Gempa 7,1 SR di Filipina Dirasakan Keras di Sangihe, Sulawesi Utara

this formate

             Pemandangan kota Mindano, Pilipina

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Telah terjadi gempa dengan kekuatan 7,1 SR di perairan Filipina, tepatnya di 193 kilometer di sebelah timur kota General Santos di Filipina atau 201 kilometer timur laut di Kepulauan Talaud Provinsi Sulawesi Utara pada 29/12/2018 pukul 11.39 WITA. Pusat gempa pada kedalaman 69 kilometer.

Pasific Tsunami Warning Center milik The National Weather Service telah mengeluarkan peringatan dini tsunami. Ditinjau lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya tampak bahwa gempa ini dipicu oleh aktivitas subduksi Lempeng Laut Filipina yang menunjam ke bawah Pulau Mindanao, Filipina.

“BMKG tidak mengeluarkan peringatan dini tsunami karena gempa tidak berpotensi tsunami, “ ungkap Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB dalam siaran persnya hari ini.

Posko BNPB telah mengkonfirmasi dampak gempa ke BPBD. Dilaporkan gempa terasa kuat di Kabupaten Kepulauan Sangihe selama 6 detik. Masyarakat merespon keluar rumah dengan segera mencari tempat yang aman, tambahnya.

Menurut Sutopo Purwo Nugroho, di Kepulauan Talaud, gempa dirasakan sedang selama 4-5 detik. Sedangkan di Kota Manado, guncangan gempa dirasakan lemah selama 2 detik. Belum ada laporan korban jiwa dan kerusakan bangunan akibat gempa. BPBD masih melakukan pendataan.

Berdasarkan analisa intensitas gempa dirasakan tidak ada daerah di Indonesia yang terdapat intensitas gempa yang merusak. Di Melonguane Talaud IV MMI, Tahuna Sangihe III-IV MMI, Siau Sitaro, Tobelo, Morotai III MMI, Manado, Ternate, Jailolo II MMI.

Melihat skala intensitas gempa tersebut tidak ada kerusakan besar. Umumnya bangunan akan rusak jika diguncang gempa dengan intensitas di atas VI MMI. Masyatakat dihimbau tetap tenang. Tidak terpancing isu-isu menyesatkan.

“Kepada masyarakat Kepulauan Sangihe dan Talaud dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpancing isu yang tidak bertanggungjawab, karena gempa ini tidak berpotensi tsunami di wilayah Indonesia,” kata Sutopo.

Di Indonesia, lembaga rujukan resmi terkait peringatan dini tsunami adalah BMKG. Oleh karena itu gunakan semua informasi dari BMKG, tegasnya.

Menado, Sulawesi Utara, banyak dikunjungi wisatawan mancanegara dan 90 persen berasal dari China dengan pesawat charter dan sisanya merupakan wisatawan yang terbagi dari negara Asia lainya, Eropa, dan Australia.

Wisman-wisman di Sulut aktivitasnya akan tersebar selama kunjungan. Sebanyak 90 persen wisman akan ke Kota Tomohon dengan berbagai wisata alamnya, lalu lanjut ke Bunaken, Tondano, Lembeh, Bangka, Tahuna, Ulu dan lainnya.

Pasca Tsunami, Meski Banting Harga Tak Ada Wisatawan Nginap

this formate

Hotel dan objek wisata Pantai Tanjung Lesung, Banten, porak poranda Minggu (23/12/2018). Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan setidaknya 426 korban meninggal akibat bencana tersebut. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/nz.PANDEGLANG, bisniswisata.co.id: Gelombang Tsunami Selat Sunda yang meluluhlantakkan pesisir Banten dan Lampung, Sabtu (22/12) malam yang mengakibatkan sekitar 426 orang meregang nyawa, yang mayoritas sektar 90 persen wisatawan nusantara, berimbas pada sektor pariwisata, termasuk membunuh bisnis puluhan hotel, vila, penginapan serta objek wisata.

Sepekan setelah musibah terjadi, kawasan wisata pantai Anyer, Pantai Tanjung Lesung, Pantai Sumur, Pantai Ciputih, Pantai Cinangka, Pantai Teluk Lada, Pantai Panimbang, dan Pantai Carita nyaris tak ada lagi wisatawan yang bermain pasir, becengkerama dengan air laut, menghirup udara bebas di bibir pantai bahkan menikmati senja yang menghilang di ufuk secara perlahan. Pariwisata Banten benar-benar lumpuh total selama masa tanggap darurat.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat setidaknya ada 78 penginapan dan 60 restoran di Banten rusak diterjang tsunami. Beberapa di antaranya nyaris rata dengan tanah, beberapa yang lain mengalami rusak minor seperti tergenang air, kondisinya berantakan dan belum tersentuh perbaikan karena masih khawatir adanya tsunami susulan, yang selalu menghantuinya.

Kondisi yang belum pulih itu, merupakan duka bagi bisnis hotel dan penginaan di sepanjang pantai barat Banten. Liburan hari raya Natal dan pergantian tahun adalah momen mendulang untung, gagal diraihnya. Pengelola hotel dan penginapan pasrah dengan kondisi itu, sampai menunggu kepastian sampai kondisi normal.

Selebihnya, 50 penginapan dan hotel di Carita memang terhindar dari kerusakan, namun tidak ada wisatawan yang menginap. Jayakarta Villa Anyer misalnya. Penginapan premium di pantai Anyer ini melompong ditinggal pelanggannya. Pernak-pernik natal di meja depan jadi ornamen yang menambah muram suasana. Semua konsumen batal memesan kamar. “Semua takut, enggak ada yang berani datang sekarang ini,” kata Saleha, karyawan penginapan seperti dikutip CNNIndonesia, Sabtu (29/12/2018).

