Sriwijaya Air Resmi Buka Rute Manado – Hangzhou

this formate

MANADO, bisniswisata.co.id: Sriwijaya Air melakukan penerbangan perdana dengan rute Hangzhou (China) – Kota Menado tiba di Bandara Sam Ratulangi, Menado Sulawesi Utara (Sulut), Rabu (6/2/19) pukul lima pagi waktu setempat. Pesawat dengan nomor penerbangan SJ-4053 itu tiba ke Kota Menado dengan mambawa 183 turis dari Hangzhou, China.

Manajemen PT. Angkasa Pura I Manado, Yusman sebagai Airport Operasional dan Services Manager pun menyambut baik kedatangan para turis tersebut. Penerbangan perdana charter Sriwijaya Air dari dan ke Bandar Udara Internasional Xiaoshan Hangzhou ini menggunakan pesawat Boeing 737-800 dengan kapasitas 189 penumpang.

Selama Februari, Sriwijaya Air akan melakukan penerbangan charter dari dan ke Hangzhou sebanyak tiga kali. Selanjutnya, pada 1 April, rencananya akan ada penerbangan regular charter dua kali dalam seminggu dari Nangning, China ke Manado.

Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey pun menyambut antusias keberhasilan penerbangan Sriwijaya Air rute Hangzhou – Menado. “Selamat datang di Manado. Nikmatilah aneka obyek wisata di Sulawesi Utara yang istimewa,” kata Gubernur Olly Dondokambey dalam keterangan tertulis, Rabu (06/02/2019).

Grbernur Olly mengajak masyarakat untuk memanfaatkan momentum tersebut. Ini karena dengan adanya rute penerbangan tersebut maka akan banyak wisatawan yang masuk ke Sulawesi Utara. Masyarakat bisa menggunakan momentum itu sebagai peluang bisnis atau usaha yang bisa menciptakan kemajukan perekonomian Sulut.

Staf khusus gubernur bidang pariwisata Dino Gobel mengatakan, selain Sriwijaya Air dengan rute Menado – Hangzhou, Lion Air juga telah melayani 4 rute penerbangan charter ke China. Penerbangan tersebut antara lain dari dan ke Changsha Huanghua, Tianjin, Guangzhou Baiyun, dan Shanghai Pudong.

Sebagai informasi, menurut data Imigrasi Manado, turis China yang masuk melalui Bandara Sam Ratulangi Manado pada 2018 masih mendominasi dibandingkan turis asing dari negara lain. Totalnya, mencapai 107.075 atau meningkat 69 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada 2017.

Berdasarkan data terkini dalam periode 1 Januari hingga 5 Februari, jumlah turis asing yang tiba di Manado sudah mencapai hampir 20.000 orang. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Gaet Pasar Tiongkok, Bali Tawarkan Festival Balingkang Kintamani

this formate

BANGLI, bisniswisata.co.id,-IKUT memeriahkan peringatan satu kepercayaan tidak mengharuskan kita beralih kepercayaan. Ikut senang adalah hak kemanusiaan. Begitu juga dalam kesemarakan Imlek tahun 2019 ini. Tidak hanya bandara pintu masuk kunjungan wisatawan berbenah, tampil semarak. Lobby hotel, retorant, pusat belanja, beradu strategi menarik perhatian khalayak untuk memeriahkan acara- acara terkait Imlek.

Untuk di Indonesia, perayaan Imlek paling popular memang masih di Singkawang, KalBar. Kota Singkawang atau San Keuw Jong adalah sebuah kota di Kalimantan Barat, terletak sekitar 145 km sebelah utara Kota Pontianak, ibukota provinsi Kalimantan Barat, dan dikelilingi oleh pegunungan Pasi, Poteng, dan Sakok. Dengan rangkain acara tiga hari sebelum Imlek sampai Cap Gomeh.

Sementara di Bali, kesemarakan Imlek belum menjadi target berkunjung wisatawan di luar wisman asal Tiongkok. Jika dikaji secara kesejarahan, sentuhan budaya Cina sangat kental di beberapa sudut wilayah Pulau Bali. Salah satunya di wilayah Kintamani, Kabupaten Bangli. kawasan romantik yang dalam kurun 10 tahun terakhir digadang- gadang menjadi geopark.

Diplomasi budaya dengan memanfaatkan kesemarakan pergantian tahun Cina, Imlek, sekaligus mengangkat eksistensi Dalem Balingkang bukti alkulturasi Cina, Hindu di Bali dan mengangkat citra destinasi Kintanami geopark nya Batur. Wakil Gubernur Bali yang juga Ketua Badan Promosi Pariwisata daerah Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) bersama stakeholder pariwisata menggelar Festival Balingkang Kintamani.

