Menteri Pariwisata Sayangkan Paket Tour Belum Milenial Friendly

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menilai era milenial belum diantisipasi oleh dunia pariwisata Indonesia. Buktinya paket tour, calender of event tourism hingga spot untuk foto belum milenial friendly. Padahal sekitar 50 persen wisatawan mancanegata (wisman) ke Indonesia adalah milenial. Bahkan wisatawan nusantara (wisnus) yang milenial juga melonjak tajam.

“Memang sangat disayangkan, paket tour hingga calendar of event kita belum milenial friendly. Ke depan hal ini harus diubah. Kit harus mengikuti selera mereka (milenial). Saya ingin tahun depan (2019), 100 agenda calender of event harus bisa memenuhi wisatawan milenial,” papar Menpar Arief Yahya dalam acara Indonesia Tourism Outlook (ITO) 2019 di Hotel Borobudur Jakarta, Selasa (27/11/2018).

Selain itu, lanjut dia, destinasi wisata di Indonesia juga belum banyak yang menerapkan keinginan wisatawan milenial. Kemenpar mencatat baru ada sekitar 54 yang berorientasi wisata milenial diantaranya Orchid Forest di Bandung, Pasar Digital Watu Gede di Magelang, Hutan Pinus Mangunan di Yogyakarta, Palau Padar di Labuhan Bajo, Garuda Wisnu Kencana di Bali, pantai Kelingking di Bali yang memiliki spot-spot foto ikonik dan instagramable.

“Rencana tahun depan saya akan tambah menjadi 100 destinasi wisata yang berorientasi wisata milenial. Ya untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan mereka. Saat ini kaum milenial menguasai pariwisata di dunia. Nah kita harus mengikutinya, jika tidak ya tertinggal,” tandasnya serius.

Menpar Arief sempat menceritakan saat hadir di acara pariwisata di NTT dengan latar belakang ratusan penari yang memakai baju tenun daerah NTT yang khas dan mereka berada di padang savana yang indah. “Saya berusaha mencari spot yang bagus untuk diabadikan, ternyata susah. Nah padahal spot itu selalu menjadi titik perhatian wisatawan melinial untuk diabadikan kemudian diungguh di medsos,” ucapnya

Diakui, inilah kelemahan kita tidak mencari spot yang menarik, padahal spot ini memiliki peran yang strategis. “Ke depan destinasi wisata di Indonesia harus memiliki spot utuh, yang lain daripada lainnya, memiliki keunikan. Jadi bukan hanya indah di kamera, tetapi juga indah di pandangan mata,” sambungnya.

Disisi lain, Menpar menilai pariwisata menjadi salah satu industri yang memiliki pertumbuhan paling cepat. Kegiatan travelling sudah menjadi gaya hidup. Bahkan, kaum milenial menguasai pariwista di dunia. Strategi Kementerian Pariwisata ke depan menjaring wisatawan milenial. Hal tersebut dikarenakan saat ini isu yang berkembang adalah tentang milenial.

Dijelaskan, Pasar pariwisata Asia didominasi wisatawan milenial berusia 15-34 tahun, yang mencapai 57 persen. Di China, generasi milenial akan mencapai 333 juta orang, Filipina 42 juta, Vietnam 26 juta, Thailand 19 juta, sedangkan Indonesia 82 juta orang.

Menyambut datangnya tahun 2019, lanjut dia, sektor pariwisata dirasa harus bersinergi dengan unsur teknologi. Selain teknologi ada satu hal lain yang berperan penting dalam sektor pariwisata yakni regulasi. “Regulasi dan teknologi dalam pariwisata sangatlah penting, karena mempengaruhi bisnisnya,” tegasnya serius.

Karenanya, lanjut dia, jika ingin bersaing lakukanlah deregulasi karena tantangannya saat ini adalah kecepatan. Revolusi industri, juga memberikan dampak yang besar bagi industri pariwisata. “Jika dalam teknologi istilahnya adalah common platform, tapi dalam ekonomi istilahnya sharing economy. Hal ini juga berlaku dalam industri pariwisata,” paparnya

Saat ini pariwisata tergantung dengan teknologi digital dan segementasi pasar kaum milenial–mengingat 50 persen wisatawan mancanegara yang masuk ke Indonesia adalah milenial, katanya.

Disinggung Tahun 2019 adalah tahun politik? “Tahun 2019, pariwisata tidak terpengaruhi oleh politik,” jawabnya. Artinya, lanjut dia, turis aman-aman saja datang ke Indonesia. Berkaca pada Pilkada DKI Jakarta, itu tidak ada pengaruhnya pada pariwisata. “Waktu itu Pilkada Jakarta cukup panas, ternyata tidak mempengaruhi jumlah kunjungan,” komentarnya

Dilanjutkan, hal-hal yang dirasa membuat turis kurang aman dan nyaman berkunjung ke Indonesia adalah jika adanya bencana alam dan terorisme. Itu pun bisa membuat mereka membatalkan kunjungan. (END)

Komunitas Ferrari Jajal Sirkuit Pop-up BSD

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Komunitas pemilik kendaraan sport berlogo kuda jingkrak di Jakarta, Ferrari Owners Club Indonesia (FOCI), menggelar Ferrari Track Day 2018 di sirkuit pop-up BSD, Tangerang, Banten.

