Kuliner Imlek Penuh Filosofi

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Tahun Baru Cina atau dikenal perayaan Imlek tak pernah lepas dari sajian kuliner yang lezat, namun penuh makna filosofi. Perayaan Imlek dirayakan oleh bangsa Cina dan keturunan Cina di seluruh dunia tiap tahunnya. Dari mulai sebelum malam tahun baru hingga 15 hari berikutnya.

Bahkan rumah-rumah dihiasi dengan berbagai dekorasi berwarna merah dan emas untuk mendatangkan keberuntungan, rejeki dan menolak mara bahaya. Begitu juga hidangan yang disajikan Imlek. Tidak cuma mengenyangkan perut, makanan-makanan yang wajib disajikan saat Imlek, bagi warga Tionghoa adalah simbol “keberuntungan”, yang diharap bakal mewarnai hidup sepanjang tahun.

Biasanya di acara jamuan makan 12 makanan ini wajib hadir di atas meja makan. Makanan harus terdiri dari berbagai unsur misalnya dari yang berenang, yang di darat berkaki empat dan berkaki dua. Dua belas makanan Imlek dan maknanya ini menarik banget untuk disimak, sebanyak 12 makanan yang terhidang selama Imlek, seperti dihimpun dari berbagai sumber, Selasa (5/2).

#. Ikan bandeng
Ikan bandeng yang dikukus secara utuh mempunyai arti rejeki yang tersisa atau keberuntungan, karena ikan dalam bahasa Mandarin mempunyai bunyi yang mirip dengan kata kehidupan. Sementara, warna ikan bandeng yang mengkilap melambangkan keberuntungan. Cara menghidangkannya pun punya aturan sendiri, ikan harus disajikan sebagai hidangan terakhir, lalu bagian kepala harus menghadap orang tua atau tamu. Selain itu, ikan tidak boleh dihabiskan, terutama bagian kepala dan ekornya. Ini melambangkan rejeki yang berlimpah di awal dan akhir tahun. Ikan juga mulai dimakan dari bagian dekat kepala hingga ke bagian dekat ekor. Makan ikan bandeng butuh kesabaran tinggi karena hidangan tersebut memiliki banyak duri. Orang yang memakan ikan bandeng dipercaya akan bisa melewati berbagai rintangan hidup selama setahun. Hidangan khas di kalangan warga keturunan Cina di Indonesia ini juga jadi simbol keberuntungan.

#. Ayam atau bebek

Ayam atau bebek menjadi simbol udara yang memiliki arti kesetiaan dan ketaatan. Makanya sajian ayam atau bebek utuh selalu hadir saat Imlek. Ayam dan bebek ini juga pasti disajikan secara utuh dengan harapan keluarga yang memakannya akan menjadi keluarga yang utuh dan bahagia selalu.

#. Babi
Hidangan dari babi juga selalu ada di dalam sajian Imlek yang akan dimakan oleh keluarga besar. Hal ini sebenarnya punya arti khusus, seperti yang sudah diketahui babi adalah hewan yang malas. Nah, makanya orang yang memakan babi saat Imlek tidak akan menjadi pemalas.
Daging babi ini menjadi salah satu sajian penting bahkan di Semarang ada Pork Festival Semarang. Acara ini khusus dibuat buat kamu yang pork lover. Berbagai sajian berbahan dasar babi bisa kamu temukan di sini loh.

#. Kue keranjang
Meski namanya adalah Kue Keranjang (Nian Gao), tapi tekstur kue ini yang kenyal dan legit lebih mirip dengan dodol. Kue keranjang juga dijadikan sajian bagi Dewa Dapur. Kue Keranjang disajikan untuk mengundang kemakmuran dari tahun ke tahun. Kue keranjang bisa awet hinga beberapa bulan. Menikmatinya pun bisa dengan berbagai cara, baik dimakan begitu saja, dikukus terlebih dahulu agar lunak, digoreng dengan tepung atau digoreng dengan telur. Kue ini, dipercaya bisa membuat rezeki tetap lengket dan menempel sepanjang tahun. Tekstur lengket ini juga diharapkan bisa mendekatkan hubungan antarmanusia.

#. Mi
Mie merupakan simbol untuk panjang umur bagi yang merayakan Imlek. Untuk memakannya pun ada aturannya sendiri, yaitu mie tidak boleh terputus saat diambil dengan menggunakan sumpit. Jika mie terputus, maka dianggap rejeki dan umur akan cepat habis. Sumpit digunakan untuk melambangkan pribadi penuh kesabaran dan tidak serakah maupun iri hati. Lalu, mie yang diambil harus dimasukkan ke mulut dengan cara diseruput. Mi wajib disantap saat Imlek karena bentuknya yang panjang dianggap sebagai pembawa rezeki tak terputus. Mi adalah simbol panjang umur, kebahagiaan dan rezeki melimpah ruah.

#. Yee shang
Yee shang adalah sayuran warna-warni melambangkan keberuntungan. Kuliner ini terbuat dari serutan beberapa jenis sayuran seperti beberapa jenis lobak, rebung, jahe, ketimun, wortel dan jeruk bali. Juga diberi saus serta potongan daging dan ikan mentah sebagai pelengkap. Hidangan khas Imlek ini merupakan lambang berlimpahnya rejeki, kemakmuran, dan kekuatan. Untuk menikmati Yee Sang, tiap orang yang ada di meja makan harus bergotong royong mengaduk Yee Sang dengan sumpit. Tidak perlu takut jika Yee Sang tumpah dari piring saji, karena ini berarti rejeki yang datang akan tumpah ruah. Proses mengaduknya unik, tiap orang mengangkatnya tinggi-tinggi dengan sumpit sebelum akhirnya disantap. Dipercaya semakin tinggi diangkat, harapan yang bisa terkabul pun semakin tinggi.

#. Jiaozi
Jiaozi ini bentuknya mirip dengan pangsit yang ada di dim sum. Jiaozi ini biasanya disantap sebagai makanan pembuka di jamuan makan keluarga, Jiaozi ini diharapkan bisa mendatangkan kelimpahan rejeki dan kerukunan. Biasanya dibuat seperti bentuk bongkahan emas dan merupakan salah satu makanan penting yang tidak bisa ditinggalkan. Bisa dimakan dengan kubis dan lobak, karena dipercaya dapat membuat kulit sehat.

#. Kue mangkok
Kue mangkok warna merah ini juga akan kamu lihat selama perayaan Imlek. Kue mangkok ini akan berdampingan dengan kue keranjang. Kue mangkok warna merah ini melambangkan rezeki yang akan selalu mekar sepanjang tahun. Diharapkan tahun baru akan memberikan rezeki baru yang berlimpah dan tak terputus sepanjang tahun. Selain kue mangkok masih ada kue-kue Imlek lain yang ikut meramaikan Imlek

#. Kue lapis
Sama seperti kue mangkok dan kue keranjang, kue lapis legit juga melambangkan rejeki yang belimpah. Lapis legit ini diharapkan bisa memberikan rejeki berlapis-lapis di tahun baru.

