Shervin Boloorian: Dari Pengungsi hingga Maestro Penyembuhan Suara Dunia

this formate

Bali, bisniswisata.co.idMusik tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga jembatan menuju penyembuhan. Hal ini tercermin dari perjalanan hidup Shervin Boloorian, musisi lintas budaya sekaligus praktisi penyembuhan suara ternama yang kini bermukim di Bali. Dengan hampir dua dekade pengalaman, Shervin telah menjelma menjadi salah satu figur paling berpengaruh dalam ranah musik penyembuhan modern, menggabungkan tradisi kuno dengan instrumen kontemporer untuk menciptakan pengalaman transformatif.

Dari Washington DC Menuju Bali: Perjalanan Hidup yang Menginspirasi

Lahir dari keluarga pengungsi Iran, Shervin membawa luka masa lalu yang kemudian membentuk arah hidupnya. Setelah berkarier sebagai penasihat kebijakan AS-Iran di Washington DC, ia memilih meninggalkan dunia politik untuk mengikuti panggilan jiwanya di bidang musik. Musik, yang sejak lama menjadi ruang aman baginya, menjadi sarana penyembuhan sekaligus medium untuk berbagi kisah dan harapan.

Perjalanannya yang unik – dari pengungsi hingga seniman – memberikan dimensi autentik pada karya musiknya. Suara Shervin yang mendunia mampu mengalun dalam berbagai bahasa, membawa pesan universal tentang penerimaan diri, keberagaman, dan perdamaian.

Seniman dan Praktisi Penyembuhan Suara

Shervin dikenal luas sebagai seorang pakar dalam terapi suara, mantra, serta metode musik penyembuhan. Karya-karyanya bukan sekadar pertunjukan, melainkan pengalaman transformatif yang ia ciptakan untuk individu maupun kelompok. Dengan pendekatan khas yang memadukan kearifan kuno dan instrumen modern, Shervin menawarkan perspektif baru tentang kekuatan suara.

Pada tahun 2020, dedikasinya diakui secara internasional melalui tiga Global Peace Song Awards. Ia juga menjadi artis unggulan Shift Network, salah satu platform global untuk pengembangan diri dan spiritualitas.

Kolaborasi dan Pengakuan Internasional

Jejak Shervin melintasi berbagai panggung dunia. Ia pernah tampil sebagai presenter Google Talks di Singapura, memimpin festival musik holistik, serta bekerja sama dengan produser peraih Grammy dan Emmy, Kipper Eldridge, yang juga dikenal sebagai produser Sting. Dukungan terhadap karya Shervin datang dari tokoh-tokoh besar seperti Coleman Barks, penerjemah Rumi terlaris, dan spiritualis Margot Anand.

Kiprahnya juga diabadikan di berbagai media internasional, mulai dari Jakarta Globe, Die Welt, Malaysia Star, hingga Huff Post dan Asia Spa Magazine.

Penulis Buku dan Pengajar Generasi Baru

Selain bermusik, Shervin adalah penulis dan pendidik. Pada 2022, ia menerbitkan buku “The Three Zones of Sound”, panduan menyeluruh tentang konser terapi suara langsung. Buku ini menjadi landasan bagi program pelatihan yang ia pimpin sejak 2018 di Bali.

Program pelatihan Shervin terbagi dalam dua modul, berlangsung selama total 16 hari, dan dirancang untuk memberikan pemahaman teoretis sekaligus pengalaman praktik mendalam. Menariknya, peserta tidak memerlukan latar belakang musik — cukup dengan hasrat untuk memahami dan mempraktikkan kekuatan penyembuhan suara.

Musik Rekaman: Dari Kisah Pribadi hingga Seruan Perdamaian

Karya musik Shervin merefleksikan perjalanannya sebagai pengungsi yang mencari kedamaian. Identitas lintas budayanya menjadikan musiknya relevan bagi pendengar global, terutama di tengah konflik dan perpecahan dunia.

Pada 19 September 2025, Shervin merilis single terbaru berjudul “My Free Heart”, sebuah seruan tulus untuk berdamai dengan tanah kelahirannya, Iran. Lagu ini, yang direkam dalam bahasa Inggris dan Persia, berbicara tentang upaya mengatasi konflik yang dipicu korupsi dan keserakahan. Single tersebut merupakan bagian dari albumnya, Unbroken, yang menyuarakan harapan bagi mereka yang menghadapi perang, ancaman, dan penderitaan.

Apresiasi dari Dunia Musik

Karya-karya Shervin telah menuai pujian luas. Lagu “This is Your Time” digambarkan oleh The Musical Road sebagai “sebuah lagu kebangsaan yang kuat tentang ketahanan, optimisme, dan persatuan”. Hilton Entertainment menyebutnya berhasil menangkap rasa sakit sekaligus kemenangan para pengungsi, sementara Fox 5 TV News menilainya sebagai “rekaman autentik dengan pesan kemanusiaan”.

Interpretasinya terhadap lagu klasik 90-an, “Enjoy the Silence (All I Ever Wanted)”, juga mendapat sorotan positif. PopHits.News menyebut versinya menawarkan “sentuhan menyegarkan dengan produksi apik”, sementara Recording Artists Guild menilainya sebagai penafsiran indah yang memberikan kehidupan baru pada karya klasik tersebut.

Mercusuar Musik Penyembuhan Dunia

Dengan basis di Bali, Shervin Boloorian bukan hanya seorang musisi, tetapi juga mercusuar bagi mereka yang mencari kedamaian melalui suara. Perpaduan antara warisan budaya, spiritualitas, dan pengalaman hidup yang ia bawa menjadikan karyanya relevan lintas generasi dan bangsa.

