The Loght of Aceh Menggoda Wisatawan di MATTA Malaysia

0
321
Sejumlah wisatawan Malaysia mengunjungi Masjid Raya Baiturrahman di Banda Aceh, Senin (27/11). Sebanyak 980 wisatawan muslim dari sejumlah negara seperti dari Malaysia, Singapura, Amerika, Australia, Thailand itu mengunjungi sejumlah objek wisata sejarah dan situs tsunami sebelum kembali ke Singapura pada Selasa (28/11). ANTARA FOTO/Ampelsa/aww/17.

BANDA ACEH, bisniswisata.co.id: Pariwisata Aceh terus berjuang mendatangkan wisatawan mancanegara (wisman) sebanyak mungkin. Branding “The Loght of Aceh”, tema wisata di Aceh meramaikan pameran industri pariwisata terbesar di Asia Tenggara, Malaysia Association Tour and Travel Agency (MATTA) Fair 2018, di Putra World Trade Center, Kuala Lumpur, Malaysia, pada 7-9 September 2018.

Kehadiran branding pariwisata Aceh dinilai menjadi peluang bagus dalam menggoda wisatawan untuk datang dan menikmati ragam pesona wisata di Serambi Mekkah. Bahkan aspresiasi wisatawan terhadap Aceh sangat positif

Pemerintah Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh dalam agenda MATTA Fair kali ini mengatakan selain membawa sejumlah paket wisata unggulan, pemerintah juga agenda Gayo Alas Mountain International (GAMI) Festival 2018.

Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh Amiruddin mengatakan, keikutsertaan Aceh pada berbagai event pameran nasional dan internasional dengan mengikutsertakan pelaku industri pariwisata Aceh adalah sebuah keniscayaan dan menjadi salah satu indikator penting dalam rangka mendukung kemajuan industri pariwisata Aceh.

“Keikutsertaan Aceh pada berbagai pameran industri pariwisata, khususnya MATTA Fair 2018 mengikutsertakan beberapa pelaku industri pariwisata telah menjadi pameran tetap Pemerintah Aceh yang diikuti setiap tahunnya, )” katanya melalui rilis, Sabtu (8/9/2018).

Ragam pesona alam, budaya dan atraksi wisata yang digelar sepanjang tahun 2018 di Aceh, juga menjadi daya tarik utama pengunjung saat berlangsungnya pameran MATTA Fair, terlebih lagi seluruh agenda GAMI Festival 2018 juga ikut ramaikan pameran tersebut.

“Penyelenggaraan GAMI Festival 2018 direncanakan akan dimulai 14 September mendatang, kita harapkan seluruh agenda kegiatan juga menjadi daya tarik wisatawan dari Malaysia untuk berkunjung Aceh dan melihat atraksi wisata perpaduan pesona alam dan budaya yang ada di dataran tinggi Gayo,” sebutnya.

Kegiatan GAMI Festival yang bertema “The Power of Nature” merupakan salah satu rangkaian top event dari Calendar of Event (COE) Aceh yang akan berlangsung hingga 3 (tiga) bulan dengan melibatkan 4 (empat) kabupaten seperti Kabupaten Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues dan Aceh Tenggara.

“Ragam atraksi wisata di GAMI Festival 2018 juga terus dikemas dan dipersiapkan dengan sebaik meliputi Destination Photo Contest, Tarian Massal, Pawai Budaya, Pentas Wonderful Gayo Alas, Festival Kuliner dan Kopi, Handicraft dan Photo Expo, Takengon Rafting, Aceh Bike Cross Country, Expedisi Burni Telong dan masih banyak lainnya yang sangat sayang jika dilewatkan,” kata Amiruddin.

Kepala Bidang Pemasaran Disbudpar Aceh, Rahmadhani juga ikut menambahkan, kegiatan MATTA Fair kali juga melibatkan biro perjalanan yang bekerjasama dengan pelaku industri pariwisata Aceh yang menghadirkan paket Discover Aceh, Aceh Underwater, Wonderful Basajan, Wisata Tsunami serta pelaku pariwisata Malaysia untuk menjual paket wisata bersama baik yang ada di Sabang dan Banda Aceh.

