Wisata Medis BMHS Dapat Akreditasi dari Australia & New Zealand

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Wisata media atau health tourism yang dikembangkan sejak tahun 2015, diantisipasi serius oleh Bunda Medik Healthcare System (BMHS). Keseriusaan itu bukan hanya dari sisi pengadaan alat kesehatan teknologi medis modern dan pelayanan prima, namun juga didukung tenaga medis yang profesional dan diakui dunia internasional sekaligus menjadi pemimpin berbagai organisasi kesehatan dunia.

“Selain itu, BMHS dapat sertifikat RTAC Internasional atau akreditasi dari Australia dan New Zealand. Ini menunjukkan kami diakui dunia internasional. Pengakuan ini sangat penting dan punya nilai strategis bahwa kami tak kalah dengan rumah sakit luar negeri, seperti Singapura dan Malaysia yang menjadi rujukan utama bagi warga Indonesia,” papar Komisaris Utama BMHS Dr. Ivan Sini pada peluncuran #savingliveswithbunda bertepatan 46 Tahun BMHS di Jakarta, Jumat (30/11/2018).

Dilanjutkan, disaat wisata medis dikembangkan di Indonesia dan mendapat sambutan dari wisatawan mancanegara datang ke Indonesia untuk berobat, justru orang Indonesia malah berobat ke luar negeri. “Kami sangat menyayangkan ini, padahal layanan kami berbasis teknologi modern yang setara dengan layanan di luar negeri,” lontarnya.

Dari sisi harga, sambungnya, BHMS lebih murah jauh dibandingkan rumah sakit di Singapura. Misalnya untuk operasi besar biaya di Rumah Sakit Singapura bisa mencapai Rp 300 juta, dana yang dikeluarkan itu belum termasuk transportasi, akomodasi dan kebutuhan lainnya selama tinggal. Sedangkan di Indonesia hanya Rp 90 juta.

Ivan menjelaskan BHMS mendirikan Morula IVF Indonesia denga kerjasama Repromed Queen Elizabeth Australia dalam teknologi Bayi Tabung di Indonesia. Hasilnya sangat mambanggakan karena bukan hanya orang Indonesia namun banyak wisatawan asing datang untuk menjalakan bayi tabung di BHMS. Hingga kini tercatat ada 3000 orang yang melakukan bayi tabung.

“Inovasi terus kami lakukan dengan berbagai pengembangan melalui fasilitas pelayanan yang menjadi unggulan. Salah satu layanan unggulan yang kami miliki adalah Robotic Surgery yang merupakan pertama di Indonesia untuk operasi minimal invasive secara terpadu dan komprehensif .Layanan unggulan lain Bunda Heart center, Brain & spine, Neuro Centre, radiodiagnostic center,” jelasnya.

BMHS yang menjadi payung dari grup RS Bunda terus mengembangkan bisnis dengan beragam inovasi. Menyambut ulang tahun ke-46 pada Maret 2019, menggelar kampanye bertajuk #savingliveswithbunda. Tujuannya untuk mengenalkan bermacam teknologi terbaru dari grup BHMS.

“Kampanye #savingliveswithbunda dicanangkan untuk membangun kepercayaan masyarakat akan kemampuan BMHS dalam penerapan teknologi medis modern di semua tahapan usia kehidupan manusia baik pria atau perempuan. Jadi sangat penting bagi masyarakat untuk mengerti akan upaya medis bukan hanya untuk kesembuhan semata tetapi juga mempertimbangkan aspek kualitas hidup,” paparnya serius.

Ivan mencontohkan, laparoskopi juga telah banyak dilakukan untuk appendiks (usus buntu), batu empedu dan hernia. Dengan luka yang kecil sekitar 5-10mm pasien rata rata menginap 2-3 hari dengan pemulihan di rumah sekitar 1 minggu. Ini jauh lebih cepat dari operasi besar konvensional yang membutuhkan waktu sebulan untuk pemulihan.

Untuk gangguan nyeri punggung dokter bedah saraf RSU Bunda Jakarta telah mampu melakukan bedah minimal mikrodisktektomi untuk mengurangi resiko operasi dan meningkatkan angka kesembuhan. Tim Brain and Spine juga telah melakukan bedah minimal invasif otak untuk epilepi yang berhasil menyembuhkan penyakti pada pasien yang pada tahapan tidak bisa diobati lagi dengan obat-obatan.

Peralatan Cath Lab yang canggih telah membantu banyak pasien yang membutuhkan kateterisasi jantung baik untuk dewasa maupun untuk anak. Dokter ahli yang terlatih dari Jerman dan Malaysia telah bergabung dengan RS Bunda untuk melayani permasalahan jantung yang kompleks.

BMHS, melalui grup RS Bunda, telah telah menjadi jejaring layanan kesehatan yang komprehensif dari penanganan tahap embrio manusia sampai ke usia tua. RS Bunda telah menjadi pusat layanan kesehatan yang mempunyai keunggulan dibidang layanan umum.

