Rawa Belong, Lokasi Berburu Bandeng Imlek Paling Tersohor di Jakarta

0
170

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Jika di Kota Semarang tepatnya di Jalan Pandanaran ada sentra pedagang Ikan Bandeng Presto, di Banten utamanya di Kota Serang ada beberapa toko Sate Bandeng, nah di Jakarta Barat, khususnya di Jalan Rawa Belong, ada sederet pedagang Ikan Bandeng Imlek.

Uniknya para pedagang Ikan Bandeng di Jalan Rawa Belong itu tidak berjualan setiap hari, melainkan setahun sekali terutama seminggu atau beberapa hari menjelang Imlek, oleh karena itu Ikan Bandengnya disebut Ikan Bandeng Imlek.

Nah, Imlek 2570 atau tahun 2019 ini belasan pedagang Ikan Bandeng Imlek sudah menempati trotoar di tepi jalan tersebut, terutama sebelah kiri setelah lampu merah pertigaan Rawa Belong.

Pedagangnya mulai dari anak muda sampai orang tua. Tak sedikit juga ibu-ibu, dibantu suami dan anak laki-lakinya yang sudah remaja. Beberapa pedagang Ikan Bandeng Imlek lainnya sampai masuk ke Jalan Sulaiman, yang tahun lalu menjadi lokasi penyelenggaraan Festival Rawa Belong. Tapi tidak sampai gedung ke sentra penjualan bunga.

Jalan Rawa Belong yang juga menjadi sentra bunga potong dan tabur

Keunikan lainnya, ukuran Ikan Bandeng yang dijual jelang Imlek ini, berbeda dari biasanya. Ikan Bandeng Imlek yang dijual disini ukurannya “raksasa”, besar-besar, sampai ada yang sebesar paha orang dewasa dengan berat 8 hingga 12 Kg per ekornya.

Harganya bukan per ekor melainnya per kilogram, yaitu Rp 50 ribu – Rp 75 ribu per Kg. Ikan Bandeng Imlek tersebut dijajakan di meja kayu beralas lembaran daun pisang. Ada juga yang meletakkannya di trotoar langsung dengan alas terpal plastik. Sementara stoknya ditempatkan di beberapa boks khusus yang didinginkan dengan campuran bongkahan es batu supaya tetap segar.

Menurut Bang Atta, salah seorang pedagang Bandeng di sana, pasokan Ikan Bandeng Imlek yang dijual di Rawa Belong kebanyakan diambil dari Muara Karang, Muara Baru, dan Cilincing, Jakarta Utara. Ikan-ikan Bandeng Imlek ini dipasok dari beberapa tempat di Pantai Utara seperti Indramayu, Pekalongan bahkan Semarang. Penjualan Ikan Bandeng jelang Imlek meningkat sampai 85 % dibanding hari biasa.

“Hari Minggu siang ini saya sudah meraup Rp 9 juta. Kalo kemaren sampe Rp.12 juta. Diluar Imlek cuma ngantongin Rp 500 ribu jualannya di pasar,” ungkap Bang Atta kepada Adji Kurniawan, TravelPlus Indonesia, Minggu (3/1/2019) dengan dialek Betawinya yang kental.

Selain Ikan Bandeng Imlek, para pedagangnya juga menjual Pete. “Pete buat campuran Pindang Bandeng,” jelas Bang Atta. Rata-rata pedagang Ikan Bandeng Imlek di sini menyediakan pula jasa membersihkan sisik dan sekaligus memotong ikan menjadi beberapa bagian dengan menggunakan Golok Betawi ataupun pisau chef dengan beralas talenan.

Jadi pembeli tak usah repot-repot lagi membersihkan sisik dan memotong-motong Ikan Bandeng Imlek di rumah. Jasa tukang bersih sisik dan potong Ikan Bandeng Imlek di sini gratis alias sudah termasuk dengan harga ikan yang sudah dibeli.

Menurut Bang Atta, biasanya pembeli Ikan Bandeng Imlek membludak dua atau sehari menjelang Imlek.“Puncaknya pas malam Imlek sampe beberapa pedagang ludes ikannye. Tapi biasanye harganye rade mahal. Nah besoknye pas Hari Imlek harganye rada turun sedikit per kilonye,” terangnya dengan dialek Betawi.

                 Bandeng presto Betawi hidangan saat Imlek

Menurut Bang Atta lagi, jumlah pedagang Ikan Bandeng Imlek ini mulai menyusut selepas Imlek. “Dua atau tiga hari setelah Imlek biasanye udeh bubar pedagangnya, karena rata-rata stoknya sudah habis,” terangnya.

Pantauan Travelplus Indonesia, para pemburu Ikan Bandeng Imlek di Rawa Belong bukan cuma warga Betawi yang ada di sekitar Jakarta Barat dan Selatan tapi ada yang datang dari wilayah lain.

Rata-rata mereka mengaku sudah langganan membeli Ikan Bandeng Imlek di Rawa Belong.“Di daerah Pesing, Jakarta Barat juga ada yang jual Ikan Bandeng Imlek, bahkan harganya lebih murah. Tapi kalau saya lebih suka beli di sini,” aku Bang Dayat (45) warga Betawi Rawamangun, Jakarta Timur yang datang sendiri dengan mengendarai sepeda motor.

Kata Bang Dayat, Ikan Bandeng yang dibelinya akan diolah menjadi masakan Pindang dan Pesmol Bandeng.”Bikin Pesmol Bandeng itu gampang. Bumbu pesmolnya, lanjutnya ada bawang putih, bawang merah, kemiri, jahe, dan kunyit lalu diulek halus.

Semua bumbu itu ditumis dengan minyak goreng secukupnya sampai beraroma sedap. Baru tambahkan daun salam dan sereh yang sudah dimemarkan. Terus masukan irisan cabe merah atau belasan cabe rawit hijau dan merah sesuai selera. Kalau suka sayuran, masukkan irisan timun, tomat, dan potongan wortel serta tambah air putih secukupnya.

Masak sampai menjadi layu, baru tambahkan cuka, garam, dan gula. Aduk merata hingga mengental. Setelah itu siramkan bumbu pesmol ke potongan Ikan Bandeng Imlek yang sudah digoreng tadi.Bisa juga potongan Ikan Bandeng-nya yang dimasukkan ke wajan yang berisi bumbu Pesmol. Setelah itu sajikan dan santap, ungkap Bang Dayat.

Dia mengaku hampir tiap tahun, setiap menjelang Imlek dia selalu berburu Ikan Bandeng di Rawa Belong. Alasannya selain dekat dari kediamannya juga pilihan Ikan Bandengnya juga lebih banyak.

Salah seorang pembeli keturunan China yang lahir dan besar di Jakarta namun enggan disebut namanya juga mengaku selalu membeli Ikan Bandeng Imlek di Rawa Belong. Ketika ditanya kenapa memilih Bandeng Imlek yang jumbo? Dia menjawab semakin besar Bandengnya semakin besar pula rezekinya.

Sebagai info tambahan, selain para pedagang Ikan Bandeng Imlek, kawasan Rawa Belong juga dikenal sebagai sentra aneka bunga potong dan bunga tabur.

Selepas memborong Bandeng Imlek, Anda bisa melihat-lihat Pasar Kembang Rawa Belong atau berwisata kuliner khas Betawi seperti Nasi Uduk, Ketupat, Mie Juhi, Kue Dongkal, dan lainnya.

Sumber:  adjikurniawan (kembaratropis@yahoo.com, ig: @adjitropis)

 

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.