13 – 21 Desember 2018, Festival Penjor di Borobudur

this formate

MAGELANG, bisniswisata.co.id: Candi Borobudur punya acara menarik di penghujung tahun 2018. Event itu bertajuk Festival kreasi penjor tradisional Nusantara, untuk meramaikan Borobudur Cultural Feast di kawasan Candi Borobudur, pada 13-21 Desember 2018.

Festival ini merupakan sebuah ajang kreativitas seni membuat rancangan penjor dengan ciri khas tradisi Nusantara. Peserta lomba dibagi dalam dua kategori, yakni peserta dari desa-desa sekecamatan Borobudur dan peserta umum. Peserta dari desa terdiri atas 20 tim. Sedang peserta umum meliputi wakil dari sekolah, komunitas, instansi pemerintah, instansi swasta, dan perseorangan.

Dalam lomba ini peserta diminta merancang kreasi penjor dengan standar ukuran bambu penjor pada umumnya. Penilaian penjor meliputi kriteria penampilan desain, artistik, dan kreativitas penggunaan bahan.

Bahan penjor dapat menggunakan kain bahan alam (kering, kayu, aksesoris, bahan bekas daur ulang). Penjor boleh menggunakan lampu penerangan mandiri atau tanpa sambungan sumber daya listrik.

Peserta desa masing-masing minimal membuat 10 penjor kreasi dengan desain berbeda untuk setiap penjor. Bahan materi pembuatan penjor diwajibkan untuk menggunakan bahan yang tahan lama serta dipasang. Penjor harus terpasang mulai 13-21 Desember 2018.

Selain festival penjor, pada Borobudur Cultural Feast juga digelar festival bregada keprajuritan. Peserta festival bregada adalah kelompok dari semua desa di Kecamatan Borobudur, masing-masing minimal beranggotakan 20 orang dan satu komandan.

Dalam lomba ini peserta wajib mengenakan kostum tradisi khas Borobudur dan mengikuti kirab dengan rute lomba di seputar Taman Lumbini Candi Borobudur.

Borobudur Cultural Feast ketiga ini 90 persen ditangani oleh masyarakat borobudur. Tema Borobudur Cultural Feast ketiga adalah Hamemayu Haruming Borobudur, yang artinya kesyukuran tiada henti untuk Borobudur. Sebuah doa perenungan permohonan kepada Tuhan YME agar kisah kejayaan masa lampau dapat senantiasa terwujud pada masa sekarang sampai nanti. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Tiket Objek Wisata Umbul Manten dari Rp 6.000 Jadi Rp 100 Ribu

this formate

KLATEN, bisniswisata.co.id: Entah faktor latah atau ada motivasi lainnya, yang jelas kini objek wisata di Indonesia ramai-ramai menaikkan tiket masuk bagi wisatawan nusantara maupun mancanegara, yang berkunjung ke destinasi wisata. Kenaikan itu akan diterapkan juga Umbul Kemanten di Klaten Jawa Tengah.

Destinasi wisata milik Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sinergi, Desa Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, berencana menaikkan harga tiket masuk obyek wisata Umbul Kemanten dari Rp 6.000 menjadi Rp 100 ribu per orang.

Umbul Manten adalah pemandian dari mata air alami yang menjadi tempat favorit bagi para pecinta foto bawah air (underwater) selain Umbul Ponggok di Desa Ponggok, Polanharjo, Klaten. Umbul Kemanten berjarak sekitar 4,5 kilometer di timur Umbul Ponggok. “Harga tiket Umbul Manten jadi Rp 100 ribu itu rencananya berlaku pada 2019,” kata Direktur BUMDes Sinergi, Imron.

Namun, Imron belum memberikan kepastian tanggal atau bulan mulai diterapkan kenaikan harga tiket baru yang nilainya cukup fantastis yakni hampir 17 kali lipat dari harga tiket semula. Saat ini BUMDes Sinergi menyiapkan pekerjaan untuk menata, menjaga, mengembalikan keasrian Umbul Manten di perbatasan Kabupaten Klaten dan Boyolali itu.

“Umbul Manten akan kami jadikan kawasan khusus bagi wisatawan yang benar-benar ingin memanjakan diri dipemandian yang masih terjaga kelestarian alamnya,” kata Imron.

Menurutnya, kenaikan harga tiket itu sebanding dengan keindahan yang ditawarkan Umbul Manten. Selain memiliki air yang jernih dan segar, umbul yang luasnya hanya berkisar 100 meter persegi dan berkedalaman sekitar 1,5 – 2 meter juga senantiasa teduh karena naungan sejumlah pohon beringin tua di tepiannya.

Ditambah aliran sungai kecil nan dangkal serta hamparan sawah padi dan tanaman cenil (selada air) yang sekelilingnya, Umbul Kemanten kian sedap dipandang mata. “Rencana kenaikan harga tiket Umbul Manten tidak terlalu memberatkan bagi para wisatawan yang memang mencari destinasi ekoturisme atau kegiatan pariwisata yang berwawasan lingkungan dan mengutamakan aspek konservasi alam,” tambahnya,

“Belum lama ini kami studi banding ke salah satu obyek wisata pemandian di Kota Surakarta. Harga tiketnya juga Rp 100 ribu dan tetap ramai pengunjung meski bukan dari mata air alami,” sambungnya.

