Batik Music Festival 2019, Konser Apresiasi Warisan Nenek Moyang

this formate

YOGYAKARTA, bisniswisata.co.id: Menyemarakkan Hari Batik Nasional setiap 2 Oktober, Rajawali Indonesia menggandeng PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko, menggelar konser bertaraf internasional. Konser bertajuk Batik Music Festival 2019. Batik Music Festival 2019 digelar di komplek Candi Prambanan, Sabtu (05/09/2019).

Deretan musisi dunia dan Indonesia pun siap ditampilkan. Artis dunia yang siap tampil adalah David Foster, Kenny “Babyface” Edmonds, Katharine McPhee, Pia Toscano, Yuna dan Nick Zavior. Nantinya, mereka akan berkolaborasi bersama dalam satu panggung. Musisi Indonesia sudah ada dalam daftar penampil Batik Music Festival 2019. Mereka adalah Yovie Widianto, Kahitna, BCL, Raisa, Marcell, Rio Febrian, 5 Romeo dan Arsy Widianto.

CEO Rajawali Indonesia juga founder Batik Music Festival, Anas Syahrul Alimi memaparkan konser ini merupakan pesta akbar yang perlu dirayakan bersama, sebab salah satu warisan budaya nenek moyang Nusantara tersebut masih bisa terjaga dan dilestarikan hingga saat ini, sampai-sampai mendapat pengakuan dan apresiasi yang sangat tinggi dari kalangan masyarakat dari negara lain.

Masyarakat bisa menyaksikan bagaimana megahnya dari sebuah proses kolaborasi dari tiga mahakarya, yaitu batik, Candi Prambanan dan musik yang disuguhkan dalam satu waktu. Hal ini baginya akan menjadi sebuah momen yang tak terlupakan serta menjadi cerita tersendiri yang secara turun temurun dikisahkan kepada generasi selanjutnya. Maka tak heran sejak pertama kali festival ini diumumkan kepada masyarakat, BMF mendapatkan apresiasi yang sangat besar.

“Festival ini, sebuah bentuk apresiasi nyata warisan nenek moyang masih terjaga sampai sekarang, yaitu batik. Batik sangat tersohor ke banyak negeri di dunia, namun dengan cara kolaborasi dari tiga mahakarya ini (Batik, Candi Prambanan & Musik) menjadi cara yang sangat tepat untuk mempromosikan batik secara lebih luas lagi melalui sebuah gelaran musik. Dan Alhamdulillah Batik Music Festival sudah siap kami selenggarakan besok,” lontarnya.

Gelaran Batik Music Festival dibagi menjadi dua area panggung: panggung Festival Show menampilkan artis-artis nasional, sementara untuk internasional artis sendiri akan ditampilkan di panggung Special Show.

Menariknya lagi, seluruh pihak yang terlibat dalam festival ini wajib menggunakan batik. Mulai artis, panitia dan penonton wajib menggunakan batik, karena ini adalah momen sangat besar untuk merayakan batik. Dan untuk artis-artisnya sendiri, baik yang internasional maupun nasional, mereka akan mengenakan batik yang dibuat oleh para pengrajin batik dari Yogyakarta, lanjutnya.

Direktur Utama Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko, Edy Setijono selaku Co Promotor Batik Music Festival menjelaskan, musik adalah suatu cara yang paling cair untuk lebih memperkenalkan warisan budaya yang dimiliki bangsa ini kepada cakupan masyarakat yang lebih luas. Edy berpendapat, secara tidak disadari, musik telah menggiring masyarakat untuk belajar dan memahami lebih dalam tentang adanya batik dan situs bersejarah yang harus mereka banggakan. Masyarakat tidak hanya terhibur, namun juga mendapat nilai edukasi yang tinggi.

“Mungkin ini akan menjadi momen pertama di mana Candi Prambanan akan diserbu oleh ribuan orang yang menggunakan batik. Hal ini tentunya menjadi suatu hal yang sangat membanggakan, karena masyarakat masih sangat peduli akan warisan budaya yang diwariskan oleh nenek moyangnya. Semoga festival ini akan menjadi suara yang indah dan terdengar oleh masyarakat dunia, sehingga mereka pun bisa lebih tertarik lagi untuk mengenal bangsa ini,” jelas Edy.

Selain itu kata Edy, gelaran Batik Music Festival adalah bentuk nyata dari Sinergi BUMN untuk mendukung segala hal positif yang dilakukan oleh masyarakat. Tak heran jika kali ini Jasa Raharja Putera, Bank BRI, Bank BTN, Garuda Indonesia, Semen Indonesia, Jasa Marga, Pupuk Indonesia dan Pelindo III menjadi bagian yang mendukung penuh untuk penyelenggaraan festival musik yang direncanakan akan menjadi gelaran tahunan ini.

