dalam dua pekan penayangannya.

Beberapa film yang debut pekan lalu adalah “Instant Family” yang dibintangi Mark Wahlberg dan Rose Byrne serta “Widows” yang dibintangi oleh Viola Davis, Michelle Rodriguez, Elizabeth Debicki, dan Cynthia Erivo.

Film pertama bercerita tentang pasangan suami istri yang mengadopsi tiga anak kecil. Sementara itu, film kedua berkisah tentang para istri yang bekerja sama membalas dendam terhadap bos kriminal yang membunuh suami-suami mereka. (EP)

Pengelola Puri Ageng Blahbatu, Bali Tawarkan Pengalaman Unik Menikmati Wisata Budaya dan Kuliner

this formate

GIANYAR, Bali, bisniswisata.co.id: Pengelola Puri Ageng Blahbatu,Gianyar menawarkan pengalaman menikmati wisata sejarah dan budaya, kuliner, pertunjukan tari dan aktivitas lainnya, kata Liza Basalamah, Managing Director Puri Ageng Blahbatu, hari ini.

“ Untuk paket Kecak Dance &  Royal Dinner misalnya, para tamu bisa menikmati kuliner Bali bersama anggota keluarga Puri Ageng sekaligus menyaksikan tarian Kecak atau Tari Barong. Untuk paket ini baru bisa dilayani secara rombongan minimal 20 orang, kata Liza Basalamah.

Guna mempromosikan paket Kecak Dance & Royal Dinner,  pihaknya mengundang kerjasama dengan travel agent dari dalam dan luar negri dengan melakukan pemesanan  (booking) seminggu sebelumnya.

Sambil menikmati suguhan kuliner khas Bali, tamu dihibur dengan musik rindik hingga penampilan para penari Barong maupun Kecak.

Travel agent juga bisa booking untuk makan siang sejenak bersama rombongan dalam perjalanan tour mengunjungi obyek-obyek wisata di Bali di lingkungan Puri Ageng sehingga mempunyai pengalaman unik.

Tamu juga dapat berkeliling puri dan berinteraksi langsung dengan keluarga kerajaan sambil menimba pengetahuan dari Puri yang dibangun pada tahun 1570-1600 disebut paket Bali Royal Heritage Site.

Menurut Liza, Puri tidak hanya digunakan sebagai tempat peristirahatan raja dan peribadatan, tetapi juga digunakan sebagai tempat pendidikan dan wisata sejarah maupun wisata kuliner. Oleh karena itu Puri Ageng Blahbatu sebagai salah satu Puri terbesar di Gianyar kini memberikan kontribusi sebagai destinasi wisata yang unik dan menarik.

“Puri yang berlokasi di Jalan Raya Udayana no. 2 Blahbatuh, Gianyar, Bali ini  masih menyimpan kemegahan arsitektur bangunan Bali yang berumur ratusan tahun. Puri Ageng Blahbatuh yang mempunyai luas 4,5 hektar ini seni arsitekturnya bahkan sebelum lahirnya seni ukir di Pulau Dewata,” jelasnya.

Sehari-hari wisatawan yang datang baik dari dalam maupun luar negri menikmati karcis masuk sekaligus bonus minum kopi Bali. Tamu perorangan menyukai sejumlah spot foto yang instagramable selama kunjungan di Puri Ageng Blahbatu.

“ Kami juga menawarkan paket kursus untuk belajar masak ( cooking class)  khas Bali, kursus menulis diatas lontar, kursus belajar gamelan maupun kursus menari dengan durasi rata-rata dua jam lebih. Peminatnya banyak wisatawan mancanegara,” ungkap Liza Basalamah.

Menikmati pertunjukan Tari Barong sambil makan malam dengan tradisi Bali.

Memenuhi trend masyarakat untuk merayakan pernikahan ( wedding) dengan adat Bali, Puri Ageng Blahbatu juga menawarkan paket pra-wedding dan paket wedding termasuk jasa Event Organizer ( EO) yang sudah biasa menangani resepsi pernikahan.

“Mereka yang beragama non-Hindu tetap bisa merayakan pesta ala adat Bali setelah menikah secara agama masing-masing. Kami dapat melakukan upacara adat sekaligus resepsi pernikahannya,” kata Liza.