Hal yang sama dialami oleh Marina Anyer. Penginapan ini sudah ditinggal oleh pengunjungnya sejak sehari setelah musibah melanda. Jarak penginapan ke garis pantai yang sangat dekat dianggap jadi momok bagi para wisatawan yang berkunjung. “Padahal kita sudah full booked sampai tahun baru, tapi akhirnya pada batal semua,” ungkap Mae yang bertugas di Marina Anyer.

Hotel dan penginapan yang terdampak tsunami pun sampai berani memangkas biaya inap demi mendapat konsumen. Jayakarta misalnya, memberi potongan hingga 50 persen. Potongan sebesar itu tak menjadi masalah bagi mereka, asal ada yang mengisi kamar.

Beberapa penginapan lain memberi potongan harga lebih moderat dengan memberlakukan harga normal alih-alih harga khusus musim liburan. Namun langkah ini tak serta-merta membuat pengunjung kembali menginap di tempat mereka.

Sepinya pengunjung di sepanjang pantai barat Banten praktis berpengaruh pada redupnya kegiatan warga di sekitar lokasi penginapan. Cuaca buruk dan Gunung Anak Krakatau yang masih erupsi cukup menjadi alasan warga masih menjauhi pantai. “Saya sendiri sebenarnya juga masih takut potensi tsunami susulan, tapi mau gimana lagi namanya juga tanggung jawab,” cetus Mae pasrah.

Pariwisata merupakan salah satu pos pemasukan terbesar bagi Banten. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ada 303 ribu turis mancanegara dan 2,9 juta turis domestik pada 2016. Pariwisata Banten ditopang oleh pantai-pantai yang sudah masyhur di Tanah Air seperti Pantai Anyer, Carita, Sawarna, hingga Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Lesung.

Semua pantai tersebut berada di pesisir barat Banten. Namun terjangan tsunami sepekan lalu dipastikan bakal memukul industri pariwisata Banten cukup lama.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Hariyadi Sukamdani mengatakan wilayah yang terdampak tsunami secara langsung mengalami penurunan kunjungan lantaran terjadi kerusakan tempat penginapan. Ia mencatat, di wilayah Tanjung Lesung ada sekitar 20 hotel berukuran besar dan kecil yang rusak.

Hariyadi seperti dilansir tirto.id, Sabtu (29/12), memperkirakan dibutuhkan waktu minimal enam bulan untuk pemulihan. Konsekuensinya, aktivitas wisata di Tanjung Lesung akan vakum selama masa itu. Di luar Tanjung Lesung, Hariyadi mengaku belum menerima laporan terkait pembatalan pemesanan hotel.

Menjelang Tahun Baru 2019, di wilayah sekitar pesisir Banten, belum ada penarikan pemesanan yang signifikan. Ia menilai itu lantaran sebagian besar masyarakat baru akan mengunjungi penginapan sekitar 2-3 hari sebelum tahun baru. “Kalau untuk Tanjung Lesung memang drop-nya gara-gara musibah. Soalnya hotel juga rusak. Tapi Anyer dan wilayah lain masih berjalan (perhotelannya),” ucap Hariyadi.

Belajar dari kejadian ini, Hariyadi mendesak pemerintah menyediakan sensor peringatan dini tsunami di kawasan wisata pantai. Selain itu, kata dia, metode evakuasi hingga fasilitasnya juga perlu disediakan pemerintah, demi menjaga kepercayaan wisatawan untuk tetap mau berkunjung. Ia mencontohkan Jepang sebagai negara yang juga memiliki potensi tsunami cukup tinggi.

“Kalau pemerintah bisa bikin itu [sistem peringatan dini dan pencegahan], maka pengunjung akan memiliki rasa aman karena itu berpengaruh pada rasa percaya wisatawan,” sambungnya (EP)

Nampan di Security Check Bandara, Ternyata Lebih Kotor dari Toilet

this formate

HELSINKI, bisniswisata.co.id: Selama ini toilet di bandara dituding sebagai tempat paling kotor dan penuh kuman, ternyata tudingan itu tidak benar. Justru jawaban yang mengejutkan adalah nampan di Security Check atau tempat pemeriksaan keamanan bandara justru menimbulkan lebih banyak risiko kesehatan dibandingkan toilet biasa.

Hasil penelitian yang dilakukan di bandara Helsinki, dari semua tempat di bandara, ternyata nampan yang digunakan selama pemeriksaan keamanan mengandung banyak patogen yang dapat membuat Anda sakit, sebagaimana dilansir DPA, Sabtu (29/12/2018).

Diterbitkan jurnal BioMed Central Infectious Diseases, penelitian ini membandingkan sampel yang diambil dari berbagai permukaan nampan di tiga waktu berbeda selama musim puncak flu pada tahun 2015-2016 di bandara utama Finlandia dan menemukan lebih sedikit virus di kursi toilet dan tombol toilet daripada di nampan bagasi.

Tidak semua orang pergi ke toilet di bandara, tetapi hampir semua dari kita melewati jalur keamanan. Permukaan diuji untuk keberadaan virus influenza A dan B, coronavirus, adenovirus dan rhinovirus, yang menyebabkan gejala seperti pilek.

Penelitian ini menemukan bahwa karena tingkat sentuhan yang tinggi, nampan penyaringan keamanan plastik menimbulkan risiko kontaminasi tertinggi – karena hampir semua wisatawan memegang benda tersebut sebelum naik pesawat.

