Presiden Jokowi: Hutan Pinus Mangunan Layak Dikunjungi Wisatawan

0
484
Presiden Jokowi foto bersama peserta Festival Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) (Foto: Setkab.go.id)

YOGYAKARTA, bisniswisata.co.id: Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai Hutan Pinus Mangunan atau dikenal Hutan Pinus Imogiri selain berfungsi sebagai hutan produksi, Mangunan juga dapat dimanfaatkan sebagai destinasi wisata alam unggulan di Yogyakarta yang layak dikunjungi wisatawan.

“Kunjungan wisatawan akan meningkatkan pendapatan dan mensejahterakan masyarakat di sekitar hutan. Nah ini harus dipromosikan terus menerus agar lebih dikenal wisatawan,” saran Presiden Jokowi saat menghadiri Festival Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Tingkat Nasional dan Pameran Usaha Kehutanan (PUSAKA) Tahun 2018, di Hutan Pinus Mangunan, Jumat (28/9/2018).

Digelarnya festival ini bertujuan untuk mempromosikan produk-produk unggulan KPH berbasis pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan hutan, sekaligus mempromosikan Mangunan sebagai destinasi wisata alam unggulan di Yogyakarta.

Dilanjutkan, Indonesia, negara yang kaya dengan hutan produksi potensial untuk dikelola sebagai kawasan usaha kehutanan, sehingga mampu menghasilkan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat. Hutan Pinus Mangunan merupakan bagian dari pengembangan Resort Pengelolaan Hutan Mangunan yang dikelola oleh Balai Kawasan Pengelolaan Hutan yang berlokasi di Kecamatan Dlingo, Bantul.

Kawasan Mangunan ini dapat dijangkau dengan mudah karena terletak tidak jauh dari pusat kota Yogyakarta. Selain mudah diakses, dipilihnya destinasi wisata alam Hutan Pinus Mangunan sebagai lokasi penyelenggaraan acara festival ini karena faktor keindahan alamnya dan juga biayanya yang relatif murah untuk dijelajahi, papar kepala negara.

Sebelumnya, hutan pinus ini merupakan lahan tandus, namun kemudian direboisasi oleh masyarakat sekitar dengan menanam pohon pinus, akasia, mahoni, kemiri, dan kayu putih. Hasilnya, hutan pinus Mangunan ini saat ini menjadi kawasan yang menjanjikan yang mampu memberikan manfaat sosial dan ekonomi pada masyarakat sekitar.

Menurutnya, fungsi hutan tak hanya jadi paru-paru dunia, juga berperan sebagai sumber kehidupan masyarakat dan ini sering tidak disadari. “Saya pernah bertemu beberapa kepala negara dari Skandinavia. Mereka cerita kehidupan sehari-hari dan perputaran ekonomi yang ada di negara-negara itu contoh Norwegia, Finlandia, dan Denmark banyak yang hanya hidup dari sektor industri kehutanan,” ujarnya

Di Indonesia, kekayaan hutan yang ada selama ini belum mampu dimanfaatkan dengan baik. Hutan selama ini belum mampu dimanfaatkan sebagai sumber penghidupan, terutama bagi masyarakat yang tinggal di sekitar atau di dalam hutan.

“Fakta yang ada, ini yang harus kita perbaiki, di negara kita masyarakat kita yang hidup baik di sekitar maupun di kawasan hutan justru miskin. Seharusnya terbalik, masyarakat yang hidup di sekitar atau di dalam hutan harusnya makmur,” kata Presiden seperti dilansir laman Setkab.go.id, Sabtu (29/09/2018).

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya menyatakan, Hutan Pinus Mangunan dijadikan percontohan pengelolaan hutan produktif di Indonesia. Selain berfungsi sebagai hutan produksi, juga sebagai alternatif destinasi wisata alam yang menarik dengan menyuguhkan spot-spot wisata yang instagramable untuk menarik wisatawan.

Dikembangkannya wisata alam dengan kemasan kekinian ini merupakan bentuk nyata sinergisitas antar Kementerian/Lembaga dalam menyukseskan target capaian 17 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dan juga 275 juta pergerakan wisatawan nusatara (wisnus) di tahun 2018.

Indonesia memiliki 371 KPH, dan Hutan Pinus Mangunan ini dianggap maju karena selama setahun telah mampu mendatangkan wisman dan wisnus sebanyak 2,5 juta orang dengan estimasi perputaran ekonomi sebesar Rp10 miliar.

Beberapa destinasi wisata dengan spot instagrammable yang dapat dikunjungi di kawasan destinasi alam Hutan Pinus Mangunan Jogja ini antara lain Pinus Pengger, Puncak Becici, Pintu Langit Lembah Dahromo, Lintang Sewu, Pinus Asri, Pinussari, Seribu Batu, Bukit Panguk, serta Bukit Mojo.

Selain itu, kawasan wisata Mangunan ini juga telah dilengkapi dengan fasilitas penunjang seperti keberadaan toilet bersih di beberapa titik lokasi, tempat ibadah, tempat makan yang menyajikan kuliner khas daerah, serta lahan parkir yang luas aman dan nyaman.

Pengelola juga melengkapi Mangunan dengan panggung terbuka yang dapat digunakan untuk berbagai acara seperti live music, acara pertemuan, acara pernikahan dll. Lokasi Mangunanpun juga sudah didukung dengan adanya koneksi jaringan telekomunikasi yang baik.

Hadirnya destinasi wisata alam yang dikemas dengan kekinian ini menjadi magnet tersendiri bagi setiap wisatawan yang mengunjunginya. Tidak hanya memberikan manfaat bagi wisatawan, keberadaan hutan produksi Mangunan ini juga memberikan manfaat bagi masyarakat lokal karena turut diberdayakan sebagai tenaga kerja di kawasan wisata ini, tambahnya. (EP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.