Okupansi Kamar Hotel Ambles, Pariwisata Kena Imbasnya

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Bulan Desember tersisa kurang dari 17 hari lagi dan musim liburan segera tiba. Biasanya di akhir tahun, jumlah wisatawan membludak dan sektor pariwisata terdongkrak. Sayangnya, kenaikan okupansi tingkat hunian kamar hotel akhir tahun nampaknya tak bisa mengatrol akibat merosotnya hunian hotel sepanjang 2019. Dampaknya, diperkirakan akan sulit untuk mencapai target kunjungan wisatawan yang ditetapkan pemerintah.

Dalam setahun setidaknya ada tiga kali lonjakan kunjungan wisatawan terutama wisatawan asing ke Indonesia. Lonjakan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) terjadi biasanya di bulan Maret, periode Juli atau Agustus dan akhir tahun. Tahun 2019, pemerintah menargetkan dapat mendatangkan 18 juta wisman. Namun sejak 2016, target kunjungan wisman tak pernah tercapai. Rata-rata capaian kunjungan wisman sejak 2016-2018 hanya 94%.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat hingga Oktober 2019, total kunjungan wisman mencapai 13,7 juta pengunjung atau baru 76% dari target. Rasanya susah untuk mengejar target di sisa dua bulan terakhir tahun ini.

Dilansir laman CNBC Indonesia, Sabtu (14/12/2019) mengestimasi kunjungan wisman bulan November dan Desember berdasarkan median kunjungan bulan tersebut dalam kurun waktu lima tahun terakhir serta mempertimbangkan aspek musiman. Diestimasi kemungkinan akan ada tambahan wisman sebanyak 2,81 juta pengunjung atau naik 9,8% dibanding 2018. Dengan jumlah ini, capaian untuk tahun ini hanya bisa mencapai 93%.

Namun jika ditinjau dari pemasukan atau devisa negara pada tahun 2014 capaiannya hanya 89%. Tahun 2015 dan 2016 capaiannya melampaui target. Yang unik tahun 2016, ketika kunjungan wisman hanya 64% tetapi kontribusi devisanya mencapai US$ 13,5 miliar atau melampaui target sebesar 104%

Jika dilihat dari tingkat okupansi kamar di hotel berbintang tahun ini selalu lebih rendah dibanding tahun lalu kecuali pada bulan Juni. Padahal Secara rata-rata kunjungan tiap bulan untuk tahun 2019 masih lebih tinggi dibanding tahun lalu.

Kenapa Pariwisata Indonesia Lesu? Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani mengatakan tren sudah terlihat dari menurunnya angka okupansi hotel di Indonesia. “Tahun lalu 54-55%, sekarang 52-53%,” katanya pada konferensi pers outlook perekonomian Apindo di Jakarta, Selasa (10/12).

Ada beberapa kota yang terguncang akibat menurunnya okupansi hotel ini. Di antaranya Jayapura, Ambon, Makassar sedang mengalami penurunan. Hariyadi mengatakan banyak kota di luar Jawa juga yang okupansi hotelnya mengalami penurunan, terkecuali Sumbar. “Jawa yang masih stabil, Jakarta. Jogja turun juga. Overall yang stabil hanya Jakarta dan Sumbar. Bali juga turun,” katanya.

Menurunnya angka okupansi hotel disebabkan karena menurunnya jumlah wisatawan, baik domestik maupun luar negeri. Jika dirunut lebih panjang, mahalnya harga tiket pesawat juga dinilai sebagai penyebab turunnya okupansi.

Selain itu, maraknya model bisnis baru di industri hospitality yang menekankan pada sharing economy dan pemanfaatan teknologi digital telah mengubah perilaku wisatawan. Merebaknya hotel-hotel budget yang menawarkan berbagai pengalaman menginap bisa jadi salah satu penyebab kenapa tingkat okupansi kamar di hotel berbintang turun.

