Tsunami Terjang Pantai Palu, Bandara Mutiara Sis Al Jufri Ditutup

0
378

PALU, binsiswisata.co.id,- GEMPA bumi dengan kekuatan magnitude 7,4 telah mengguncang wilayah Kota Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah pada 28/9/2018 pukul 17.02 WIB. Pusat gempa. Pusat gempa pada 10 km pada 27 km Timur Laut Donggala, Sulawesi Tengah. Gempa bumi berpotensi tsunami.

Akibat gampa, bandara Mutiara Sis Al Jufri Palu ditutup dari 28/9/2018 pukul 19.26 WITA hingga 29/9/2018 pukul 19.20 WITA. Sementara itu, Tim Reaksi Cepat BNPB juga telah bergerak menuju Donggala melalui Balikpapan. Dari Balikpapan, Tim Reaksi Cepat BNPB terbang ke Donggala menggunakan helicopter water bombing yang ada di Balikpapan. Tim ini membawa peralatan komunikasi satelit dan peralatan lainnya.

Berdasarkan konfirmasi kepada BMKG dan BPBD setempat, tsunami  menerjang pantai Talise  sepanjang lebih kurang 7 kilometer di Kota Palu dan pantai di Donggala. Laporan sementara, terdapat beberapa korban yang meninggal karena tertimpa bangunan roboh. Tsunami juga menerjang beberapa permukiman dan bangunan yang ada di pantai. Jumlah korban dan dampaknya masih dalam pendataan.  Petugas BPBD, TNI, Polri, Basarnas, SKPD, dan relawan melakukan evakuasi dan pertolongan pada korban. Korban yang luka-luka ditangani oleh petugas kesehatan.

Kondisi listrik padam menyebabkan jaringan komunikasi di Donggala terdapat 276 base station yang tidak dapat dapat digunakan. Komunikasi yang lumpuh saat ini menyebabkan kesulitan untuk koordinasi dan pelaporan dengan daerah. Kemkominfo telah melakukan langkah-langkah penanganan untuk memulihkan komunikasi yang putus tersebut.

TNI menggerakan 7 SSK dari Yonkes, Yonzipur, Yonif, dan Yonzikon menggunakan 2 pesawat Hercules C-130. Basarnas menggerakan 30 personil bererta peralatan menggunakan pesawat Hercules. Polri juga menggerakkan personil dan peralatan untuk memberikan dukungan penanganan darurat.

 

Festival Palu Nomoni

Sementara dalam agenda festival Kementerian Pariwisata  di Palu sedang berlangsung  Festival Pesona Palu Nomoni (FPPN) 2018 pada 28- 30 September. Festival menampilkan aneka suguhan seni dan budaya. Berbagai kegiatan olahraga yang menarik, antara lain lomba marathon internasional, kompetisi renang menyeberangi teluk Palu dan lomba balap perahu tradisional sandeq, turut menyemarakkan festival tahunan ini.

Pergelaran seni-budaya dalam FPPN 2018 meliputi pertunjukan kolosal seruling tradisional lalove dan gendang tradisional gimba di sepanjang Teluk Palu. Selain itu, dalam festival yang berlangsung selama tiga hari tersebut juga ada sejumlah ritual adat Balia dari suku Kaili yang tentunya unik dan menakjubkan. Salah satu ritual yang sangat populer adalah Pompoura (Tala Bala’a), yaitu ritual menginjak-injak bara api oleh masyarakat Kaili yang dipercaya dapat mengusir penyakit.

Diselenggarakan pemerintah Kota Palu,  didukung oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan Kementerian Pariwisata, FPPN 2018 bertujuan mengungkap kembali kearifan budaya masa lalu yang sudah ratusan tahun tenggelam. Festival tradisi, nilai- nilai budaya adiluhung dalam kemasan atraksi seni pertunjukan ini diharapkan mampu menarik minat wisatawan dating ke Palu pada penyelenggaraan FPPN.  (Dwi/BNPB)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.