Turis Malaysia Kepincut Daya Tarik Wisata Padang

this formate

PADANG, bisniswisata.co.id: Kota Padang Sumatera Barat (Sumbar) kian menjadi favorit warga Malaysia sebagai tujuan wisata. Berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar, sejak Januari hingga September 2018 jumlah wisatawan Malaysia yang berkunjung ke Padang melalui Bandara Internasional Minangkabau mencapai 30.916 orang.

Wisatawan mancanegara (wisman) asal Malaysia masih menduduki urutan pertama dalam angka kunjungan ke Sumatra Barat pada Oktober 2018. Dalam satu bulan pelancong dari Malaysia tercatat sebanyak 3.385 orang. Jumlah ini jauh di atas warga negara Australia di posisi kedua dengan jumlah turis 234 orang. Sementara turis dari negara lainnya berjumlah 431 orang.

Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar merilis, total kunjungan wisman melalui Bandara Internasional Minangkabau (BIM) pada bulan Oktober 2018 menyentuh 4.050 orang. Angka ini turun 20,49 persen dibanding September 2018, dan turun 17.09 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Dari sisi hunian hotel berbintang di Sumatra Barat sepanjang Oktober 2018 mencapai 65,06 persen, menjadi yang tertinggi di 2018. “Tingkat hunian hotel ini sangat bergantung pada event atau acara yang digelar di Sumatra Barat. Saat ada event besar, tentu tingkat hunian kita tinggi,” ujar Kepala BPS Sumbar Sukardi, Senin (4/12).

Kunjungan warga negara Malaysia ke Sumatra Barat memang tidak mengherankan. Ada kedekatan budaya antara masyarakat Minangkabau dan warga negeri jiran. Turis Malaysia yang berkunjung ke Sumatra Barat selain menikmati panorama alam, juga untuk berbelanja, kuliner, atau mengunjungi sanak saudara yang tinggal di Sumbar.

Sementara turis lainnya, terutama dari Australia dan Prancis, berkunjung ke Sumatra Barat untuk selanjutnya menuju Kepulauan Mentawai. Ombak di Perairan Mentawai sudah tersohor di kalangan peselancar seantero jagad.

Berikut beberapa tujuan wisata dan kuliner di Kota Padang yang banyak ditawarkan kepada pelancong Malaysia.

#. Kuliner Padang dan olahan laut

Salah satu pilihan untuk menikmati sajian ini adalah di kawasan pinggir Pantai Pasir Jambak. Di sana ada beberapa tempat makan yang menarik. Sejuknya embusan angin sepoi-sepoi dari pantai kian menambah selera bersantap. Ada beberapa menu pilihan. Salah satunya: gulai ikan karang dengan kuah kuning kecokelatan, udang segar, ikan bawal bakar, dan sambal merah dan sambal cabai hijau. Kerupuk jengkol goreng akan memberi nuansa kriuk dalam “orkestrasi” hidangan ini. Minumnya? Kelapa muda adalah pilihan yang menarik.

Pada Rabu, 28/11, lalu 14 wisatawan asal negeri jiran Malaysia yang mengikuti familiarization trip yang diselenggarakan Dinas Pariwisata Kota Padang bekerja sama dengan Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) Kota Padang, bersantap di sana.

“Sedap juga ternyata sambal cabai merah, ada pedas dan gurih,” ucap Nurul Zayani salah seorang bloger peserta Famtrip. Perempuan berjilbab ini mengaku sebelumnya tidak terlalu suka masakan Padang. Tetapi saat menyantap langsung hidangan laut di Kota Padang itu, ia malah sampai menambah dua kali.

Tampaknya ia bakal susah melupakan sensasi ikan bakar dengan bumbu khas Padang yang menari di lidah. Saat itu ia terlihat tak berhenti mengunyah. Belum lagi gulai ikan karang dengan kuah santan kuning kecokelatan yang berpadu lembut dengan daging ikan laut segar berwarna putih. Akan halnya cabai merah, ada kisah menarik. “Di Padang ini kalau tak ada sambal cabai merah belum lengkap rasanya makan, anak gadis di sini kalau tidak bisa bikin, belum boleh bersuami,” kata pemandu rombongan itu.

#. Masjid Raya Sumatera Barat
Ini lokasi wisata religi kebanggaan warga Padang. Masjid ini didesain unik dengan atap berbentuk gonjong sehingga kerap menjadi obyek latar belakang foto. Jarang ada masjid dengan desain gonjong yang dibalur arsitektur dan hiasan kaligrafi berwarna kuning keemasan seperti itu. Menjalankan sholat di sini juga menjadi pengalaman rohani tak terlupakan. Suasana syahdu terasa di dalam ruangan oleh udara sejuk alami non AC.