Dalam setiap nada dan instrumen, Shervin menghadirkan pesan universal: bahwa musik mampu menyatukan, menyembuhkan, dan melampaui batas-batas yang memisahkan manusia.

Qatar Dipandang Sebagai ‘Investor Utama’ di Sektor Halal Filipina

this formate

Nasser Deeb, CEO The Expo Hut; dan direktur operasional, Grace Aguilar, selama MIHAS 2025.( Foto: Peter Alagos )

KUALA LUMPUR, bisniswisata.co.id: Qatar memiliki “potensi besar” sebagai investor utama di sektor halal Filipina yang sedang berkembang pesat, ujar seorang peserta Malaysia International Halal Showcase (MIHAS) 2025.

Berbicara kepada Gulf Times di sela-sela MIHAS 2025, CEO The Expo Hut, Nasser Deeb, menyebutkan minat Qatar yang kuat untuk menginvestasikan dana di luar negeri dan iklim investasi Filipina yang kondusif, yang menguraikan visi untuk Foreign Direct Investment ( FDI) Qatar yang bergerak melampaui perdagangan sederhana dan menuju usaha bernilai tinggi.

Qatar berada di posisi yang tepat untuk berinvestasi di dua bidang spesifik: rumah pensiun halal dan manufaktur,” jelas Deeb, yang mengusulkan pengembangan “rumah pensiun halal” dan “resor halal” di Filipina.

Konsep ini telah mendapatkan daya tarik di Kanada dan negara-negara lain, ujarnya. “Fasilitas-fasilitas ini akan melayani pensiunan Muslim yang mencari lingkungan bebas alkohol dan babi, dan mereka dapat menggabungkan manfaat komunitas pensiun dengan fasilitas resor, menawarkan kualitas hidup yang tinggi dengan biaya yang jauh lebih rendah dibandingkan di negara lain seperti Spanyol,” jelas Deeb lebih lanjut.

Di bidang manufaktur, Deeb menyarankan agar entitas Qatar dapat mendirikan pabrik di Filipina untuk memproduksi dan mengemas barang-barang seperti beras dan biji kopi, yang memungkinkan Qatar untuk menciptakan merek sendiri atau label pribadi dengan memanfaatkan sumber daya Filipina dan fasilitas zona bebasnya, seperti yang ditawarkan oleh Otoritas Zona Ekonomi Filipina (PEZA).

Dalam beberapa kesempatan, Deeb mengatakan ia secara aktif mendorong para pejabat Qatar, termasuk duta besar Qatar untuk Filipina menjajaki peluang investasi di berbagai sektor negara dan berpartisipasi dalam pameran dagang Filipina untuk mengedukasi publik tentang Qatar.

“Meningkatkan kesadaran dan promosikan iklim investasi Filipina dan Qatar selama pameran dagang akan menjadi langkah strategis menuju pembangunan kemitraan ekonomi yang kuat antara kedua negara,” tegas Deeb, yang menyelenggarakan ‘Halal Expo Canada’ dan ‘Halal Expo Philippines’.

MIHAS edisi ke-21, yang berlangsung sejak 17 – 20 September di Pusat Pameran dan Perdagangan Internasional Malaysia (MITEC), telah memberikan penekanan khusus pada agenda untuk membantu para pelaku lokal dan internasional mencari inovasi dan inisiatif berkelanjutan guna mempelopori pertumbuhan yang stabil bagi ekonomi halal.

MIHAS 2025 juga berfungsi sebagai pasar yang kuat bagi para pelaku internasional dan lokal untuk meraih peluang di luar makanan halal, termasuk farmasi halal, peralatan medis, keuangan, mode sederhana, perawatan pribadi dan kosmetik, teknologi hijau, dan bahkan pariwisata ramah Muslim.

Demikian pula, Filipina juga berekspansi melampaui makanan halal untuk merambah ke sektor-sektor seperti keuangan Islam.

Pada tahun 2023, tim ahli ekonomi dari Filipina mengunjungi Qatar untuk menghadiri ‘Dialog PH: Prospek dan Peluang Ekonomi’. Di sana, pengacara Arifa A. Ala, Asisten Gubernur Senior, Sub-Sektor Pengawasan Keuangan III Bank Sentral ng Pilipinas, menyatakan bahwa pemerintah Filipina sedang melirik kawasan Teluk sebagai pasar baru bagi sektor perbankan syariah di negara tersebut.

Dalam presentasinya di Dialog PH, beliau menyatakan bahwa perkembangan signifikan di sektor perbankan dan keuangan syariah dan Filipina telah “mempersiapkan diri” untuk menyambut pemain-pemain baru, termasuk bank-bank dari Qatar.

MIHAS Knowledge Hub 2025, Cara M’sia Genjot Perdagangan Halal Global.

this formate

Sesi Power Talk menarik perhatian industri halal

KUALA LUMPUR, bisniswisata.co.id: Seiring melonjaknya pasar Halal global menuju proyeksi nilai US$2,8 triliun pada tahun 2030, Malaysia memposisikan dirinya sebagai poros sektor dinamis ini melalui MIHAS Knowledge Hub 2025.

Dilansir dari halaltimes.com, event yang dikelola oleh Malaysia External Trade Development Corporation (MATRADE), inisiatif ini mengubah Malaysia International Halal Showcase (MIHAS) dari pameran dagang tahunan menjadi ekosistem canggih yang beroperasi sepanjang tahun dan dirancang untuk memberdayakan eksportir dan mendefinisikan ulang perdagangan Halal global.