Grup RS Bunda kini telah mempunyai 5 rumah sakit , lebih dari 500 tempat tidur dengan kualitas teknologi dan SDM dokter dan perawat yang mumpuni. Grup rumah sakit ini berkomitmen untuk memberikan layanan berbasis teknologi modern terlihat dalam berbagi produk jasa kesehatan yang setara dengan layanan di luar negeri.

Saat ini, BMHS memiliki beragam bisnis dalam layanan kesehatan, antara lain RS Bunda, rumah sakit dengan layanan premium dan standard tinggi; Morula IVF Indonesia, jejaring teknologi bayi tabung terbesar di Indonesia; Diagnos Lab, laboratorium diagnostik dengan keunggulan genetik; Emergency Response.

Selain itu layanan transportasi dan evakuasi medis; Sekolah Poltekes dan BMHS Diklat, pusat persiapan perawat untuk pengiriman ke luar negeri; Klinik BIC, layanan klinik premium yang berada di Pacific Place Mall, Vida Bekasi dan Margonda Depok; Dan, Indonesia Reproductive Science Institute, pusat penelitian dan pelatihan berskala internasional. (end)

Komunitas Penggila Denim Meriahkan Wall Of Fades

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Wall of Fades, acara tahunan Darahkubiru dan komunitas INDIGO – Indonesian Denim Group. Berkolaborasi dengan DCODE, Wall of Fades kembali diselenggarakan dengan mengusung tagline “A Decade of Work”. Acara denim terbesar di Indonesia ini untuk merayakan eksistensinya yang telah mengedukasi masyarakat tentang denim dan berbagai konten kreatif lainnya selama 10 tahun.

Wall of Fades 2018 akan dilaksanakan pada tanggal 29 November – 2 Desember 2018, di lantai 2 – 4, Gourmet Area, Kuningan City Jakarta. Agenda yang memasuki usia 10 tahun ini menjanjikan pengunjung dapat menikmati pengalaman menarik. Pengunjung tak sekadar belanja, juga bisa mendapat pengetahuan lebih soal denim, termasuk soal gaya busana.

Agenda yang memasuki usia 10 tahun ini menjanjikan pengunjung dapat menikmati pengalaman menarik. Pengunjung tak sekadar belanja, juga bisa mendapat pengetahuan lebih soal denim, termasuk soal gaya busana.

Pada area masuk, misalnya, tersaji sejumlah gaya busana denim dari masa ke masa, seperti work wear, pelengkap untuk sepeda motor, hippies hingga padu padan masa kini. Selain itu, ide dan inspirasi styling akan diberikan pada sesi bincang-bincang yang diisi para denim enthusiast.

“Edukasi styling soal denim penting karena denim kan sekarang sudah complementary dengan busana sehari-hari. Kami ingin berikan pemahaman dan inspirasi bagi gaya busana masing-masing orang,” kata public realtion Wall of Fades Nicola Christie, dalam keterangan tertulis, Jumat (30/11/2018).

Selain itu, lanjut Christie, Wall of Fades juga mendatangkan denim enthusiasts internasional, Ruedi Karrer dari Swiss dan Robin Meijerink dari Belanda. Masing-masing akan menceritakan pengalaman mereka soal denim.

Khusus untuk Karrer, ia memuat minim jeans museum, di mana koleksi-koleksi jeans miliknya ikut dipamerkan. Acara yang tak dipungut biaya masuk ini menghadirkan sekitar 60 tenants yang beragam, mulai dari denim, leather, sepatu hingga outfit umum.

Hari pertama Wall of Fades 2018 dibuka secara eksklusif untuk para undangan yang terdiri dari member Darahkubiru, INDIGO – Indonesian Denim Group, Denim Enthusiasts, influencer, buzzer dan media partner.

Acara ini memang dirancang untuk mempertemukan orang-orang yang ikut serta membawa kesuksesan Wall of Fades sampai saat ini. Mereka mendapat kesempatan untuk membeli official merchandise Wall of Fades 2018 dan Pasar Kaget yang dijual secara terbatas. Selain itu, pengunjung dapat bersenang-senang bersama karena adanya console game seperti Street Fighter.

Setelah itu, Wall of Fades mengadakan media tour untuk mengajak para media dan redaksi yang bekerja sama dengan berkeliling dan menjelaskan mengenai acara tahun ini. Wall of Fades juga memberikan akses kepada media untuk mewawancara siapapun yang mereka inginkan yang berbicara tentang denim

Hari pertama Wall of Fades 2018 dihadiri oleh ratuisan penggioa denim yang datang hingga menjelang tutup pk 22.00 WIB. di panggung berbagai acara termasik talk show tentang Denim, dan produk turunannya dibahas bersama. Di hari-hari berikutnya, akan lebih banyak konten menarik seperti outfit contest, performers, kehadiran international denim club, dan masih banyak lagi. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LCJM Movast Gelar Aksi Sosial Terangi Belajarku Terangi Masa Depanku

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Panasonic Gobel Eco Solution Sales Indonesia merangkul Lions Club Jakarta Monas (LCJM) Movast menggelar aksi sosial bertajuk “Terangi Belajarku, Terangi Masa Depanku”. Aksi sosial lanjutan dari program Berbagi Terang ini, dengan membagikan 500 unit lampu jenis BULB ke Sekolah Dasar (SD) di wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi).

