Tradisi Ba’ayun Maulid Jadi Agenda Wisata Banjarmasin

this formate

BANJARMASIN, bisniswisata.co.id: Tradisi Baayun Maulid di Banjarmasin Kalimantan Selatan, hingga kini masih tetap lestari. Kegiatan mengayun bayi atau anak sambil membaca syair maulid, digelar untuk merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW setiap tanggal 12 Robiul Awal. Tradisi yang sudah menjadi agenda wisata berlangsung di lingkungan Kubah Basirih atau Makam Habib Basirih. Sebanyak 418 peserta mengikuti kegiatan berayun di ayunan yang dihiasi berbagai ornamen.

Warga yang mengikuti tradisi Ba’ayun Maulid mulai dari bayi dan anak-anak hingga dewasa dan lanjut usia. Peserta termuda kali ini adalah seorang bayi laki-laki berusia 3 hari bernama Sayid Ahmad Kahbir Bahasyim. Sedangkan peserta tertua adalah seorang nenek Rusminah berusia 70 tahun.

Sayid Afdul Galif Bahasyim (41), ayah Sayid Ahmad Kahbir menuturkan, mengayun anak yang baru lahir sambil membaca selawat atau doa sudah menjadi tradisi orang Banjar. ”Semua anak ulun (saya) diayun seperti ini. Doa dan harapannya supaya mereka panjang umur, murah rejeki, dan penuh berkah,” kata bapak lima anak itu.

Menurut Jarkasi (56), warga Banjarmasin, tradisi mengayun anak biasanya dilakukan di rumah masing-masing. Namun, pada peringatan Maulid Nabi Muhammad, tradisi itu dilakukan secara massal di suatu tempat. ”Ini pertama kali ulun membawa cucu mengikuti Ba’ayun Maulid. Harapannya, supaya cucu bisa mengikuti teladan nabi dan menjadi anak yang saleh,” tuturnya.

Antusiasme warga mengikuti kegiatan Ba’ayun Maulid cukup tinggi. Rusminah (70), warga Banjarmasin, tetap berusaha ikut berayun meskipun sudah kesulitan berjalan dan naik ke ayunan. Seorang anak perempuannya bersama beberapa warga harus membopong Rusminah untuk berjalan dan duduk di ayunan.

Jamilah (40), anak ketiga Rusminah mengatakan, ibunya baru tahun ini mengikuti Ba’ayun Maulid. Hal itu dilakukan untuk memenuhi niat setelah ibunya lama sakit. Hampir dua tahun Rusminah tidak bisa berjalan akibat terjatuh dari tempat tidur. ”Doa dan harapan ulun semoga diberi kesehatan, umur panjang, dan kawa (bisa) berjalan lagi,” ucap Rusminah lirih.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Banjarmasin Muhammad Ikhsan Alhak mengatakan, gelaran tradisi Ba’ayun Maulid sudah menjadi agenda tahunan. Acara ini juga masuk kalender kegiatan pariwisata Kota Banjarmasin dan menjadi salah satu daya tarik wisata budaya dan religi.

”Tahun ini, pesertanya lebih banyak dari tahun lalu. Selain dari Kalimantan Selatan, juga ada dari Kalimantan Tengah, Riau, dan Jakarta. Kami berharap jumlah yang datang terus meningkat setiap tahun,” katanya seperti diunduh laman Kompas, Sabtu (09/11).

Menurut Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina, tradisi Ba’ayun Maulid merupakan tradisi masyarakat Banjar yang harus dilestarikan. Sejak dini, anak-anak sudah dikenalkan kepada Nabi Muhammad SAW agar mereka mencintai nabi dan mengikuti teladan hidup sang nabi. ”Kegiatan budaya ini juga adalah agenda pariwisata yang diharapkan bisa menarik pengunjung dari luar,” ujarnya.

Nehry Mangkuto Ameh (64), warga dari Pekanbaru, Riau, kagum dengan tradisi Ba’ayun Maulid yang memadukan nilai budaya dengan nilai religius. ”Ini kegiatan luar biasa. Kegiatan semacam ini harus diangkat ke tingkat nasional, bahkan dicari akses untuk menjadi kegiatan budaya dan religius tingkat internasional,” katanya. (ndy/Kompas)

Komunitas Harley Davidson se-Asia Tenggara Nikmati Wisata Kota Bandung

this formate

BANDUNG, bisniswisata.co.id: Komunitas pecinta Harley-Davidson lintas Asia Tenggara diantaranya Indonesia, Brunei Darussalam, Malaysia dan Thailand melaksanakan gathering atau silaturahmi di salah satu hotel di Kota Bandung, sejak Jumat (8/11) hingga Ahad (10/11). Salah satu agenda yang akan dibahas tentang rencana program Harley Owners Group (HOG) ke depannya.

Acara ini dihadiri tak kurang dari 1.000 riders Harley Davidson dari tujuh chapter di Indonesia dan luar negeri. 1st HOG National Gathering yang diselengarakan oleh HOG Siliwangi Bandung Chapter sebagai tuan rumah itu, bertujuan untuk mempererat persaudaraan para pemilik moge Harley Davidson.

Chief Executive HOG Siliwangi Chapter, Budi DJ mengungkapkan gathering bikers Harley Davidson merupakan kegiatan pertama yang dilakukan di Bandung. Menurutnya, kegiatan tersebut mendapat dukungan penuh dari berbagai instansi dan kalangan. “Kita pilih gathering perdananya di Bandung, kegiatan dapat dukungan dari seluruh (chapter) HOG yang lain. Meski baru tapi dapat terlaksana,” papar Budi DJ dalam keterangan resminya, Sabtu (09/11/2019).

Dilanjutkan, chapter yang hadir di antaranya Chapter Bali, Yogyakarta, Jakarta, Solo, Sumatera. Serta dari Malaysia, Brunei Darussalam hingga Thailand. Acara yang seharusnya dilaksanakan April baru bisa dilaksanakan November. Beberapa agenda dilaksanakan yaitu membahas rencana kegiatan klub ke depan.