Pusat Pengetahuan Strategis

MIHAS Knowledge Hub diluncurkan pada 25 Agustus 2025, merupakan langkah berani untuk mengonsolidasikan peran Malaysia sebagai pusat Halal global. Platform ini menawarkan 23 sesi yang dikurasi dengan cermat, menampilkan 76 pemimpin industri dari 16 negara, termasuk Indonesia, Tiongkok, Brasil, dan Uni Emirat Arab.

Dua webinar khusus tentang ketertelusuran rantai pasok dan e-commerce menggaris – bawahi fokus Hub dalam atasi tantangan paling mendesak di sektor ini. Melalui Portal MIHAS dan platform MADANI Digital Trade (MDT), eksportir mendapatkan akses ke perangkat digital canggih, intelijen pasar real-time, dan koneksi langsung ke pembeli premium.

Didukung oleh mitra seperti Halal Development Corporation (HDC), MBSB Bank, FedEx, dan Nazsoft Tech, Hub ini telah melibatkan lebih dari 1.000 peserta.

Sesi yang mencakup digitalisasi, e-commerce lintas batas, logistik, dan pembiayaan perdagangan tersedia secara langsung maupun sesuai permintaan, memastikan aksesibilitas bagi audiens global.

Infrastruktur ini mencerminkan pandangan strategis Malaysia dalam memanfaatkan inovasi digital untuk menjembatani kesenjangan dalam rantai pasok Halal.

Keahlian Global, Dampak Lokal

Seri “Meet the Experts” Hub, yang terdiri dari 16 webinar yang berlangsung hingga Desember 2025, mempertemukan para pemimpin pemikiran dari beragam pasar untuk berbagi wawasan tentang kepatuhan regulasi, strategi memasuki pasar, dan transformasi digital.

Sesi-sesi ini, yang dapat diakses secara langsung maupun melalui rekaman, memenuhi kebutuhan para produsen bersertifikat halal yang bernavigasi di pasar internasional yang kompleks.

“Pusat Pengetahuan MIHAS merupakan pengubah permainan, yang menerjemahkan wawasan pasar yang terperinci menjadi strategi yang dapat ditindaklanjuti,” kata YB Dato’ Seri Reezal Merican Naina Merican, Ketua MATRADE.

“Dengan hampir 10.000 produsen bersertifikat halal yang terhubung dengan jaringan pembeli global, kami berada di jalur yang tepat untuk melampaui RM61,7 miliar dalam ekspor UKM tahun lalu, dengan target RM63,1 miliar pada tahun 2025.”

Dato’ Sri Mohd Mustafa Abdul Aziz, CEO MATRADE, menambahkan dipasar global di mana ketahanan merek dan kelincahan digital menentukan kesuksesan, MIHAS bukan hanya tentang membangun jaringan—ini tentang membekali bisnis dengan perangkat untuk mengamankan pangsa pasar yang berkelanjutan, ungkapnya.

Fitur unggulan dari Knowledge Hub adalah integrasinya dengan Program Pengadaan Internasional (INSP) MATRADE, yang diselenggarakan pada 17 September 2025, bersamaan dengan dimulainya MIHAS.

Dengan menyelaraskan intelijen pasar secara real-time dengan pembaruan regulasi dan kesiapan digital, Hub ini berdayakan eksportir untuk meraih peluang internasional secara presisi. Sinergi ini memposisikan Malaysia sebagai fasilitator kesepakatan perdagangan bernilai tinggi, terutama bagi usaha kecil dan menengah (UKM) yang ingin menembus pasar baru.

Sesi Power Talk baru-baru ini, bertema “Membangun Pertumbuhan Bisnis yang Tangguh melalui Branding dan Platform Digital,” menarik banyak sekali pemangku kepentingan industri. Para pembicara, termasuk Sinan Ismail dari Durioo+, Sid Murshid dari Grey Café, dan Venon Tian dari Zus Coffee, menekankan peran penting branding berbasis data dan platform digital dalam menavigasi disrupsi rantai pasok dan pergeseran preferensi konsumen.

Wawasan mereka menyoroti sebuah fakta penting bagi eksportir Halal, merangkul transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan esensial untuk pertumbuhan berkelanjutan.

Industri Halal Malaysia, yang telah menjadi tolok ukur global, siap untuk pertumbuhan eksponensial. MIHAS Knowledge Hub 2025 lebih dari sekadar platform—ini adalah cetak biru strategis untuk meningkatkan pengaruh Malaysia di sektor yang semakin dibentuk oleh inovasi dan interkonektivitas.

Dengan mendorong keterlibatan sepanjang tahun dan memberikan hasil yang terukur, MIHAS Knowledge Hub memposisikan Malaysia tidak hanya sebagai peserta tetapi juga sebagai pelopor dalam ekonomi Halal global.

Bagi para pemangku kepentingan industri, pesannya jelas visi Malaysia untuk perdagangan Halal bukan hanya tentang memenuhi permintaan, tetapi juga tentang membentuk masa depan pasar senilai triliunan dolar.

Seiring dengan terus berkembangnya Knowledge Hub, dampaknya kemungkinan akan terasa hingga jauh melampaui Kuala Lumpur, dan akan menetapkan standar baru bagi ekosistem perdagangan global.

Dr. Aisha Rahman adalah analis senior yang berspesialisasi dalam industri Halal global, dengan pengalaman lebih dari 15 tahun dalam memberikan nasihat kepada para pembuat kebijakan dan pelaku bisnis tentang strategi perdagangan dan pasar

Rayspeed Asia, Jasa Logistik Lintas Batas RI Hadir di MIHAS

this formate

Rayspeed Asia unjuk gigi dalam ajang halal terbesar dunia, Malaysia International Halal Showcase (MIHAS) 2025 di Kuala Lumpur pada 17 hingga 20 September 2025. (Foto: Dok. Rayspeed Asia)

KUALA LUMPUR, bisniswisata.co.id: Ajang halal terbesar dunia, Malaysia International Halal Showcase (MIHAS) 2025, kembali hadir di Kuala Lumpur pada 17 hingga 20 September 2925. Tahun ini, perhatian tertuju pada Rayspeed Asia, perusahaan cross-border logistics asal Indonesia, yang tampil membawa konsep unik yakni ‘From Finest Brand to Your Hand.’