“Ada 8 pelaku industri pariwisata Aceh yang diundang untuk berpartispasi pada booth Aceh selama Pameran MATTA Fair 2018 antara lain Aceh Great Wall, Pasir Putih, Kaki Lasak, Kayate, Jemila, Gading Wisata, Asoenanggroe, Golden Holiday dan Tarah Melatih Grup. Selain itu ada dua yang dari Malaysia RBA Travel & Services dan Tumpuan Travel Assistance,” ungkap Rahmadhani.

Keterlibatan travel international yang ada di Malaysia ini, kata Rahmadhani juga menjadi bagian dari promosi untuk memperlihatkan bahwa destinasi wisata Aceh sudah mulai dilirik dan memiliki nilai tambah tersendiri bagi branding Aceh di mata wisatawan Malaysia.

Tahun 2017 sendiri, kunjungan wisatawan ke Aceh mencapai 2.944.169 orang terdiri 2.865.189 wisnus dan 78.980 wisman. Jumlah itu meningkat dibandingkan tahun 2016 yang mencapai 2.154.249 terdiri dari 2.077.797 wisnus dan 76.452 wisman.

“Kunjungan wisatawan ini diprediksikan akan terus meningkat terlebih setelah suksesnya PKA VII dan akan digelarnya GAMI Festival 2018 serta beberapa Top Event Aceh lainnya. Kita targetkan 4 juta orang (wisnus) dan lebih 150 ribu orang (wisman) di tahun 2018,” ujarnya.

Tercatat ada 22 destinasi wisata di kota Banda Aceh. Dari jumlah itu tercatat hanya 10 destinasi wisata yang ngehits. Mulai wisata religi, museum, bahari, alam dan air terjun. Berikut ini tempat wisata paling menarik untuk dikunjungi di Banda Aceh:

#. Wisata Religi

Ada dua masjid terkenal di Banda Aceh yang kerap dikunjungi wisatawan. Masjid Raya Baiturrahman dan Masjid Baiturrahim Ulee Lheue. Dari dua masjid itu, cuma Mesjid Raya yang paling banyak dikunjungi. Masjid utama di Banda Aceh dan dibangun pada abad ke 19 oleh Sultan Iskandar Muda. Masjid ini dihiasi kubah cantik dan motif Islam tradisional Muslim yang cantik. Sangat indah dan merupakan favorit banyak fotografer di siang atau malam hari. Malam hari, cahayanya sangat indah dengan penerangan strategis.

#. Wisata Museum

Ada tiga museum yang selalu disambangi wisatawan. Museum Tsunami, Museum Negeri Banda Aceh dan Museum Rumah Cut Nyak Dhien. Memang Museum Tsunami tempat menarik yang dikunjungi. Museum ini dirancang sebagai penghormatan bagi orang-orang yang kehilangan nyawa saat tsunami berkecamuk di provinsi ini. Sekitar 170.000 orang dikatakan meninggal dan sekitar 500.000 orang kehilangan tempat tinggal. Sebagai monumen dan pengingat simbolis bencana yang luar biasa ini. Bangunan museum mengadopsi rumah tradisional Aceh serta menyerupai kapal dengan corong yang menonjol. Arsitektur museum menggabungkan rumah tradisional Aceh dengan tempat berlindung melayani sebagai pusat evakuasi dari tsunami di kemudian hari. Bangunan ini dihiasi dengan pola yang menggambarkan Tari Saman tradisional, sebuah grafis diterangi kata “Allah”, dan memiliki taman kota yang terbuka.