Acara yang digelar pada Sabtu (24/11/2018) itu melibatkan 53 unit Ferrari aneka tipe dan warna dengan titik kumpul di Mall Pacific Place, Jakarta, pada pukul 06.30 WIB, kemudian bertolak bersamaan menuju sirkuit temporer di Bumi Serpong Damai, Tangerang.

Agenda utama dalam acara ini adalah track experience, bukan adu balap atau adu cepat yakni peserta akan disupervisi langsung oleh instruktur-instruktur lokal salah satunya Renaldi Hutasoit, pebalap Ferrari Challenge Indonesia.

Setelah itu ditampilkan juga performa Ferrari edisi khusus seperti TDF, 599 GTO, 430 Scuderia, serta tidak ketinggalan juga edisi terbaru Ferrari Portofino, 812 Superfast, 488 GTB, 488 Spider dan GTC4 Lusso T yang ikut meramaikan sirkuit.

Acara ini dihadiri lebih dari 100 orang peserta yang mendapatkan pengalaman berkendara di lintasan tersebut. “Ferrari Track Day acara yang sudah lama dinantikan dan selalu menjadi kegiatan favorit para member untuk menyalurkan hobi dan mempererat kekeluargaan FOCI,” kata Presiden FOCI Hanan Supangkat dalam keterangan tertulisnya, Rabu (28/11/2018).

Hanan mengapresiasi dukungan yang diberikan pemerintah daerah Tangerang yang sudah mempersiapkan sirkuit. Mengingat, selama ini Indonesia masih kekurangan trek balap. Sirkuit BSD sudah sangat layak dipergunakan untuk kejuaraan balap. Aspal yang dipergunakan pun dinilai baik dan sudah memperhatikan faktor keamanan berkendara (safety riding) di sepanjang perlintasan.

“Secara fasilitas dan tantangan (sirkuit BSD) seperti yang ada di Singapura. Aspal jauh lebih bagus, cukup layak buat kejuaraan. Dan sebuah kebanggan kami dari Ferrari diberi kesempatan untuk track day,” ucapnya.

Acara ini didukung Ferrari Jakarta dan Sinar Mas group, serta dimeriahkan dengan pameran supercar buatan Maranello, Italia diecast dan spare part garage sale. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Vina Panduwinata Ingin Beri Kejutan

this formate

MATARAM, bisniswisata.co.id: Musisi Vina Panduwinata telah menyiapkan kejutan untuk tampil di Senggigi Sunset Jazz 2018 di Pantai Senggigi NTB, pada Ahad (9/12/2018). Vina Panduwinata mengaku sudah menyiapkan aransemen khusus untuk tampil pertama kali di Senggigi Sunset Jazz 2018.

“Mama Ina tertarik berkolaborasi untuk Senggigi Sunset Jazz, bukan hanya karena ingin terus bereksplorasi dan berekspresi. Mama Ina tertarik, karena pentas ini salah satu cara berkontribusi pada Lombok Bangkit,” kata Vina dalam keterangan rilis, Rabu (28/11/2018).

Musisi yang sudah puluhan tahun berkarya dan dikenal sebagai Burung Camar itu menyatakan, akan ada kreasi baru yang tengah disiapkannya. Dalam pentas nanti, ia akan bekerja sama dengan DJ Goeslan, Ikmal Tobing, Clement, dan Tim Noya. “Kalau mau tahu seperti apa kreasinya, ayo ke Lombok dan nonton Senggigi Sunset Jazz 2018,” kata Vina Dewi Sastaviyana Panduwinata, nama aslinya.

Penyanyi senior kelahiran Bogor, 6 Agustus 1959 mengaku bangga, senang bisa dilibatkan dalam event tersebut. Apalagi di Lombok sendiri baru saja dilanda musibah. Sehingga dia bisa menghibur masyarakat di Lombok.

“Ini mama waktu denger ini seneng banget karena Mama Ina dan kawan-kawan melakukan sesuatu saat gempa. Ini salah satu yang bisa aku lakukan untuk Lombok. Di mana kalau ini lebih ke secara psikis yang kita share ke banyak orang,” lontar ibu satu anak Joedo Harvianto Kartiko.

Demi ikut membantu membangkitkan kembali semangat warga Lombok pasca bencana gempa dan tsunami, penyanyi bergenre pop ini ingin Lombok kembali bangkit mulai dari masyarakatnya agar tetap sbersemangat, hingga pariwisata Lombok tetap bergeliat sehingga mampu mendatangkan devisa dan menambah pendapatan masyarakat.

Festival musik Senggigi Sunset Jazz 2018 dibuat gratis untuk penonton yang akan datang, dengan mengambil lokasi di Pantai Senggigi pada 9 Desember 2018. Sederet musisi Jazz Tanah Air mulai dari Indra Lesmana & Eva Celia, Vina Panduwinata, Andien, RAN, Brigitta, Pusakata hingga Lombok Blues Community siap memeriahkan Senggigi Sunset Jazz 2018. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Presiden Jokowi: Pembangunan Runway 3 Bandara Soetta Terhambat

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan pembangunan runway 3 Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta yang seharusnya selesai pada akhir 2018, ternyata agak sedikit terhambat. Penyebabnya karena pembebasan lahan yang agak sedikit terganggu sehingga mungkin masih mundur sampai pertengahan tahun 2019.