Selain mengangkat citra destinasi, harapan terbesar meningkatkan kunjungan wisatawan asal negara Tirai Bambu ke Bali. Terlebih dalam beberapa bulan terakhir kunjungan wisman asal Tiongkok, angkanya terjun bebas, akibat bergolaknya tataniaga pasar Cina di Bali. Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali pada November 2018, kunjungan wisatawan Tiongkok turun 37,51%, menduduki posisi kedua, yang sebelumnya selalu peringkat satu kunjungan tertinggi ke Bali. Sedangkan Pemerintah Provinsi Bali menargetkan kunjungan wisatawan Tiongkok ke Bali pada tahun 2019 sebanyak 1,5 juta – 1,6 juta.

Dengan festival, papar Ketua Penyelenggara yang juga Ketua GIPI Bali IB Agung Partha Adnyana, dikembangkan daya tarik baru untuk Bali khususnya di Batur, Kintamani. Festival menekankan pada alkulturasi budaya Bali dan Tiongkok melalui kisah percintaan segitiga antara Raja Jaya Pangus, Putri Kang Cing Wie, dan Dewi Danu yang dikemas dalam bentuk parade budaya.  Di dunia kisah romance tidak pernah habis. Romeo and Juliet contohnya. Semua orang tahu sampai ke kampung pun mengetahui kisah itu. Di Bali juga ada kisah romance yaitu Jaya Pangus dan Kang Cing Wie dan Dewi Danu. Cinta segitiga itu telah menorehkan kisah cinta yang romantis. “Kita harus kemas agar orang antusias menonton,” imbuhnya.

Seperti diketahui geopark Batur dengan 11 desa wisata (Wingkangranu) menyimpan sejumlah situs perkembangan budaya Cina. Secara kasat mata dapat dilihat dalam nama- nama desa seperti desa Song An, Pingg An, Blanding An, Kedis An dan lain- lain. Berharap, melalui festival ini, semakin banyak wisatawan Tiongkok datang dan menjadikan Batur sebagai destinasi wisata baru bagi mereka. Selain pagelaran alkulturasi budaya, jelas  Ketua Panitia IB Agung Partha Adnyana, diadakan atraksi kuliner serta mengunjungi situs-situs bersejarah Tiongkok di seputaran geopark Batur. *dwi

Wisata Halal, Tren Baru Kian Pesat dan Populer

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Menurut Mastercard-CrescentRating Global Muslim Travel Index (GMTI) 2018, total pengeluaran para wisatawan Muslim secara global diperkirakan akan mencapai US$ 220 miliar pada tahun 2020. Bahkan, pertumbuhan pasar ini juga diproyeksikan akan terus berkembang pesat dan semakin populer sebanyak US$ 80 miliar dan mencapai US$ 300 miliar pada tahun 2026.

Tahun 2017, diperkirakan jumlah total kedatangan wisatawan Muslim secara global mencapai 131 juta – naik dari 121 juta pada tahun 2016 – dan angka ini diperkirakan akan terus meningkat hingga 156 juta wisatawan di tahun 2020, atau mewakili 10% dari segmen wisata global.

Riset Mastercard-CrescentRating Halal Travel Frontier 2019 (HTF2019) mengidentifikasi tren yang akan menentukan perkembangan sektor wisata halal yang saat ini tengah tumbuh dengan pesat.

Laporan ini memprediksi bagaimana teknologi, lingkungan, dan aktivisme sosial dapat membawa perubahan yang lebih besar pada setiap aspek industri wisata halal serta memudahkan para wisatawan Muslim untuk menjelajahi dunia.

Tren ini meliputi integrasi teknologi augmented reality guna memberikan pengetahuan budaya yang penting bagi para wisatawan Muslim, termasuk makanan bersertifikat Halal. Berkembangnya chatbot yang didesain secara khusus untuk memberikan kepuasan akan kebutuhan-kebutuhan budaya dan keagamaan para wisatawan Muslim.

Proses pengajuan visa yang lebih mudah bagi para umat Muslim yang ingin bepergian ke Mekkah untuk menjalankan ibadah Umroh. Destinasi-destinasi non-tradisional seperti Jepang, Afrika Selatan dan Taiwan akan semakin memikat wisatawan-wisatawan Muslim.

Perubahan dalam proses pengaplikasian visa Umroh dan meningkatnya teknologi interaktif baru akan mengakibatkan para penyedia jasa Haji dan Umroh tradisional akan menghadapi disrupsi pada model bisnis mereka. Wisatawan-wisatawan Muslim milenial kini dapat memesan dan merencanakan sendiri perjalanan ibadah Umroh mereka. Hal ini berarti para pelaku bisnis harus mengevaluasi kembali model bisnis mereka serta layanan yang ditawarkan agar tetap sesuai dengan kebutuhan pengguna jasa.