Selain berkumpul, menjalin persaudaraan, dan menikmati hiburan, panitia 1st HOG National Gathering juga menyiapkan sejumlah agenda bagi para bikers Harley yang hadir. Agenda utama adalah membahas agenda HOG ke depan. Kemudian para bikers keliling kota mengunjungi beberapa spot wisata di Bandung. Namun wisata tersebut tidak menggunakan moge masing-masing.

Panitia tidak menggelar kegiatan city tour atau rides thunder karena mengingat hari Sabtu dan Minggu merupakan akhir pekan. Pada hari itu diprediksi lalu lintas Kota Bandung padat dan macet di beberapa titik. Karena itu, untuk mendukung pariwisata kota, seluruh HOG yang hadir akan dibawa berkeliling Kota Bandung menggunakan sarana wisata Bandung Tour on Bus (Bandros).

Untuk memeriahkan suasana, tutur Budi, para riders dihibur penampilan artis papan atas, seperti /Rif, Repvblik, Jamrud, Padi Reborn, Zaskia Gotik, Bebyzie, Wika Salim, dan lain-lain.

Director of HOG Anak Elang Jakarta Chapter Suherly mengatakan pihaknya memiliki cita-vita mengumpulkan seluruh chapter yang ada melalui acara yang bisa menyatukan member. Kegiatan gathering di Bandung merupakan salah satu bentuk mengumpulkan para member. “Malam ini menunjukan satu standar HOG National Gathering yang ditancapkan HOG Siliwangi dan akan berlanjut di gathering selanjutnya,” katanya.

Seluruh HOG chapter se-Indonesia memiliki cita-cita sama bersatu demi kemajuan organisasi. “Ini (bersatu) cita-cita kami (Harley owner). Di Indonesia ada tujuh chapter HOG. Semuanya baru. Maka, muncul ide menyatukan seluruh chapter dalam satu acara. Kami berterima kasih kepada HOG Siliwangi Chapter Bandung yang telah menyelenggarakan acara ini. Kami bangga, sangat puas. Kegiatan ini menjadi acuan untuk gathering selanjutnya di chapter lain,” kata Suherly.

Sementara Director HOG Siliwangi Chapter Ade Heryanto mengungkapkan, kegiatan ini berlangsung berkat dukungan selluruh anggota HOG Siliwangi Chapter Bandung. “Meski masih berusia seumur jagung, HOG Siliwangi mampu melaksanakan acara ini sekaligus mewujudkan cita-cita para pencinta Harley. Ini semua berkat dukungan, kekuatan penuh seluruh member,” kata Ade.

Director HOG Chapter Brunei Daarussalam Abd Maleek Hamdani menyatakan, sangat senang bisa hadir dan mendukung acara ini. HOG Chapter Brunei Daarussalam membawa 29 anggota ke Bandung. “Kami tidak pakai motor. Tapi kami support acara ini. Mungkin ke depan, kami akan riding ke sini (Bandung),” kata Maleek.

Beberapa kegiatan lainnya yaitu penampilan dari Rif, Repvblik, Jamrud, Padi Reborn, Zaskia Gotik, Bebizie, Wika Salim, Ferri Maryadi dan Thesa Kaunang serta lainnya. Event ini juga dihadiri artis Ferri Maryadi, Thesa Kaunang, dan Joe P Project memandu acara. Tak hanya itu, HOG yang hadir juga mendapatkan kesempatan meraih dooprize dua unit mobil Avanza. (ndy)

Hutan Mangrove di Jatim “Disulap” Jadi Tempat Rekreasi Menarik

this formate

SURABAYA, bisniswisata.co.id: Hutan mangrove, bukan hanya menjadi wilayah konservasi bakau, namun kini “disulap” menjadi tujuan wisata yang menarik bagi wisatawan yang suka mencari spot maupun suasana baru. Hutan mangrove atau bakau merupakan hutan yang tumbuh di air payau yang dipengaruhi oleh pasang-surut air laut. Manfaat hutan mangrove memengaruhi ekosistem pesisir pantai, laut, hingga daratan.

Tak cuma ada ekosistem pesisir, manfaat hutan mangrove juga dapat dinikmati dalam bidang ekonomi dan wisata. Menyusuri sungai yang membelah hijaunya hutan bakau menjadi daya tarik tersendiri. Di Jawa Timur, terdapat beberapa lokasi ekowisata yang menawarkan keasrian hutan mangrove.

Ekowisata hutan mangrove di Jawa Timur ini telah dikelola sedemikian rupa sebagai destinasi rekreasi. Di sini pengunjung bisa merasakan berjalan membelah hutan bakau atau menyusuri sungai dengan pemandangan hutan bakau yang luas. Berikut 6 wisata hutan mangrove di Jawa Timur yang dilansir laman Liputan6, Sabtu (9/11/2019).

 BeeJay Bakau Resort, Probolinggo
BeeJay Bakau Resort merupakan kawasan ekowisata hutan bakau yang ada di Kota Probolinggo. Dulunya, kawasan ini merupakan hutan bakau yang tak terurus. Dengan pengelolaan yang baik, kini hutan bakau ini menjadi destinasi kebanggaan warga Probolinggo. BeeJay Bakau Resort menawarkan berbagai fasilitas dan wahana wisata yang cukup lengkap. Terdapat berbagai spot foto menarik dengan latar belakang hijaunya hutan bakau. Tersedia pula taman bermain untuk anak dan tempat-tempat untuk bersantai atau menyusuri hutan bakau.

Hutan Mangrove Cengkrong, Trenggalek

Hutan Mangrove Cengkrong berada kurang lebih 49 kilometer dari pusat Kota Trenggalek. Di lokasi ini terdapat pemandangan hutan bakau yang sangat luas. Terdapat pula jembatan kayu bernama Jembatan Galau yang hits di kawasan ini. Di bawah jembatan, kamu bisa melihat pemandangan aliran sungai Kalisongo yang menuju ke Pantai Cengkrong. Tak cuma menikmati keindahan hamparan hutan mangrove, kamu juga bisa turut langsung menanam mangrove. Ada pula aktivitas mengolah sirup mangrove di tempat ini. Terdapat berbagai jenis mangrove di sini seperti onneratia alba, rhizophora apiculata, ceriops tagal, avicennia alba, excoecaria agallocha, dan aegiceras corniculatum.

