Kemenpar Perkuat Promosi Wisata Indonesia ke Pasar Tiongkok lewat WIBM

this formate

Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar Ni Made Ayu Marthini saat sambutan pada Wonderful Indonesia Business Matching (WIBM) untuk memperkuat promosi pariwisata Indonesia ke pasar Tiongkok (14/9/2025).

BEIJING, bisniswisata.co.id: Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memperkuat promosi pariwisata Indonesia ke pasar Tiongkok dengan menyelenggarakan Wonderful Indonesia Business Matching (WIBM).

Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar Ni Made Ayu Marthini dalam keterangannya, Minggu (14/9/2025) mengatakan kegiatan ini merupakan lanjutan dari WIBM Seoul, Korea Selatan yang digelar pada 8 September 2025.

Kegiatan Ini merupakan bagian dari rangkaian promosi luar negeri untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi pariwisata unggulan bagi pasar Asia Timur.

WIBM Beijing ini juga merupakan bentuk kerja sama strategis antara Kemenpar, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beijing, dan Indonesia Chamber of Commerce in China (INACHAM).

“WIBM merupakan wujud nyata dari implementasi program Pariwisata Naik Kelas melalui pendekatan high level yang strategis. Kemenpar ingin memastikan bahwa transformasi pariwisata Indonesia tidak hanya terjadi di dalam negeri, tetapi juga tercermin melalui cara Kementerian membangun jaringan dan kemitraan global,” kata Made.

Dia mengatakan kegiatan ini sangat penting dilaksanakan sebagai upaya memperkuat promosi pariwisata Indonesia ke pasar wisatawan Tiongkok. Sebab, Tiongkok merupakan salah satu pasar prioritas pariwisata Indonesia.

Pada 2024, jumlah kunjungan wisatawan asal Tiongkok tercatat sebanyak 1.198.582 orang, menempatkannya di peringkat keempat setelah Malaysia, Singapura, dan Australia. Angka ini menjadi latar belakang bagi Kemenpar untuk menargetkan kedatangan 1.220.000 hingga 1.350.000 wisatawan Tiongkok pada tahun 2025.

Selain itu, Made memaparkan kehadiran Wonderful Indonesia secara langsung di Beijing juga menjadi bentuk komitmen untuk memperkuat posisi Indonesia di pasar Tiongkok yang sangat menjanjikan.

Dalam WIBM Beijing ini, Kemenpar menghadirkan 22 pelaku industri pariwisata Indonesia yang mencakup pengelola hotel dan resort, agen perjalanan/tour operator (TA/TO), maskapai penerbangan, serta pengelola atraksi wisata.

Dari kegiatan business matching tersebut, dihasilkan 12.984 potential pax yang setara dengan potensi devisa sekitar Rp254,5 miliar atau US$ 15,4 juta), jika merujuk pada Average Spending per Arrival (ASPA) wisatawan asal Tiongkok tahun 2024 sebesar US$ 1.188,11.

Selain menjadi ajang business matching, kegiatan ini juga bertepatan dengan peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia–Tiongkok, menjadikannya momen penting untuk memperkuat kerja sama bilateral, membangun koneksi antar pelaku industri (people-to-people contact), serta mendukung target nasional sebesar 14,6 juta hingga 16 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada 2025.

WIBM Beijing turut menjadi bagian dari peluncuran awal kampanye global Kemenpar bertajuk #GoBeyondOrdinary. Kampanye ini merupakan ajakan kepada wisatawan dunia untuk tidak hanya menikmati keindahan destinasi Indonesia, tetapi juga merasakan kedalaman budaya, keramahan masyarakat, kuliner khas, serta harmoni dengan alam melalui pariwisata yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

“Kami ingin mengajak wisatawan untuk tidak hanya berkunjung, tapi juga berinteraksi dan mendapatkan pengalaman autentik di setiap sudut Indonesia,” katanya.

Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenpar Rizki Handayani menambahkan selain WIBM Beijing, Kemenpar juga menyelenggarakan Tourism Investment Meeting yang diharapkan mampu mendukung peningkatan investasi di sektor pariwisata khususnya dari Tiongkok.

Pada 2024, Tiongkok tercatat sebagai negara asal utama penanaman modal asing (PMA) dengan nilai investasi di sektar pariwisata mencapai Rp 540 miliar.

Pada acara ini akan disampaikan berbagai peluang investasi dan kerja sama di sektor pariwisata kepada pihak Tiongkok sekaligus menjadi ajang yang mempertemukan pemilik proyek Indonesia dengan para investor dan pemangku kepentingan kunci dari Tiongkok.

Adapun proyek investasi yang ditawarkan tidak saja hanya di bidang hospitality, namun juga pengembangan kawasan pariwisata serta Health and Wellness Tourism.

“Dengan menampilkan proyek-proyek yang sudah siap untuk dikerjasamakan, kami berharap pertemuan ini tidak hanya melahirkan minat, tetapi juga dapat ditindaklanjuti dengan kesepakatan bisnis yang mampu mendorong arus investasi pariwisata Indonesia,” kata Rizki.

Grup Perhotelan ONYX Soroti Apartemen Berlayanan Shama: Mendefinisi Ulang Gaya Hidup Urban di Seluruh Asia.

this formate

BANGKOK, bisniswisata.co.id: ONYX Hospitality Group menyoroti merek Shama — sebuah koleksi hunian yang berkembang di Thailand, Malaysia, Hong Kong, dan Tiongkok.

Dilansir dari https://hotelandcatering.com/, Hal ini seiring dengan meningkatnya minat para profesional urban terhadap apartemen berlayanan untuk mendapatkan keseimbangan yang lebih baik antara pekerjaan, keluarga, dan gaya hidup.

Dirancang untuk memenuhi kebutuhan generasi baru penduduk kota masa kini, Shama menawarkan fleksibilitas, kenyamanan, dan komunitas yang mendefinisikan kembali rumah urban modern.

Shama: Gaya Hidup Baru

Shama dirancang untuk para eksekutif, profesional, dan keluarga yang membutuhkan akomodasi jangka pendek maupun jangka panjang.

Apartemen ini menawarkan hunian yang luas dengan tata letak fungsional – lengkap dengan dapur dan ruang tamu – serta berbagai fasilitas untuk kehidupan sehari-hari.

Semua ini dilengkapi dengan layanan berstandar hotel untuk memastikan kenyamanan dan kemudahan.

Lebih dari sekadar menyediakan tempat tinggal, Shama menghadirkan kembali pengalaman rumah dengan memadukan kehangatan rumah dengan kenyamanan hotel.

Pendekatan ini selaras dengan penduduk kota modern yang menghargai kualitas hidup dan fleksibilitas di atas kepemilikan properti tradisional. Inilah mengapa Shama berdiri sebagai pelopor Pola Pikir Gaya Hidup Urban Baru, menjadikan gagasan “rumah kedua” menjadi kenyataan bagi para penghuni kota saat ini.

Shama lebih dari sekadar tempat tinggal; ini adalah cara hidup baru. Dengan menawarkan fleksibilitas, kenyamanan, dan kualitas hidup yang lebih baik, Shama mendefinisi ulang rumah modern bagi penduduk kota di seluruh Asia.

Mengapa Apartemen Berlayanan?

Bagi generasi baru, rumah lebih dari sekadar rumah atau kondominium. Ini adalah tentang kualitas hidup, kenyamanan, dan rasa kebersamaan.

Penduduk kota masa kini, terutama para eksekutif dan profesional perkantoran, mencari tempat yang benar-benar meningkatkan kualitas hidup mereka. Mereka menginginkan lebih dari sekadar tempat tidur untuk bermalam atau alamat pinggiran kota yang permanen.

Mereka mendambakan ruang yang secara mulus menyeimbangkan pekerjaan,relaksasi, dan kehidupan keluarga. Bagi para profesional yang sedang meniti karier, rumah yang dekat dengan tempat kerja, dengan sarana transportasi yang nyaman dan layanan yang lengkap, merupakan keuntungan penting.