#. Teh
Tradisi minum teh sudah dilakukan oleh bangsa Cina sejak ribuan tahun yang lalu. Menjelang Imlek, tiap pagi teh tawar tanpa gula harus disajikan oleh orang yang lebih muda kepada orang yang lebih tua. Penyajian te merupakan tanda penghormatan kepada orang tua dan leluhur.

#. Jeruk
Buah jeruk dalam bahasa Mandarin punya arti keberuntungan atau kebahagiaan. Jeruk dianggap sebagai buah yang bisa tumbuh subuh sepanjang tahun, diharapkan keberuntungan juga ada sepanjang waktu. Tuan rumah yang kediamannya dikunjungi saat Imlek biasanya menyiapkan jeruk untuk diberikan pada para tamu. Jumlah yang diberikan lebih dari satu buah, dengan harapan keberuntungan dan kebahagiaan akan berlipat ganda.

#. Manisan segi delapan
Manisan yang berada di kota segi delapan juga hadir saat Imlek, manisan segi delapan ini dikenal sebagai “tray of happines”. Sesuai dengan namanya manisan segi delapan mengandung banyak makna. Misalnya biji teratai yang melambangkan kesuburan dan leci sebagai lambang keluarga yang kuat. Selain itu angka delapan juga menjadi angka keberuntungan yang dipercayai oleh orang Tionghoa. (NDY)

Akses Melancong ke Pantai Pangandaran Makin Mudah

this formate

PANGANDARAN, bisniswisata.co.id: Akses melancong ke Pantai Pangandaran Jawa Barat (Jabar) kini semakin mudah bahkan nyaman. Setelah KA Pangandaran diluncurkan awal Januari 2019, kini sudah ada fasilitas baru agar berwisata lebih nyaman. Fasilitas itu adalah feeder bus (bus pengumpan) dari Stasiun Banjar untuk mengantarkan para wisatawan ke Pantai Pangandaran, yang memiliki panorama sangat indah.

“Saya sudah koordinasi dengan Dishub Jabar bahwa nanti kita akan siapkan feeder, nanti akan ada bus yang direct dari (stasiun) Banjar ke Pangandaran,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat Dedi Taufik Kurohman, di Gedung Sate Bandung, dilansir Antara, Selasa (05/02/2019).

Penyediaan feeder bus ini, sambung dia, merupakan upaya terkait rencana reaktivasi jalur kereta api dari Banjar ke Pangandaran oleh pemerintah pusat. “Saya juga kemarin telah berkoordinasi dengan PT KAI agar dibuat konektivitas untuk itu, busnya (DAMRI) dan juga bisa dari PO yang lain. Kita dalam waktu dekat akan melakukan itu,” kata dia.

Rencana penyediaan feeder bus di Stasiun Banjar tersebut bertujuan untuk memudahkan para wisatawan pengguna moda transportasi kereta api yang hendak berlibur ke Pangandaran. “Jadi ini pilihan, mau menggunakan kereta, jalan raya, bus atau lainnya,” kata dia.

Feeder bus tersebut saat ini sudah disediakan bagi wisatawan pengguna moda transportasi kereta api yang hendak berwisata ke Garut. “Di Stasiun Cibatu ada feeder bus untuk menuju kawasan wisata di Kabupaten Garut,” ujar dia.

Dilanjutkan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat sendiri saat ini mencanangkan sektor pariwisata menjadi lokomotif ekonomi di wilayah ini dan salah satu kawasan pariwisata yang menjadi perhatian ialah Kabupaten Pangandaran.

“Seperti Pangandaran ingin ada semacam boulevar-nya, Pangandara sendiri harus dikemas menjadi industri pariwisata. Dan kita harus lihat potensi lokal, potensi seniman dan budayawannya, kulinernya kita akan lihats semua itu, kemudian juga infrastrukturnya akan dibikin,” kata Dedi Taufik.

Ditambahkan, penyediaan bus pengumpan itu adalah upaya pihaknya terkait rencana reaktivasi jalur kereta api dari Banjar ke Pangandaran oleh pemerintah pusat. “Saya juga kemarin telah berkoordinasi dengan PT KAI agar dibuat konektivitas untuk itu, busnya (DAMRI) dan juga bisa dari PO yang lain. Kita dalam waktu dekat akan melakukan itu,” kata dia.

Tercatat ada 35 destinasi wisata yang tersebar di penjuru Pandarangan, namun dari jumlah itu hanya beberapa spot wisata yang keren, hits, ngetrend dan kerap dikunjungi mulai Situs budaya, situs bersejarah, spot foto foto kekinian sampai air terjun yang sangat memanjakan mata. Inilah obyek wisata di Pangandaran:

# Wisata Pantai
Tak lengkap memang ke Pengandaran, tidak ke pantainya. Ada beberapa pantai yang sudah akrab ditelinga wisatawan seperti Pantai Pangandaran, Pantai Batu Karas, Pantai Keusik Luhur, Pantai Karapyak, Pantai Batu Hiu, Pantai Pananjung, Pantai Lembah Putri, Pantai Karang Nini, Pantai Madasari, Pantai Karang Tirta, Pantai Muaragatah, Pantai Legok Jawa, Pantai Duduk Pangandaran, Pantai Pasir Beusi, Pantai Karang Seugeuh, Pantai Palatar Agung, Pantai Karang Tamaga dan Pantai Kalapa Satangkal. Seluruh pantai ini memiliki ciri khas dan keunikan tersendiri. Soal panorama dan keindahnnya, lebih baik buktikan sendiri.

# Cukang Taneuh
Disebut juga Green Canyon oleh seorang berkebangsaan Perancis tahun 1993. Green Canyon terletak di Desa Kertajaya, Cijulang. Objek wisata ini menawarkan keindahan dinding bebatuan ditutupi lumut dan wisatawan dapat menikmatinya dengan menyusuri sungai menggunakan perahu atau simpan milik warga sekitar. Selama perjalanan susur sungai bisa menikmati indahnya ngarai dengan udara yang sejuk dan juga pemandangan hijau yang menarik.

# Wisata Susur Gua
Ada tujuh gua alam yang menakjubkan di cagar alam Pangandaran. Ketujuh gua itu antara lain Gua Sumur Mudal, Gua Parat (Gua Keramat), Gua Miring (Gua Cemped), Gua Lanang, Gua Panggung, Gua Cirengganis dan Gua Karang Bolong. Dalam sejarah peradaban manusia, gua sering dianggap memiliki nilai mistis atau sejarah tertentu sehingga keberadaanya sering dikeramatkan. Namun kini gua menjadi daya tarik wisata yang kerap dikunjungi wisatawan.