Keunikan tradisi dan arsitektur bangunan di dalam Puri Ageng, ujarnya, menjadi daya tarik untuk menyelenggarakan pesta pernikahan,  pesta ulangtahun maupun private party lainnya sesuai dengan keinginan konsumen.

Puri yang dibangun dengan konsep Tri Mandala  kini telah membuka akses bagi pengunjung untuk  melihat berbagai peninggalan kerajaan termasuk aktivitas sehari-hari Puri Ageng Blahbatu.

Sebelum tahun 2007, Puri Ageng Blahbatuh adalah puri yang ‘private, akses untuk orang lain bahkan wisatawan sangat dibatasi. Namun setelah itu, akses Puri Ageng Blahbatuh telah dibuka baik untuk wisatawan domestik dan internasional.

Kemegahan Puri ini masih terjaga dan terawat dengan baik bahkan simbol-simbol kerajaan masih nampak orisinal di setiap sudut bagiannya. Salah satu peninggalan kerajaan di Puti Ageng Blahbatu adalah topeng asli patih Gajah Mada yang tersimpan secara sakral dan tidak dipamerkan untuk umum.

 

Ribuan Warga Australia Padati Festival Indonesia 2018

this formate

CANBERRA, bisniswisata.co.id: Festival Indonesia menyajikan berbagai gerai kuliner khas daerah, panggung seni tradisional dan pameran budaya digelar Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Canberra, Sabtu (17/11/2018). Gelaran ini mencuri perhatian publik Australia. Ribuan warga negeri Kangguru memadati acara hingga akhir festival

Dikutip keterangan tertulis pihak KBRI, Senin (19/11/2018), tingginya antusiasme dalam Festival Indonesia 2018 nampak dari besarnya jumlah pengunjung. Tahun ini pengunjung yang hadir mencapai 5.000 orang. Di antara pengunjung bahkan rela datang jauh-jauh dari Sydney atau Melbourne yang masing-masing berjarak 300 km dan 700 km dari Canberra.

Sejumlah sekolah SMP dan SMA di Canberra juga menggunakan kesempatan ini untuk mengenal Indonesia lebih dekat dengan menyaksikan festival kuliner dan budaya tahunan ini.

Acara dibuka Duta Besar RI dengan pemukulan gong, dan turut disaksikan oleh sejumlah pejabat tinggi Kota Canberra, antara lain Tara Chayene yang menjabat sebagai Australia Capital Territory (ACT) Legislative Assembly, serta Pejabat Kementerian Luar Negeri Australia.

Juga, sejumlah duta besar negara sahabat seperti dari Denmark, Laos, Kamboja, Malaysia, Vietnam, Korea Selatan, Palestina, Lebanon, Ekuador, Peru, Argentina, Zambia, dan istri Dubes Singapura dan Brunei Darussalam, serta diplomat Australia mau pun diplomat asing, antara lain Filipina, China dan Thailand.

Festival Indonesia di Canberra menyuguhkan lima atraksi utama, yakni kuliner Indonesia, panggung hiburan, pameran budaya Indonesia di Balai Budaya, pameran produk-produk Indonesia dan promosi wisata ‘10 Bali Baru’ di Balai Kartini, serta Kids Corner dan photo booth. Sejumlah produk unggulan tekstil dan kerajinan tangan seperti batik, tas manik, kain tapis juga tidak lupa dipamerkan.

Beragam kuliner khas daerah yang ditawarkan menjadi daya tarik tersendiri bagi publik Australia. Sate ayam dan kambing, sate Padang, rendang, nasi Padang, gudeg Yogyakarta, mi Aceh, nasi timbel, bakso, adalah sedikit contoh dari sederet masakan terkenal Indonesia yang ‘diserbu’ pengunjung.

Pengunjung rela antre panjang demi mendapatkan sajian masakan Indonesia yang dijual oleh berbagai komunitas masyarakat Indonesia di Australia.

Kieran Cunningham (35), warga Murumbatesman mengaku tak pernah melewatkan acara Festival Indonesia di KBRI Canberra. “Saya selalu menunggu acara ini karena saya dapat membeli sate ayam dan rending,” ujarnya bangga.

Selain pertunjukan Ondel-Ondel Betawi dan gamelan Bali, yang dimainkan orang Indonesia dan Australia, beragam atraksi seni dan tari daerah Indonesia yang ditampilkan tak kalah efektif menarik pengunjung.