Sebelumnya aksi serupa dilakukan di 10 tempat ibadah bersejarah juga yang ada di wilayah Jabadetabek. Aksi ini mendapat apresiasi dari pengelola tempat ibadah. Lantaran membantu dalam meringankan beban dalam penerangan tempat ibadah.

“Kami melakukan pendistribution Lighting Interior ketempat tempat ibadah seperti : Gereja Kathedral, Masjid si Pitung, Wihara Dharma, Masjid Luar batang, gereja Sion, Gereja Ayam , masjid Raden Saleh, beberapa masjid tanah wakaf warga dalam waktu satu minggu agar manfaat dari penerangan di rumah rumah ibadah yang rata rata berusia diatas 200 tahun dapat segera dirasakan manfatnya,” ujar Vice Presiden 1 LCJM Movast, Sjully Darsono dalam keterangan resmi, Jumat (30/11/2018).

Sjully mengakui pemberian Lighting Interior di tempat-tempat ibadah mendapat sambutan sangat luar biasa. “Kini kami memberi donasi kepada Sekolahan Dasar, yang diharapkan dapat membantu menerangi proses belajar bagi anak-anak SD. Apalagi kini musim hujan tiba sehingga dibutuhkan penerangan di ruang kelas,” lontarnya

Lighting Product Manager Panasonic, Wendy Abadi mengaku sangat berterima kasih kepada LCJM Movast yang selalu menjadi perpanjangan tangan dari kegiatan sosial yang direncanakan dan menindaklanjuti sesuai dengan arahan dan tujuan perusahaan

Hal senada juga dilantarkan Presiden LCJM Movast Yonkie Alwi berharap, semoga program ini dapat terus berlangsung dengan target donasi yang berbeda, sehingga akan terlihat manfaat dari lampu lampu Panasonic oleh seluruh lapisan masyarakat yang membutuhkan secara langsung.

Mira rajasa sekretaris LCJM Movast juga menambahkan, kegiatan ini merupakan bagian dari salah satu pilar Lions Club Service Challenge Environment selain Diabetes, Feed The Hunger, Vision dan Pediatriv Cancer. “Kami dari LCJM Movast dapat terus bergandengan tangan dengan Panasonic Lighting untuk program program sosial lainnya, demi meringankan masyarakat yang membutuhkan kepedulian kita,” sambungnya. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Taman Safari Indonesia Tawarkan Petualangan Beri Makan Harimau, Mau?

this formate

CISARUA BOGOR, bisniswisata.co.id: Taman Safari Indonesia mengundang pengunjung melakukan petualangan sambil memberi makan hewan buas yang ada di obyek wisata alam di Cisarua Bogor, Jawa Barat. Melalui program baru bernama Feline Feeding, pengelola objek wisata Taman Safari mengajak pengunjung memberikan makan secara langsung kepada satwa yang tergolong “kucing besar”.

“Program baru di Taman Safari Indonesia sebagai kegiatan yang penuh dengan tantangan sekaligus mendebarkan. Yaitu memberi makan sekelompok harimau buas dari jarak yang sangat dekat,” lontar Kepala Humas TSI Cisarua, Yulius H Suprihardo kepada Antara di Bogor, Jumat (30/11/2018)

Berdasarkan literatur terkait satwa, istilah “kucing besar” bukanlah klasifikasi biologis, namun digunakan untuk membedakan spesies kucing yang lebih besar dari yang lebih kecil. Jenis “kucing besar” di antaranya termasuk empat anggota genus “Panthera”, yakni harimau, singa, jaguar, macan tutul, citah (cheetah), puma, dan macan tutul salju, dengan ciri khas bisa mengaum.

Program baru ini, lanjut dia, diluncurkan beberapa waktu lalu itu dapat membuat adrenalin pengunjung meningkat. Penyebabnya, karena sekelompok singa yang jumlahnya puluhan akan mendekati pengunjung, dan satwa buas itu kemudian saling berebut sepotong daging yang diberikan.

Dalam program ini, pengunjung akan berada dalam kerangkeng sebuah kendaraan yang dirancang khusus. Kemudian mereka akan diantar menuju area berkumpulnya sekawanan singa. Para pengunjung pun ditantang untuk memberikan potongan daging dengan menggunakan stik yang disediakan oleh “keeper” — perawat atau penjaga satwa — yang mendampinginya.