“Runway ketiga Soekarno Hatta ini sangat penting karena kita merasakan kalau pesawat mau naik aja ngantri setengah jam di Soekarno Hatta itu. Mau turun dia muter-muter dulu di atas baru bisa turun karena terlambat membangun runway ketiga,” papar Kepala Negara saat pertemuan tahunan Bank Indonesia 2018 di JCC Jakarta, Selasa (27/11/2018).

Molor pembangunan itu, sambung Presiden Jokowi, termasuk juga eastcross taxi way di sebelah timur juga mengalami keterlambatan membangun. Sehingga permintaan-permintaan slot untuk pesawat datang ke Indonesia ini terlambat semuanya,” ungkapnya.

Menurut Presiden, permintaan dari India banyak mau terbang langsung ke Jakarta. Dari Qatar mau terbang langsung ke Jakarta. Dari Uni emirat Arab mau tambahan lagi ke Jakarta enggak bisa kita berikan.

Begitu juga dari China berapa, dari Tiongkok mau tambah lagi juga kita enggak bisa buka. Dari Singapura mau tambah lagi tapi juga kita enggak bisa. Dari Thailand, ini minta. Ini minta, kita nggak bisa memberikan karena memang slotnya tidak ada, sudah penuh, jelanya.

“Keterlambatan-keterlambatan infrastruktur inilah yang saya sampaikan ke Menteri Perhubungan, Menteri PUPR, Menteri BUMN kejar cepat pagi siang malam diselesaikan,” ungkap Presiden Jokowi seraya menambahkan, kita enggak bisa menunggu-nunggu dan bersaing, berkompetisi dengan negara-negara lain.

Jadi, sambung kepala negara landas pacuketiga atau terakhir Bandara Soekarno-Hatta juga akan beroperasi. “Saya enggak tahu, kok semuanya selesai menjelang pemilu, enggak ngerti juga saya,” kata Jokowi kembali disambut tawa hadirin.

Diakui, saat ini pembangunan infrastruktur dikebut, salah satunya untuk kepentingan Pemilu 2019. Tol Bakauheni-Palembang. Tol ditargetkan rampung Juni 2019. Namun, Presiden Jokowi meminta agar pengerjaannya dipercepat. Kepala Negara ingin proyek itu bisa selesai pada April 2019.

“Saya sampaikan jangan Mei atau Juni. Saya minta April. Kenapa April, tau kan? Saya minta Bakauheni ke Palembang April selesai, bukan untuk apa-apa. Ini pikirannya pasti beda. Supaya bisa kita pakai untuk Lebaran. Tapi juga termasuk untuk pemilu itu juga. Udah kita blak-blakan saja,” kata Jokowi disambut tawa hadirin.

Pemungutan suara pada Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden 2019 akan digelar pada 17 April. Idul Fitri 1440 Hijriah atau Lebaran diperkirakan jatuh pada 4-5 Juni.

Selain Tol Bakauheni-Palembang, menurut Jokowi, masih ada sejumlah Infrastruktur lain yang juga akan diresmikan sebelum pelaksanaan Pemilu 2019. Jalan Tol Jakarta-Surabaya akan tersambung pada Desember 2018. Proyek infrastruktur lainnya yang juga akan resmi beroperasi yakni Pelabuhan Kuala Tanjung, Provinsi Sumatera Utara dan Pelabuhan New Makassar.

Dilanjutkan, untuk Merak- Banyuwangi masih akhir tahun 2019. Tol Trans Sumatra, Bakauheni sampai Terbanggi Besar sepanjang 148 KM juga diresmikan di Desember ini. “Tapi untuk Bakauheni sampai ke Palembang sepanjang 350 KM insyallah nanti saya tanya ke kontraktornya katanya bulan Juni. Saya tawar mbok April gitu, agak maju dikit ke April gitu biar ada manfaatnya,” sambung Presiden.

Selain itu akhir 2018, akan lihat pelabuhan besar Kuala Tanjung di Sumatera Utara juga akan selesai. Selanjutnya, Makassar New Port, ini juga pelabuhan besar kita, nanti di Januari 2019 insyaallah juga akan selesai. (EP)

TripAdvisor: Pariwisata Indonesia Sangat Menjanjikan

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: TripAdvisor, situs wisata terbesar di dunia yang membantu wisatawan berwisata di penjuru dunia menilai pariwisata Indonesia sangat menjanjikan. Dan tetap diminati wisatawan asing untuk berlibur. Dan Bali masih menjadi tujuan wisata andalan bagi pelancong asing.

“Kami optimis pariwisata Indonesia ke depannya semakin dapat perhatian. Saat ini saja pertumbuhan Indonesia terus tumbuh. Beberapa langkah strategis dilakukan pemerintah dengan berbagai maskapai dunia dan tourism board dari berbagai negara, ini menunjukkan hal yang positif,” papar Destination Marketing North Asia dari Tripadvisor, Gary Cheng pada seminar Indonesia Tourism Outlook 2019 Deregulation In Cyber Tourism Era, yang digelar Forum Wartawan Kementerian Pariwisata (Forwapar) di Hotel Borobudur Jakarta, Selasa (27/11/2018)

Secara global, lanjut Gary, kawasan Asia, termasuk Indonesia merupakan paling baik pertumbuhan pariwisatanya. Artinya sudah berada di trek yang benar. Apalagi, perkembangan teknologi juga begitu kencang. Kementerian Pariwisata Indonesia pun dengan cepat menanggapinya, itu suatu hal yang bagus untuk melek teknologi dan berkecimpung dalam bidang digital.