# Curug Bojong
Dulu air terjun atau curug ini bernama Curug Sawangan. Namun sekarang ini lebih terkenal dengan nama Curug Bojong dikarenakan air sungainya berasal dari Kampung Bojong. Jika Anda ingin menujju tempat ini dari Pangandaran, ambil jalur Babakan kemudian Sukahurip dengan jarak tempuh sekiar 6 km saja.

# Santirah River Tubing
Bagi wisatawan suka wisata air yang memacu adrenalin? Anda bisa mendatangi Santirah River Tubing. Di sini Anda akan merasakan serunya berarung jeram tapi tidak dengan menggunakan perahu karet, melainkan dengan menggunakan ban besar. Aliran sungai Santirah yang ada di Desa Selasari akan membuat Anda basah lengkap dengan sensasi terombang ambing di antara arus dan bebatuan sungai. Jarak tempat wisata ini dengan pusat kota hanya 15 km saja.

# Saung Muara
Kalau Anda mencari pantai yang bisa dijadikan area untuk berkemah bersama keluarga atau teman, maka Saung Muara inilah tempatnya. Terletak di ujung Jalan Pamugaran, lokasi ini dapat Anda tempuh dari pintu masuk Pangandaran, belok kanan dan lakukan perjalanan sekitar 1 km. Anda akan mendapati pemandangan alam yang indah dengan udara sejuk dan mangrove di sekelilingnya. Di sini, Anda juga bisa menikmati pemandangan para nelayan yang sibuk mencari ikan. Saung Muara memiliki fasilitas seperti gazebo dan mushola. Anda juga bisa menikmati kuliner yang terdapat di warung-warung sepanjang pantai. Menikmati pemandangan matahari tenggelam sambil ber-BBQ dengan teman atau keluarga akan menjadi pengalaman tak terlupakan di sini.

# Pangandaran Waterpark
Walau termasuk tempat wisata yang masih baru, tapi waterpark ini bisa jadi tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi. Tidak sama dengan waterpark lainnya, waterpark di Pangandaran ini letaknya di pinggiran Pantai Lembah Putri. Anda bisa menemukannya sekitar 5 km dari pintu wisata Pangandaran tepatnya di Kecamatan Kalipucang. Ada beberapa kolam yang bisa dinikmati dan juga lapangan untuk berkendara ATV. (NDY)

Libur Imlek, Rianti Cartwright Bersalju Ria

this formate

HOKKAIDO JEPANG, bisniswisata.co.id: Liburan Imlek dimanfaatkan artis cantik Rianti Cartwright untuk bersalju ria di Hokkaido, Jepang. Istri Cas Alfonso membagikan keseruan liburannya saat menginap di Hotel Skye Niseko, Hokkaido, lewat akun Instagramnya @riantic.

Hotel bintang empat itu memiliki fasilitas rental peralatan ski dan berjarak dekat dengan Niseko Mt. Resort Grand Hirafu, salah satu lokasi ski populer. Terlihat foto yang diunggah wanita blasteran Inggris dan Indonesia ini tengah menikmati secangkir kopi hangat di hotel itu. Dengan berpose anggun Rianti terlihat sangat menikmati liburannya. Bahkan, foto tersebut diunggah kembali oleh hotel itu.

Tak hanya meminum kopi, seperti dilansir Liputan6.com, Selasa (05/02/2019) pemeran film Ayat-Ayat Cinta itu tak mau ketinggalan mencoba Sky Valvet, yang merupakan layanan gratis eksklusif diberikan untuk tamu di Skye Niseko.

Mengenakan jaket merah dan kupluk rajut tebal, ia mengunggah videonya saat asyik meluncur di hamparan salju menggunakan papan selancar. Peralatan ski itu bisa jadi disewanya dari hotel tempatnya menginap.

Tak ketinggalan, wanita kelahiran Bandung 22 September 1983 membagikan fotonya ketika berfoto menyentuh salju di Niseko Hiraffu Village, Jepang. Menggunakan jaket kulit berwarna hitam, Rianti terlihat memegang salju dengan tangan terbungkus sarung tebal.

Pipinya memerah seolah menahan dingin. Tak mengherankan, saat itu tebal hamparan salju di samping Rianti hampir setinggi dirinya. Meski begitu, ia tetap tersenyum.

Tidak mau ketinggalan, Rianti juga ikut menikmati Sapporo Snow Festival di Hokkaido. Festival Salju ini diadakan selama satu minggu setiap Februari di ibu kota Hokkaido, Sapporo. Sapporo Snow Festival Ini adalah salah satu acara musim dingin paling populer di Jepang yang tahun ini berlangsung pada 4-11 Februari 2019. (NDY)

Levi’s Bangkitkan Lagi Produk Legendaris

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Produsen pakaian asal Amerika Serikat, Levi’s merilis kembali koleksi Levi’s Engineered Jeans dengan gaya yang baru dan modern. Saat kali pertama dirilis pada 1999, Levi’s Engineered Jeans merevolusi industri denim, dan sukses menjadi tren fesyen dengan fit yang tidak lazim serta gaya yang progresif.

Levi’s Engineered Jeans seperti menjadi legenda bagi Levi’s. Pada waktu diluncurkan 20 tahun lalu, Levi’s Engineered Jeans menggantikan Levi’s RED, jeans konstruksi 3D pertama di dunia, dan diciptakan sebagai hasil rekayasa ulang secara keseluruhan jeans Levi’s 501. Konsep ini bertujuan untuk mempermudah pengguna jeans Levi’s untuk bebas beraktivitas dan bergerak karena desainnya yang ergonomis.

Dalam keterangan tertulis, Selasa (05/02/2019), terlihat jelas bahwa inovasi terbaru Levi’s ini membuat siapapun yang mengenakan Levi’s Engineered Jeans dapat tetap aktif bergerak, berlari bahkan menari dengan leluasa.

Di antara karakteristik koleksi Spring/Summer 2019 adalah patch merahnya dengan logo dua kuda yang menonjol sebagai penghormatan kepada RED milik Levi’s, dan desain yang memutarkan jahitan sisi kiri dan kanan sangat ke arah dalam, seperti halnya Levi’s Engineered Jeans yang dirilis pada 1999.

Desainnya mengarah ke tatanan siluet yang lebih ramping (tapered) agar dapat meningkatkan keseimbangan antara jins dan sepatu. Bahan stretch yang lembut dan nyaman menggunakan 12.68oz 4WAY, yang tidak ada 20 tahun yang lalu, memberikan kenyamanan luar biasa.

