Presiden Jokowi: Lombok Aman, Silahkan Wisatawan Mendaki Rinjani

0
112
Wisatawan di Puncak Gunung Rinjani NTB (Foto: SwagPapi)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Presiden Joko Widodo (Jokowi) meyakinkan pariwisata Lombok telah aman dan berangsur pulih setelah mengalami gempa pada Agustus 2018. Kondisi aman terlihat dari mulai dibukanya salah satu jalur pendakian Gunung Rinjani awal pekan ini yang sebelumnya sempat ditutup.

“Perlahan tapi pasti, Nusa Tenggara Barat mulai pulih setelah mengalami gempa bumi besar beberapa waktu lalu. Salah satu tandanya, pendakian ke Gunung Rinjani kini dibuka untuk wisatawan dan pecinta alam,” tulis Jokowi dalam unggahan di akun Instagram @Jokowi pada Sabtu (24/11/2018).

Jalur pendakian melalui Desa Berik, Kecamatan Batukliang Utara, Lombok Tengah dibuka awal pekan ini lantaran telah memenuhi sejumlah persyaratan. Upaya pembukaan jalur ini juga dimaksudkan untuk kembali membangkitkan pariwisata Lombok.

Tiga jalur pendakian lainnya: Timbanuh dan Sembalun di Lombok Timur dan Senaru di Lombok Utara masih ditutup untuk pendakian karena kondisinya rusak akibat gempa. “Jalur pendakian di Aik Berik dibuka resmi dalam rangka mengobati kerinduan pendaki dan pencinta Rinjani,” kata Kepala Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Sudiyono seperti dilansir laman Bisnis.com, Senin (26/11/2018).

Kepala Negara juga mengajak wisatawan dan pencinta alam untuk menikmati keindahan alam di sepanjang jalan menuju Gunung Rinjani. “Memang kedatangan wisatawan dapat membangkitkan perekonomian masyarakat sekitar taman nasional yang sempat lumpuh akibat gempa,” tandas mantan Gubernur DKI Jakarta dan Walikota Solo.

Wisata Gunung Rinjani memang merupakan salah satu kontributor pariwisata Nusa Tenggara Bara. Jumlah wisatawan mancanegara Gunung Rinjani pada 2017 tercatat mencapai 39.659 sedangkan wisatawan lokal mencapai 43.120 orang.

Dengan angka tersebut, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani mencatat pendapatan negara bukan pajak (PNBP) dari retribusi wisatawan pada 2017 mencapai Rp10,57 miliar. Jumlah tersebut naik 110% dari tahun 2016 yang hanya mencapai Rp5,08 miliar. (EP)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.