#. Museum Adityawarman
Museum berlokasi di Jl.Diponegoro mulai dibangun tahun 1974 dan diresmikan 16 Maret 1977. Nama Adityawarman diambil dari nama seorang Raja besar yang pernah berkuasa di Minangkabau. Sezaman dengan Kerajaan Majapahit pada masa Patih Gajah Mada. Museum Adityawarman di Padang, itu museum budaya terpenting di Sumbar. Museum ini, berfungsi sebagai tempat menyimpan dan melestarikan benda-benda bersejarah seperti cagar budaya Minangkabau, cagar budaya Mentawai, dan cagar budaya Nusantara.

#. Wisata Pantai

Kota Padang merupakan pintu gerbang barat Indonesia dari Samudra Hindia, memiliki objek wisata pantai yang melimpah. Pantai bagi Orang Minang sering menyebutnya Taplau. Berbeda dengan dahulu, Pemerintah Kota Padang terus berbenah dan memperbaiki fasilitas untuk wisata pantai. Ada beberapa destinasi wisata pantai antara lain Pantai Padang, Pantai Pasir Jambak, Pantai Caroline, Pantai Air Manis Batu Malin Kundang.

Bagi wisatawan Malaysia Pantai Air Manis memang sangat terkenal. Bersama dengan rumah kelahiran Buya Hamka di Maninjau, kedua tempat ini bak menjadi tujuan wajib turis negeri jiran. Berlokasi di sebelah selatan kota Padang, pantai ini dikenal dengan latar kisah Malin Kundang sia anak durhaka. Pantai Air Manis memiliki pasir berwarna coklat. Area pantainya yang cukup luas dan dipenuhi pohon pinus. Juga banyak penjual souvenir khas Pantai Aia Manih berupa batu Malin Kundang dan sebagainya.

#. Wisata Bahari Pulau

Kota Padang juga memiliki wisata bahari Pulau yang sangat terkenal. Pulau Pisang dan jika laut sedang surut pengunjung dapat berjalan menuju Pulau Pisang yang hanya berjarak 500 meter dari Pantai Air Manis. Berbagai ragam karang dan ikan serta laut yang tenang dan jernih menjadi daya tarik Pulau Pisang.

Juga Pulau Pandan. Ini merupakan kawasan untuk konservasi penyu. Ada tiga jenis penyu yang selalu singgah di sepanjang perairan ini, yaitu penyu sisik, penyu hijau dan penyu belimbing. Di pulau ini para wisatawan berkesempatan melepas tukik ke laut sebagai salah satu daya tarik pengunjung.

#. Jembatan Siti Nurbaya

Kisah Siti Nurbaya terabadikan di Jembatan Siti Nurbaya. Jembatan ini selalu ramai pada sore hingga malam hari. Lampu kota menerangi jembatan saat malam hari. Lokasi jembatan ini dekat dengan pantai Padang dan Pasar Raya. (EP)

Warisan Budaya Jharan Kecak Dilestarikan Via Festival

this formate

LUMAJANG, bisniswisata.co.id: Jharan Kencak, kesenian tradisional khas dari Lumajang, Jawa Timur yang hingga kini masih tetap eksis. Dengan menggunakan kelincahan seekor kuda yang dihias pakaian jazirah perang khas Jawa. Memang kesenian serupa adalah Jaran Jenggo di Pantura dan Kuda Renggong di Sunda.

Agar tetap lestari sekaligus dikenal kepada generasi milenial, Pemkab Lumajang menggelar Festival Jharan Kecak bertepatan Hari Jadi Kabupaten Lumajang ke-763. Festival berlangsung di lapangan GOR Wira Bhakti di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Ahad (2/12/2018), mendapat sambutan yang luar biasa.

Bupati Lumajang Thoriqul Haq bersama Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati mengatakan, akan terus berkomitmen melestarikan warisan budaya tak benda asli Kabupaten Lumajang tersebut. “Saya dan Bunda Indah berkomitmen melestarikan kesenian daerah dan saya lihat kuda-kudanya itu sudah luar biasa,” kata Thoriqul Haq.

Ia berkeinginan agar Festival Jaran Kecak di Kabupaten Lumajang tersebut menjadi agenda budaya nasional, agar dikenal oleh masyarakat luas. “Sebagai salah satu perhatian pemerintah kepada para seniman Jharan Kecak, saya meminta Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata untuk membentuk paguyuban seniman jaran kecak, agar pemerintah bisa memberikan bantuan melalui dana hibah,” ujarnya.

Masyarakat Lumajang wajib berbangga dan melestarikan warisan budaya asli Kabupaten Lumajang, sehingga Pemkab Lumajang akan mencari lagi potensi budaya asli lumajang, selain Jaran Kencak, sambungnya.

