Taman Rekreasi Tematik, Objek Wisata Baru Terbesar di Jateng

this formate

SEMARANG, bisniswisata.co.id: Jawa Tengah (Jateng) serius kembangkan dunia pariwisata. Selain membenahi destinasi wisata agar menjadi daya tarik juga menambah objek wisata baru. Saloka Theme Park, destinasi baru yang baru hadir di provinsi paling tengah di Pulau Jawa. Taman rekreasi diklaim terbesar se-Jateng ini resmi dibuka melalui acara soft opening, pada Sabtu (15/12/2018).

Acara dibuka pertunjukan drum band dilanjutkan sajian sendratari yang menceritakan Legenda Rawa Pening. Jalannya sendratari dibagi menjadi dua karena diselingi oleh sambutan. Hadir pada acara ini Walikota Salatiga, Yulianto dan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang, Dewi Pramuningsih yang mewakili kehadiran Bupati Semarang, Mundjirin.

“Kehadiran Saloka Theme Park bisa bersinergi dengan Kota Salatiga untuk menambah kunjungan wisata di Kabupaten Semarang dan Salatiga.
Jadi Saloka Theme Park adalah tempat bermain, sementara tempat menginap dan bersantap ada di Kota Salatiga,” lontar Walikota Salatiga, Yulianto.

Dengan kehadiran objek wisata baru ini, diharapkan jumlah wisatawan ke Jawa Tengah menjadi lebih banyak. Mengingat wisatawan akan dapat menentukan pilihan dalam memilih objek wisata yang akan dikunjungi. Apalagi dalam waktu dekat ada libur panjang Natal dan Tahun Baru yang diharapkan dapat mendongkrak kunjungan wisatawan, sambungnya.

Saloka Theme Park terletak di Desa Lopait, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Lokasinya strategis, yakni di samping jalan utama Semarang-Solo, tepatnya beberapa kilometer sebelum masuk Kota Salatiga jika dari utara.

Jarak dari Kota Semarang adalah sekitar 40 kilometer dengan waktu tempuh kurang-lebih satu jam. Sementara taman rekreasi ini juga tidak jauh dari kota lain seperti Solo, Magelang, dan Yogyakarta.

Masyarakat sekitar atau mereka yang berkunjung ke Jawa Tengah dan Yogyakarta pada periode libur Natal dan tahun baru (Nataru) bisa menjadikan Saloka Theme Park sebagai destinasi pilihan untuk mengisi liburan.

Terdapat 22 wahana yang saat ini bisa dinikmati oleh pengunjung usai acara soft opening. Nantinya setelah lengkap, total wahana yang bisa dinikmati sebanyak 25. Satu hal yang unik di Saloka Theme Park adalah nama wahananya yang berbeda dari taman rekreasi lainnya. Contohnya adalah bianglala yang di sini disebut cakrawala dan jet coaster dengan nama Lika-liku.

Juga ada berbagai kuliner dan jajanan di Rimba Cafe; restoran yang sajikan menu-menu lezat dengan pemandangan menangkap sunset terbaik, Daimami Food Court; menyajikan menu favorit dengan sistem modern, Jenju Cafe sebuah coffee shop unik tempat bersantai, 3 Armada food truck, 7 Foodstalls, dilengkapi Mushalla, Klinik, Ruang Laktasi, dan Pasar Seni penjualan souvenir dan buah tangan unik Saloka Theme Park.

Managing Director PT Panorama Indah Permai, pengelola Saloka Theme Park, Teddy Darmanto mengatakan, nama wahana yang berbeda menjadi ciri khas dan kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Jateng.

“Ada mainan yang seperti piring berputar yang setelah itu diayun, itu nama asli dari pabrik adalah disko. Tetapi waktu kita mengamati, semua yang naik bengok-bengok (berteriak). Jadi kita namai wahana itu bengok-bengok,” ujar Teddy seperti dikutip Kompas.com, Ahad (16/12/2018).

Tarif masuk Saloka Theme Park selama Bulan Desember ini adalah Rp 96.000 saat hari kerja dan Rp 120.000 saat hari libur atau akhir pekan. Jika sudah membeli tiket, pengunjung bisa menjajal semua wahana yang ada sepuasnya.

Target market destinasi wisata ini, masyarakat di wilayah sekitar kabupaten Semarang, Salatiga, Joglosemar (Jogja, Solo, Semarang) khususnya dan Jawa Tengah pada umumnya dapat menikmati keceriaan berwisata bersama keluarga di Saloka Theme Park yang menempati lahan
seluas 18 hektar.

Saloka Theme Park dikelola dan dioperasikan oleh PT Panorama Indah Permai merupakan sebuah grup perusahaan yang memiliki pengalaman industri wisata, rekreasi hiburan keluarga, dan property dengan didukung oleh kurang lebih 350 karyawan, yang sebagian besar adalah tenaga muda profesional berpengalaman serta manajemen dari tenaga-tenaga ahli yang memiliki pengalaman di industri wisata, rekreasi, dan hiburan keluarga. Jadi tentunya sudah memiliki standart keamanan taman rekreasi.

Nama Saloka dari sebuah inspirasi untuk mengangkat budaya lokal dari legenda Rawa Pening, dimana Saloka Theme Park berada. Legenda sosok Baru Klinthing konon digambarkan dengan seekor naga yang dapat berbicara, putra dari Ki Hajar dan Nyai Salokantara, yang mengawali terjadinya Rawa Pening. Kearifan budaya lokal ini diharapkan nama Saloka bisa menjadi daya tarik tersendiri untuk mengangkat budaya sekaligus menjadi kebanggaan Jawa Tengah. (EP)

Bekas Hanggar Pesawat Disulap Jadi Resort Keren

this formate

BERLIN, bisniswisata.co.id: Tropical Islands Resort, namanya semakin mendunia. Karena bekas hanggar pesawat disulap menjadi taman rekreasi dan resort bernuansa tropis. Ditunjang dengan kerimbunan tanaman hijau, hewan, kolam renang, tempat bersantai menjadikan Resort di Krausnick, Jerman bagian timur ini, sebagai tempat wisata yang unik dan menarik.