Hutan Mangrove Ujungpangkah, Gresik

Di Gresik, juga bisa menemukan suasana hutan bakau yang asri. Wisata mangrove ini terletak di dusun Banyulegi, Desa Banyuurip, Ujungpangkah, Kabupaten Gresik. Hutan Mangrove Ujungpangkah juga dikenal dengan nama Wisata Mangrove Banyuurip. Ekowisata ini masih tergolong anyar, karena baru diresmikan 2016 lalu. Hutan Mangrove Ujungpangkah merupakan area pembibitan berbagai jenis tanaman mangrove. Kawasan ini juga menjadi habitat burung bangau. Ekowisata ini dibuka setiap hari jam 06.00 WIB hingga 17.00 WIB. Terdapat banyak gazebo untuk bersantai dan trek jogging untuk berolahraga ringan di kawasan ini.

Mangrove Gunung Anyar, Sidoarjo

Hutan Mangrove Gunung Anyar atau yang juga disebut Kebun Raya Mangrove Gunung Anyar Surabaya ini menjadi tujuan warga untuk mencari kesejukan dari Surabaya. Di ujung timur Kebun Raya mangrove di Surabaya, terdapat terdapat menara pandang setinggi 12 meter yang bisa digunakan unuk melihat kawasan mangrove dari ketinggian. Kebun Raya Mangrove Gunung Anyar Surabaya ini memiliki aliran sungai dengan rimbunan bakau yang hijau dan asri. Beragam fasilitas juga dapat dinikmati dengan bebas. Terdapat jogging track sepanjang 20 meter yang terbuat dari bambu dan disusun memanjang melintasi kawasan pohon bakau. Di sepanjang kawasan ini terdapat spot foto dengan lansekap hijaunya hutan bakau yang banyak dicari pengunjung. Tempat foto ini berupa lingkaran bambu yang bisa digunakan untuk beristirahat. Ada pula gazebo yang berada di tengah hutan bakau tempat pengunjung bisa bersantai.

Hutan Mangrove Bedul, Banyuwangi

Hutan Mangrove Bedul masih termasuk dalam area Taman Nasional Alas Purwo. Lokasi ini merupakan tempat konservasi hutan bakau yang ada di Banyuwangi. Hutan Mangrove Bedul juga merupakan habitat berbagai satwa seperti monyet, biawak, bangau, elang laut, dan blibis. Lokasi ini menjadi tempat wisata rekreasi sekaligus rekreasi bagi warga sekitar. Di sini pengunjung bisa menyusuri segara anakan untuk menikmati hijaunya vegetasi hutan bakau. Jika sedang surut, banyak para pencari kerang atau nelayan yang sedang menjaring buruannya.

Mangrove Wonorejo, Surabaya

Ekowisata Mangrove Wonorejo merupakan lokasi konservasi bakau di Surabaya. Lebih dari setengah jenis bakau yang ada di Indonesia tumbuh subur di kawasan ini. Vegetasi asli yang tumbuh di daerah ini didominasi oleh bakau, api-api, pidada, dan buta-buta. Beberapa jenis tumbuhan lain juga ditemukan di kawasan ini seperti ketapang dan nipah. Selain bakau, terdapat pula 83 spesies burung eksotik dan langka seperti bambangan kuning, cangak merah, perkutut Jawa, dan punai gading. Di Hutan Mangrove Wonorejo ini, pengunjung akan melihat monyet jenis laut atau monyet berekor panjang yang hidup bebas. Pengunjung cukup menyiapkan kocek sebesar Rp 25.000 untuk dewasa dan Rp 15.000 untuk anak-anak agar bisa masuk ke kawasan ekowisata ini. Wisata mangrove dibuka pada hari Sabtu dan Minggu juga hari libur dan buka mulai pukul 08.00-18.00 WIB. (ndy/Liputan 6)

FOR 11 Ajak Pelajar Indonesia Berkolaborasi Menuju Generasi Emas

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Forum Pelajar Indonesia (FOR) ke-11atau FOR 11 melibatkan para pelajar setingkat SMA-SMK-MA se-Indonesia, mengajak pelajar Indonesia bersama-sama mempersiapkan diri menghadapi tantangan Indonesia di masa depan, terutama menyongsong Generasi Emas tahun 2045.

Tahun ini, FOR diikuti lebih dari 700 pendaftar yang kemudian diseleksi dan terpilih 220 siswa dari 192 sekolah di 29 provinsi di Indonesia. Forum yang berlangsung dari 6 November hingga 9 November 2019 di Jakarta mengangkat tema ‘Kolaborasi Pelajar Menuju Generasi Emas’ ini, membuka ruang bagi pelajar untuk saling berdiskusi serta berbagi pengalaman untuk menumbuhkan karakter kepemimpinan dan integritas pelajar Indonesia.

Peserta FOR 11 berkesempatan memiliki pengalaman luar biasa seperti berdialog langsung dengan para stake holder serta tokoh nasional, dan anak muda inspiratif di Indonesia. Tak ketinggalan pengalaman berkunjung dan merasakan langsung fasilitas lembaga pemerintahan, perusahaan, media dan lain sebagainya.

“Berbagai rangkaian kegiatan sudah kami persiapkan untuk mendukung pembelajaran dan pengembangan diri para peserta seperti, Government Visit, Media Visit, Corporate Visit, Talkshow, Dialog, Focus Group Discussion (FGD), Cultural Festival, Youth Talk, CEO Talk, Social talk, Hi Alumi”, jelas Ketua Panitia FOR 11, Huda Rabbal Alam dalam keterangannya tentang hasil dari Forum ini, Sabtu (09/11/2019).