Dilansir dari Jpnn, Rayspeed Asia, sejak semula berkomitmen tidak sekadar mengirim paket lintas negara, melainkan memberi layanan ekspres satu hari yang terjangkau dan berani melangkah lebih jauh, langsung membawa brand-brand unggulan Indonesia, dari fashion, kuliner, hingga lifestyle, untuk diperkenalkan ke pasar global.

“Rayspeed Asia ingin menjadi lokomotif yang membawa produk Indonesia menembus batas, agar brand lokal bisa bersaing sejajar dengan nama besar internasional,” ungkap Reza Novra, Head of Marketing dari Rayspeed Asia dalam keterangan resmi, Rabu (17/9).

Dengan layanan cepat, aman, dan efisien, Rayspeed Asia membuka jalan agar UMKM maupun brand mapan Indonesia punya kesempatan nyata menembus pasar halal dunia.

Akan tetapi, kuncinya tetap ada pada pelaku brand, siapkah meningkatkan kapasitas produksi, mengoptimalkan media sosial, dan menghadirkan desain produk yang makin menarik bagi konsumen global.

“MIHAS 2025 menjadi bukti, saat hambatan logistik bisa diatasi, peluang produk Indonesia mendunia tidak cuma mimpi di siang bolong,” tambah Reza.

Keikutsertaan Rayspeed dalam ajang MIHAS 2025 merupakan komitmen sebagai perusahaan cross-border logistics asal Indonesia yang menyediakan layanan pengiriman cepat, aman, dan terjangkau.

Sebelumnya Rayspeed juga pernah terlibat dalam acara bergengsi lainnya seperti Wicked Wallop (Singapura), Custom War (Jogja dan Bali) hingga pengajian Pekerja Migran Indonesia di Taiwan.

Dengan visi memperkenalkan produk Indonesia ke pasar internasional, Rayspeed Asia berkomitmen mendukung brand lokal untuk meraih panggung global.

Tidak sebatas menawarkan solusi pengiriman yang murah, aman, dan cepat untuk mendistribusikan produk ke luar negeri, Rayspeed Asia juga melayani kebutuhan pengiriman Pekerja Migran Indonesia, Pelajar Indonesia, dan Warga Negara Indonesia di berbagai negara seperti Taiwan, Malaysia, Singapura, Brunei, Hong Kong, Australia, Arab Saudi, Dubai, Eropa, dan Amerika.

“Sejak semula, kami memahami betapa pentingnya akses terhadap produk dan makanan dari kampung halaman, itulah mengapa kami fokus pada pengiriman yang tepat waktu dan aman hingga ke alamat tujuan dengan layanan door to door,” tutupnya.

Malaysia International Halal Showcase (Mihas) Berlangsung Diikuti 80 Negara

this formate

Foto kegiatan Nihas tahun lalu

KUALA LUMPUR, bisniswisata.co.id: Malaysia International Halal Showcase (Mihas) kembali untuk edisi ke-21 di Pusat Perdagangan dan Pameran Internasional Malaysia (Mitec), Kuala Lumpur, dari 17 hingga 20 September 2025.

Diselenggarakan oleh Badan Pengembangan Perdagangan Luar Negeri Malaysia (Matrade), Mihas 2025 akan diresmikan oleh Perdana Menteri Datuk Seri Anwar Ibrahim pada 19 September.

Diakui sebagai platform penting bagi sektor halal, Mihas 2025, yang bertema “Puncak Keunggulan Halal”, akan dihadiri oleh 45.000 pengunjung, 2.400 stan, serta peserta pameran dan pembeli dari 80 negara, menurut Matrade dalam sebuah pernyataan hari ini.

Badan promosi perdagangan tersebut menyatakan bahwa acara empat hari ini akan memberikan peluang bagi bisnis global, pembuat kebijakan, dan pemimpin pemikiran industri untuk melakukan transaksi, dialog, dan kolaborasi melalui berbagai komponennya, termasuk pameran, misi pembelian khusus (INSP), seminar Knowledge Hub, dan upacara penghargaan.

Matrade menyatakan bahwa Mihas tahun ini mengundang pengunjung perdagangan ke ruang pameran yang dikurasi dengan baik yang menyoroti makanan dan minuman halal, farmasi, alat kesehatan, keuangan Islam, produk fesyen dan gaya hidup, perawatan pribadi, kosmetik, dan pariwisata ramah Muslim.

“Mihas 2025 berfungsi sebagai komponen perdagangan dari Global Halal Summit (GHaS), yang menggarisbawahi komitmen Malaysia untuk memajukan standar, inovasi, dan kemitraan transnasional seiring dengan perkembangan sektor halal lebih lanjut,” tambahnya.

Menyusul kesuksesan Mihas di Dubai pada tahun 2024, badan tersebut mencatat bahwa tahun ini memperkenalkan Mihas@Shanghai, yang akan diselenggarakan dari 5 hingga 10 November, bersamaan dengan China International Import Expo (CIIE).

Matrade mengatakan perusahaan-perusahaan Malaysia akan mendapatkan manfaat dari platform khusus untuk mempresentasikan produk dan layanan mereka ke pasar Tiongkok, salah satu basis konsumen halal terbesar dan dengan pertumbuhan tercepat di dunia.