Hal ini memungkinkan mereka untuk fokus sepenuhnya pada pekerjaan, dengan aman mengetahui bahwa ketika mereka kembali, mereka dapat bersantai dan memulihkan diri baik secara fisik maupun mental tanpa perlu mengkhawatirkan detail sehari-hari.

Bagi orang tua dengan anak-anak yang bersekolah di kota, “rumah” berarti lingkungan yang aman dan mudah diakses dengan layanan dan komunitas yang memastikan kualitas hidup yang tinggi – lingkungan di mana anak-anak mereka dapat berkembang.

Keunggulan Apartemen Berlayanan

Apartemen berlayanan telah muncul sebagai solusi ideal untuk kehidupan kota modern. Mereka menyajikan alternatif yang lebih unggul daripada menyewa kondominium, yang seringkali berarti ruang terbatas dan sedikit layanan, atau menginap di hotel, yang jarang praktis untuk masa tinggal yang lebih lama.

Tidak seperti membeli rumah, yang membawa beban pemeliharaan dan tantangan relokasi seiring perubahan keadaan, apartemen berlayanan memberikan pilihan yang fleksibel dan nyaman.

Dengan fitur-fitur yang sangat cocok untuk gaya hidup urban, apartemen berlayanan menyediakan ruang tamu yang luas lengkap dengan dapur yang lengkap, ruang tamu, dan ruang kerja khusus, serta ruang bersama untuk bersantai.

Layanan berstandar hotel mengurus kebutuhan sehari-hari, sementara lokasi utama yang dekat dengan distrik bisnis, sekolah, dan rumah sakit terkemuka menawarkan kenyamanan dan ketenangan pikiran.

Di atas segalanya, apartemen berlayanan menumbuhkan rasa kebersamaan yang meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.

Dan ketika saatnya tiba untuk pindah, penghuni dapat melakukannya dengan mudah – bebas dari beban penjualan kembali atau sewa-menyewa.

Inilah mengapa apartemen berlayanan menjadi “rumah kedua” yang baru bagi para profesional urban saat ini. Lebih dari sekadar memenuhi kebutuhan tempat tinggal, mereka menggabungkan fleksibilitas, kenyamanan, dan kualitas hidup untuk gaya hidup yang benar-benar memuaskan.

Temukan Shama di berbagai lokasi,

Masing-masing dirancang untuk sesuaikan gaya hidup yang berbeda:

Shama Yen-Akat Bangkok

•Sebuah tempat peristirahatan yang tenang di distrik bisnis Silom-Sathorn, dikelilingi oleh pertokoan dan restoran. Ideal untuk pemilik hewan peliharaan dan penggemar kebugaran, dengan Taman Lumpini hanya beberapa menit jauhnya.

Shama Ekamai Bangkok

•Terletak di area Ekkamai-Thonglor yang ramai, dikelilingi oleh mal komunitas, kafe, dan restoran. Dengan hunian yang luas yang sempurna untuk masa tinggal yang lama, apartemen ini menawarkan akses yang nyaman ke distrik bisnis utama Bangkok.

Shama Lakeview Asoke Bangkok

•Di jantung Asoke, menghadap ke Taman Benjakitti dan dekat dengan pusat perbelanjaan, restoran, dan hiburan utama.
Shama Petchburi 47 Bangkok

•Terletak di lokasi yang tenang namun terpusat yang berdekatan dengan Rumah Sakit Bangkok, dan dekat dengan pusat kesehatan, spa, dan fasilitas rekreasi, menjadikannya ideal untuk masa tinggal yang diperpanjang.

Shama Sukhumvit Bangkok

•Perpaduan unik antara ruang hijau dan kenyamanan modern di pusat Sukhumvit, dengan hunian yang luas dan fasilitas ramah keluarga, hanya beberapa menit dari Rumah Sakit Bumrungrad.

Shama Rayong (Akan dibuka tahun 2027)
•Berlokasi ideal untuk hunian bisnis dan keluarga, dekat dengan kawasan industri dan sekolah internasional, menawarkan pilihan menginap jangka panjang yang ideal di salah satu pusat ekonomi terpenting di Thailand.

Investasi Hotel Asia-Pasifik Turun 23% di Semester I 2025, Namun Thailand Tetap Menonjol

this formate

BANGKOK, bisniswisata.co.id: Volume transaksi pasar investasi hotel Asia-Pasifik turun menjadi US $4,7 miliar pada paruh pertama tahun 2025, turun sekitar 23% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, menurut laporan konsultan real estat JLL.

Dilansir dari www.nationthailand.com, penurunan ini mencerminkan pendekatan investasi yang lebih hati-hati di tengah meningkatnya ketidakpastian makroekonomi dan kebijakan global.

Jepang memimpin kawasan dengan nilai transaksi tertinggi sebesar US$1.500 juta, diikuti oleh Tiongkok (US$744 juta), Australia ($664 juta), Singapura (US$546 juta), dan Korea Selatan (US$504 juta).

Kelima pasar ini secara keseluruhan menyumbang lebih dari 84% dari seluruh transaksi di kawasan ini. Di sisi lain, Thailand menonjol dengan nilai investasi sebesar US$301 juta (sekitar 9.800 juta baht), yang terutama didorong oleh investor domestik.

JLL memproyeksikan investasi di negara ini akan meningkat, berpotensi mencapai $650 juta pada akhir tahun. Analisnya mengaitkan perlambatan ini dengan semakin lebarnya kesenjangan antara ekspektasi harga pembeli dan penjual.

Meskipun penjual tetap teguh pada harga yang diminta, pembeli telah memperpanjang periode uji tuntas mereka. Meskipun demikian, laporan tersebut menyoroti pemulihan kepercayaan secara umum di sektor perhotelan.

Kelompok investor baru, termasuk perusahaan ekuitas swasta dan individu berpenghasilan tinggi (HNWI), menjadi lebih aktif. Modal dari HNWI, khususnya, mengalami peningkatan signifikan sebesar 54% year-on-year dalam enam bulan pertama tahun ini.

Pimpanga Yomchinda, Wakil Presiden Eksekutif Penjualan Investasi JLL untuk Asia-Pasifik, berkomentar bahwa pasar Thailand tetap sangat likuid dan menarik, dengan Bangkok terus memimpin dengan transaksi terbesar.

Yakiniku Futago Izakaya Destinasi Utama Pecinta Menu Autentik

this formate

Manager restoran, Siti Rahayu saat menjelaskan pada pers, hari ini.

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Jaringan restoran yakiniku asal Osaka, yaitu Yakiniku Futago Izakaya membuka restoran pertamanya di Jakarta dengan pengalaman bersantap yang tidak terlupakan, potongan daging premium, cita rasa autenik, dan keramahan khas Jepang.

Merupakan restoran yakiniku ternama asal Jepang yang sudah lebih dari 120 cabang di seluruh dunia, kini hadir membuka restoran pertamanya di Indonesia yang berlokasi di lantai 3 Wisma KEIAI, Jl. Jend. Sudirman Kav. 3, Jakarta Pusat,

Sejak pertama kali berdiri sebagai restoran yakiniku yang berukuran 32,9 sqm di Osaka pada tahun 2010, Yakiniku Futago Izakaya telah berkomitmen memperkenalkan tradisi yakiniku Jepang ke seluruh dunia.

Kini, setelah membuka cabang di Jepang, Amerika Serikat, Hong Kong, dan Taiwan, kini Yakiniku Futago resmi hadir di Jakarta. Restoran terbaru di Jakarta memiliki luas 139 sqm, dilengkapi dengan 20 meja dan kapasitas 92 kursi, dengan 1 VIP room.

Resto dirancang untuk menghadirkan suasana izakaya yang hangat, ramai, namun tetap cocok digunakan sebagai tempat bersantap bersama orang terdekat dimana pengunjung dapat menikmati berbagai menu andalan.