Jika Anda khawatir tentang kebersihan di bandara, tisu pembersih dan larutan antibakteri kering yang tidak memerlukan air dapat digunakan untuk membasmi kuman di tangan dan barang-barang pribadi Anda dengan cepat dan mudah. (EP)

Jelang Tahun Baru, Okupansi Kamar Hotel Tak Menggembirakan

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Menjelang pergantian tahun, okupansi kamar hotel tidak begitu menggembirakan. Meskipun mengalami kenaikan dibandingkan hari biasa, namun masih belum sesuai target yang diharapkan. Kondisi ini disebabkan pariwisata Indonesia belum membaik. Kondisi pariwisata saat ini justru cenderung mengalami penurunan.

“Saya tidak punya data pasti. Tapi kalau dari data yang saya dengar hotel dan tempat wisata agak turun dibandingkan tahun lalu,” papar Wakil Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Rainier Daulay di Jakarta.

Ada beberapa faktor, lanjut dia, yang menyebabkan penurunan tersebut. Salah satunya adalah terjadinya bencana alam di beberapa daerah. Terlebih lagi terjadi tsunami baru-baru ini di wilayah wisata di Provinsi Banten.

“Kan kalau ada bencana orang jadi takut kemana-mana. Banyak yang awalnya mau pergi jadinya batal, apalagikan berturut-turut. Dan itu terjadi di tempat wisata dan di akhir tahun,” ucapnya

Faktor lainya. tren wisata ke luar negeri bergerak naik. Ada kecenderungan masyarakat Indonesia lebih memilih wisata ke luar negeri ketimbang dalam negeri, sehingga berpengaruh terhadap okupansi kamar hotel. “Wisata ke luar negeri malah lebih murah. Ini yang seharusnya kita pikirkan,” ujarnya seperti dilansir KoranSindo, Sabtu (29/12/2018).

Menurutnya, kondisi ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Pemerintah harus segera bertindak untuk mengatasi masalah-masalah tersebut. Jika tidak, dapat dipastikan kondisi ini akan terus berlangsung sampai tahun 2019 mendatang.

“Bencana memang bisa terjadi kapan saja dan di mana saja. Tapi harus ada early warning system, dengan begitu para wisatawan merasa aman dan nyaman. Pariwisata kan kuncinya aman dan nyaman,” tandasnya.

Untuk dapat bersaing dengan wisata di luar negeri, dia mengatakan, potensi yang ada harus dikelola dengan baik. Menurut dia, faktor keamanan dan kenyamanan masih perlu ditingkatkan. “Kita punya potensi bagus tapi tidak dikelola. Industri pariwisata nyaman dan aman. Tempat bagus tapi toilet kotor. Kan orang jadi malas. Masyarakat kita juga perlu disiapkan,” ujarnya.

Senada diungkapkan Alexander Nayoan dari Jakarta Hotel Institute. Menurut dia, okupansi jelang tahun baru pasti lebih tinggi dibanding biasanya. Namun, belum sesuai yang diharapkan. “Tentu meningkat, tapi belum sesuai yang diharapkan. Meskipun bukan daerah yang terkena bencana hal tersebut cukup berpengaruh,” ungkapnya.

Juga, adanya hotel-hotel baru di wilayah sekitar Jakarta juga ikut berpengaruh pada okupansi hotel di Jakarta. Misalnya saja di Cikarang, Tangerang, Bekasi dan lainnya.

“Empat tahun lalu okupansi bisa mencapai 115% karena satu hari kamar bisa dua kali digunakan. Sekarang mungkin masih 80%-an. Memang masih tinggi tapi dibandingkan empat tahun lalu tentu lebih rendah, ” paparnya sambil menambahkan Pemerintah daerah perlu lebih gencar lagi melakukan promosi untuk kunjungan ke Jakarta. (EP)

Target Jaring Milenial, Tingkat Hunian Hotel Ini Kuat Berkat Interior Eklektik

this formate

Hotel 101, Dago, Bandung dengan lokasi strategis ( foto: PHM).
BANDUNG. bisniswisata.co.id: Hari Libur ataupun hari kerja nampaknya tidak mempengaruhi tingkat hunian Hotel 101 Dago, Bandung, yang berupaya menjaring tamu dengan beragam fasilitas dengan pengalaman dan gaya menginap yang berbeda.

“Tingkat hunian kami rata-rata 80%, kalangan bisnis menjadi target market kami pada saat weekday and Leisure di saat weekend. Tapi juga menjadi idola tamu- tamu kami untuk menginap pada saat akhir pekan karena slogan kami Have a smart stylist stay,” kata Iwan Kurniawan, VP Revenue Distribution PHM Hospitality, hari ini.

Lokasi yang strategis di jalan Ir.H Juanda, dekat tempat perbelanjaan, Cafe- cafe dan tempat hang out lainnya, menjadi pilihan tamu. Sementara di dalam hotel juga menawarkan banyak hiburan, tambahnya.

Menggabungkan bisnis dan leisure dimulai saat tamu memilih tipe kamar mulai dari tipe Deluxe Smart Single atau Double, Deluxe Stylish Triple Bed, Duplex Trendy , Urban Chic Room dan Deluxe Experience Room.

Untuk pengalaman yang unik saat menginap bersama anak-anak atau saat kumpul dengan teman-teman bisa menginap di ruangan dua tingkat Duplex Trendy. Ada tersedia 13 kamar tipe ini dengan luas kamar 50 m2.

“Coba rileks dan santai di kamar Urban Chic yang lebih luas ukuran 69 m2. Tipe kamar ini hanya tersedia dua unit saja loh” tambah Iwan Kurniawan.

Selain konsep kamar yang berbeda, kegiatan pertemuan perusahaan, komunitas juga kerap diselenggarakan di meeting room tersedia mulai dari yang sifatnya personal seperti acara pertunangan, mempertemukan dua pihak keluarga untuk kelangsungan hubungan cinta dua insan manusia, maupun acara korporat.