Direktur Utama PT Melon Indonesia by Telkom Indonesia, Dedi Suherman menambahkan, tiketapasaja.com kali ini didaulat menjadi official ticket partner untuk gelaran Batik Music Festival. Sampai saat ini pihaknya telah berhasil menjual ribuan tiket secara online kepada masyarakat yang ingin menjadi bagian dalam festival tersebut.

“Banyak sekali masyarakat yang sudah membeli tiket untuk penyelenggaraan Batik Music Festival besok. Namun jangan khawatir untuk para calon penonton yang belum memesan tiket secara online, karena kami masih melakukan penjualan tiket on the spot saat hari H mulai pukul 10.00 WIB. Kami berharap festival ini akan menjadi sebuah momen perayaan yang sangat berharga dan menimbulkan efek candu bagi masyarakat untuk menjadi bagian di dalamnya dalam setiap tahunnya,” pungkas Dedi. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Belajar dari Pameran 100 Tahun KLM Mengedukasi Masyarakat Dunia

this formate

Lambert Grijns, Dubes Belanda untuk RI ( tengah) di dampingi Gijs Van Popta, General Manager KLM untuk Asia Tenggara dan Ocenia ( kanan) dan Wouter Gregorowitsch, Country Manager Indonesia

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Kiat bisnis langgeng KLM adalah rajin berbagi ilmu dan mengajak perusahaan penerbangan lain untuk melakukan hal yang sama dalam mengembangkan bisnis yang berkelanjutan, ungkap Gijs Van Popta, General Manager KLM untuk Asia Tenggara dan Ocenia, hari ini.

“Fokus pada inovasi dan berkontribusi pada masa depan yang berkelanjutan adalah sangat penting bagi kami. Selain juga siap menerapkan standar untuk penerbangan besok di abad mendatang. Oleh karena itu lewat pameran kami berbagi cara berbisnis langgeng hingga 100 tahun ke depan,” ujarnya.

Berbicara pada jumpa pers di Perpustakaan Erasmus Huis, Pusat Kebudayaan Belanda. Gijs didampingi Lambert Grijns, Dubes Belanda untuk RI, Wouter Gregorowitsch, Country Manager Indonesia dan Edit Kraaijeveld, Communication and CRM Manager Asia Tenggara dan Oceania.

“Pada 7 Oktober 2019, KLM akan menjadi maskapai penerbangan pertama di dunia yang masih beroperasi dengan nama aslinya serta merayakan hari jadinya yang ke-100 tahun. Mencapai tonggak sejarah yang baik ini karena kami berkomitmen untuk memanfaatkan peluang, menerima tantangan, terhubung dengan mitra dan merangkul teknologi,” ujar Gijs Van Popta

Kalangan pers yang hadir kemudian dibagi menjadi dua grup untuk melihat Pameran ‘KLM 100 Years – Celebrate the Future’. Grup pertama dipimpin sendiri oleh Gijs dan grup ke dua dipandu oleh Wouter Gregorowitsch.

Pameran menampilkan sebuah terowongan kapsul waktu yang menampilkan sejarah KLM dalam sebuah timeline, termasuk kisah menarik tentang penerbangan antarbenua pertama KLM dari Amsterdam ke Indonesia pada tahun 1924.

“Sebenarnya kami bukan hanya merayakan 100 tahun KLM tapi juga 95 tahun beroperasi di Indonesia dan 10 tahun melayani rute Bali pada Desember 2019 mendatang,” ungkapnya.

Mengawali pidatonya, Dubes Lambert Grijns sempat menceritakan sejarah rute perjalanan panjang ( long haul) KLM pertama adalah ke Indonesia yang memakan waktu selama 55 hari dan 21 pemberhentian hingga akhirnya tiba di Jakarta.

“Jakarta merupakan destinasi antarbenua pertama KLM ketika pada tanggal 24 November 1924 dengan pesawat Fokker F-VII mendarat di Jakarta setelah menempuh perjalanan selama 55 hari,” kata Dubes Lambert Grijns.

Koninklijke Luchtvaart Maatschappij ( KLM) adalah maskapai penerbangan nasional Belanda yang memulai penerbangan terjadwal ke Jakarta dari tahun 1930, dan sampai masa Perang Dunia II, penerbangan ini adalah koneksi penerbangan terjadwal paling lama di dunia.