Ketua Panitia Festival Jharan Kencak Indriyanto mengatakan kegiatan festival tersebut bertujuan untuk memberikan motivasi kepada para seniman, agar tetap konsisten dalam pelestarian kesenian daerah yang sudah diakui sebagai warisan budaya tak benda Kabupaten Lumajang tersebut.

Kuda-kuda itu mengikuti irama tetabuhan berupa gong, kenong, ketipung, dan sronen (sejenis terompet) yang dimainkan tujuh hingga sembilan orang yang berjalan di belakangnya. Festival Jaran Kecak tersebut melibatkan 150 kuda, 30 kuda kecak dan 120 kuda manten.

Setelah pertunjukan di lapangan GOR Wira Bhakti, ratusan Jharan Kecak itu diarak menuju Alun-alun Lumajang melalui Jalan HOS Cokroaminoto, Jalan PB. Sudirman dan Jalan S. Parman untuk kemudian finis di Alun-alun Utara Lumajang.

Awal sejarah Jharan Kencak disebut dengan jaran kepang, meski bukan terbuat dari anyaman bambu, karena pada saat itu kuda yang dikenderai rombongan dari Ponorogo hendak mengirimkan delegasi ke Bali, untuk menjalin persaudaraan kerabat dan saudara Batara Kathong dari kerajaan Majapahit yang mengungsi ke Bali.

Saat sampai di Lumajang, kuda yang dikenakan seragam jazirah perang seperti di pewayangan untuk dipersembahkan di Bali memberontak kesana kemari dan menendang-nendang tiada henti melawan rombongan, hingga dibuat sebuah keputusan bahwa kuda dan beberapa penjaga untuk tetap tinggal di Lumajang untuk menenangkan kuda, sedangkan rombongan tetap melanjutkan ke Bali.

Kuda yang memberontak akhirnya bisa menjadi tenang dan jinak kembali, warga sekitar yang melihat kuda dijinakan tersebut merasa terhibur. Sejak saat itu menjadi sebuah kesenian bernama Jaran Ngepang yang berarti kuda menendang, namun lebih dikenal dengan nama Jaran Kepang.

Tahun 1806, Cakraningrat sampang memindahkan sebanyak 250.000 orang Sampang Madura ke Pulau Jawa, bagian tapal kuda seperti Lumajang. Orang Madura menjadi punduduk Lumajang juga menggemari kesenian bernama Jaran Kepang ini, karena seokor kuda dengan kostum perang khas pewayangan Jawa bertarung berdiri menggunakan dua kaki dengan pawangnya, setelah kemerdekaan Republik Indonesia Jaran Kepang lebih dikenal dengan Jharan Pencak dan menjadi Jharan Kencak yang dikenal hingga saat ini. (EP)

Potensi Pasar Wisata Kapal Pesiar di Indonesia Sangat Besar

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Manajemen kapal pesiar Princess Cruises menilai potensi pasar wisata kapal pesiar di Indonesia sangat besar, bahkan sangat menjanjikan. Terbukti wisatawan asal Indonesia yang berwisata kapal pesiar trendnya setiap tahun terus meningkat. Karena itu, Princess Cruises berada dalam posisi strategis berupaya terus memenuhi permintaan atas liburan wisata pesiar bagi turis Indonesia.

“Princess Cruises berlayar ke 360 destinasi di seluruh dunia, dan menghadirkan jajaran fasilitas kelas dunia di atas kapal yang menarik bagi semakin banyak masyarakat Indonesia yang mencari pengalaman berpesiar mewah dengan kenangan seumur hidup,” lontar Direktur Asia Tenggara Princess Cruises, Farriek Tawfik dalam keterangannya, Ahad (02/12/2018).

Berdasarkan data jumlah wisatawan Indonesia yang naik kapal pesiar naik setiap tahunnya. Tahun 2016, ada 33.200 orang yang berlayar naik kapal pesiar. Jumlah ini meningkat pada tahun 2017, menjadi 46.700 orang. Pertumbuhan ini merupakan indikasi yang bagus buat bisnis kapal pesiar.

“Kalau tidak salah, Indonesia adalah negara nomor 4 di dunia untuk jumlah kenaikan Middle Class. Ada 30 Juta Middle Class di Indonesia. 10%-nya saja pergi liburan, sudah ada 300 ribu orang. Andai saja 100 ribu orang naik cruise, its a lot of potential,” ungkapnya.

Wilayah Asia, ada 4,26 juta wisatawan yang naik kapal pesiar di tahun 2018. Angka ini mengalami kenaikan dari sebelumnya yaitu sebesar 4 juta penumpang di tahun 2017. Proyeksi ini melebihi target yang ditetapkan. Semula angka tersebut bisa diraih di tahun 2020, tetapi di tahun 2018 angka tersebut sudah tercapai.

“Asia adalah pasar yang sedang booming. Pasar ini mengalami kenaikan yang paling cepat dibandjngkan yang lainnya. Masih banyak yang bisa dikerjakan di sini, masih sangat potensial,” jelasnya.

