DESTINASI INTERNATIONAL LIFESTYLE NEWS

Target Pariwisata Thailand Kini Ke Timur Tengah

BANGKOK, bisniswisata.co.id : Pariwisata Thailand masih cukup baik di tahun 2025. Kementerian Pariwisata dan Olahraga melaporkan bahwa pada awal Juli, lebih dari 17,2 juta wisatawan mancanegara telah datang, menghasilkan sekitar 794,7 miliar baht (atau sekitar €20,9 miliar).

Namun, industri ini menghadapi beberapa kendala, terutama karena pariwisata Tiongkok pulih lebih lambat dari perkiraan. Dilansir dari tourism-review.com, beberapa data dari Agoda, ditambah dengan perubahan taktik yang dilakukan oleh Otoritas Pariwisata Thailand (TAT), menunjukkan beberapa tren yang terus berkembang.

Salah satunya adalah munculnya destinasi – destinasi baru, yang lain adalah diversifikasi asal pengunjung, dan yang ketiga adalah fokus pada pariwisata berkelanjutan yang bernilai tinggi.

Pasar dan Tujuan Sumber Teratas

Pada paruh pertama tahun 2025, Agoda menyatakan bahwa Tiongkok, Malaysia, dan Korea Selatan mengirimkan wisatawan terbanyak ke Thailand.

Setelah negara-negara tersebut, Jepang dan Singapura menyusul. Bangkok, Pattaya, dan Phuket tetap populer, menawarkan perpaduan kehidupan kota, pantai, dan hiburan malam bagi wisatawan dari tempat-tempat ini.

Hat Yai di Thailand selatan semakin populer, terutama di kalangan wisatawan Malaysia dan Singapura, karena harganya yang terjangkau. Selama dua tahun berturut-turut, kota ini menduduki peringkat sebagai destinasi termurah di Thailand, dan salah satu dari tiga kota paling ramah anggaran di Asia. Hal ini menjadikannya daya tarik besar bagi wisatawan yang ingin berhemat.

Menarik untuk dicatat bahwa preferensi pengunjung sebenarnya cukup beragam. Warga Korea Selatan cenderung tinggal paling lama, diikuti oleh wisatawan Jepang, Malaysia, Singapura, dan kemudian wisatawan Tiongkok (meskipun Tiongkok mengirimkan wisatawan terbanyak secara keseluruhan).

Tinggal lebih lama sering kali berarti orang-orang pergi ke tempat-tempat seperti Ko Tao, yang terkenal dengan wisata menyelamnya, atau Ko Phangan, yang terkenal dengan suasananya yang santai dan meriah. Beberapa orang mencari pengalaman yang lebih tenang dan autentik di tempat-tempat seperti Pathum Thani di dekat Bangkok, yang menunjukkan bahwa lebih banyak orang ingin benar-benar merasakan budaya lokal.

Diversifikasi Pasar Sumber

Dari Januari hingga Juni 2025, Thailand memiliki 16 juta wisatawan mancanegara, menghasilkan 743,582 miliar baht. Karena penurunan jumlah wisatawan Tiongkok, TAT telah menyesuaikan proyeksinya untuk keseluruhan tahun dari 40 juta menjadi 35 juta wisatawan.

Kekhawatiran keamanan, seperti penculikan aktor Tiongkok Wang Xing, menyebabkan pembatalan kunjungan selama Tahun Baru Imlek. Hal ini menunjukkan betapa rentannya pasar yang krusial ini. Untuk mengatasinya, Thailand kini mengincar pasar-pasar sumber wisatawan yang sedang berkembang, khususnya di Timur Tengah dan Asia Tenggara.

Timur Tengah menunjukkan pertumbuhan yang kuat, dengan peningkatan pengunjung sebesar 17-18%. Hal ini mendorong TAT untuk meningkatkan pilihan perjalanan udara dan mempromosikan Thailand sebagai destinasi utama di kawasan tersebut.

Asia Tenggara dan Oseania juga dipandang penting untuk meningkatkan permintaan, yang diharapkan dapat membantu mengimbangi penurunan pariwisata Tiongkok. Semua ini mencerminkan rencana yang lebih luas untuk mendiversifikasi asal wisatawan dan tidak terlalu bergantung pada satu wilayah saja.

Pergeseran Menuju Pariwisata Kelas Atas

Menjelang tahun 2026, Thailand berencana untuk berfokus pada “nilai daripada volume” guna menarik wisatawan yang berbelanja lebih banyak dan berdampak lebih kecil terhadap lingkungan. Pariwisata menyumbang 12% dari PDB negara, dan targetnya adalah meningkatkan pendapatan sebesar 7% dengan menarik wisatawan bernilai tinggi.

Pendekatan ini sejalan dengan tren global menuju keberlanjutan, dengan fokus pada pengalaman yang melindungi warisan alam dan budaya Thailand sekaligus menguntungkan perekonomian.

Pergeseran ini sudah terlihat dari semakin populernya tempat-tempat seperti Hat Yai dan Pathum Thani, yang menawarkan pengalaman autentik dan terjangkau.

Dengan mempromosikan lokasi-lokasi ini bersama tempat-tempat terkenal seperti Bangkok dan Phuket, Thailand berharap dapat menyebarkan manfaat pariwisata secara lebih merata di seluruh negeri.

Tantangan dan Peluang

Meskipun sukses, sektor pariwisata Thailand menghadapi beberapa masalah. Pemulihan pariwisata Tiongkok yang lambat akibat kekhawatiran keamanan dan persaingan dari negara lain menyebabkan ekspektasi harus disesuaikan.

Namun, kebangkitan pasar di Timur Tengah dan Asia Tenggara, ditambah dengan semakin banyaknya orang yang ingin mengunjungi berbagai destinasi, menawarkan beberapa peluang bagus. Investasi dalam perjalanan udara, pemasaran yang terarah, dan sebagainya, semuanya berkontribusi pada upaya ini.

Mempertahankan posisi Thailand sebagai pemimpin pariwisata global sangat bergantung pada penerapan praktik-praktik berkelanjutan.
Kesuksesan Thailand di masa depan bergantung pada bagaimana negara ini beradaptasi dengan permintaan wisatawan yang terus berkembang dan memperluas pilihan pariwisatanya di tengah tantangan yang dihadapi.

Kerajaan ini terus memikat jutaan orang, mulai dari pesisir Phuket hingga kekayaan budaya Pathum Thani, memadukan efektivitas biaya, keaslian, dan inovasi untuk menjaga perekonomian pariwisatanya yang penting tetap hidup.

Evan Maulana