Namun untuk masalah target wisatawan terutama wisman yang terus gagal tercapai sejak 2016 benar-benar dicari tahu penyebabnya. Ada berbagai kemungkinan penyebab. Bisa saja target yang memang tidak realistis.

Kedua bisa juga karena kondisi ekonomi global yang melambat seperti sekarang ini sehingga berdampak pada sektor pariwisata. Namun untuk memastikan hal ini, perlu adanya tinjauan komprehensif terhadap sektor pariwisata global. Apakah memang trennya turun atau tidak.

Apabila trennya secara global menurun bisa jadi akibat perlambatan ekonomi. Namun apabila tidak maka ada alasan lain yang harus diidentifikasi seperti apakah ada destinasi lain yang lebih menarik daripada Indonesia bagi wisatawan domestik maupun wisatawan lokal.

Jika hal itu yang terjadi maka jelas harus segera diatasi. Pasalnya sumbangsih sektor pariwisata untuk devisa tak kecil. Tercatat tahun lalu saja sumbangsihnya mencapai US$ 16.1 miliar atau setara dengan Rp 224,4 triliun dengan asumsi kurs Rp 14.000/US$. (*)

Keren, Konsep Wisata Kapal Pesiar bakal Bisa Menyelam

this formate

ROMA. bisniswisata.co.id: Mobil bisa berubah menjadi kapal selam, muncul dalam film James Bond dengan judul film “The Spy Who Loved Me” yang dirilis tahun 1977. Mobil yang bisa menyelam, kini dikembangkan beberapa perusahaan teknologi. Tapi bagaimana dengan kapal pesiar yang bisa menyelam?

Masa depan superyachts diprediksi bakal dilengkapi kemampuan sub-akuatik. Kebisaan kapal pesiar menyelam ini sangat dimimpikan arsitek galangan kapal perang Fincantier berbasis di Italia, Elena Nappi. Mereka mengangankan kapal hibrida yang dapat melakukan perjalanan di permukaan laut dan di bawah air.

Dinukil laman CNN Travel, Sabtu (14/12/2019) Carapace (Karapas), mampu menyelam hingga kedalaman 985 kaki selama 10 hari dalam satu waktu. Kapal pesiar ini dalam mode sub-akuatik ingin menawarkan pemandangan wisata bawah laut yang menakjubkan bagi penumpangnya.

Nappi, yang datang dengan konsep inovatif setelah bertahun-tahun melakukan penelitian eksperimen bahari, mengatakan konsep ini mewakili “kelas baru kapal pesiar besar,” menyatukan kenyamanan kapal pesiar mewah dan “privasi” navigasi penyelaman. “Dunia kapal selam mewah adalah salah satu perbatasan terakhir di bidang eksperimen, dan mungkin hibrida akan menjadi bahasa masa depan,” kata Nappi dalam sebuah pernyataan.

Menurutnya, ia sudah sering mendengar para pemilik kapal pesiar mencari solusi, agar dapat menawarkan kepada para kolega dan keluarga mereka sesuatu yang istimewa, “Dan tentunya pelayaran selam jenis ini, adalah sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya pada pasar superyacht,” ujarnya.

Carapace, didukung diesel-listrik dan sistem sel bahan bakar, dirancang dengan superstruktur aluminium ringan yang berukuran panjang 256 kaki. Kapal pesiar ini direncanakan menampung tiga tingkat dek, dengan kabin VIP, lounge, spa, bar, dan klub kebugaran serta masih banyak lagi fasilitas untuk bersenang-senang.

Fasilitas lainnya juga bisa digunakan terutama untuk rapat sangat rahasia. Nappi membayangkan itu disewa untuk perjalanan pribadi, serta pertemuan bisnis yang membutuhkan “kerahasiaan mutlak.” Meskipun belum ada indikasi harga, diperkirakan kapal ini berharga ratusan juta dolar, namun peluang bisnis dari kapal ini mampu mengembalikan berlipat-lipat.