Dijelaskan, ada lima alasan kuat bagi wisatawan Indonesia ingin berwisata pesiar, tetapi masih ragu saat ini. Pertama, sebenarnya dapat menghemat biaya dengan memilih pelayaran dibandingkan liburan di darat. Biaya liburan dengan Princess Cruises mencakup semua sesuai kebutuhan untuk liburan fantastis: akomodasi mewah, masakan pemenang penghargaan, fasilitas kebugaran, klub anak-anak, hiburan kelas atas, serta masih banyak lagi. “Jadi nggak perlu membayar tiket pesawat, kereta api, ataupun angkutan darat umum seperti taksi untuk membawa Anda dari satu kota/pulau ke kota/pulau lainnya,” katanya.

Kedua, Wisata pesiar menawarkan kenyamanan sempurna yang memungkinkan untuk hanya membongkar koper satu kali saja, karena hotel mewah membawa Anda dari kota ke kota atau pulau ke pulau untuk menikmati pengalaman terbaik dari setiap wilayah yang dikunjungi dalam satu liburan pelayaran terpadu.

Ketiga, Berwisata pesiar memudahkan melihat beberapa destinasi dan tujuan wisata dalam kurun liburan yang sama, dan sungguh mungkin jika Anda dapat bangun di destinasi baru setiap pagi. Misalnya, dalam paket 7-hari pesiar Mediterania, Anda dapat mengunjungi 6 pelabuhan seperti Barcelona, Gibraltar, Marseille, Genoa, Florence, serta Roma. Anda bahkan dapat merasakan tidur pulas dan nyenyak di atas ranjang pemenang penghargaan Princess Luxury Bed yang merupakan tempat tidur pertama dan satu-satunya yang dirancang khusus oleh doktor ahli tidur untuk pesiar guna memberikan para tamu pengalaman tidur ternyenyak di atas laut.

Keempat, bersama Princess Cruises, penerima anugerah “Best Cruise Line in Asia’ oleh Asia Cruise Forum, Anda akan menemukan serangkaian pilihan optimal yang menjadikan hari-hari Anda penuh petualangan baru penuh sukacita. Program harian yang diberi-nama Princess Patter akan dikirim ke kamar Anda setiap hari untuk membagikan informasi menarik dan seru tentang kegiatan yang menanti di atas kapal. Untuk wisatawan yang gemar bermain ponsel pintar, Anda dapat mengunduh aplikasi pemenang penghargaan bernama ‘Princess@Sea’ ketika berpesiar untuk mengakses program harian, membuat reservasi untuk janji spa, serta pemesanan menu makanan khusus, semua dari ponsel pintar Anda.

Kelima, mulai dari pizza yang adonannya dibuat dengan menggunakan lemparan tangan terampil koki, hidangan prasmanan menggiurkan, hingga makan malam mewah penuh pesona dan ritual teh sore tradisional, Anda tidak akan pernah kekurangan pilihan makanan dan santapan sepanjang hari! Princess Cruises bangga bahwa semua makanan tersaji dibuat dengan segar setiap hari. Roti dipanggang selama 24 jam setiap saat, saus dibuat menggunakan bahan-bahan terbaik, sajian menu steak dipotong pada saat pemesanan, es krim diciptakan setiap hari, dan masih banyak lagi.

“Jadi Princes Cruises menawarkan rangkaian perjalanan yang berangkat dari pelabuhan dekat dengan Indonesia. Sapphire Princess dan Diamond Princess akan berada di Singapura sejak bulan November 2018 hingga Maret 2019 – menawarkan wisata pesiar jarak pendek dan jarak jauh,” sambungnya. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Indonesia-Arab Sepakat Kerjasama Keselamatan Penerbangan

this formate

JEDDAH, bisniswisata.co.id: Indonesia dan Arab Saudi sepakat menandatangani nota kerja sama (memorandum of cooperation/MoC) mengenai investigasi kecelakaan penerbangan dan kerja sama bilateral, yang sudah digagas sejak lokakarya di Jeddah pada Maret 2018.

Keterangan tertulis KJRI Jeddah menyebutkan penandatangan MoC oleh Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Indonesia Soerjanto Tjahjono dan Direktur Jenderal Biro Investigasi Penerbangan (AIB) Arab Saudi Abdulelah O Felemban itu berlangsung pada Kamis (29/11/2018).

Prosesi penandatangan berlangsung di kantor AIB dengan dihadiri oleh jajaran pejabat AIB dan delegasi pejabat dari KNKT didampingi oleh Amiruddin Muhammad Arsyad, Atase/Staf Teknis Perhubungan, dan Tubagus Muhammad Nafia, Pelaksana Fungsi Pensosbud-2 Konsul Jenderal Republik Indonesia Jeddah.