Kegiatan FOR 11 kali ini melibatkan berbagai instansi pemerintahan, swasta dan yayasan, lanjut dia, hal yang paling membedakan FOR 11 dari 10 penyelenggaraan FOR sebelumnya adalah konsep FGD yang mengarahkan peserta untuk tidak hanya menganalisa permasalahan, tetapi juga mendapatkan coaching untuk membuat sebuah proyek sosial melalui chapter daerah mereka masing-masing.

Menurutnya, tahun 2045 Indonesia mendapat bonus demografi yaitu 70% dari penduduk Indonesia akan memasuki usia produktif yaitu 15-45 tahun. Fenomena ini menuntut kita semua untuk menyiapkan generasi muda yang berpikiran terbuka, kreatif dan memiliki daya saing untuk dapat mencapai target Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) yaitu menjadi delapan besar kekuatan ekonomi dunia di tahun 2045.

Cita-cita mewujudkan Generasi Emas Indonesia di tahun 2045 juga merupakan misi dari Indonesia Student & Youth Forum (ISYF) yang merupakan wadah bagi pemuda Indonesia yang berusia 15 – 25 tahun untuk berpartisipasi aktif dalam berbagai program sesuai dengan potensi, hobi, pengetahuan, keterampilan dan cita-citanya, sambungnya.

Direktur Eksekutif ISYF, Alghi Mustika menambahkan dalam forum ini, mengajak pelajar Indonesia untuk bersama-sama mempersiapkan diri menghadapi tantangan di masa depan melalui program-program di FOR 11. “Kami percaya dengan semangat kolaborasi, kita akan mampu melakukan hal besar dalam berkontribusi dan memberi dampak yang luas, sehingga kita mampu mewujudkan cita-cita bersama yaitu menciptakan Generasi Emas Indonesia”, papar Alghi

Melalui rangkaian kegiatan FOR 11 ini, sambung dia, diharapkan para peserta bukan hanya mendapat pengalaman baru yang menambah wawasan, namun juga dapat memberikan kontribusi kepada lingkungan dan masyarakat di wilayah mereka tinggal. “Harapannya dengan seiring adanya pengembangan ISYF Chapter yang lebih luas di wilayah Indonesia, peserta FOR 11 dapat melakukan proyek sosial di daerahnya masing-masing secara lebih terstruktur dan terencana”, tutup Alghi.

Aldiansa Lasido peserta FOR 11 asal Gorontalo mengatakan alasan mengikuti kegiatan Forum Pelajar Indonesia yaitu ingin bertukar pikiran, berbagi aspirasi bersama teman teman yang ada nusantara, khususnya dalam bidang pendidikan. “Saya juga ingin meluaskan relasi pertemanan dan mengenal lebih dekat budaya indonesia.”, lontar Aldians. (end/Forum)

12 November 2019, Puncak Festival Menipo

this formate

KUPANG, bisniswisata.co.id: BALAI Besar Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar Festival Menipo akhir Oktober dan puncaknya jatuh pada 12 November 2019. Pulau Menipo merupakan taman wisata alam (TWA) di Desa Enoraen, Kecamatan Amarasi Timur, Kabupaten Kupang.

Pulau berjarak 84 kilomter dari Kota Kupang ini memiliki luas 571 hektare, panjang 7.328 meter dan lebar 700 meter. Menipo juga dikenal sebagai miniatur ekosistem Pulau Timor karena hampir seluruh satwa endemik Timor ditemukan di sana. Mulai dari buaya, bangau putih, elang, burung laut, kakatua jambul kuning, rusa timor, buaya muara, penyu sisik, penyu hijau, raja udang, mangrove, savana, lontar, dan hutan tropika kering

Kepala BBKSDA NTT, Timbul Batubara mengatakan Festival Menipo merupakan rangkaian kegiatan role model pengembangan ekowisata berbasis tiga pilar yakni adat, agama dan pemerintah. Role model Menipo meliputi pengembangan ekonomi kreatif, lomba fotografi, lomba melukis, lomba melukis dan mewarnai untuk siswa SD dan TK, pembentukan jalur hijau dengan penanaman pohon bebuahan di daerah penyangga, serta karnaval di lokasi car free day (CFD) Kupang.

“Role model Menipo untuk menggugah kesadaran sikap, perilaku dan partisipasi masyarakat serta peran kelompok adat, agama dan pemerintah dalam peningkatan pengelolaan ekowisata dl TWA Menipo. Ekowisata tersebut dilengkapi sarana dan prasarana pendukung sehingga berdampak dengan adanya kunjungan wisata domestik maupun asing secara berkesinambungan,” papar Timbul dalam keterangan resminya, Sabtu (9/11/2019).

“Pengembangan ekowisata berbasis liga pilar. Artinya dalam peranan atau tindakan, SOP dan resourcesnya berasal dari tiga pilar. Kelompok adat berperan dengan mengeluarkan aturan adat mengenai pengelolaan ekowisata TWA Menipo,” sambungnya.

Menurutnya, aturan adat yang mendukung ekowisata seperti kewajiban melakukan ritual adat penyambutan tamu, dan denda adat berupa babi berukuran besar bagi pengunjung yang kedapatan merusak alam Menipo.

Pemerintah desa setempat telah memberikan dukungan pengembangan ekowisata dengan pembangunan pondok wisata yang saat ini sedang dalam tahap pembangunan. Dukungan dari kelompok agama adalah dukungan secara keimanan yang akan terus mengingatkan untuk melestarikan TWA Menipo sebagai bagian dari ibadah kepada Tuhan.

“Akhir Oktober ini akan dibentuk keluarga ekologis sebagal wadah bagi kelompok agama di Menipo dalam berperan melestarikan TWA Menipo melalui berbagal aksi konservasi dalam rangkaian ibadah,” ujarnya.

Menurut Timbul, salah satu keunikan di Menipo ialah melihat burung kakatua jambul kuning dari jarak dekat.”Saya sudah ke Papua, untuk melihat burung Cendrawasih saja sulit. Di Menipo, kakatua nongkrong di depan mata,” ujarnya.