Meski harga tiket pemandian di sejumlah umbul atau kolam renang di wilayah Kecamatan Polanharjo masih relatif murah, di bawah Rp 20.000, Imron mengaku tidak khawatir jika Umbul Manten ditinggal pengunjung setianya. “Karena konsep Umbul Manten yang baru ini mengedepankan kualitas, bukan mengejar kuantitas.” sambungnya.

Menurut salah satu fotografer profesional dari Kecamatan Delanggu, Klaten, Agik Maruto, harga tiket Umbul Kemanten Rp 100.000 per orang terlalu mahal. “Tiket Umbul Ponggok yang hanya Rp 15.000 saja masih sering dikeluhkan wisatawan,” kata fotografer muda yang karya-karya foto bawah airnya sering menjadi viral di media sosial.

Sebagai fotografer spesialis bawah air, Agik cukup sering mengajak kliennya ke Umbul Manten. Agik hanya mematok tarif Rp 250.000 untuk jasa foto bawah air di Umbul Manten dengan durasi pemotretan satu jam. Tarif Rp 250.000 itu sudah meliputi harga tiket masuk untuk empat orang, yaitu klien, fotografer, dan kru. “Selain bayar tiket untuk empat orang, saya biasanya juga masih memberi tambahan Rp 50 ribu,” kata Agik.

Hal senada diutarakan Nurul, pehobi traveling asal Kota Surakarta. “Tiket Umbul Manten Rp 100 ribu itu terlalu mahal. Masih banyak obyek wisata lain di Solo Raya yang juga mengandalkan keasrian alamnya tapi tiketnya tetap terjangkau,” kata dia seperti dilansir laman Tempo.co, Kamis (13/12).

Turis asal Eindhoven, Belanda, Didi Sewuster, Umbul Kemanten layaknya surga tersembunyi meski lokasinya tidak jauh dari permukiman warga. “Selama ini wisatawan mancanegara hanya terpusat di Kota Jogja yang sudah terlalu touristic. Ternyata tidak jauh dari Jogja ada tempat sebagus ini,” kata mahasiswi Academie Verloskunde Maastricht tengah berlibur dan jadi relawan pengajar bahasa Inggris di Jogja.

Didi berkunjung ke Umbul Kemanten beberapa waktu lalu sebelum ada wacana kenaikan harga tiketnya menjadi Rp 100 ribu. “Selain tempatnya menarik, harga-harga di sini masih sangat murah,” kata Didi. (EP)

IATA: 2019, Laba Industri Penerbangan Tetap Tumbuh

this formate

JENEWA, bisniswisata.co.id: Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) menilai meski pertumbuhan ekonomi global kemungkinan melambat, namun laba bersih industri penerbangan di seluruh dunia pada 2019 diperkirakan akan tetap tumbuh. Sepanjang 2018, diprediksi laba bersih industri penerbangan mencapai 35,5 miliar dolar AS, sedikit di atas perkiraan 32,3 miliar dolar AS.

Melambatnya, sebuat IATA, karena harga minyak yang lebih rendah dan pertumbuhan ekonomi global yang solid, meskipun lebih lambat, memperluas lompatan keuntungan bagi industri penerbangan global.

IATA memprediksi tahun 2019 akan menjadi tahun kesepuluh dari laba dan tahun kelima berturut-turut di mana maskapai penerbangan memberikan pengembalian modal yang melebihi biaya modal industri, menciptakan nilai bagi para investornya.

“Kami telah memperkirakan bahwa kenaikan biaya-biaya akan melemahkan profitabilitas pada 2019. Tetapi penurunan tajam dalam harga minyak dan proyeksi pertumbuhan PDB yang solid telah memberikan sebuah penyangga,” kata Direktur Jenderal dan CEO IATA Alexandre de Juniac, Kamis (13/12/2018).

Prospek industri tahun 2019 didasarkan pada harga minyak rata-rata yang diantisipasi sebesar 65 dolar AS per barel. Perkiraan harga rata-rata ini lebih rendah dari 73 dolar AS yang dialami pada tahun 2018, menyusul peningkatan produksi minyak dan peningkatan cadangan minyak AS.

Menurut IATA, bahan bakar diperkirakan mencapai 24,2 persen dari biaya operasi rata-rata maskapai penerbangan. Industri penerbangan di semua wilayah, kecuali Afrika, diperkirakan akan melaporkan keuntungan pada 2018 dan 2019, kata IATA.

Sementara operator di Amerika Utara terus memimpin pada kinerja keuangan, mencapai hampir setengah dari total keuntungan industri, operator Asia-Pasifik, terutama operator biaya rendah baru, melihat pertumbuhan yang kuat karena pertumbuhan ekonomi regional yang kuat. “Tetapi ada risiko-risiko penurunan karena lingkungan ekonomi dan politik tetap bergejolak,” kata Alexandre.

Dilanjutkan, industri penerbangan membutuhkan, misalnya, lebih banyak kejelasan tentang bagaimana Brexit akan dilakukan jika pertumbuhan yang solid dan mantap akan tercapai. Ia juga menyatakan keprihatinannya yang mendalam atas dampak pada industri oleh globalisasi yang kurang inklusif dan meningkatnya kebijakan proteksionis atau sengketa perdagangan atas dunia.