Di antaranya menu FUTAGO House Special Wagyu , disajikan dengan daging wagyu berkualitas tinggi yang dipanggang lalu digulung dengan daun bawang dan lobak parut untuk sensasi lembut yang meleleh di mulut.

Ada “Hamidetai Outside Skirt yang disajikan dengan daging yang dimarinasi dengan saus manis gurih dan sajikan dalam mangkuk tradisional sehingga cita rasanya seimbang saat dinikmati.

Menu lainnya FUTAGO House Special Giant “Hamideru” Kalbi – Disajikan dengan potongan daging premium yang menggabungkan empat bagian daging sapi terbaik: Rib Eye Fillet, Ribeye Cap, Rib Finger Meat, dan Rib Cap serta dilengkapi dengan pilihan saus garam atau tare.

Assorted Horumone PlaMer adalah hidangan khas dengan empat potongan daging premium disajikan bersama: Karubi, Harami, Lidah, dan Horumone yang merupakan pilihan lezat dan favorit di Jepang.

Selain daging premium, menu Yakiniku Futago juga menawarkan salad segar, sayuran panggang, mie, nasi, hidangan penutup khas Jepang, serta pilihan beer, sake, koktail jepang, dan minuman ringan dan menyegarkan lainnya.

Yoshida, Head Chef & Butcher dari Yakiniku Futago Izakaya mengatakan yakiniku bukan sekadar hidangan, tetapi pengalaman yang dapat dinikmati bersama setiap hari.

“Kami sangat antusias menghadirkan yakiniku otentik dengan konsep izakaya di Jakarta dan ingin menciptakan ruang dimana tamu dapat menikmati cita rasa berbagai daging dan hidangan tradisional jepang lain nya sambil berbagi momen tak terlupakan” ujarnya di dampingi Ayu, manager restoran.

Dia optimistis dengan suasana yang hangat, grill autentik di setiap meja, dan pelayanan profesional, Yakiniku Futago Izakaya siap menjadi destinasi utama bagi pecinta yakiniku di Jakarta.

Apalagi ini merupakan salah satu restoran ternama dalam kuliner Jepang yang telah buka di Jakarta dengan menghadirkan konsep yakiniku izakaya untuk pertama kalinya.

 

Bisnis si Kembar

Didirikan di Jepang pada tahun 2010, Yakiniku Futago telah berkembang menjadi bisnis franchise mulai dari Jepang hingga Amerika Serikat dan Hong Kong. Kini, Yakiniku Futago dengan bangga hadirkan konsep unik yakiniku izakaya ke Indonesia.

Lebih dari sekadar menu, yakiniku futago menawarkan tempat untuk melepas penat setelah bekerja, menikmati minuman seperti bir atau lemon sour, serta bersantai bersama teman dalam suasana hangat dan bersahabat.

Nama “Futago” memang artinya “kembar” dalam bahasa Jepang. Pemiliknya adalah saudara kembar identik dari Osaka bernama Lee Sun Chol (kakak) dan Lee Sun Bong (adik). Mereka mengelola bisnis bersama sebagai Presiden dan Wakil Presiden.

Meskipun hidup dalam kesulitan, ibu mereka selalu tersenyum dan bersikap lembut sehingga mereka tumbuh dengan melihat teladan ibu mereka yang dulu punya usaha restoran kecil yakiniku jadi mereka memang belajar dari kecil dan sudah terbiasa dengan usaha kuliner.

Sumber dari media Jepang dan situs resmi menyebutkan bahwa filosofi inti perusahaan melibatkan “keluarga” karena awal mula usaha ini adalah keinginan dua saudara kembar itu untuk membalas budi kepada orang tua mereka (khususnya ibu) dengan membuka restoran.

Mereka membuat janji antar saudara: “ketika berdua sudah mencapai umur 30 tahun, kita akan mandiri dan membuka usaha sendiri sebagai bentuk pelayanan atau bakti kepada orang tua.”

Untuk mewujudkan hal itu, mereka pindah ke Tokyo dan satu hal yang selalu mereka ingat adalah senyum dan kelembutan ibunya. Dalam kesulitan sekalipun, sang ibu tidak pernah mengeluh.

Awalnya mereka tidak terlalu dipermasalahkan jenis usaha apa, tetapi karena ada keinginan agar rasa yakiniku Osaka yang dibanggakan ibunya bisa dinikmati juga di Tokyo, mereka memutuskan untuk membuka restoran yakiniku di ibukota.

Saat itu karena modal sangat terbatas, pada malam sebelum pembukaan restoran, mereka membuat meja-meja sendiri secara manual untuk restoran.

Alhasil usaha mengglobal ini adalah buah dari kesederhanaan, masa kecil dengan kesulitan finansial, terinspirasi restoran kecil milik ibu, kerja keras dan kelembutan ibu.

Selain itu tentunya karena ada keinginan untuk menjaga warisan keluarga yaitu rasa yakiniku khas Osaka dan membawa ke kota besar. Kini apa yang sudah terwujud bisa menginspirasi banyak orang bukan ?

UN Tourism Desak Negara-negara G20 Perkuat Kerja Sama demi Pertumbuhan Pariwisata Global Berkelanjutan dan Inklusif

this formate

MADRID, bisniswisata.co.id: Organisasi Pariwisata Dunia Perserikatan Bangsa – Bangsa (UNWTO) mendesak kerja sama yang lebih kuat di antara para Menteri Pariwisata G20 untuk menjadikan pariwisata sebagai pendorong utama pertumbuhan yang berkelanjutan dan inklusif.

Organisasi ini menyadari bahwa pariwisata dapat mendorong pembangunan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong pertukaran budaya. Oleh karena itu, UNWTO menekankan perlunya upaya bersama untuk membangun industri pariwisata yang lebih tangguh dan bertanggung jawab.

Dalam pernyataan terbarunya, UNWTO menekankan bahwa negara-negara G20, termasuk Inggris, Prancis, Australia, Meksiko, Turki, Italia, Kanada, dan Jepang, harus bekerja sama untuk mempromosikan praktik pariwisata berkelanjutan.

Organisasi ini mendukung kebijakan yang melindungi lingkungan, melestarikan warisan budaya, dan memastikan kesempatan ekonomi yang adil bagi semua masyarakat.

Ajakan bertindak ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya Tujuan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dan Tujuan 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab).

Dengan mendorong kemitraan dan berbagi praktik terbaik, UNWTO bertujuan untuk menciptakan ekosistem pariwisata yang bermanfaat bagi wisatawan dan masyarakat lokal.

Seiring sektor pariwisata pulih dari pandemi COVID-19, inisiatif UNWTO mengingatkan kita akan peran pariwisata dalam membangun masa depan yang lebih baik.

Melalui aksi dan komitmen kolektif, negara-negara G20 dapat menjadi contoh dengan mempromosikan praktik pariwisata yang bertanggung jawab. Bersama-sama, mereka dapat membantu memastikan kesejahteraan global sekaligus mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan dan inklusif.

Shervin Boloorian Merilis My Free Heart: Seruan Damai dari Seorang Pengungsi yang Menjadi Musisi Dunia

this formate

Bali, bisniswisata.co.id—Pada 19 September 2025, musisi dan terapis suara Shervin Boloorian meluncurkan singel terbarunya berjudul My Free Heart. Lagu ini lahir dari pergulatan pribadi dan sejarah panjang konflik di tanah kelahirannya, Iran. Dinyanyikan dalam dua bahasa—Inggris dan Persia—My Free Heart bukan sekadar karya musik, tetapi juga sebuah protes damai terhadap gelombang kekerasan yang baru-baru ini melanda Iran, serta sebuah doa bagi terciptanya gencatan senjata yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.