Jarak pengunjung dengan puluhan singa itu hanya sebatas jeruji. Pemberian daging kepada singa tersebut memakan waktu selama lebih kurang 15 menit. “Jadi, sensasinya adalah suasana tegang, dan auman singa-singa itu membuat suasana mencekam,” kata Yulius.

Meski mendebarkan, kata dia, ia memastikan pengunjung tidak perlu khawatir, karena mereka akan didampingi oleh dua orang “keeper”. “Kendaraan [pembawa pengunjung] dirancang sedemikian rupa, sehingga aman dan nyaman serta tidak membahayakan baik satwanya maupun pengunjungnya,” kata Yulius.

Sebelum mengikuti program itu, para “keeper” akan memberikan penjelasan dan arahan terlebih dahulu kepada pengunjung. Ia menambahkan bahwa untuk mengikuti kegiatan ini, pengunjung harus mendaftarkan diri terlebih dahulu di bagian informasi yang berada di area “Plaza Gajah”.

Dalam program ini, peserta dibatasi maksimal enam orang. Pengunjung bisa mengikuti kegiatan ini dengan waktu yang telah ditentukan. Jadwal pemberangkatan kendaraan berterali besi ini pada pukul 10.00 WIB, pukul 11.00 WIB, pukul 13.00 WIB, pukul 15.00 WIB dan pukul 16.00 WIB. Pengunjung bisa memilih jadwal jadwal tersebut.

Untuk mengikuti kegiatan ini, pengunjung dikenai biaya. “Tidak harus merogoh kocek yang terlalu besar, namun [pengunjung] memperoleh sensasi dan pengalaman yang tidak terlupakan,” katanya.

Selain sebagai objek wisata nasional, TSI juga ditetapkan pemerintah sebagai lembaga konservasi satwa “ex-situ” (di luar habitat alami). Ribuan satwa, baik endemik Indonesia maupun satwa dari luar negeri melalui kerja sama berada di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, yang berhawa dingin itu. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Sampah di Objek Wisata, Turis akan Dipungut Dana Kebersihan

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Masalah sampah di berbagai destinasi wisata di Indonesia, hingga kini menjadi catatan hitam bagi dunia pariwisata. Tak ingin terus disorot, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan tengah menyiapkan skema pungutan dana kebersihan bagi turis, baik wisatawan mancanegara maupun wisatawan domestik.

Pungutan tersebut akan diberlakukan khususnya di kota-kota destinasi wisata, seperti Bali, Banyuwangi, dan Labuan Bajo. “Uang itu akan kami gunakan untuk pembersihan sampah, diharapkan bisa mengatasi masalah sampah,” ujar Luhut di kantor Kementrian Kemaritiman Jakarta, Jumat (30/11/2018).

Ditambahkan, akan ada pertemuan lanjutan untuk pungutan dana sampah ini, rencananya ada model untuk penanganan sampah. “Kota-kota yang menjadi tujuan turis seperti Bali, Labuan Bajo, kami bisa buat pungutan untuk sampah di sana,” sambungnya.

Besarnya pungutan, lanjut Luhut, berkisar US$10 untuk turis asing dan US$1 bagi turis lokal. Rencananya pungutan itu bakal dimasukkan dalam tagihan tiket hotel. Namun demikian, Luhut belum dapat mendetailkan kapan aturan tersebut bakal terbit. “Jadi pendanaan itu bisa dikelola oleh pemerintah daerah (pemda) sehingga kita bisa awasi bersama-sama,” ujarnya.

Menurut Luhut, pemerintah serius dalam menangani limbah sampah terutama sampah plastik. Pihaknya mencatat ada 10 kota yang telah melarang penggunaan kantong plastik untuk belanja yang tidak mudah terurai. Sebagai penggantinya, pemerintah mendorong penggunaan kantong plastik yang mudah terurai sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI).

Tidak hanya dari sisi produk, lanjutnya, pengelolaan sampah ini juga membutuhkan kesadaran seluruh lapisan masyarakat. Untuk itu, pemerintah telah menambahkan kurikulum terkait penangan sampah di Taman Kanak-Kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD).

Tahun 2018 sebanyak 13 kota menjadi percontohan kurikulum pengelolaan sampah, sementara tahun depan ditargetkan jumlahnya bertambah menjadi 34 kota. “Jadi kepedulian akan penangan sampah plastik ini sudah besar,” kata Luhut.

Masalah sampah plastik, sambung Luhut, bukan hanya persoalan hari ini tetapi juga masa depan. Sampah plastik jika dimakan ikan di laut ataupun sungai, kemudian ikan tersebut dimakan ibu hamil akan melahirkan anak-anak yang stunting atau kerdil.

Sebelumnya, lanjut Luhut, di objek wisata Pulau Pari banyak ikan mati akibat limbah dari Jakarta. “Kita tak mau anak cucu kita kerdil. Masalah sampah plastik ini harus menjadi perhatian serius,” kata dia sambil menambahkan seekor ikan paus ditemukan mati terdampar di perairan Pulau Kapota, Taman Nasional Wakatobi, Sulawesi Tenggara, Senin (19/11), karena menelan hampir 6 kilogram plastik dan sandal jepit.