“Melalui kemitraan yang bertanggung jawab dan kerja sama bilateral, yang dicontohkan oleh nota kesepahaman (MOU) antara Matrade dan Biro CIIE, Mihas@Shanghai memungkinkan perusahaan-perusahaan yang berpartisipasi untuk memperkuat daya saing global mereka dan membangun hubungan bisnis yang langgeng dengan pembeli di seluruh Asia Timur dan kawasan yang lebih luas,” kata Matrade.

Pada tahun 2024, Mihas menetapkan tolok ukur baru dengan mencatat penjualan sebesar RM4,3 miliar. — Bernama

KTT Investor Hotel Jepang & Asia Timur Laut: Rute Investasi Utama bagi Pelaku Domestik & Global

this formate

ATHENA, bisniswisata.co.id: KTT Investor Hotel Jepang & Asia Timur Laut pertemukan para pengembang lokal, dana global, dan operator di Tokyo November ini untuk mengeksplorasi rute investasi seperti hunian bermerek, strategi aset vs. platform, pengendalian biaya, plafon mewah, dan nilai gerbang vs. kota sekunder.

Dikansir dari www.traveldailynews.asia,
konferensi ini menandai tonggak sejarah baru dalam pertemuan investasi hotel dengan berfokus secara eksplisit pada para pemangku kepentingan domestik dan internasional di Jepang, Korea, dan Taiwan.

Diselenggarakan pada 17-18 November di Hilton Odaiba, Tokyo, KTT ini dirancang untuk memetakan rute investasi utama dalam lanskap real estat perhotelan yang berkembang pesat.

KTT ini mempertemukan lebih dari 80 pembicara, lebih dari separuhnya mewakili grup investasi yang aktif di bidang real estat perhotelan, termasuk pengembang besar dan investor institusional

Mereka seperti Kajima, Takenaka, Japan Railways East, NTT, Tokyo Tatemono, Mitsubishi Estates, Riant Capital, Brookfield, Blackstone, Gaw Capital, SC Capital, BGO, KKR, Trinity, Fortress, Polaris, JHR, YTL, dan World Brands. Bersama mereka akan hadir operator global Seibu Prince, Accor, IHG, Ascott, Minor, dan Langham.

Para pembicara dan panel akan membahas daftar lengkap jalur investasi tanpa pemotongan, yaitu:
*Cara menekan biaya dalam proyek konstruksi atau renovasi
*Potensi hunian bermerek sebagai jalur investasi
*Siapa yang membeli di Jepang dan apa alasannya.

*Apakah merek internasional terutama beroperasi di kota-kota gerbang atau dapat menambah nilai di lokasi sekunder
*Platform vs. aset tunggal – di mana penawaran terbaik dapat ditemukan
*Dengan meningkatnya biaya dan kekurangan tenaga kerja, bagaimana pemilik dapat mengelola keuntungan mereka
*Dapatkah sektor mewah terus melaju atau telah mencapai puncaknya?

Inilah jalur prioritas yang akan dieksplorasi dalam pertemuan puncak ini, tanpa mengesampingkan konteks atau perdebatan penting.

Kepentingan & Tema Strategis

Pertemuan Puncak Investor Hotel Jepang & Asia Timur Laut hadir di saat tekanan biaya yang semakin meningkat—kenaikan harga material, kendala tenaga kerja, dan kontrol regulasi yang lebih ketat di seluruh kawasan.

Bagi investor dan operator, menguasai pengendalian biaya dalam pengembangan atau renovasi telah menjadi salah satu jalur utama untuk mempertahankan margin.

Jalur lain yang semakin diminati adalah hunian bermerek, yang semakin sering dipertimbangkan sebagai sumber pendapatan yang terdiversifikasi.

Seiring wisatawan internasional dan kelompok berpenghasilan tinggi domestik mencari penawaran properti dengan fungsi campuran dan gaya hidup, hunian bermerek dapat menjadi pembeda dalam model risiko dan imbal hasil.

KTT ini juga akan mengkaji perilaku investor: siapa yang membeli di Jepang, dan mengapa? Misalnya, apakah modal berasal dari sumber lokal seperti perusahaan dan dana pensiun Jepang, atau apakah modal luar negeri (dari Asia, Amerika Utara, Eropa) memainkan peran yang lebih besar?

Salah satu rute investasi utama adalah memutuskan antara investasi platform (misalnya memiliki portofolio atau dana) versus investasi aset tunggal, tergantung pada selera risiko, kapasitas operasional, dan strategi keluar.

Nilai pasar gerbang vs. pasar sekunder juga akan diperdebatkan: merek internasional cenderung mendominasi di Tokyo, Osaka, dan Kyoto, tetapi dapatkah mereka memberikan nilai di kota-kota kecil, destinasi resor, atau wilayah yang belum terpenetrasi? Bagaimana hal itu memengaruhi penetapan suku bunga, hunian, dan imbal hasil jangka panjang?

Terakhir, keberlanjutan segmen mewah—dalam hal pertumbuhan suku bunga, ekspektasi tamu, dan apakah imbal hasil masih meningkat atau stagnan—merupakan rute utama yang sedang diselidiki.

Apakah merek-merek mewah mencapai puncaknya di Jepang, atau apakah masuknya pasar baru, reposisi merek, dan diferensiasi pengalaman masih membuka ruang untuk ekspansi?

Siapa yang Harus Hadir & Nilai yang Diharapkan

KTT ini diposisikan untuk: Pengembang domestik yang mencari kemitraan atau pendanaan, Investor internasional yang mempertimbangkan komitmen di Jepang, Korea, atau Taiwan. Operator hotel yang ingin meningkatkan skala atau menyempurnakan penawaran di pasar gateway dan sekunder

Begitu juga konsultan, arsitek, firma hukum yang memberikan nasihat tentang struktur, regulasi, branding, dan manajemen biaya
Para peserta akan mendapatkan wawasan yang dapat ditindaklanjuti tentang rute investasi mana yang kemungkinan menghasilkan imbal hasil yang stabil.

