JAKARTA, bisniswisata.co.id: Memasuki dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming, sektor pariwisata Indonesia mencatatkan pertumbuhan positif yang signifikan dan berdampak langsung terhadap perekonomian masyarakat.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dalam keterangannya di
Jakarta, kemarin mengungkapkan pembangunan pariwisata saat ini tidak hanya berfokus pada kuantitas kunjungan wisatawan, tetapi juga berorientasi pada dampak bagi perekonomian masyarakat serta pemerataan di berbagai daerah.
Hal ini selaras dengan semangat yang dibawa sepanjang dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming.
“Dua tahun terakhir, pariwisata Indonesia terus bertumbuh. Tahun 2025 menjadi salah satu tahun penting bagi pertumbuhan pariwisata Indonesia dan momentum itu berlanjut hingga 2026,” kata Menteri.
Kontribusi Pariwisata Terhadap Perekonomian
Secara keseluruhan, kontribusi pariwisata terhadap PDB nasional pada tahun 2025 capai 4,78 persen atau senilai Rp1.138,90 triliun. Pada Januari-Juni 2026, angka ini diperkirakan berada pada rentang 4,02-
4,90 persen.
Hal ini menunjukkan bahwa pariwisata menjadi salah satu sektor strategis utama penggerak ekonomi nasional, yang multiplier effect-nya dirasakan langsung oleh tenaga kerja di sektor pariwisata dan rantai pasok pendukungnya.
Pariwisata Membawa Devisa
Sepanjang tahun 2025, sektor pariwisata berhasil mendatangkan devisa sebesar sebesar US$18,27 miliar atau sekitar Rp305,47 triliun, meningkat 9,41 persen dibanding tahun sebelumnya.
Sementara pada semester I 2026,sumbangan devisa pariwisata tercatat capai US$8,43 miliar atau sekitar Rp140,95 triliun, meningkat 2,8 persen dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya.
Belanja wisatawan mancanegara ini turut menggerakkan usaha lokal dan memper-kuat perekonomian Indonesia.
Menteri Pariwisata Widiyanti mengata- kan sederet pencapaian ini bukan sekadar angka, melainkan wujud nyata sinergi dan komitmen berkelanjutan dalam perkuat ekosistem pariwisata, membangkitkan ekonomi lokal, serta memperluas peluang bagi seluruh elemen bangsa.
“Mari terus bersama-sama mendukung kemajuan pariwisata Indonesia
menuju masa depan yang lebih inklusif dan mendunia,” kata Menteri Pariwisata.
Menggerakkan Ekonomi dengan Cepat
Dampak serupa juga terlihat dari penyelenggaraan event. Sepanjang 2025 hingga September 2026, Kementerian Pariwisata memberikan dukungan pada 377 event di seluruh Indonesia.
Berdasarkan hasil kajian penyeleng- garaan 354 event, termasuk Karisma Event Nusantara (KEN), MICE (meetings, incen- tives, conferences, and exhibitions), dan event internasional, terdapat 23,91 juta pengunjung dengan perkiraan perputaran ekonomi mencapai Rp45,9 triliun.
“Angka Rp45,9 triliun itu gambarkan bagaimana sebuah event dapat menjadi mesin ekonomi dalam waktu relatif singkat.”
Ketika ribuan orang datang ke sebuah festival, manfaatnya terasa langsung oleh pelaku usaha dan seluruh lapisan masya- rakat. Karena itu, event kita dorong bukan hanya sebagai tontonan, tetapi sebagai penggerak ekonomi daerah,” kata Ni Luh Puspa, Wakil Menteri Pariwisata.
Pariwisata yang Tangguh (Resilien)
Sepanjang tahun 2025, Indonesia menerima 15,39 juta kunjungan wisatawan manca- negara (wisman), meningkat 10,80 persen dibandingkan tahun 2024 dan melampaui target nasional 14-15 juta kunjungan.
Sementara itu, perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) mencapai 1,2 miliar perjalanan, menjadi angka tertinggi sepanjang sejarah pencatatan.
Tren positif ini berlanjut hingga Agustus 2026 dengan perolehan 10,58 juta kunju- ngan wisman, menandai pertumbuhan 5,38 persen secara year-on-year, dan 842,15 juta perjalanan wisnus, tumbuh 4,29 persen secara year-on-year.
“Pertumbuhan pariwisata Indonesia menjadi yang tercepat kedua diantara lima ekonomi besar Asia Tenggara,” kata Menteri Pariwisata.
Pemerataan Destinasi Wisata pertumbuhan pariwisata juga diiringi dengan pemerataan perjalanan. Kunjungan tidak hanya terjadi di Bali atau kota-kota besar.
Pada triwulan I 2026, Kawasan Manado-Likupang dan Danau Toba mencatatkan pertumbuhan kunjungan wisatawan mancanegara yang sangat tinggi, masing-masing meningkat sebesar 60,42 persen dan
33,40 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025.
Dari sisi pertumbuhan tercepat wisatawan nusantara antara tahun 2025 hingga 2026, Danau Toba kembali memimpin dengan lonjakan signifikan sebesar 106,68 persen, disusul oleh Lombok-Gili Tramena yang tumbuh sebesar 75,45 persen.
“Pariwisata semakin berkembang di berbagai daerah, yang artinya aktivitas pariwisata menciptakan lebih banyak peluang ekonomi bagi masyarakat,” kata Menteri Pariwisata.