Dalam pameran di bagian lorong waktu ini pengunjung bisa memahami bahwa pesawat Fokker F-VII itu mampir di Basrah (Irak), Basher ( Iran), Ambala (India),  Pakistan, Yangoon ( Myanmar), Malaysia, terbang ke Medan, Mentok (Bangka) dan akhirnya sampai di Jakarta.

“Waktu terbangnya ke Indonesia akhirnya bisa dalam waktu 2 minggu dan sekarang bisa ditempuh dalam 16 jam sudah tiba di Jakarta,” kata Gijs Van Popta.

Pengunjung juga bisa melihat pameran kreatif yang menampilkan fokus KLM pada inovasi digital dan komitmen untuk berkontribusi pada masa depan yang berkelanjutan termasuk  prakarsa Fly Responsibly yang menunjukkan komitmen perusahaan untuk menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan bagi industri penerbangan.  

Di bagian ini KLM mengedukasi dunia usaha di seluruh dunia mencakup semua yang dilakukan KLM sekarang dan di masa depan untuk meningkatkan keberlanjutan operasinya, mulai dari kegiatan CSR, upaya mengoptimalkan rute dan prosedur penerbangan hingga penggunaan bahan seragam pramugari yang ramah lingkungan, penggunaan plastik hingga bahan bakar yang ekonomis untuk mengurangi emisi CO2.

Ada juga gambar koleksi lengkap Delft Blue Miniature Houses oleh KLM. Rumah-rumah tersebut mewakili beberapa rumah tradisional Belanda yang dapat ditemukan di sepanjang kanal di Amsterdam dan kota-kota bersejarah lainnya di Belanda.

Pameran ini terbuka untuk umum pada Sabtu 5 Oktober pukul 10.00 hingga 16.00 WIB. Kemudian hari kedua, Senin 7 Oktober pukul 10.00 hingga 15.00 WIB.

Pengunjung bisa langsung datang ke alamat Erasmus Huis, Pusat Kebudayaan Belanda, Jalan H.R. Rasuna Said Kav S-3, Jakarta Selatan untuk menikmati pameran.

Kedubes RI di Stockholm, Swedia Gelar Resepsi dan Pagelaran Seni Budaya

this formate

Dubes Bagas Haskoro ( kedua kiri) menyelenggarakan resepsi dan pagelaran seni budaya peringati HUT ke 74 RI di Wisma Duta, Kedubes RI di Stockholm

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Sedikitnya 100 tamu diplomatik memenuhi undangan resepsi di KBRI Stockholm, Swedia,  memperingati HUT ke-74 RI yang berlangsung di Wisma Duta RI, Lidingö, Jumat, kemarin.

“Tamu kehormatan adalah Cecilia Ruthström-Ruin, Deputy Director-General/Head of Department, Department for Asia and the Pacific Region, Kementerian Luar Negeri Swedia,” ungkap Dubes RI, Bagas Hapsoro dalam rilisnya, hari ini.

Para tamu datang dari kalangan komunitas diplomatik, pejabat pemerintahan, pengusaha, dan akademisi terkemuka di Swedia. Bagas mengawali sambutannya dengan memberikan gambaran Indonesia  sebagai negara berpenduduk keempat terbesar di dunia.

Dia juga mengungkapkan bahwa RI mendapatkan rangking teratas sebagai negara demokratis dengan populasi mayoritas Muslim. Hubungan bilateral Indonesia dan Swedia telah terbina sejak tahun 1950, yang setiap tahunnya meningkat dalam segi kerja sama yang saling menguntungkan kedua negara. 

“Indonesia dan Swedia akan memperingati 70 tahun hubungan bilateral tahun depan, dan untuk itu kedua negara telah menikmati hubungan yang stabil dan terus berkembang dan memiliki kesamaan visi akan dunia yang damai dan sejahtera,” ujar Dubes Bagas.

Pada sambutannya, Dubes Cecilia menyampaikan bahwa Indonesia dan Swedia walaupun berjauhan secara jarak, namun memiliki banyak kesamaan. Oleh karena itu, peringatan 70 tahun hubungan bilateral Indonesia-Swedia tahun depan merupakan langkah penting dalam hubungan bilateral kedua negara. 

Dubes Cecilia juga menyampaikan ucapan selamat kepada Indonesia yang terpilih sebagai salah satu anggota Dewan Keamanan di Perserikatan Bangsa-Bangsa ( PBB ) tahun ini.

Resepsi dimulai dengan penampilan Tari Saman oleh tim gabungan PPI dan komunitas WNI di Swedia. Kemeriahan warna-warni baju yang digunakan dan gerakan tari yang enerjik memukau para tamu yang datang.

