Tak Cuma Yogya, Grebeg Maulud juga Digelar di Paris

this formate

PARIS, bisniswisata.co.id: Prosesi Grebeg Maulid yang biasanya digelar di Kraton Yogyakarta, ternyata juga digelar juga di Paris Prancis, sebuah negeri yang sangat jauh dari kota yang jadi pusat kebudayaan Jawa.

Seperti dilansir laman Republika.co.id, Senin (26/11/20180, di tengah-tengah dinginnya udara musim gugur, tanggal 24 November 2018, warga Paris mendapatkan suguhan unik yaitu rekonstruksi prosesi Grebeg Maulud.

Rekonstruksi prosesi Grebeg Maulud yang diselenggarakan atas prakarsa Institut des Cultures d Islam (ICI) dan Komunitas Seni 7+ serta didukung Kedutaan Besar Indonesia di Prancis, asosiasi-asosiasi Indonesia di Paris seperti Srikandi, Pantcha Indra, IKFI, Réseau Indonésie, IDNF, Pasar Malam dan Joged Nusantara.

Kesuksesan acara ini, tidak lepas dari aktifnya partisipasi sekitar 40 masyarakat diaspora Indonesia di kota Paris, yang secara aktif mempersiapkan perlengkapan prosesi, menari serta menyiapkan kue-kue jajanan tradisional.

Acara ini berhasil menarik perhatian warga yang memadati ruangan ICI serta mengikuti prosesi gunungan sepanjang 260 m yang diarak dari gedung ICI Léon menuju gedung ICI di Goutte d Or.

Pada prosesi Grebeg Mualud itu, diawali penari Herman Sitepu sebagai cucuk lampah sang pembuka jalan. Iring-iringan an terdiri dari barisan penari dan pemusik di bawah arahan artisitik dan musik oleh Kadek dan Christophe Moure, yang sangat aktif berkiprah dalam mempromosikan dan melestarikan seni tari dan gamelan Indonesia di Prancis.

Para peserta Grebeg Mualud itu berkostum tradisional kebaya dan beskap lurik mengiringi dan memanggul dua gunungan. Gunungan Jaler terbuat dari sayur-mayur yang dibeli di pasar lokal Château Rouge dan Gunungan Estri terbuat dari makanan jadi sumbangan masyarakat Indonesia.

Hadir pada kesempatan tersebut, Koordinator Fungsi Penerangan Sosial Budaya dan Pariwisata di KBRI Prancis, Rully F. Sukarno, yang memberikan kata sambutan. “kata grebeg atau gumrebeg dari bahasa Jawa yang berarti riuh, rebut, ramai, atau berasal dari kata anggarebeg yang berarti mengiringi pejabat atau raja dengan megah dan meriah,”.

Kini grebeg bermakna iring-iringan atau prosesi. Upacara ini diyakinkini berakar pada tradisi kerajaan di Jawa sejak jaman kerajaan Majapahit (abad XIII-XV) sebelum datangnya Islam di Jawa. Prosesi ini juga merupakan upaya pihak raja untuk menjalin hubungan dengan rakyat melalui pemberian sayur-mayur hasil bumi dan makanan.

Dalam prosesi Grebeg Maulud muncul rangkaian sayur-mayur dan makanan yang disusun membentuk kerucut sehingga disebut gunungan. Gunungan ini merupakan simbol sedekah kerajaan kepada rakyatnya dan cara untuk menunjukkan kemakmuran dan kesuburan tanah kerajaan.

Setelah Islam berkembang dengan berdirinya kerajaan Islam Demak, acara Grebeg tetap dipertahankan sabagai salah satu rangkaian acara Sekaten, yang diselenggarakan tiap tahunnya untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW yang lahir pada tanggal 12 Rabi ul Awal atau Mulud dalam bulan ketiga tahun Jawa.

Upacara Grebeg Maulud ini hingga saat ini oleh keraton Yogyakarta tetap mempertahankannya melalui rangkain acara sekaten (berasal dari kata Syhadatain/ kalimat syahadtat) yang meliputi Sekaten Sepisan (Sekaten Pembuka) dan ditutup dengan Garebeg di halaman Masjid Gedhe Kauman.

Acara puncak peringatan sekaten ini ditandai dengan Grebeg Muludan di bawa dari area kraton Yogyakarta menuju Masjid Besar (Masjid Kauman) yang tak jauh dari Alun Alun Utara KratonYogyakarta.