Para peminat harus terus memantau informasi. Pasalnya, Carapace masih sebuah konsep, dan Nappi diperkiarakan masih butuh waktu lama hingga menyentuh perairan. Sekaligus menjadi kenyataan untuk berwisata kapal pesiar bukan hanya menikmati pemandangan di luar yang bebas namun juga bisa menikmati menikmati pemandangan bawah laut. (*)

Komunitas Pelestari Keris Canangkan Year of Keris Legacy 2020

this formate

JAKARTA, bisniswisata. co.id: Menjelang Hari Pengakuan Keris Dunia 2020, Komunitas pelestari keris, Astajaya (Ajang Silaturahmi Tosan Aji Jakarta Raya) menggandeng Museum Pusaka Taman Mini Indonesia Indah (TMII) menggelar Pameran Pesona Keris Ganan di TMII, Jakarta. Selain pameran keris juga dilakukan pencanangan “Year of Keris Legacy 2020”.

Sebanyak 75 keris koleksi dari 41 kolektor keris se-Indonesia menghiasi pameran Pesona Keris Ganan yang digelar sejak 13 Desember 2019 hingga 10 Januari 2020. Pameran terbuka untuk umum ini, merupakan penghargaan kepada para tokoh pelestari Keris di Indonesia, yakni Haryono Haryo Guritno tokoh yang berhasil mengangkat proposal keris untuk diakui Unesco sebagai warisan dunia pada tahun 2005 diangkat menjadi tokoh utama dalam event penghargaan ini.

“Sebagai komunitas pelestari Keris merasa wajib untuk mengambil tongkat estafet dan meneruskan warisan ini untuk disebarkan kepada masyarakat luas. Sebelumnya Museum Pusaka ini dulu dibuat oleh Ibu Tien Suharto (alm) karena menerima koleksi keris haji mas Agung, sehingga museum Pusaka adalah tempat yang tepat untuk menggelar acara ini” ujar Ketua Umum Komunitas Pelestari Keris Cakra Wiyata dalam keterangan resminya, Sabtu (14/12/2019).

Dilanjutkan, mMenuju acara puncak di bulan November 2020, dunia mengakui Keris sebagai Warisan Dunia melalui Unesco, sepanjang tahun kedepan dengan menggelar berbagai acara pameran keris, talk show, lomba membuat keris, lomba fotografi, lomba video 1 menit untuk sosialisasi di media sosial

“juga ada lomba desain keris dengan tema yang sebelumnya disampaikan presiden Jokowi dengan filosofi ‘SDM Unggul Indonesia Maju’ dan pemenang utama akan dijadikan keris asli, yang akan kami tampilkan pada penghujung acara Year of Keris Legacy 2020,” tandasnya.

Astajaya memiliki keinginan menyebarluaskan keris sebagai warisan budaya dunia, dengan mengadakan pameran ini diharapkan dapat menciptakan momentum agar semua insan perkerisan dan Generasi Mileniall maupun Gen Z agar mengenal keris lebih dekat.

“Tidak mungkin Museum atau Komunitas bekerja sendiri membudayakan keris yang masih dianggap memiliki sesuatu hal negatif didalamnya. Kami ingin menyebarkan pengenalan akan Keris yang sesungguhnya kepada generasi penerus. Diharapkan kegiatan ini dapat memicu berbagai inisiatif lain dari berbagai komunitas maupun individu di sepanjang tahun ke depan” lontarnya.

Kepala Museum Pusaka TMII, Rian Mandar menambahkan istilah keris ganan bermula dipopulerkan oleh seorang mendiang pakar keris yang sepanjang hidupnya dihabiskan untuk menelusuri seluk beluk dunia keris, yaitu Ir. Haryono Haryo Guritno (1932-2017).