Koleksi pria yang tersedia di Indonesia terdiri dari Trucker Jacket dan kemeja, serta termasuk di dalamnya Levi’s Engineered Knit Tees yang baru kali pertama dibuat, serta tentunya celana jeans dengan berbagai fit, seperti 502 Taper, 541 & 570 Loose Taper.

Dan untuk koleksi wanita, terdiri dari 2 celana jeans dengan 2 fit yaitu, Wide Cropped atau yang biasa disebut kulot dan Tapered jeans serta Cropped Trucker Jacket.

Guna merayakan kembalinya Levi’s Engineered Jeans lewat kampanye “Free to Move”, Levi’s menggandeng aktor Jepang, Takuya Kimura dan musisi Tiongkok, Leah Dou. Takuya merupakan brand ambassador Levi’s Engineered Jeans pada dua dekade lalu saat koleksi ini kali pertama diluncurkan. Sedangkan Leah Dou dipilih sebagai brand ambassador Levi’s Engineered Jeans untuk mewakili generasi milenial. (redaksibisniswisata@gmail.com)

The Shoppes di Marina Bay Sands Raih Omset Luar Biasa

this formate

SINGAPURA, bisniswisata.co.id: Wisata belanja The Shoppes di Marina Bay Sands, Singapura memecahkan rekor pendapatannya selama 2018 dan memperkuat posisi sebagai pusat perbelanjaan papan atas di Singapura. Hal ini menjadikan 2018 menjadi tahun dengan pendapatan tertinggi bagi The Shoppes.

Mal mewah dengan okupansi tenant sebanyak 95,4%, mencatat pendapatan sebanyak US$179 juta pada tahun lalu, naik 7% dibandingkan dengan periode yang sama pada 2017 . Pada 2018, penjualan penyewa ritel di The Shoppes melonjak 19% menjadi US$1.898 per kaki persegi dari tahun sebelumnya.

The Shoppes juga mempertahankan posisi teratasnya dalam wisata perbelanjaan, mencatat rekor dengan mewakili sekitar 25% pasar wisata bebas pajak di Singapura. Hal ini didasari oleh metrik industri yang melacak penerimaan wisatawan yang dikembalikan pajak.

Senior Vice President untuk Retail, Marina Bay Sands, John Postle mengatakan, 2018 menjadi tahun luar biasa bagi mal ini, karena bukan cuma mencapai pendapatan penjualan tertinggi dalam sejarah, tetapi juga memperkuat posisi terdepan dalam wisata perbelanjaan. “Mengingat lanskap ritel yang kompetitif dan pertumbuhan belanjaonline, kami sangat bersyukur atas pencapaian ini,” katanya dalam siaran pers, Senin (4/2/2019).

Kinerja ini juga merupakan hasil dari strategi gabungan oleh ritel berkesinambungan yang dimulai pada 2012, membuat mal ini menggandakan jejaknya pada merek-merek mewah dalam bentuk duplex, serta ekspansi yang berfokus pada pakaian kelas atas untuk anak-anak.

Strategi ini, ditambah dengan program-program menarik seperti late-night shopping, berbagai tawaran koleksi eksklusif, dan salah satu program loyalitas paling dermawan di Singapura, telah menghasilkan 120.000 pembeli disetiap harinya. Hal Ini termasuk penduduk setempat serta pasar pariwisata terbesar di Cina, Indonesia, dan Jepang.

Jan Moller, Country Managing Director, Penjualan Singapura & Asia-Pasifik, Global Blue, mengatakan, sebagai salah satu tujuan belanja terkemuka di Asia, The Shoppes di Marina Bay Sands terus mengungguli mal-mal mewah lainnya di Singapura yang merupakan bagian terbesar dari pengeluaran wisatawaninbound di sektor barang mewah pada tahun 2018. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Sapta Nirwandar: Pemasaran Pariwisata Jangan Cuma Andalkan Online Marketing

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Badan Pusat Statistik (BPS) pada 1 Februari 2019 merilis data soal perkembangan pariwisata dan transportasi nasional 2018. Dilaporkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia mencapai 15,81 juta atau naik 12,58% dibandingkan 2017 berjumlah 14,04 juta. Tentu jumlah wisman ini, jauh mencapai target ditetapkan pemerintah pada 2018 sebesar 17 juta.

Penyebab utama kegagalan, menurut Menteri Pariwisata, adanya pembatalan kunjungan wisman ke Indonesia sekitar 70%, akibat terjadinya bencana alam mulai meletusnya Gunung Agung di Bali (November 2017), Gempa Lombok (Juli 2018), gempa dan tsunami di Palu (September 2018), dan dampak jatuhnya pesawat Lion Air pada November 2018. Apakah semua kondisi ini sangat berpengaruh terhadap pencapaian target kunjungan wisman ke Indonesia?

“Padahal Agustus – Oktober 2018, Indonesia mendapatkan kesempatan menyelenggarakan Asian Games dan Asian Para Games yang sangat sukses serta diapresiasi dunia, baik dari sisi prestasi maupun penyelenggaraannya. Dari informasi Bappenas, dampak ekonomi langsung dan tidak langsung dari pergelaran ini sangat menggembirakan termasuk pembangunan infrastruktur,” papar pemerhati pariwisata Sapta Nirwandar, Senin (04/02/2019).

Dilanjutkan, pengeluaran wisman maupun wisnus dari penyelenggaraan kegiatan ini, menurut Bappenas mencapai lebih dari Rp3,7 triliun. Bahkan, kegiatan tersebut berdampak pada kepercayaan masyarakat internasional yang tinggi dengan tetap diselenggarakannya IMF-World Bank Annual Meetings (AM) di Bali pada Oktober setelah terjadi gempa dan tsunami di Lombok dan Palu pada September 2018.

Sebenarnya bila kita melihat data kunjungan wisman ke Indonesia menurut BPS sejak 2016 (target 12 juta tercapai 11,5 juta), 2017 (target 15 juta tercapai 14,04), sampai dengan 2018 (target 17 juta tercapai 15,8 juta), seluruhnya tidak memenuhi target. Jumlah kunjungan wisman ini tentu sangat berpengaruh pada perolehan devisa, lanjutnya.

Dari data Bank Indonesia (BI) pada 2016 diperoleh devisa USD12,2 miliar, 2017 USD12,5 miliar, dan pada 2018 diperkirakan sekitar USD13,4 miliar. Perhitungan devisa BI berbeda dengan perolehan devisa yang dihitung Kementerian Pariwisata (Kemenpar).

Bahkan, Menteri Pariwisata dalam Jumpa Pers Akhir Tahun pada 22 Desember 2018 menyatakan devisa pariwisata yang dihasilkan tahun 2018 diperkirakan sebesar USD17,2 miliar. Devisa diperoleh dari perhitungan 15,8 juta dikalikan dengan USD1.100 rata-rata pengeluaran wisman ke Indonesia, tegas mantan Wakil Menteri Pariwisata.