Secara subtansial, grebeg memiliki peran penting dalam ranah kebudayaan dan lokalitas Jawa. Sekaten bekerja sebagai suatu sistem integratif antara akulturisme budaya Jawa dengan nilai-nilai ke-Islaman. Integrasi nilai kejawen dengan nilai ajaran islam menghasilkan suatu sistem kepercayaan yang membumi dan mudah diterima masyarakat (Jawa).

Menurut Sandy Huynh dan Upie Mengual dari komunitas Seni 7+, penyelenggaraan Grebeg Maulud ini bertujuan untuk memperkenalkan prosesi sebagai salah satu kegiatan budaya Indonesia yang merupakan akulturasi antara kebudayaan lokal Hindu (upacara selamatan) dengan kebudayaan Islam (Maulid nabi).

Prosesi ini menarik di tengah maraknya aksi sebagian masyarakat di Indonesia untuk menolak beberapa kegiatan budaya dan adat yang dianggap bertentangan dengan nilai agama, Grebeg Maulud di Paris tidak semata sarana memperkenalkan budaya Indonesia di Perancis, tetapi merupakan upaya aktif menunjukkan dukungan terhadap keberagaman dan kelestarian adat tradisi lokal Indonesia.

Kegiatan ini mengedepankan nilai-nilai budaya dan artistik Indonesia yang tercermin mulai dari persiapan hingga acara berakhir, yaitu nilai gotong-royong dan kebersamaan, toleransi beragama, upaya pelestarian tradisi dan wujud ekspresi estetik masyarakat Indonesia.

“Kami juga memperkenalkan kue tradisional atau jajanan pasar untuk mempromosikan cita rasa makanan Indonesia. Bagi sebagian besar pengunjung, ini merupakan kali pertama mereka merasakan makanan Indonesia seperti wajik, dadar gulung, lumpia dan lemper,” lanjut panitia

Indonesia sendiri sebagai negara dengan jumlah pemeluk agama islam terbanyak di dunia, mendapat perhatian tersendiri dari para kurator di Institut des Cultures d Islam (ICI). Sebelumnya ICI dengan kurator Bénénice Saliou, telah mengundang beberapa seniman dan kolektif seniman dari Indonesia, untuk berpartisipasi pada pameran koletif berjudul JAVA- Art Enerfy bertempat di ICI. (EP)

Tips Berburu Tiket Liburan Penghujung Tahun

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Liburan di penghujung tahun tinggal menghitung hari. Tepatnya, ya sebulan lagi. Sudah menjadi rutinitas bagi sebagian orang menjadikan akhir tahun sebagai ajang untuk berlibur bersama keluarga, orang terkasih, sabahat atau ingin berwisata sendirian.

Namun demikian, jangan sampai menyia-nyiakan kesempatan untuk berlibur akhir tahun ini, dengan melakukan persiapan yang matang terkait semua kebutuhannya sebelum melancong.

Sebelum berlibur di akhir tahun, guna melepas penat dan menikmati pencapaian selama setahun ini, baiknya Anda mempersiapkan rencana itu matang-matang agar liburan Anda berkesan. Permasalahan dengan tiket biaya sudah menjadi hal yang biasa. Tentu Anda enggak mau dong, kalau sampai salah pilih tiket? Untuk memilih tiket yang tepat dengan budget Anda, ternyata ada tipsnya loh.

Mari simak beberapa tips yang dapat Anda gunakan untuk berburu tiket liburan akhir tahun yang dapat Anda jangkau:

#. Bandingkan Online Travel Agent (OTA)

Saat ini, agent travel online sudah tersebar begitu banyak. Hal itu memudahkan Anda untuk memesan tiket pesawat sesuai jadwal keberangkatan dan tujuan. Dengan berbagai macam harga yang ditampilkan, Anda harus pintar memilah-milah harga tiket yang sesuai dengan keinginan ya! Sebelum memutuskan untuk membeli tiket di OTA yang satu, ada baiknya Anda melihat harga di OTA yang lainnya. Bandingkan harganya, dan lihat perbedaan harganya, siapa tahu ada diskon kan di salah satu OTA yang Anda lihat.