Selain itu juga tampil tim Gamelan Gongbron dan penampilan tari Bali. Gamelan Gongbron adalah tim yang cukup unik dimana para anggotanya terdiri dari WNI dan warga Swedia yang sangat mencintai dan pandai memainkan alat musik Gamelan.

 Penampilan Tari Puspanjali oleh Diah Anjari juga sangat memukau para tamu yang datang dan selain penampilan musik dan tari tersebut, disajikan pula berbagai kuliner khas Indonesia. Kuliner tersebut diantaranya adalah nasi goreng ayam, rendang daging pedas, dan wedang jahe. Menarik melihat tamu-tamu Swedia dan asing lainnya sangat menikmati sajian khas Indonesia tersebut.

Indonesia dan Swedia akan memperingati 70 tahun hubungan bilateral kedua negara, tahun depan, yaitu 2020. Adapun salah satu milestone hubungan kedua negara ditandai dengan kunjungan Raja Swedia ke Indonesia pada tahun 2017 lalu.

 

Manjakan Lidah di Restoran Tematik ala Chain Hotel

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id,- SESEKALI memanjakan diri dan keluarga di hotel berbintang hal wajar- wajar saja. Terlebih bagi anak- anak, sekali waktu boleh dikenalkan dengan cita rasa olahan dapur hotel. Karena tidak sedikit kalangan bagaimana rasa makanan di hotel berbintang? Mencicipi hidangan yang disajikan di sebuah hotel berbintang menjadi impian sebagian besar masyarakat. Menu sajian, tentu menu pilihan terbaik,  disiapkan langsung oleh Chef terbaik dengan pilihan bahan makanan berkualitas serta dikemas secara menarik sehingga membuat suatu hidangan menjadi sempurna.

Jika sedang berakhir pekan disekitar Serpong, sila mampir ke Mint & Pepper Restaurant di lantai Ground Mercure Serpong Alam Sutera, resto bergaya tematik yang menyajikan menu eastern dan western food. Menawarkan berbagai macam pilihan buffet untuk breakfast serta menu A La Carte untuk lunch dan dinner.

“Menu berbahan baku pilihan guna menjaga kualitas dari setiap makanan yang kami sajikan kepada tamu-tamu” ujar Krisna Indra, Executive Chef  Mercure Serpong Alam Sutera. Menu-menu yang tersedia juga beragam, mulai dari appetizer, hidangan lokal, hidangan asia, pasta dan pizza, kids meal, vegetarian, berbagai pilihan minuman, serta dessert.

Chef Krisna juga memberikan beberapa rekomendasi makanan yang patut dicoba ketika mengunjungi Mint & Pepper Restaurant. Salah satunya menu appetizer “Cheese Fritter” yaitu keju yang digoreng hingga crispy dipadukan dengan saus apricot untuk menciptakan sensasi segar di mulut. Mint & Pepper Restaurant juga memiliki “Iga Bakar” sebagai hidangan lokal pilihan Chef Krisna. Iga bakar yang disajikan dengan saus kacang, lalapan, serta nasi putih hangat, tentu menggoda selera bukan?

 “Mixed Grill”  turut menjadi chef recommendation untuk menu hidangan western. Di dalamnya sudah tersedia Beef Sausage, Chicken Sausage, Beef Striploin, Grilled Chicken Breast, serta Grill Salmon. Wah, tunggu apa lagi?

“Berharap setiap tamu yang datang puas dengan hidangan yang kami berikan, karena kami akan selalu memberikan hidangan serta pelayanan yang terbaik” kata Chef Krisna saat ditemui di Mint & Pepper Restaurant.

Dengan konsep tematiknya, Mint & Pepper Restaurant menjadi sangat cocok untuk anda yang ingin menikmati waktu berkualitas dengan makan enak, suasana cozy  dengan harga relatif terjangkau. Selain itu, dengan design restorannya yang colourful dan unik, baik di area indoor mau pun terasnya juga dapat digunakan untuk berfoto bersama dengan keluarga atau kolega loh! (redaksi@bisniswisata.co.id)

Frekuensi Penerbangan di Kualanamu Merosot 20%

this formate

MEDAN, bisniswisata.co.id: Jumlah penerbangan pesawat di Bandar Udara Kualanamu Sumatra Utara (Sumut) turun sekitar 20% dari Januari- September 2019 jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Berdasarkan data PT Angkasa Pura II (Persero) jumlah total atau frekuensi penerbangan di Bandara Kualanamu sebanyak 47.921 penerbangan pada periode Januari-September 2019. Angka tersebut menurun kurang lebih 20% jika dibandingkan dengan tahun lalu.