“Kemakmuran akan datang dengan perbatasan yang terbuka untuk orang dan perdagangan. Itu adalah prasyarat bagi penerbangan untuk memberikan yang terbaik untuk pembangunan ekonomi dan sosial global,” katanya.

Didirikan tahun 1945, IATA adalah asosiasi perdagangan dari 290 maskapai penerbangan dari 117 negara dan wilayah, mewakili sekitar 82 persen lalu lintas udara global. Berkantor pusat di Montreal, Kanada, dan dengan kantor di Jenewa, Swiss, mendukung kegiatan maskapai dan membantu merumuskan kebijakan dan standar-satandar industri. (EP)

Taman Impian Jaya Ancol, Legenda Objek Wisata ini Mati Suri

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta kini kian meredup, mati suri. Kunjungan wisatawan lokal, nasional hingga internasional pun semakin drop. Dampaknya Pasar Seni di kawasan wisata yang berdiri tahun 1966 ini, ditinggalkan para seniman dan booth mereka ada yang tidak buka. Karena tak ada satupun wisatawan yang datang untuk melihat karya seni, apalagi membeli.

Pasar Seni yang sudah meng-Indonesia bahkan mendunia, kini kondisinya merana. Bangunannya pada lapuk dan kusam, sayangnya sengaja dibiarkan oleh pengelola. Sehingga auranya tak muncul. Begitupula dengan Pantai Festival, Pantai Bende, dan mal yang sepertinya belakangan terlihat mati suri.

“Ya kondisinya memang sudah seperti ini sekarang Pasar Seni Ancol Mas, sudah tidak jaya seperti tahun- tahun lalu,” ucap Made, salah satu pemilik galery lukis. Ia sendiri, bahkan sudah tidak banyak bergantung pembeli lagi pada pengunjung yang datang ke tempat wisata tersebut.

Dengan memanfaatkan teknologi seperti media sosial (medsos) atau relasi miliknya, pria asal NTB tersebut, mengaku dapat lebih menjajakan karya seninya sendiri. “Hampir dibilang untuk penjualannya saat ini lebih banyak dari medos, ketimbang mereka yang langsung datang ke sini,” jelasnya seperti dilansir Poskotanews.com, Kamis (13/12/2018).

Lantaran sepi, pemilik galery dengan sesamanya menghabiskan waktunya bermain catur. Baginya, hal itu dapat menghilangkan sedikit rasa jenuh sambil berharap ada pembeli atau mendapat orderan membuat lukisan.

Nasib serupa juga melanda Ancol Beach City Mall atau pusat perbelanjaan yang ada di dalam kawasan Taman Impian Jaya Ancol. Berbeda dengan Mal pada umumnya, pusat perbelanjaan satu ini kondisinya sama dengan Pasar Seni.

Bahkan, beberapa toko, seperti toko pakaikan dan tempat permainan banyak memilih tutup. Dan beberapa toko yang buka tersebut, lebih kepada restoran siap saji atau cafe dimana kalau pun mereka yang beli lebih banyak untuk menghabiskan waktunya ketimbang memesan menu makanan.

Obyek wisata unggulan di Jakarta ini sejak lama dikenal bukan saja warga Jakarta dan sekitarnya, tetapi juga seantero nusantara dan mancanegara. Ancol memang populer, melegenda dan dari masa ke masa banyak dikunjungi wisatawan. Tak heran bila Ancol adalah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemprov DKI Jakarta, menjadi andalan pendulang pendapatan ke kas daerah.

Tiada hari, terutama pada hari libur dan hari besar lainnya seperti Lebaran, Natal, Tahun Baru obyek wisata yang diplot Pemprov DKI Jakarta sebagai kawasan wisata terpadu selalu banjir pengunjung. Linier dengan itu, pemasukan pun mengalir deras ke kas daerah.

Aneka obyek wisata disajikan pengelola Ancol. Di area pariwisata terintegarsi seluas lebih kurang 552 hektare di bibir pantai itu, terdapat beragam tempat rekreasi dan resor. Ada pantai dan taman, Dunia Fantasi (Dufan), Atlantis Water Adventure (Atlantis), Ocean Dream Samudra (Samudra), Sea World, Putri Duyung Cottages, Marina, Pasar Seni, Kereta Gantung (Gondola) dan lainnya.

Bukan itu saja, di Ancol juga ada puluhan kios penjual souvenir, makanan dan minuman, resto, kafe maupun mal. Ancol juga asyik bila untuk berwisata kuliner. Seiring perkembangan zaman dan bermunculannya obyek-obyek wisata berkelas di daerah penyangga seperti Bogor, Bekasi, Tangerang dan lainnya, Ancol mulai ditinggalkan apalagi harga masuknya dirasakan sangat mencekik.

Disisi lain, Ancol tidak ada inovasi terhadap obyek wisatanya, terkesan monoton. Malah pernah bersengketa dengan penyewanya, Sea World contohnya. Beberapa anggota DPRD DKI Jakarta mengkritik bahwa sajian yang disuguhkan Ancol sangat monoton, tidak ada daya tariknya lagi. Akibatnya obyek wisata yang berlokasi di Jakarta Utara ini dari hari ke hari dinilai meredup.

