Bali, bisniswisata.co.id—Pada 19 September 2025, musisi dan terapis suara Shervin Boloorian meluncurkan singel terbarunya berjudul My Free Heart. Lagu ini lahir dari pergulatan pribadi dan sejarah panjang konflik di tanah kelahirannya, Iran. Dinyanyikan dalam dua bahasa—Inggris dan Persia—My Free Heart bukan sekadar karya musik, tetapi juga sebuah protes damai terhadap gelombang kekerasan yang baru-baru ini melanda Iran, serta sebuah doa bagi terciptanya gencatan senjata yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.
Dari Pengungsi ke Panggung Dunia
Shervin bukan sosok baru dalam mengangkat isu-isu kemanusiaan melalui musik. Lahir dari latar belakang pengungsian akibat konflik politik di Iran, ia pernah berkarier di Washington DC sebagai penasihat kebijakan AS-Iran. Namun hampir dua dekade lalu, ia meninggalkan jalur politik formal dan memilih musik sebagai sarana penyembuhan, komunikasi, sekaligus advokasi.
Bagi Shervin, musik adalah ruang aman yang menyembuhkan luka sekaligus jembatan yang menyatukan perbedaan. Melalui suara, ia menemukan cara baru untuk menyuarakan identitas, pengalaman, dan harapan. Jejak perjalanannya di dunia musik akhirnya membawanya meraih pengakuan internasional, termasuk penghargaan Global Peace Song Awards dan posisi penting di berbagai festival musik holistik.

Lagu dengan Dua Wajah: Protes dan Penghormatan
My Free Heart lahir dari pengalaman personal dan kolektif. Liriknya menggambarkan kerinduan pada kebebasan, keberanian untuk melawan ketidakadilan, serta penghormatan bagi mereka yang telah berkorban akibat konflik berkepanjangan. Lagu ini hadir di tengah serangan militer terbaru di Iran, yang oleh Shervin dipandang sebagai simbol siklus kekerasan tanpa akhir di kawasan tersebut.
Dengan menyanyikan lagu ini dalam bahasa Inggris dan Persia, Shervin menegaskan identitas lintas budayanya. Ia ingin pesannya dapat dirasakan audiens global sekaligus tetap dekat dengan komunitas asalnya. Pendekatan dua bahasa ini menjadikan My Free Heart bukan hanya sebuah karya seni, melainkan juga jembatan kultural dan emosional.
Kolaborasi Lintas Batas
Secara musikal, My Free Heart menampilkan kolaborasi internasional yang memperkuat pesan persatuan. Lagu ini diproduseri oleh Kipper Eldridge, produser peraih Grammy dan Emmy yang juga dikenal lewat karyanya bersama Sting. Eldridge tidak hanya memproduksi, tetapi juga turut memainkan instrumen keyboard serta menangani mixing.
Nama-nama besar lain ikut terlibat, seperti Carl Young, bassis dari band Spearhead, dan Sakari Heikka, multi-instrumentalis dengan latar belakang musik klasik yang turut memainkan viola dan shakuhachi. Kehadiran para musisi dari berbagai belahan dunia ini merefleksikan semangat lintas batas yang diusung oleh Shervin—musik sebagai medium pertemuan budaya dan solidaritas manusia.
Selain itu, video musik My Free Heart menyajikan visual yang kuat: potongan kehidupan masyarakat Iran, perpaduan seni puisi, dan karya visual dari Dr. Hardini Dyah Astuti, seorang penyair dan model. Dengan cara ini, My Free Heart tidak hanya terdengar, tetapi juga terlihat sebagai kesaksian tentang ketahanan, keindahan, dan kekayaan budaya yang kerap terpinggirkan oleh sanksi dan stereotip.

Bagian dari Album Unbroken
Singel ini akan menjadi bagian dari album terbaru Shervin berjudul Unbroken. Seperti judulnya, album ini menghadirkan kisah tentang daya tahan dan semangat manusia menghadapi kekejaman perang, ancaman, dan pengasingan. Melalui Unbroken, Shervin ingin menawarkan penghiburan, sekaligus mengingatkan dunia tentang pentingnya empati dan perdamaian di tengah gejolak global.
Musik Sebagai Jalan Damai
Di tengah konflik yang terus membara di Timur Tengah, My Free Heart berdiri sebagai seruan damai yang tulus. Lagu ini menolak menyerah pada narasi kebencian, dan justru mengangkat tema ketahanan, harapan, serta cinta. Dengan memadukan pengalaman pribadi sebagai penyintas konflik, kolaborasi artistik lintas negara, serta kekuatan musik penyembuhan, Shervin Boloorian kembali menunjukkan bahwa seni dapat menjadi alat perlawanan yang indah sekaligus jembatan bagi kemanusiaan.
Bagi Shervin, perjalanan dari seorang pengungsi hingga menjadi musisi dunia adalah bukti nyata bahwa luka dapat berubah menjadi sumber kekuatan. Melalui My Free Heart, ia mengajak dunia untuk ikut mendengarkan—bukan hanya nada dan kata, tetapi juga seruan hati yang bebas, berani, dan penuh cinta.











