13 – 21 Desember 2018, Festival Penjor di Borobudur

0
91
Penjor (Foto: VideoBlocks)

MAGELANG, bisniswisata.co.id: Candi Borobudur punya acara menarik di penghujung tahun 2018. Event itu bertajuk Festival kreasi penjor tradisional Nusantara, untuk meramaikan Borobudur Cultural Feast di kawasan Candi Borobudur, pada 13-21 Desember 2018.

Festival ini merupakan sebuah ajang kreativitas seni membuat rancangan penjor dengan ciri khas tradisi Nusantara. Peserta lomba dibagi dalam dua kategori, yakni peserta dari desa-desa sekecamatan Borobudur dan peserta umum. Peserta dari desa terdiri atas 20 tim. Sedang peserta umum meliputi wakil dari sekolah, komunitas, instansi pemerintah, instansi swasta, dan perseorangan.

Dalam lomba ini peserta diminta merancang kreasi penjor dengan standar ukuran bambu penjor pada umumnya. Penilaian penjor meliputi kriteria penampilan desain, artistik, dan kreativitas penggunaan bahan.

Bahan penjor dapat menggunakan kain bahan alam (kering, kayu, aksesoris, bahan bekas daur ulang). Penjor boleh menggunakan lampu penerangan mandiri atau tanpa sambungan sumber daya listrik.

Peserta desa masing-masing minimal membuat 10 penjor kreasi dengan desain berbeda untuk setiap penjor. Bahan materi pembuatan penjor diwajibkan untuk menggunakan bahan yang tahan lama serta dipasang. Penjor harus terpasang mulai 13-21 Desember 2018.

Selain festival penjor, pada Borobudur Cultural Feast juga digelar festival bregada keprajuritan. Peserta festival bregada adalah kelompok dari semua desa di Kecamatan Borobudur, masing-masing minimal beranggotakan 20 orang dan satu komandan.

Dalam lomba ini peserta wajib mengenakan kostum tradisi khas Borobudur dan mengikuti kirab dengan rute lomba di seputar Taman Lumbini Candi Borobudur.

Borobudur Cultural Feast ketiga ini 90 persen ditangani oleh masyarakat borobudur. Tema Borobudur Cultural Feast ketiga adalah Hamemayu Haruming Borobudur, yang artinya kesyukuran tiada henti untuk Borobudur. Sebuah doa perenungan permohonan kepada Tuhan YME agar kisah kejayaan masa lampau dapat senantiasa terwujud pada masa sekarang sampai nanti. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.