Tujuan festival iniuntuk menggugah kesadaran sikap, perilaku dan partisipasi masyarakat, serta peran kelompok adat, agama dan pemerintah, dalam peningkatan pengelolaan ekowisata di TWA Menipo. Dengan melengkapi sarana dan prasarana pendukung diharapkan berdampak pada adanya kunjungan wisatawan domestik maupun asing yang berkunjung ke TWA Menipo secara berkesinambungan.

Dengan festival Menipo ini, diharapkan adanya peningkatan kesadaran sikap, perilaku dan partisipasi masyarakat serta peran kelompok tiga pilar dalam pengembangan ekowisata di Menipo. Apalagi Festival Menipo ini menjadikan ekowisata berbasiskan alam di NTT. “Di Menipo itu sangat indah alamnya, adatnya, satwanya, topografinya. Ada Kaka Tua Jambul Kuning, Penyu, Buaya Muara dan Rusa Timor,” kata Timbul. (ndy)

Sriwijaya Air Disarankan Hentikan Sementara Mengudara

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Pengamat penerbangan juga anggota Ombudsman RI Alvin Lie menyarankan agar maskapai penerbangan Sriwijaya Air Group menghentikan sementara operasional mengudara. Penghentian sementara ini, perlu dilakukan sembari Sriwijaya membereskan kemelut hubungannya dengan Garuda Indonesia Group.

Menurut dia, Sriwijaya perlu fokus untuk membenahi persoalan manajemen terlebih dahulu. “Sementara membenahi hal-hal tersebut, sebaiknya setop operasional sampai ada kejelasan, baru ada operasi lagi,” saran Alvin seperti dilansir laman Medcom, Sabtu (9/11/2019)

Pasalnya sejak dua hari terakhir, operasional Sriwijaya Air Group terganggu lantaran persoalan harus menyelesaikan administrasi dan biaya-biaya yang dibayarkan oleh maskapai ini pada para mitra kerja. Hal ini tentu berdampak buruk bagi penumpang. Sebab banyak penumpang yang akhirnya dirugikan karena ketidakjelasan penerbangan. “Tentu ini membuat Sriwijaya juga tidak siap, akibatnya banyak penerbangan yang tidak terlaksana, tidak terbang atau delay,” tutur dia.

Dilanjutkan, dalam melanjutkan operasional, Sriwijaya perlu melihat dua aspek yakni keselamatan dan hak penumpang. Dari sisi keselamatan yag kaitannya dengan pemerliharaan, dengan memburuknya hubungan bersama Garuda tentu membuat perawatan pesawat menjadi terganggu.

“Jika belum ada kejelasan dari kerja sama dengan anak usaha Garuda Maintenance Facility (GMF) anak usaha Garuda Indonesia dibidang perawatan pesawat, maka tentu akan menimbulkan risiko penerbangan,” tandasnya sambil menambahkan penumpang juga butuh kejelasan ketika telah membeli tiket. “Kalau sudah beli tiket berangkat atau tidak, kalau berangkat kapan,” tambahnya.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan pemerintah meminta agar kerja sama manajemen (KSM) antara Garuda dan Sriwijaya dilanjutkan untuk tiga bulan ke depan sembari menunggu audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) terkait kerja sama tersebut secara menyeluruh. Dari kelanjutan itu, operasional Sriwijaya tetap berjalan. “Mulai besok InsyaAllah enggak ada delay,” tutur Budi.

Selama dua hari, pihak maskapai penerbangan Sriwijaya Air dan Nam Air, membatalkan tujuh penerbangannya di sejumlah bandar udara di Indonesia, termasuk di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, akibat pemutusan kontrak antara Gapura Angkasa dengan pihak maskapai tersebut.

Adapun tujuh penerbangan yang dibatalkan mulai kemarin Rabu, 6 November 2019 dan Kamis, 7 November 2019 yaitu rute Makassar ke Yogyakarta, Makassar ke Jakarta-Cengkareng, Makassar ke Biak dan Jayapura, Makassar ke Manokwari, Makassar ke Timika, dan Makassar ke Ternate.

Jika dijumlah, jumlah penumpang yang batal terbang untuk tujuh penerbangan lantaran operasional pemberangkatan maskapai Sriwijaya itu, sebanyak 680 penumpang. (ndy)

Merapi Batuk-batuk, Wisatawan Pendaki Diminta Waspada

this formate

SLEMAN, bisniswisata.co.id: Gunung Merapi di perbatasan Sleman DIY, Magelang, Boyolali dan Klaten, Jawa Tengah, kembali batuk-batuk dan mengeluarkan awan panas letusan, Sabtu (9/11/2019) pagi. Kolom abu teramati berawarna putih hingga kelabu denga intensitas sedang hingga tebal.

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat, awan panas letusan terjadi pada pukul 06.21 WIB. Awan panas terekam di seismogram dengan durasi 160 detik dan amplitudo 65 mm. Terpantau kolom letusan setinggi 1.500 meter dari puncak. Adapun angin bertiup ke arah Barat.

Kendati begitu, awan panas letusan itu tidak menyebabkan terjadinya hujan abu di daerah Sleman, khususnya yang ada di lereng Merapi, seperti Kalitengah Lor, Kaliadem, Kaliurang, Turgo dan Tunggularum.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Daerah (BPBD) Sleman, Makwan, mengatakan bahwa untuk wilayah Sleman, Cangkringan, Pekem, Turi, dan Tempel, dari laporan sementara masih kondisi aman, termasuk tidak ada hujan abu.

Untuk itu, ia berharap masyarakat tetap tenang juga bagi wisatawan pendaki diminta waspada sambil menunggu informasi untuk perkembangan Gunung Merapi. “Sampai saat ini masih mandali (aman aman terkendali) dan semoga tidak terjadi apa-apa,” kata Makwan seperti diunduh Antara, Sabtu (09/11/2019).