Acara  jumpa pers, workshop, pesta ulangtahun hingga kegiatan gathering dan social event lain nya juga kerap dilaksanakan di hotel ini karena ada empat meeting room seperti Aira Room berkapasitas 100 orang, Tavira 30 orang, Voda 15 orang dan Ilma room untuk 15 orang.

Beragam tipe kamar di Hotel 101 Dago, Bandung

Menggabungkan event dengan acara hiburan juga menjadi keunggulan dari tim hotelnya. Iwan menambahkan keseruan pesta dengan DJ, Live Music, beragam permainan, kegiatan Face Painting, menari dan aktivitas dapat dirancang bersama sesuai kebutuhan tamu.

Untuk tahun 2019 pihaknya  optimistis bisnis hotel yang dikelolanya dapat tumbuh dengan baik karena harga yang kompetitif, kualitas pelayan yang terus ditingkatkan, di samping lokasi strategisnya.

Selama ini, hotel bintang empat THE 1O1 Bandung Dago  menampilkan interior eklektik dan konsep kamar yang unik cocok dengan kalangan Milenial terutama para profesional muda yang akrab dengan dunia digital dan media sosial.

Banyak spot Instagramable di lingkungan hotel mulai dari sudut-sudut ruangan, lorong-lorong hotel hingga interior kamar yang menarik. Hotel Kami juga menyediakan layanan kamar 24 jam, Dutch Blue Pool (pilihan anak-anak), Whales Spa & Massage untuk  Me Time alias memanjakan diri sendiri, di samping kulineran di resto dan bar yang ada.

Perjalanan ke Bandung tidak akan lengkap tanpa pengalaman makan. “Jadi silahkan temukan pilihan kuliner di SODA Resto & Bar kami, yang menyajikan beragam hidangan Barat, menu Warisan, dan Fusion. Para tamu juga akan dihibur dengan SODAkustik atau Live DJ Performance pada Sabtu malam, “ jelas Iwan.

Dia juga mengingatkan bahwa radius 5 Km di sekitar Hotel, tamu bisa menyambangi Istana Bandung Electronic Center yang jaraknya sekitar 390 m, Bandung Indah Plaza Mall (440 m),
Riau Street factory Outlet (600 m),
Gedung Sate (870 m), Geology Museum (1.2 km), Cihampelas walk Shopping mall (1.4 km) dan Museum Asia-Afrika ( 1,7 km). Nah serukan, Ayo eksplor Bandung, tandasnya.

Dikunjungi 3,6 Juta Turis, Capaian Pariwisata Bantul Lampaui Target

this formate

BANTUL, bisniswisata.co.id: Sebanyak 3,6 juta wisatawan lokal, nasional hingga internasional dari berbagai daerah mengunjungi destinasi wisata di Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta sepanjang 2018 hingga beberapa hari jelang penghujung tahun.

“Jumlah kunjungan wisata ke Bantul sampai hari ini sudah hampir 3,6 juta orang dengan kunjungan terbesar ke Pantai Parangtritis dan sekitarnya,” kata Kepala Dinas Pariwisata Bantul Kwintarto Heru Prabowo dalam keterangan resminya, Sabtu (29/12/2018.

Menurut dia, kunjungan wisatawan sebanyak 3,6 juta orang itu yang dihimpun dari Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) wisata empat kawasan, yaitu TPR Induk Pantai Parangtritis, TPR kawasan Pantai Samas, TPR wisata Gua Selarong dan TPR wisata Gua Cerme.

“Jumlah kunjungan wisata ke Bantul dari tahun ke tahun selalu ada peningkatan, terutama di Parangtritis itu, tahun 2016 sekitar 2,2 juta, kemudian tahun 2017 sekitar 2,8 juta dan tahun ini (2018) kurang lebih tiga jutaan,” katanya.

Kwintarto mengatakan, jumlah kunjungan wisata ke Bantul pada 2018 akan terus bertambah hingga pergantian tahun. Bahkan pihaknya memprediksi dalam beberapa hari ke depan Bantul bisa dikunjungi puluhan ribu wisatawan dari berbagai daerah.

“Tujuan utama wisatawan ke Bantul itu Pantai Parangtritis karena sudah menjadi ikonnya wisata Bantul, meskipun ada Pantai Baru, Pantai Gua Cemara wisatawan luar daerah itu kalau ke Bantul pasti ke Parangtritis,” katanya.

Ia mengatakan, dari kunjungan wisatawan ke Bantul selama 2018 yang sekitar 3,6 juta orang itu, pihaknya mencatat pendapatan asli daerah (PAD) dari penarikan retribusi wisata di semua TPR yang ada di empat kawasan wisata itu sebesar Rp28 miliar.

“Terkait PAD pariwisata, kami selalu mengandalkan Pantai Parangtritis, dari pendapatan Rp 28 miliar itu, sekitar Rp 22 miliar dari Parangtritis, kemudian Samas sekitar Rp 5 miliar, kemudian sisanya dari Gua Selarong dan Gua Cerme,” katanya.

Realisasi PAD pariwisata sebesar Rp 28 miliar itu telah melampaui dari yang ditargetkan sebesar Rp 26 miliar selama 2018.”Hingga hari ini pendapatan wisata sudah melampaui sekitar Rp 2 miliar, sementara kita masih ada beberapa hari,” katanya.

Objek Wisata Bantul, tercatat ada 48 objek wisata mulai wisata bahari, alam, air terjun, desa wisata, dan objek wisata lainnya, antara lain:

#. Wisata Bahari Pantai

Wisata pantai Parangtritis memang sangat terkenal, namanya sudah terkenal hingga penjuru dunia. Namun pantai cantik di Bantul bukan hanya Parangtritis, ada beberapa sederet wisata pantai yang layak dikunjungi. Ada Pantai Depok. Pantai Goa Cemara, Pantai Pandansari dengan daya tarik mercusuar dipinggir pantai, Pantai Baru, Pantai Baros, Pantai Parangendog yang memiliki ciri khas batu berbentuk menyerupai seperti telur dan batu karang yang menjorok kelaut. Selain itu, pantai Samas terkenal ombaknya yang besar dan berangin kencang. Juga Pantai Kuwaru dengan daya tarik banyak pohon cemara yang cukup rindang. Pantai Pandansimo Baru.