Didorong oleh permintaan akan pengalaman perjalanan yang lebih otentik, terjangkau, dan mudah diakses, banyak wisatawan milenial dan generasi Z yang memilih perjalanan singkat yang tidak terencana dengan harga yang terjangkau. Selain itu, kesadaran akan isu-isu sosial yang semakin tinggi dan meningkatnya pengaruh influencer perempuan ketika merencanakan perjalanan diperkirakan juga dapat mengubah cara wisatawan Muslim dalam melakukan perjalanan.

“Halal Travel Frontier 2019 Report memberikan sebuah gambaran kepada para pebisnis, pemerintah dan pemangku kepentingan di sektor perjalanan mengenai tren-tren yang tengah berlangsung di industri pariwisata Halal, serta bagaimana mereka dapat memaksimalkan peluang yang diberikan oleh sektor industri perjalanan yang terus berkembang pesat ini,” kata Safdar Khan, Division President, Indonesia, Malaysia and Brunei, Mastercard dalam keterangan pers, Rabu (06/02/2019).

Lebih dari itu, laporan ini juga memprediksi adanya konsolidasi antar penyedia jasa wisata Muslim yang berpotensi mendorong munculnya merek-merek gaya hidup dan wisata Muslim yang lebih kuat.

Laporan HTF2019 Report juga mengindentifikasi 17 tren wisata halal di dunia. Laporan ini memprediksi bagaimana teknologi, lingkungan, dan aktivisme sosial dapat membawa perubahan yang lebih besar pada setiap aspek industri wisata Halal serta memudahkan para wisatawan muslim untuk menjelajahi dunia.

Berikut 17 tren wisata halal yang diprediksi marak terjadi pada 2019:

1. Peningkatan kesadaran akan isu-isu sosial selagi menjelajahi destinasi-destinasi tujuan.
2. Kecerdasan buatan akan semakin memberdayakan para wisatawan muslim
3 . Sertifikasi halal akan semakin canggih didukung dengan teknologi Augmented Reality (AR)
4. Teknologi Augmented Reality (AR) akan menghubungkan para wisatawan dengan warisan budaya Islam yang hilang

5. Konsolidasi industri wisata Muslim akan melahirkan brand-brand gaya hidup / pariwisata Muslim yang lebih kuat
6. Disrupsi pada pasar perjalanan umroh tradisional dengan paket perjalanan umroh yang dilakukan secara mandiri (Do It Yourself – DIY)
7. Pelatihan umroh yang lebih mendalam dengan teknologi Virtual Reality (VR)
8. Konvergensi perilaku bepergian berbasis mobile

9. Pertumbuhan negara-negara non Organisasi Kerja Sama Islam di pasar perjalanan Muslim
10. Bertumbuhnya konsep “Perjalanan Mie Instan” yaitu perjalanan singkat yang tidak terencana dengan harga yang terjangkau
11. Industri hotel dan penginapan akan semakin ramah bagi wisatawan muslim
12. Meningkatnya suara perempuan dalam perencanaan perjalanan

13. Destinasi-destinasi tujuan akan menemukan berbagai identitas wisatawan muslim dengan nilainilai umum yang sama
14. Menurunnya wisatawan muslim yang berkunjung ke destinasi-destinasi yang dipersepsikan kurang ramah wisatawan muslim
15. Meningkatnya upaya pengembangan sumber daya manusia
16. Meningkatnya permintaan akan jasa penasihat perjalanan Halal
17. Mencegah terjadinya kekacauan pada big data pariwisata Halal. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Kaca Kokpit Retak, NAM Air Batal Terbang

this formate

PANGKAL PINANG, bisniswisata.co.id: Penerbangan pesawat NAM Air (Sriwijaya Air Group) IN 079 rute Pangkal Pinang-Jakarta batal terbang karena ditemukan keretakan pada kaca kokpit, Rabu (6/2/2019). Sebanyak 109 orang penumpang dialihkan ke pesawat lainnya. “Kaca kokpit depan pesawat retak,” kata Distrik Manager Sriwijaya Pangkal Pinang, Kianse.

Pemberangkatan penumpang seharusnya dilakukan pukul 06.35 WIB. Dia menuturkan, demi keselamatan penerbangan, pihaknya melakukan perbaikan dan mengalihkan penumpang ke pesawat lain secara bertahap. Penumpang dialihkan ke pesawat lain dengan beberapa penerbangan berbeda.

General Manager PT Angkasa Pura II Bandara Depati Amir Pangkal Pinang, Chuanda, membenarkan adanya kerusakan pesawat itu. “Pesawatnya ada di bandara ini. Ada technical reason sehingga pesawat tidak jadi berangkat,” ujar Chuanda di Bandara Depati Amir seperti dilansir laman Kompas.com.

Kerusakan pada bagian kaca kokpit diketahui pada malam hari sebelum keberangkatan. Teknisi Sriwijaya kemudian merekomendasikan untuk penundaan penerbangan dan penumpang dialihkan ke pesawat lain.