Dari Pengungsi ke Panggung Dunia

Shervin bukan sosok baru dalam mengangkat isu-isu kemanusiaan melalui musik. Lahir dari latar belakang pengungsian akibat konflik politik di Iran, ia pernah berkarier di Washington DC sebagai penasihat kebijakan AS-Iran. Namun hampir dua dekade lalu, ia meninggalkan jalur politik formal dan memilih musik sebagai sarana penyembuhan, komunikasi, sekaligus advokasi.

Bagi Shervin, musik adalah ruang aman yang menyembuhkan luka sekaligus jembatan yang menyatukan perbedaan. Melalui suara, ia menemukan cara baru untuk menyuarakan identitas, pengalaman, dan harapan. Jejak perjalanannya di dunia musik akhirnya membawanya meraih pengakuan internasional, termasuk penghargaan Global Peace Song Awards dan posisi penting di berbagai festival musik holistik.

Lagu dengan Dua Wajah: Protes dan Penghormatan

My Free Heart lahir dari pengalaman personal dan kolektif. Liriknya menggambarkan kerinduan pada kebebasan, keberanian untuk melawan ketidakadilan, serta penghormatan bagi mereka yang telah berkorban akibat konflik berkepanjangan. Lagu ini hadir di tengah serangan militer terbaru di Iran, yang oleh Shervin dipandang sebagai simbol siklus kekerasan tanpa akhir di kawasan tersebut.

Dengan menyanyikan lagu ini dalam bahasa Inggris dan Persia, Shervin menegaskan identitas lintas budayanya. Ia ingin pesannya dapat dirasakan audiens global sekaligus tetap dekat dengan komunitas asalnya. Pendekatan dua bahasa ini menjadikan My Free Heart bukan hanya sebuah karya seni, melainkan juga jembatan kultural dan emosional.

Kolaborasi Lintas Batas

Secara musikal, My Free Heart menampilkan kolaborasi internasional yang memperkuat pesan persatuan. Lagu ini diproduseri oleh Kipper Eldridge, produser peraih Grammy dan Emmy yang juga dikenal lewat karyanya bersama Sting. Eldridge tidak hanya memproduksi, tetapi juga turut memainkan instrumen keyboard serta menangani mixing.

Nama-nama besar lain ikut terlibat, seperti Carl Young, bassis dari band Spearhead, dan Sakari Heikka, multi-instrumentalis dengan latar belakang musik klasik yang turut memainkan viola dan shakuhachi. Kehadiran para musisi dari berbagai belahan dunia ini merefleksikan semangat lintas batas yang diusung oleh Shervin—musik sebagai medium pertemuan budaya dan solidaritas manusia.

Selain itu, video musik My Free Heart menyajikan visual yang kuat: potongan kehidupan masyarakat Iran, perpaduan seni puisi, dan karya visual dari Dr. Hardini Dyah Astuti, seorang penyair dan model. Dengan cara ini, My Free Heart tidak hanya terdengar, tetapi juga terlihat sebagai kesaksian tentang ketahanan, keindahan, dan kekayaan budaya yang kerap terpinggirkan oleh sanksi dan stereotip.

Bagian dari Album Unbroken

Singel ini akan menjadi bagian dari album terbaru Shervin berjudul Unbroken. Seperti judulnya, album ini menghadirkan kisah tentang daya tahan dan semangat manusia menghadapi kekejaman perang, ancaman, dan pengasingan. Melalui Unbroken, Shervin ingin menawarkan penghiburan, sekaligus mengingatkan dunia tentang pentingnya empati dan perdamaian di tengah gejolak global.

Musik Sebagai Jalan Damai

Di tengah konflik yang terus membara di Timur Tengah, My Free Heart berdiri sebagai seruan damai yang tulus. Lagu ini menolak menyerah pada narasi kebencian, dan justru mengangkat tema ketahanan, harapan, serta cinta. Dengan memadukan pengalaman pribadi sebagai penyintas konflik, kolaborasi artistik lintas negara, serta kekuatan musik penyembuhan, Shervin Boloorian kembali menunjukkan bahwa seni dapat menjadi alat perlawanan yang indah sekaligus jembatan bagi kemanusiaan.

Bagi Shervin, perjalanan dari seorang pengungsi hingga menjadi musisi dunia adalah bukti nyata bahwa luka dapat berubah menjadi sumber kekuatan. Melalui My Free Heart, ia mengajak dunia untuk ikut mendengarkan—bukan hanya nada dan kata, tetapi juga seruan hati yang bebas, berani, dan penuh cinta.

Prototipe Krabi Jadi Pusat Perhatian pada Global Meaningful Travel Summit 2025 di Thailand

this formate

Sedikitnya 40 eksekutif perjalanan, operator tour, maskapai penerbangan, dan media dari Amerika Serikat datang mengikuti Krabi Protype Summit ( Foto: TAT)

BANGKOK, bisniswisata.co.id: – Otoritas Pariwisata Thailand (TAT) telah sukses menyelenggarakan Global Meaningful Travel Summit 2025 di Krabi dan Bangkok, menandai pertama kalinya acara tersebut diselenggarakan di Asia Tenggara.

Dilansir dari tatnews.org,diselenggarakan bersama Tourism Cares, sebuah lembaga nirlaba terkemuka yang berdedikasi untuk memajukan keberlanjutan dalam industri pariwisata, KTT ini mengangkat Krabi Prototype ke panggung utama saat Thailand menyambut lebih.

Sedikitnya 40 eksekutif perjalanan, operator tour, maskapai penerbangan, dan media dari Amerika Serikat dan sekitarnya datang untuk mengeksplorasi pendekatannya terhadap perjalanan berkelanjutan dan bermakna.

KTT ini menyoroti kemunculan Krabi di bawah Krabi Prototype, model unggulan TAT untuk pengembangan pariwisata berkelanjutan. Dikenal di seluruh dunia karena Maya Bay, Kepulauan Phi Phi, dan Pantai Railay, serta sumber air panas dan lanskap batu kapurnya, Krabi memajukan komitmen jangka panjang untuk melindungi lingkungan alami dan cara hidup masyarakatnya.

Provinsi ini ditetapkan dalam Zona Pengembangan Andaman di bawah klaster produk pariwisata strategis Thailand, yang menggarisbawahi potensi kuatnya sebagai destinasi berkelanjutan.

Hal ini semakin diperkuat pada tahun 2023 ketika Pemandian Air Panas Khlong Thom mendapatkan pengakuan dalam daftar 100 Kisah Teratas Destinasi Hijau untuk lingkungan dan iklim, sebuah penghargaan global yang menunjukkan kesiapan Krabi untuk menjadi model bagi perjalanan yang bertanggung jawab.

Thapanee Kiatphaibool, Gubernur TAT, mengatakan Krabi mewakili keseimbangan yang ingin di capai di seluruh Thailand, di mana keindahan alam dan budaya lokal dilestarikan sementara masyarakat mendapatkan manfaat dari pariwisata.

Menjadi tuan rumah Global Meaningful Travel Summit di sini menunjukkan kepada dunia bahwa pariwisata berkelanjutan bukan sekadar visi, tetapi kenyataan yang dapat dialami saat ini.

“Melalui Krabi Prototype, kami menunjukkan bahwa perjalanan berkelanjutan itu memungkinkan, praktis, dan bermanfaat bagi semua orang.” kata Thapanee Kiatphaibool

Selama pertemuan puncak tersebut, para delegasi terlibat dalam tur imersif dengan komunitas lokal termasuk Laem Sak dan Ban Nai Nang, di mana inisiatif akar rumput seperti pengelolaan limbah, kerajinan tradisional, dan pariwisata yang dipimpin masyarakat memamerkan model-model praktis keberlanjutan.

Di luar program resmi, Krabi menawarkan banyak pengalaman yang sadar lingkungan di bawah Prototipe Krabi, mulai dari tur bakau di Ban Thung Yee Peng hingga kegiatan konservasi laut di sekitar Ko Ngai.

Bersama-sama, ini mencerminkan bagaimana provinsi ini mendefinisikan ulang dampak pariwisata dengan merangkul perjalanan rendah karbon, akomodasi bersertifikat ramah lingkungan, dan praktik regeneratif.