Perhitungan pengeluaran rata-rata USD1.100 dalam perhitungan wisman itu tentu harus hati-hati dilakukan karena dari jumlah kunjungan wisman ke Indonesia diperoleh dari pelintas batas yang masuk melalui darat dan laut jumlahnya sangat signifikan sekitar 5,7 juta. Dari lintas batas darat, seperti dari Atambua (NTT), Entikong (Kalimantan Barat), Jayapura, dan lainnya, jumlahnya mencapai 2,5 Juta.

“Rasanya sulit bila wisman dari pelintas batas ini menjadi bagian dan penyumbang rata-rata kunjungan wisman yang pengeluarannya mencapai USD1.100 per kunjungan. Selain pengeluaran yang relatif kecil, juga lama tinggal dan tempat tinggalnya terbatas, belum lagi bila kita melihat laporan Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) Bank Indonesia yang menetapkan rata-rata pengeluaran wisman hanya USD900 dalam per kunjungan,” paparnya serius.

Laporan BPS 2018 menyebutkan, source market/pasar utama wisman ke Indonesia pertumbuhannya negatif, seperti Jepang (-7,52%), Taiwan (21,41%) Korea Selatan (-15.28%), Arab Saudi (-8,9), Belanda (-0,36%), dan yang relatif kecil, seperti China (2,12%), Australia (3,52%), dan rata-rata negara Eropa (1,76%).

“Mengapa ini terjadi? Padahal kita sudah melakukan pemasaran besar-besaran di negara itu, baik offline, online, direct selling, dan hard selling dengan anggaran APBN yang relatif besar. Bahkan, branding Indonesia konon mengalahkan Malaysia dan Thailand serta pariwisata Indonesia mendapatkan lebih dari 66 awards pada 2018. Namun, tampaknya belum ada korelasi positif antara jumlah award dengan jumlah kunjungan wisman,” tutur Sapta.

Apalagi, sambung Sapta, kalau kita benchmarking dengan wisman di negara tetangga yang juga kompetitor kita. Mereka tumbuh positif, seperti Thailand, wisatawan dari Korea (10,72%), Taiwan (25,07%), China (5,90%), dan Jepang (14.74%). Juga Vietnam wisatawannya tumbuh, yakni dari (Korea 14,4%), Taiwan (11,5%), Tiongkok (12,3%), dan Jepang (10,42%). Kedua negara tersebut mempunyai pertumbuhan yang signifikan dibandingkan Indonesia tumbuh negatif atau relatif kecil.

Peningkatan wisman selama ini lebih bersifat progres tidak exponensial (berlipat), apalagi dengan dukungan anggaran semakin besar, yakni pada 2015 (Rp2,4 triliun), 2016 (Rp4,2 triliun dipangkas Rp1,2 triliun), pada 2017 (Rp3,6 triliun), dan 2018 (Rp3,6 triliun), mestinya ada penambahan jumlah wisman sangat signifikan, katanya.

Target Wisman 2019

Disinggung bagaimana target perolehan wisman 20 juta pada 2019? “Tentu tak mudah karena perolehan pariwisata setiap tahun adalah akumulasi dari pertumbuhan dan kunjungan wisman setiap bulannya,” jawabnya.

Dilanjutkan, secara empiris bisa diprediksi pertumbuhannya dan upaya-upaya apa yang harus dilakukan karena kunjungan wisatawan itu pada dasarnya mengikuti musim (season), liburan, iklim, dan bisa juga diciptakan melalui MICE (meeting, incentive, convention, exhibition and event), yang dapat dilakukan sepanjang tahun, baik berskala lokal, nasional, regional, maupun global.

“Memang Peran pemerintah penting, tapi peran pelaku industri dan masyarakat jauh lebih penting. Sayangnya, asosiasi MICE di Indonesia tidak didukung aktif oleh pemerintah. Begitu pula Direktorat MICE di Kemenpar yang dilikuidasi. Thailand, Singapura, dan Hong Kong, adalah negara bertumpu pada industri MICE terutama berskala internasional,” keluhnya

Menurutnya, era saat ini digital marketing tidak bisa dihindari untuk mempermudah para wisatawan, terutama dari kalangan generasi muda. Namun, di dunia pariwisata tentu digital adalah sebagai alat, tetapi pariwisata itu sendiri tak bisa digantikan, harus dilihat dan dialami “tourism is experiencing” dan “seeing is believing”.

Karena itu, pemasaran pariwisata tak cuma mengandalkan online marketing saja, tetapi juga harus mengandalkan kualitas destinasi yang menarik didukung pelayanan berkualitas sehingga adanya perpaduan antara hi-tech dan human touch. “Atraksi yang unik dan menarik didukung pelayanannya, hal inilah menjadikan destinasi menjadi branding, seperti Bromo, Banyuwangi, Wakatobi, dan Raja Ampat,” ucapnya

Ke depannya, perlu dipacu upaya agar lebih banyak lagi menarik penerbangan dari luar negeri terutama negara-negara yang menjadi sumber pasar pariwisata Indonesia dan pasar potensial, seperti India, Afrika Selatan, dan Asia Tengah seperti Uzbekistan dan Kazakstan, tambah Sapta yang menelorkan ide pertama kali balap sepeda dipadukan pariwisata yakni Tour de Singkarak.

Sinergi

Diakui, Destinasi itu ada di daerah. Untuk menjadikan destination branding tentu dibutuhkan sinergi dengan pemerintah pusat dan daerah, industri pariwisata (hotel restoran dan lainnya), dan transportasi.

“Melihat apa yang dilakukan Vietnam, nyaris tidak ada nasional branding dan jarang sekali menerima award, tapi jumlah kunjungan wisatawan terbilang tumbuh sangat pesat pada 2018 mencapai 15,4 juta atau naik 19,9%. Penyebab utamanya karena destinasi manajemennya (destination management organization) yang baik terutama pada pelayanan,” paparnya.

Selain online juga sangat dibutuhkan promosi offline. Selama ini ada travel mart internasional, seperti ITB Berlin, Arabian Travel Mart (Dubai-UAE), World Travel Mart (London-Inggris), serta Vakantiebeurs (Belanda) sebagai ajang bisnis forum dan pertemuan seller buyers pariwisata. Untuk melakukan pemasaran tersebut diperlukan sinergi antara pemerintah dan swasta yang terintegrasi, sambungnya.

Seharusnya, saran Sapta, peranan ini dilakukan Badan Promosi Pariwisata Indonesia (BPPI) yang merupakan gabungan unsur-unsur pariwisata dan amanat UUD Kepariwisataan Nomor 10/2009, yang sayangnya, selama ini dinonaktifkan. Kemenpar lebih memilih model menggunakan tim percepatan, padahal pelaksanaannya sering bersinggungan dengan dunia birokrasi.