Bagaimana cara mengelola inflasi biaya, cara memilih antara eksposur aset vs. platform, dan bagaimana strategi merek dan lokasi menentukan nilai dalam perhotelan di Asia Timur Laut.

Memang bukan sekadar konferensi biasa konferensi ini dirancang khusus untuk mengungkap, mendiskusikan, sempurnakan rute investasi yang penting dalam konteks saat ini.

Bagi para profesional perhotelan dan real estat, memahami dan memilih di antara rute-rute ini akan menjadi kunci keberhasilan investasi di Jepang.

American Express Meluncurkan Aplikasi Perencanaan Perjalanan All-in-One Baru

this formate

NEW JERSEY, bisniswisata.co.id Perusahaan kartu kredit global mengumumkan peluncuran aplikasi perjalanan seluler baru yang dirancang untuk membuat perjalanan “lebih mudah, lebih cerdas, dan lebih personal” bagi pemegang kartu American Express.

Pindah dari Expedia, Booking.com, Tripadvisor dan Kayak, American Express telah memasuki permainan aplikasi perjalanan. Dilansir dari travelpulse.com. Diberi nama ‘Amex Travel App’, penawaran baru ini akan memungkinkan pengguna melakukan segalanya mulai dari membaca panduan bertema dan konten perjalanan pilihan hingga menyimpan dan mengatur detail perjalanan dan bahkan memesan tiket pesawat, hotel, dan persewaan mobil.

“Para pelancong menginginkan cara yang lebih mudah untuk merencanakan dan memesan perjalanan — semuanya dalam satu tempat — dan Aplikasi Perjalanan Amex yang baru menyediakan hal tersebut,” ujar Audrey Hendley, presiden American Express Travel, dalam sebuah pernyataan.

Peluncuran aplikasi ini juga tampaknya ditujukan untuk mengatasi kesenjangan pasar: Survei Amex baru-baru ini menemukan bahwa 81 persen responden menginginkan “aplikasi lengkap yang memadukan kemampuan pemesanan dengan inspirasi perjalanan.”

Survei yang sama menemukan bahwa 52 persen responden merasa kewalahan dengan banyaknya pilihan saat memesan perjalanan. (Panduan bertema dan konten perjalanan pilihan di aplikasi ini bertujuan untuk mempermudah proses perencanaan perjalanan ini, sehingga pengguna dapat menemukan liburan yang sempurna.

Bosan mengunjungi banyak situs web untuk merencanakan perjalanan Anda berikutnya? Sekitar 55 persen responden survei Amex mengalami frustrasi yang sama, mengatakan mereka mengunjungi setidaknya tiga situs web untuk memesan opsi perjalanan (penerbangan, hotel, transportasi).

Aplikasi baru ini juga bertujuan untuk mengatasi masalah ini, memungkinkan pemegang kartu memesan penerbangan, hotel, dan rental mobil sekaligus dan jangan sampai terlewatkan, aplikasi ini menyertakan fitur penting lainnya (yang merupakan bagian dari aplikasi Amex yang ada): Perkiraan waktu tunggu untuk Centurion Lounges.

Fitur khusus ini memungkinkan para pelancong dunia yang sibuk untuk memperkirakan lama waktu tunggu untuk masuk ke lounge Amex yang penuh. Pengguna juga dapat mendaftar daftar tunggu lounge melalui aplikasi.
Perusahaan tersebut mengatakan aplikasi baru mereka “dirancang sebagai teman perjalanan terbaik.”

Aplikasi Perjalanan Amex akan tersedia bagi pengguna iOS mulai 18 September dan bagi pengguna Android beberapa minggu kemudian.

KTT AI di Bandara 2025 untuk Eksplorasi Masa Depan Operasi bandara yang cerdas

this formate

ATHENA, bisniswisata.co.id : Seiring dengan percepatan transformasi digital di sektor penerbangan, Kecerdasan Buatan (AI) muncul sebagai pendorong penting bagi operasional bandara yang lebih cerdas dan tangguh.

AI in Airports Summit yang akan datang , yang diselenggarakan oleh Egremont Group , akan berlangsung di London pada 8-9 Desember 2025.

Acara ini menawarkan platform khusus bagi para pemimpin senior bandara untuk melampaui sekadar gembar-gembor AI dan mengkaji penerapannya di dunia nyata serta potensinya di masa depan.

Dilansir dari traveldailynews.com, berlokasi di persimpangan antara strategi, operasional, dan inovasi, pertemuan puncak ini bertujuan untuk memperjelas apa sebenarnya AI itu – dan, yang terpenting, apa yang bukan AI – dalam konteks bandara.

Para delegasi akan mengikuti program terstruktur yang menampilkan diskusi panel, kuliah utama, dan lokakarya interaktif, dengan fokus pada bagaimana AI dapat mendukung pengambilan keputusan di seluruh bandara dan mendorong peningkatan operasional yang berkelanjutan.

Menurut penyelenggara, pertemuan puncak ini dirancang untuk menyaring kebisingan dan berfokus pada wawasan yang dapat ditindaklanjuti: “Acara ini bertujuan untuk memahami AI.

Menyingkirkan kebisingan untuk memahami apa yang sebenarnya dapat dilakukan AI bagi bandara saat ini, dan bagaimana AI dapat membentuk kembali cara kita beroperasi di masa depan.”

Salah satu tujuan utama acara ini adalah untuk memamerkan kasus-kasus penggunaan AI di dunia nyata dari seluruh ekosistem penerbangan global.