“Ada beberapa pesawat termasuk dari Garuda yang membawa penumpang Sriwijaya (NAM Air) karena mereka, kan, sudah member-nya Garuda. Nanti sampai pukul 19.00 WIB ada pesawatnya,” kata Chuanda. (NDY)

Promosi Wisata Indonesia di Slowakia Raup Rp2,4 Miliar

this formate

LONDON, bisniswisata.co.id: Promosi wisata Indonesia di mancanegara terus digenjot dengan mengikuti pameran wisatawan internasional. Kini Indonesia ikut pameran ITF Slovakiatour ke-25 di Exibisi Incheba, Bratislava, Slowakia dari 24-27 Januari 2019. Indonesia menjual
paket ke Kalimantan, Bali, Lombok dan Jawa. Hasilnya, membukukan transaksi paket wisata sekitar Rp2,4 miliar

Counsellor Pensosbud KBRI Bratislava, Lely Meiliani mengatakan ITF Slovakiatour diadakan bersamaan dengan Danubius Gastro Fair. KBRI Bratislava disponsori Kementerian Pariwisata RI dan menggandeng tur operator asal Indonesia yaitu Indoreisen dan Mala Tour. Sementara KBRI Bratislava menggandeng tur operator asal Slowakia yaitu Alchemy Travel, Victory Travel dan Dobrudruznecesty Travel.

Dubes RI untuk Slowakia, Adiyatwidi Adiwoso Asmady menyampaikan ITF Slovakiatour merupakan ajang penting untuk mempromosikan Indonesia bagi wisman di kawasan Eropa Tengah dan Timur.

“Berdasarkan data dari Imigrasi tercatat arus wisman asal Slowakia meningkat secara signifikan setiap tahunnya. Tahun 2017 tercatat 8.368 orang, tahun 2016 sebanyak 6.629 orang, tahun 2015 hanya 5.331 orang, tahun 2014 baru 3.888 orang,” papar Adiyatwidi seperti dilansir Antara, Rabu (06/02/2019).

Dubes mengharapkan para tur operator Indonesia dan Slowakia dapat memanfaatkan momen pameran ini untuk lebih menjual destinasi wisata Indonesia, tidak hanya Bali tetapi juga diluar Bali. “Kami meminta agar lebih menjaring wisman asal Slowakia dalam bentuk grup atau paket sehingga akan meningkatkan perolehan devisa dari sektor pariwisata,” harapnya.

Presiden Incheba, Alexander Rozin, dalam pembukaannya menyebutkan ITF Slovakiatour 2019 merupakan ajang pameran perjalanan dan industri pariwisata terbesar di Slowakia dan Eropa tengah. Tahun 2018, tidak kurang 700 eksibitor yang bergerak di bidang pariwisata mengikuti ajang ini dan dihadiri lebih dari 70.000 pengunjung.

Ia mengapresiasi keikutsertaan Indonesia yang kali ini memiliki pavilion yang besar, dan dapat mengakomodir lebih banyak tur operator dan mempromosikan berbagai produk Indonesia.

Menteri Perhubungan dan Konstruksi Slowakia Arpad Ersek, mengatakan industri pariwisata Slowakia semakin berkembang dan ITF Slovakiatour 2019 menjadi ajang yang tepat bagi industri pariwisata dan gastronomi untuk mengembangkan kerja sama dan mendorong industri pariwisata di Slowakia dan berbagai belahan dunia.

ITF Slovakiatour juga menjadi rujukan utama bagi masyarakat Slowakia dan negara tetangga untuk mendapatkan informasi perjalanan dan wisata. ITF Slovakiatour 2019, tidak hanya diikuti tur operator asal Slowakia tetapi juga lebih dari 25 negara serta wisata asing dari berbagai negara. Sementara dari Asia yang ikuti ajang ini adalah Indonesia dan Cina.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, ITF Slovakiatour tahun ini secara khusus mengalokasikan tempat pameran pada hall tersendiri untuk kategori “Hunting and Fishing”. Selama pameran, pavilion Indonesia memamerkan berbagai produk kopi seperti kopi Gayo, Lintong, Sidikalang, Ciwidey, Blawen, Kintamani, Flores, Toraja, Papua dan kopi luwak, teh, mie dan bumbu instan dan produk lain yang merupakan produksi Indofood, serta berbagai makanan ringan khas Indonesia.

Selain itu, pengunjung dapat mencicipi berbagai jenis minuman kopi, teh, dan mie goreng, nasi goreng dan soto ayam yang disajikan di pavilion Indonesia. Potensi wisman asal Slowakia dan kawasan Eropa Tengah-Timur dapat dikatakan besar. Hal ini terlihat dari banyaknya tur operator yang menawarkan paket wisata ke Indonesia.