Dasar mulai meredupnya Ancol, Dewan menyodorkan target pendapatan yang tidak tercapai. Pada 2018, dari target Rp68,4 miliar hanya terealisasi Rp59,9 miliar. Sedangkan tahun 2019, target setoran ke kas daerah hanya dipatok Rp58 miliar.

“Bila tidak ingin ditinggal lebih banyak lagi pengunjung, pengelola TIJA mutlak harus berbenah,” tegas Selamat Nurdin, anggota DPRD DKI Jakarta. Saat ini, lanjut dia, nama besar Ancol sebagai lokasi wisata kebangaan warga Jakarta mulai meredup.

“Pengelola Ancol harus mencari terobosan, sehingga Ancol bisa menjadi obyek wisata yang diinginkan warga, terutama kaum milineal. “Ancol harus mengikuti perkembangan zaman, kalau tidak bisa tergerus,” ucapnya sambil menambahkan saat ini pembangunan tempat wisata di daerah mitra seperti Bekasi, Bogor, dan lainnya sangat gencar. Kehadiran obyek-obyek wisata itu tentu menjadi pesaing Ancol.

Namun, lanjut dia, belum melihat upaya maksimal dari pengelola membenahi obyek wisata kebanggaan warga Jakarta itu. Contohnya, Pasar Seni Jaya Ancol yang tadinya menjadi pusat kegiatan, kini mulai redup. Kondisi serupa juga terjadi pada Pantai Festival, Pantai Bende, dan lainnya. “Pengelola harus terus berbenah, jangan sampai pengunjung menjadi bosan dan meninggalkannya,” ujarnya.

Dilanjutkan, Ancol harus kembali menjadi tujuan wisata andalan ibukota. Untuk itu, promosi harus digencarkan agar image Ancol tidak makin tenggelam. Pemberitaan di berbagai media harus digencarkan. “Karena saya dengar pengelola Ancol pilih-pilih media dalam memberikan informasi. Ini kan gak betul,” tandasnya serius.

Kini saatnya Ancol berbenah. Jadikanlah kritik sebagai obat dan pemacu bagi pengelola agar tetap unggul dalam persaingan bisnis obyek wisata yang kini sudah mulai mengepung Ancol. Carilah strategi jitu agar Ancol selalu dekat dengan masyarakat di mana pun. Misalnya dengan menyesuaikan tarif tiket masuk yang saat ini dirasa sangat mahal bagi warga kebanyakan. “Dengan tiket masuk terjangkau kantong, pengunjungnya membludak kembali dan nama besar Ancol yang sudah melegenda tidak meluntur,” sarannya. (EP)

Melongok Rumah Singgah Al Barkah Terminal Kampung Rambutan

this formate

Guru mengaji Ahmad Suhairi ( kiri) dan komunitas Les Bavardes

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Mencari Rumah Singgah Al Barkah di lingkungan terminal Kampung Rambutan menjadi tujuan sebuah komunitas bernama Les Bavardes, diwakili tujuh orang anggotanya.

Adhe, anggota komunitas Les Bavardes, alumni jurusan Bahasa Perancis IKIP Jakarta angkatan 1979 paling bersemangat mencari informasi maupun lokasi rumah singgah yang dibuat untuk memberikan perlindungan serta edukasi bagi anak-anak di Terminal Kampung Rambutan itu.

Untungnya Rumah Singgah Al Barkah mudah ditemukan. Letaknya di akses keluar bus antarkota antarprovinsi (AKAP) atau dekat dengan gardu listrik. Ada sedikit halaman rumput di depan gardu listrik itu. Beberapa alat permainan jungkat-jungkit. Prosotan berwarna biru dan mainan anak-anak lainnya berwarna cerah juga tersedia tepat di depannya.

Tono, anggota Kelompok Penyanyi Jalanan ( KPJ) Terminal Kampung Rambutan yang berada di rumah singgah itu segera menyambut rombongan dan membukakan pintu. Interior ruangan dalam layaknya ruang kelas Pendidikan Anak Usia Dini ( PAUD) tanpa bangku dan meja. Anak-anak cukup beraktivitas di lantai kayu.

Di atas saung yang ditempati Tono ada nomor telepon Bang Nur, sosok di balik keberadaan rumah singgah dan aktivitas disitu. Tono langsung mencari tahu keberadaan Bang Nur, sementara kami sibuk menelponnya.

Sayangnya  Bang Nur sapaan akrab dari Raden Supardi sedang tidak ada dilokasi tetapi kami tetap diterima oleh Tono, musisi jalanan yang menjadi relawan di rumah singgah  dan Ahmad Suhairi yang menjadi guru mengaji di situ.

“Anak-anak baru berkumpul selepas magrib untuk mengaji. Kalau berkumpul semua jumlahnya mencapai 70 anak usia di bawah 15 tahunan,” kata Ahmad Suhairi.

Rumah Singgah Al Barkah, Terminal Kampung Rambutan.

Di tengah kerasnya kehidupan Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, ada persinggahan bagi anak-anak yang biasa mangais rezeki di sana dengan pendidikan setara PAUD dan pengajian rutin sehingga membuat Rumah Singgah Al Barkah menjadi tempat favorit bagi semua orang.