Inisiatif Prototipe Krabi, yang dikembangkan dalam kemitraan dengan para pemangku kepentingan lokal, memposisikan provinsi ini sebagai percontohan terkemuka di Thailand untuk pariwisata yang bertanggung jawab.

TAT mempercepat operator menuju standar keberlanjutan nasional, termasuk STGs STAR, Penghargaan Pariwisata Thailand, dan CF–Hotels, sambil memajukan tolok ukur internasional seperti pengakuan Destinasi Hijau untuk Taman Nasional Mu Ko Lanta.

Hingga saat ini, Krabi memiliki 16 operator pemenang penghargaan di bawah Thailand Tourism Awards, 119 bisnis bersertifikat STAR, dan 65 CF–Hotel yang secara aktif mengurangi jejak karbon melalui energi bersih, tenaga surya, pengurangan plastik, dan sumber lokal.

Krabi juga merupakan contoh kekuatan ekonomi ganda Thailand. Selain daya tarik pariwisatanya sebagai destinasi impian, provinsi ini merupakan produsen minyak sawit terbesar kedua di negara ini dan rumah bagi karet, durian Musang King, dan kopi robusta, yang mencerminkan integrasi pertanian dan pariwisata.

Pemandangan sinematiknya terus menarik produksi global, yang terbaru adalah Jurassic World: Rebirth, yang semakin meningkatkan visibilitas internasional.

KTT tersebut memperkuat bagaimana Prototipe Krabi berkontribusi pada agenda keberlanjutan Thailand yang lebih luas. Selama dua tahun terakhir, TAT dan Tourism Cares telah memperluas Peta Perjalanan Bermakna Thailand untuk mencakup lebih dari 45 organisasi yang telah diverifikasi, banyak di antaranya dikunjungi selama KTT tersebut.

Di antara mereka, sebelas operator Krabi juga telah bergabung dengan jaringan global Tourism Cares yang terdiri dari lebih dari 160 mitra pariwisata berkelanjutan, memperluas jangkauan provinsi tersebut ke pasar internasional.

Dengan menghubungkan pencapaian Krabi dengan jaringan internasional, Thailand memperkuat posisinya di pasar-pasar utama seperti Amerika Serikat, di mana permintaan akan perjalanan yang bermakna terus meningkat.

Thapanee menyimpulkan Global Meaningful Travel Summit di Krabi lebih dari sekadar pertemuan—ini adalah sebuah tonggak sejarah. Dengan menghadirkan Prototipe Krabi ke panggung utama, acara ini telah memberikan gambaran sekilas kepada dunia tentang masa depan Thailand, di mana pariwisata melindungi sumber daya kita, memperkuat komunitas kita, dan memberikan nilai yang bermakna bagi para wisatawan.

Krabi adalah prototipe kami, dan tujuan kami adalah untuk memperluas model ini di seluruh negeri agar Thailand tetap menjadi yang terdepan dalam pariwisata berkelanjutan, tambahnya.

Pariwisata Thailand Melonjak, Turis Malaysia Habiskan Hampir 40 Juta RM Selama Libur Akhir Pekan Merdeka

this formate

BANGKOK, bisniswisata.co.id: Liburan akhir pekan Hari Merdeka dan perayaan Hari Malaysia menyuntikkan sekitar RM39 juta dalam pengeluaran ke Thailand Selatan menyusul membanjirnya turis Malaysia ke wilayah tersebut.

Dilansir dari www.travelandtourworld.com, Narathiwat, Pattani, Hatyai, dan Yala adalah beberapa penerima manfaat utama dari aktivitas ini, dengan lebih dari 75.000 pengunjung Malaysia memilih Thailand Selatan sebagai tujuan pilihan mereka.

Lonjakan pariwisata ini telah menggarisbawahi peningkatan signifikansi pariwisata lintas batas antara Malaysia dan Thailand Selatan, memicu aktivitas ekonomi dan pertukaran budaya di antara kedua perbatasan.

Dorongan Ekonomi untuk Bisnis Lokal dan Infrastruktur Pariwisata

Lonjakan tajam jumlah pengunjung selama periode Hari Merdeka memiliki dampak nyata pada bisnis lokal di wilayah tersebut. Hotel, restoran, operator tur, dan layanan transportasi semuanya mendapat manfaat dari peningkatan permintaan, dengan pemesanan akomodasi di Thailand Selatan naik secara dramatis.

Seperti yang disebutkan oleh Samuel Lee, Wakil Direktur Jenderal Pariwisata Malaysia, 60.000 kamar akomodasi dipesan di empat wilayah utama, dan hampir 90 hingga 95% dari 120.000 kamar hotel, vila, dan resor telah terisi untuk liburan Hari Malaysia pada bulan September.

Hal ini mencerminkan tren naik yang jelas dalam pemesanan pariwisata dan perhotelan yang akan terus mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut.

Meningkatkan Ekonomi Lokal dengan Belanja Pariwisata

Masuknya turis Malaysia telah berkontribusi secara signifikan terhadap ekonomi lokal di seluruh Thailand Selatan. RM39 juta yang dihabiskan selama liburan akhir pekan Hari Merdeka mencakup biaya untuk akomodasi, transportasi lokal, makanan, dan belanja, yang secara kolektif mendukung ekonomi pariwisata wilayah tersebut.

Ketika belanja pariwisata meningkat, usaha kecil lokal mendapat manfaat dari meningkatnya jumlah turis yang mengunjungi wilayah tersebut untuk atraksi budaya, alam,, dan rekreasi.

Peningkatan belanja terkait pariwisata juga meningkatkan permintaan akan barang dan jasa lokal, termasuk kerajinan tangan, souvenir, dan pengalaman otentik Thailand seperti kelas memasak tradisional atau tur budaya.

Pertumbuhan ini menciptakan situasi yang saling menguntungkan bagi sektor pariwisata dan pengusaha lokal yang ingin memperluas bisnis mereka dengan memanfaatkan masuknya pengunjung internasional.

Perluasan Konektivitas Udara dan Minat yang Tumbuh di Thailand Selatan
Pertumbuhan konektivitas udara telah memainkan peran penting dalam meningkatkan pariwisata antara Malaysia dan Thailand Selatan.

Dengan 32 penerbangan mingguan dari Korea Selatan dan Thailand serta layanan langsung Batik Air baru dari Incheon, para pelancong Korea Selatan juga dapat mengakses wilayah tersebut dengan lebih mudah, semakin meningkatkan daya tarik global Thailand Selatan sebagai tujuan pariwisata.

Penambahan rute penerbangan baru dan peningkatan frekuensi layanan yang sudah ada telah membuatnya semakin mudah diakses bagi turis dari Malaysia dan wilayah lain untuk mengunjungi kota-kota utama di Thailand Selatan.

Konektivitas yang diperluas ini akan terus mendorong pertumbuhan pariwisata, karena turis merasa lebih mudah untuk bepergian ke Hatyai, Pattani, dan Narathiwat untuk liburan jangka pendek atau liburan akhir pekan.

Peran yang Tumbuh dari Thailand Selatan dalam Pariwisata ASEAN

Pertumbuhan pariwisata Thailand Selatan adalah bagian dari tren yang lebih luas dalam pariwisata ASEAN, karena wilayah ini semakin menjadi pusat untuk perjalanan internasional.

Dengan kedekatannya dengan Malaysia dan Singapura, Thailand Selatan memiliki posisi unik untuk menarik para pelancong ASEAN yang mencari pengalaman budaya, ekowisata, dan kegiatan rekreasi mewah.

Karena pariwisata lintas batas antara Thailand dan Malaysia terus berkembang, kedua negara mendapat manfaat dari kolaborasi pariwisata yang ditingkatkan yang menyoroti ikatan budaya dan keindahan alam bersama mereka.

Thailand Selatan, dengan budayanya yang kaya dan lanskap alamnya, memiliki potensi untuk terus memainkan peran sentral dalam pengembangan pariwisata regional.