Bahkan terdapat tur operator berbasis di Ceko bernama “Aquatravel” yang hanya menawarkan paket tur ke Indonesia. Untuk lebih menjaring wisman asal Slowakia, KBRI Bratislava mengagendakan presentasi mengenai destinasi wisata di Indonesia pada panggung utama ITF Slovakiatour selama dua hari oleh Victory travel dan Alchemy Travel.

KBRI juga mengatur pertemuan antara tur operator Indonesia dengan tur operator lokal guna mempromosikan destinasi wisata Indonesia dan menjalin kerja sama. Kalangan tur operator menyatakan kepuasannya atas keikutsertaan pada ITF Slovakiatour 2019. Mereka memperkirakan transaksi paket wisata yang dapat dibukukan selama empat hari pameran yaitu sekitar Rp2,4 miliar untuk paket ke Kalimantan, Bali, Lombok dan Jawa.

Selain itu, ditampilkan pagelaran tari tradisional Indonesia berupa tari Gandrung Bali, Genjring Party, Sekar Jagad, Bajidor Kahot, Rara Ngigel, Rebana dan Rejang Renteng, serta permainan musik tradisional Indonesia. Penampilan kesenian dibawakan WN Slowakia, alumni beasiswa Darmasiswa, masyarakat Indonesia di Slowakia dan staff KBRI Bratislava. (NDY)

Mandeh Run 2019, Demi Kejar Kunjungan Wisman ke Sumbar

this formate

PADANG, bisniswisata.co.id: Sport tourism menjadi perhatian serius bagi Sumatera Barat (Sumbar). Setelah sukses dengan Tour de Singkarak (TdS), kini menggelar BRI Mandeh Run 2019 di kawasan Mandeh, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumbar yang akan digelar pada 3 Maret 2019.

Sekitar 2.000 orang pelari lokal, nasional dan internasional akan ambil bagian dalam event BRI Mandeh Run 2019. Dari jumlah itu sebanyak 78 pelari adalah pelari internasional dari berbagai negara, Kenya, Nigeria, Inggris, Perancis dan negara lainnya, yang dibagi dalam kategori 5K (lima kilometer), 10K, 21K nasional dan 21K terbuka.

“Sejauh ini sudah banyak yang mendaftar. Dari luar negeri dari Kenya, Nigeria, Inggris, dan negara lain sudah 78 pelari internasional yang mendaftar,” papar Komisaris Utama BRI Andrinof Chaniago di Padang, Rabu (6/2/2019).

Ajang lari internasional ini, lanjut mantan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional dalam Kabinet Kerja, bertujuan untuk mengenalkan pesona wisata bahari Mandeh kepada masyarakat dunia. “Supaya pariwisata Sumbar ini, khususnya Mandeh ini dikenal luas juga oleh masyarakat dunia,” lontar pria kelahiran Padang.

Dia berharap kegiatan tersebut bisa menjadi agenda rutin dan mampu mendongkrak popularitas pariwisata Sumbar di mata dunia, sehingga menarik minat lebih banyak wisatawan untuk datang ke daerah itu.

Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit menargetkan kunjungan wisatawan asing ke daerah itu tahun ini bisa mencapai 100.000 orang. Untuk menarik minat wisatawan, imbuhnya, pemda setempat menggelar berbagai event pariwisata internasional seperti Tour de Singkarak (TdS), Sawahlunto International Songket Carnival (SISCa), Festival Siti Nurbaya dan ajang pariwisata lainnya.

“Dengan semakin banyaknya event – event berskala internasional, tentu kita harapkan semakin banyak kunjungan wisatawan mancanegara ke Sumbar,” katanya.

Sepanjang tahun lalu, BPS mencatatkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Sumbar justru turun 4,41%, dari 56.876 orang pada 2017 menjadi hanya 54.369 orang. “Angka itu menghitung [wisman] yang masuk melalui pintu BIM dan Pelabuhan Teluk Bayur, kalau yang masuk lewat Jakarta, lewat Bali, atau yang lain tidak dihitung lagi,” katanya seperti diunduh bisnis.com.

Menurutnya, penurunan itu salah satunya disebabkan ditutupnya penerbangan langsung maskapai Air Asia rute Padang – Singapura, sehingga mengurangi angka kunjungan langsung wisman ke Sumbar.

Dan, untuk bulan Desember 2018 kunjungan wisman ke Sumbar sebanyak 4.801 orang, turun hingga 44,37% dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 8.630 orang.

Secara keseluruhan,kunjungan wisman ke Sumbar didominasi oleh wisman asal Malaysia yang mencapai 43.344 orang atau berkontribusi 79,72% terhadap total kunjungan wisman ke daerah itu.