Di sela lokakarya tersebut, delegasi RI dan Arab Suadi mengadakan pertemuan bilateral yang menghasilkan rancangan MoC, yang fokus utamanya adalah untuk peningkatan keselamatan penerbangan.

Indonesia dan Arab Saudi merupakan sesama negara anggota Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO). Kedua negara telah sepakat untuk meningkatkan keselamatan penerbangan sebagaimana dimandatkan oleh Annex 13 Konvensi Chicago, dengan fokus kegiatan konkrit yaitu pelatihan, pertukaran keahlian, informasi dan pengalaman. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Petani Pala Kembangkan Agrowisata

this formate

BANDA NEIRA, MALUKU, bisniswisata.co.id: Selain memiliki puluhan hektare kebun pala, para petani pala di Banda Neira, Kabupaten Maluku Tengah, juga mengembangkan agrowisata di perkebunan mereka. Meskipun, pengembangannya masih diliputi sejumlah keterbatasan.

Sahirun Ishak, ketua Kelompok Tani Mekar Indah, Dusun Mangko Batu, Desa Rajawali, Kecamatan Banda, mengatakan, saat ini para pekebun yang tergabung dalam sejumlah kelompok tani tengah berupaya mengembalikan kejayaan pala di Banda Neira. Di antaranya, mereka kembali menggunakan sistem pertanian organik yang saat ini menjadi tren permintaan konsumen di berbagai negara.

Selain itu, kelompok tani juga mengembangkan sektor pariwisatanya berbasis pertanian (agrowisata). Tujuannya adalah untuk mengingatkan orang bahwa Banda Neira pernah menjadi pusat perdagangan pala dunia sejak ratusan tahun lalu.

Di antara pembangunan agrowisata itu adalah membangun spot-spot tempat selfie bagi para pengunjung. Di bawah puluhan payung-payung, para pengunjung bisa berfoto dengan berlatar pohon-pohon pala. Juga dikembangkan peternakan sapi. Selain untuk mengundang perhatian pengunjung, peternakan sapi ini juga bisa dimanfaatkan karena kotorannya bisa digunakan sebagai pupuk organik.

“Alhamdulilah, sejak dicanangkan oleh pemerintah pada 2016 lalu, setiap bulan sedikitnya ada 200 wisatawan baik lokal maupun asing yang berkunjung ke sini,” kata Sahirun seperti dilansir laman Republika, Ahad (02/12/21018).

Namun, Sahirun mengatakan, pengembangan agrowisata ini juga mengalami kendala. Ada sejumlah fasilitas pendukung yang belum dibangun. Di antaranya yaitu toilet dan sarana air bersih. “Ini yang agak merepotkan pengunjung,” kata Sahirun.

Karena itu, Sahirun meminta bantuan pemerintah untuk mendukung sejumlah fasilitas ini. Hal tersebut bertujuan agar pelayanan bagi para pengunjung lebih meningkat.

Direktur Perlindungan Perkebunan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementan, Dudi Gunadi meminta Pemprov Maluku untuk memperhatikan keluhan petani. Namun, Dudi mengingatkan agar para petani untuk selalu bekerja keras mengembalikan kejayaan pala di Banda Neira. “Bagi kita, siapa petani yang bekerja keras dan sungguh-sungguh, tentu akan mendapatkan perhatian,” kata Dudi.

Dudi mengatakan, para petani pala di Banda Neira sudah menunjukkan upaya kerja kerasnya dalam meningkatkan kembali kejayaan lada. Karena itu, Banda Neira ditetapkan oleh pemerintah sebagai Kawasan Pala Berbasis Korporasi Petani.

Kelompok Tani Mekar Indah di Dusun tersebut mendapat bantuan dari Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan Ambon untuk mengembangkan produksi pala secara organik. Ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas hasil produksi pala.

Dudi pun meminta Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan Ambon untuk membantu petani mencarikan pembeli pala petani dan membuat standar pala. Selain itu, ia juga berharap pala Banda bisa diolah menjadi produk lainnya. Sehingga yang dijual dan ekspor ke luar negeri tak hanya berupa biji kering.

Dudi juga menyampaikan kepada para petani di pulau Banda untuk belajar dan membangun kembali kejayaan pala Banda seperti dahulu kala. “Jadi pala Banda jangan hanya sekadar cerita masa lalu.”

Terdapat enam kelompok tani yang hadir dalam acara launching Kawasan Pala Berbasis Korporasi Petani di Istana Mini, Banda. Mereka yaitu kelompok tani Perek Indah, Tanjung Seram, Anggrek, Air Naga, Butung Indah dan Harapan Maju.