Dampak Ekowisata dan Budaya di Thailand Selatan

Peningkatan turis Malaysia yang mengunjungi Thailand Selatan juga berkontribusi pada pertumbuhan ekowisata dan pariwisata budaya. Wilayah seperti Pattani dan Narathiwat adalah rumah bagi warisan budaya yang kaya, kuil-kuil kuno, dan taman alam yang subur, menawarkan pengunjung kesempatan untuk menjelajahi keanekaragaman budaya dan keindahan alam Thailand.

Kegiatan seperti mengunjungi kuil-kuil Buddha, menjelajahi taman nasional, dan berpartisipasi dalam acara budaya lokal menarik turis yang mencari pengalaman yang lebih dalam dan lebih otentik.

Selain itu, ekowisata mendapatkan momentum, dengan turis mengunjungi resor ramah lingkungan, terlibat dalam safari satwa liar, dan menjelajahi cagar alam di Thailand Selatan.

Komitmen wilayah ini terhadap pariwisata berkelanjutan memastikan bahwa pengunjung dapat menikmati kekayaan alamnya sambil mendukung perlindungan dan pelestarian lingkungan ini.

Pemangku Kepentingan Pariwisata Melihat ke Masa Depan: Pertumbuhan Berkelanjutan di Thailand Selatan

Jumlah turis yang mengunjungi Thailand Selatan terus meningkat, para pemangku kepentingan berfokus pada pengembangan jangka panjang dan keberlanjutan.

Sektor pariwisata di Thailand Selatan akan terus berkembang karena operator tour, badan pemerintah, dan bisnis lokal bekerja sama untuk meningkatkan infrastruktur dan layanan pariwisata.

Kolaborasi berkelanjutan antara Otoritas Pariwisata Thailand dan pemangku kepentingan lokal akan memastikan bahwa Thailand Selatan tetap menjadi tujuan pariwisata yang menarik dan berkelanjutan.

Selain itu, inisiatif pariwisata berbasis masyarakat, yang melibatkan penduduk lokal dalam pengalaman pariwisata, membantu memastikan bahwa pertumbuhan pariwisata menguntungkan komunitas lokal dan mendukung pembangunan ekonomi.

Dengan terus merangkul pariwisata budaya dan ekowisata, Thailand Selatan akan terus menjadi pemain utama dalam pariwisata ASEAN di tahun-tahun mendatang.

Masa Depan Pariwisata Thailand Selatan yang Cerah

Lonjakan turis Malaysia ke Thailand Selatan telah menunjukkan potensi besar wilayah ini untuk pembangunan ekonomi melalui pariwisata.

Dengan konektivitas udara yang berkembang dan pembentukan tujuan wisata baru, Thailand Selatan berada di jalur yang tepat untuk menikmati kesuksesan berkelanjutan sebagai pusat utama pariwisata.

Jaminan wilayah ini akan pariwisata berkelanjutan ditambah dengan warisan budaya yang kaya menjadikannya tujuan yang sempurna untuk turis dari seluruh dunia, terutama dari Malaysia dan negara-negara lain di kawasan ASEAN.

Dengan investasi lebih lanjut dalam infrastruktur pariwisata dan pemasaran, Thailand Selatan akan menjadi tujuan elit untuk pariwisata internasional.

Taiwan Pertahankan Peringkat Teratas sebagai Destinasi Rekreasi di Asia dan Pilihan Populer di Kalangan Warga Brunei

this formate

BANDAR SERI BEGAWAN, bisniswisata.co.id: Taiwan sekali lagi diakui secara internasional sebagai tujuan rekreasi terkemuka di Asia, kata direktur Kantor Administrasi Pariwisata Taiwan di Kuala Lumpur (KL), Abe Chou.

Dilansir dari www.thestar.com.my, Choui berharap Taiwan menjadi tujuan pengalaman budaya luar negeri yang paling disukai bagi warga Brunei, tidak hanya sebagai tempat bepergian, tetapi juga sebagai jembatan untuk hubungan antarindividu yang lebih dalam.

Ia mengatakan hal ini pada acara Sabre Brunei Travel Fair 2025 di Bridex Hall pada hari Sabtu (13 September) sehubungan dengan kampanye “Salam Taiwan”.

Dengan kampanye tersebut, mereka menyapa warga Brunei dengan ‘Salam’ dan tetap berkomitmen menjadikan Taiwan sebagai pusat halal yang ramah dengan terus meningkatkan fasilitas dan layanan mereka, bertujuan untuk memastikan setiap pengunjung Muslim merasa seperti di rumah di Taiwan, tambahnya.

Kantor Administrasi Pariwisata Taiwan KL menyambut warga Brunei untuk memilih Taiwan sebagai tujuan liburan mereka berikutnya, menawarkan pariwisata yang nyaman dengan pembebasan visa untuk para pelancong Brunei hingga 31 Juli 2026.

Kampanye ini menyoroti lingkungan Taiwan yang ramah Muslim dan mempromosikan tren perjalanan ramah lingkungan dengan menampilkan Kereta Hutan Alishan di Chiayi, keindahan alam Kaohsiung, dan warisan budaya di Kinmen, memberikan pengunjung Brunei kesempatan untuk mengalami pengalaman budaya dan ketenangan yang unik dan luas di Taiwan.

Pada tahun 2024, Kantor Administrasi Pariwisata Taiwan KL mencatat kedatangan turis Brunei sebanyak 3.735 turis – peningkatan positif dibandingkan tahun 2023.

Kedatangan turis Brunei mencatat peningkatan 4,59%, dengan 82% untuk tujuan rekreasi dan liburan. Tren menunjukkan bahwa pengunjung Muslim yang lebih muda menyukai destinasi yang memberi mereka pengalaman keseluruhan terbaik, mulai dari belanja dan makanan hingga taman hiburan, aktivitas luar ruangan yang menarik, dan pemandangan yang indah.

Pencapaian signifikan Taiwan dalam menciptakan lingkungan pariwisata yang ramah Muslim, seperti makanan halal dan sertifikasi, dipimpin oleh kampanye promosi “Salam Taiwan” dalam beberapa tahun terakhir.

Dengan ketersediaan fasilitas shalat yang luas, kinerja luar biasa dalam peringkat internasional, serta pengalaman yang beragam dan integrasi budaya, upaya ini tidak hanya meningkatkan kenyamanan bagi para pelancong Muslim di Taiwan, tetapi juga secara bertahap membangun citra Taiwan sebagai tujuan perjalanan ramah Muslim yang sedang naik daun di Asia.

Menurut Mastercard-Crescent Rating Global Muslim Travel Index (GMTI) 2025, Taiwan menduduki peringkat keempat di antara tujuan non-OKI, mencerminkan pengakuan internasional atas upaya Taiwan dalam membangun lingkungan perjalanan yang aman, beragam, dan ramah.

Taiwan sekali lagi dinobatkan sebagai ‘Destinasi Rekreasi Terbaik di Asia’ oleh majalah Global Traveler (AS) pada bulan Mei tahun ini, sementara otoritas budaya Inggris Time Out menempatkan Taiwan di peringkat keempat dalam daftar ‘Tempat Terbaik untuk Dikunjungi di Asia 2025’, menegaskan daya tarik pariwisata Taiwan yang abadi.

Permintaan pasar juga menunjukkan diversifikasi, dengan permintaan untuk free independent travel (FIT), pengalaman mendalam, dan tur bertema terus meningkat. Pengalaman layanan yang dipersonalisasi, disesuaikan, dan didigitalisasi akan lebih penting bagi para pelancong di masa depan.

Mencatat permintaan untuk Free Individual Ttaveler ( FIT), kartu SIM Taiwan gratis untuk setiap tiket pesawat ke Taiwan ditawarkan di pameran perjalanan oleh Pariwisata Taiwan.