#. Wisata Monumen

Peringatan lain tentang tsunami yang memporak-porandakan Kota Banda Aceh dapat ditemukan saat berkunjung ke PLTD Apung yang merupakan kapal besar yang pernah berlayar di perairan sekitar Aceh. Saat tsunami menghantam, kapal ini dibawa masuk ke darat dengan jarak yang cukup jauh dari laut dan telah ditinggalkan di sana sebagai monumen bagi mereka yang kehilangan nyawa. Anda dapat benar-benar naik ke kapal dan berjalan-jalan dan salah satu alasan terbaik untuk melakukan ini adalah dengan melihat ke seberang Banda Aceh dan menikmati pemandangan. Juga ada Monumen Pesawat RI, yang merupakan pesawat bersejarah ditumpangi Presiden Soekarno. Dan ada monumen Kapal Tsunami. Selain itu ada monumen Gunongan yang dibangun Sultan Iskandar Muda untuk istrinya sebagai pengingat kampung halamannya di Pahang di Malaysia. Gunongan ini juga digunakan sebagai tempat mandi untuk sang putri meski sekarang siapapun bisa berkunjung.

#. Wisata Makam

Wisata malam menjadi tujuan wisata religi untuk mengenang para pendiri Aceh. Ada Makam Raja Aceh, Makam Syiah Kuala, Makam Sultan Aceh Kandang XII juga ada Makam Kherkhof yang merupakan pemakaman besar dengan kuburan Belanda dan Indonesia. Para prajurit yang dikebumikan di sini meninggal saat berperang melawan Aceh dan ada prasasti nama orang-orang yang meninggal di pintu masuk pemakaman. Daerah itu hancur akibat tsunami dan batu-batu besar robek di perairan tapi sekarang diganti dengan salib kayu.

#. Wisata bahari pantai

Menikmati terik matahari di pantai berpasir putih, melihat sunset di sore hari dan berselancar di ombak laut yang biru, tidak hanya bisa dinikmati di Bali. Aceh punya Pantai yang indah. Air lautnya sangat jernih warna biru kehijauan disertai dengan ombak yang cukup besar dan cocok untuk berselancar. Itulah gambaran Pantai Lampuuk. Selain Pantai Lampuuk, juga ada Pantai Ulee Lheu, Pantai Alue Naga, Pantai pasir Putih Lhok Me, dan Pantai Lhoknga.

#. Puncak Geureutee

Geureute merupakan puncak gunung yang menghadap langsung ke Samudra Hindia. Puncak ini menawarkan pemandangan lautan yang begitu menakjubkan, Kaki gunung langsung berbatasan dengan lautan yang dalam. Dari sini, akan terlihat lautan biru yang indah ditambah dengan tiupan angin yang menyegarkan.

#. Air Terjun Kuta Malaka

Air Terjun Kuta Malaka memiliki ketinggian kurang lebih 600 m dpl, dengan bentuk bertingkat-tingkat dan keadan disekitarnya masih sangat alami. Konon kata masyarakat adat mencapai 7 tingkat dan bahkan ada yang mengatakan 20 tingkat. Bunyi gemericik air yang tumpah. Nyanyian burung berlomba dengan jangkrik. Aroma khas udara berembus sepoi-sepoi dari pepohonan hutan. Ketiganya bersatu menenteramkan jiwa dan mendamaikan pikiran kala menikmati Air Terjun Kuta Malaka.

#. Danau Laut Tawar
Tempat wisata di Kota Banda Aceh berikutnya adalah Danau Laut Tawar. Laut kok tawar? Ya, memang inilah salah satu keindahan dan keunikan tempat wisata di Banda Aceh. Danau Laut Air Tawar ini setidaknya ada 25 aliran anak sungai yang bermuara ke danau ini. Keadaan Air di danau ini sangat jernih ketika panasnya matahari menyinari danau ini. Semakin terik matahari maka akan semakin jernih air yang ada di danau ini. Anda dapat bersantai dan menikmati kuliner khas daerah Aceh di kawasan danau ini. Karena ikan yang ditangkap warga atau dibudidayakan di olah denga khas Banda Aceh. Dan anda dapat menikmati sembari bersantai di pinggir danau yang jernih. Danau ini berlokasi di di Dataran Tinggi Gayo, Kabupaten Aceh Tengah. (redaksi@bisniswisata.co.id)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here