“Ganan itu penyebutan untuk keris yang pada bagian gandhik-nya atau bagian bawah keris secara terukir. Ada relief hewan mitologi, ada bentuk sosok penjelmaan raksasa, naga, singa, barong, dan lainnya,” lontar Rian

Dijelaskan, secara etimologis keris ganan memang semula berasal dari kata gana dan kata lain dari ganesha, yang di dunia arkelogi sebagai satu makhluk khas pengikut Hindu aliran syiwa. Wujud Ganesha adalah perwujudan dewa dalam bentuk makhluk kerdil berbelalai gajah yang dilambangkan sebagai penopang dunia (zaetmulder). Adapun Syiwa disebut dalam nama lain sebagai Bethara Gana.

Pada perkembangannya, ganan diletakkan pada kategori keris yang di bagian gandhik-nya ada relief stilisasi makhluk hewan atau pun manusia serta makhluk mitos. Tafsir lain menyebutkan kata Ganan berasal dari kata gana dalam pengertian dari kitab Cendrasangkala Bratakesawa (1928). Yang bisa berarti mega, awang-awang, dewa gatra, piyambak, tawon, calon, ungker, kawasa, saged dan lengkung.

Berdasarkan beberapa definisi atau tafsir tersebut, ganan lebih merujuk kepada kata gatra yang berarti bentuk. “Maka keris ganan bisa dimaknai sebagai keris yang memiliki bentuk makhluk pada gandhik-nya,” ujarnya.

Saat ini baru terdata delapan varian keris ganan. Yaitu, ganan naga, ganan singa, ganan kikik, ganan peksi atau burung, ganan liman, ganan jalma, ganan yaksa dan ganan wahana. “Tujuan pameran ini, kita ingin mendekatkan komunitas keris kepada masyarakat,” imbuhnya.

Karena menurutnya, meskipun selama ini pameran keris sering diadakan, tapi informasinya hanya untuk orang pecinta keris saja. “Jadi selama ini teman perkerisan membuat kegiatan hanya membahas luk keris seperti apa. Nah, pameran ini ingin memberikan informasi nggak yang cuma dipahami oleh pecinta keris saja yang tahu anatomi keris, tapi kita ingin mengajak masyarakat tahu sejarah dan filosofinya,” ungkap Rian.

Dia berharap pameran ini bisa menambah wawasan bagi masyarakat tentang keris sebagai benda pusaka. “Setelah melihat pameran ini, diharapkan masyarakat tidak hanya mengenal keris itu sebagai benda mistik. Tapi sebagai benda seni warisan leluhur,” tandasnya. (end)

14 Desember 2019, Konser Kebhinekaan Suluh Nusantara

this formate

CIREBON, bisniswisata.co.id: Sebanyak 1.865 pelajar serta seniman Cirebon, Jawa Barat (Jabar) manggung bersama dalam Konser bertajuk Kebhinekaan Suluh Nusantara, yang akan berlangsung di kawasan Pelabuhan Muara Jati Cirebon, Sabtu (14/12/2019), Konser ini hasil kerja kolektif Yayasan Santo Dominikus Cabang Cirebon mengandeng Seniman Nusantara.

Konser yang disutradarai Dedi Kampleng menyajikan kolaborasi seni kolosal tradisional dan modern, yang disajikan dalam satu panggung megah, yang mengangkat masalah pluralisme indahnya kebersamaan, kedamaian, dan keutuhan umat manusia, dalam hidup bernegara tanpa ada satu celah pemisah. Kesejukan dan kebahagiaan suasana dalam Suluh Nusantara, diharapkan dapat memberikan energi positif bagi semua elemen bangsa Indonesia.

Harapan pergelaran ini menjadi wahana ekspresi dan apresiasi kebudayaan, kebhinekaan dan kebangsaan. Juga pesan yang tersirat dari pertunjukan drama musikal bertema pluralisme itu bisa menginspirasi masyarakat untuk hidup rukun.