#. Waktu yang Tepat

Memilih waktu untuk berlibur akhir tahun itu sangat penting loh. Waktu liburan yang enggak bisa Anda rasakan setiap harinya tentu harus menyenangkan kan. Dengan memilih waktu berlibur yang tepat, Anda bisa menghindari kepadatan di lokasi wisata tujuan, dan juga bisa menghemat biaya perjalanan. Sebaiknya, Anda memastikan untuk membeli tiket transportasi dan menghindari holiday season karena harga yang ditawarkan meningkat.

#. Pilihlah Hari Kerja

Wah, kalau Anda sudah mendapatkan cuti di hari kerja, enak banget tuh. Dengan menyelesaikan berbagai pekerjaan yang penting sebelum hari cuti, Anda bisa berlibur dengan tentram. Kenapa memilih berlibur di hari kerja adalah pilihan yang baik? Anda bisa menghemat biaya perjalanan. Sebab, pada masa libur panjang biaya seluruh komponen perjalanan akan meningkat, mulai dari tiket transportasi, hotel, hingga paket wisata dan wahana rekreasi.

#. Langsung Beli Tiket Pulang-Pergi (PP)

Setelah menentukan tanggal keberangkatan dan kepulangan dengan pasti, Anda dapat memperkirakan perhitungan yang baik dalam membeli tiket moda transportasi pilihan Anda. Kalau enggak membeli tiket PP, dikhawatirkan Anda akan kehabisant tiket atau bisa terkena potensi kenaikan harga. Jangan sampai masalah itu mengganggu liburan Anda deh ya!

#. Manfaatkan Open Trip

Saat ini, open trip atau paket wisata rombongan dengan populer nih. Banyak para traveler memanfaatkan promosi open trip agar budget untuk liburan menjadi terjangkau. Agar kantong aman, Anda bisa mengajak rekan atau keluarga buat trip bareng loh. Selain biar biaya perjalanan dibagi rata, makan, transportasi, hingga akomodasi juga bisa dilakukan sharing cost. Tetapi, perlu diingat, skema ini bisa berjalan kalau ada komitmen bersama dan harus kompak, ya!

#. Pantau Medsos

Media sosial maskapai dan travel agen kayaknya perlu nih untuk Anda pantau. Jangan sampai Anda ketinggalan informasi terbaru dari maskapai atau travel agen Anda. Karena promo-promo dan diskon itu sering diinfokan di media sosial loh.

#. Kunjungi Travel Fair

Travel fair sudah banyak dilaksanakan di Indonesia. Para pelaku industri pariwisata saling bekerja sama mengadakan event travel fair untuk mempromosikan berbagai paket dan keunggulan yang masing-masing mereka miliki. Para traveler juga gencar datang ke event travel fair sebagai cara untuk mencari paket wisata akhir tahun yang terjangkau. Tapi Anda harus ingat, biasanya mengunjungi travel fair itu dikenakan biaya tiket masuk, dan umumnya selalu ramai pengunjung.

#. Segera Booking
Anda melihat promo hari ini? Segera booking, jangan sampai kehabisan. Karena peminat pelibur di akhir tahun itu melonjak dibanding hari-hari biasanya. Jangan sampai liburan Anda batal karena kehabisan tiket promo dan harga tiketnya menguras kantong ya… (EP)

Iwan Fals Gelar Konser Digital

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Bagi penggemar berat penyanyi legendaris Iwan Fals ada kabar menarik. Pada 16 Desember 2018, penyanyi dengan nama asli Virgiawan Listanto akan menggelar konser dipadu dunia teknologi. di Jakarta. Berbeda dengan pertunjukan pada umumnya, konser bertajuk e-Concert Iwan Fals Nyanyian yang Tersimpan ini, bisa disaksikan secara digital.

“Konser ini unik karena bisa disaksikan live streaming. Konsep dipilih karena perkembangan teknologi digital saat ini sangat berpengaruh di berbagai bidang termasuk di industri musik. Namun pengunjung juga bisa menonton langsung dengan tiket Rp 735 ribu,,” kata koordinator promosi e-Concert Iwan Fals, Helly Chatalina.

