Turis Penyandang Disabilitas bisa Nikmati Kemegahan Borobudur

0
170
Candi Borobudur salah satu 10 Bali Baru (Foto: http://cempakaborobudur.com)

MAGELANG, bisniswisata.co.id: Destinasi Super Prioritas Candi Borobudur semakin ramah untuk disabilitas. Buktinya kini tersedia track khusus bagi penyandang cacat fisik, sehingga bisa mengeksplorasi keindahan Candi Borobudur lebih detail. Track khusus bagi kaum disabilitas di Candi Borobudur, sepanjang sekitar 495 meter. Jalur ini menghubungkan gerbang utama dengan spot terdekat candi.

Track khusus ini akan memudahkan mobilitas kaum disabilitas. “Jalur khusus penyandang disabilitas cukup panjang. Jalur ini akan memudahkan pergerakan para pengunjung. Terutama, mereka yang berkebutuhan khusus. Mereka akan semakin mudah menjangkau kawasan candi. Jalur ini memang didesain sedekat mungkin dengan candi,” papar General Manager Taman Wisata Candi Borobudur I Gusti Putu Ngurah Sedana dalam keterangan tertulis, Senin (31/12/2018).

Dijelaskan, pembuatan track khusus disabilitas menjadi respons cepat atas kebutuhan pasar. Sebab Borobudur juga kerap mendapatkan kunjungan spesial dari para penyandang disabilitas. Mereka tertarik untuk melihat dari dekat situs warisan dunia versi Unesco ini. “Siapapun punya hak sama dalam mengagumi Candi Borobudur,” lontarnya,

Jalur khusus bagi kaum disabilitas ini, sambung dia, fasilitas baru di Candi Borobudur. “Kami bersyukur karena candi ini banyak dikunjungi oleh mereka. Kaum disabilitas juga memberi apresiasi kepada Candi Borobudur. Kami berharap, jalur khusus ini bisa memberikan kenyamanan bagi mereka,” tambahnya.

Permukaan lintasan jalur dibuat lebih halus. Harapannya, track ini bisa dilalui kursi roda dengan mudah. Dengan begitu, pergerakan para kaum disabilitas di lingkungan Candi Borobudur semakin cepat. Ngurah Sedana pun mengatakan, pengelola juga menyediakan fasilitas tambahan kursi roda.

“Permukaan jalur bagi kaum disabilitas dibuat lebih halus. Jadi pergerakan kursi roda akan lebih mudah. Kaum disabilitas bisa bergerak sendiri. Disamping itu, kami juda menyediakan kursi roda. Fasilitas ini sebenarnya sudah lama. Intinya, Candi Borobudur ini destinasi super ramah bagi kaum disabilitas,” ungkapnya.

Treatment khusus diberikan kepada jalur khusus disabilitas tersebut. Sisi kanan dan kiri jalur tersebut diberi tanda dengan cat warna kuning. “Kami berikan tanda khusus bagi jalur ini. Harapannya, pengunjung lainnya tidak masuk ke jalur ini. Yang jelas, Borobudur ini banyak memiliki fasilitas pendukung dengan kualitas terbaik,” cetusnya.

Hadirnya jalur khusus disabilitas kian melengkapi fasilitas Candi Borobudur. Sebelumnya, candi ini sudah memiliki Sentra Meditasi. Posisinya berada pada sisi utara Hotel Manohara. Tepat menghadap Candi Borobudur. Fasilitas ini dibangun sebagai respon atas menjamurnya komunitas yoga di sekitar candi. Ngurah Sedana kembali menjelaskan, berbagai fasilitas tambahan sebagai cara memikat wisatawan.

“Ada banyak fasilitas tambahan yang diberikan Candi Borobudur. Dengan fasilitas lengkap dan terbaik ini, diharapkan arus masuk wisatawan semakin kuat. Apalagi, Candi Borobudur sangat megah. Secara struktural, filosofi yang disampaikannya juga luar biasa bagusnya,” jelasnya lagi.

Bukan hanya kemegahan bangunan fisiknya semata, Candi Borobudur ini mengajarkan 3 filosofi. Ada Kamadhatu yang menjadi ranah hawa nafsu dan berada di strata terbawah. Di sini terdapat 160 relief cerita Karmawibhangga, namun tetap dibiarkan tersembunyi dan tertutup stuktur. Ada juga Rupadhatu yang familiar sebagai ranah berwujud.

Ranah Rupadhatu menjadi gambaran dunia yang sudah membebaskan diri dari nafsu, tapi masih terikat bentuk. Zona ini terbagi dalam 4 lorong dengan 1.300 relief. Panjang totalnya mencapai 2,5 kilometer. Lalu, ada Arupadhatu yang menjadi tingkatan tertinggi. Arupadhatu menjadi ranah tak berwujud. Artinya, manusia sudah terbebas dari nafsu dan ikatan rupa. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here