Menurutnya, Indonesia diwakili Bali masuk daftar 25 destinasi terbaik dunia atau Top 25 Destinations in The World 2019 versi TripAdvisor. Bahkan, menempati peringkat lima besar. “Ini sesuatu yang menggembirakan. Dan urutan itu berdasarkan pilihan surver dari wisatawan penjuru dunia. Pihak TripAdvisor menggunakan ulasan tersebut untuk menentukan destinasi wisata terbaik di dunia. “Jadi survei itu dilakukan secara obyektif,” tandasnya serius.

Lima besar itu, lanjut dia, urutan pertama Paris (Perancis), London (Inggris), Roma (Italia) kemudian Bali (Indonesia) dan posisi kelima Crete (Yunani). Hal yang menggembirakan lainnya sesuai data TripAdvisor, Indonesia menempati peringkat kedua dalam Top 10 Destinations for European Travelers.

“Hanya kalah dari Thailand. Namun demikian, Indonesia menempati nomor 4 dalam Top 10 Destinations for Asian Travelers. Di atasnya Malaysia dan China,” tambah Gary sambil menambahkan tahun 2017, Indonesia menempati urutan keempat destinasi wisata terbaik di dunia versi TripAdvisor.

Ditambahkan, ada data menarik dari TripAdvisor tentang kunjungan turis ke Indonesia. Kebanyakan mereka yang datang membawa pasangan. Indonesia jadi salah satu destinasi honeymoon yang menarik minat turis. “Segmen turis yang datang ke Indonesia itu adalah couple, sebanyak 37 persen. Mereka datang membawa pasangan ke berbagai destinasi,” ujarnya.

Indonesia, sambung dia, punya destinasi eksotis seperti kawasan pesisir pantai hingga ragam budaya. Tentu, itu jadi daya tariknya. “Ada Bali, Lombok dan Yogyakarta. Turis bersama pasangannya yang datang suka ke pantai-pantai di Indonesia,” lontarnya.

Selain itu, data dari Tripadvisor menjelaskan 22 persen turis datang ke Indonesia membawa pasangan, 25 persen dengan keluarga, 9 persen solo traveler dan 7 persen bisnis traveler. “Untuk solo traveler angkanya masih kecil, padahal khusus solo traveler khususnya para wanita yang solo traveling, angkanya terus meningkat di dunia. Bisakah Indonesia menjadi negara yang nyaman kepada solo traveler? Itu tantangannya,” tambahnya.

Berikut 25 destinasi wisata terbaik di dunia tahun 2018 versi TripAdvisor.

1. Paris, Perancis
2. London, Inggris
3. Roma, Italia
4. Bali, Indonesia
5. Crete, Yunani

6. Barcelona, Spanyol
7. Praha, Republik Ceko
8. Marrakech, Maroko
9. Istanbul, Turki
10. New York, Amerika Serikat

11. Phuket, Thailand
12. Hanoi, Vietnam
13. Siem Reap, Kamboja
14. Jamaika
15. Playa del Carmen, Meksiko

16. Lisbon, Portugal
17. Dubai, Uni Emirat Arab
18. Tokyo, Jepang
19. Kathmandu, Nepal
20. Hong Kong, China

21. Hurghada, Egypt
22. New Delhi, Indua
23. Cusco, Peru
24. Rio de Janeiro, Brazil
25. Sydney, Australia
(END)

Michael Learn To Rock Konser Eksklusif di Batam

this formate

BATAM, bisniswisata.co.id: Michael Learn To Rock kembali manggung di Indonesia. Kehadiran grup musik sweet pop dansoft rock asal Denmark ini, untuk memperkenalkan album terbaru “Still”, yang digelar secara live di Radisson Hotel Batam, pada 15 Desember 2018. Konser kali ini dibuat lebih eksklusif, dengan target penonton hanya 1.200 hingga 1.500 orang.

Michael Learn To Rock (MLTR) merupakan penampil internasional pertama yang menjajal Batam. “Ini saatnya kita menjual pariwisata Batam di dunia Internasional melalui konser musik berkelas ini,” ujar pimpinan Original Production (OP), Tommy Pratama.

Original Production khusus mendatangkan MLTR ke Batam untuk mendukung pertumbuhan sektor pariwisata di Batam. Saat pariwisata di luar Jawa dan Bali tengah gencar diperkenalkan, Original production juga ingin berperan dalam upaya tersebut.

Menurutnya, Batam adalah sebuah tambang emas belum digali, khususnya untuk industri kreatif, beragam event dan pariwisatanya. Padahal, posisinya yang strategis, Batam memiliki pasar sangat besar untuk digarap. “Jika event musik diadakan di Singapura, atau Malaysia, 70% pasarnya adalah orang Indonesia. Kita adakan di Batam agar pasar dari Asean masuk ke Indonesia, khususnya di Batam,” jelasnya.