Memang Industri musik, lanjut dia, juga harus mengikuti perkembangan digital. Dengan mengusung konsep live music streaming, para penggemar Iwan fals, termasuk mereka yang berada di luar Jakarta, memiliki kesempatan untuk menikmati pertunjukan secara langsung di waktu yang bersamaan melalui layar smartphone atau komputer

Namun, Helly masih enggan menjelaskan detail soal e-Concert Iwan Fals. yang pasti, penyanyi kelahiran 3 September 1961 itu akan menyanyikan lagu-lagu hitsnya. Selain itu, sesuai dengan judulnya – Nyanyian yang Tersimpan- ada juga beberapa lagu baru Iwan Fals yang belum pernah dirilis yang bisa jadi sebagai kejutan untuk para penggemarnya.

Melihat banyaknya jumlah penggemar Iwan Fals di seluruh Indonesia, Helly berharap konser tunggal Iwan Fals ini bisa menjadi konser digital terbesar di Indonesia. Di konser Nyanyian yang Tersimpan ini, Iwan Fals akan membawakan beberapa lagu yang belum sempat dirilis.

Melalui e-konser, tujuannya agar seluruh lapisan masyarakat bisa mengakses siaran streaming di manapun. Masyarakat bisa mengakses dari Over The Top (OTT) Telkom Group, seperti Uzone, MAXstream, UseeTV Go. (EP)

Presiden Jokowi: Lombok Aman, Silahkan Wisatawan Mendaki Rinjani

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Presiden Joko Widodo (Jokowi) meyakinkan pariwisata Lombok telah aman dan berangsur pulih setelah mengalami gempa pada Agustus 2018. Kondisi aman terlihat dari mulai dibukanya salah satu jalur pendakian Gunung Rinjani awal pekan ini yang sebelumnya sempat ditutup.

“Perlahan tapi pasti, Nusa Tenggara Barat mulai pulih setelah mengalami gempa bumi besar beberapa waktu lalu. Salah satu tandanya, pendakian ke Gunung Rinjani kini dibuka untuk wisatawan dan pecinta alam,” tulis Jokowi dalam unggahan di akun Instagram @Jokowi pada Sabtu (24/11/2018).

Jalur pendakian melalui Desa Berik, Kecamatan Batukliang Utara, Lombok Tengah dibuka awal pekan ini lantaran telah memenuhi sejumlah persyaratan. Upaya pembukaan jalur ini juga dimaksudkan untuk kembali membangkitkan pariwisata Lombok.

Tiga jalur pendakian lainnya: Timbanuh dan Sembalun di Lombok Timur dan Senaru di Lombok Utara masih ditutup untuk pendakian karena kondisinya rusak akibat gempa. “Jalur pendakian di Aik Berik dibuka resmi dalam rangka mengobati kerinduan pendaki dan pencinta Rinjani,” kata Kepala Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Sudiyono seperti dilansir laman Bisnis.com, Senin (26/11/2018).

Kepala Negara juga mengajak wisatawan dan pencinta alam untuk menikmati keindahan alam di sepanjang jalan menuju Gunung Rinjani. “Memang kedatangan wisatawan dapat membangkitkan perekonomian masyarakat sekitar taman nasional yang sempat lumpuh akibat gempa,” tandas mantan Gubernur DKI Jakarta dan Walikota Solo.

Wisata Gunung Rinjani memang merupakan salah satu kontributor pariwisata Nusa Tenggara Bara. Jumlah wisatawan mancanegara Gunung Rinjani pada 2017 tercatat mencapai 39.659 sedangkan wisatawan lokal mencapai 43.120 orang.

Dengan angka tersebut, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani mencatat pendapatan negara bukan pajak (PNBP) dari retribusi wisatawan pada 2017 mencapai Rp10,57 miliar. Jumlah tersebut naik 110% dari tahun 2016 yang hanya mencapai Rp5,08 miliar. (EP)

Best Designer IFCA 2018 Disandang 6 Desainer Muda Indonesia

this formate

DENPASAR, bisniswisata.co.id: Sebanyak enam desainer muda dari berbagai daerah meraih predikat sebagai Best Designer Indonesia Fashion & Craft Awards atau IFCA 2018 yang digelar Kementerian Perindustrian (Kemenperin).

Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih mengharapkan para pemenang akan menjadi ujung tombak industri kreatif kriya dan fesyen pada masa mendatang dengan desain inovatif dan mendunia. Para pemenang telah menyingkirkan sekitar 182 peserta yang berasal dari Universitas Udayana, ISI Denpasar, ITB, Telkom University, Binus, ISI Yogyakarta dan beberapa institusi lain.