Karena itu, lanjut Menteri Luhut, edukasi soal sampah plastik akan dimasukkan dalam kurikulum pendidikan mulai sekolah taman kanak-kanak hingga sekolah. Hal tersebut untuk meningkatkan kesadaran siswa terhadap bahaya sampah plastik.”Kami bekerja sama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, memasukkan dalam kurikulum. Mulai Taman Kanak-kanak (TK) sampai Sekolah Menengah Atas (SMA),” tambahnya.

Menurut dia, edukasi mengenai sampah plastik penting ditanamkan sejak dini. Edukasi ini diharapkan dapat menanampan perhatian publik akan bahaya sampah plastik. Dan untuk proyek percontohan pada 2018 ini dilakukan di 13 provinsi dan akan diterapkan di 34 provinsi mulai 2019.

“Ada sekolah-sekolah yang menjadi percontohan penerapan Hal tersebut juga merupakan bagian dari Perpres Nomor ahun 2018 tentang Penanganan Sampah Laut. Meski demikian, edukasi mengenai sampah plastik tersebut bukan pelajaran baru hanya penambahan sejumlah modul. (EP)

Pariwisata Pesisir Selatan Lemah dalam Kemasan

this formate

PESISIR SELATAN, bisniswisata.co.id: Potensi pariwisata Pesisir Selatan Sumatera Barat sangat luar biasa dan cukup melimpah, sayangnya masih lemah dari sisi pengemasan. Untuk mencari terobosan dalam peningkatan kunjungan wisatawan. Pesisir Selatan akan memfokuskan dalam pengembangan pariwisata minat khusus

“Potensinya ada. Mulai dari perairan yang luas, banyaknya pulau, pantai yang indah, ada air payau, sawah, hingga perbukitan yang potensial dikembangkan menjadi pariwisata minat khusus, sayangnya kami lemah dalam pengemasan,” papar Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Pesisir Selatan, Mawardi Roska, Kamis (29/11/2018).

Menurutnya, seperti dilansir laman Bisnis.com, potensi yang dimiliki daerah itu belum dikemas dengan baik untuk kegiatan pariwisata, sehingga belum memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Seperti saat musim durian, perlu ditawarkan paket wisata menunggu buah durian jatuh dari pohonnya.

“Durian misalnya, kan banyak. Saat musim buah durian, perlu juga masyarakat jual paket wisata menunggu buah durian jatuh langsung di ladangnya, pasti menarik bagi wisatawan,” katanya sambil menambahkan juga banyak potensi daerah dengan memanfaatkan kearifan lokal yang bisa dikembangkan untuk menarik minat wisatawan.

Selain itu, menangkap ikan dengan menggunakan pukat tepi, membajak sawah, dan kegiatan yang sudah menjadi kultur bagi masyarakat setempat. “Wisata saat ini tidak lagi seperti yang dibayangkan masyarakat dulu, harus ada jembatan yang mewah, wahana air bertingkat, bukan seperti itu lagi,” kata Mawardi.

Tercatat ada beberapa objek wisata menarik di Kabupaten Pesisir Selatan, Painan antara lain:

#. Bukit Langkisau

Bukit ini menawarkan pemandangan eksotis juga biasa dipakai untuk menguji adrenalin dengan kegiatan paralayang. Pengunjung bisa memilih titik pendaratannya seperti di Pantai Salido atau pendaratan langsung di Kota Painan. Sensasi terbang dengan menggunakan parasut dari aktivitas paralayang di Bukit Langkisau menjadi trend sendiri bagi pecinta paralayang. Dengan menaiki beberapa anak tangga langsung mengarahkan pengunjung tiba di puncak, dan disuguhkan pemandangan di dominasi laut lepas dan beberapa pulau yang berbaris sebagai pelengkap.

#. Puncak Mandeh

Presiden Joko Widodo sempat terpukau ketika pertama kali mendatangi Puncak Mandeh. Memang memiliki daya tarik tersendiri. Bahkan ada yang meng-klaim jika Mandeh adalah saudara kembar-nya Raja Ampat yang terpisah. Perjalanan menuju ke Puncak Mandeh cenderung berkelok – kelok, itu sebabnya beberapa pengendara sengaja memacu kendaraan mereka dengan kecepatan lamban ketika menuju kesini. Jalan yang curam dengan jurang yang menjadi lautan, serta badan jalan yang juga tidak terlalu lebar menjadi alasan selanjutnya mengapa pengendara yang lalu – lalang tak berani memacu laju kendaraan dengan kencang.

