HOSPITALITY HOTEL INTERNATIONAL NEWS

RedDoorz Perkuat Dampak Sosial di Seluruh Indonesia Melalui Lapangan Kerja, Peningkatan Keterampilan, dan Layanan Akomodasi yang Lebih Aman

Lebih dari 40.000 staf hotel telah dilatih, mempekerjakan lebih dari 700 karyawan lokal, dan mencatat lebih dari 110.000 pendaftaran RedSeller

JAKARTA, bisniswisata.co.id: RedDoorz, platform akomodasi dan perhotelan multi-merek terbesar di Asia Tenggara, memperkuat program – program yang berfokus pada komunitas di seluruh Indonesia.

Langkah ini mencakup penciptaan lapangan kerja, peluang pendapatan bagi warga lokal, pengembangan keterampilan di bidang perhotelan, serta kerja sama dengan pemerintah dan masyarakat untuk mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan.

Bagi RedDoorz, keterlibatan dengan komunitas melampaui sekadar tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) konvensional. Dengan jaringan hotel tersebar di berbagai kota dan destinasi di Indonesia, pertumbuhan perusahaan sangat erat kaitannya dengan pemilik properti lokal, karyawan hotel, pekerja pariwisata, wirausaha- wan, dan masyarakat di lokasi hotel beroperasi.

“Pada dasarnya, perhotelan adalah bisnis yang bersifat lokal. Setiap hotel beroperasi di tengah komunitas, mempekerjakan warga setempat, dan berkontribusi pada ekonomi pariwisata di sekitarnya,” ujar Gusti Raganata, Head of Government Relations RedDoorz.

Menurut dia seiring dengan pertumbuhan, RedDoorz ingin menciptakan peluang yang melampaui lingkup hotel termasuk melalui lapangan kerja, peningkatan keterampilan, kewirausahaan, dan standar layanan perhotelan yang lebih baik.

Pelatihan telah menjadi kewajiban bagi mitra properti yang bergabung dengan jaringan RedDoorz sejak tahun 2016; hingga saat ini, lebih dari 40.000 staf hotel telah mendapatkan pelatihan mengenai operasional perhotelan dan standar pelayanan.

RedDoorz juga meluncurkan program peningkatan kompetensi staf yang lebih komprehensif pada akhir tahun 2025, yang sejauh ini telah melatih lebih dari 200 staf. Perusahaan menargetkan untuk melatih lebih dari 700 staf melalui program ini hingga akhir tahun 2026.

“Saya senang bisa mendapatkan pengetahuan baru dan mempelajari apa yang harus saya lakukan sebagai profesional di bidang perhotelan untuk memberikan layanan terbaik bagi para tamu,” kata Revia Bintang, staf di Hotel Yehezkiel Surapati Mitra RedDoorz.

Melalui lebih dari 120 hotel yang dikelola langsung oleh perusahaan, RedDoorz saat ini mendukung lebih dari 700 karyawan, sekaligus menciptakan peluang kerja bagi masyarakat setempat.

Sejak Januari 2026, lebih dari 25 lulusan baru juga telah bergabung dengan Program Pengembangan Kepemimpinan (Leadership Development Programme) perusahaan melalui penerimaan berkala setiap tiga bulan untuk berbagai peran.

RedDoorz memungkinkan lebih banyak masyarakat Indonesia untuk berpartisipasi dalam ekonomi pariwisata melalui RedSeller, program reseller akomodasi yang diluncurkan pada Maret 2020.

Lebih dari 110.000 orang telah mendaftar—termasuk mahasiswa, ibu rumah tangga, pekerja lepas, dan karyawan—untuk menjual kembali akomodasi di seluruh jaringan RedDoorz tanpa modal awal ataupun pengalaman sebelumnya dalam penjualan hotel.

Para RedSeller aktif secara kolektif menghasilkan lebih dari 50.000 pemesanan kamar setiap bulannya, sementara reseller dengan kinerja terbaik berhasil memperoleh komisi hingga Rp13 juta dalam satu bulan.

“Kemajuan kecil tetaplah sebuah kemajuan. Jangan berhenti hanya karena hasilnya belum besar. Yang membedakan seseorang bukanlah siapa yang tercepat, melainkan siapa yang terus melangkah,” ujar Arif Rahmatilah, salah satu reseller unggulan RedDoorz yang secara konsisten memperoleh penghasilan melalui program ini.

RedDoorz telah menjalin kerja sama dengan pemerintah pusat dan daerah untuk memperkuat kapabilitas pariwisata wilayah. Kemitraan dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, Bank Indonesia Nusa Tenggara Barat, dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara.

Kesepakatan tahun 2026 dengan Pemerintah Kabupaten Wonosobo, telah mendukung pengembangan desa wisata dan sektor perhotelan. Melalui kolaborasi ini, lebih dari 20 desa wisata telah mendapatkan dukungan dan lebih dari 1.000 pekerja pariwisata telah menerima peningkatan keterampilan, termasuk pelatihan perhotelan dan pemasaran digital.

Inisiatif komunitas lainnya mencakup pemberian beasiswa bagi 12 mahasiswa politeknik pariwisata serta renovasi tiga masjid dan fasilitas ibadah.

Aspek keselamatan merupakan pilar utama lainnya dalam strategi komunitas RedDoorz. Pada tahun 2025, program keselamatan kebakaran perusahaan telah menjangkau 1.000 properti mitra, disertai dengan donasi 200 paket peralatan darurat pemadam kebakaran.

Selama 12–18 bulan ke depan, program Safe Stay for All Guests akan memperkuat kesiapsiagaan darurat serta perlindungan bagi tamu dan anak-anak, sementara kolaborasi dengan komunitas lokal akan membantu membangun kepercayaan antara warga setempat dan para tamu.

“Pertumbuhan dan tanggung jawab harus berjalan beriringan,” tambah Raganata. “Kami ingin bekerja sama dengan mitra dan komunitas untuk menjadikan industri perhotelan lebih aman, lebih tangguh, dan lebih.”.( PRNewswire).

Hilda Ansariah Sabri

Pendiri, Pemimpin Umum, Pemimpin Redaksi dan pemegang sertifikasi Wartawan Utama Dewan Pers dan Ketua Departemen Pariwisata PWI Pusat (2018-2023)