“Kementan melalui Permentan No.18 tahun 2018 tentang pengembangan pertanian berbasis korporasi menjadi komitmen pemerintah untuk menaikkan skala kualitas dan produk pertanian, termasuk perkebunan. Para petani pala Banda yang sudah dari dulu terkenal sebagai penghasil pala terbaik akan dikorporasikan melalui Lembaga Ekonomi Masyarakat (LEM),” kata Dudi.

Sehingga, dalam hal ini, sertifikasi menjadi hal penting yang perlu dipahami dan dilakukan para petani untuk menjaga kualitas pala mereka. Sertifikasi menjadi label yang menerangkan produk yang dihasilkan memiliki standar dan kualitas terjamin. Apalagi banyak produk perkebunan Indonesia yang diekspor ke luar negeri, termasuk pala Banda.

Standar organik sendiri diterapkan sebagai standar pala Indonesia. Sementara itu masih terdapat sertifikasi lain yang dimiliki berbagai negara dengan kualitas dan persyaratan lainnya. (EP)

Tertibkan Sikap Turis, Aturan Berwisata di Roma Diperketat

this formate

ROMA, bisniswisata.co.id: Sejumlah regulasi baru akan diberlakukan guna menertibkan sikap turis di Roma, Italia. Konsumsi dan penjualan alkohol akan sangat dibatasi di penjuru kota. Penjualan tiket tak resmi oleh calo tiket akan dilarang keras. Turis juga tak diperbolehkan makan dan minum di situs wisata terkenal, seperti Spanish Steps.

Mengutip Lonely Planet, Ahad (02/12/2018), Walikota Roma Virginia Raggi mengatakan peraturan ini akan diberlakukan sebagai upaya perlindungan kualitas hidup di Roma. Hal tersebut tentunya dapat dimengerti, melihat banyak destinasi wisata di penjuru dunia yang terpaksa hilang keindahan dan daya tariknya karena ulah turis tak bertanggung jawab.

Sebelumnya, banyak pelancong ditemukan tengah merusak atau bahkan menceburkan diri di kolam air mancur Spanish Steps. Perkara alkohol, konsumsi dan penjualan minuman beralkohol di pub pinggir jalan akan dilarang mulai pukul 10 malam sampai 7 pagi.

Pada waktu tenggang ini, konsumsi minuman dengan kemasan botol kaca apapun dilarang di wilayah publik sampai pukul 11 malam. Untuk klub malam, waktu tenggang konsumsi alkohol akan dilonggarkan hingga pukul 2 pagi.

Penjualan alkohol di daerah-daerah tertentu di kota juga dilarang. Penjualan tiket atraksi wisata secara tak resmi oleh calo tiket akan dilarang keras. Peraturan-peraturan ini sudah mulai diberlakukan sementara di Roma. Namun peraturan akan segera dipermanenkan setelah menerima persetujuan akhir. (EP)

2019, Bandara di Sukabumi Dibangun

this formate

SUKABUMI, bisniswisata.co.id: Bandar Udara (Bandara) Sukabumi, Jawa Barat dipastikan akan dibangun awal 2019, saat ini berbagai persiapan telah dilakukan. Rencana pembangunan bandara itu, dilontarkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) usai meresmikan Jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) sesi I Ciawi-Cigombong pada Sabtu (1/12).

“Presiden RI Joko Widodo menyebutkan bahwa pembangunan Bandara Sukabumi dilakukan pada 2019 dan ini merupakan kabar baik buat warga Kabupaten Sukabumi,” kata Wakil Bupati Sukabumi Adjo Sardjono di Sukabumi, Minggu (02/12/2018).

Menurutnya, pembangunan bandara ini tentunya akan membantu Kabupaten Sukabumi dalam permasalahan sarana dan prasarana transportasi, apalagi saat ini Pemkab Sukabumi tengah menggencarkan promosi objek wisata Geopark Ciletuh Palabuhanratu.

Dengan adanya bandara ini, juga dipastikan kedatangan wisatawan baik dari nasional maupun mancanegara akan bertambah drastis karena wisatawan akan lebih mudah datang ke berbagai objek wisata yang diinginkan.

Konektvitas perhubungan transportasi yang saat ini tengah gencar dibangun pemerintah pusat di Kabupaten Sukabumi salah satu wujud perhatian karena potensi yang dimiliki kabupaten terluas di Pulau Jawa dan Bali ini sangat mumpuni.

“Warga Kabupaten Sukabumi harus siap menyambut pembangunan ini karena dampaknya sangat positif dan tentunya harus dimanfaatkan sebaiknya untuk meningkatkan taraf ekonomi dan kesejahteraan,” tambahnya.

Sebelumnya, Pejabat Sementara (Pjs) Kepala Desa Cimanggu, Kecamatan Cikembar Haris mengatakan Dinas Perhubungan Provinsi Jabar sudah memasang patok di area lahan yang akan dijadikan tempat pembangunan Bandara Sukabumi. Patok tersebut diyakini tanda untuk pembangunan fisik mulai dari landasan pacu (runway) dan fasilitas lainnya.