Topik-topik yang dibahas akan mencakup optimalisasi pengalaman penumpang, pemeliharaan prediktif, otomatisasi penanganan bagasi, alokasi sumber daya, dan efisiensi operasional di sisi udara.

Dengan mengeksplorasi apa yang berhasil – dan apa yang tidak – para eksekutif bandara dapat membandingkan strategi mereka dengan praktik terbaik yang sedang berkembang.

Selain penyampaian konten, pertemuan puncak ini akan memupuk koneksi lintas sektor di antara para pengambil keputusan, teknolog, dan pemangku kepentingan sektor publik.

Dengan alokasi waktu yang memadai untuk dialog informal – melalui resepsi jejaring terstruktur dan sesi kolaboratif – acara ini bertujuan untuk menanamkan komitmen jangka panjang terhadap transformasi berbasis AI di lingkungan bandara.

“Kami juga tahu bahwa beberapa wawasan terbaik tidak datang dari panggung, melainkan dari percakapan di antaranya,” tegas penyelenggara.

Diselenggarakan di London, kota yang menjadi lambang warisan dan inovasi, pertemuan puncak ini menawarkan lingkungan yang tepat bagi para peserta untuk menantang asumsi, berbagi kerangka kerja strategis, dan membangun peta jalan bersama untuk AI dalam infrastruktur penerbangan.

Peristiwa ini terjadi di saat yang krusial bagi operator bandara di seluruh dunia. Seiring dengan pemulihan volume lalu lintas dan meningkatnya tekanan iklim, AI menawarkan jalur menuju ketahanan operasional, respons waktu nyata, dan pengambilan keputusan berbasis data.

Namun, agar potensi AI dapat terwujud, para pemangku kepentingan harus memiliki pemahaman bersama tentang kapabilitas, risiko, dan nilai strategisnya.

Dengan fokusnya pada pendidikan, kolaborasi, dan tindakan, KTT AI di Bandara diposisikan untuk menjadi momen pertemuan utama dalam membentuk fase berikutnya dari inovasi bandara.

Apa yang Membuat Peserta Berani Ambil Risiko untuk Acara di Luar Negeri?

this formate

Penyelenggara event  tidak dapat kendalikan acara dunia, tetapi mereka dapat meredakan kekhawatiran dan memberikan keuntungan bagi peserta. ( Foto: Adobe Stock/Senja)

Penyelenggara acara harus bekerja cerdas untuk menarik peserta internasional di masa yang penuh ketidakpastian.

SINGAPURA,bisniswisata.co.id:Penyelenggara acara internasional menghadapi tantangan baru di tengah kekhawatiran geopolitik dan perubahan kondisi masuk yang tidak terduga seperti di AS.

Para ahli mengatakan tidak ada pendekatan yang cocok untuk semua orang dalam menarik peserta internasional di masa yang tidak menentu ini seperti dilansir dari www. meetings-conventions-asia.com

Setiap pasar menghadapi realitas yang berbeda, baik itu akses visa, kekhawatiran geopolitik, atau kepercayaan diri dalam bepergian, sehingga penjangkauan yang disesuaikan sangatlah penting.

Mendukung acara-acara besar

Menyelaraskan konferensi dengan acara budaya atau olahraga bergengsi dapat mendorong perjalanan. Natalie Crampton, direktur TEC yang berbasis di Dubai, mengatakan bahwa periode Oktober hingga Desember di UEA dipenuhi dengan konser dan acara olahraga, dengan banyak klien menjadwalkan acara mereka di sekitar Grand Prix F1 Abu Dhabi dan Dubai 7s.

“Kami akan mengadakan konferensi pada bulan November di mana kami akan mengadakan seminar tiga hari yang diakhiri dengan akhir pekan di Abu Dhabi F1 hospitality. Kami telah mendengar tanggapan dari para peserta mengenai hal ini dan mereka sangat antusias untuk menjadi bagian dari program ini,” ujarnya.

Serupa dengan itu, Sanjay Seth, SVP dan direktur pelaksana APAC di BCD M&E mengamati bahwa penyelenggara acara sering merencanakan acara sebelum atau sesudah balapan Grand Prix F1 Singapura sebagai faktor penarik.

Menempatkan Kekhawatiran dalam Perspektif

Kekhawatiran seputar keselamatan perjalanan wajar saja, tetapi perspektif adalah kuncinya. Crampton dari TEC mengatakan Israel/Gaza mungkin terasa ‘dekat’ dengan Dubai, namun London secara geografis lebih dekat dengan Ukraina.

“Membantu para delegasi memahami jarak ini membangun rasa aman,” ujarnya. “Kami juga menyoroti betapa amannya UEA dan mendukungnya dengan statistik yang tersedia dari dewan pariwisata dan kepolisian.”

Pendekatan yang terarah

Seth menyampaikan bahwa karena agensi beroperasi di 14 pasar, dan di beberapa kota di beberapa pasar ini, terdapat fleksibilitas dalam pilihan, dengan beragam tempat dan destinasi untuk dipilih.

Penyelenggara acara harus mempertimbangkan pengalaman yang ingin mereka ciptakan dan apa yang dapat ditawarkan oleh berbagai wilayah/kota.

“Pahami sifat acara dan demografi peserta,” ujarnya. “Apakah kita sedang mempertim- bangkan program insentif? Pertemuan perusahaan? Konferensi besar? Retret perusahaan? “

Pada saat yang sama, apa yang mungkin dianggap sebagai destinasi ideal dapat mengalami peristiwa negatif – mulai dari fenomena alam hingga pergolakan akibat ulah manusia yang secara otomatis menjatuhkannya dari daftar ini,” ungkapnya.