“Ke depan untuk memajukan dunia pariwisata Indonesia harus ada evaluasi dan strategi baru yang disusun bersama-sama, baik dari pemerintah pusat dan daerah, pelaku usaha, dunia akademisi, media dan masyarakat, sehingga masyarakat menjadi bagian yang mendapatkan manfaat dari kepariwisataan,” ungkapnya.

Menurutnya, Kepariwisataan itu bersifat multidimensi, multisektor, dan multiskill dengan dampak ganda (multiplier) yang besar dari segi ekonomi dan sosial. Karena itu, kepariwisataan harus dikelola dengan semangat kebersamaan mengutamakan sinergitas dan menciptakan iklim incorporated. “Kelihatannya seperti hal yang biasa dan klise, tetapi mustinya bisa diimplementasikan bila para pemangku kepentingan mempunyai visi yang sejalan,” katanya.

Lalu apa yang diperlukan ke depan? Kita bisa mengacu pendapat I Gede Ardika, mantan menteri pariwisata dan guru pariwisata Indonesia (Kepariwisataan Berkelanjutan, 2018) bahwa kepariwisataan adalah symfoni orchestra, menteri kepariwisataan bertindak layaknya seorang konduktor dalam suatu orkestra.

“Jadi ya Harus mampu menggerakan para “pemain” berbagai alat musik untuk mengikuti partitur yang telah disusun sehingga menghasilkan lagu yang harmonis. Semoga pariwisata kita pada 2019 dan selanjutnya akan semakin berkontribusi bagi ekonomi Indonesia,” tegasnya. (ENDY)

Solo Great Sale, Belum Dongkrak Okupansi Hotel

this formate

SURAKARTA, bisniswisata.co.id: Pesta Diskon bertajuk Solo Great Sale (SGS), kembali dihelat. Event wisata belanja tahunan yang digelar Pemerintah Kota Solo selama sebulan mulai 1 hingga 28 Februari 2019 ini, untuk merespons perlambatan perekonomian yang biasa terjadi pada kuartal I 2019.

Para pelaku usaha wisata mulai pusat berbelanjaan, restoran hingga perhotelan di Solo memberikan diskon secara serempak. Khusus perhotelan di Kota Surakarta yang turut serta memeriahkan acara ini mendapatkan potongan pajak sebesar 30 persen.

“Sayangnya event ini belum memberikan dampak signifikan pada okupansi hotel di Kota Surakarta. Ya harus kami akui faktanya kenaikannya belum begitu tinggi, mungkin masih 5 sampai 7 persen lah,” ujar Humas dan Promosi Perhimpunan Hotel Indonesia (PHRI) Surakarta Sistho A Sreshtho, seperti dilansir Kompas.com, Senin (4/2/2019).

Meski demikian, lanjut dia, angka ini masih dianggap lebih baik dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya. Terlebih, rerata okupansi hotel di Kota Solo masih berada di angka 58-59 persen. “Sekarang saja 5-7 persen. Kalau di awal-awal dulu rata-rata hampir tidak ada,” sambungnya.

Menurutnya, permasalahan utama ada pada promosi. Publikasi yang dilakukan dianggap belum mampu mengenalkan ajang ini. Masih banyak masyarakat di luar Kota Solo yang masih belum mengetahui adanya acara ini. “Kami lihat kawan-kawan di Jakarta, Bandung masih banyak saja yang belum tahu ternyata Solo ini bulan Februari ada SGS. Kami harus akui faktanya memang masih ada,” kata Sistho.

“Kalau kita compare dengan kegiatan lain seperti Jakarta Great Sale misalnya, promonya belum begitu terdengar,” lontar sambil menambahkan survei internal adanya gelaran ini, tamu yang datang memang sudah memiliki agenda sendiri baik itu kunjungan bisnis maupun sekedar berwisata.

“Jadi tidak karena SGS kemudian terjadi lonjakan seperti itu tidak, namun memang sudah ada agenda khusus sebelumnya di Bulan Februari bersamaan dengan SGS,” pungkas dia. (NDY)

Tanjidor, Kesenian Betawi Melebur dalam Kemeriahan Imlek

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Imlek di Betawi tak ramai, tak meriah, tak semarak tanpa Tanjidor. Kesenian Betawi ini, memang sejak lama ambil bagian dalam memeriahkan perayaan tahun baru Cina atau disebut Sincia yang digelar di Ibu Kota. Tanjidor melebur bersama kegembiraan masyarkat Cina di Indonesia yang merayakan Imlek.

Musik Tanjidor ada sejak zaman Belanda. Berasal dari bahasa Portugis tangedor berarti alat-alat musik berdawai. Kesenian ini mulanya ada sekitar abad ke-18 atau 19 atas rintisan Augustijn Michiels atau lebih dikenal dengan nama Mayor Jantje di daerah Citrap atau Citeureup.

Kala itu musik ini dimainkan untuk mengiringi atau mengarak pengantin. Bahkan, dimainkan para pekerja villa mewah milik para saudagar atau petinggi pemerintahan Hindia Belanda. Seperti di Pondok Gede, Tanjung Timur, Ciseeng dan Cimanggis Jakarta Timur.

Tanjidor saat itu juga dimainkan untuk mengiringi makan malam atau pesta majikan dan para tamunya. Alat musik yang dimainkan antara lain terompet, clarinet, dan tambur. Awalnya mereka membawakan lagu-lagu Belanda, seperti Kramton, Bananas, Delsi, dan Walmes. Kemudian membawakan lagu jail-jali, kicir-kicir dan lainya.

Kesenian ini terus meluas hingga kemudian menjadi kesenian yang mesti ada di perayaan hari-hari besar, salah satunya Imlek.
“Kesenian Tanjidor meluas ke Karawang, Bekasi, dan Cibinong sebelum akhirnya menjadi tradisi baru. Setiap lebaran, tahun baru dan Imlek terutama saat Cap Go Meh (hari ke-15 Imlek), kelompok musik tanjidor ikut memeriahkan suasana,” seperti ditulis Windoro Adi dalam Batavia 1740.

Menurut Abah Alwi, seperti dilansir Republika.co.id, Senin (04/02/2019), musik tanjidor ini akan berkeliling saat perayaan imlek. Para pemain musik tanjidor berkeliling dari satu rumah ke rumah lainnya dan menerima uang sawer dari tuan rumah yang merayakan Imlek.

“Kita tak tahu apakah Imlek tahun ini juga akan diramaikan tanjidor, yang datang berombongan antara lima hingga delapan orang. Membawa alat-alat musik berupa tanjidor (tambur besar), terompet, clarinet, seruling, dan trombone mebawakan lagu-lagu mars warisan Belanda tempo doeloe,” tulis Abah Alwi dalam Robinhood Betawi.