Kemudian, disusul Australia sebanyak 3.004 orang, Singapura sebanyak 1.729 orang, Perancis 688 orang, Amerika Serikat 562 orang, Inggris 438 orang, Jerman 319 orang, Jepang 295 orang, India 251 orang, dan Belanda 232 orang. (NDY)

Liburan di Barcelona, Jessica Iskandar Kehilangan Moment

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Nasib apes menimpa Jessica Iskandar alias Jedar. Saat berwisata liburan ke Barcelona, Aktris, Model, Penyanyi, Presenter, Komedian dan Penulis berusia 31 tahun ini kehilangan kamera berisi moment penting yakni foto-foto liburan yang mengasyikkan dan penuh kenangan.

“Memang itu bukan kamera saya namun milik pacarku Richard Kyle, yang dicuri orang. Kamera penuh memori itu sangat berharga bagi dia juga aku. Aku pun juga sedih karena banyak moment penting yang diabadikan di kamera ternyata raib,” papar ibu satu anak El Barack Alexander seperti dilansir laman Cumi-cumi.com, Rabu (06/02/2019).

Apalagi kehilangan kameran itu bertepatan dengan hari kelahiran Jedar, sehingga perasaan sedih hingga menangis karena mengalami kerampokan. “Iya, dan selama hari itu aku nangis terus, sedih. Karena kerampokan. Yang hilang itu kamera dia, lensa-lensa dan Go Pro. Jadi ya sudah sedih akunya,” tambahnya.

Di Negeri Matador, Jedar bersama sang pacar Richard dan anak kandungnya El Barack memang tengah merayakan ultahnya. “Enggak tahunya kamera Richard hilang dari apartemen tempat kami menginap. Sayang banget, karena di kamera itu ada foto-foto kami selama keliling Eropa, sedih banget, aku sampai nangis,” ujar pemain film Kung Fu Pocong Perawan dan Istri Bo’ongan ini.

Kasus kehilangan tersebut menurut Jedar sudah dilaporkan ke pihak polisi setempat. “Ini jadi pengalaman agar aku lebih berhati-hati lagi. Dokumen-dokumen foto selama keliling Eropa lenyap, gimana enggak sedih. Untungnya ada beberapa spot yang diambil dengan handphone,” lanjut presenter Netizen dan Ngopi Dara ini lagi.

Karena begitu penting dan berartinya foto-foto tersebut, sampai kini Jedar masih berharap kamera kesayangan Richard tersebut bisa didapatkan kembali. (NDY)

Tiket Mahal dan Tol Trans Jawa Picu Turunnya Penumpang Udara

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Pengamat penerbangan menilai perlambatan pertumbuhan jumlah penumpang penerbangan yang kemungkinan terjadi pada 2018 sebagai akibat dari kenaikan harga tiket dan operasional jalan Tol Trans Jawa.

“Kenaikan harga tiket diterapkan maskapai nasional sejak Oktober 2018 memicu penurunan permintaan. Apalagi, penumpang penerbangan yang didominasi dari maskapai berbiaya rendah atau low cost carrier (LCC) sangat sensitif terhadap perubahan harga,” papar Sekretaris Jaringan Penerbangan Indonesia Gerry Soedjatman

Selain itu, sambung Gerry seperti dikutip Bisnis.com Rabu (06/02/2019), karena adanya tol Trans Jawa dan penaikan harga tiket pesawat berpenharuh terhadap permintaan. Ini yang menyebabkan terjadi penurunan.

Dilanjutkan, imbas operasional jalan tol yang menghubungkan Merak hingga Pasuruan sepanjang 933 kilometer ini sangat berpengaruh karena sebagian besar penumpang penerbangan berasal dan intra Jawa. Menurutnya, kontribusi penumpang penerbangan dari Pulau Jawa bisa mencapai 50% dari pangsa pasar domestik, khususnya perjalanan rombongan dan wisata.

“Tekanan sektor penerbangan juga terjadi akibat fluktuasi nilai kurs dollar dan kenaikan harga avtur. Hal tersebut mengakibatkan maskapai menaikkan harga tiket agar tidak terjadi pembengkakan biaya operasional,” lanjutnya

Menurutnya, kondisi ini terjadi mirip dengan 2014. Saat itu juga terjadi fluktuasi nilai kurs dan kenaikan harga minyak dunia. Pemerintah menaikkan tarif batas atas dan kondisi permintaan dan daya beli masyarakat juga sedang lesu, sehingga mengakibatkan perlambatan.

“Saat ini penumpang banyak didominasi oleh kalangan price sensitive dan yang tidak time sensitive, sehingga dimungkinkan terjadi perpindahan ke moda transportasi dengan harga yang lebih terjangkau. Pihak maskapai seharusnya sadar bahwa konsumen mereka cenderung elastic demand,” ujarnya. (NDY)

Libur Imlek Tak Mampu Dongkrak Kunjungan Wisatawan

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Momentum libur Imlek 2019, diprediksi kuat tak mampu mendongkrak sekaligus memberikan kontribusi banyak dalam menambah jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) maupun wisatawan nusantara (wisnus). Minat berpelesir wisman dan wisnus pada periode libur Tahun Baru China 2570, tidak setinggi tahun lalu.