Pertimbangkan realitas visa

Crampton dari TEC menambahkan bahwa ketersediaan janji temu visa (Schengen adalah contoh utama) merupakan hambatan nyata bagi agensi saat ini bagi peserta yang pergi dari Timur Tengah/Asia ke Eropa.

“Kami telah mendiskon destinasi-destinasi dalam 18 bulan terakhir berdasarkan kesulitan dan kesulitan dalam mendapatkan visa Schengen dan memilih lokasi-lokasi yang jauh lebih mudah dijangkau seperti Thailand, Singapura, Vietnam, India, dan Malaysia,” lanjutnya.

Tiongkok Siap Menjadi Destinasi Wisata Salju Terkemuka di Dunia

this formate

CHESHIRE, bisniswisata.co.id : Dulunya dianggap sangat eksklusif, olahraga ski di Tiongkok kini benar-benar berkembang pesat, memposisikan negara ini untuk mungkin menjadi pemain utama dalam pariwisata salju global.

Buku Putih Industri Ski Tiongkok 2024-2025 menunjukkan ekspansi yang mengesankan, didorong oleh investasi besar dalam fasilitas, dukungan dari pemerintah, dan pertumbuhan kelas menengah secara umum.

Dilansir dari tourism-review.com, Dengan 748 resor ski yang sudah beroperasi, termasuk 66 lokasi dalam ruangan, dan sekitar 26,05 juta hari bermain ski yang tercatat pada musim 2024-2025, China tampaknya siap menjadi negara besar dalam pariwisata salju dalam waktu dekat.

Lonjakan Popularitas Olahraga Ski

Musim ski 2024-2025 cukup penting bagi pariwisata salju Tiongkok. Negara ini mengalami lonjakan hari bermain ski sekitar 12,9%, mencapai 26,05 juta, dan jumlah pemain ski meningkat sekitar 5,86% menjadi 13,55 juta.

Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa bermain ski telah beralih dari hal yang kurang diminati menjadi sesuatu yang dilakukan banyak orang untuk bersenang-senang.

Kelas menengah dengan lebih banyak uang untuk dibelanjakan telah benar-benar meningkatkan permintaan, menjadikan bermain ski semacam simbol status, aktivitas kelas atas seperti beberapa aktivitas lainnya.

Munculnya Resor Ski Dalam Ruangan

Salah satu alasan utama maraknya ski di Tiongkok adalah tempat-tempat ski dalam ruangannya, yang termasuk yang terbaik di dunia dan dikunjungi lebih dari 5,6 juta kali pada musim 2024-2025, mewakili lebih dari seperlima permintaan nasional.

Tiongkok memiliki tujuh dari sepuluh resor ski dalam ruangan terbesar di dunia, yang memungkinkan orang-orang bermain ski sepanjang tahun, bahkan di kota-kota seperti Shanghai, dalam banyak kasus.

Kompleks-kompleks mewah ini, dengan salju buatan, telah memungkinkan jutaan penduduk kota mencoba bermain ski, sehingga olahraga ini bukan lagi hanya untuk daerah pegunungan.

Dukungan Pemerintah dan Warisan Olimpiade

Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022 menjadi tonggak penting dalam olahraga ski di Tiongkok. Pemerintah ingin 300 juta orang tertarik pada olahraga musim dingin, sehingga mereka berinvestasi besar-besaran di resor ski, arena es, dan pariwisata.

Mereka juga memasukkan olahraga salju ke sekolah-sekolah, menciptakan generasi pemain ski baru. Selain itu, promosi paket wisata es dan salju, yang memadukan ski dengan kegiatan budaya dan kegiatan seru, telah membuat olahraga ini lebih menarik secara umum.

Dari Niche ke Nasional

Arena ski di Tiongkok telah berkembang pesat, dari kurang dari sepuluh resor pada tahun 1996 menjadi lebih dari 800 sekarang. Dulu, wilayah timur laut Tiongkok merupakan tempat utama untuk bermain ski karena cuacanya yang dingin, tetapi kini terdapat banyak tempat di seluruh negeri.

Resor-resor modern dengan salju buatan telah menjadikan ski pilihan bagi orang-orang di daerah yang lebih hangat, sehingga lebih mudah diakses dan meningkatkan partisipasi.

Hal ini menjadikan bermain ski sebagai kegiatan yang dapat dilakukan bersama keluarga, baik bagi para ahli maupun pemula.

Faktor Ekonomi dan Budaya

Pertumbuhan ekonomi Tiongkok telah menciptakan kelas menengah yang mampu menemukan cara baru untuk menghabiskan waktu luang mereka.

Ski, yang dulunya hanya untuk orang kaya, kini telah menjadi kegiatan keluarga yang populer dan simbol status. Resor kini menawarkan beragam hal, mulai dari lereng yang mudah hingga tempat menginap mewah, untuk memenuhi berbagai selera.

Menambahkan budaya lokal, seperti festival dan makanan, ke dalam wisata ski menjadikannya semakin menarik, memadukan pengalaman olahraga dan budaya.

Ambisi dan Tantangan Global

Karena Tiongkok ingin menjadi pasar wisata salju terbesar, terdapat beberapa tantangan. Menjaga kualitas layanan yang konsisten di semua resor penting untuk menjaga keberlangsungan usaha.

Selain itu, menarik wisatawan dari negara lain untuk bersaing dengan negara-negara seperti Swiss atau Amerika Serikat membutuhkan pemasaran yang baik dan fasilitas terbaik.

Namun, dengan dukungan pemerintah, fasilitas yang memadai, dan minat yang meningkat di dalam negeri, Tiongkok berada di posisi yang tepat untuk mencapai tujuannya.