Presiden Jokowi: Pembangunan Runway 3 Bandara Soetta Terhambat

0
222
pembangunan runway 3 Bandara Soekarno-Hatta, (Foto: Media Indonesia.com)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan pembangunan runway 3 Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta yang seharusnya selesai pada akhir 2018, ternyata agak sedikit terhambat. Penyebabnya karena pembebasan lahan yang agak sedikit terganggu sehingga mungkin masih mundur sampai pertengahan tahun 2019.

“Runway ketiga Soekarno Hatta ini sangat penting karena kita merasakan kalau pesawat mau naik aja ngantri setengah jam di Soekarno Hatta itu. Mau turun dia muter-muter dulu di atas baru bisa turun karena terlambat membangun runway ketiga,” papar Kepala Negara saat pertemuan tahunan Bank Indonesia 2018 di JCC Jakarta, Selasa (27/11/2018).

Molor pembangunan itu, sambung Presiden Jokowi, termasuk juga eastcross taxi way di sebelah timur juga mengalami keterlambatan membangun. Sehingga permintaan-permintaan slot untuk pesawat datang ke Indonesia ini terlambat semuanya,” ungkapnya.

Menurut Presiden, permintaan dari India banyak mau terbang langsung ke Jakarta. Dari Qatar mau terbang langsung ke Jakarta. Dari Uni emirat Arab mau tambahan lagi ke Jakarta enggak bisa kita berikan.

Begitu juga dari China berapa, dari Tiongkok mau tambah lagi juga kita enggak bisa buka. Dari Singapura mau tambah lagi tapi juga kita enggak bisa. Dari Thailand, ini minta. Ini minta, kita nggak bisa memberikan karena memang slotnya tidak ada, sudah penuh, jelanya.

“Keterlambatan-keterlambatan infrastruktur inilah yang saya sampaikan ke Menteri Perhubungan, Menteri PUPR, Menteri BUMN kejar cepat pagi siang malam diselesaikan,” ungkap Presiden Jokowi seraya menambahkan, kita enggak bisa menunggu-nunggu dan bersaing, berkompetisi dengan negara-negara lain.

Jadi, sambung kepala negara landas pacuketiga atau terakhir Bandara Soekarno-Hatta juga akan beroperasi. “Saya enggak tahu, kok semuanya selesai menjelang pemilu, enggak ngerti juga saya,” kata Jokowi kembali disambut tawa hadirin.

Diakui, saat ini pembangunan infrastruktur dikebut, salah satunya untuk kepentingan Pemilu 2019. Tol Bakauheni-Palembang. Tol ditargetkan rampung Juni 2019. Namun, Presiden Jokowi meminta agar pengerjaannya dipercepat. Kepala Negara ingin proyek itu bisa selesai pada April 2019.

“Saya sampaikan jangan Mei atau Juni. Saya minta April. Kenapa April, tau kan? Saya minta Bakauheni ke Palembang April selesai, bukan untuk apa-apa. Ini pikirannya pasti beda. Supaya bisa kita pakai untuk Lebaran. Tapi juga termasuk untuk pemilu itu juga. Udah kita blak-blakan saja,” kata Jokowi disambut tawa hadirin.

Pemungutan suara pada Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden 2019 akan digelar pada 17 April. Idul Fitri 1440 Hijriah atau Lebaran diperkirakan jatuh pada 4-5 Juni.

Selain Tol Bakauheni-Palembang, menurut Jokowi, masih ada sejumlah Infrastruktur lain yang juga akan diresmikan sebelum pelaksanaan Pemilu 2019. Jalan Tol Jakarta-Surabaya akan tersambung pada Desember 2018. Proyek infrastruktur lainnya yang juga akan resmi beroperasi yakni Pelabuhan Kuala Tanjung, Provinsi Sumatera Utara dan Pelabuhan New Makassar.

Dilanjutkan, untuk Merak- Banyuwangi masih akhir tahun 2019. Tol Trans Sumatra, Bakauheni sampai Terbanggi Besar sepanjang 148 KM juga diresmikan di Desember ini. “Tapi untuk Bakauheni sampai ke Palembang sepanjang 350 KM insyallah nanti saya tanya ke kontraktornya katanya bulan Juni. Saya tawar mbok April gitu, agak maju dikit ke April gitu biar ada manfaatnya,” sambung Presiden.

Selain itu akhir 2018, akan lihat pelabuhan besar Kuala Tanjung di Sumatera Utara juga akan selesai. Selanjutnya, Makassar New Port, ini juga pelabuhan besar kita, nanti di Januari 2019 insyaallah juga akan selesai. (EP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.