Peningkatan aktivitas melalui event di Batam dipercaya akan mampu menarik minat Wisman berkunjung ke Batam. Konser Musik menjadi salah satu pilihan paling ampuh, karena menjunjung bahasa universal bagi semua orang dari berbagai latar belakang.

“Musik memiliki kekuatan universal yang mampu menarik orang dari berbagai latar belakang. Tidak ada warna kulit, tidak ada perbedaan pandangan politik, semuanya sama,” jelasnya.

MLTR memang bukan band milenial seperti yang sedang booming akhir-akhir ini. Namun band satu ini punya fanbase yang sangat loyal. Setiap kali tampil di Indonesia, selalu punya market yang sangat setia mengikuti setiap konser yang diadakan.

Grup musik berdiri 21 Maret 1988 oleh penyanyi dan pemain kibor Jascha Richter (24 Juni 1963), drummer Kåre Wanscher (14 Juni 1969), gitaris Mikkel Lentz (20 Desember 1968) serta pemain bas dan gitar Søren Madsen (23 April 1967). Pada 2000 Madsen meninggalkan grup musik ini untuk mengembangkan karier solo, sehingga grup musik ini berubah menjadi tiga personelnya.

Dengan penggemar yang terus bertambah dari seluruh dunia, MLTR kembali ke Indonesia untuk membawa album terbaru “Still” secara live di Batam pada Desember 2018. Konser kali ini dibuat lebih eksklusif, dengan target penonton hanya 1.200 hingga 1.500 orang.

Target utamanya adalah dari luar negeri. Harga tiket konser MLTR di Batam ternyata lebih murah ketimbang konser-konser di Singapura. Apalagi event ini akan dihelat pada akhir pekan, saat Wisman biasanya membanjiri Batam. “Dari Singapura biasanya main di hari biasa. Tapi di Batam kita adakan di akhir pekan. Banyak sekali dari luar negeri yang sudah menanyakan tiketnya,” jelasnya.

Menurut Tommy penjualan tiket konser MLTR di Batam termasuk baik, saat ini telah mencapai 70%. Bahkan tiket kelas Diamond seharga Rp.2.500.000,sudah habis terjual. Yang tersisa hanya kursi Platinum seharga Rp1.500.000, Gold Rp750.000, dan Silver Rp550.000.

“Tiket bisa didapat di Kantor Box tiket Radisson Hotel, atau melalui online di Rajakarcis.com. Loket.com, lbudibjo.com, Kiostix.com, Traveloka.com. Kita juga akan buka di Kepri mall selama beberapa minggu ke depan,” jelasnya seperti dilansir laman Bisnis.com, Selasa (27/11/2018).

Event ini menjadi kesempatan bagi pelaku industri pariwista di Batam. Pelaku pariwisata bisa memasukkan produk-produk unggulannya berbarengan dengan even tersebut. “Kami sangat welcome dengan kemungkinan itu,” papar Tommy.

Konser MLTR merupakan langkah awal Original Production menggarap event-event serupa di Batam. Dia berharap mampu memasarkan Batam dalam skala lebih besar melalui event-event musik internasional.

“Kita harus bawa nama Batam ke kancah Internasional. Sehingga orang akan berbondong-bondong datang ke Batam untuk melihat event-event besar di Batam,” jelasnya.

Konser MLTR di Batam ini akan menjadi cikal bakal Batam World Music Festival yang diagendakan berlangsung pada 2019. Event tersebut akan dilaksankan selama 2 sampai 3 hari dengan menghadirkan sejumlah selebritas dunia dan dari Indonesia. “Seni budaya lokal Indonesia juga akan kita perkenalkan melalui Batam World Music Festival tersebut,” jelasnya.

Dia juga mendorong pemerintah berperan dalam event tersebut. Dengan peran pemerintah, UMKM Batam bisa memasarkan produknya khas dan otentik pada event tersebut. Dengan begitu, penyelenggaraan event berskala besar di Batam juga mendorong pertumbuhan UMKM. (EP)

KBRI Singapura Ajak 12 Dubes Negara Sahabat Jelajah Bintan

this formate

SINGAPURA, bisniswisata.co.id: KBRI Singapura punya inovasi dan terobosan baru memperkenalkan destinasi wisata Bintan & Batam. Inovasi itu dengan mengajak duta besar (Dubes) negara sabahat berkedudukan di Singapura dan Jakarta untuk mengunjungi kedua pulau wisata di Kepulauan Riau. Sebanyak 12 Dubes bersedia hadir dalam event bertajuk Ambassadors Familiarisation Trip to Bintan & Batam.

“Kegiatan dilaksanakan di Bintan Lagoon Resort, Lagoi, Bintan, Kepulauan Riau. Mengingat, Bintan memiliki banyak destinasi dan atraksi wisata, termasuk lapangan golf menarik.” ujar Dubes RI untuk Singapura, Ngurah Swajaya, dalam keterangan tertulis KBRI Singapura yang diterima di Jakarta, Selasa (27/11/2018).

Upaya tersebut dilakukan Indonesia, kata Ngurah, untuk mewujudkan target 20 juta wisman ke Indonesia. Bintan dipilih karena posisinya dekat dengan Singapura sebagai hub internasional. “Dengan memperkenalkan destinasi ini ke kalangan diplomatik diharapkan dapat tersebdar ke pengusaha negara bersangkutan mengenai potensi wisata dan investasi di Bintan.

