Mandi Lumpur Bersama Gajah, Atraksi Wisata Baru Bali Zoo

0
110
Wisatawan milenial menunggang gajah sumatra Bali Zoo, Gianyar, Bali, (Foto:. ANTARA/Ismar Patrizki)

GIANYAR, bisniswisata.co.id: Kebun binatang Bali Zoo Gianyar, Bali, menyuguhkan atraksi wisata baru mandi lumpur bersama gajah. Program ini untuk melakukan edukasi terkait konservasi sekaligus program menarik menjelang liburan akhir tahun. “Program mandi lumpur bersama gajah ini yang pertama ada di Indonesia,” kata Kepala Hubungan Masyarakat Bali Zoo Emma Kristiana Chandra di Desa Singapadu, Gianyar, Bali, Sabtu (01/12/2018).

Menurut Emma, program baru tersebut diharapkan semakin mendekatkan masyarakat dengan hewan yang dilindungi. Dengan begitu diharapkan mereka memahami konservasi dan ikut menyayangi satwa dengan tubuh berukuran jumbo itu.

Atraksi unik yang dikenalkan kepada publik sejak 23 November 2018 itu bertempat di dekat Villa Sancto yang masih berada dalam kawasan kebun binatang tersebut. Bali Zoo mengerahkan beberapa gajah koleksi mereka di antaranya tiga betina yakni Adelia berusia 28 tahun, Moli (25) dan Nurhayati (27).

Pengelola membuat dua kolam yang masing-masing sudah bercampur lumpur dan pasir di lahan seluas sekitar dua are. Kawasan itu dikelilingi pemandangan pepohonan hijau dan tepi Sungai Oos.

Sebelum bermain lumpur, seperti dilansir Republika.co.id, wisatawan diberi tahukan tata tertib permainannya. Meliputi etika ketika bersama dengan satwa dengan ciri khas gading dan belalai tersebut. Setelah itu, pengelola menyiapkan makanan favorit gajah berupa buah-buahan seperti semangka dan labu kuning sebelum hewan itu digiring ke kolam lumpur buatan.

Wisatawan kemudian dapat mandi di kolam lumpur bersama gajah, termasuk ikut mengusap tubuh hewan besar itu dengan lumpur. Atraksi itu pun membuat wisatawan bergembira karena memberikan sensasi yang menghibur dan merasakan keseruan bermain bersama gajah, meski badan mereka bercampur lumpur.

“Seru sekali apalagi dinikmati bersama keluarga. Ini juga memiliki nilai edukasi yang baik untuk mengajarkan anak-anak lebih dekat dengan satwa dan alam, dan agar mereka tidak takut kotor, karena terkadang kotor itu menyenangkan,” kata wisatawan asal Jakarta, Laode Rendrian. (EP)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.