Nasser Deeb, CEO The Expo Hut; dan direktur operasional, Grace Aguilar, selama MIHAS 2025.( Foto: Peter Alagos )
KUALA LUMPUR, bisniswisata.co.id: Qatar memiliki “potensi besar” sebagai investor utama di sektor halal Filipina yang sedang berkembang pesat, ujar seorang peserta Malaysia International Halal Showcase (MIHAS) 2025.
Berbicara kepada Gulf Times di sela-sela MIHAS 2025, CEO The Expo Hut, Nasser Deeb, menyebutkan minat Qatar yang kuat untuk menginvestasikan dana di luar negeri dan iklim investasi Filipina yang kondusif, yang menguraikan visi untuk Foreign Direct Investment ( FDI) Qatar yang bergerak melampaui perdagangan sederhana dan menuju usaha bernilai tinggi.
Qatar berada di posisi yang tepat untuk berinvestasi di dua bidang spesifik: rumah pensiun halal dan manufaktur,” jelas Deeb, yang mengusulkan pengembangan “rumah pensiun halal” dan “resor halal” di Filipina.
Konsep ini telah mendapatkan daya tarik di Kanada dan negara-negara lain, ujarnya. “Fasilitas-fasilitas ini akan melayani pensiunan Muslim yang mencari lingkungan bebas alkohol dan babi, dan mereka dapat menggabungkan manfaat komunitas pensiun dengan fasilitas resor, menawarkan kualitas hidup yang tinggi dengan biaya yang jauh lebih rendah dibandingkan di negara lain seperti Spanyol,” jelas Deeb lebih lanjut.
Di bidang manufaktur, Deeb menyarankan agar entitas Qatar dapat mendirikan pabrik di Filipina untuk memproduksi dan mengemas barang-barang seperti beras dan biji kopi, yang memungkinkan Qatar untuk menciptakan merek sendiri atau label pribadi dengan memanfaatkan sumber daya Filipina dan fasilitas zona bebasnya, seperti yang ditawarkan oleh Otoritas Zona Ekonomi Filipina (PEZA).
Dalam beberapa kesempatan, Deeb mengatakan ia secara aktif mendorong para pejabat Qatar, termasuk duta besar Qatar untuk Filipina menjajaki peluang investasi di berbagai sektor negara dan berpartisipasi dalam pameran dagang Filipina untuk mengedukasi publik tentang Qatar.
“Meningkatkan kesadaran dan promosikan iklim investasi Filipina dan Qatar selama pameran dagang akan menjadi langkah strategis menuju pembangunan kemitraan ekonomi yang kuat antara kedua negara,” tegas Deeb, yang menyelenggarakan ‘Halal Expo Canada’ dan ‘Halal Expo Philippines’.
MIHAS edisi ke-21, yang berlangsung sejak 17 – 20 September di Pusat Pameran dan Perdagangan Internasional Malaysia (MITEC), telah memberikan penekanan khusus pada agenda untuk membantu para pelaku lokal dan internasional mencari inovasi dan inisiatif berkelanjutan guna mempelopori pertumbuhan yang stabil bagi ekonomi halal.
MIHAS 2025 juga berfungsi sebagai pasar yang kuat bagi para pelaku internasional dan lokal untuk meraih peluang di luar makanan halal, termasuk farmasi halal, peralatan medis, keuangan, mode sederhana, perawatan pribadi dan kosmetik, teknologi hijau, dan bahkan pariwisata ramah Muslim.
Demikian pula, Filipina juga berekspansi melampaui makanan halal untuk merambah ke sektor-sektor seperti keuangan Islam.
Pada tahun 2023, tim ahli ekonomi dari Filipina mengunjungi Qatar untuk menghadiri ‘Dialog PH: Prospek dan Peluang Ekonomi’. Di sana, pengacara Arifa A. Ala, Asisten Gubernur Senior, Sub-Sektor Pengawasan Keuangan III Bank Sentral ng Pilipinas, menyatakan bahwa pemerintah Filipina sedang melirik kawasan Teluk sebagai pasar baru bagi sektor perbankan syariah di negara tersebut.
Dalam presentasinya di Dialog PH, beliau menyatakan bahwa perkembangan signifikan di sektor perbankan dan keuangan syariah dan Filipina telah “mempersiapkan diri” untuk menyambut pemain-pemain baru, termasuk bank-bank dari Qatar.