Dalam kerja sama bilateral dengan Singapura, Bintan termasuk salah satu destinasi dalam pengembangan Twinning Destination. Program ini memanfaatkan wisatawan asing dari berbagai negara yang ke Singapura untuk juga mengunjungi Bintan.

Salah satu perwujudan program itu adalah menjadikan Bintan sebagai persinggahan kapal pesiar. Sejak dua bulan terakhir, kapal-kapal itu sudah sandar di Bintan . Sedangkan dari Jakarta, Bintan menjadi alternatif destinasi baru yang bisa dikunjungi.

Kepala Badan Pengelola Bintan, Saleh Umar, menyambut baik kegiatan ini. Dia menyatakan siap berkolabosasi dengan pihak-pihak terkait meningkatkan investasi dan wisman di Bintan. “Bintan merupakan kawasan yang ramah terhadap investor.”

Umar berharap para Duta Besar sebagai perwakilan dari negaranya dapat mempromosikan Pulau Bintan dan Indonesia di negaranya masing-masing. Salah satu peserta, Duta Besar Portugal untuk Singapura, Luis Lorvao, mengapresiasi kegiatan yang dilakukan Pemerintah Indonesia. “Ini yang ketiga kalinya saya mengikuti kegiatan serupa, dan selalu ada saja yang baru dari destinasi wisata di Indonesia,” kata Luis Lorvao.

Bintan di Kepulauan Riau, memiliki sederet objek wisata yang seru untuk dikunjungi antara lain:

#. Wisata Mangrove
Sungai ini merupakan salah satu kawasan di Pulau Bintan dengan kualitas hutan bakau yang masih bagus. Kawasan ini menjadi obyek wisata andalan. Daya tarik kawasan wisata mangrove dapat melihat hutan mangrove yang asri, binatang seperti buaya, juga untuk wisata memancing. Wisatawan akan disuguhi bagaimana nelayan memeragakan kebolehannya dalam menangkap ikan. Untuk menarik perhatian para wisatawan, nelayan setempat sengaja tidak menggunakan perlengkapan modern, melainkan alat penangkap ikan tradisonal. Kegiatan wisata ini sangat sederhana. Nelayan membawa wisatawan mengarungi Sungai Sebong dengan menggunakan sampan (perahu tradisional) sembari dia memeragakan keahliannya dalam menangkap ikan.


#. Vihara Ksitigarbha Budhisattva / Vihara Seribu Wajah

Vihara yang baru diresmikan pada awal tahun lalu ini akan memberikan pengalaman yang berbeda. Bukan asap dupa, bukan ornamen merah, di sini kita akan bertemu dengan seribu wajah Buddha yang diabadikan dalam patung batu. Vihara Ksitigarbha Budhisattva dikenal juga dengan nama Vihara Patung 1000. Lokasinya ada di atas bukit, tidak jauh dari jalan raya Asia Afrika KM 14 Kijang Kota, Tanjungpinang. Jika datang dari luar kota dan hendak bertolak ke vihara ini dari Bandar Udara Internasional Raja Haji Fisabilillah, cukup infokan saja nama vihara dan lokasinya ke sopir. Tidak ada angkutan umum menuju lokasi, kalau ingin jalan-jalan puas di Pulau Bintan memang disarankan menyewa kendaraan pribadi atau ikut tur wisata.

#. Rumah Arang
Lokasi igloo-nya ada di Pulau Bintan. igloo-nya memang ga sama persis. Igloo yang ada di sini fungsinya bukan tempat tinggal tapi untuk membakar arang. Bangunan-nya juga bukan dari balok es, tapi dari batu bata. Bangunan berbentuk kubah milik warga Suku Laut dikenal dengan nama Rumah Arang. Di Bintan jumlahnya tinggal sedikit, kebanyakan sudah hancur seiring dilarangnya proses pembuatan arang dengan bahan baku kayu bakau. Tidak ada biaya masuk untuk berkunjung ke sini.

#. Pulau Penyengat

Sebenarnya Pulau Penyengat sudah berpisah laut dengan Pulau Bintan. Tapi karena lokasinya sangat dekat, saya sarankan sempatkan juga main-main ke sini. Pulau Penyengat bisa diakses melalui plantar (pelabuhan) kuning yang lokasinya ada di dekat Jalan Pos. Jika kebingungan coba luaskan pandangan dan cari jembatan yang warnanya kuning terang. Dari plantar, Pulau Penyengat bisa diakses dengan pompong (perahu penumpang). Di Pulau Penyengat ini kita bisa mampir ke Masjid Raya Sultan Riau, Komplek Makam Engku Hamidah, dan ke Makam Raja Ali Haji (pujangga pengarang Gurindam 12). Masih di pulau yang sama, kita bisa melihat juga peninggalan dari Kerajaan Riau Lingga lainnya seperti Balai Maklumat, Balai Adat, Istana Kantor, dan Gudang Mesiu.