“Kenyataannya bukan hanya anak-anak yang singgah, orang-orang dewasa dengan beragam problem dan kisah sedihnya juga bertahan sendiri di sini hingga mampu mencari solusi,” kata Ahmad Suhairi.

Seingat dia, Bang Nur memulainya dengan membangun sanggar di balik tembok terminal sekitar tahun 2000. Karena tergusur lalu sekarang pindah ke dalam terminal dekat gardu listrik. Ahmad sendiri mulai mengajarkan anak-anak mengaji tahun 2005.

“ Sekarang anak-anak yang saya ajarkan mengaji sudah besar-besar dan mandiri. Banyak yang sudah meninggalkan terminal. Alhamdulilah dengan adanya pengajian rutin anak-anak terminal selalu berupaya berbuat kebaikan,” kata Ahmad Suhairi pada rombongan.

Meski tidak berjumpa dengan anak-anak terminal, Tiwuk yang menjadi juru bicara rombongan menyerahkan sumbangan dan berharap rumah singgah bisa menjadi oase dan tempat belajar kehidupan yang positif.

Menularkan semangat kebaikan sejak awal ditanamkan Bang Nur yang secara swadaya membangun rumah singgah hingga akhirnya menjadi shelter bagi Tono dan banyak penghuni Terminal Kampung  Rambutan lainnya.

Bersama Eulis, Erna,  Atika, Ema, Adhe, pihaknya mengajak komunitas lain untuk terus memberdayakan kegiatan positif yang dipelopori Bang Nur di Terminal bus Kampung Rambutan itu, tempat yang menjadi tujuan maupun titik berangkat ke berbagai kota di Pulau Sumatra, Jawa dan Bali.

Tono ( kiri) dsn Bang Nur berkarya pula dengan menciptakan lagu-lagu wejangan bagi anak milenial  ( repro Tribunnews).

Keluar dari terminal, Bang Nur menghubungi lewat telpon. Alhasil banyak cerita yang bisa digali dari tokoh yang memiliki kepedulian tinggi pada masyarakat di lingkungannya ini.

Menurut Bang Nur, inisiatifnya membangun rumah singgah didasari oleh pengalaman pahit yang menimpa salah satu anggota keluarganya. “Kisahnya berawal dari dugaan seorang keponakan saya yang menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) sekitar 10 tahun yang lalu. Keponakan saya itu hilang, awalnya dibujuk menjadi pembantu rumah tangga (PRT) tapi sampai saat ini tidak ada kabarnya,” ucapnya prihatin.

Tak ingin keluarga lain mengalami nasib buruk, Bang Nur tergerak hatinya untuk memberikan wawasan lebih kepada generasi penerus bangsa terutama anak-anak jalanan yang minim mendapatkan pendidikan agar memiliki kompetensi dan mandiri.

Mantan asisten rumah tangga dan pedagang asongan ini juga mengalami pahit manisnya kehidupan di jalanan sehingga  menguatkan tekadnya untuk memberikan sesuatu bagi anak-anak di Terminal Kampung Rambutan.

“Saya dahulu ke Jakarta hanya berbekal pendidikan SD, itupun enggak dapat ijazah, semua pekerjaan sudah pernah saya jalanin, mulai dari asisten rumah tangga hingga pedagang asongan,” kata dia.

Berangkat dari semangat ketiadaan tanpa memiliki bekal pendidikan yang cukup tinggi, ia bertekad untuk memberikan kehidupan yang lebih baik bagi anak-anak remaja di Terminal Kampung Rambutan, baik pendidikan formal maupun spiritual.

Hasilnya Bang Nur pun mampu merangkul mereka untuk sama-sama menjaga keamanan lingkungan terminal. Begitu pula dalam hal mempertahankan aktivitas di rumah singgah, dia menyisihkan penghasilan dari warung yang dimilikinya.

Bang Nur juga tak sungkan mengumpulkan dana dari rekan-rekan di terminal itu untuk membantu keuangannya sehingga bisa terus berjalan. “Dari awal saya enggak pernah bersurat atau membuat proposal meminta bantuan sana-sini, sekuat saya saja dan bantuan teman-teman di sini,” tegasnya.

Ia sungkan meminta bantuan ke berbagai pihak termasuk pemerintah. “Kalau diminta keterangan soal anak-anak di sini, rudak ada dara yang pasti. Artinya kita juga enggak tahu data ibunya di mana, bapaknya di mana, karena anak-anak ini datang dari mana saja, kita enggak bisa ngarang-ngarang untuk itu,”

Kalau ada yang mau bantu, lebih baik datang langsung dan lihat sendiri apa yang dibutuhkan, tambahnya, seperti yang dilakukan komunitas Les Bavardes. Bang Nur yakin Allah pasti akan membantu niat baik umatnya.

Saat ini bersama Tono, musisi jalanan setempat dia tengah membuat lagu-lagu untuk kaum milenial agar melek politik,  tahu siapa yang akan dipilihnya dan yang penting jangan golput.