Konon muncul dan berkembangnya musik tanjidor hingga gambang kromong juga tak lepas dari perjalanan orang-orang peranakan Cina yang pindah tempat tinggal dari pusat kota ke pinggiran Batavia sekitar 1740 lantaran tekanan Hindia Belanda terhadap warga etnis Cina.

Seperti Gambang Kromong di Tangerang. Konon bermula dari kelompok musik yang terdiri atas sejumlah pekerja perkebunan tebu para tuan tanah Cina di Tangerang. Mereka memainkan alat musik gersek dari Cina yaitu tehyan, kongahyan, dan sukong.

Selain musik Tanjidor, ada hal unik lainnya saat perayaan Imlek terutama pada malam penutupan atau malam ke-15 yang disebut Capgomeh. Yakni tradisi ngapel (pria atau calon menantu sowan ke rumah perempuan). Menurut Abah Alwi, pada malam itu para siacue (nona) berdandan seelok mungkin. Sambil berdebar-debar menanti sang enghiong (Pemudia) pujaannya untuk ngapel.

Bagi seorang calon menantu yang tak muncul pada malam itu akan dianggap sebagai perjaka yang tak tau malu oleh keluarga perempuannya.

“Calon menantu macam begini dianggap bikin malu calon mertua di depan para jiran (tetangga). Karena, bisa anggap itu mantu tafran alias bokek tidak punya fulus, mengingat saat wakuncar (waktu kunjung pacar) si calon mantu harus bawa sepasang ikan bandeng. Ikan paling mahal saat itu,” tulis Abah Alwi. (NDY)

Dongkrak Kunjungan Wisatawan, Jateng Perbanyak Ruh Pariwisata

this formate

SEMARANG, bisniswisata.co.id: Pariwisata ternyata tidak hanya soal tempat yang indah atau menarik. Namun, yang menjadi ruh dari pariwisata adalah event yang digelar di tempat-tempat pariwisata tersebut. Banyaknya gelaran event pariwisata, terbukti menjadi magnet bagi para wisatawan nusantara (wisnus) maupun mancanegara (wisman).

Terbukti tahun 2017, kunjungan wisatawan di Taman Balekambang Solo lebih banyak dibanding kunjungan ke Candi Prambanan. “Tahun 2017, kunjungan wisatawan di Taman Balekambang Solo mencapai 2,5 juta, dan yang ke Prambanan hanya 910.000. Bahkan jumlah pengunjung Taman Balekambang hampir menyaingi Borobudur hanya 2,9 juta wisatawan,” kata Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah (Jateng), Sinung Nugroho, Senin (4/2/2019).

Padahal lanjut Sinung, Taman Balekambang hanya destinasi wisata biasa saja. Namun karena banyak event yang sering digelar, sehingga menyedot lebih banyak wisatawan dibanding Prambanan. “Event yang rutin digelar di Taman Balekambang adalah Sendratari Ramayana. Selain event itu, setiap hari libur juga pasti ada event di taman itu sehingga menarik banyak kunjungan wisata,” terangnya.

Berkaca dari data itu, Jateng akan melakukan kebijakan baru dalam peningkatan kunjungan wisatawan. Bahkan pengembangan pariwisata berbasis masyarakat terus ditingkatkan. “Siapapun memiliki ide atau event potensial pasti kami dukung. Kami juga memaksimalkan industri kreatif dan promosi wisata dengan sosial media dan mengajak anak muda pelaku dan juga sebagai penikmat wisata,” paparnya.

Selain itu lanjut dia, target kunjungan wisatawan, tahun 2019 ini pihaknya menargetkan ada 1,2 juta wisatawan asing datang ke Jawa Tengah. Sementara untuk wisatawan lokal, ditargetkan sebanyak 40 juta lebih. “Kami optimis target itu akan tercapai. Kami sudah siapkan sejumlah event, baik dari Kabupaten/Kota, Pemprov Jateng dan event nasional,” tegasnya.

Disinggung tentang penurunan Wisman di tahun 2018 sebanyak 13,37% dibanding tahun 2017, Sinung mengatakan jika hal itu dikarenakan beberapa faktor. Pertama, karena pada Februari 2018 Bandara Adi Soemarmo Solo yang tidak melayani penerbangan internasional lagi. Selain itu, banyaknya event internasional di Jogjakarta yang tidak digelar pada 2018 juga berdampak ke Jateng.

“Belum lagi banyaknya bencana yang terjadi di Indonesia juga cukup berpengaruh. Lalu ada revitalisasi di Kota Lama yang belum selesai juga memberikan dampak signifikan, mengingat Kota Lama memiliki daya tarik cukup besar,” ujarnya seperti dilansir Bisnis.com

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta Disporapar Jawa Tengah untuk menggenjot gelaran event berskala internasional di Jawa Tengah. Event merupakan cara paling ampuh untuk menarik wisatawan berkunjung ke Jawa Tengah, khususnya wisman.

“Perbanyak event, promosi juga harus terus ditingkatkan. Promosi ini harus menyeluruh, tidak hanya mengajak Wisman ke obyek wisata terkenal saja seperti Prambanan dan Borobudur, mereka bisa diajak piknik ke banyak tempat wisata Jateng yang lainnya. Kan kita punya banyak destinasi wisata yang menarik,” kata dia.

Minimal lanjut Ganjar, karena Pelabuhan dan Bandaranya ada di Semarang, maka daerah di sekitar Semarang juga harus ditawarkan. Apalagi, dengan lancarnya transportasi saat ini, bisa juga wisatawan asing diajak berkeliling Jawa Tengah.

“Dengan adanya tol sekarang Semarang-Solo kan hanya satu jam, maka bisa saja Wisman itu digeret ke Solo, Kabupaten Semarang, Jepara, Kudus, Pekalongan atau kota lainnya. Kalau ini dilakukan, maka pariwisata Jateng yang lain juga akan terdongkrak,” terangnya. (NDY)

Rawa Belong, Lokasi Berburu Bandeng Imlek Paling Tersohor di Jakarta

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Jika di Kota Semarang tepatnya di Jalan Pandanaran ada sentra pedagang Ikan Bandeng Presto, di Banten utamanya di Kota Serang ada beberapa toko Sate Bandeng, nah di Jakarta Barat, khususnya di Jalan Rawa Belong, ada sederet pedagang Ikan Bandeng Imlek.

Uniknya para pedagang Ikan Bandeng di Jalan Rawa Belong itu tidak berjualan setiap hari, melainkan setahun sekali terutama seminggu atau beberapa hari menjelang Imlek, oleh karena itu Ikan Bandengnya disebut Ikan Bandeng Imlek.