#. Wisata Air terjun

Wisata alam air terjun, atau disebut juga grojogan dan Curug di Bantul cukup melimpah. Terdata ada 8 air terjun yaitu Grojogan Lepo Dlingo, Air Terjun Seribu Batu. Air terjun Tuwondo. Curug Banyunibo. Grojogan Pucung. Curug Pulosari. Air Terjun Randusari dan Air Terjun Kedung Pengilon.

#. Wisata Goa

Bagi pelancong yang suka wisata susur goa, Bantul memiliki tiga Goa yang menarik. Goa Gajah Mangunan yang merupakan goa alami terdapat sebuah gumpalan batu yang berbentuk menyerupai gajah. Juga ada Goa Cerme yang sangat terkenal akan sejarahnya, karena goa ini dulunya menjadi tempat bertemunya para Wali Songo untuk membahas rencana pendirian Masjid Agung Demak, selain itu goa ini juga dulu sering menjadi tempat berdakwah para Wali. Terakhir, Goa Selarong yang menjadi basis perjuangan Pangeran Diponegoro. Pangeran Diponegoro adalah keturunan dari Raja Mataram yang mengobarkan perang melawan penjajah Belanda pada tahun 1825 hingga 1830.

#. Gumuk Pasir Parangkusumo

Berselancar di atas air sudah biasa tapi bagaiman kalau berselancar di atas pasir, nah di Parang kusumo ada nih Gumuk Pasir yang sering dilakukan berselancar pasir atau sandboarding. Tidak perlu jauh-jauh ke luar negri jika ingin melakukan olahraga sandboarding atau berseluncur di atas pasir. Di Desa Parangkusumo kecamatan Keretek Kabupaten Bantul Yogyakarta terdapat lokasi sandboarding, lokasi ini bernama Gumuk Pasir Parangkusumo.

#. Wisata relegi Makam Raja-Raja Imogiri

Berlokasi di desa Ginirejo, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Pemakaman ini dianggap suci dan sangat sakral bagi orang-orang karena yang dimakamkan disini adalah raja-raja dan keluarga kerajaan Mataram. Hingga saat ini masih banyak para peziarah yang berdatangan dari beberapa daerah khusunya Yogyakarta dan Solo, Makam ini pertama kali dibangun pada tahun 1632 pada masa pemerintahan Sultan Agung Mataram III yakni (Prabu Hanyokrokusumo).

#. Wisata Bukit dan Tebing

Destinasi wisata menarik di Bantul berupa wisata bukit yang menjadi gardu pandang untuk melihat pemandangan sekaligus spot foto selfie yang instragramnable. Bantul kaya wisata bukit, gardu pandang juga puncak yang kerap dikunjugi wisatawan. Ada Puncak bukit Becici. Bukit Mojo Dlingo dengan daya tarik menikmati sunset. Bukit Bego Imogiri. Tebing dan bukit Watu Mabur. Bukit Panguk. Bukit Parang Endog. Gardu Pandang Pinus Asri. Dan Bukit Lintang Sewu.

#. Wisata Batu

Bongkahan batu ternyata bisa menjadi daya tarik wisata. Banyaknya batu di Bantul “disulap” menjadi destinasi wisata dan mendapat sambutan bagi wisatawan domestik untuk mengunjunginya. Wisata batu antara lain Seribu Batu Songgo Langit. Watu Goyang. Watu Ngadek. Watu Amben.

#. Wisata hutan pinus

Ada dua objek wisata hutan pinus di Bantul. Hutan Pinus Mangunan dan hutan pinus pengger. Kedua wisata hutan pinus menawarkan daya tarik wisata alam yang lebih alami dan lebih asri. Wisatawan dapat menyaksikan pemandangan malam hari di atas bukit bintangnya, pengunjung akan melihat bertebaran di bawah (Lampu Penduduk)

#. Kebun Buah Mangunan

Negeri di atas awan, begitulah julukan bagi Kebun Buah Mangunan di Bantul Yogyakarta, adapun daya tarik utama tempat wisata ini adalah gardu pandang mangunan. Gardu pandang ini memiliki ketinggian sekitar 200 meter di atas permukaan laut, sehingga pengunjung bisa menikmati keindahan gumpalan awan membalut pegunungan sewu.

#. Jembatan Gantung Selopamioro

Jembatan Gantung Selopamiro, Imogiri. Disini Anda bisa menikmati alam sejuk dengan pemandangan air sungai yang jerni dapat Anda lihat dari atas jembatan tersebut. Di lokasi ini Anda bisa mengabadikan momen bersama teman-teman dan juga keluarga dengan berfoto karena spotnya cukup bagus apalagi pada saat pagi hari atau di sore hari.

#. Pasar Seni Gabusan Pusat

Pasar Seni Gabusan Pusat, pasar yang khusus menjual aneka macam kerajinan tangan dari seniman dan industri rumahan yang ada di Yogyakarta dan sekitarnya. Dibuka pertama kali pada tahun 2004 lalu, kini pasar seni Gabusan sudah menampung 400 lebih pengerajin yang terbagi menjadi 16 Los atau petak dagang.