Keenam desainer itu adalag Faradilla Intan Kusumadewi dengan karya Moon Kingdom (kriya), Farah Nurjanah Baharessa dengan Tana Tara (fesyen), Nia Faradiska Noor Isfaiza dengan Heritage of Kudus (fesyen). Selain itu, Putu Eka Widnya Putra dengan Rwa Lamp (kriya), Maryam Nisa Taqiya dengan lungsi bags (fesyen) dan Sajdan Nailul Fajri dengan angkling (kriya).

IFCA 2018 mengandeng Taiwan Design Center dalam bidang peningkatan kapasitas desainer. Nantinya enam desainer itu akan diberangkatkan ke Taiwan untuk mengikuti workshop desain dan menghadiri Taiwan Golden Pin Design Awards. “Untuk membuka wawasan dan meningkatkan kapasitas mereka,” tuturnya usai mengumumkan IFCA di Bali Creative Industry Center (BCIC) Denpasar, Senin (26/11/2018).

Menurutnya, ajang ini merupakan salah satu upaya meningkatkan jumlah pengusaha muda. Data statistik dan hasil survey ekonomi kreatif BPS dan Bekraf 2017, sebanyak 78,53% pengusaha ekonomi kreatif berusia rentang 30-59 tahun. Adapun pengusaha muda usia di bawah 30 tahun khususnya sektor kreatif relatif masih sedikit yakni 10,68% dari total jumlah pengusaha kreatif.

“Dengan potensi bonus demografi yang akan dinikmati, sudah selayaknya untuk mendorong semakin banyak generasi muda menjadi pengusaha kreatif khusunya kriya dan fesyen,” lanjutnya.

Apalagi, ekonomi kreatif merupakan salah satu tulang punggung perekonomian Indonesia. Berdasarkan data BPS, PDB ekonomi kreatif pada 2016 mencapai Rp922,59 triliun, tumbuh 4,95% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Nilai ekspor sektor ini pada 2016 senilai US$20 miliar dan berkontribusi sebesar 13,77% terhadap ekspor nasional. Sektor kriya dan fesyen memberikan kontribusi ekspor masing-masing sebesar 54,54% dan 39,01% dari total ekspor ekonomi kreatif. (EP)

Akibat Medsos, Pengelola Restoran Aescher Mundur

this formate

SWISS, bisniswisata.co.id: Laris manis justru menghentikan operasinya alias ditutup. Paradoks itu terjadi di Swiss, khususnya di restoran Aescher yang terletak di pinggir tebing pegunungan di Swiss. Begitu pengunjung membludak, Nicole dan Bernhard Knechtle, pengelolanya, memilih mengundurkan diri. Mereka sudah 31 tahun mengelola restoran ini merasa kewalahan.

Resto Aescher bukan hanya terkenal dengan lokasinya yang menawan, tapi juga masakannya. Menempel di dinding karang, pengunjung juga bisa menyaksikan bentang alam Swiss yang indah di depan mata. Sementara menu andalannya, kentang parut panggang dengan toping telur ceplok ditasbihkan sebagai The Best Rosti on The Rock.

Semua bermula dari fenomena media sosial. Instagram, Facebook, Snapchat, Twitter, dan sejenisnya, dianggap paling bertanggung jawab atas tutupnya restoran ini. Gambar-gambar menawan restoran ini mendunia melalui media sosial itu.

National Geographic pun memajangnya sebagai cover story dengan judul Place of Lifetime. Fotografernya, seorang dokter dari desa setempat, mengaku menyesal seumur hidup. Asthon Kuscher, bintang film Hollywood, memasang di Twitter-nya dengan judul serupa: 20 The Secret Places.

Roger Federer dan kalangan prominen Swiss lainnya juga mengunjungi restoran ini. Menurut keluarga Knechtle, pihaknya tak sanggup melayani tetamu. Fasilitasnya terbatas. Air, kursi, dan sejenisnya, menua. Bahkan, kamar yang biasanya bisa digunakan untuk menginap sudah dirombak jadi ruang makan. Tetapi, kata Knechtle, kurang memadai.

Pemerintah Wilayah Appenzell Innerhoden mengatakan, seperti dikutip Reuters, Senin (26/11/2018) bahwa Nicole dan Bernhard Knechtle-Fritsche sedang menyerahkan waralaba atas hotel Aescher di Alpstein pada akhir musim wisata 2018.