“Dengan adanya pemasangan patok tersebut kemungkinan besar pembangunan akan segera dimulai dan untuk pembebasan lahan informasinya dalam waktu akan terlaksana,” katanya. (EP)

Dubai Tawarkan Wisata Pantai Pilihan di Tutup Tahun

this formate

DUBAI, bisniswisata.co.id: Dubai mungkin cocok untuk menghabiskan libur pergantian tahun. Banyak hal bisa dilakukan di kawasan yang tengah naik daun ini. Mulai dari petualangan padang pasir, menjelajahi peninggalan lawas, hingga menikmati pesona pantai yang memiliki reputasi bagus di Teluk Arab.

Jika ingin menjelajahi pantai Dubai, berikut rekomendasi dari Dubai Tourism lewat keterangan tertulis, Sabtu (01/12/2018). Dari pantai yang eksklusif dan mewah hingga trendi dan santai semua ada. Dubai memiliki beach club untuk berbagai gaya dan juga budget.

#. Nikki Beach

Merek resor internasional ini menjadi pelopor di Pearl Jumeirah yang baru akan dibuka. Kawasan ini didekorasi menyerupai South Beach Miami dengan dominan warna putih cerah, sentuhan tribal dan suasana stylish. Nikki Beach Dubai menampilan arsitektur yang canggih dan desain modern. Anda dapat berjemur seraya memesan memesan menu-menu unik yang lezat. Tempat ini juga disiapkan untuk perhelatan esta mewah, hiburan luar biasa dan pemandangan dari Downtown Dubai. Ada cabana tertutup dan terbuka, cabana VIP utama, beranda shisha dengan 4 tingkat, musik santai dan layanan terbaik.

#. Azure Beach Club

Azure Beach membawa suasana mediterania ke pantai Dubai. Kawasan ini menyediakan pemandangan luas dan perairan tanpa batas. Infinity pool di Azure Beach menawarkan tempat bersantai dan menikmati lingkungan yang elok. Pengunjung dapat mecelupkan kaki kedalam kolam, menikmati sinar matahari dari sunbed, atau menikmati matahari di pantai. Tersedia pula halaman yang luas, sangat cocok untuk hiburan keluarga di sore hari. Lalu ada cabana yang mewah, beach club pribadi yang menawarkan suasana santai. Jika mau anak-anak bisa menyambangi Kids Club yang telah disediakan. Tentu saja semua itu dilngkapi dengan masakan kelas dunia dan hiburan keluarga yang menyenangkan.

#. Terrace at Burj Al Arab

Terletak di hotel paling ikonik di Dubai, the Terrace adalah satu diantara restoran, kolam renang, pantai dan cabana terbaik. Pengunung dapat merasakan keramahan Arab terbaik. Tempat ini digadang-gadang sebagai kawasan hasil dari terobosan kombinasi dari design kreatif kelautan dan teknik modern. Terdapat di lahan sebesar 10 ribu meter persegi tempat ini membentang 100 meter ke laut dan memiliki dua kolam renang yang menakjubkan. Di cabana anda akan dilayani pelayan pribadi.

#. Barasti Beach

Barasti Beach terkenal menjadi lokasi untuk melihat pemandangan kota yang ramai sepanjang harinya. Untuk masuk kawasan ini pengunjung tak dipungut biaya. Barastri berlokasi dengan latar belakang Dubai Marina yang menakjubkan. Area ini memeiliki tempat duduk outdoor yang luas, area kolam renang di tepi pantai, dan layar lebar untuk menonton pertandingan olahraga. Terdapat pula tempat duduk untuk pengunjung yang tidak suka berjemur. Jika malam, beach club ini memanggungkan live music.

# Palm Island

Tempat wisata menarik dan menawan lainnya yang ada di Dubai. Alasan mengapa obyek wisata ini begitu istimewa adalah karena Palm Island dikenal sebagai pulau buatan yang berisikan banyak atraksi wisata atraktif, hotel-hotel yang terkenal, shopping mall dan fashion mewah yang akan membuat para wisatawan otomatis merasa dimanjakan. Jika ingin ke sebuah wisata yang sarat akan inspirasi, Palm Island adalah yang paling tepat karena di sana banyak tempat hiburan, pantai-pantai cantik, theme park, akuarium serta beragam olahraga air yang menyenangkan. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Aktivitas Merapi Tinggi, Wisatawan Dilarang Mendaki

this formate

SLEMAN, bisniswisata.co.id: Aktivitas Gunung Merapi di Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, meningkat yang ditunjukkan adanya titik api di puncak. Ini membuat masyarakat yang tinggal di lereng gunung tersebut fokus pada mitigasi bencana. Bahkan wisatawan yang hoby traveling mendaki gunung untuk sementara dilarang mendaki hingga situasi kembali normal

“Dengan adanya peningkatan aktivitas Gunung Merapi beberapa waktu terakhir ini kami telah mempersiapkan berbagai skenario untuk mitigasi bencana,” kata Kepala Desa Kepuharjo Kecamatan Cangkringan Heri Suprapto, Sabtu (01/12).