#. Bukit Bendera

Dulu bukit ini tempat meninjau penjajah yang hendak masuk ke wilayah Bayang. Menurut cerita warga sekitar, jika ada kawanan penjajah yang terlihat, bendera yang ada di sini akan perlahan diturunkan. Dari situlah diambil nama Bukit Bendera Bayang ini diambil. Bukit Bendera Bayang merupakan tempat berbentuk seperti taman wisata alam yang unik, karena di sini kamu bisa bersantai di atas pohon yang tinggi, atau berpose atas bukit dan melihat hamparan hijau yang terpampang luas di depan mata. Jadi tak melulu soal taman yang ada benderanya.

#. Pulau Cubadak

Nama Pulau ini sempat meroket, jauh sebelum Pasumpahan terkenal bahkan. Pulau Cubadak terletak di tengah Samudera Hindia, yang mana gerbang masuk pulau ini adalah Pantai Carocok. Dengan konsep resort, diharapkan mereka yang ingin bermalam di pulau ini bisa beristirahat dengan nyaman. Ada banyak aktifitas selain snorkeling, juga bisa diving, bahkan juga kita bisa kayak. Sangat seru bukan, mendayung diatas laut sambil menikmati ketenangan wilayah sekitar Pulau Cubadak. Atau apabila kamu yang ingin menikmati sunset dari ketinggian, tak ada salahnya trekking menuju ke puncak bukit ini.

#. Air Terjun Bayang Sani

Ke Pesisir Selatan tak melulu berbicara wisata laut saja, cobalah kamu berkunjung ke Air Terjun Bayang Sani. Letak air terjun tidak jauh dari Jembatan Akar Bayang. Air terjun di Desa Koto Baru ini cukup ramai dikunjungi wisatawan apabila hari libur. Air terjun ini juga memiliki lima tingkatan, namun meskipun begitu, hingga saat ini hanya bisa dinaiki para wisatawan hingga tingkatan ketiga saja dan itu pun tidak begitu ramai.

#. Wisata Pantai

Selain Pantai Carocok, juga ada wisata Pantai Batu Kalang di Nagari Ampang Pulai, Kec. XI Tarusan yang sekilas mirip seperti gugusan batu yang terdapat di provinsi Bangka Belitung. Juga ada Pantai Salido di Kecamatan IV Jurai. Pantai Muaro Bayang, dan Pantai Sungai Nyalo.

#. Benteng Portugis

Berlokasi di pulau Cingkuak, Benteng Portugis ini bisa di capai dengan menggunakan perahu motor sekitar 15 menit dari pantai carocok.

#. Pulau Pamutusan

Pulau Pamutusan (Pulau Pemutusan) terletak di Nagari Sungai Pinang Kecamatan koto XI tarusan, Pesisir Selatan. Akses menuju lokasi menaiki perahu motor dengan jarak tempuh sekitar 1 jam kurang. Di Pulau Pamutusan ini anda dapat melakukakn aktifitas berenang, memancing serta snorkling dan tersedia juga gazebo dan penginapan bagi anda yang ingin menginap disini.

#. Jembatan Akar Bayang

Jembatan akar bayang ini berlokasi 24 Km dari kota Painan, berada di kampung Pulut-Pulut Kecamatan Bayang Utara. Jembatan ini juga terbilang unik karena proses terjadinya jembatan akibat dari bertemunya dua akar pohon secara alami. (redaksibisniswisata@gmail.com)

UNESCO Tetapkan Reggae Warisan Budaya Tak Benda

this formate

PARIS, bisniswisata.co.id: UNESCO menetapkan reggae, musik yang memberi “kontribusi internasional dalam isu ketidakadilan, kemanusiaan” masuk dalam daftar warisan tak benda. UNESCO menyatakan musik yang berasal dari Jamaica ini perlu dicantumkan dalam daftar global “warisan budaya tak benda” karena perlu dilindungi dan dipromosikan.

Kontribusi reggae “untuk isu internasional seperti ketidakadilan, perlawanan, cinta, kemanusiaan, menekankan pada elemen dinamis dalam bidang sosial, politik dan spiritual.” “Ini adalah musik yang telah menembus semua sudut dunia,” kata UNESCO seperti dilansir BBC, Kamis (29/11/2018).

UNESCO menyatakan walaupun “pada mulanya musik reggae adalah suara kelompok terpinggirkan, musik itu sekarang dimainkan dan dirangkul banyak kelompok masyarakat, termasuk berbagai jenis kelamin, kelompok suku dan agama.”

Gaya musik ini tergabung dalam daftar budaya dunia lain seperti keahlian berkuda Spanish Riding School di Wina, ritual mengambil hati unta Mongolia, boneka Ceko dan lebih 300 tradisi lain, mulai dari pembuatan perahu, ziarah sampai ke memasak.

Reggae muncul pada akhir tahun 1960-an, dari ska Jamaika dan rocksteady, disamping juga dipengaruhi jazz dan blues Amerika. Gaya ini segera digemari di Amerika Serikat, selain di Inggris di mana banyak imigran Jamaika pindah setelah Perang Dunia Kedua.