Penulis naskah Konser Kebhinekaan Suster Albertine, O.P mengatakan, konser ini merefleksikan keagungan bangsa Indonesia yang tertuang dalam pertunjukan seni yang kaya akan pesan historis keberagaman. “Dengan sebuah totalitas penampilan, yang tergerak dalam Konser Kebhinekaan ini juga menampilkan konfigurasi musikal, memadukan seluruh olah gerak dan bahasa, bunyi benda-benda, serta simbol-simbol sosial lainya,” lontarnya.

Dipilihnya lokasi konser di Pelabuhan Muara Jati karena merupakan pendaratan pertama berbagai peradaban, kebudayaan, yang merekah di masyarakat sejak tahun pertama pelabuhan ini berdiri, dengan ornamen keagamaan, kesukuan dan lainnya yang membuka peradaban baru bagi masyarakat Cirebon menjadi simbol masyarakat yang tampil dengan keterbukaan. Uniknya lagi, panggung konser ini menggunakan kapal tongkang.

Sehingga diharapkan, dari suguhan Konser Kebhinekaan Suluh Nusantara dapat menghasilkan citra bahwa masyarakat Indonesia betul-betul menjadi teladan kebudayaan yang humanity, independent, dan siap menjadi inspirasi kedamaian dan keharmonisan dunia. (*)

Diinisiasi, Pengembangan Destinasi Wisata Heritage Salatiga

this formate

SALATIGA, bisniswisata.co.id: Gagasan mewujudkan Kota Salatiga sebagai salah satu destinasi pariwisata heritage yang menarik untuk dikunjungi diinisiasi Perguruan Tinggi swasta di Salatiga yakni Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW). Insiasi ini lahir setelah UKSW merintis jalan melalui dimensi penelitian guna mendukung Salatiga sebagai destinasi pariwisata heritage.

“Salatiga, baik dari segi benda cagar budaya dan warisan budaya bukan benda–perlu terus dikawal hingga mampu mewujudkan tujuan tersebut,” ungkap Rektor UKSW Neil Semuel Rupidar di Salatiga seperti dilansir laman Republika, Jumat (13/12/2019).

Itikad ini diterjemahkan oleh Biro Pengembangan dan Mobilisasi Sumber Daya, Jurusan Pendidikan Sejarah, Jurusan Destinasi Pariwisata, Jurusan Seni Musik dan Perpustakaan UKSW. “Budaya yang plural adalah kekayaan yang harus jadi dasar untuk melakukan transformasi budaya. Gagasan ini mendapat sambutan positif dari Pemkot Salatiga,” sambungnya,

Neil menambahkan, salah satu langkah awal yang dilakukan UKSW guna menggali lebih jauh potensi wisata heritage ini dimulai dari pengukuhan ‘Forum Heritage Kota Salatiga’ yang bakal diresmikan oleh Wali Kota Salatiga di Recital Hall Fakultas Bahasa dan Seni UKSW, Sabtu (14/12) besok.

Wali Kota Salatiga, Yuliyanto menerima ajakan UKSW. Hal ini disampaikan wali kota saat menerima utusan Biro Pengembangan dan Mobilisasi Sumber Daya UKSW, Esthi Susanti Hudiono dan Kepala Jurusan Destinasi Pariwisata UKSW, Lasti Nur Satiani.

Pemkot Salatiga akan mendukung melalui penerbitkan kebijakan dan anggaran yang mendukung. “Penggerak proyek ini dilakukan oleh UKSW, Pemkot Salatiga dan masyarakat bakal bertindak sebagai fasilitator dan konsolidator,” jelasnya.

Forum Heritage Kota Salatiga secara periodik akan aktif dalam pembahasan oleh para pakar heritage maupun peneliti yang turut meriset Kota Salatiga. Termasuk pembahasan tentang aspirasi pemerintah (legislatif dan eksekutif) hingga tokoh masyarakat terhadap kota Salatiga sekarang dan yang akan datang. Hasil diskusi forum ini bakal menjadi bahan dasar prospektus untuk pembuatan buku sejarah Kota Salatiga dulu, kini dan yang akan datang.