Selain itu, ada 13 bar dan restoran yang berbeda ditambah lapangan golf mini, flamingo, dan spa terbesar di Eropa. Lebih menarik lagi ada suasana pantai buatan dengan pasir yang bersih dan lembut. Bahkan ada wahana panjat gunung, juga hutan tropis buatan.

Saat musim panas, suhu di dalam ruangannya pun disesuaikan dengan negara-negara tropis yang terkenal dengan kehangatannya. Begitu juga saat musin dingin tiba di Jerman, jangan khawatir kedinginan saat berwisata di Tropical Islands Resort karena suhu di dalam tetap pada
suhu udara konstan 26C dan kelembaban 60 persen, lebih mirip dengan hari yang ringan di Filipina.

Sebenarnya, bekas pangkalan udara Merk-Briesen milik Uni Soviet ini dibuka sejak 19 Desember 2004. Sayangnya beberapa tahun terakhir ini mulai menjadi instagramable, karena media sosial gencar menginformasikan dengan artikel menarik serta foto yang bagus. Sehingga setiap tahun menarik sekitar 1 juta pengunjung.

Padahal lokasinya di kawasan perbatasan tepatnya di Halbe, kota di distrik Dahme-Spreewald di Brandenburg, Jerman, 50 kilometer dari perbatasan selatan Berlin. Tropical Islands Resort ini berdiri di lahan seluas 7 hektar, sehingga wisatawan bisa bergerak bebas sesuai dengan kemauan wisatawan melangkahkan kaki dalam satu area yang aman, nyaman dan tertib. Tertarik? (EP)

Wahana Baru Rp3 Miliar Hiasi Hawai Waterpark Malang

this formate

MALANG, bisniswisata.co.id: Tak ingin ditinggalkan wisatawan, Hawai Waterpark Malang terus melakukan inovasi, mempercantik sekaligus menambah wahana baru. Bertepatan libur panjang, Natal dan Tahun 2019, tempat rekrasi di kota Malang Jawa Timur mempersembahkan jet coaster slider, dengan investasi sebesar Rp3 miliar.

“Investasi sebesar itu diharpakan akan balik modal selama setahun, dengan asumsi ada tambahan pengunjung yang naik. Paling tidak kami berharap ada kenakikan pengunjung sebesar 15% setelah ditambahnya wahana baru tersebut,” papar owner Hawai Waterpark Malang Yogie Kurniawan dalam keterangan resminya, Ahad (16/12/2018).

Jet Coaster Slider ini, lanjut dia, satu-satunya dan terbaru di Asia. Jet Coaster Slider di Hawai Waterpark Malang dibangun dengan ketinggian 20 meter di atas permukaan tanah dan memiliki panjang 225 meter dengan ketentuan maksimal berat 180 kg untuk 2 pengunjung serta menggunakan ban karet khusus.

Lewat wahana ini, wisatawan dapat meluncur dengan tekanan gravitasi dan kecuraman hampir 90 derajat dan bisa mencapai kecepatan hingga 60 km/jam. Bahkan wisatawan dapat merasakan sensasi dilontarkan naik sepanjang jalur trek roller coaster.

Perbedaan dengan water slide lainnya di taman rekreasi lain, keunggulan jet coaster slider di Hawai Waterpark merupakan water slide dengan cahaya LED. Ketika meluncur dalam lorong seluncuran, wisatawan disajikan berbagai macam-macam efek ruang kosong yang penuh dengan warna-warni lampu.

Di tiap belokan atau trek, akan menemukan efek warna yang berbeda dan seakan berubah sehingga akan merubah nuansa yang akan dirasakan pengunjung. “Jet Coaster Slider ini dijamin aman karena mengacu standar keamanan dari Eropa yang dikenal sangat ketat,” ucapnya sambil menambahkan dibeberapa wahana didamping petugas life guard.

Yogie berharap, Jet Coaster Slider akan menjadi ikon baru menyusul wahana Tsunami dengan sensasi ombak setinggi 3 meter lebih dengan berbagai kejutannya dan 6 water slider sebelumnya. Wahana lainnya, Outbond,Twister, Scuba, Hawai Water House, Waikiki Beach, Waimea Stream River, Mavi Island, Rainbow Fall, Akaolu Pool, Ekolu Slide, Wailele Slide, dan Hula Hula Slide.

Dirut PT Adi Karya Citra Abadi, Bambang Yudo Utomo, pengelola Hawai Waterpark Malang, mengatakan kunjungan wisatawan ke objek wisata tersebut pada hari-hari biasa mencapai 700 orang perhari. Akhir pekan dan hari libur mencapai 1.500-18.000 perhari.

“Penghunjung Hawai Waterpark, kebanyakan justru dari luar kota (60%) dan 40% dari dalam kota. Pengunjung dari luar kota antara lain Banyuwangi, Jember, Cepu, Bojonegoro, Surabaya, Bandung, Jakarta, dan Denpasar,” jelasnya seperti diunduh laman Bisnis.com.

Dengan ditambahnya wahana baru tersebut, maka pengunjung pada hari-hari biasa diharapkan meningkat menjadi 1.000 orang/hari, sedangkan pada akhir pekan diharapkan menembus di atas 2.000 wisatawan perhari. “Khusus pada liburan Natal dan Tahun Baru, pengunjung diharapkan dapat menembus 3.000 wisatawan perhari,” ucapnya. (EP)

Natal & Tahun Baru, 3,8 Juta Turis Diprediksi Sambangi Yogya

this formate

YOGYAKARTA, bisniswisata.co.id: Libur Natal dan Tahun Baru, Yogyakarta memprediksi lebih dari 3,8 juta turis lokal, nasional hinggal internasional mengunjungi kota budaya dan wisata ini. Tak ingin mengecewakan wisatawan, berbagai persiapan dilakukan untuk membuat Yogyakarta tetap tertib dan nyaman.

