Mandeh Run 2019, Demi Kejar Kunjungan Wisman ke Sumbar

0
91
runners

PADANG, bisniswisata.co.id: Sport tourism menjadi perhatian serius bagi Sumatera Barat (Sumbar). Setelah sukses dengan Tour de Singkarak (TdS), kini menggelar BRI Mandeh Run 2019 di kawasan Mandeh, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumbar yang akan digelar pada 3 Maret 2019.

Sekitar 2.000 orang pelari lokal, nasional dan internasional akan ambil bagian dalam event BRI Mandeh Run 2019. Dari jumlah itu sebanyak 78 pelari adalah pelari internasional dari berbagai negara, Kenya, Nigeria, Inggris, Perancis dan negara lainnya, yang dibagi dalam kategori 5K (lima kilometer), 10K, 21K nasional dan 21K terbuka.

“Sejauh ini sudah banyak yang mendaftar. Dari luar negeri dari Kenya, Nigeria, Inggris, dan negara lain sudah 78 pelari internasional yang mendaftar,” papar Komisaris Utama BRI Andrinof Chaniago di Padang, Rabu (6/2/2019).

Ajang lari internasional ini, lanjut mantan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional dalam Kabinet Kerja, bertujuan untuk mengenalkan pesona wisata bahari Mandeh kepada masyarakat dunia. “Supaya pariwisata Sumbar ini, khususnya Mandeh ini dikenal luas juga oleh masyarakat dunia,” lontar pria kelahiran Padang.

Dia berharap kegiatan tersebut bisa menjadi agenda rutin dan mampu mendongkrak popularitas pariwisata Sumbar di mata dunia, sehingga menarik minat lebih banyak wisatawan untuk datang ke daerah itu.

Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit menargetkan kunjungan wisatawan asing ke daerah itu tahun ini bisa mencapai 100.000 orang. Untuk menarik minat wisatawan, imbuhnya, pemda setempat menggelar berbagai event pariwisata internasional seperti Tour de Singkarak (TdS), Sawahlunto International Songket Carnival (SISCa), Festival Siti Nurbaya dan ajang pariwisata lainnya.

“Dengan semakin banyaknya event – event berskala internasional, tentu kita harapkan semakin banyak kunjungan wisatawan mancanegara ke Sumbar,” katanya.

Sepanjang tahun lalu, BPS mencatatkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Sumbar justru turun 4,41%, dari 56.876 orang pada 2017 menjadi hanya 54.369 orang. “Angka itu menghitung [wisman] yang masuk melalui pintu BIM dan Pelabuhan Teluk Bayur, kalau yang masuk lewat Jakarta, lewat Bali, atau yang lain tidak dihitung lagi,” katanya seperti diunduh bisnis.com.

Menurutnya, penurunan itu salah satunya disebabkan ditutupnya penerbangan langsung maskapai Air Asia rute Padang – Singapura, sehingga mengurangi angka kunjungan langsung wisman ke Sumbar.

Dan, untuk bulan Desember 2018 kunjungan wisman ke Sumbar sebanyak 4.801 orang, turun hingga 44,37% dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 8.630 orang.

Secara keseluruhan,kunjungan wisman ke Sumbar didominasi oleh wisman asal Malaysia yang mencapai 43.344 orang atau berkontribusi 79,72% terhadap total kunjungan wisman ke daerah itu.

Kemudian, disusul Australia sebanyak 3.004 orang, Singapura sebanyak 1.729 orang, Perancis 688 orang, Amerika Serikat 562 orang, Inggris 438 orang, Jerman 319 orang, Jepang 295 orang, India 251 orang, dan Belanda 232 orang. (NDY)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.