#. Gurun Pasir Busung

Bukit pasir yang sekilas mirip gurun ini adalah salah satu lokasi yang bisa didatangi kalau mau bikin foto ala-ala buat Instagram di Pulau Bintan. Meskipun terlihat alami, Pasir Busung tidak terbentuk karena faktor alam, lho. Gunungan pasir yang kelihatan seperti gurun itu adalah hasil galian tambang yang dibiarkan menumpuk setelah ada larangan ekspor pasir ke luar negeri. Di area bukit pasir ada danau bekas kerukan pasir yang airnya terlihat kebiruan. Cantik!

#. Safari Lagoi

Safari Lagoi adalah rumah bagi berbagai hewan yang diselamatkan dan terancam punah termasuk orangutan, komodo, beruang madu, gajah, buaya, dll. Hewan dan burung yang berada di Safari Lagoi sebagian besar diselamatkan dari perdagangan hewan peliharaan ilegal dan pasar daging eksotis. Kebanyakan hewan-hewan yang diselamatkan kemudian dinilai tidak mampu bertahan hidup di alam liar, karena itu hewan kemudian dipelihara di Safari Lagoi. Di Safari Lagoi ada eco-farm juga. Hasil dari eco-farm seluas 17 hektar ini kebanyakan digunakan langsung sebagai pakan hewan. Sisanya dibuat menjadi rujak dan dikonsumsi oleh pengunjung. Rujak dihidangkan pada akhir kunjungan dan sudah termasuk ke dalam harga tiket masuk. (redaksibisniswisata@gmail.com)

BI: Sulut Perlu Kembangkan Wisata Halal

this formate

MANADO, bisniswisata.co.id: Bank Indonesia (BI) menilai Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) perlu mengembangkan wisata halal karena memiliki potensi yang cukup besar untuk mendatangkan wisatawan dari negara muslim, sekaligus mampu meningkatkan perekonomian daerah.

“Jika Sulut mempunyai potensi pariwisata halal atau halal tourism yang dapat dimanfaatkan untuk mendatangkan wisatawan nusantara bahkan mancanegara, akan berdampak ke semua sektor riil yang ada,” kata Deputi Direktur Bidang Advisory dan Pengembangan Ekonomi BI Provinsi Sulut, MHA Ridhwan di Manado, Selasa (27/11/2018)

Diakui, potensi wisata syariah belum banyak dikembangkan di Sulut. Padahal peluang itu punya potensi untuk membawa banyak wisatawan ke Sulut. “Potensi ini harus dikembangkan untuk membantu kemajuan bisnis pariwisata di Sulut, jelas Ridhwan.

Namun, kata dia, referensi tentang pariwisata halal di Sulut utamanya Manado belum banyak dipublikasikan baik secara langsung atau melalui media sosial. Menurut dia, pariwisata halal ini jika dikemas dengan maksimal akan mampu mendatangkan wisatawan.

Apalagi Sulut sudah terkenal di nusantara sebagai provinsi yang memiliki rasa toleransi yang tinggi. Selain itu, hotel dan tempat penginapan lainnya juga sudah menyediakan tempat shalat bagi yang beragama Islam, seperti dilansir Antara.

Pariwisata di Sulut merupakan sektor yang paling eksotis. Sektor ini memiliki potensi yang sangat besar, hanya saja belum banyak dinikmati. Sebab, dia menilai berdasarkan data, kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) di Sulut sudah terbilang tinggi, namun jika dibandingkan dengan daerah jumlah tersebut belum seberapa.

Bahkan di Manado sendiri sebagai Ibukota Provinsi Sulut sudah tersebar tempat kuliner halal. Tak hanya itu, restoran besar yang ada di Manado sudah lama menyiapkan makanan halal bagi para tamu. Untuk tujuan wisata, selain dapat berkunjung ke Taman Laut Bunaken, Danau Linow dan destinasi wisata lainnya, para wisatawan juga dapat berkunjung ke makam Tuanku Imam Bonjol yang terletak di di Desa Lotta, di kabupaten Minahasa. Lokasi ini tidak jauh dari Kota Manado.

Pengembangan destinasi wisata ini, akan memberikan keuntungan yang besar bagi ekonomi Sulut, sebab pemerintah Provinsi Sulut mulai fokus mengembangkan sektor pariwisata untuk membantu ekonomi daerah. Dikarenakan di Sulut potensi wisata yang besar masih sangat mungkin untuk dikembangkan.

Membangun Sulut sebagai pusat hub pariwisata Indonesia Timur, hal yang dilakukan adalah fokus mengembangkan interkonektivitas, kelembagaan dan investasi. Karena pariwisata dapat mencetak tenaga kerja yang banyak, serta dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi yang strategis.

Ketua Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Sulut Merry Karouwan mengatakan, pihaknya mendukung pengembangan wisata halal di Sulut. Hanya saja kata dia, pemerintah perlu bekerja sama dengan asosiasi untuk sama-sama mengembangkan wisata tersebut. Kedepannya pemerintah perlu bekerjasama dengan asosiasi kepariwisataan untuk perkembangan wisata daerah, kata Merry. (EP)

Festival Kuliner Merseille, Kopi Indonesia Curi Perhatian

this formate

LONDON, bisniswisata.co.id: KJRI Marseille mempromosikan berbagai produk kuliner Indonesia dalam Festival Makanan dan Minuman Internasional “Saveurs du Monde”, di WTC Marseille Provence, Senin (26/11/2018). Pameran diikuti 30 peserta, dihadiri 500 undangan eksklusif jaringan kerja WTC dan UC3AB (LUnion des Chambres de Commerce et des Clubs d Affaire Bilateraux) terdiri dari kalangan bisnis, jurnalis, pengamat kuliner, dan kalangan lainnya.