#. Desa Wisata

Desa wisata di Bantul tercatat ada dua desa wisata yang kerap disambangi wisatawan. Yakni Desa wisata Tembi dan Kampung Edukasi Watu Lumbung. Yang menjadikan Bantul selalu menarik untuk dikunjungi wisatawan salah satunya adalah budaya nya yang kental, orang-orang khususnya wisatawan mancanegara kebanyakan memilih destinasi wistata budaya ketimbang wisata alam.

#. Jurang Tembelan

Jurang Tembelan kini menjadi salah satu tempat wisata di Jogja yang sedang Ngehits. Jika Anda tahu lokasi Taman Buah Mangunan, lokasi Jurang Tembelan tidak terlalu jauh dari gardu pandang Mangunan. Jurang Tembelan merupakan salah satu tempat wisata baru di Jogja. Sama halnya dengan Kebun Buah Mangunan, Wisatawan biasanya datang untuk selfie dan memotret matahari terbit.

#. Rumah Hobbit Mangunan

Rumah Hobbit Mangunan berada di kawasan wisata Seribu Batu Songgo Langit. Wisata ini cocok di kunjungi bersama buah hati Anda, Selain rumah hobbit, banyak spot foto yang dapat dijadikan objek untuk selfie.

#. Pemandian Air Panas Parang Wedang

Pemandian Parang Wedang merupakan salah satu tempat wisata alternatif yang banyak dikunjungi wisatawan saat datang ke Pantai Parangtritis Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Tak lengkap rasanya jika kita sudah jauh-jauh datang ke lokasi yang memiliki berbagai macam tempat wisata tapi tak mencoba semuanya. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Tips Liburan Perdana ke Luar Negeri

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Liburan akhir tahun sebentar lagi. Ada yang melancong di dalam negeri, bahkan luar negeri. Nah, bagi yang pertama kali melakukan perjalanan internasional. Beberapa tips yang perlu menjadi perhatian. Memang, Perjalanan adalah hal yang tidak dapat diprediksi.

Bisa terjadi hal baik atau hal yang tidak diinginkan, seperti cuaca buruk membatalkan penerbangan atau hotel yang Anda pesan tidak dapat menemukan reservasi Anda. Pastinya, sebisa mungkin Anda ingin meminimalkan risiko-risiko yang membuat Anda frustrasi.

Sangat penting jika ini adalah pertama kalinya Anda bepergian ke luar negeri dan mungkin tidak tahu harus bagaimana. Mulai dari mengurus paspor hingga jet lag, berikut adalah beberapa tips agar perjalanan pertama ke luar negeri lancar.

Inilah beberapa tips dilansir laman New York Times, Sabtu (29/12/2018) untuk membantu merencanakan perjalanan internasional pertama Anda, antara lain:

#. Buat paspor lebih awal

Paspor dapat memakan waktu hingga enam pekan untuk diproses. Sebagai pemula, Anda harus membuat janji untuk bertemu satu orang secara langsung di fasilitas penerimaan paspor. Pastikan untuk mendaftar lebih awal. Sebelum bertemu, pastikan Anda sudah menyiapkan dokumen yang diperlukan seperti bukti kewarganegaraan, bentuk identitas yang valid, fotokopi keduanya, dan formulir. Pastikan untuk memasukkan biaya pembuatan paspor dalam anggaran perjalanan.

#. Visa jika ingin menetap sementara

Anda tidak akan memerlukan visa di sebagian besar negara, kecuali berencana tinggal selama lebih dari 90 hari. Namun, ada juga beberapa negara yang mempunyai persyaratan lebih pendek dari itu.

#. Hemat uang dengan hostel

Terlepas dari reputasi mereka yang lama sebagai tempat menginap yang kumuh, beberapa hostel benar-benar mewah. Dalam beberapa tahun terakhir, ada kecenderungan memilih hostel butik yang memiliki pilihan kelas atas dengan kafe, kegiatan komunitas yang menyenangkan, dan kamar-kamar yang didekorasi dengan baik. Anda masih harus berbagi ruang (dan kamar mandi) dengan sesama pelancong, tetapi Anda akan menghemat banyak uang. Beberapa hostel paling mewah hanya mengenakan biaya sekitar Rp 500 ribu per malam tergantung tujuannya. Mulailah cari penginapan Anda di situs-situs seperti HostelGeeks.com dan HostelWorld.com.

#. Tetapkan peringatan perjalanan pada kartu kredit

Sebelum menggunakan kartu kredit atau debit Anda di luar negeri, hubungi operator Anda dan letakkan peringatan perjalanan di akun Anda (Anda mungkin juga dapat melakukan ini di situs mereka). Dengan cara ini, perusahaan kartu kredit tidak akan mengira transaksi asing Anda sebagai penipuan dan membekukan kartu Anda. Sementara Anda melakukannya, tanyakan tentang kebijakan bank atau perusahaan kartu kredit Anda tentang biaya transaksi luar negeri juga. Banyak kartu masih membebankan biaya kepada pelanggan untuk menggunakan kartu di luar negeri, biasanya dalam persentase kecil dari setiap pembelian.

#. Waspadai biaya bank

Sebagian besar negara asing memiliki ATM yang mudah diakses yang akan menerima kartu kredit dan debit. Tetapi sebelum melakukan perjalanan, lihat biaya dan kebijakan bank Anda untuk menarik uang tunai di ATM internasional.

#. Persiapkan jet lag

Cara paling efektif untuk mengatasi jet lag, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan di Sleep Medicine Clinics, adalah mengatur ritme sirkadian Anda dengan mengubah jam internal yang memberi tahu Anda kapan harus mengantuk dan kapan harus waspada ke zona waktu baru Anda secepat mungkin. “Kami menyarankan mengatur ulang jam sirkadian setidaknya sebagian menuju zona waktu tujuan sebelum terbang,” kata penulis penelitian.

