Yogyakarta Kejar Peningkatan Kualitas Pariwisata

0
280
Turis Asing Naik Becak di Yogyakarta (Foto: Liputan6.com)

YOGYAKARTA, bisniswisata.co.id: Pariwisata Kota Yogyakarta punya strategis baru pada tahun 2019. Dengan berupaya keras meningkatkan kualitas pariwisata, karena tidak ingin sekadar mengejar peningkatan kuantitas atau jumlah kunjungan wisatawan selama satu tahun ke depan, namun akan memperhatikan peningkatan kualitas pariwisata.

“Kami ingin memastikan bahwa Yogyakarta akan tetap menjadi magnet pariwisata di DIY. Apalagi, akan ada banyak penambahan infrastruktur baru yang harus bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pariwisata di Yogyakarta seperti bandar udara baru,” kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta Yunianto Dwi Sutono di Yogyakarta, Rabu (2/1/2019).

Menurut dia, peningkatan kualitas pariwisata salah satunya dapat diukur melalui lama tinggal wisatawan di Kota Yogyakarta. Saat ini, lama tinggal wisatawan rata-rata berkisar pada angka 1,9 hari, khususnya untuk wisatawan domestik.

Pada 2019, Yunianto berharap akan ada peningkatkan lama tinggal wisatawan di Yogyakarta menjadi lebih dari dua hari. Sebab, lama tinggal wisatawan akan memberikan multiplier effect terhadap kesejahteraan masyarakat di Yogyakarta.

“Penerimaan pajak hotel dan restoran pasti akan meningkat. Wisatawan juga akan lebih banyak berbelanja di Yogyakarta. Tentunya, hal ini akan berpengaruh pada peningkatan kesejahteraan warga,” katanya.

Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pariwisata di Yogyakarta adalah menambah berbagai atraksi wisata pada malam hari. Hal ini termasuk meningkatkan kualitas akomodasi yang nyaman bagi wisatawan, sambungnya seperti dilansir Antara.

Yunianto mengatakan, kekuatan aspek pendukung pariwisata yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan lama tinggal wisatawan adalah dari wisata kuliner dan wisata belanja. Saat ini, Pasar Beringharjo yang menjadi pasar tradisional terbesar di Kota Yogyakarta sudah buka sampai malam hari, khususnya pedagang batik dan souvenir.

Sedangkan wisata kuliner, ada banyak tempat makan bisa dijadikan tujuan wisatawan saat malam hari dengan suasana yang nyaman dan menu yang unik. Kedua hal ini yang perlu diperkuat karena Yogyakarta tidak memiliki sumber daya alam untuk wisata alam seperti daerah lain.

“Silahkan saja jika pada siang hari para wisatawan itu berkunjung ke objek-objek wisata alam di kabupaten lain di DIY, tetapi mereka tetap menginap dan berbelanja di Yogyakarta,” katanya.

Terkait jumlah kunjungan wisatawan, Yunianto mengatakan, Dinas Pariwisata Yogyakarta menargetkan peningkatan dari tahun ke tahun. “Target kunjungan wisatawan pada 2018 adalah 3,3 juta orang dengan 400.000 di antaranya adalah wisatawan mancanegara,” katanya.

Sedangkan pada 2019, ditargetkan meningkat menjadi 3,47 juta dan terus meningkat hingga 2022 mencapai 4 juta wisatawan termasuk wisatawan domestik dan mancanegara. (EP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.