Plt. Manager of Branch Communication & Legal Kualanamu Paulina HA. Simbolon mengatakan kenaikan harga tiket menjadi salah satu pemicu penurunan jumlah penumpang di awal tahun 2019. Harga tiket yang menjulang diperkirakan terjadi lantaran biaya operasional yang terus naik, salah satunya komponen harga avtur.

“Kalau soal [harga] tiket pesawat sebenarnya sudah menjadi isu lama dari awal tahun sejak tiket mendadak naik signifikan. Tapi semakin ke sini penerbangan sudah mulai normal kembali meskipun tidak seramai tahun-tahun sebelumnya,” kata Paulina seperti dilansir laman Bisnis, Jumat (4/10/2019).

Penurunan atau cancel flight, lanjutnya lantaran pada bulan September terdampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Riau, meski saat ini kondisinya sudah berangsur-angsur normal.

Dia menjelaskan untuk pergerakan pesawat di Bandara Kualanamu pada 1-2 Oktober 2019 sudah mulai normal, kendati memang tidak sebesar Oktober tahun lalu. Pergerakan pesawat sebenyak 437 penerbangan dengan total penumpang 51.540 orang, Sementara di 2019, hanya sebanyak 346 penerbangan dengan jumlah total penumpang 37.237 orang.

Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut mencatat jumlah penumpang domestik yang berangkat dari Sumatra Utara melalui Bandara Kualanamu pada Januari-Agustus 2019 mencapai 1,74 juta penumpang. Angka tersebut turun sebesar 32,85% dibandingkan dengan periode yang sama pada 2018, yang mencapai sebanyak 2,6 juta penumpang.

Di sisi lain, Kepala BPS Sumut Syech Suhaimi mengatakan, penumpang domestik yang datang di Sumatra Utara selama Januari-Agustus 2019 mengalami penurunan sebesar 33,22% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, yakni menjadi 247.912 penumpang.

Sementara itu, lanjutnya, penumpang angkutan udara tujuan luar negeri, baik yang menggunakan penerbangan nasional maupun asing secara kumulatif sampai dengan Agustus 2019 727.414 orang, atau turun 0,99% dibandingkan periode yang sama pada 2018. Penurunan tersebut seiring dengan penurunan jumlah penumpang sebesar 0,91% sampai dengan Agustus dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Sementara untuk penumpang angkutan laut,lanjut Suhaimi, secara kumulatif Januari-Agustus 2019 mencapai 141.292 orang, atau naik sebesar 135% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Meski jumlah penumpang yang datang pada Agustus 2019 tercatat turun sebesar 93,24% jika dibandingkan dengan bulan lalu, atau hanya sebanyak 9.391 penumpang. (ndy)

Pemutaran Perdana, Joker Kantongi Rp11 M

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Film Joker yang dibintangi Joaquin Phoenix menghasilkan perolehan cukup bagus dalam pemutaran perdananya di pasar internasional, Rabu (3/10). Film yang mengisahkan awal mula Clown Prince of Crime of Gotham itu berhasil memperoleh US$5,4 juta dari 43 pasar internasional dengan capaian tertinggi berasal dari Korea Selatan dengan US$2,3 juta.

Capaian tersebut membuat Joker menjadi film Warner Bros keempat dengan perolehan debut terbaik di negara tersebut, yaitu menguasai 56 persen penonton lima film terlaris. Setelah Korea Selatan, Joker berhasil mendulang US$900 ribu di hari perilisan. Sedangkan di Indonesia, Joker mampu mendapatkan US$846 ribu atau setara dengan Rp11,9 miliar dari 1.197 layar yang menayangkan film ini.

Perolehan itu mencakup 98 persen penonton lima film terlaris dan menjadi hari pembukaan kelima terbesar sepanjang masa Warner Bros di Indonesia. Selain itu, Joker mendulang US$170 ribu di Belgia yang sekaligus menjadi hari pembukaan terbesar Warner Bros dan debut terbesar di negara itu pada Oktober ini.

Diberitakan Variety, Jumat (04/10/2019) di pasar internasional, Joker juga ditayangkan di Rusia, Brasil, Italia, dan Australia pada 3 Oktober 2019. Sedangkan sejumlah negara baru akan menyaksikan Joker pada Jumat (4/10), yaitu Spanyol, Inggris Raya, Jepang, Meksiko, dan Amerika Utara.