Reggae juga dikaitkan dengan Rastafarianisme, yang mendewakan kaisar Etiopia, Haile Selassie, disamping penggunaan ganja atau marijuana. Lagu “Do the Reggay” dari tahun 1968 oleh Toots and the Maytals menjadi lagu populer pertama yang menggunakan kata itu. Marley dan kelompoknya the Wailers mengeluarkan lagu hits seperti “No Woman, No Cry” dan “Stir It Up.”

Peter Tosh, anggota inti the Wailers, berkarir solo lewat lagu populer seperti “Legalize It,” sementara Desmond Dekker menjadi terkenal di dunia lewat “Israelites.”

Toots and the Maytals diketahui banyak orang lewat “Pressure Drop” dan Jimmy Cliff menjadi pemusik dunia lewat “The Harder They Come,” yang juga menjadi judul film yang dibintanginya pada tahun 1972.

Suara reggae, dengan bass dan drum yang kental, telah mempengaruhi banyak seniman dan menjadi inspirasi berbagai genre.
Reggae juga terbukti berperan penting pada hip-hop: lagu Sister Nancy “Bam Bam” misalnya, yang banyak mempengaruhi bintang seperti Kanye West, Lauryn Hill, Chris Brown dan Jay-Z.

Jamaika mengajukan reggae sebagai warisan tak benda pada sebuah pertemuan badan PBB di Mauritius, di mana 40 usulan lainnya juga dipertimbangkan. “Reggae sangat mewakili Jamaika,” kata Olivia Grange, Menteri Kebudayaan Karibia tersebut, sebelum dilakukan pemungutan suara.

Reggae bersaing dengan strawcraft Bahama, gulat Korea Selatan, olahraga melempar Irlandia dan pembuatan minyak wangi di kota Grasse, Prancis. Meskipun hanyalah simbolis, dimasukkannya musik ini pada daftar warisan budaya UNESCO dipandang dapat meningkatkan kedudukan suatu negara dan juga musik atau budayanya. (EP)

Pinusan Kragilan, Obyek Wisata “Instagrammable” di Lereng Merbabu

this formate

MEGELANG, bisniswisata.co.id: Pinus Kragilan, obyek wisata yang instragrammable ini berada di Desa Pogalan, Kecamatan Pakis, Magelang, Jawa Tengah. Salah satu destinasi yang menawarkan spot swafoto nan instagrammable adalah Top Selfie Pinus Kragilan.

Dari Magelang, seperti dilansir Kompas.com, Kamis (29/11/2018) jarak tempuhnya sekitar 26 kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih 45 menit. Rute termudah adalah melalui Jalan Magelang-Salatiga sejauh sekitar 23 kilometer, kemudian berbelok selatan kurang-lebih 3,5 kilometer sampai tujuan.

Jika ditempuh dari Yogyakarta, maka jarak tempuhnya kurang-lebih 50 kilometer dengan waktu tempuh dalam kisaran 1 jam 45 menit. Rute dari Yogyakarta adalah melewati Gardu Pandang Ketep kemudian lurus ke utara di Jalan Ketep-Kopeng.

Kawasan yang kerap disebut Pinusan Kragilan ini merupakan sebuah hutan pinus di lereng barat Gunung Merbabu. Panorama di sini begitu spesial dengan adanya jalan di tengah hutan.

Menjelang masuk kawasan hutan pinus sebelah barat, jalan itu seolah tampak bagai pintu gerbang raksasa yang dijaga oleh pasukan pohon pinus di kanan-kirinya. Inilah spot yang kerap dijadikan pengunjung sebagai tempat berfoto.

Kini destinasi yang masih berada di kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu ini juga semakin lengkap dengan berbagai spot swafoto atau berfoto tambahan. Salah satunya ada di dua pohon pinus ujung jalan.

Pengunjung bisa naik tangga ke pohon untuk menuju spot swafoto itu. Nantinya hasil foto dengan latar belakang barisan pepohonan pinus yang berbaris rapi akan terlihat mengesankan.

Pengelola juga sudah menyediakan fotografer andal dengan harga terjangkau bagi pengunjung yang ingin berfoto. Mereka akan mengarahkan pengunjung untuk berpose sehingga hasil jepretannya pun berkualitas.

Lokasi berfoto juga tersedia di tengah jalan setapak kawasan hutan pinus. Di sana, banyak terdapat hammock atau tempat tidur gantung yang disusun bertingkat-tingkat. Hasil foto di atas hammock nantinya juga tak kalah keren.

Kunjungan ke sini bisa dilakukan sejak pagi hingga sore. Tak perlu khawatir dengan teriknya matahari karena pepohonan cukup rindang sehingga mampu menghalangi paparan sinar matahari langsung. Selain itu, udara juga sejuk karena letaknya berada lereng gunung.