Media lokal mengutip pasangan tersebut menyatakan mereka tidak sanggup mengikuti permintaan karena ada batasan-batasan untuk pekerjaan renovasi hotel dan restoran yang menggantung satu mil di atas, di tebing timur laut Swiss.

Majalah National Geographic menampilkan hotel dan restoran itu dalam liputan di “Destinasi Sekali dalam Kehidupan: 225 tempat menakjubkan di dunia.” (EP)

Jurus Unik KBRI Jerman & Swiss Promosikan Wisata Indonesia

this formate

BERLIN, bisniswisata.co.id: KBRI Berlin (Jerman) dan Bern (Swiss) bekerjasama menyusun strategi promosi budaya dan wisata kawasan perbatasan secara lengkap di kota perbatasan Konstanz di Danau Constance, Sabtu (24/11). Konstanz dipilih sebegai representasi kawasan multinasional berbahasa Jerman.

Kota ini berbatasan langsung dengan Austria (pendapatan per kapita 52,000 USD), Swiss (pendapatan per kapita 85,000 USD) dan Lichtenstein (pendapatan per kapita 141,000 USD). Paket komplet ini memadukan sekaligus tiga elemen penting dalam menggaet wisatawan asing ke Indonesia, advertising, branding and selling.

Indonesia telah memasang iklan di media Konstanz dan malam budaya Indonesia merupakan kegiatan branding. Sementara itu, kegiatan selling dilakukan dengan menghadirkan 11 tur operator yang juga memberikan paparan tentang wisata Indonesia serta pemberian 4 tiket pesawat gratis dari Jerman atau Swiss ke Indonesia.

“Kita tak ingin pengunjung yang datang pada pertunjukan budaya Indonesia hanya menonton acara, pulang, dan sudah, berhenti di sana. Jadi bukan cuma atraksi seni dan budaya yang kita siapkan. Kita juga sediakan informasi tentang wisata ke Indonesia, bagaimana para pengunjung dapat langsung membeli tiket saat itu juga. Sudah saatnya kita pakai Paket Komplet “, jelas Dubes RI untuk Jerman, Arif Havas Oegroseno seperti dilansir DW.com, Senin (26/11/2018).

Sebelum malam pertunjukan seni dan budaya, diselenggarakan workshop tentang Teknik menjual wisata Indonesia. Workshop ini diikuti tur operator dan perjalanan dari Jerman dan Swiss.

“Tour operator dan agen perjalanan merupakan mitra kita untuk menarik wisatawan ke Indonesia. Mereka tidak mungkin bisa meyakinkan para wisawatan potensial, kalau mereka sendiri belum teryakinkan. Inilah salah satu pendekatan aspek branding and selling yang kita lakukan pada acara di Konstanz kali ini “, tambah Dubes Havas.

Riuh tepuk tangan sekitar 500 pengunjung yang berasal dari Jerman, Swiss, Lichtenstein dan Austria, spontan mengiringi setiap pertunjukan. Sesi pertama diisi oleh Rampak Kendang dari group Angklung Orchestra Berlin, Tari Saman (Ratoeh Jaroe) dari Swadaya Indonesia Munchen eV, dan pertunjukan angklung oleh Angklung Orchestra Berlin.

Para penonton terlihat enggan beranjak dari tempat duduk mereka. Apalagi saat angklung interaktif. Antusias seluruh hadirin sangat terasa saat bersama-sama memainkan lagu “Can’t not Help Falling in Love”.

Pertunjukan Balawan Batu Ethnic Fusion pada sesi kedua menjadi “gong” kegiatan malam budaya Indonesia. Terkenal dengan kemahirannya memainkan gitar berleher ganda, sang magic finger, I Wayan Balawan bersama groupnya tampil memukau.

Juga ada lagu diiringi music tradisional dan modern dari Indonesia, dan ada pula barat. Semuanya dibalut dengan aransemen yang tetap memadukan khas tradisional Indonesia dan modern. Balawan juga mengajak para penonton untuk “berkecak” dan menari Poco-poco bersama.

“Saya sangat terkesan konsep promosi komplet yang diselenggarakan. Ini pengalaman baru buat saya. Semuanya bagus. Pemilihan tempat di Konzil Konstanz adalah pilihan cerdas. Selain gedung Konzil yang terkenal bersejarah, kota Konstanz adalah tempat berliburnya para wisatawan dari berbagai negara di Eropa, khususnya dari Swiss dan Austria “, komentar Prof Dr. Max Weiber, salah satu tamu yang hadir.