Joker disutradarai oleh Todd Phillips yang menceritakan kisah Arthur (Joaquin Phoenix), seorang komedian gagal yang menjadi penjahat psikopat. Film ini juga dibintangi Zazie Beetz, Marc Maron, Bill Camp, dan Robert De Niro.

Bagi penggemar Batman mungkin tak banyak tahu mengenai asal-usul musuh bebuyutannya, Joker. Lewat Joker, Todd Phillips menyingkap kehidupan sosok antagonis yang aslinya adalah seorang komedian itu. Joker sebetulnya hanyalah seorang Arthur Fleck (Joaquin Phoenix), badut yang memiliki masa kelam dalam hidupnya. Dia bekerja di sebuah tempat yang mempekerjakan badut untuk banyak acara hiburan di Gotham City.

Di kehidupannya, Arthur mengalami banyak permasalahan Dia kerap mendapatkan perundungan dari orang-orang di sekitarnya. Dia juga beberapa kali mendatangi Departemen Kesehatan dan Sosial Kota Gotham untuk berkonsultasi dengan petugas mengenai penyakit mental yang diidapnya.

Di satu sisi, sebagai badut, Arthur dituntut untuk selalu lucu dan menyenangkan. Dia terlihat sangat berusaha memenuhi tuntutan dari masyarakat itu, meskipun bertemankan cemooh demi cemooh. Bukan cuma itu yang memberikan tekanan mental bagi Arthur. Sesuatu hal membuat dia dipecat dari tempat dia digaji. Arthur semakin terpuruk, wajahnya semakin lesu, dan rasa putus asa kerap menyelimutinya hingga membuatnya beberapa kali berpikir untuk mengakhiri semuanya.

Puncaknya, Arthur mendapatkan olokan dari salah seorang presenter televisi nasional favoritnya. Arthur yang mengidap sakit mental itu mengalami titik pilu yang paling tinggi yang membuat dia harus melakukan sesuatu agar merasa lebih baik. Salah satunya adalah mengubah identitasnya menjadi seorang Joker.

Tak hanya Phoenix yang sanggup menyuguhkan karakter yang kuat dalam film ini. Beberapa aktor lain seperti Robert De Niro, Zazee Beets, Frances Conroy, dan Brett Cullen juga tampil ciamik dalam memerankan karakternya masing-masing.

Banyak adegan demi adegan yang memilukan dan membuat gelisah sepanjang Joker. Tak heran jika film yang merupakan bagian dari jagat DC ini sempat diawasi pemutarannya oleh polisi Kota New York, AS. Kepolisian Los Angeles juga melakukan hal yang sama.

Film yang memenangkan penghargaan Golden Lion di festival film ke-76 Venice itu, diterima dengan baik saat pemutaran perdananya awal September lalu. Para kritikus menganggapnya sebagai film adiwira pertama yang menyabet gambar terbaik Oscar. Joker tayang di Indonesia mulai Rabu (2/10).

Memang, Film ini diselimuti kontroversi atas kekerasan yang digambarkan dalam film tersebut, dengan penegakan hukum memperketat keamanan di bioskop-bioskop tertentu untuk mencegah segala jenis serangan. (ndy)

Pengelolaan Taman Nasional Komodo Kini Berbasis Ekosistem

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: BERBASIS ekosistem atau ecosystem base management, begitulah Pulau Komodo di Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur (NTT), akan dikelola nantinya. Penataan ulang salah satu tujuh keajaiban dunia itu akan diintegrasikan dengan destinasi unggulan Labuan Bajo.

“Masyarakat Desa Komodo merupakan salah satu unsur dari ekosistem Pulau Komodo sehingga pengelolaannya harus menjadi satu kesatuan,” kata Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Djati Witjaksono Hadi dalam keterangan resminya.

Di taman nasional itu, tercatat ada tiga desa yang didiami lebih dari 4 ribu jiwa. Satu desa terletak di Pulau Komodo dengan jumlah penduduk 1.818 jiwa, yang termasuk dalam zona khusus permukiman seluas 17,6 hektare sejak 24 Februari 2012. Sebelum ditetapkan sebagai taman nasional, ekspedisi Douglas Burden mencatat adanya permukiman di Pulau Komodo yang dihuni 40 keluarga, pada 1926.

Dilanjutkan, sebagai tujuan wisata alam premium, perlu dibangun penyediaan sarana-prasarana dan jasa wisata alam yang mempunyai kualitas berstandar internasional, termasuk sebuah museum. Karena itu, pengelolaan Taman Nasional Komodo harus terintegrasi dengan pengembangan destinasi wisata Labuan Bajo. “Saat ini sedang disusun ITMP (integrated tourism master plan) Labuan Bajo-Flores yang akan diselesaikan di 2020,” terang Djati.