Meski Imlek 2019 jatuh pada Selasa (5/2), namun minat wisnus mengambil cuti untuk berlibur pada Senin (4/2/2019) tidak tinggi. “Memang ada hari kejepit’ Sayangnya hal ini tidak berpengaruh terlalu signifikan karena ada beberapa hal yang menghalangi minat bepergian masyarakat,” papar Pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Budijanto Ardiansjah.

Ardiansyah berpendapat, seperti dilansir Bisnis.com, Selasa 5/2/2019) rendahnya minat turis domestik untuk berpelesir saat libur Imlek disebabkan kenaikan harga tiket pesawat. Bahkan, mayoritas masyarakat telanjur membelanjakan uangnya dan jatah liburnya untuk periode libur Natal 2018 dan Tahun Baru 2019.

Menurutnya, wisnus cenderung memilih untuk berwisata ke daerah yang dekat dengan kediamannya dan hanya dilakukan pada hari libur saja. Dia memperkirakan, kota-kota besar seperti Bandung, Bogor, dan Yogyakarta akan menjadi tujuan melancong wisnus saat libur Imlek tahun ini.

Di sisi lain, Budijanto memproyeksikan angka kunjungan wisman saat libur Imlek tahun ini juga tidak akan setinggi tahun lalu. Menurutnya, kunjungan wisman paling banyak saat sincia biasanya ditorehkan oleh turis asal China. Namun, seiring dengan perlambatan ekonomi Negeri Panda, dia meyakini minat berwisata penduduknya pun menurun.

“Perlambatan ekonomi di China kami perkirakan sangat berpengaruh ke tingkat kunjungan mereka ke Indonesia. Berdasarkan laporan yang saya dapat, hingga saat ini belum ada tanda-tanda lonjakan tamu dari China,” lanjut dia.

Menurut analisisnya, wisatawan China lebih banyak yang mengalihkan kunjungan wisatanya saat libu Imlek ke negara lain. Pasalnya, citra Indonesia di mata wisman China telah turun lantaran kasus ‘zero dollar tour’ yang merebak di Bali pada tahun lalu.

Budijanto mengatakan, wisatawan China cenderung memilih destinasi pelesir dengan biaya yang murah. Dalam hal ini, Indonesia dinilai kalah murah apabila dibandingkan dengan Filipina maupun Vietnam dan Thailand.

Dengan demikian, dia tidak yakin kunjungan wisman Tiongkok pada libur Imlek 2019, akan mampu melampaui capaian pada Februari 2018 yang menembus 214.485 wisman. Para pengusaha sektor pariwisata pun harus bekerja ekstra keras untuk mencapai taget pemerintah dalam menggaet 200.000 kunjungan wisman China saat Imlek.

Secara terpisah, Sekretaris Eksekutif Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI) Gunawan Wibisono memperkirakan, jumlah kunjungan wisatawan ke tempat rekreasi saat libur Imlek tidak akan naik signifikan.

“Perkiraan kami ada kenaikan menjadi 10.000—20.000 kunjungan wisman di berbagai tempat rekreasi di seluruh Indonesia. Jumlah itu tergolong wajar, atau sama seperti ketika libur Sabtu dan Minggu atau tanggal merah lainnya yang hanya berlangsung satu hari,” jelas dia.

Sementara itu, terkait dengan tingkat kunjungan wisman China tahun ini, dia memprediksi kenaikan baru terjadi menjelang perayaan Cap Go Meh 2019. “Kunjungan wisman China perkiraan kami akan lebih banyak dilakukan di daerah-daerah seperti Singkawang atau Manado, sehingga potensi kunjungan wisman ke tempat rekreasi di sekitar dua daerah itu akan mengalami kenaikan.” tandasnya.

Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Pariwisata Indonesia (ICPI) Azril Azahari menyebutkan, lokasi-lokasi wisata yang memiliki keterkaitan sejarah dengan China selama ini belum digarap dengan baik oleh pemerintah. Akibatnya, Indonesia gagal memanfaatkan peluang dari kunjungan wisman yang memiliki budaya primordialisme yang tinggi.

“Selama ini baru Singkawang dan Palembang yang rutin menggelar acara dan menggarap dengan baik kebudayaan etnis China untuk menarik [kunjungan] wisman. Selain itu, [destinasi lainnya] tidak [digarap] maksimal, sehingga yang dikunjungi wisman China selama ini hanya destinasi wisata alam seperti Bali atau Manado,” jelasnya.

Padahal, ujarnya, minat wisman China untuk menelusuri jejak leluhurnya di Indonesia sangat besar. Terlebih penduduk negara tersebut memiliki budaya berkunjung ke rumah saudara dan lokasi peninggalan lelurhurnya saat libur Tahun Baru.