Konsul Ekonomi KJRI Marseille, Yonatri Rilmania menjelaskan stan Indonesia menampilkan menu sate, lumpia, kopi, bir bintang, dan minuman jahe. “Ternyata apa yang disajikan Indonesia berhasil menarik perhatian pengunjung. Para eksportir dan importir Marseille memadati stan Indonesia dan tak ragu mencoba makanan dan minuman yang ada. Rata-rata mereka menikmati sate, bir bintang dan kopi khas Indonesia,” paparnya seperti dilansir Antara, Selasa (27/11).

Beberapa pengusaha Prancis menyatakan tertarik dengan bir bintang. Bagi warga Prancis dinilai sebagai minuman yang baru. Seorang pengusaha Marseille tampak membahas lebih jauh dengan pengusaha Indonesia terkait minuman berlakohol tersebut.

Para pengunjung stan Indonesia juga mendapatkan informasi mengenai peluang berbisnis di Indonesia. Kepada mereka diuraikan peluang investasi menarik di bidang perdagangan dan pariwisata, yang menarik di Indonesia.

Kegiatan ini dihadiri para Konsulat Jenderal Indonesia, Jerman, Italia, Turki, Madagaskar, Tunisia, Maroko, Aljazair, Kroasia, Amerika Serikat, Inggris, Lebanon, Jepang, Senegal, Mesir, dll di Marseille dan Business Club.

KJRI Marseille akan melakukan business match making tanggal 29 November dengan mengikutsertakan CCI Marseille dan kalangan pengusaha Prancis.

Memang Indonesia paling aktif mengikuti berbagai event internasional. Diantaranya, pada akhir September hingga awal Oktober 2018 mengikuti pekan raya Foire International Marseille 2018 yang diadakan Parc Chanot, Paris. Berbagai produk dari Indonesia turut dipamerkan di festival internasional tersebut.

Tidak hanya kopi, tapi juga pernak-pernik, dekorasi dari patungm topeng, kipas, dan makanan. Selain itu, makanan seperti mi instan, kacang, kecap, dan bir juga dibawa ke festival itu. “Keikutsertaan pengusaha Indonesia di pekan raya dagang di Marseille dalam rangka meningkatkan promosi ekonomi Indonesia di Prancis Selatan,” kata Yonatri.

Untuk menarik minat pengunjung, delegasi Indonesia menyajikan tarian Bali. “Pengunjung selalu antusias dan memadati stand Indonesia, dan kopi Indonesia mencuri perhatian mereka.” jelas Yonatri. (EP)

Komunitas Truk Semarakkan Jamnas Ke-5

this formate

PURBALINGGA, bisniswisata.co.id: Truk di tanah air bukan sekedar alat pengangkut berat, melainkan sudah berkembang menjadi bagian gaya hidup para pecintanya. Hal itu terlihat dari sekitar seribu anggota komunitas truk yang memadati acara Jambore Nasional ke-5 Canter Mania Indonesia Community (CMIC), di Purbalingga Jawa tengah.

Dalam hajatan yang berlangsung pada 24 hingga 25 November 2018 itu, para peserta yang datang membawa truk mereka berkumpul. Mereka bertukar informasi satu sama lain, menjadi satu keluarga besar Mitsubishi Fuso.

Acara yang digelar selama dua hari ini diisi dengan berbagai agenda. KTB selaku sponsor utama mengisi program safety driving, sosialisasi produk dan layanan purna jual, hingga paket penjualan melalui dealer PT Sinar Berlian Autograha selama acara berlangsung. Selain itu acara juga akan diisi dengan kegiatan sosial seperti donor darah dan santunan anak yatim, serta pertunjukan musik.

Melihat antusiasme komunitas yang begitu tinggi, KTB tak melewatkan kesempatan ini untuk menggandeng mereka agar keduanya dapat memberikan simbiosis mutualisme dalam memperkuat branding Mitsubishi Fuso.

“Keberadaan komunitas sangat penting bagi Mitsubishi Fuso, karena dari komunitas inilah KTB bisa mendapat masukan serta info terkini mengenai perkembangan truk di lapangan,” kata Sudaryanto, Head of Promotion Department KTB, juga selaku Pembina CMIC, dalam keterangannya seperti diunduh Republika, Senin (26/11).

CMIC merupakan komunitas truk Mitsubishi Fuso yang terdiri pemilik truk, pengusaha, pengemudi, montir, karoseri, serta pecinta Mitsubishi Fuso pada umumnya. Dibentuk dari November 2013, CMIC mencatat keanggotaan hingga 17 ribu peserta yang dikoordinasikan melalui 44 area perwakilan di seluruh Indonesia.

CMIC awalnya terbentuk berkat kecintaan terhadap truk Colt Diesel yang juga dikenal dengan nama Canter. Namun seiring berjalannya waktu, komunitas ini juga terbuka bagi para pecinta seluruh produk Mitsubishi Fuso. (EP)