Alunan arumba dan angklung dari Jawa Barat, tarian Dayak Kenyah dan petikan alat musik sampek dari Kalimantan Timur, tarian khas Lampung, hingga tari Tor-Tor dari Sumatra Utara dan Tari Sajojo dari Papua berhasil membuat betah pengunjung. “Saya sangat senang sekali dapat mendukung dan meramaikan kegiatan Festival Indonesia 2018 di Canberra” ujar Puteri Ari Dono, Wakil Ketua Umum Bhayangkari Polri.

Bhayangkari merupakan Persatuan Istri Anggota Polri, secara khusus menghadirkan Tim Kesenian Muhibah Bhayangkari yang berasal dari Bhayangkari Daerah Jawa Barat, Kalimantan Timur, dan Lampung dalam Festival Indonesia 2018. Masing-masing menampilkan kesenian dari daerah asal, serta fashion show pakaian khas Jawa Barat, Lampung dan Kalimantan Timur dengan perpaduan desain modern dan tradisional.

Juga, Tari Manuk Dadali dibawakan para pelajar dari St. Michael Primary School di Canberra, membuat para pengunjung enggan pulang. Bagi masyarakat Australia, Festival Indonesia memang menjadi salah satu momentum yang selalu ditunggu-tunggu di Kota Canbera, yang memang terkenal sebagai salah satu kota di Australia yang sangat mendorong dan menghormati kehidupan multikultur.

Anak-anak pun tidak ketinggalan disuguhi berbagai kegiatan seperti mewarnai baju daerah Indonesia, face painting Harimau Sumatra, dan berfoto dengan latar becak. Festival Indonesia 2018 ditutup dengan nyanyian Maumere dan Poco-Poco yang mengundang seluruh pengunjung untuk ikut turun dan berjoget bersama.

Pagelaran Festival Indonesia merupakan program promosi seni, budaya dan kuliner tahunan Indonesia yang dikelola oleh KBRI Canberra bekerja sama dengan seluruh komunitas masyarakat Indonesia yang berada di Canberra dan sekitarnya. Pagelaran ini pertama kali diselenggarakan pada tahun 2008 dan tahun ini merupakan penyelenggaraan yang ke-11. (EP)

Gagal Terbang ke Paris, SIA Kembali ke Bandara Changi

this formate

SINGAPURA, bisniswisata.co.id: Pesawat Singapore Airlines (SIA) tujuan Paris terpaksa kembali mendarat ke Bandara Changi Singapura setelah kehilangan tekanan udara di kabin tak lama setelah meninggalkan bandara.

Pesawat dengan nomor penerbangan SQ336 itu berangkat dari Singapura pukul 12.46 malam waktu setempat hari ini dan pada awalnya dijadwalkan tiba di ibukota Perancis itu pukul 7.15 pagi, waktu Paris atau 02.15 sore waktu Singapura.

Menurut situs web pelacakan penerbangan Flightradar24, pesawat naik ke 24.000 kaki sekitar 15 menit setelah lepas landas. Posisi pesawat saat itu berada di wilayah udara Malaysia sebelum turun ke ketinggian 6.000 kaki.

Pesawat terpaksa berputar-putar di udara selama satu jam untuk membuang bahan bakar sebelum bisa mendarat, kata seorang juru bicara SIA sebagaimana dikutip CannelNewsAsia.com, Senin (19/11/2018).

Semua penumpang diperintahkan menggunakan masker oksigen sebagai tindakan antisipasi kecelakaan saat pesawat akan mendarat, katanya.

Pesawat akhirnya mendarat kembali di Bandara Changi sekitar pukul 02.30 waktu setepat dengan selamat. Setelah mengganti pesawat, penumpang kembali diberangkatkan pukul 06.00 pagi dan diperkirakan mendarat di Paris pada pukul 12.17 malam (waktu Paris) atau lima jam lebih lama dari jadwal kedatangan.

Tidak ada penumpang atau anggota awak yang terluka, kata juru bicara itu. Jumlah penumpang 234 orang termasuk seorang bayi dan 17 awak pesawat.

Menurut pengguna Twitter @jcgrenoble, yang memasang gambar masker oksigen yang ditempatkan di pesawat, pesawat harus melakukan pendaratan darurat setelah “insiden dekompresi”. (EP)