Dubes RI Bern Muliaman Hadad menyatakan romosi budaya dan wisata ini juga akan dilanjutkan di kota-kota perbatasan lain di Swiss-Jerman. Salah satu kota Swiss yang dapat dipertimbangkan adalah kota Basel, perbatasan antara Swiss-Jerman-Basel.

“Saya juga akan terus menggarap tur operator Swiss yang hadir pada malam Budaya Indonesia di Constance ini karena kemampuan wisata masyarakat Swiss sangat tinggi,” lontarnya. (EP)

Tragis, Uang Penumpang Garuda Hilang di Bagasi Pesawat

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Kasus uang hilang di bagasai pesawat merebak lagi. Kejadian tak mengenakkan kali ini menimpa Ihsan (26), penumpang pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 101 rute Palembang-Jakarta, Senin (26/11).

Ihsan menceritakan, ia terbang dari Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang dan take off pukul 05.40 WIB, Senin pagi. Ia menaruh tas ransel ke dalam bagasi pesawat. Di dalam tas tersebut terdapat uang ratusan ribu rupiah.

Sesampainya di Bandara Soekarno-Hatta, ia langsung mengecek uang ditasnya. Setelah dicek, uang tersebut sudah raib. “Jumlahnya memang tidak banyak, hanya ratusan ribu. Tapi ini bukan masalah uang, artinya keamanan di bandara dan maskapai sangat buruk kalau ada barang penumpang di bagasi sampai hilang,” kata Ihsan, di Bandara Soekarno-Hatta, Senin (26/11).

Ia langsung membuat laporan ke kantor pelayanan bagasi yang ada di Bandara Soekarno-Hatta. Petugas Garuda langsung menghubungi sekuriti untuk segera dilakukan investigasi.

Ihsan menyesalkan kejadian ini. Ia berharap kejadian serupa tidak terulang lagi ke depannya. “Bukan masalah uangnya. Tapi ini kan pelayanan di pesawat dan bandaranya. Harusnya keamanan, keselamatan, dan kenyamanan penumpang diutamakan,” kata Ihsan.

Senior Manager Public Relation Garuda Indonesia Ikshan Rosan berjanji akan menindaklanjuti laporan kehilangan tersebut. Sekaligus memerintahkan seluruh jajarannya baik yang berada di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang dan Bandara Soekarno-Hatta untuk memeriksa petugas yang mengurus bongkar muat bagasi.

“Tim saat ini lagi investigasi, memeriksa seluruh CCTV. Petugas yang ada di flight number tersebut akan diperiksa. Kami tak tinggal diam dengan kejadian ini,” kata Ikshan seperti dilansir laman Kontan.co.id

Corporate Secretary Angkasa Pura II Agus Haryadi mengungkapkan, kasus kehilangan barang milik penumpang yang ditaruh di bagasi merupakan tanggung jawab maskapai. “Memang secara tanggung jawab barangnya ada di maskapai, karena menurut UU penerbangan maskapai bertanggung jawab terhadap orang dan barang yang diangkut. Ya maskapai, Garuda itu,” ujar Agus. (EP)

Presiden Jokowi: Radin Inten Harus Jadi Bandara Internasional

this formate

BANDAR LAMPUNG, bisniswisata.co.id: Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi segera menindaklanjuti agar bandara Radin Inten II di Lampung menjadi bandara internasional. Status ini sangat penting, agar bandara ini semakin maju dan berkembang demi peningkatan ekonomi dan investasi di Lampung.

“Setelah saya melihat fasilitas yang ada di bandara ini terminalnya sudah sangat memadai dan siap juga runway-nya. Juga apron untuk parkir pesawatnya sangat siap sehingga tadi pagi saya memerintahkan kepada Menteri Perhubungan untuk segera Bandara Radin Inten ini ditetapkan sebagai bandara internasional,” lontar Presiden Jokowi di Bandara Radin Inten Bandar Lampung, Sabtu (24/11).