Para pelancong yang membeli paket tur Taiwan berhak untuk menukarkan tas perjalanan lipat. Administrasi Pariwisata Taiwan terus mengintensifkan upaya untuk menarik pengunjung internasional.

Termasuk memperluas undian ‘Taiwan – The Lucky Land’ dengan hadiah dan gift tambahan untuk secara aktif menyambut pengunjung dari seluruh dunia. – Borneo Bulletin/ANN

Kolaborasi Ilmiah Internasional! Mengupas Jejak Pemikiran Prof. Malik Badri Menembus Zaman

this formate

Dr. Fatimah Abdullah & Dr. (H.C) Ary Ginanjar ( tengah) membahas Jejak Pemikiran Prof. Malik Badri Menembus Zaman ( foto: Esqnews.id)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: – Psikologi modern saat ini menghadapi tantangan besar yaitu bagaimana menjawab kebutuhan manusia yang tak hanya jasmani dan emosi, tetapi juga ruhani. Dalam semangat menjawab tantangan tersebut, Universitas Ary Ginanjar (UAG) menyelenggarakan sebuah General Lecture bertajuk “Mengupas Psikologi Islam dalam Perspektif Alm. Prof. Malik Badri & Psikologi ESQ.”

Sebuah momen penuh makna sukses digelar dengan menghadirkan dua sosok berpengaruh di bidang psikologi Islam dan pengembangan karakter berbasis spiritual.
Acara yang berlangsung pada tanggal 15 September 2025 secara hybrid di Auditorium Lt.18 Menara 165 dan platform Zoom ini menghadirkan narasumber utama yakni Dr. Fatimah Binti Abdullah

Mantan Associate Professor di International Islamic University Malaysia (IIUM) ini seorang akademisi yang telah berkarya lintas negara dari Malaysia, Turki, hingga Sudan serta istri dari mendiang Prof. Malik Badri, Bapak Psikologi Islam Modern. Turut hadir pula Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian, Founder Universitas Ary Ginanjar (UAG) sekaligus pencetus Psikologi ESQ, sebuah pendekatan revolusioner yang menyelaraskan kecerdasan intelektual (IQ), emosional (EQ), dan spiritual (SQ).

Acara ini dihadiri peserta dari berbagai kalangan: mahasiswa, akademisi, praktisi psikologi, hingga tokoh-tokoh HIMPSI. Sesi ini dimoderatori oleh psikolog senior Hanna Djumhana Bastaman, Dewan Ahli Jurusan Psikologi ESQ UAG, menuntun jalannya diskusi dengan mendalam dan hangat.

Membumikan Warisan Prof. Malik Badri – Sang Bapak Psikologi Islam Modern
Dalam pemaparannya, Dr. Fatimah mengajak para peserta menyelami pemikiran monumental dari almarhum suaminya, Prof. Malik Badri (1932–2021), yang menggugah kesadaran dunia akademik Muslim melalui karya legendarisnya The Dilemma of Muslim Psychologists.

“Prof. Malik Badri menekankan bahwa psikologi Islam tidak akan pernah lengkap tanpa keberadaan agama, ketuhanan, dan spiritualitas. Itulah kritik fundamental beliau terhadap psikologi Barat yang terlalu sekuler,” tutur Dr. Fatimah.

Beliau juga menegaskan bahwa warisan pemikiran Prof. Malik sangat relevan untuk menjawab tantangan masa kini, terutama ketika krisis mental dan degradasi nilai kemanusiaan semakin meluas. “Keperluan kepada islamization of psychology itu berturusan,” ujarnya tegas.

Sinergi Psikologi Islam dan ESQ
Lebih jauh, Dr. Fatimah memberikan apresiasi terhadap pendekatan Psikologi ESQ, yang menurutnya memiliki garis pemikiran selaras dengan visi Prof. Malik Badri.

“Saya sudah mengenal ESQ sejak tahun 2009. Psikologi ESQ ini sangat bertepatan dengan pendekatan Prof. Malik Badri karena sama-sama menekankan konsep tauhid, fitrah, dan integrasi spiritual dalam memahami manusia,” jelasnya.

Dr. Fatimah menambahkan bahwa keseimbangan antara kecerdasan intelektual (IQ), kecerdasan emosional (EQ), dan kecerdasan spiritual (SQ) merupakan fondasi penting untuk membangun kepribadian yang utuh dan berdaya tahan dalam menghadapi tantangan zaman.

“Tanpa keseimbangan ini, tidak akan ada kelangsungan hidup yang sehat, baik bagi individu maupun masyarakat. Ini bukan hanya untuk Muslim, tapi untuk seluruh umat manusia,” ungkapnya penuh semangat.

Dr. Fatimah menutup sesi dengan pesan menyentuh: “Saya sangat berterima kasih kepada ESQ, kepada Bapak Ary Ginanjar. Semoga Universitas Ary Ginanjar terus menjadi pelopor dalam membawa visi mulia ini, bukan hanya untuk Indonesia dan Malaysia, tapi juga untuk kemanusiaan di seluruh dunia.”

Psikologi ESQ: Pilar Pendidikan Karakter Masa Depan.

Sementara itu, Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian dalam sesi reflektifnya menegaskan bahwa Psikologi ESQ bukan sekadar teori, melainkan telah menjadi gerakan pembangunan karakter yang nyata. Melalui Universitas Ary Ginanjar (UAG University of Life), beliau ingin melahirkan generasi unggul yang mampu menyeimbangkan akal, rasa, dan jiwa.

“Kita ingin membentuk generasi yang tak hanya cerdas secara intelektual, tapi juga kuat secara emosional dan bersih secara spiritual. Itulah makna sejati dari Psikologi ESQ,” tegas Ary Ginanjar.

Ary Ginanjar memaparkan filosofi ESQ yang menembus tiga lapisan manusia: intelektual, emosional, dan spiritual. Menurutnya, banyak pendekatan psikologi saat ini terjebak pada teknik “outside-in” mencari penyembuhan dari luar ke dalam.

Padahal, katanya, “pengobatan sejati adalah inside-out, dari dalam ke luar. Karena ketika hati sudah dipenuhi cahaya illahiah, maka hitamnya luka emosional akan larut oleh cahaya tersebut, tambahnya.

Sebelum itu, Ary Ginanjar mengungkapkan pertemuan tak terduganya dengan Dr. Fatimah beberapa bulan sebelumnya di Malaysia. “Seperti mimpi bisa menghadirkan beliau ke Menara 165,” ujarnya, disambut tepuk tangan meriah peserta.

Dengan penuh semangat, Ary menceritakan kegelisahan intelektualnya terhadap fragmentasi pendekatan psikologi yang tak menyentuh aspek spiritual terdalam manusia. “Saya membaca psikologi Barat, tapi saya menangis. No soul. No God,” kenangnya.

Melalui Psikologi ESQ, Ary memperkenalkan pendekatan Tauhid yang mengintegrasikan IQ, EQ, dan SQ dalam kerangka spiritual Islam. “Tauhid bukan sekadar kalimat, tapi prinsip pengintegrasian segala aspek manusia dalam satu kesatuan ilahiah,” tegasnya.

Dalam penjelasannya, Ary juga menyinggung berbagai aliran besar psikologi modern dari behaviorisme ala Pavlov, psikoanalisa Freud, humanistik Maslow, hingga transpersonal Ken Wilber.

“Mereka semua mendekati titik spiritual, tapi belum sampai. Masih berhenti di tenggorokan,” ujarnya dengan analogi khas yang menyentuh.

“Maslow hampir sampai, tapi belum masuk tauhid. Frankl bicara tentang makna, tapi belum jelas meaning dari mana,” tambahnya. Ia menyebut bahwa kekosongan itulah yang coba diisi oleh Psikologi ESQ dan juga menjadi misi utama almarhum Prof. Malik Badri.