“Saat ini wisatawan sudah mulai berdatangan ke Yogyakarta. Terlihat dari wisatawan yang sudah mulai memadati beberapa destinasi wisata seperti Taman Pintar sudah mulai membeludak,” lontar Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Yogyakarta Yunianto Dwisutono.

Selain itu, sambung dia, informasi diperoleh dari Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), reservasi kamar hotel, khusus untuk wilayah Yogyakarta sendiri sudah hampir penuh untuk Natal dan Tahun Baru nanti. Bahkan, saat ini telah mencapai 90 persen. “Minggu depan saya yakin sudah 100 persen,” paparnya bangga.

Dilanjutkan, guna menciptakan kenyamaan bagi wisatawan, pihaknya pun telah berkoordinasi dengan pihak lainnya yang terlibat. Baik dengan Dinas Perhubungan (Dishub), kepolisian maupun pelaku pariwisata seperti PHRI dan komunitas-komunitas kuliner, serta komunitas kesenian.

Nantinya, pengaturan lalu lintas akan dilakukan karena diyakini kawasan Yogyakarta akan diserbu oleh wisatawan. Terutama kawasan Malioboro. Juga penertiban pedagang kaki lima (PKL) juga akan dilakukan. “Supaya saat libur nanti, Yogya nyaman dan tertib, termasuk Malioboro, akan ada penertiban nanti untuk PKL,” ujarnya.

Untuk menghadapi Libur Natal 2018 dan Tahun Baru 2019, Pemkot Yogyakarta mempersiapkan berbagai event untuk disuguhkan kepada wisatawan dan masyarakat Yogyakarta. Penyelenggaraan event ini akan di lakukan di dua tempat untuk memecah keramaian.

Yunianto mengatakan, Malioboro akan menjadi fokus untuk penyelenggaraan event menyambut Natal dan Tahun Baru ini. Sebab, Malioboro memang selalu menjadi destinasi pilihan bagi beberapa wisatawan untuk menghabiskan Libur Natal dan Tahun Baru. “Dari Dinpar mempersiapkan beberapa event, memang fokus magnet itu di Malioboro,” kata dia.

Yunianto mengatakan, untuk memecah agar wisatawan tidak menumpuk di Malioboro, terutama saat malam pergantian tahun baru, titik lokasi penyelenggaraan event ini dibagi menjadi dua tempat. Satunya di Jalan Ipda Tut Harsono, tepatnya di Balai Kota Yogyakarta.

Di Malioboro akan digelar pertunjukan seni gamelan tradisional khas Yogyakarta. Kegiatan seni gamelan ini digelar untuk mengisi tahun baru di Malioboro. “Nanti akan ditampilkan gamelan khas Yogya di sepanjang Jalan Malioboro di tahun baru, setelah natal selama lima hari,” tambahnya.

Sementara, di Jalan Ipda Tut Harsono akan dibangun panggung kesenian, di mana akan diisi oleh generasi milenial. Kegiatan ini hanya digelar pada pergantian malam tahun baru. “Ada panggung kesenian di sana dan diisi oleh anak-anak berprestasi di Yogya di malam pergantian tahun,” ujarnya seperti dilansir Republika, Ahad (16/12/2018).

Dinas Pariwisata Yogyakarta pun telah berkoordinasi dengan pihak lainnya dalam rangka menciptakan Yogyakarta yang tertib dan nyaman bagi wisatawan. Baik dengan Dinas Perhubungan, kepolisian dan pelaku wisata lainnya.

“Akan ada pengaturan dan rekayasa lalu lintas oleh Dishub dan ada juga beberapa posko dari instansi terkait. Terlebih Kotabaru revitalisasinya hampir selesai dan minggu depan juga sudah 100 persen,” katanya. (EP)

IRSA 2018, Bantu Wujudkan Zero Accident di Indonesia

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Kasus kecelakaan lalu lintas di Indonesia masih cukup tinggi, meski setiap tahunnya sudah mulai menurun. Untuk membantu mewujudkan zero accident di Indonesia, Adira Insurance untuk keenam kalinya menggelar Indonesia Road Safety Awards (IRSA) atau Anugerah Keselamatan Jalan Indonesia bagi kabupaten dan kota se Indonesia.

Tahun 2018, sebanyak 137 kota dan kabupaten ikut ambil bagian dalam IRSA 2018. Dari 137 peserta, sebanyak 23 kota dan kabupaten masuk finalis. Hasilnya menetapkan Kota Bandung, Kota Samarinda, Kota Semarang, Kabupaten Pacitan dan Kabupaten Bangka sebagai kabupaten-kota dengan tingkat keselamatan jalan terbaik.

Kelima kabupaten-kota menjadi terbaik berdasarkan hasil penjurian di Surabaya pada Oktober 2018, yang menyisihkan 23 finalis lainnya. Dan uUntuk anugerah kota paling menginspirasi keselamatan jalan dimenangkan oleh Surabaya.

“Penganugerahaan ini sebagai langkah Adira Insurance mengajak seluruh masyarakat, baik pemerintah, swasta, dan berbagai pihak lain untuk menerapkan sistem tata kelola keselamatan jalan yang baik di kota dan kabupaten se Indonesia,” lontar Chief Executive Adira Insurance, Julian Noor saat penganugrahan, Kamis lalu.

Dijelaskan, penilaian IRSA mengacu pada lima pilar keselamatan jalan seperti tertuang pada Rancangan Umum Nasional Keselamatan Jalan (RUNK), yakni manajemen keselamatan jalan, jalan berkeselamatan, kendaraan berkeselamatan, perilaku pengguna jalan berkeselamatan dan penanganan pra dan pasca kecelakaan.

“Tahun ini tambah salah satu atribut penilaian IRSA, yakni penerapan konsep smart city pada sistem keselamatan jalan (Smart City for Road Safety). Tujuannya membantu menekan angka kecelakaan di jalan raya. Saya merasa terharu karena hampir semua kabupaten atau kota melaporkan angka kematian akibat kecelakan di daerahnya yang sudah menurun. Artinya tujuan dari program ini sudah tercapai,” ucapnya.