“Forum Heritage Kota Salatiga akan mengawali kiprah pertamanya dengan mengadakan Bincang Buku Geger Pacinan 1740-1743, Persekutuan Tionghoa- Jawa Melawan VOC bersama penulisnya, KRMH Daradjadi Gondodiprodjo,” jelas Neil.

Beberapa destinasi wisata heritage di Salatiga antara lain:

#. Museum Kereta Api Ambarawa

Museum ini letaknya di Kota Ambarawa, sekitar 1 jam perjalanan dari Kota Semarang atau Jogjakarta, letaknya yang mudah dijangkau. Museum Kereta Api Ambarawa menjadi obyek wisata andalan kota tersebut dan sebagai wisata edukasi, heritage dan sebagai wisata liburan. Banyak hal yang menarik dari museum ini mulai dari sejarah serta isi dari museum itu bisa dipelajari. Di tempat ini kita bisa mengetahui dan belajar tentang banyak hal tentang isi dari Museum Kereta Api Ambarawa yang banyak kereta api yang dioperasikan pada jaman Belanda dan sekarang disimpan di museum kereta api. Di obyek wisata ini anda dapat berkeliling obyek wisata menaiki kereta api kuno yang dijalankan dengan tenaga uap. Juga dapat melihat lokomotif uap jaman Belanda yang disimpan dengan baik di stasiun obyek wisata museum kereta api ini.

#. Prasasti Plumpungan
Prasasti Plumpungan adalah prasasti yang tertulis dalam batu besar berjenis andesit berukuran panjang 170 cm, lebar 160 cm dengan garis lingkar 5 meter. Prasasti ini ditemukan di Dukuh Plumpungan, Desa Kauman Kidul, Kecamatan Sidorejo Kota Salatiga. Prasasti ini sudah berumur kurang lebih 1264 tahun, sebab angka tahun pembuatan prasasti ini adalah tahun 750 Masehi. Isi prasasti sendiri adalah perihal tentang keterangan bebas pajak berupa tanah perdikan. Cara seperti ini adalah kebiasaan yang dilakukan oleh raja-raja di era Mataram Kuno. Biasannya diberikan kepada desa-desa yang memiliki jasa kepada kerajaan. Daerah ini dibebaskan dari segala kewajiban pajak atau upeti oleh Raja Bhanu meliputi Salatiga dan sekitarnya.

#. Candi Klero
Candi Klero adalah candi Hindu yang sekarang terletak di Desa Ngentak, Klero, Tengaran, Semarang, Jawa Tengah. Ketika pertama kali ditemukan kembali pada tahun 1995 candi ini dalam kondisi runtuh. Kini, reruntuhan tersebut berhasil dipugar menjadi sebuah bangunan candi oleh BP3 (Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala) daerah Provinsi Jawa Tengah yang sekarang berubah menjadi BPCB (Balai Pelestarian Cagar Budaya) Jawa Tengah.

Tips Agar Tak Tertular Penyakit Saat dalam Pesawat

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Liburan Natal dan tahun baru akan tiba. Pastinya, jalan-jalan dengan keluarga, kerabat, atau teman menjadi hal yang tidak boleh dilewatkan. Nah, saat melakukan perjalanan, kita seringkali berada di tempat umum yang penuh kuman penyakit. Baik itu di terminal bus, stasiun kereta, atau pun di bandara.

Tak bisa dipungkiri, bersentuhan dengan banyak orang di bandara atau di dalam pesawat, bisa membuat kita terpapar berbagai penyakit. Maka dari itu, kita sebaiknta tahu bagaimana menghindarkan diri dari kuman penyakit saat naik pesawat atau angkutan lainnya. Anggaplah tempat-tempat seperti bandara, stasiun bus atau kereta, sebagai “ruang gawat darurat”, dengan banyak orang di dalamnya, yang “membawa” virus serta penyakit.