Penegasan ini sekaligus menjawab keresahan masyarakat setempat setelah mencuatnya wacana penutupan dan relokasi penduduk di Pulau Komodo, beberapa waktu lalu. Kondisi itu mendorong Menteri LHK Siti Nurbaya membentuk tim terpadu untuk melakukan kajian, sambungnya seperti dilansir laman MediaIndonesia, Jumat (04/10/2019).

Tim terpadu menyimpulkan Pulau Komodo tak perlu ditutup karena tak ada alasan yang dapat dijadikan dasar penutupan baik ditinjau dari aspek ekologi, sosial, dan ekonomi. Penutupan Pulau Komodo akan menimbulkan kerugian bagi pelaku usaha wisata.

Dari hasil monitoring populasi Komodo oleh Balai Taman Nasional Komodo dan Komodo Survival Program (KSP), populasi komodo selama lima tahun terakhir berfluktuasi dengan tren yang relatif stabil antara 2.400-3.000 ekor.

Seusai rakor menteri dan Gubernur NTT di Jakarta, Senin (30/9), Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyebut Pulau Komodo akan menjadi destinasi wisata eksklusif dengan harga tiket masuk yang mencapai US$1.000 atau Rp14 juta per orang dalam bentuk membership tahunan.

Pengenaan harga tiket masuk yang mahal itu juga ialah gagasan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat. “Kami tidak menghendaki Pulau Komodo nanti mengarah kepada mass tourism, yakni wisatawan datang berbondong-bondong masuk ke Pulau Komodo tanpa memperhatikan lingkungan di Pulau Komodo sehingga terjadi perburuan liar dan kerusakan lingkungan. Kami inginkan komodo menjadi liar sehingga kawasan itu seperti aslinya,” kata Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT Marius Jelamu seperti dikutip dari Antara. (ndy)

AirAsia Buka Destinasi Terbaru Menuju Belitung

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: AirAsia secara resmi membuka penerbangan perdana menuju Belitung. Destinasi ini merupakan destinasi terbaru AirAsia yang ke-20 di Indonesia. Ada dua rute yang AirAsia sediakan menuju Belitung, rute Jakarta-Belitung, dan Kuala Lumpur-Belitung.

Menururt Deputy CEO AirAsia Indonesia Veranita Yosephine penerbangan menuju Belitung merupakan lanjutan dari rangkaian realisasi komitmen AirAsia mendukung pariwisata tanah air, khususnya sepuluh Bali Baru yang dicanangkan oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.

Sebelumnya, lanjut dia, AirAsia meluncurkan penerbangan ke Lombok, Labuan Bajo serta Sorong. Bahkan, mendatangkan lima armada tambahan hingga akhir tahun untuk mendukung operasional di destinasi-destinasi terbaru tersebut.

“Kami berharap konektivitas domestik maupun internasional dengan harga terjangkau yang terus kami kembangkan ini mendapatkan tempat di hati masyarakat dan dapat membawa dampak positif pada perekonomian dalam negeri dan juga kawasan,” jelas Veranita dalam keterangan resminya, Jumat (04/10/2019).

Tiket penerbangan menuju Belitung dari Jakarta bisa didapatkan mulai dari Rp 471 ribu. Sementara Kuala Lumpur menuju Belitung dimulai dengan harga Rp 378 ribu. Tahun ini, AirAsia fokus memperluas jangkauannya. Pada Juli lalu AirAsia membuka rute menuju Sorong dan juga Semarang.

Beberapa rute yang dibuka merupakan salah satu upaya AirAsia meningkatkan konektivitas di kawasan Timur Indonesia. “Kami terus melakukan inovasi destinasi untuk memenuhi transportasi warga Indonesia,” sambung Veranita(redaksi@bisniswisata.co.id)

Berbatik di Lapangan Merah, Moskow

this formate

MOSKOW, bisniswisata.co.id,- AKSI Duta Besar RI untuk Federasi Rusia merangkap Belarus, M. Wahid Supriyadi, para staf KBRI Moskow dan puluhan siswa- siswi Sekolah Indonesia Moskow berjalan santai mengelilingi  Lapangan Merah sembari mengambil gambar (foto) di beberapa sudut lapangan. Tidak hanya menarik perhatian masyarakat Rusia yang sedang berada di Moskow. Wisatawan asing yang sedang berlibur pun, ikut menikmati aksi Dubes dan warga Indonesia di Lapangan Merah tersebut.