Untuk status Gunung Merapi masih Level II Waspada. BPPTKG merekomendasikan area dalam radius 3 km dari puncak Merapi tidak ada aktivitas. Masyarakat di bantaran sungai yang berhulu di Merapi untuk meningkatkan kewaspadaan bahaya lahar, terutama saat terjadi hujan di sekitar puncak Merapi.

Kepala Pelaksana BPBD Sleman Joko Supriyanto Makwan menambahkan, meski kondisi masih aman, warga tetap diminta mematuhi rekomendansi dari BPPTKG, di antaranya tidak ada aktivitas dan mengosongkan radius 3 km dari Merapi. Warga di KRB III meningkatkan kesiapsiagaan, terutama yang berada di sepanjang aliran Sungai Gendol mewaspadai lahar dingin jika terjadi hujan di puncak Merapi.

“Untuk antisipasi hujan abu, kami sudah menyiapkan 600 ribu masker di gudang BPBD dan juga di Balai Desa KRB III, sehingga bagi warga yang menginginkan masker bisa meminta ke tempat tersebut,” jelas mantan Kepala Satpol PP Sleman. (ndy/Antara)

Rendang Melanglang hingga Korsel

this formate

SEOUL, bisniswisata.co.id: Rendang kuliner khas Minang terus melanglang ke penjuru dunia. Kini, hadir pada ajang International Fermentation Expo di Area World Cup Stadium Jeonju, Korea Selatan (Korsel). Ajang itu menjadi kesempatan bagi warga Korea Selatan mencicipi menu olahan dari daging sapi tersebut.

Kali ini, rendang padang merek Rendang Minang berkesempatan memamerkan makanannya ke penduduk Korsel. Dian anugrah, pemilik Rendang Minang, setiap hari ia memasak rendang dengan menggunakan bumbu Maharajo.

Setiap hari, pihaknya memasak 10 kilogram hingga 15 kilogram rendang dengan bumbu Maharajo dan bahan lokal. “Saya masak dengan menggunakan santan instan dari Indonesia dan bahan daging sapi, ayam dan seafood dari pasar Lokal Jeonju,” kata Dian, seperti diunduh laman Republika, Jumat (08/11/2019).

Dari Tanah Air ia membawa 30 kilogram bumbu rendang Maharajo dan dalam pengolahan menggunakan daging yang dibeli dari pasar setempat. Bersama Wakil Wali Kota Payakumbuh, mereka bahu membahu memasak rendang, menyajikan serta memberikan informasi terkait rendang dan bumbu Pasta Maharajo

Stan Rendang Maharajo Ikosero menjadi terkenal di kalangan konsumen dan panitia expo. Pengunjung bergiliran datang mencicipi sajian rendang dan akhirnya berbelanja bumbu Rendang Maharajo.

Gerai pameran Rendang Maharajo Ikosero juga mendapat sambutan baik dari pasar lokal dan masyarakat yang ada disana dan mayoritas mencicipi rendang untuk pertama kalinya. Rendang ala Korsel ini dijual dengan harga 20 ribu won untuk empat pouch.

Tingginya permintaan membuat persediaan santan instan habis. Kemudian tim memutuskan menggunakan susu sapi segar sebagai pengganti santan. “Konsumen kaget karena susu bisa dipadukan dengan bumbu rendang dan bisa dinikmati bersama seafood, daging dan lainnya,” kata Dian. (ndy/Republika)

20 November – 15 Desember 2019, Bandara APT Pranoto Ditutup

this formate

SAMARINDA, bisniswisata.co.id: Penerbangan dari dan ke Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto, Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), ditutup selama 26 hari terhitung sejak 20 November hingga 15 Desember 2019. Penutupan tersebut dilakukan karena perbaikan bandara. Kegiatan perbaikan berupa pemasangan Air Field Lighting (AFL) System atau lampu runway sepanjang 2.250 meter, termasuk lampu-lampu di sekitar apron dan taxiway.

“Proyek ini senilai Rp 12 miliar bersumber APBN yang dikelola oleh Unit Pengelola Bandar Udara (UPBU) APT Pranoto Kementerian Perhubungan. Dengan adanya AFL, akan menjadi alat bantu pendaratan visual yang berfungsi membantu dan melayani pesawat terbang selama lepas landas, mendarat agar bergerak secara efisien dan aman,” papar Kepala Bandara APT Pranoto Dodi Dharma Chayadi keterangan pers di Samarinda, Jumat (8/11/2019).

Dilanjutkan, pekerjaan kedua adalah perbaikan taxiway sepanjang 100 meter dari total panjang taxiway 160 meter. Landasan gelinding ini akan ditambah ketebalan aspal setinggi 12 meter (lagi) dari ketebalan sebelumnya 30 meter. Karena dalam beberapa kesempatan, aspal taxiway sering terkelupas karena beban pesawat.

Jadi Total perbaikan taxiway senilai Rp 3 miliar bersumber dari APBD Kaltim. “Karena dua pekerjaan ini, untuk sementara penerbangan di bandara kita tutup sementara guna menjamin keselamatan penerbangan,” lontar Dodi sambil menambahkan Selama perbaikan, 1.248 penerbangan dari dan ke Samarinda dialihkan ke Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, Balikpapan.

Delapan maskapai yang beroperasi di Bandara APT Pranoto, yaitu Garuda Indonesia, Lion Air, Batik Air, Wings Air, Nam Air, Express Air, Citilink, dan Susi Air.
Dengan rute penerbangan meliputi Jakarta, Yogyakarta, Ujung Pandang, Surabaya dan beberapa kota lainnya ke luar dan antar wilayah di Kaltim. Pihaknya telah berkoordinasi dengan delapan maskapai yang ada di Bandara APT Pranoto, dengan total 48 penerbangan setiap harinya.

“Dalam waktu dekat kami keluarkan Notice to Airmen (NOTAM) untuk pemberitahuan pengalihan sementara penerbangan ke Balikpapan,” ungkapnya sambil menambahan pekerjaan di bandara ini akan diselesaikan sesuai kontrak kerja 26 hari. Untuk itu para kontraktor mengejar penyelesaian secepatnya selama kurun waktu tersebut.

