Angkor Wat
PHNOM PENH, bisniswisata.co id:Kamboja mencatat total 3,42 juta penumpang udara internasional pada paruh pertama 2025, meningkat 16 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, menurut laporan resmi pada hari Sabtu.
Dirilis oleh Sekretariat Negara Penerbangan Sipil (SSCA), laporan tersebut menyatakan bahwa selama periode Januari-Juni tahun ini, sebagian besar penumpang udara ke kerajaan tersebut berasal dari Tiongkok, Thailand, Vietnam, Korea Selatan, dan Jepang.
Menteri Luar Negeri sekaligus juru bicara SSCA, Sinn Chanserey Vutha, mengatakan bahwa kerajaan tersebut diperkirakan akan melayani sekitar 7,5 juta penumpang udara sepanjang tahun 2025, meningkat 20 persen dari 6,24 juta pada tahun 2024.
Ia yakin bahwa Bandara Internasional Siem Reap Angkor, yang resmi beroperasi pada November 2023, dan Bandara Internasional Techo, yang dijadwalkan beroperasi secara resmi pada September 2025, akan membantu menarik lebih banyak maskapai dan penumpang internasional ke Kamboja.
“Dua bandara internasional baru ini mampu menangani pendaratan hampir semua jenis pesawat dari seluruh dunia, jadi saya yakin kedua bandara ini akan mampu menarik lebih banyak maskapai internasional terkemuka untuk mengoperasikan penerbangan langsung ke Kamboja,” ujarnya kepada Xinhua.
Negara Asia Tenggara tersebut saat ini memiliki tiga bandara internasional yang beroperasi, yaitu Bandara Internasional Phnom Penh, Bandara Internasional Siem Reap Angkor, dan Bandara Internasional Sihanouk.