Menurut dia, persiapan yang dilakukan tersebut, yakni memperbaiki jalur evakuasi bencana secara mandiri. Selain itu, memperbaiki barak pengungsian dan menambah jumlah tempat mandi, cuci, dan kakus (MCK).

“Semua sudah kami persiapkan seoptimal mungkin, dan untuk selanjutnya kami menunggu instruksi dari pihak berwenang, baik itu dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) maupun Pemkab Sleman (BPBD),” ucapnya seperti dilansir Antara.

Ia mengatakan, pemerintah desa juga telah mempersiapkan beberapa barak untuk warga Desa Kepuharjo. “Barak pertama ada di Desa Kepuharjo yang berjarak 10 kilometer dari puncak. Kemudian ada barak di Desa Wukirsari, Kiyaran, Bimomartani dan Umbulmartani yang ada di Kecamatan Ngemplak jika memang radius bahaya lebih dari 10 kilometer,” katanya.

Kepala Desa Glagaharjo, Cangkringan, Suroto yang wilayahnya juga punya potensi dampak erupsi Merapi terbesar mengatakan pihaknya juga telah mempersiapkan beberapa barak pengungsian bencana erupsi Merapi. “Barak pertama di Balai Desa Glagaharjo. Jika jarak radius aman diperluas maka pihak desa telah mempersiapkan barak di Argomulyo dan di Sindumartani Kecamatan Ngemplak,” katanya.

Menurut dia, untuk kebutuhan mitigasi bencana lainnya pihaknya juga telah mempersiapkan seperti perlengkapan untuk dapur umum, armada evakuasi warga maupun kebutuhan perlengkapan lainnya. “Kami sudah mulai siapkan kebutuhan mitigasi sejak saat ini, dan ketika memang diinstruksikan untuk evakuasi warga, kami sudah siap” katanya. (EP)

Mandi Lumpur Bersama Gajah, Atraksi Wisata Baru Bali Zoo

this formate

GIANYAR, bisniswisata.co.id: Kebun binatang Bali Zoo Gianyar, Bali, menyuguhkan atraksi wisata baru mandi lumpur bersama gajah. Program ini untuk melakukan edukasi terkait konservasi sekaligus program menarik menjelang liburan akhir tahun. “Program mandi lumpur bersama gajah ini yang pertama ada di Indonesia,” kata Kepala Hubungan Masyarakat Bali Zoo Emma Kristiana Chandra di Desa Singapadu, Gianyar, Bali, Sabtu (01/12/2018).

Menurut Emma, program baru tersebut diharapkan semakin mendekatkan masyarakat dengan hewan yang dilindungi. Dengan begitu diharapkan mereka memahami konservasi dan ikut menyayangi satwa dengan tubuh berukuran jumbo itu.

Atraksi unik yang dikenalkan kepada publik sejak 23 November 2018 itu bertempat di dekat Villa Sancto yang masih berada dalam kawasan kebun binatang tersebut. Bali Zoo mengerahkan beberapa gajah koleksi mereka di antaranya tiga betina yakni Adelia berusia 28 tahun, Moli (25) dan Nurhayati (27).

Pengelola membuat dua kolam yang masing-masing sudah bercampur lumpur dan pasir di lahan seluas sekitar dua are. Kawasan itu dikelilingi pemandangan pepohonan hijau dan tepi Sungai Oos.

Sebelum bermain lumpur, seperti dilansir Republika.co.id, wisatawan diberi tahukan tata tertib permainannya. Meliputi etika ketika bersama dengan satwa dengan ciri khas gading dan belalai tersebut. Setelah itu, pengelola menyiapkan makanan favorit gajah berupa buah-buahan seperti semangka dan labu kuning sebelum hewan itu digiring ke kolam lumpur buatan.

Wisatawan kemudian dapat mandi di kolam lumpur bersama gajah, termasuk ikut mengusap tubuh hewan besar itu dengan lumpur. Atraksi itu pun membuat wisatawan bergembira karena memberikan sensasi yang menghibur dan merasakan keseruan bermain bersama gajah, meski badan mereka bercampur lumpur.

“Seru sekali apalagi dinikmati bersama keluarga. Ini juga memiliki nilai edukasi yang baik untuk mengajarkan anak-anak lebih dekat dengan satwa dan alam, dan agar mereka tidak takut kotor, karena terkadang kotor itu menyenangkan,” kata wisatawan asal Jakarta, Laode Rendrian. (EP)