Dia juga banyak membuat lagu yang menceritakan realita kehidupan dan
melalui karyanya berupa lagu-lagu, berharap bisa mendapatkan penghasilan lebih banyak untuk membiayai rumah singgahnya.

“Kalau bukan kita siapa lagi, karena mereka adakah generasi kita.Harapan kami hanya dari karya lagu kami bersama rekan-rekan di sini bisa memberikan pemasukan lebih untuk memenuhi keperluan di sini,” ucap Bang Nur.

 

 

Incar Turis Religi, Wisata Meditasi di Borobudur

this formate

MAGELANG, bisniswisata.co.id: Borobudur selalu menjadi destinasi incaran wisatawan religi dari penjuru dunia. Sayangnya, hingga kini pusat meditasi belum tersedia. Padahal warisan budaya terbesar bagi umat Buddha, identik dengan meditasi. Tak ingin kehilangan peluang, Hotel Manohara membangun pusat meditasi bagi para pengunjung di area sekitar Candi yang sdh diakui UNESCO ini.

Menangkap tren yoga dan meditasi yang tengah booming, Hotel Manahora segera membangun sarana meditasi bagi para pengunjung. Sarana meditasi tersebut dibangin di utara Hotel Manohara yang menghadap ke arah candi.

“Destinasi wisata Borobudur belum punya pusat meditasi. Memang ada di beberapa titik yang melakukan secara kelompok kecil, seperti di Bukit Dagi Taman Wisata Borobudur. Kami coba ambil peluang ini, terlebih meditasi dan yoga tengah ngetren,” papar Direktur Pemasaran dan Pelayanan PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (TWC) Ricky SP Siahaan dalam keterangan tertulis, Rabu (12/12/2018).

Diakui, komunitas meditasi dan yoga sudah menjamur diberbagai negara. Hal ini yang menjadi pertanyaan dari berbagai wisatawan. “Karena ini adalah Candi Buddha tentu sangat melekat dengan meditasi dan yoga, jadi kenapa kita tidak membuat sarana tersebut?,” kata Ricky.

Pembangunan sarana meditasi ini diyakini Ricky dapat menjadi daya tarik tambahan bagi para eisatawan. Keberadaan pusat meditasi ini akan menjadi tanggung jawab PT TWC dalam “visitor managament” agar tidak semua orang beramai-ramai datang ke monumen tersebut.

“Jika selama ini para pengunjung beramai-ramai menaiki candi, kali inj berbeda. Jika mereka datang ke pusat meditasi maka mereka sambil menunggu untuk naik ke atas candi maka mereka mempunyai manfaat untuk bisa menguasai diri, kesabaran menunggu dan juga mendapatkan aura positif, energi positif lainnya melalui meditasi itu sendiri,” terang Ricky.

Rencananya, Ricky menambahkan, sarana meditasi ini dikelilingi kolam air untuk menambah kesan kesejukan, tanaman yang indah, suasana yang tenang dan lingkungan yang bersih, aman dan tertib. Apakah Anda tertarik bermeditasi di sini?. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Landasan Tergenang, Alfa Trans Tergelincir di Bandara Kasonaweja

this formate

TIMIKA, bisniswisata.co.id: Pesawat Alfra Trans Dirgantara dengan nomor lambung PK – ASE tergelincir di Bandara Kasonaweja, Kabupaten Mamberamo Raya, Provinsi Papua, Rabu (12/12/2018). Tak ada korban jiwa dalam kecelakaan ini. Tujuh penumpang dinyatakan selamat. Para penumpang yakni Martinus, Ronald, ely, Amos, Pilipus, Aser dan Epi.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Ahmad Musthofa Kamal membenarkan insiden tersebut. “Pesawat membawa 7 orang penumpang yang terdiri dari 6 orang dewasa dan 1 orang anak-anak. Pesawat lepas landas dari Bandara Sentani sekitar pukul 06.45 WIT,” kata Kamal, Selasa (12/12).

Dilanjutkan, pesawat yang mengangkut pilot, kopilot dan tujuh penumpang bertolak dari Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura sekitar pukul 06.40 WIT. Saat mendarat di Bandara Kasonaweja, Kabupaten Mamberamo Raya sekitar pukul 08.20 WIT tengah di guyur hujan dan landasan tergenang air, pesawat akhirnya tergelincir bahkan nyaris jatuh ke jurang. “Cuaca saat itu hujan,” kata Kamal

Seluruh penumpang selamat. Sedangkan pesawat mengalami kerusakan pada bagian baling-baling dan sayap. “Saat ini masih dilakukan penyelidikan peyebab tergelincirnya pesawat tersebut,” pungkas Kamal.

Menurut kesaksian warga setempat, saat landing, pesawat mendarat sudah setengah dari panjang landasan. Saat itu hujan turun dan landasan tergenang air. Pilot atas nama Kapten Tohirin tidak bisa mengendalikan pesawat dan tergelincir keluar dari area landasan.

“Saat ini pilot sedang dimintai keterangan di Pos BKO Polres Mamberamo Raya dan dikabarkan satu orang penumpang mengalami shock atas kejadian ini dan dirawat di Puskesmas setempat,” kata Kamal.