Kepala negara melanjutkan ke depan di bandara ini akan dibuka penerbangan langsung Singapura-Lampung dan Malaysia-Lampung. Hal ini dilakukan dalam rangka meningkatkan sektor pariwisata maupun investasi. “Kita harapkan dengan pembukaan Bandara Radin Inten ini menjadi bandara internasional, pertumbuhan ekonomi dan pariwisata akan meningkat di Provinsi Lampung ini,” ungkapnya.

Mengenai target realisasi, Jokowi mengatakan secepatnya, yakni paling lama dalam waktu satu bulan. “Secepat-cepatnya. Kalau secepat-cepatnya nggak mungkin lebih dari satu bulan,” tutur calon presiden 2019 nomer urut 1.

Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo optimistis dijadikannya Radin Inten sebagai bandara internasional akan semakin meningkatkan pariwisata di Lampung. Pasalnya saat ini pertumbuhan pariwisata Provinsi Lampung masuk ke dalam tiga besar nasional. “Kemudian Menteri Pariwisata menyampaikan ada 60% lagi potensi yang bisa kita raih jika dijadikan bandara internasional,” ungkapnya.

Ridho mengaku telah menggelontorkan dana sebesar Rp400 miliar yang berasal dari APBD untuk mempersiapkan segala fasilitas, salah satunya berkaitan dengan ketersediaan lahan. “Walaupun semua urusan pemerintah pusat, tanah dari Pemprov Lampung,” tuturnya.

Dilanjutkan, warga Lampung berharap agar status bandara internasional segera direalisasi supaya investasi dan pariwisata dapat semakin ditingkatkan. Apalagi saat ini ada beberapa proyek infrastruktur konektivitas sudah diselesaikan. “Pertama paling tidak dari (tol) Bakauheni sampai Terbanggi Besar karena di sinilah pergerakan terbesar masyarakat Lampung dan dermaga eksekutif bersamaan dengan itu. Lalu bandara diinternasionalkan, makanya investasi cepat masuk.

Kalau jalan tol jadi pengembangan kawasan juga terus berlanjut,” jelasnya. Dia juga berharap setelah dijadikan bandara internasional, Radin Inten dapat dijadikan embakarsi haji. Hal ini karena embarkasi haji mensyaratkan status bandara internasional. (EP)

Survei: Turis Ekstrovert Berwisata ke Pantai, Introvert Pilih Gunung

this formate

VIRGINIA, bisniswisata.co.id: Setiap wisatawan memiliki tipe yang berbeda dalam menentukan tujuan liburannya. Ada yang suka menghabiskan waktu bermain di pantai. Sebaliknya ada pula yang lebih suka menikmati suasana sejuk alam di gunung.

Melansir today.com, Ahad (25/11/2018) dalam suatu penelitian yang dipublikasikan di Journal of Research in Personality, ditemukan bahwa wisatawan dengan kepribadian ekstrovert akan memilih pantai, sementara orang dengan kepribadian introvert memilih gunung sebagai tempat berlibur.

Psikolog Shigehiro Oishi, Thomas Talhelm dan Minha Leefound dari University of Virginia telah melakukan lima eksperimen untuk menemukan hubungan antara kepribadian dan geografi.

Dalam satu eksperimen, mereka menggunakan data 613.000 data kepribadian yang telah disurvei di Amerika Serikat, untuk mengetahui kepribadian ektrovert atau introvert akan terhubung dengan wilayah geografi seperti apa. Berikut ulasannya.

Orang dengan kepribadian ekstrovert digambarkan sebagai pribadi yang mudah bergaul, atau mudah bersosialisasi. Sehingga mereka diduga akan lebih suka memilih tempat yang lebih cocok untuk melakukan aktivitas yang menghibur, serta banyak dikunjungi orang, karena orang ekstrovert suka menjadi pusat perhatian.

“Karena itu orang ekstrovert cenderung lebih memilih pantai sebagai tujuan berlibur. Pantai adalah tempat yang lebih ramai dibandingkan gunung. Di pantai juga lebih banyak orang yang bisa diamati, diajak berbicara, dan diajak bermain,” ungkapnya

Sementara Individu dengan kepribadian introvert dikenal pribadi tertutup yang juga tidak suka keramaian. Tak heran jika para introvert cenderung memiliih berlibur ke gunung, karena suasana yang sunyi dan tenang. Mereka bahkan memilih dataran tinggi sebagai tempat tinggal, agar terhindar dari suara bising di daratan rendah. Nah, jadi kamu tipe yang mana? (EP)