#. Miliki rencana transportasi dari bandara

Selain layanan taksi, sebagian besar bandara internasional dilengkapi dengan kereta komuter atau angkutan langsung yang akan membawa Anda ke pusat kota. Anda akan mengikuti rambu klaim bagasi ke antar-jemput yang tepat atau halte kereta api. Tentu saja, sebagian besar bandara juga memiliki pilihan transportasi umum yang lebih murah yang mungkin sedikit rumit untuk dinavigasi. Google Maps adalah navigator yang sangat baik, tetapi teliti dalam mengatur rute Anda sebelumnya sehingga Anda siap pada saat tiba (terutama jika bandara tidak memiliki Wi-Fi gratis). Anda dapat menemukan harga kereta, jadwal dan menghubungkan informasi antarjemput di situs bandara. (EP)

Bom Meledak Dekat Piramida, 3 Turis Vietnam Tewas

this formate

MESIR, bisniswisata.co.id: Sebuah ledakan bom yang dahsyat di pinggir jalan tak jauh dari obyek wisata Piramida Giza dan menghantam bus pariwisata yang tengah melintas, Jumat (28/12/2018). Akibatnya, tiga wisatawan Vietnam dan seorang pemandu wisata warga negara Mesir tewas seketika serta puluhan wisatawan lainnya cedera.

Dikutip dari AFP, Sabtu (29/12) pernyataan resmi dari kejaksaan mesir menyebut 11 wisatawan lainnya dari Vietnam dan supir bus terluka akibat ledakan bom tersebut. Perangkat peledak ditempatkan di dekat dinding di Jalan Mariyutiya, tak jauh dari lokasi obyek wisata Piramida Giza. Bus itu membawa 16 orang, terdiri dari 14 wisatawan Vietnam, seorang pengemudi dan pemandu wisata.

Personel keamanan bersenjata dengan cepat dikerahkan ke lokasi dan menutup area untuk diperiksa. Perdana Menteri Mostafa Madbouli mengunjungi para wisatawan yang terluka di rumah sakit dan mengumumkan bahwa pemandu wisata itu meninggal karena luka-lukanya.

Madbouli mendesak agar tidak “membesar-besarkan” insiden itu dan bersikeras bahwa tidak ada negara di dunia yang dapat menjamin bahwa negaranya 100 persen aman. “Mungkin saja suatu peristiwa (bom) terjadi di sini atau di sana,” katanya kepada wartawan.

Sementara itu, hingga kini belum diketahui pelaku yang bertanggung jawab dibalik serangan bom tersebut. Industri pariwisata Mesir tengah berjuang untuk pulih dari serangan teror dan ketidakstabilan domestik yang melanda negara itu dalam beberapa tahun terakhir.

Pada bulan Juli 2017, dua turis Jerman ditikam hingga mati oleh tersangka penyerang jihad di resor pantai Laut Merah Mesir Hurgada. Pada Oktober 2015, sebuah bom yang diklaim oleh afiliasi lokal dari ISIS menewaskan 224 orang di dalam pesawat jet penumpang yang membawa wisatawan Rusia ke semenanjung Sinai.

Insiden itu merupakan pukulan telak bagi industri pariwisata Mesir yang masih terhuyung-huyung akibat kekacauan yang dipicu oleh pemberontakan 2011 dan melengserkan pemimpin veteran Hosni Mubarak dari kekuasaan.

Mesir sejak itu telah berusaha untuk memikat wisatawan kembali dan memacu sektor yang menguntungkan dengan menggembar-gemborkan penemuan arkeologis baru serta memperkuat keamanan di sekitar situs arkeologi dan di bandara.

Pariwisata perlahan mulai meningkat. Badan statistik Mesir mencatat kedatangan wisatawan di Mesir pada 2017 mencapai 8,2 juta, naik dari 5,3 juta tahun sebelumnya. Kendati demikian, angka itu masih jauh dari catatan 2010 yang mencapai di atas 14 juta pengunjung.

Mesir telah bertahun-tahun memerangi pemberontakan di Sinai Utara, yang melonjak menyusul penggulingan presiden militer Mohamed Morsi pada 2013. Pasukan keamanan sejak Februari telah melakukan operasi besar yang berfokus di Semenanjung Sinai, yang bertujuan memusnahkan cabang ISIS setempat.

Lebih dari 450 tersangka jihadis dan sekitar 30 tentara Mesir telah terbunuh sejak serangan dimulai, kata militer pada Oktober.
Piramida Giza adalah satu-satunya bangunan yang bertahan dari tujuh keajaiban dunia kuno dan daya tarik wisata utama yang menarik pengunjung dari seluruh dunia. (EP)

Tsunami Selat Sunda Tak Pengaruhi Tamu Hotel di Bali

this formate

DENPASAR, bisniswisata.co.id: Peristiwa tsunami di Selat Sunda pada Sabtu (22/12), yang menewaskan 426 orang dan 23 dinyatakan hilang ternyata tidak memengaruhi perhotelan di Bali. Bahkan kunjungan wisatawan yang menginap dihotel mengalami kenaikan 7,4 persen pada posisi November 2018 dibandingkan pada periode yang sama 2017.

“Sementara untuk natal kabarnya ada peningkatan, tapi datanya belum saya terima. Kami berharap saat peak season new year nanti tetap berjalan dengan baik.” papar Chairman Bali Hotel Association (BHA), Ricky Putra di Denpasar.

Tahun ini, Ricky melanjutkan, sampai bulan November 2018 jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Bali sudah mencapai 5,6 juta. Target tahun ini, Bali diharapkan mampu menarik 6,2 juta wisman. Wisman yang paling banyak berkunjung ke Bali tahun 2018 berasal dari Australia (89,6 ribu wisman), disusul oleh China (75,8 ribu wisman).