Julian juga berharap pemenang IRSA dapat menjadi inspirasi dan role model bagi pemerintah kota dan kabupaten di seluruh Indonesia untuk dapat mengembangkan program-program keselamatan jalan dan tata kelola keselamatan jalan dengan lebih baik lagi.

“Kami berharap pesan dan semangat IRSA terus menular hingga seluruh wilayah di Indonesia, sehingga pemenang IRSA dapat menjadi inspirasi dan role model bagi pemerintah kota dan kabupaten di seluruh Indonesia untuk dapat mengembangkan program-program keselamatan jalan dan tata kelola keselamatan jalan dengan lebih baik lagi,” sambungnya.

Pada masing-masing kategori, selain pemenang utama, diumumkan juga pemenang untuk tiap-tiap pilar: Kota Bandung sebagai pemenang pada kategori kota dengan tingkat kepadatan penduduk tinggi, menyisihkan tiga kota lainnya, yakni Banjarmasin yang memenangi pilar pertama, Yogyakarta memenangi pilar ketiga dan Bogor memenangi pilar keempat. Bandung juga menjadi pemenang untuk pilar kedua dan kelima.

Kota Samarinda, berhasil meraih IRSA 2018 untuk kategori kota dengan tingkat kepadatan penduduk rendah. Kota ini juga berhasil memenangi pilar pertama, kedua dan kelima. Untuk pilar ketiga dimenangi kota Probolinggo, sedangkan Bontang memenangi pilar keempat.

Sedangkan Kabupaten Pacitan meraih IRSA 2018 untuk kategori kabupaten dengan tingkat kepadatan penduduk tinggi, mengungguli Cianjur yang meraih pilar pertama, dan Jepara yang menyabet pilar keeempat dan kelima. Pacitan juga berhasil memenangi pilar kedua dan ketiga.

Sementara Kabupaten Bangka berhasil menjadi yang terbaik pada ketegori kabupaten dengan tingkat kepadatan penduduk rendah. Bangka juga berhasil menjadi pemenang untuk pilar kedua, ketiga keempat dan kelima. Adapun pilar pertama diraih kabupaten Barito Kuala.

Kota Semarang sukses meraih gelar sebagai “Excellent City”, mengalahkan Kota Balikpapan yang memenangi pilar pertama dan Kota Tangerang sebagai pemenang pilar ketiga. Pemenang pilar kedua, keempat dan kelima juga diraih Semarang. (EP)

Turun di Jalanan, Ondel-ondel Dieksploitasi Demi Cari Uang

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Ondel-ondel, ikon budaya sekaligus kesenian tradisonal khas Betawi kerap menarik perhatian wisatawan asing saat berkunjung ke Ibukota. Sayangnya, hingga kini tempat ondel-ondel untuk mengespresikan budaya agar bisa tampil secara resmi, nyaris tak ada panggung. Cuma jika moment tertentu atau saat karnaval budaya, pada Peringatan 17 Agustus dan HUT Jakarta baru muncul. Juga hadir saat ada hajatan pernikahan atau acara adat Betawi.

Ini menunjukkan perhatian pemerintah provinsi hingga daerah terhadap pelestarian budaya sangat rendah. Kondisi itu juga melanda tempat wisata, pusat kesenian dan kebudayaan, pusat perbelanjaan, hotel dan restoran jarang memberikan ruang bagi kesenian tradisional ini. Ya Cuma, sekedar mempertontonkan Boneka pasangan Laki Perempuan di depan pintu masuk.

Sejarah masa lalu, ondel-ondel dipakai sebagai penolak bala dan diarak keliling kampung. Ondel-ondel dipercaya personifikasi nenek moyang untuk mengusir gangguan roh halus. Kehadiran ondel-ondel memerankan leluhur atau nenek moyang yang senantiasa menjaga anak cucunya atau penduduk suatu desa.

Namun dalam perjalanan sejarah, fungsinya berubah total. Jangan heran, jika sering melihat boneka besar setinggi sekitar 2,5 meter dengan garis tengah sekitar 80 sentimer yang terbuat dari anyaman bambu kerap tampil di jalan, perkantoran hingga perkampungan di Jakarta, Bekasi bahkan Tangerang.

Dengan kondisi yang kusam lantaran terlalu sering kena debu dan asap knalpot, ondel-ondel dimainkan para remaja tanggung, musiknya pakai kaset yang didorong gerobak kecil. Bahkan pengaraknya tak kalah kusam, dekil, pakai jins belel sambil membawa ember kecil sambil meminta-minta uang sekedarnya kepada setiap orang yang ditemui.

Memang cara ini tak ada kaitannya dengan pelestarian budaya, namun murni ekonomi. Elokkah cara-cara semacam ini? apakah ini upaya baru mengenalkan seni tradisi kepada generasi penerus? Atau sebaliknya, malah berpotensi menodai tradisi budaya Betawi.

Kita wajib bertanya, ke mana pemerintah? Apakah pelaku kesenian tradisional kita akan dibiarkan mencari uang dengan mengamen? Perlukah mereka ditertibkan? Perlukah dibuat payung hukum untuk melindungi kesakralan kesenian tradisional kita? Dan ini menunjukkan keberadaan ondel-ondel tidak lagi dimanfaatkan untuk kegiatan budaya. Namun dieksplotasi, disalahgunakan untuk mengamen.

Masalah ini memang pernah mendapat perhatian serius saat Jakarta dipimpin Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, sedikit demi sedikit aksi ondel-ondel di jalanan hilang. Saat Gubernur DKI Jakarta dipegang Djarot Saiful Hidajat meminta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk menertibkan keberadaan pengamen ondel-ondel. Karena penggunaan atribut ondel-ondel untuk mengamen termasuk eksploitasi budaya.

Namun kini kembali marak, karenanya Pelaksana tugas (Plt) Kadisbudpar DKI, Asiantoro mengeluarkan larangan Ondel-ondel diarak ke jalan dengan tujuan mengamen. Meskipun kegiatan ini membudaya, Disparbud DKI Jakarta berencana melakukan penertiban. Mengingat, ondel-ondel sebagai ikon Jakarta tak patut disamakan dengan kegiatan mengemis dan bergelandang, yang dilarang undang-undang.