Station Manager Garuda Indonesia Samarinda Fauzan Ridwan mengatakan, peralihan ini memang memberi dampak kerugian. Hanya saja, ia tak tahu berapa total kerugian karena urusan manajemen. “Kalau rugi jelas, tapi totalnya berapa kami belum tahu. Manajemen yang hitung,” ujar Fauzan seperti dilansir laman Kompas.

Namun, ia tetap menghargai pengalihan penerbangan ke Balikpapan agar Bandara di APT Pranoto menjadi lebih baik. Selain itu karena alasan keamanan juga menjadi hal prioritas. “Dampak ke depan bandara lebih baik, kita pasti mendukung,” ujar dia. Hingga Jumat, Garuda Indonesia sudah mengubah reservasi dari dan ke Samarinda dialihkan ke Bandara Sepinggan Balikpapan. (ndy)

Manjakan Wisatawan, Infrastruktur Jalan Zona Pariwisata Lampung Dibangun

this formate

BANDAR LAMPUNG, bisniswisata.co.id: Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung bersinergi dengan Balai Pelaksana Jalan Nasional XIX Bandar Lampung, untuk membangun pengembangan infrastruktur jalan zona pariwisata di Lampung. Infrastruktur zona pariwisata tersebut akan mendorong potensi ekonomi dan keamanan di wilayah destinasi wisata juga memanjakan wisatawan menuju lokasi wisata secara cepat.

Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengatakan, sinergitas dalam peningkatan akses jalan menuju destinasi wisata menjadi program pemerintah pusat dan daerah dalam meningkatkan potens ekonomi, industri, serta keamanan.

“Saya mendukung pelaksanaan peningkatan pembangunan jalan nasional di wilayah tertentu, yang mempunyai kepentingan program pemerintah pusat dan pariwisata. Terlebih Presiden telah menginstruksikan infrastruktur jalan harus dibangun, terutama di wilayah wisata,” kata Gubernur Arinal Djunaidi seperti diunduh laman Republika, Jumat (08/11/2019).

Dilanjutkan, jalan nasional harus memiliki kualitas dan kelebaran sesuai standarnya, serta harus didukung dengan aspek keamanan. Agar jalan nasional ini memiliki kualitas yang baik, tentunya harus ada peraturan yang melarang kendaraan dengan tonase berlebih dan peraturan ini harus ditegaskan.

Untuk itu, sambungnya , Bina Marga dan Dinas Perhubungan harus bersama-sama membuat prosedur tetap (protap), sehingga jalan nasional tetap terjaga dan terpelihara. Gubernur mengusulkan sejumlah ruas jalan provinsi untuk menjadi jalan nasional. Pelebaran jalan nasional juga dilakukan guna mendukung program pemerintah pusat dan pemerintah daerah, apalagi menyangkut daerah destinasi wisata.

Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional XIX Bandar Lampung M Insal U Maha mengatakan, sinergitas dengan Pemprov Lampung dilakukan untuk mempermudah pelaksanaan pembangunan infrastruktur jalan nasional utamanya pada akses destinasi wisata daerah.

Dijelaskan, usulan gubernur agar sejumlah ruas jalan provinsi menjadi jalan nasional, dan adanya pelebaran pada jalan nasional, akan segera disampaikan kepada jajaran pemerintah terkait agar dapat dikaji pada Kementerian PUPR.

Perubahan status jalan provinsi menjadi jalan nasional ini harus diusulkan terlebih dahulu ke Kementerian PUPR. Mengingat SK Menteri PUPR akan keluar di tahun 2020, dan SK ini terbitnya dalam kurun lima tahun sekali. “Oleh karena itu, hal ini harus segera diusulkan, sehingga dapat dikaji tim Kementerian PUPR,” sambungnya.

Selama ini Lampung dikenal dengan destinasi wisata Gunung Anak Krakatau, ternyata gunung merapi yang kerap erupsi bukan satu-satunya objek wisata menarik yang bisa dikunjungi di Lampung, berikut ini sejumlah objek wisata menarik lainnya:

 Taman Nasional Way Kambas

Taman Nasional Way Kambas merupakan rumah dari ratusan gajah dan juga pusat konservasi yang memiliki fokus untuk melindungi spesies gajah di Indonesia. Jika wisatawan berkunjung ke tempat ini mereka juga dapat melihat berbagai pertunjukkan yang dilakukan oleh kawanan gajah terlatih. Berjarak 110 km dari kota Bandar Lampung, taman nasional ini dapat ditempuh dengan waktu dua sampai tiga jam dengan kendaraan bermotor.

Air Terjun Putri Malu

Terletak di wilayah Way Kanan, Air Terjun Putri Malu adalah salah satu tempat wisata di Lampung yang mungkin jarang Anda dengar namanya. Nama unik Air Terjun Putri Malu berasal dari bentuk air terjun yang bengkok sehingga terkesan seperti malu-malu. Air Terjun Putri Malu mempunyai ketinggian kurang lebih 80 meter, dilengkapi dengan lingkungan yang asri dan sejuk. Air Terjun Putri Malu banyak dikunjungi oleh para pecinta alam yang kemudian berfoto-foto dan berenang di danau yang ada di bawah Air Terjun Putri Malu. Selain itu, di lokasi ini Anda juga dapat menikmati wisata panjat tebing, berkemah, dan trekking.

. Mata Air Way Sumpuk

Mata Air Way Sumpuk mempunyai air yang sangat jernih sampai memungkinkan wisatawan untuk mengambil foto dengan berbagai pose di dalam air. Namun ada baiknya para wisatawan yang datang membawa perlengkapan berenang atau menyelam mereka sendiri, dikarenakan belum ada pengembang yang memelihara tempat ini, sehingga tidak terdapat peralatan berenang yang dapat disewakan. Terletak di tengah perkebunan, destinasi wisata ni memang tidak luas, tapi airnya sangat jernih, sehingga cocok buat yang ingin berfoto di dalam air.

