Sesi Power Talk menarik perhatian industri halal
KUALA LUMPUR, bisniswisata.co.id: Seiring melonjaknya pasar Halal global menuju proyeksi nilai US$2,8 triliun pada tahun 2030, Malaysia memposisikan dirinya sebagai poros sektor dinamis ini melalui MIHAS Knowledge Hub 2025.
Dilansir dari halaltimes.com, event yang dikelola oleh Malaysia External Trade Development Corporation (MATRADE), inisiatif ini mengubah Malaysia International Halal Showcase (MIHAS) dari pameran dagang tahunan menjadi ekosistem canggih yang beroperasi sepanjang tahun dan dirancang untuk memberdayakan eksportir dan mendefinisikan ulang perdagangan Halal global.
Pusat Pengetahuan Strategis
MIHAS Knowledge Hub diluncurkan pada 25 Agustus 2025, merupakan langkah berani untuk mengonsolidasikan peran Malaysia sebagai pusat Halal global. Platform ini menawarkan 23 sesi yang dikurasi dengan cermat, menampilkan 76 pemimpin industri dari 16 negara, termasuk Indonesia, Tiongkok, Brasil, dan Uni Emirat Arab.
Dua webinar khusus tentang ketertelusuran rantai pasok dan e-commerce menggaris – bawahi fokus Hub dalam atasi tantangan paling mendesak di sektor ini. Melalui Portal MIHAS dan platform MADANI Digital Trade (MDT), eksportir mendapatkan akses ke perangkat digital canggih, intelijen pasar real-time, dan koneksi langsung ke pembeli premium.
Didukung oleh mitra seperti Halal Development Corporation (HDC), MBSB Bank, FedEx, dan Nazsoft Tech, Hub ini telah melibatkan lebih dari 1.000 peserta.
Sesi yang mencakup digitalisasi, e-commerce lintas batas, logistik, dan pembiayaan perdagangan tersedia secara langsung maupun sesuai permintaan, memastikan aksesibilitas bagi audiens global.
Infrastruktur ini mencerminkan pandangan strategis Malaysia dalam memanfaatkan inovasi digital untuk menjembatani kesenjangan dalam rantai pasok Halal.
Keahlian Global, Dampak Lokal
Seri “Meet the Experts” Hub, yang terdiri dari 16 webinar yang berlangsung hingga Desember 2025, mempertemukan para pemimpin pemikiran dari beragam pasar untuk berbagi wawasan tentang kepatuhan regulasi, strategi memasuki pasar, dan transformasi digital.
Sesi-sesi ini, yang dapat diakses secara langsung maupun melalui rekaman, memenuhi kebutuhan para produsen bersertifikat halal yang bernavigasi di pasar internasional yang kompleks.
“Pusat Pengetahuan MIHAS merupakan pengubah permainan, yang menerjemahkan wawasan pasar yang terperinci menjadi strategi yang dapat ditindaklanjuti,” kata YB Dato’ Seri Reezal Merican Naina Merican, Ketua MATRADE.
“Dengan hampir 10.000 produsen bersertifikat halal yang terhubung dengan jaringan pembeli global, kami berada di jalur yang tepat untuk melampaui RM61,7 miliar dalam ekspor UKM tahun lalu, dengan target RM63,1 miliar pada tahun 2025.”
Dato’ Sri Mohd Mustafa Abdul Aziz, CEO MATRADE, menambahkan dipasar global di mana ketahanan merek dan kelincahan digital menentukan kesuksesan, MIHAS bukan hanya tentang membangun jaringan—ini tentang membekali bisnis dengan perangkat untuk mengamankan pangsa pasar yang berkelanjutan, ungkapnya.
Fitur unggulan dari Knowledge Hub adalah integrasinya dengan Program Pengadaan Internasional (INSP) MATRADE, yang diselenggarakan pada 17 September 2025, bersamaan dengan dimulainya MIHAS.
Dengan menyelaraskan intelijen pasar secara real-time dengan pembaruan regulasi dan kesiapan digital, Hub ini berdayakan eksportir untuk meraih peluang internasional secara presisi. Sinergi ini memposisikan Malaysia sebagai fasilitator kesepakatan perdagangan bernilai tinggi, terutama bagi usaha kecil dan menengah (UKM) yang ingin menembus pasar baru.
Sesi Power Talk baru-baru ini, bertema “Membangun Pertumbuhan Bisnis yang Tangguh melalui Branding dan Platform Digital,” menarik banyak sekali pemangku kepentingan industri. Para pembicara, termasuk Sinan Ismail dari Durioo+, Sid Murshid dari Grey Café, dan Venon Tian dari Zus Coffee, menekankan peran penting branding berbasis data dan platform digital dalam menavigasi disrupsi rantai pasok dan pergeseran preferensi konsumen.
Wawasan mereka menyoroti sebuah fakta penting bagi eksportir Halal, merangkul transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan esensial untuk pertumbuhan berkelanjutan.
Industri Halal Malaysia, yang telah menjadi tolok ukur global, siap untuk pertumbuhan eksponensial. MIHAS Knowledge Hub 2025 lebih dari sekadar platform—ini adalah cetak biru strategis untuk meningkatkan pengaruh Malaysia di sektor yang semakin dibentuk oleh inovasi dan interkonektivitas.
Dengan mendorong keterlibatan sepanjang tahun dan memberikan hasil yang terukur, MIHAS Knowledge Hub memposisikan Malaysia tidak hanya sebagai peserta tetapi juga sebagai pelopor dalam ekonomi Halal global.
Bagi para pemangku kepentingan industri, pesannya jelas visi Malaysia untuk perdagangan Halal bukan hanya tentang memenuhi permintaan, tetapi juga tentang membentuk masa depan pasar senilai triliunan dolar.
Seiring dengan terus berkembangnya Knowledge Hub, dampaknya kemungkinan akan terasa hingga jauh melampaui Kuala Lumpur, dan akan menetapkan standar baru bagi ekosistem perdagangan global.
Dr. Aisha Rahman adalah analis senior yang berspesialisasi dalam industri Halal global, dengan pengalaman lebih dari 15 tahun dalam memberikan nasihat kepada para pembuat kebijakan dan pelaku bisnis tentang strategi perdagangan dan pasar