Aksi pagi hari warga negara Indonesia di negari “Beruang”, menarik perhatian pengunjung  di Lapangan Merah Moskow, bukan karena kegaduhan aksi, tetapi karena tampilan mereka yang berbalut busana batik beragam corak, warna dan model. Mereka berjalan bagaikan model “peragaan busana batik”, menyusuri lapangan dan pengunjung pun turut mengabadikan aksi ini dengan telepon pintarnya serta berfoto bersama.

Pagi 2 Oktober bertepatan dengan Hari Batik Nasional, suhu udara yang agak dingin —- 12 derajat Celsius — menjelang musim dingin tidak menyurutkan niat dan semangat staf KBRI dan warga Indonesia untuk mengenakan batik dan beraktivitas di lapangan. Sementara itu, para pengunjung Lapangan Merah tampak mengenakan jaket atau pakaian hangat lainnya. “Kecintaan, kerinduan pada budaya Indonesia, memberi semangat lebih untuk menunjukkan pada dunia, ini milik kami, bangsa Indonesia,’’ ungkap M. Wahid Supriyadi, Duta Besar RI untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus, menjawab bisniswisata.co.id.

Dubes Wahid tidak hanya mengajak masyarakat Indonesia yang tinggal di Moskow untuk  menjaga dan melestarikan batik. Tetapi juga ikut mempromosikannya ke dunia tidak terkecuali di Rusia. Batik semakin dikenal di Rusia terlebih setelah empat kali penyelenggaraan Festival Indonesia di Moskow dan batik menjadi tema sentral setiap segmen fashion pada festival tersebut. Kedutaan  menggandeng salah satu designer terkenal Indonesia, Ferry Sunarto, untuk selalu menampilkan motif batik yang dapat dipadu dengan motif kain tradisioal dari berbagai daerah di Indonesia. Selain itu, sejumlah UKM Indonesia juga memamerkan produk-produk batik.

Dua tahun lalu, telah dibuka sekolah kejuruan “Batik College” di Moskow yang khusus mempelajari batik, beberapa sekolah desain di Moskow memperkenalkan beragam motif batik kepada anak-anak usia muda. Salah satu sekolah desain tersebut bahkan sempat berkolaborasi dengan KBRI Moskow dalam pelaksanaan acara fashion show batik hasil karya siswanya dengan diiringi alunan gamelan dari sanggar kesenian “Gamelan Dadali”, binaan KBRI Moskow.

“Selamat Hari Batik Nasional, salam dari Rusia”, kata Dubes Wahid mengakhiri perbincangan dengan bisniswisata.co.id hari ini. (Dwi/redaksi@bisniswisata.co.id)

Tragis, Kunjungan Wisatawan ke Jakarta Anjlok 17,92%

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Tragis. Di saat beberapa provinsi di Indonesia mengalami grafik kenaikan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sepanjang Agustus 2019, anehnya kunjungan wisman ke Ibu Kota Jakarta justru malah anjlok.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta membuktikan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke ibu kota pada Agustus 2019 mencapai 253.176 kunjungan. Jumlah wisman sebanyak itu masuk melalui dua pintu, yaitu Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Halim Perdanakusuma.

Angka kunjungan tersebut mengalami penurunan 5,62% dibandingkan kunjungan wisman bulan Juli 2019 yang berjumlah 268.258 kunjungan. Demikian juga jika dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun sebelumnya, jumlah kunjungan wisman Agustus 2019 menurun sebesar 17,92%.

BPS DKI Jakarta juga membeberkan lima negara yang menjadi pengunjung terbanyak ke Jakarta untuk Februari 2019. Kelima negara tersebut adalah China (36.125 kunjungan), Jepang (22.674 kunjungan), Malaysia (20.707 kunjungan), Arab Saudi (20.104 kunjungan), dan Singapura (16.488 kunjungan)

Secara total, kunjungan dari lima kebangsaan itu berjumlah 116.098 kunjungan yang mencapai 45,86% dari keseluruhan kunjungan ke Jakarta. “Ini menunjukkan bahwa kelima negara itu sangat penting peranannya karena menjadi pasar utama kepariwisataan asing Jakarta,” seperti dikutip Berita Resmi Statistik (BRS), Jumat (04/10/2019).

Sepanjang Januari-Agustus 2019, wisman asal China tetap berada di posisi pertama untuk bulan Agustus ini. Wisman asal Jepang berada di posisi kedua, sedangkan untuk posisi keempat ditempati oleh wisman asal Arab Saudi. Demikian pula untuk wisman asal Malaysia dan asal Singapura, masing–masing tetap berada di posisi ketiga dan kelima. (end)