Sebagai informasi, Psikologi Universitas Ary Ginanjar menghadirkan program studi sarjana S1 Psikologi “Personal & Organizational Psychology” yang dapat memahami manusia dan cara meningkatkan kapasitas diri melalui coaching, hypnotherapy, dan NLP, sekaligus mempersiapkan lulusan menjadi profesional SDM yang menciptakan lingkungan kerja yang happy, healthy, and wealthy.

Dalam ESQ, psikologi dipandang seperti lapisan: Biopsikologi (dasar biologis perilaku), Kognitif (proses berpikir dan memahami), Behaviorisme (perilaku dibentuk lingkungan), Psikoanalisis (alam bawah sadar, emosi, trauma), Humanistik (potensi diri hingga self-actualization), Logoterapi (pencarian makna hidup).

Psikologi ESQ adalah pendekatan dalam psikologi yang mengintegrasikan kecerdasan intelektual (IQ), kecerdasan emosional (EQ), dan kecerdasan spiritual (SQ) untuk membentuk manusia yang utuh cerdas secara kognitif, matang secara emosional, dan memiliki tujuan hidup yang bermakna.

Konsep ini menekankan keseimbangan antara logika, emosi, dan nilai spiritual sehingga manusia tidak hanya mampu berpikir kritis dan mengelola relasi sosial, tetapi juga menemukan makna, arah, dan integritas dalam hidupnya.

Dengan demikian, Psikologi ESQ berfokus pada transformasi diri melalui internalisasi nilai-nilai moral dan spiritual agar individu mampu menghadapi tantangan hidup sekaligus memberi kontribusi positif bagi lingkungannya.

Maka, puncak psikologi sejati adalah menghubungkan pengembangan diri dengan sumber nilai ilahi, sehingga manusia hidup penuh makna dan memberi manfaat.

“Landasan psikologi ESQ adalah spiritualitas yang terarah, bukan sekadar transpersonal atau humanistik. Ini tentang kesadaran akan Tuhan, bukan hanya kesadaran diri,” ujar Ary Ginanjar.

Psikologi ESQ, lanjutnya, mengembangkan kerangka antropo-religious centris sebuah pendekatan yang menempatkan manusia bukan hanya sebagai pusat hubungan (relational being).

Tetapi sebagai makhluk yang berikatan kuat dengan Tuhan (religious being). Hal ini menjawab kekosongan dalam psikologi Barat yang cenderung mengusung pandangan antroposentris.

Ary juga membagikan pengalaman pribadi mendalam saat menangani seorang psikolog yang hampir kehilangan arah, hingga pasien kanker stadium lanjut yang menemukan ketenangan spiritual sebelum akhir hayatnya.

“Ketika konsep ESQ dipraktikkan dengan pendekatan coaching 3.0, dampaknya sangat besar. Saya sendiri terperanjat melihat perubahan yang terjadi,” ungkapnya.

Sesi testimoni dari para coach ESQ dan praktisi terapi spiritual makin menguatkan bukti bahwa pendekatan psikologi yang berbasis pada tauhid, nilai, dan makna (purpose-driven) memberikan efek transformatif yang nyata.

Salah satunya datang dari Dr. Ida Widayanti, yang telah membantu banyak klien termasuk mereka yang sudah lama ditangani oleh psikolog atau psikiater melalui pendekatan coaching spiritual berbasis ESQ.

Ia menceritakan kisah-kisah nyata: dari pasien yang sudah self-harm, ingin bercerai, hingga mereka yang ingin bunuh diri semua menemukan titik baliknya dalam proses spiritual coaching. “Yang saya lihat, bukan hanya logikanya yang disentuh, tapi hatinya dihidupkan. Inilah psikologi yang menyentuh fitrah,” ujarnya.

Menutup sambutannya, Ary Ginanjar menegaskan bahwa Menara 165 adalah manifestasi fisik dari pemikiran Prof. Badri: “Di tempat ini, masjid berada di puncak, sementara sains, bisnis, dan manajemen di bawahnya. Karena puncak tertinggi dari ilmu adalah penghambaan,” katanya disambut takbir hadirin.

Ia juga mengumumkan akan dibukanya ruang khusus di perpustakaan UAG yang akan dinamai sebagai Pojok Prof. Malik Badri, sebagai bentuk penghormatan dan rujukan intelektual bagi generasi muda psikolog Muslim.

General Lecture ini menjadi tonggak penting dalam misi UAG University dan ESQ untuk mendorong munculnya grand theory baru dalam psikologi: sebuah pendekatan menyeluruh yang tidak lagi memisahkan antara aspek fisik, intelektual, emosional, dan spiritual.

Sebagaimana harapan Ary Ginanjar, “Semoga mahasiswa-mahasiswa UAG akan menjadi Malik Badri kedua, yang membawa pemikiran ini ke seluruh dunia.”

Kemudian Hanna Djumhana menyampaikan bagaimana pendekatan ESQ Psychology mencakup dimensi-dimensi psikologi klasik hingga kontemporer: Psychoanalysis dengan dimensi conscious, preconscious, dan unconscious.

Behaviorism dengan ranah kognisi, afeksi, konasi, hingga psikomotor. Humanistik dan Transpersonal Psychology. Dan yang paling unik: dimensi suprasadar, sebagai wadah kesadaran spiritual.

“Bangunan psikologi ESQ mencakup semuanya, dari raga, jiwa, hingga ruh. Tapi pertanyaan pentingnya: bagaimana ketiganya bisa terhubung dengan Tuhan?” tanya Hanna dengan penuh refleksi.

Ia menambahkan bahwa pendekatan ini bukan hanya teori, tetapi juga praktis. Bahkan untuk mahasiswa S1 sekalipun, ESQ Psychology menawarkan perangkat yang dapat digunakan untuk counseling dan terapi berbasis nilai spiritual, sesuatu yang jarang ditawarkan dalam kurikulum psikologi umum.

General Lecture ini menjadi momentum penting dalam membangun kesadaran baru tentang pentingnya paradigma psikologi Islami yang utuh dan holistik.

Pendekatan ini tidak hanya membangun karakter manusia yang seimbang, tetapi juga menghubungkannya dengan realitas tertinggi: Sang Pencipta.

Hanna Djumhana menyampaikan dengan penuh semangat,“Kita ubah moto psikologi bukan lagi ‘psikologi untuk Anda’, tetapi ‘psikologi yang diuji pada diri sendiri, lalu ditawarkan untuk orang lain’. Ini yang membedakan ESQ Psychology: menyejukkan, menyelamatkan, dan efisien.”

Acara ini menjadi ruang bertemunya dua kutub penting: pemikiran klasik-kontemporer dari Prof. Malik Badri dan pendekatan praktis-transformasional dari Psikologi ESQ.

Keduanya berbeda generasi namun menyatu dalam semangat yang sama, memiliki satu nafas perjuangan: menghadirkan psikologi yang humanistik, spiritual, dan holistik.

Tentang Psikologi ESQ

Dalam pembelajarannya, mahasiswa UAG mendalami aspek-aspek psikologis, sosial, dan biologis yang berkaitan dengan kesehatan mental. Mahasiswa yang memilih peminatan ini akan mempelajari berbagai teori, konsep, serta keterampilan praktis untuk menganalisis, memahami, dan menangani isu-isu kesehatan mental pada individu maupun kelompok.

Mahasiswa juga mempelajari pengembangan individu dan dinamika organisasi untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan kerja.

Fokusnya mencakup pengelolaan sumber daya manusia, kepemimpinan, motivasi, budaya organisasi, serta intervensi psikologis untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan efektif.

Mahasiswa dibekali dengan keterampilan asesmen, pelatihan, dan pengembangan karir untuk mendukung pertumbuhan individu dan organisasi.

Lulusan program studi Psikologi ini akan mendapatkan gelar akademik Sarjana Psikologi (S.Psi) dan gelar non akademik sebagai Certified 3.0 Coach by BNSP, Certified Hypnotherapist by BNSP, Certified NLP, Certified Corporate Culture Specialist (CCS) by BNSP, dan Certified Public Speaking.