Harga tiket masuk untuk masuk Top Selfie Pinusan Kragilan adalah Rp 10.000 untuk hari biasa dan Rp 12.500 saat hari libur. Selain itu, berbagai fasilitas seperti warung makan hingga toilet sudah cukup lengkap tersedia. (EP)

Bali, Destinasi Wisata Favorit bagi Digital Nomad

this formate

MELBOURNE AUSTRALIA, bisniswisata.co.id: Istilah digital nomad atau pekerja digital mulai akrab dikenal banyak orang. Pasalnya, angka pekerjaan yang tak menuntut pekerjanya menetap di satu tempat dengan bantuan teknologi sudah semakin meningkat. Berbekal komputer dan jaringan internet, pekerjaan bisa diselesaikan di mana saja. Mulai dari di rumah, kedai kopi sampai ke belahan dunia yang berbeda.

Mengutip Lonely Planet, Kamis (29/11/2018), Bali menjadi salah satu destinasi paling diminati para pekerja digital sepanjang tahun 2018. Bali populer dijadikan destinasi karena cuaca tropis, ragam kegiatan wisata dan tempat bekerja, budaya menarik dan biaya hidup terjangkau yang ditawarkan.

Sebuah analisis dari website wisata GapYearEscape.com meneliti 12 ribu unggahan di Instagram guna mengungkapkan 25 destinasi paling populer di kalangan pekerja digital. Beberapa di antaranya meliputi London di Inggris, Bangkok dan Chiang Mai di Thailand, Lisbon di Portugal, Barcelona di Spanyol, New York dan Los Angeles di Amerika Serikat, Paris di Prancis dan Berlin di Jerman.

Terdapat lebih dari 1,9 juta foto yang diunggah dengan hashtag atau tagar #digitalnomad di Instagram. “Dengan semakin banyak ruang kerja bersama alias co-working space dengan jaringan internet yang mendukung, jumlah pekerja digital terus meningkat. Pekerja tak lagi memiliki batas geografis dalam mengejar impiannya,” ungkap Amar Hussain selaku pendiri GapYearEscape.com.

Sebuah studi dari Nodmadlist.com mengungkapkan Kaohsiung, Taiwan menjadi salah satu tempat termurah bagi pekerja digital. Analisis tersebut didapatkan melalui perhitungan biaya tinggal selama tiga bulan, biaya akomodasi di pusat kota dan konsumsi sehari-hari.

Namun Koahsiun, Taiwan tak masuk dalam daftar 25 kota paling populer di kalangan pekerja digital. Tak seperti pelancong umumnya, wisatawan berlabel pekerja digital memiliki ketentuan tersendiri ketika menyortir lokasi wisata sebagai destinasi bekerja.

Beberapa faktor yang mereka pertimbangkan umumnya berkutat pada kecepatan jaringan Wi-Fi, cuaca setempat, biaya hidup dan gaya hidup lokal. Destinasi yang dipilih harus mendukung tipe pekerjaan dan anggaran yang dimiliki. (EP)

Jaipong Jadi Pelajaran Ekskul Siswa SMA Beijing

this formate

BEIJING, bisniswisata.co.id: Tarian tradisional Indonesia semakin digemari di berbagai penjuru dunia. Kini tari Jaipong menjadi salah satu mata pelajaran ekstrakurikuler di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 39 Beijing, China.

Sedikitnya 60 siswa-siswi SMA yang berlokasi di pusat kota Ibukota China mengikuti pelajaran tarian tradisional khas Provinsi Jawa Barat itu. Dalam waktu 1,5 jam, para siswa-siswi dari China, Jepang, Korea Selatan, Thailand, Indonesia, dan Argentina sudah bisa menirukan gerakan sesuai instruksi Titik Parmuji, pengajar dari Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta.

Para pelajar dari berbagai negara itu juga terlihat bersemangat mana kala tarian yang dipelajarinya itu diiringi dengan lagu Sunda berjudul Burung Dadali”. Namun yang paling antusias mengikuti pelajaran tersebut para siswa lokal China, sampai-sampai ruang kelas ekstrakurikuler tidak mampu menampung.

Sebagian murid lokal mengikutinya pada pertengahan sesi pelajaran karena mereka tidak tertampung pada sesi sebelumnya. “Setiap pekan ada dua kali pelajaran kesenian. Kali ini kami dapat dukungan dari KBRI untuk memberikan pelajaran kesenian tradisional Indonesia,” kata Wakil Kepala SMA Negeri 39 Beijing Zuo Fulin seperti dilansir Antara, Kamis (29/11/2018).

Menurut dia, anak didiknya sudah sangat familiar dengan kesenian tradisional Nusantara, terutama angklung. “Hampir setiap tahun kami selalu menggelar pertunjukan angklung oleh para siswa. Kami juga memperkenalkan kesenian angklung kepada warga Luoyang (Provinsi Henan) saat para siswa studi tur ke sana,” ujar dia.

Dalam kesempatan tersebut Zuo menyampaikan terima kasih kepada Atase Pendidikan KBRI Beijing atas fasilitas pelajaran kesenian tradisional Nusantara. (EP)