Pesawat yang dipiloti Kapten Tohirin, menurut kesaksian warga setempat, saat dilakukan pendaratan, pesawat mendarat sudah setengah dari panjang landasan, sehingga dimungkinkan pilot tidak bisa mengendalikan pesawat dan tergelincir keluar dari area landasan. “Saat ini pilot sedang dimintai keterangan di Pos BKO Polres Mamberamo Raya,” tambahnya. (EP)

Website Wisata Patung Kota Bandung Diluncurkan

this formate

BANDUNG, bisniswisata.co.id: Sekelompok mahasiswa Seni Rupa Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2015 meluncurkan website wisata patung kota di Bandung. Mereka mengumpulkan data sebaran patung kota dan menambahkan informasi riwayat patungnya. Sedikitnya ada 125 lokasi sebaran patung itu yang kebanyakan di pusat kota.

Seorang anggota tim, Kidung Kinanti mengatakan, mereka mengumpulkan data patung-patung di ruang publik Kota Bandung selama tiga tahun terakhir. “Jumlahnya bertambah signifikan dibandingkan periode 2000-2010,” katanya di Galeri Soemardja ITB, Selasa (11/12/2018).

Pada 2016 misalnya, jumlah patung kota bertambah lebih dari 20 buah. Pertumbuhan paling banyak tersebar di pusat kota seperti kawasan Jalan Dago dan sekitarnya. Adapun data yang dikumpulkan adalah patung yang berdiri sejak 1920-an hingga sekarang.

Menurut Kidung, pasca peluncuran hari Selasa itu, isi website masih ditambah dan performanya disempurnakan. “Target kami awal 2019 sudah bisa diakses secara penuh oleh pengguna,” ujar mahasiswi Seni Grafis ITB itu.

Website itu bernama Bandung Public Art Archive. Mereka berharap publik bisa lebih mengenal patung-patung di ruang publik Kota Bandung ketika berwisata maupun berfoto. “Ketika lihat patung tertentu bisa langsung lihat website kami di handphone,” ujarnya.

Dosen Seni Rupa ITB Andryanto Rikrik Kusmara seperti dilansir laman Tempo.co mengatakan, pertumbuhan patung kota yang pesat terjadi ketika Ridwan Kamil menjadi Walikota Bandung. Namun begitu ada catatan khusus pada beberapa patung yang menimbulkan kontroversi publik.

Contohnya patung macan putih yang bertebaran di beberapa titik Kota Bandung, sempat dipersoalkan wujudnya karena tidak mirip, seperti anjing laut atau beruang. Beberapa lainnya bahkan meniru bentuk patung di mancanegara. “Misalnya patung tangan di Jalan Riau itu persis dengan yang di India,” ujarnya.

Bandung juga memiliki Nuart Sculpture Park merupakan aleri seni patung dan lukisan karya sang maestro I Nyoman Nuarta. Karya seniman kelahiran Tabanan, Bali ini sangat mendunia karena karya-karyanya yang artisitik dan fenomenal. Karya seni yang dipajang di gelari ini mengandung makna filosofi kuat.

Di museum berdiri di atas lahan tiga hektare, dapat melihat karya seni patung tak hanya di dalam ruangan (Nuart Buliding) namun juga halaman luar (Sculpture Park) berupa taman. Di museum ini, disuguhi beraneka ragam karya seni patung yang tampak indah dan mengandung filosofi. Di lantai utama galeri, ada patung miniatur Garuda Wisnu Kencana.

Juga terdapat pula patung dengan nama Waiting, patung kuda dengan wajah wanita di punggungnya, patung Man Cosmos, patung Nightmare, Fire Horse dan sebagainya. Di halaman luar, Sculpture Park banyak sekali karya seni patung sang maestro, mulai dari patung pohon dari logam hingga orang utan yang terancam punah. (EP)

“The Amazing You, Unlock Your Power” Masterpiece Training Akhir Tahun dari ESQ

this formate

Foto Pak Ary Ginanjar Agustian ( tengah) dengan pengurus dan panitia ESQ

JAKARTA,bisniswisata.co.id: Menutup akhir tahun ini ESQ Leadership Centre kembali memberikan kejutan, Sedikitnya 10 ribu peserta dari berbagai kalangan akan berkumpul di ICE BSD untuk mengikuti Training ESQ The Amazing You, pada 15-16 Desember 2018 dipimpin langsung oleh CEO sekaligus Faounder ESQ Group, DR. (HC) Ary Ginanjar Agustian.

“Sedikitnya 10.400 orang peserta akan berpartisipasi selama dua hari training dimana  musisi Mas Dwiki Darmawan akan membuat musik-musik khusus dengan sound system yang sangat bagus,” kata Ary Ginanjar.

Training ini menjadi yang terbesar sejak ESQ Leadership Centre didirikan tahun 2000 silam. Sebelumnya ESQ Leadership Centre pernah membuat Rekor MURI dengan peserta training motivasi sejumblah 8 ribuan peserta.

The Amazing You akan di ikuti oleh peserta individual maupun dari berbagai lembaga, latar belakang bahkan antar negara. Terdapat beberapa dan korporasi yang ikut serta mengirimkan karyawan, jajaran direksi dari lembaga, dan dari tiga negara, Indonesia, Singapura dan Malaysia.