“Untuk peraturan itu bukan Disparbud yang mengatur, tetapi UU menyatakan mengamen itu tidak boleh,” kata pelaksana tugas (Plt) Kadisbudpar DKI, Asiantoro, di Jakarta, Jumat (14/12).

Pihaknya meyakini, ondel-ondel yang kerap mengamen di jalan raya tidak sesuai dengan kesenian aslinya, juga musik ciri khas dan busana Betawi, sehingga aksi jalanan itu tidak tergolong melestarikan budaya. “Apalagi, musik dan kostum ondel-ondel yang dijadikan bahan mengamen tidak sesuai dengan ondel-ondel yang dilestarikan melalui sanggar atau asosiasi yang sering diundang tampil di festival-festival,” ungkapnya.

Kondisi itu yang melatari pihaknya untuk melakukan penertiban, dengan mengadakan diskusi-disukusi dengan pihak sanggar dan asosiasi. Ini dalam rangka membina pengamen ondel-ondel agar mereka juga turut mengambil bagian dalam melestarikan budaya, bukan malah membajaknya untuk mengamen. “Rencananya memang begitu (menertibkan), kita sih pernah mengobrol dengan Lembaga Khusus Pelatihan (LKP), bagaimana caranya membuat tertib itu,” terang dia.

Menyikapi rencana itu, Ketua Komisi B DPRD DKI Abdurrahman Suhaimi mengatakan, pihaknya tidak menyetujui dengan terminologi penertiban terhadap pengamen ondel-ondel. Komisi B lebih memilih kegiatan yang dilakukan adalah pembinaan.

Sehingga, Pemprov DKI tidak terkesan lepas tanggung jawab terhadap warganya, sebab mereka lantas dibina dan diwadahi agar turut serta melestarikan budaya dan ikon Ibu Kota menjadi lebih terarah. “Seperti yang diharapkan Komisi B jadi bukan sekadar menertibkan, bukan sekadar dirazia, kemudian mereka tidak diwadahi, bukan itu maksudnya tetapi sebagai warga DKI mereka dibina. Kita ada anggarannya untuk itu,” ujarnya.

Dilanjutkan, untuk memudahkan proses pemberdayaan, pemerintah bisa menunjuk sanggar-sanggar mana yang dapat melakukan pelatihan-pelatihan khusus pelestarian ondel-ondel. Adanya sanggar khusus yang mewadahi maka pengawasan dari pemerintah bakal lebih mudah.

“Penertiban itu memang penting karena berhubungan dengan ketertiban umum, tapi bagian dari penertiban itu adalah membina m mereka dan memerikan sosialisasi kepada mereka,” tekan Suhaimi. (EP)

Tips Tetap Segar Bugar pasca Penerbangan Panjang

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Liburan yang menyenangkan terkadang harus dimulai dari penerbangan jauh hingga berjam-jam. Bagi sebagian orang ini sangatlah melelahkan. Tidak hanya badan yang terasa capai, wajah pun terlihat kusam dan tidak segar.

Untuk menghindari hal itu setibanya di tempat liburan, pelancong sebaiknya mempersiapkan perlengkapan penting yang bisa membantu menjaga kesegaran tubuh. Selalu sediakan di dalam tas tissue basah, semprotan wajah, sikat dan pasta gigi.

Agar tetap wangi seharian, tidak ada salahnya untuk membawa parfum botolan yang bisa dibawa kemana-kemana sehingga bisa dipakai kapanpun dibutuhkan. Bagi yang menggunakan lensa kontak, jangan lupa untuk membawa larutan garam (saline solution).

Dikarenakan udara kabin yang dingin serta tekanan udara rendah, penumpang pesawat akan rentan mengalami dehidrasi. Dehidrasi akan membuat seseorang menjadi mudah lelah dan kulitnya kering. Oleh karena itu, penumpang pesawar sangat dianjurkan menjadi tubuh tetap terhidrasi.

Salah satunya agar tubuh tetap terhidrasi yaitu dengan banyak minum air putih. Banyak minum juga akan membuat sering buang air kecil. Ini juga bisa menjadi alasan untuk menggerakkan tangan dan kaki ke toilet sehingga tubuh tidak kaku karena duduk dalam posisi yang sama berjam-jam.

Sebagai salah satu indikator dehidrasi, bibir rentan menjadi kering selama di pesawat. Untuk penampilan, bibir kering tentunya sangat menganggu dan membuat orang menjadi tidak nyaman saat bertemu dengan orang lain. Penggunaan lip balm bisa menjadi solusi mengatasi bibir kering. Pakailah lip balm setiap kali bibir terasa kering.

Pelancong juga dianjurkan untuk meminimalkan penggunaan riasan. Maskara dan eyeliner yang belepotan hingga bekas bedak yang hampir hilang justru membuat penampilan terlihat kacau. Selama di pesawat, pelancong cukup menggunakan riasan dasar seperti pelembab, BB cream dan lip balm untuk membuat wajah terlihat lebih segar.

Bagian tubuh yang perlu juga diperhatikan setelah melakukan perjalanan berjam-jam di pesawar adalah mata. Tidak semua orang bisa tidur nyenyak di pesawat. Tidak jarang ada yang mengalami kurang tidur.

Ini tentunya berdampak terhadap kondisi mata. Permasalahan yang mungkin timbul adalah mata merah, kering, dan iritasi. Karena itu, larutan tetas mata juga sangat penting dibawa untuk membuat mata terlihat segar kembali, dilansir dari Femina In, Sabtu (15/12/2018). (EP)

Bercanda Bawa Bom, Wanita Australia Diturunkan dari Pesawat

this formate

VICTORIA, bisniswisata.co.id: Bercanda membawa bom tau bomb joke saat menumpang pesawat, ternyata bukan hanya dilontarkan warga Indonesia. Namun warga Australia juga melontarkan nada serupa. Meski hanya bercanda, namun masalah ini dianggap serius bagi dunia penerbangan. Buktinya seorang perempuan Australia mengaku memiliki bahan peledak di bagasinya.

