ATHENA, bisniswisata.co.id : Seiring dengan percepatan transformasi digital di sektor penerbangan, Kecerdasan Buatan (AI) muncul sebagai pendorong penting bagi operasional bandara yang lebih cerdas dan tangguh.
AI in Airports Summit yang akan datang , yang diselenggarakan oleh Egremont Group , akan berlangsung di London pada 8-9 Desember 2025.
Acara ini menawarkan platform khusus bagi para pemimpin senior bandara untuk melampaui sekadar gembar-gembor AI dan mengkaji penerapannya di dunia nyata serta potensinya di masa depan.
Dilansir dari traveldailynews.com, berlokasi di persimpangan antara strategi, operasional, dan inovasi, pertemuan puncak ini bertujuan untuk memperjelas apa sebenarnya AI itu – dan, yang terpenting, apa yang bukan AI – dalam konteks bandara.
Para delegasi akan mengikuti program terstruktur yang menampilkan diskusi panel, kuliah utama, dan lokakarya interaktif, dengan fokus pada bagaimana AI dapat mendukung pengambilan keputusan di seluruh bandara dan mendorong peningkatan operasional yang berkelanjutan.
Menurut penyelenggara, pertemuan puncak ini dirancang untuk menyaring kebisingan dan berfokus pada wawasan yang dapat ditindaklanjuti: “Acara ini bertujuan untuk memahami AI.
Menyingkirkan kebisingan untuk memahami apa yang sebenarnya dapat dilakukan AI bagi bandara saat ini, dan bagaimana AI dapat membentuk kembali cara kita beroperasi di masa depan.”
Salah satu tujuan utama acara ini adalah untuk memamerkan kasus-kasus penggunaan AI di dunia nyata dari seluruh ekosistem penerbangan global.
Topik-topik yang dibahas akan mencakup optimalisasi pengalaman penumpang, pemeliharaan prediktif, otomatisasi penanganan bagasi, alokasi sumber daya, dan efisiensi operasional di sisi udara.
Dengan mengeksplorasi apa yang berhasil – dan apa yang tidak – para eksekutif bandara dapat membandingkan strategi mereka dengan praktik terbaik yang sedang berkembang.
Selain penyampaian konten, pertemuan puncak ini akan memupuk koneksi lintas sektor di antara para pengambil keputusan, teknolog, dan pemangku kepentingan sektor publik.
Dengan alokasi waktu yang memadai untuk dialog informal – melalui resepsi jejaring terstruktur dan sesi kolaboratif – acara ini bertujuan untuk menanamkan komitmen jangka panjang terhadap transformasi berbasis AI di lingkungan bandara.
“Kami juga tahu bahwa beberapa wawasan terbaik tidak datang dari panggung, melainkan dari percakapan di antaranya,” tegas penyelenggara.
Diselenggarakan di London, kota yang menjadi lambang warisan dan inovasi, pertemuan puncak ini menawarkan lingkungan yang tepat bagi para peserta untuk menantang asumsi, berbagi kerangka kerja strategis, dan membangun peta jalan bersama untuk AI dalam infrastruktur penerbangan.
Peristiwa ini terjadi di saat yang krusial bagi operator bandara di seluruh dunia. Seiring dengan pemulihan volume lalu lintas dan meningkatnya tekanan iklim, AI menawarkan jalur menuju ketahanan operasional, respons waktu nyata, dan pengambilan keputusan berbasis data.
Namun, agar potensi AI dapat terwujud, para pemangku kepentingan harus memiliki pemahaman bersama tentang kapabilitas, risiko, dan nilai strategisnya.
Dengan fokusnya pada pendidikan, kolaborasi, dan tindakan, KTT AI di Bandara diposisikan untuk menjadi momen pertemuan utama dalam membentuk fase berikutnya dari inovasi bandara.