Menurut Ary Ginanjar,  Training ESQ The Amazing You mengajak kita menutup akhir tahun dengan kekuatan jiwa yang luar biasa dan menyongsong tahun 2019 dengan semangat membara dalam diri karena  hasil penelitian saat ini orang sukses hanya 5%, sedangkan manusia yang tergolong biasa-biasa saja dan gagal sebanyak 95%. Untuk mejadi orang sukses diperlukan perubahan mindset, karakter, motivasi dan semangat.

Diakui Ary Ginanjar yang sudah 18 tahun bergelut di dunia training dan 35 tahun di dunia bisnis, bahwa dulu ia seperti kebanyakan orang yaitu apatis dan mempertanyakan apakah dengan hanya membaca buku motivasi kita bisa meraih kesuksesan..? Apakah mengikuti training pengembangan karakter, motivasi dan sejenisnya bisa mengantarkan pada keberhasilam dan impian yang ingin di raih..?

Sebelum terjun ke dunia bisnis, mantan karateka nasional ini tidak pernah percaya tentang semua itu, tapi titik di balik yang dia dapatkan mengubah segalanya. Dia percaya, training memberikan pertumbuhan dalam karir dan kesuksesannya dari biasa-biasa saja menjadi tumbuh eksponensial.

The Amazing You bukanlah sekedar training dengan corak khas ESQ yang menggambungkan antara kecerdasan intelektual, spirit dan emosional. Akan tetapi training yang bertema “Unlock Your Power” tersebut mejadi masterpiece dari Motivator terkemuka Ary Ginanjar Agustian yang berfocus pada membuka energi sukses dari setiap peserta.

“Kami percaya training yang akan berlangsung selama dua hari ini bisa mengubah masa depan 10 ribu peserta yang akan berkumpul pada hari Sabtu-Minggu, 15-16 Desember 2018 di ICE BSD  karena dalam diri manusia sudah terdapat energi untuk mencapai kesuksesan. Akan tetapi banyak yang tidak tahu cara menggunakannya, itu yang menjadikan Amazing You menjadi istimewa, ujarnya.

Ary Ginanjar tengah mempraktekan gerakan dan keseruan dalam training

Selama dua hari pihaknya  akan membuka belenggu-belenggu yang menghalangi setiap orang untuk menggunakan energi sukses tersebut dalam diri sendiri. Memberikan gambaran langkah-langkah untul mencapai tujuan tertinggi dalam setiap individu sehingga dapat berkontribusi lebih luas. Energi positif kesuksesan memberikan penyejuk di tengah memanasnya isu-isu terkini yang ada di tengah-tengah masyarakat.

Ary juga menjelaskan, training motivasi tersebut menjadi semarak penutup akhir tahun yang lebih gembira, serta menjadi spirit dan penyemangat bagi bangsa Indonesia di tahun mendatang. Selama 18 tahun berdiri, jumlah alumni training ESQ mencapai 1,7 juta orang dan tersebar di sedikitnya 10 negara. Pada Maret 2019, ESQ wilayah Eropa akan menyelenggarakan training di Baku, Azerbaijan.

 

 

Cuaca Tak Bersahabat, 2 Pesawat ke Batam Gagal Mendarat

this formate

BATAM, bisniswisata.co.id: Akibat Buruknya cuaca yang terjadi di Batam, Kepulauan Riau (Kepri) membuat sejumlah penerbangan di Batam terganggu. Ada dua rute penerbangan yang sempat tertunda proses pendaratnya di Bandara Hang Nadim. Keduanya yakni dari maskapai Lion Air, dari rute Surabaya dan kedua dari rute Jogyakarta yang masing-masing dijadwalkan mendarat sekitar pukul 14.20 WIB dan pukul 14.25 WIB.

“Kedua pesawat ini sempat berputar-putar diatas udara Batam lebih kurang lima hingga 10 menit dan akhirnya baru bisa mendarat setelah cuaca benar-benar stabil,” ungkap General Manager Umum Badan Usaha Bandara Udara (BUBU) Hang Nadim, Suwarso di Batam, Selasa (11/12/2018).

Ditanya apa cuaca yang mengakibatkan hingga terjadinya penundaan pendaratan, Suwarso menjelaskan hanya karena terjadi hujan lebat di sekitar bandara. “Hanya akibat hujan lebat saja, faktor lain tidak ada,” jelasnya seperti dilansir laman Kompas.com.

Meski sempat terjadi penundaan pendaratan, namun untuk sejumlah maskapai yang melakukan keberangkatan dari Bandara Hang Nadim ke daerah tujuan lain tidak ada masalah.

Sebelumnya Kasi Data dan Informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau (Kepri) Suratman mengatakan pihaknya sudah mengeluarkan peringatan dini potensi terjadi hujan lebat disertai angin kencang dan petir untuk sejumlah wilayah di Kepri.

Khususnya di Batam berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang disekitar wilayah Kecamatan Nongsa, Batam Kota, Galang dan Sei Beduk.

Perkiraan cuaca ini juga dapat meluas ke wilayah Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan, diantaranya ke Kecamatan Tanjung Pinang, Mantang, Bintan Pesisir, Gunung Kijang, Taopaya, Teluk Bintan, Sri Koala Kobam, Bintan Utara dan sekitarnya. (EP)