Meski hanya candaan, namun wanita itu dipaksa turun dari pesawat kemudian diperiksa oleh petugas bandara. Bahkan pesawat yang siap berangkat mengalami penundaan karena harus diperiksa secara intensif.

Dikutip dari laman ABC Indonesia, Sabtu (15/12/2018) penumpang berusia 41 tahun, dari Knoxfield di negara bagian Victoria, itu berada di konter Virgin Airlines pada Jumat 14 Desember 2018 sore, ketika ia membuat pernyataan itu, kata polisi.

Dari laporan yang masuk, diketahui bahwa perempuan itu berusaha menaiki penerbangan ke Melbourne. Dalam sebuah pernyataan, polisi mengatakan ketika di konter, perempuan itu diajak bicara oleh staf maskapai penerbangan, dan diajak bicara lagi di landasan. “Perempuan itu kemudian dikeluarkan dari pesawat oleh keamanan bandara dan polisi diberitahu,” kata polisi.

Polisi berujar, perempuan itu mengatakan kepada mereka bahwa ia membuat pernyataan di pesawat tersebut atas alasan lelucon. Sejumlah langkah sempat diambil untuk “mengatasi ancaman bom dan memastikan staf penerbangan dan keselamatan penumpang”, kata polisi.

Penerbangan itu ditunda selama satu jam sementara pemeriksaan itu dilakukan, kata mereka.

Ancaman bom di pesawat bukan kali pertama terjadi. Pada Juni 2018, seorang pria India ditangkap pada Selasa 19 Juni 2018 lantaran membuat ancaman palsu terkait bom di dalam pesawat. Kala itu ia hendak terbang dengan maskapai penerbangan IndiGo rute Jaipur – Mumbai.

Dikutip dari laman Hindustan Times, usut punya usut, alasan pria itu membuat ancaman palsu karena ia sendiri takut ketinggalan pesawat. Laporan itu diterima oleh seorang operator pada pukul 05.30 waktu Jaipur. Petugas menyebut ada seseorang yang mengatakan ada bom pada penerbangan 06.55 pagi waktu setempat.

“Operator maskapai IndiGo menerima telepon sekitar pukul 05.30 pagi dari orang tak dikenal yang menyebutkan ancaman bom pada pesawat dengan nomor penerbangan 6E 218 rute Jaipur ke Mumbai,” ujar petugas dalam laporannya.

“Kami segera melaporkan masalah ini ke Komite Penilaian Ancaman Bom (BTAC) dan mengikuti semua protokol keamanan yang ditetapkan. Pihak berwenang yang bersangkutan melakukan penyelidikan dan menyatakan panggilan itu sebagai ‘ancaman bom spesifik’. Setelah izin oleh pihak berwenang, operasi akan dilanjutkan seperti biasa,” tambahnya.

Setelah penyelidikan dilakukan, petugas tidak menemukan adanya bom. Sehingga mereka menarik kesimpulan bahwa laporan itu adalah ancaman belaka. Petugas pun menduga ada seseorang yang menjadi biangkeladi, yaitu salah satu dari calon penumpang.

“Maskapai penerbangan kemudian memanggil salah satu penumpang yang telah ketinggalan pesawat dan meyakinkannya sebagai orang yang membuat laporan palsu itu,” kata seorang petugas kepolisian.

“Begitu dia sampai di bandara Jaipur, BTAC dan anggota polisi menanyainya dan dia mengaku telah membuat laporan palsu,” tambahnya. Pria itu lalu dibawa ke kantor polisi untuk diinterogasi lebih lebih lanjut. (EP)

Tenun Ikat Kediri Memikat Desainer Jakarta

this formate

KEDIRI, bisniswisata.co.id: Kediri bukan hanya dikenal sebagai kota Tahu, namun juga memiliki kain tenun ikat yang unik dan khas. Pengerjaan secara tradisional ini, selalu dihiasi aneka ragam motif hias sehingga tampak indah dan enak dipandang, sehingga memikat semua orang. Apalagi produknya juga beragam, selain kain juga ada sarung.

Tercatat ada tiga ragam hiasi tenun ikan Kediri. Ragam hias geometris berupa motif garis lurus, melengkung, sudut menyudut, garis silang menyilang, garis membentuk tanda tambah, segitiga, segi enam, segi delapan dan lingkaran. Juga Ragam hias tumbuhan – tumbuhan berupa motif pohon, daun, bunga dan sulur–suluran atau patra. Terakhir Ragam hias binatang berupa motif jangkrik dan kupu-kupu.

Hal yang spesifik dari ragam hias tenun ikat ini, pemberian nama ada setiap ragam hias seperti Ceplok (motif bunga yang tertata), Loong (bunga-bunga tak beraturan), TirtoTirjo (air bergelombang), Corak Garis Miring, Salur (polos dan motif), Walangan, Ceplok Putihan, Cemoro Separo, Lurik, Rang Rang dan Gelombang (seperti TirtoTirjo, namun lebih besar gelombangnya).

Berbeda dengan kain tenun Bali dan Lombok yang menggunakan benang tebal, tenun Kediri menggunakan benang halus. Sehingga tak ada yang menyangka jika kain tenun ikat Kediri ini ditenun dengan alat tradisional. Hasilnya sangat halus seperti produk mesin tekstil.

Saat menyemarakkan Dhoho Street Fashion 2018 yang digelar di Taman Sekartaji, Kediri Jawa Timur pada Kamis 13 Desember 2018, Perancang busana asal Jakarta, Didiet Maulana terpikat dengan tenun ikat Kediri. “Tenun Kediri memiliki ciri khas dan karakter kuat untuk bersaing di industri nasional,” lontar desainer Didiet.