Terkait upaya mitigasi, Ricky menuturkan situs resmi BHA selalu update menginfokan hal yang terkait kejadian di Indonesia. Sehingga semua anggota BHA bisa mengakses info dan apa saja yang harus dilakukan. “Kami juga tetap memonitor situasi dan berkoordinasi dengan pemerintah, BMKG, BNPB,” katanya seperti dilansir laman CNNIndonesia.com, Jumat (28/12/2018).

“BHA juga rutin mengadakan pertemuan tentang mitigasi. Selain itu hotel-hotel yang bergabung dalam BHA, sudah memiliki mitigation plan sendiri. Namun semua ini tidak bisa lepas dari badan pemerintah yang berwenang mengeluarkan statement, yang bisa mempengaruhi keselamatan dan kenyamanan tamu.” sambungnya. (EP)

Gubernur Jabar: Pengelola Tempat Wisata Harus Profesional

this formate

BANDUNG. bisniswisata.co.id: Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mendesak agar setiap pengelola tempat wisata lebih profesional dalam melayani wisatawan lokal, nasional maupun internasional. Mengingat Provinsi Jabar memiliki visi sebagai provinsi pariwisata.

“Poin saya adalah Jawa Barat karena sudah divisikan menjadi provinsi pariwisata, maka para pengelola harus lebih profesional,” ujar Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil di Kantor DPRD Jabar, Kota Bandung, Jumat (28/12).

Emil mengimbau, pengelola tempat pariwisata harus menyiapkan rambu-rambu khusus yang menyertakan informasi keselamatan. Sekalipun di lokasi tersebut tak terjadi bencana. “Dalam rangka profesional ini informasi keselamatan, pengetahuan kepada hal-hal yang emergency juga harus dilakukan,” katanya.

Selain itu, dihimbau kepada para wisatawan agar tak khawatir saat berlibur ke Jabar sepanjang liburan Natal dan Tahun Baru ini. Karena, sejauh ini destinasi wisata di Jabar sangat aman dan terkendali. “Silakan berlibur di gunung di kota, di pantai juga. Karena kalau secara ilmiah, berliburlah dengan ilmu pengetahuan yang cukup jadi jangan menyamaratakan,” paparnya.

Emil pun mempersilahkan para wisatawan untuk bergembira tatkala berwisata di Jabar, namun tetap waspada. “Potensi tsunami dari dulu juga ada, tapi kalau tidak ada gempa atau jauh dari gunung berapi yang aktif saya kira potensinya kan kecil,” katanya.

Sebelumnya, Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mengatakan, masyarakat tak perlu was-was andai kata hendak mengisi hari libur di kawasan pantai. Walaupun, sebelumnya terjadi bencana di Selat Sunda hingga mengakibatkan tsunami di Lampung dan Banten.

Provinsi Jabar sendiri, memiliki potensi destinasi wisata pantai yang menjadi primadona, di masa liburan. Misalnya saja Pangandaran dan Pelabuhan Ratu, Sukabumi.

“Saya kira jangan ada rasa was-was untuk itu, silakan mereka untuk berwisata ke destinasi wisata di Jabar. Saya mendukung,” ujar Uu kepada wartawan di acara Seminar Nasional Dalam Rangka Milad Pusdai ke 21 dengan Tema Revitalisasi Pran Masjid Menuju Pembangunan Islam dalam Konteks Jabar Juara Lahir Batin di Masjid Pusdai, Kamis (27/12).

Uu mengatakan, pihaknya akan maksimal memberikan perlindungan kepada masyarakat di pada libur panjang Natal dan Tahun Baru 2019 ini. Salah satunya, dengan menerjunkan petugas keamanan dan tanggap bencana dari berbagai instansi.

Saat libur panjang ini, kata dia, petugas sudah disiapkan dari berbagai macam instansi di berbagai daerah termasuk dari provisi di tempat tempat yang dianggap rawan bencana. “Dan itu sudah disebar di awal libur ini,” katanya.

Selain itu, kata Uu, pihaknya juga sudah menyiagakan berbagai peralatan yang suatu waktu dibutuhkan ketika ada bencana. Hal itu, sesuai dengan kemampuan daerah masing-masing. “Bukan maksud menantang bencana, tapi ibaratnya sedia payung sebelum hujan,” katanya.

Uu menambahkan, pihaknya sudah menyediakan layanan kesehatan. Termasuk alat deteksi tsunami, meskipun hanya benerapa pantai saja yang sudah tersedia. “Alat deteksi ada, tetapi tidak sempurna. Sudah ada seperti di Tasikmalaya, Langandaran juga sudah ada. Tetapi tidak semua pantai memiliki alat itu,” katanya.

Uu mengaku, memang tak hanya tsunami saja yang rawan terjadi di Jabar. Oleh karena itu, pihaknya sudah melakukan rapat koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD) se-Jabar. Salah satunya untuk mengatisipasi terjadinya bencana.

Jadi, kata dia, pertama mengantisipasi. Kedua waspada. Ketiga mempersiapan dan memberikan kejelasan kepada masyarakat, tentang bahaya bahaya yang diakibatkan bencana. “Dan penyebab bencana juga harus disampaikan,” kata Uu.

Meskipun tak ingin masyarakat merasa was-was, Uu tetap mengimbau agar tetap waspada. Uu mengimbau agar tidak berada di lokasi yang rawan terjadi bencana sesuai dengan yang disebutkan oleh Badan Meteorologi, Klimitalogi dan Geofisika (BMKG). Misalnya saja, di area tebing dan dekat dengan sungai.

“Karena yang namanya bencana kan tidak bisa dilihat dikontrol. Secanggih apapun teknologi buatan manusia tetap saja tidak bisa mengontrol akan adanya bencana. Oleh karena itu kita harus waspada,” papar Uu. (EP)