Teluk Kiluan

Tersembunyi di ujung Pulau Sumatera, sekitar 80 kilometer dari Kota Bandar Lampung, Teluk Kiluan kini menjadi spot destinasi yang diincar para wisatawan. Mirip seperti Pantai Lovina di Bali, Teluk Kiluan juga menyajikan atraksi lumba-lumba yang melompat di perairan terbuka Teluk Kiluan. Lumba-lumba yang akan menghampiri kapal Anda adalah lumba-luma jenis hidung botol (Tursiops aduncus) dan lumba-lumba paruh panjang (Stenella longirostris). Teluk ini juga terkenal dengan keindahan biota lautnya, para wisatawan dapat berwisata dengan menyewa perahu untuk melihat kekayaan laut di Teluk Kiluan. Jika wisatawan tersebut sedang beruntung maka mereka akan dapat melihat lumba-lumba berenang di sekitar perahu mereka.

 Wisata Danau

Lampung memiliki dua wisata danau yang terkenal. Danau Suoh dan Danau Ranau. Danau Suoh berada di Lampung Barat dan terkenal dengan wisata geothermalnya. Dikawasan ini, ada empat danau, yakni Danau Asam, Danau Minyak, Danau Belibis, dan Danau Lebar. Karakteristik keempat danau tersebut berbeda-beda sesuai namanya, seperti Danau Asam dengan air pH rendah dan rasanya asam atau Danau Minyak yang permukaannya terlihat berkilau, seperti minyak mengambang. Di sekitar Danau Belibis terdapat padang ilalang yang tumbuh liar dan salah satu titik favorit untuk berfoto. Sementara Danau Ranau menjadi salah satu obyek wisata favorit karena pemandangan yang menghampar luas. Saat mampir ke lokasi ini, terlihat Gunung Seminung yang menghiasi latar belakang pemandangan di Danau Ranau. Juga tersedia kolam pemandian air panas.

 Wisata Pantai

Ada tiga pantai yang ngetop di Lampung. Pantai Tanjung Setia, Pantai Dewi Mandapa, Pesawaran dan Pantai Pasir Putih. Pantai Tanjung Setia terkenal di kalangan wisatawan asing karena spot selancar. Pantai ini ibarat tempat rahasia yang menawan. Banyak sekali titik selancar yang menarik dan menantang. Berbagai aktivitas seru bisa Anda lakukan. Selain berselancar, Anda juga bisa berenang, menyelam, berperahu, berlayar, snorkeling, memancing, berjemur matahari, menyusuri pantai, mengumpulkan karang dan berfoto. Di sekitar lokasi juga tersedia beberapa cottage sehingga para wisatawan tak kesulitan untuk mencari tempat menginap. Sementara Pantai Pasir Putih Berlokasi di Ranggai Tri Tunggal ini, bukan hanya pasir dan pemandangannya saja yang menawan, namun kegiatan seperti snorkeling, surfing, dan kano juga mungkin dilakukan di tempat wisata ini.

 Goa Pantai Minang Rua, Bakauheni
Kabupaten Lampung Selatan jadi gudangnya wisata pantai indah, seperti salah satunya Pantai Minang Rua. Salah satu daya tarik yang ada di sana bukan hanya garis pantainya, bukit batu, dan gua juga menambah wibawa pantai ini.

 Wisata Bahari Pulau

Tercatat Lampung memiliki dua wisata bahari pulau yang sangat keren. Pulau Tegal Mas dan Pulau Kubur. Tak kalah dengan pulau dan pantai eksotis di Bali, pasir putih, birunya laut, serta cottage dan vila bergaya tropical mewarnai Pulau Tegal Mas. Beragam kegiatan air yang bisa kamu lakukan di sana, seperti snorkeling hingga bermain kano. Sementara di Pulau Kubur mungkin terdengar seram bagi sebagian orang, namun sebenarnya Pulau Kubur adalah surganya para pecinta kegiatan memancing. Menurut cerita warga setempat, pulai ini dinamai Pulau Kubur karena dulunya pulau ini digunakan untuk acara penaburan abu jenazah. Berlokasi di Teluk Lampung, pulau ini dapat dicapai dengan menggunakan perahu dalam waktu kurang lebih 20 menit. Pulau Kubur relatif sepi pada hari-hari biasa, namun pada hari libur dapat terlihat cukup banyak wisatawan yang datang untuk memancing. Ikan di sekitar Pulau Kubur sangat banyak dan beragam karena ada banyak karang besar yang merupakan habitat ikan di sekitar Pulau Kubur.

Muncak Teropong Laut

Muncak Teropong Laut memungkinkan kamu menikmati keindahan Teluk Lampung beserta perkotaan dari atas ketinggian. Birunya laut dan sejumlah pulau kecil akan menjadi latar berfoto yang kian indah seiring datangnya senja. Ada sejumlah gardu berbentuk unik yang bisa kamu gunakan untuk berfoto. Sekilas, tempat ini terlihat seperti versi mininya The Lodge Maribaya, Bandung.

#. Kebun Karet Trikora

Perkebunan Karet Trikora yang ada di Lampung Selatan ini katanya mirip banget dengan pemandangan di Korea Selatan. Pohon-pohon karet di kanan dan kiri jalan saling bertautan, membentuk terowongan alami yang keren dan Instagramable. Gak salah kalau tempat ini sering jadi jujugan anak-anak muda lampung buat hunting foto, mulai dari sekadar isi feed Instagram sampai kebutuhan pre wedding. Area perkebunan ini di bawah kepemilikan PT Perkebunan Nusantara VII (PTPN 7). Serunya lagi, kamu bisa melihat proses penyadapan karet dan pembekuannya. Jadi bisa wisata sekaligus belajar hal baru, deh.

 Goa Pantai Minang Rua, Bakauheni

Kabupaten Lampung Selatan jadi gudangnya wisata pantai indah, seperti salah satunya Pantai Minang Rua. Salah satu daya tarik yang ada di sana bukan hanya garis pantainya, bukit batu, dan gua juga menambah wibawa pantai ini. (ndy/Republika)