Di mata Didiet, tenun ikat Kediri memiliki ciri khas dan karakter kuat dengan pola geometris kontras dan berani. Ini tampak pada sejumlah motif khas tenun ikat Kediri seperti ceplok, kawung, tirto tirjo, kuncup, es lilin, bunga, gelombang air, dan motif abstrak. “Dengan ciri ini, tenun Kediri bisa bersaing di pasar tenun nasional,” kata Didiet Maulana seperti dilansir laman Tempo, Sabtu (15/12)

Dengan bahan dan motif tersebut, tak sulit bagi Didiet Maulana untuk mendesain 24 pakaian dalam peragaan busana tersebut. Setiap mode pakaian menampilkan ciri khas motif tenun Kediri menyesuaikan tema acara yang bertajuk Warisan Agung Panji Sekartaji. Sebagian motif diambil dari simbol kisah romansa klasik Raden Panji dan Dewi Sekartaji yang hidup di zaman Kerajaan Kediri.

Didiet mengapresiasi pemilik usaha tenun yang melibatkan banyak tenaga kerja muda di Kediri. Secara tidak langsung, langkah ini akan membuat industri tenun Kediri hidup berkelanjutan karena melahirkan banyak penenun muda. “Pola pikir penenun Kediri sangat terbuka dengan melibatkan banyak pekerja muda,” lontarnya.

Melalui acara Dhoho Street Fashion yang telah berjalan selama empat tahun ini, produk tenun Kediri bisa dikenal masyarakat dan menembus pasar internasional. Keterlibatan perancang busana ternama seperti Didiet Maulana dan Lenny Agustin juga diharapkan bisa mendongkrak produk tenun ini naik kelas.

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar bahkan berani menggaransi kualitas produk tenun masyarakatnya. Dengan spesifikasi sama, tenun Kediri dijamin tak akan luntur saat dicuci dibanding tenun kota lain. “Saya sudah membuktikan itu,” katanya.

Kehadiran Didiet Maulana dan Lenny Agustin diharapkan bisa membuka pengetahuan para perajin Kediri tentang strategi pasar. Abu Bakar berharap para perajin tak hanya memproduksi kain, tetapi mampu mendesain dan menjahit menjadi pakaian dengan mode mutakhir.

Mereka juga diminta aktif memantau perkembangan harga tenun nasional agar tak menjadi bulan-bulanan pasar. Abu Bakar mencontohkan, dalam sebuah kegiatan pameran, harga tenun Kediri hanya dibanderol Rp 250 ribu per potong. Sementara tenun dari kota lain dipatok Rp 750 ribu. “Orang tak akan ambil tenun kita karena melihat harganya. Tidak mungkin harga segitu benar-benar produk ATBM (alat tenun bukan mesin atau manual),” katanya.

Saat ini di Kediri terdapat lebih kurang 11 pemilik usaha tenun yang menyerap 500 pekerja. Mereka terkonsentrasi di Kelurahan Bandar Kidul, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri yang menjadi sentra kampung tenun.

Dhoho Fashion Street merupakan event tahunan yang diselenggarakan Pemkot Kediri. Menggelar fashion dengan cat walk di jalanan tahun 2018 ini merupakan event yang keempat kalinya. Dalam perhelatan itu Didiet dan Lenny memamerkan masing masing 24 karya. Semua desain yang dilenggak lenggokkan perawagan dan peragawati itu menggunakan bahan tenun ikat Kota Kediri.

Begitu juga dengan sejumlah karya desainer lokal, di antaranya Desty Rachmaning, Ahmad Qosim, Numansa dan perwakilan SMKN 03 Kediri, juga berbahan tenun ikat Kota Kediri.

Kisah tentang tenun ikat di Kota Kediri bermula seorang warga keturunan Tionghoa, Freddy Jie membuka usaha tenun di daerah Pecinan Jl Yos Soedarso. Usaha yang dirintis sejak 1950-an mengalami perkembangan pesat. Memiliki sekitar 200 alat tenun bukan mesin (ATBM) dan ratusan buruh tenun. Usaha tenun ini hanya memproduksi sarung dengan motif sederhana kotak-kotak.

Masa itu, masyarakat yang tinggal di Barat sungai Brantas dikenal memiliki kehidupan ekonomi terbelakang atau miskin. Rata-rata buruh tenun ikat milik Freddy dari daerah sekitar Desa Bandar Kidul, Banjar Mlati, Waung dan Bandar Lor yang kesemuanya berada di Barat sungai dan berada di wilayah Kecamatan Mojoroto.

Prahara 1965 tidak berpihak pada Freddy, saat itu etnies Tionghoa termasuk dalam kelompok yang tersingkir pasca peristiwa 30 September 1965. Usaha tenun ikat Freddy Jie tutup, dan karyawannya dirumahkan. Selain usaha tenun ikat Freddy Jie, semua jenis bidang usaha yang dikelola etnies Tionghoa juga mendapatkan tekanan serupa.

1965 adalah masa-masa suram bagi industry tenun ikat Kediri, para pekerja menganggur karena tutupnya tempat usaha Freddy. Ada beberapa karyawan yang merintis usaha tenun ikat, namun kondisi ekonomi membuat bahan baku sulit di dapat. Pada akhir 1965 praktis industri rumahan tenun ikat di Kota Kediri berada di titik nadir.

Tahun 1990, tenun ikat Kediri kembali bangkit hingga sekarang ini. Salah satu yang menjadi sentral kerajinan tenun ikat Kediri adalah Kelurahan Bandar Kidul Kota Kediri. Ada sekitar 11 pengusaha tenun ikat ATBM yang setidaknya telah menyerap 500 orang tenaga kerja. (EP)

Jakarta Punya Agenda Akhir Pekan Menarik

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Di akhir pekan ini mungkin Anda sudah punya rencana untuk menghabiskan waktu luang. Kalau pun sudah atau beberapa agenda acara menarik minggu ini yang sayang kalau Anda lewatkan.

Acara-acara tersebut tidak hanya akan memberikan hiburan, tetapi juga informasi-informasi penting.Untuk agenda hiburan, di minggu ini ada acara sirkus dari luar negeri yang terinsirasi dari film The Greatest Showman. Lalu ada juga acara pameran produksi Indonesia yang juga menampilkan hiburan dari para penyanyi dan grup musik terkenal.