Dia berpendapat, Indonesia sebenarnya memiliki cukup banyak daerah yang kental dengan budaya Tionghoa seperti Semarang, Cirebon, Tangerang dan beberapa daerah lain yang sempat menjadi persinggahan pedagang China pada masa lampau.

“Uang pemerintah selama ini lebih banyak dihabiskan untuk promosi dibandingkan dengan mengembangkan dan memoles destinasi wisata yang dimiliki. Akibatnya, banyak potensi yang akhirnya terbengkalai,” ujar dia.

Sekadar catatan, Kementerian Pariwisata menargetkan 200.000 kunjungan wisman asal China selama Februari dalam rangka perayaan Imlek dan Cap Go Meh.

Ketua Umum Asosiasi Penguasaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani mengatakan, upaya yang dilakukan pemerintah pada 2018 sebenarnya sudah cukup baik. Meski demikian, dia juga mengeluhkan strategi pemasaran yang dilakukan Kemenpar. Padhal, pelaku industri pariwisata sudah menyiapkan banyak paket yang bisa diobral untuk dapat mengundang lebih banyak wisman.

Akan tetapi, menurutnya, dana pemerintah terlalu banyak digunakan untuk membiayai pemasaran seperti forum berkal dan forum group discussion, sehingga membuat pelaku industri pariwisata harus berjuang sendiri dalam penjualan paket wisata.

“Maka dari itu, untuk tahun ini kami lebih mengedepankan usaha sendiri. Kami akan buat kerja sama sendiri antar pelaku usaha, kami mengajak juga pelaku online-nya,” katanya.

Untuk tahun ini, pemerintah telah menetapkan target ambisius untuk menggaet 20 juta kunjungan wisman dan mendatangkan devisa pariwisata senilai US$20 miliar. (NDY)

Imlek Bawa Berkah Hotel di Semarang

this formate

SEMARANG, bisniswisata.co.id: Liburan Imlek ternyata membawa berkah bagi industri perhotelan di Kota Semarang, Jawa Tengah. Terbukti okupansi hotel di kota Lumpia mengalami kenaikan yang cukup signifikan dibandingkan pada hari biasa.

Sales Executive HaKa Hotel Semarang, Nona Indrayana mengatakan pada libur imlek ini, okupansi hotel mnegalami kenaikan yang cukup siginfikan yakni mencapai angka 30% dibandingkan pada hari biasa. “Kenaikan okupansi cukup tinggi, mencapai 30% dibandingkan pada hari libur biasa,” katanya seperti dilansir Bisnis.com, Selasa (5/2/2019).

Dilanjutkan, okupansi sampai petang kemarin, berada di angka hampir 95% yang didominasi dengan tamu walk in. Tingginya okupansi ini, lanjut dia dipengaruhi libur panjang yang dimulai sejak Sabtu (2/2) sampai Selasa (5/2) ini. “Okupansi pada hari biasa atau weekdays biasanya hanya 50% saja,” tambahnya.

Selain pengaruh libur panjang, tinggnya okupansi ini juga didukung dengan adanya promo kamar dan makan malam khusus imlek yang ditawarkan oleh HaKa Hotel Semarang. Diantaranya adalah paket makam malam dengan harga Rp250.000 yang bisa dinikmati empat orang.

Tingginya okupansi juga dirasakan oleh Star Hotel Semarang, dimana jika weekdays, hotel bintang empat ini hanya memiliki okupansi sekitar 50%. Sementara untuk libur Imek kali ini okupansi yang didapatkan mencapai 85%, naik 35% dibandingkan pada hari biasa.

“Selain libur panjang, tingginya okupansi juga karena promo khusus imlek yakni paket kamar dan dinner yang dijual dengan angka Rp833.000, serta paket dinner khusus yang dijual diangka Rp168.000,” tutur Riyanti Public Relations Executive Star Hotel Semarang.

Terpisah, Sales Executive Whiz Hotel Semarang, Farah Zahara Maulida menerangkan jika libur imlek saat ini, okupansi dihotelnya mencapai 95% meningkat pada hari biasa. Salah satu penyumbangnya adalah banyaknya tamu yang memilih longstay karena libur panjang. “Okupansinya mencapai 95% sampai Selasa (5/2),” tambahnya.

Selain karena libur panjang, tingginya okupansi ini dikarenakan program imlek yang diberikan, diantaranya Gong Xi Fa Cai Great Sale itu bayar Rp650.000 untuk dua malam satu kamar atau satu kama dua malam. “Juga ada Lucky Draw itu buat tamu yang dateng langsung ke Hotel tanpa reservasi dulu dapat discount 50% dari harga Rp400.000 itu include breakfast,” katanya. (NDY)