Nah, Imlek 2570 atau tahun 2019 ini belasan pedagang Ikan Bandeng Imlek sudah menempati trotoar di tepi jalan tersebut, terutama sebelah kiri setelah lampu merah pertigaan Rawa Belong.

Pedagangnya mulai dari anak muda sampai orang tua. Tak sedikit juga ibu-ibu, dibantu suami dan anak laki-lakinya yang sudah remaja. Beberapa pedagang Ikan Bandeng Imlek lainnya sampai masuk ke Jalan Sulaiman, yang tahun lalu menjadi lokasi penyelenggaraan Festival Rawa Belong. Tapi tidak sampai gedung ke sentra penjualan bunga.

Jalan Rawa Belong yang juga menjadi sentra bunga potong dan tabur

Keunikan lainnya, ukuran Ikan Bandeng yang dijual jelang Imlek ini, berbeda dari biasanya. Ikan Bandeng Imlek yang dijual disini ukurannya “raksasa”, besar-besar, sampai ada yang sebesar paha orang dewasa dengan berat 8 hingga 12 Kg per ekornya.

Harganya bukan per ekor melainnya per kilogram, yaitu Rp 50 ribu – Rp 75 ribu per Kg. Ikan Bandeng Imlek tersebut dijajakan di meja kayu beralas lembaran daun pisang. Ada juga yang meletakkannya di trotoar langsung dengan alas terpal plastik. Sementara stoknya ditempatkan di beberapa boks khusus yang didinginkan dengan campuran bongkahan es batu supaya tetap segar.

Menurut Bang Atta, salah seorang pedagang Bandeng di sana, pasokan Ikan Bandeng Imlek yang dijual di Rawa Belong kebanyakan diambil dari Muara Karang, Muara Baru, dan Cilincing, Jakarta Utara. Ikan-ikan Bandeng Imlek ini dipasok dari beberapa tempat di Pantai Utara seperti Indramayu, Pekalongan bahkan Semarang. Penjualan Ikan Bandeng jelang Imlek meningkat sampai 85 % dibanding hari biasa.

“Hari Minggu siang ini saya sudah meraup Rp 9 juta. Kalo kemaren sampe Rp.12 juta. Diluar Imlek cuma ngantongin Rp 500 ribu jualannya di pasar,” ungkap Bang Atta kepada Adji Kurniawan, TravelPlus Indonesia, Minggu (3/1/2019) dengan dialek Betawinya yang kental.

Selain Ikan Bandeng Imlek, para pedagangnya juga menjual Pete. “Pete buat campuran Pindang Bandeng,” jelas Bang Atta. Rata-rata pedagang Ikan Bandeng Imlek di sini menyediakan pula jasa membersihkan sisik dan sekaligus memotong ikan menjadi beberapa bagian dengan menggunakan Golok Betawi ataupun pisau chef dengan beralas talenan.

Jadi pembeli tak usah repot-repot lagi membersihkan sisik dan memotong-motong Ikan Bandeng Imlek di rumah. Jasa tukang bersih sisik dan potong Ikan Bandeng Imlek di sini gratis alias sudah termasuk dengan harga ikan yang sudah dibeli.

Menurut Bang Atta, biasanya pembeli Ikan Bandeng Imlek membludak dua atau sehari menjelang Imlek.“Puncaknya pas malam Imlek sampe beberapa pedagang ludes ikannye. Tapi biasanye harganye rade mahal. Nah besoknye pas Hari Imlek harganye rada turun sedikit per kilonye,” terangnya dengan dialek Betawi.

                 Bandeng presto Betawi hidangan saat Imlek

Menurut Bang Atta lagi, jumlah pedagang Ikan Bandeng Imlek ini mulai menyusut selepas Imlek. “Dua atau tiga hari setelah Imlek biasanye udeh bubar pedagangnya, karena rata-rata stoknya sudah habis,” terangnya.

Pantauan Travelplus Indonesia, para pemburu Ikan Bandeng Imlek di Rawa Belong bukan cuma warga Betawi yang ada di sekitar Jakarta Barat dan Selatan tapi ada yang datang dari wilayah lain.

Rata-rata mereka mengaku sudah langganan membeli Ikan Bandeng Imlek di Rawa Belong.“Di daerah Pesing, Jakarta Barat juga ada yang jual Ikan Bandeng Imlek, bahkan harganya lebih murah. Tapi kalau saya lebih suka beli di sini,” aku Bang Dayat (45) warga Betawi Rawamangun, Jakarta Timur yang datang sendiri dengan mengendarai sepeda motor.

Kata Bang Dayat, Ikan Bandeng yang dibelinya akan diolah menjadi masakan Pindang dan Pesmol Bandeng.”Bikin Pesmol Bandeng itu gampang. Bumbu pesmolnya, lanjutnya ada bawang putih, bawang merah, kemiri, jahe, dan kunyit lalu diulek halus.

Semua bumbu itu ditumis dengan minyak goreng secukupnya sampai beraroma sedap. Baru tambahkan daun salam dan sereh yang sudah dimemarkan. Terus masukan irisan cabe merah atau belasan cabe rawit hijau dan merah sesuai selera. Kalau suka sayuran, masukkan irisan timun, tomat, dan potongan wortel serta tambah air putih secukupnya.

Masak sampai menjadi layu, baru tambahkan cuka, garam, dan gula. Aduk merata hingga mengental. Setelah itu siramkan bumbu pesmol ke potongan Ikan Bandeng Imlek yang sudah digoreng tadi.Bisa juga potongan Ikan Bandeng-nya yang dimasukkan ke wajan yang berisi bumbu Pesmol. Setelah itu sajikan dan santap, ungkap Bang Dayat.

Dia mengaku hampir tiap tahun, setiap menjelang Imlek dia selalu berburu Ikan Bandeng di Rawa Belong. Alasannya selain dekat dari kediamannya juga pilihan Ikan Bandengnya juga lebih banyak.

Salah seorang pembeli keturunan China yang lahir dan besar di Jakarta namun enggan disebut namanya juga mengaku selalu membeli Ikan Bandeng Imlek di Rawa Belong. Ketika ditanya kenapa memilih Bandeng Imlek yang jumbo? Dia menjawab semakin besar Bandengnya semakin besar pula rezekinya.

Sebagai info tambahan, selain para pedagang Ikan Bandeng Imlek, kawasan Rawa Belong juga dikenal sebagai sentra aneka bunga potong dan bunga tabur.

Selepas memborong Bandeng Imlek, Anda bisa melihat-lihat Pasar Kembang Rawa Belong atau berwisata kuliner khas Betawi seperti Nasi Uduk, Ketupat, Mie Juhi, Kue Dongkal, dan lainnya.

Sumber:  adjikurniawan (kembaratropis@yahoo.com, ig: @adjitropis)