DESTINASI ENTREPRENEUR HOSPITALITY HOTEL INTERNATIONAL

Investasi Hotel Asia-Pasifik Turun 23% di Semester I 2025, Namun Thailand Tetap Menonjol

BANGKOK, bisniswisata.co.id: Volume transaksi pasar investasi hotel Asia-Pasifik turun menjadi US $4,7 miliar pada paruh pertama tahun 2025, turun sekitar 23% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, menurut laporan konsultan real estat JLL.

Dilansir dari www.nationthailand.com, penurunan ini mencerminkan pendekatan investasi yang lebih hati-hati di tengah meningkatnya ketidakpastian makroekonomi dan kebijakan global.

Jepang memimpin kawasan dengan nilai transaksi tertinggi sebesar US$1.500 juta, diikuti oleh Tiongkok (US$744 juta), Australia ($664 juta), Singapura (US$546 juta), dan Korea Selatan (US$504 juta).

Kelima pasar ini secara keseluruhan menyumbang lebih dari 84% dari seluruh transaksi di kawasan ini. Di sisi lain, Thailand menonjol dengan nilai investasi sebesar US$301 juta (sekitar 9.800 juta baht), yang terutama didorong oleh investor domestik.

JLL memproyeksikan investasi di negara ini akan meningkat, berpotensi mencapai $650 juta pada akhir tahun. Analisnya mengaitkan perlambatan ini dengan semakin lebarnya kesenjangan antara ekspektasi harga pembeli dan penjual.

Meskipun penjual tetap teguh pada harga yang diminta, pembeli telah memperpanjang periode uji tuntas mereka. Meskipun demikian, laporan tersebut menyoroti pemulihan kepercayaan secara umum di sektor perhotelan.

Kelompok investor baru, termasuk perusahaan ekuitas swasta dan individu berpenghasilan tinggi (HNWI), menjadi lebih aktif. Modal dari HNWI, khususnya, mengalami peningkatan signifikan sebesar 54% year-on-year dalam enam bulan pertama tahun ini.

Pimpanga Yomchinda, Wakil Presiden Eksekutif Penjualan Investasi JLL untuk Asia-Pasifik, berkomentar bahwa pasar Thailand tetap sangat likuid dan menarik, dengan Bangkok terus memimpin dengan transaksi terbesar.

Evan Maulana