Bagi penyuka kuliner jangan khawatir. Ada acara kuliner yang patut Anda datangi karena menyajikan beragam makanan khas. Ada juga acara untuk Anda yang peduli pada masalah sosial di negeri ini. Jadi, mari buat kegiatan akhir pekan Anda lebih seru dan bermakna dengan mencoba ragam agenda yang dilansir Liputan6.com, Sabtu (15/12/2108):

#. The Great 50 Show

Terinspirasi film The Greatest Showman, Oriental Circus Indonesia menghadirkan pertunjukan bertajuk “The Great 50 Show” mulai 14 Desember 2018 hingga 20 Januari 2019 di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta. Menginjak usia ke-50, atraksi sirkus kali ini dijanjikan tak akan melibatkan hewan di dalamnya. Acara yang digelar oleh Ananta Harsa Group (AHG), ini melibatkan para pemain lintas negara, yakni Indonesia, Tiongkok, Mongolia, dan India. Beragam atraksi dipersiapkan, mulai dari akrobat, badut, aksi trapeze, juggling, dan sepatu roda satu yang diklaim akan memacu adrenalin.

Dalam pertunjukan sirkus yang akan berdurasi 2 jam dengan jeda peralihan babak selama 20 menit. Tiket pertunjukan dijual mulai Rp 150 ribu hingga Rp 500 ribu yang bisa dibeli di laman www.thegreat50show.com. Pertunjukan akan setiap hari, kecuali Senin libur. Dari Selasa-Kamis, pertunjukan sekali sehari, Jumat dua kali sehari, sementara Sabtu-Minggu, tiga kali sehari.

#. The Branded Sale Exhibition

Menjelang ulang tahun ke-123, Bank Rakyat Indonesia (BRI) mengadakan acara untuk semakin mendekatkan produk dan layanan kepada nasabah, Bersama dengan PT Gilang Agung Persada selaku retailer branded fashion, BRI menggelar The Branded Sale Exhibition di The Hall Senayan City Lantai 8 Jakarta Pusat pada 12 – 15 Desember 2018.

Acara tersebut disemarakkan dengan diskon berbagai jenis produk hingga 70 persen + 10 persen dengan Kartu BRI dan My QR. Ada merek Guess, GC, Superdry, Banana Republic, GAP, La Senza, Nautica, dan Babyzen, Lalu ada sejumlah program menarik bagi pemegang Kartu Kredit dan Debit BRI, serta Pengguna BRIZZI dan My QR. Konsumen bisa mendapat tambahan diskon 10 persen dan cicilan 0 persen sampai dengan 12 bulan.

#. Festival Perempuan Pekerja Rumahan
Festival Perempuan Pekerja RumahanTrade Union Rights Centre (TURC), adalah Lembaga Pusat Studi dan Advokasi Perburuhan, yang mendampingi Pekerja Rumahan. Pekerja Rumahan adalah pekerja yang mengerjakan sebagian proses produksi barang-barang industri atau pabrik yang dikerjakan di rumah mereka masing-masing. Sebagai wujud untuk mendukung kondisi #KERJALAYAK bagi pekerja rumahan, mereka mengadakan Festival Perempuan Pekerja Rumahan (FPPR) dengan tema ‘Buruh (Tanpa) Pabrik’.

Acara berlangsung pada 14 – 15 Desember 2018 di Gedung Kerta Niaga, Kawasan Kota Tua, Jakarta. Selain beragam talk show, acara ini juga menampilkan karya para pekerja rumahan.

#. Pekan Sinema Jepang

Bagi penggemar film khususnya film Jepang, jangan sampai melewatkan acara Pekan Sinema Jepang. Acara ini terlaksana dalam rangka memperingati hubungan diplomatik Indonesia – Jepang yang ke-60 tahun di tahun ini.P ekan Sinema Jepang diadakan selama 10 hari penuh di CGV Grand Indonesia, Jakarta Pusat pada 7 hingga 16 Desember 2018.

Acara ini memutar film hits klasik hingga modern, anime dan live action. Lebih dari 30 film populer Jepang yang bisa Anda saksikan. Tiket dapat dibeli melalui melalui cgv.id atau langsung di ticket box CGV Grand Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut mengenai jadwal film silakan kunjungi laman ‘jcinema2018.id’.

#. Makerfest 2018 di Jakarta.

Para pecinta produk lokal sebaiknya memprioritaskan agenda di pekan ini dengan mendatangi acara Makerfest. Di pameran ini ada ratusan produk lokal kekinian. Mulai dari aksesoris, produk fashion, bahkan makanan dan minuman lokal kekinian. Anda juga akan dihibur dengan penampilan sejumlah musisi top, mulai dari RAN, Kahitna, Stars & Rabbit, Kunto Aji, Diskoria dan masih banyak lagi. Ada juga berbagai Creative Talks bersama tokoh-tokoh kenamaan.

Acara yang diadakan Tokopedia bekerja sama dengan Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesiaini menggelar Maker Fest Big Bang Jakarta 2018 selama dua hari, 15 hingga 16 Desember, di Parkir Selatan, Gelora Bung Karno-Senayan, Jakarta Pusat. Akan Ada lebih dari 150 brand lokal kekinian, mulai dari fashion hingga art & crafts, kuliner, dan masih banyak lagi.

#. Festival 1001 Gerobak Kuliner Nusantara

Buat para pecinta kuliner, ada satu acara menarik yang bisa Anda datangi di pekan ini, yaitu Festival 1001 Gerobak Kuliner Nusantara. Acara ini akan berlangsung pada 14 Desember 2018 – 6 Januari 2019 di Atrium Ancol Beach City, Jakarta Utara. Disini Anda bisa menemukan aneka macam makanan khas nusantara. Selain itu para pengunjung bakal dihibur dengan sejumlah acara hiburan seperti lenong, live musik, standup comedy dan acara menarik lainnya. (redaksibisniswisata@gmail.com)