Seorang peneliti mikrobiologi bernama Jason Tetro mengatakan bahwa virus, bakteri, hingga jamur, datang dari manusia. Sebuah peneitian bahkan menemukan, penumpang pesawat yang berada di dekat penderita penyakit pernapasan (seperti flu), memiliki risiko 80% tertular penyakitnya. Bagaimana cara menghindari penyakit seperti itu, saat sedang bepergian dengan pesawat? Antara lain:

#. Bawa perlengkapan “tempur” demi kesehatan
Tetro menjelaskan, cara terbaik untuk terhindar dari penyakit menular seperti flu itu, adalah dengan tidak melakukan kontak langsung, dengan penderitanya. Namun, benda atau tempat yang sudah terkontaminasi, juga bisa menularkan penyakitnya. Maka dari itu, beberapa hal di bawah ini, bisa kita lakukan:

Gunakan tisu disinfektan untuk permukaan seperti meja atau sandaran kepala. Gunakan pembersih tangan yang mengandung 62-70% etanol, dan biarkan di tangan selama 15 detik. Jangan masukkan makanan apapun ke dalam saku kursi penumpang, kecuali jika makanan terbungkus rapat. Dan Gunakan syal untuk mencegah virus masuk ke dalam saluran pernapasan

Jangan sepelekan keempat cara di atas. Sebab, menurut studi yang dirilis di Journal of Enviromental Health Research, seseorang 100 kali lebih mudah terkena flu di dalam pesawat, dibandingkan pada hari-hari biasa.

#. Ganti pakaian dan cuci tangan setelah bepergian

Jika tangan baru saja memegang permukaan-permukaan yang terkontaminasi virus, dan selanjutnya mengusap muka, kita bisa langsung terinfeksi penyakit. Umumnya, seseorang bisa menyentuh muka, hidung, mata dan mulut, sampai 16 kali dalam waktu sejam. Hal ini bisa terjadi, tanpa disadari.

Cara terbaik untuk menghindari paparan kuman adalah dengan mencuci tangan menggunakan sabun dan air. Saat melakukannya, cucilah bagian-bagian tangan seperti bawah kuku, atau di antara jari-jari tangan. Lakukan selama 30 detik, sampai benar-benar bersih. Sebab, kuman sangat senang bersembunyi di tempat-tempat yang jarang diraih oleh tangan manusia.

Sesaat setelah sampai di tujuan, langsung ganti pakaian. Sebab, pakaian bisa menjadi tempat persembunyian kuman. Selain itu, kuman-kuman tersebut juga bisa bertahan lama, di dalam pakaian. Maka dari itu, mengganti pakaian adalah ide yang baik, agar badan bisa bebas dari kuman sumber penyakit.

#. Atur pola makan, olahraga, dan istirahat dengan cukup

Mengubah pola makan, berolahraga secara teratur, dan beristirahat dengan cukup adalah cara pencegahan yang bisa menyelamatkan kita dari berbagai macam penyakit di bandara atau pesawat. Ketiga hal itu bisa menjadi “penyelamat” saat bepergian.

#. Makan sehat

Mengonsumsi makanan sehat, yang kaya akan serat dan nutrisi, bisa memperkuat sistem kekebalan tubuh. Langkah ini bisa menyelamatkan kita dari berbagai macam penyakit. Sayur-sayuran, buah, hingga smoothies adalah makanan yang dianjurkan.

#. Berolahraga secara teratur

Hanya mengonsumsi makanan sehat, dirasa tidak akan maksimal untuk menutup “celah” masuknya kuman ke badan. Berolahraga secara teratur juga menjadi hal yang dianjurkan oleh Sexton. Sebab, berolahraga tidak hanya memberikan energi, tapi juga membantu tubuh untuk melawan penyakit. Waktu terbaik untuk berolahraga adalah di pagi hari. Jadi, aktivitas sehari-hari selanjutnya tidak akan terganggu.

#. Tidur dengan cukup

Pada saat liburan, mendapatkan tidur yang baik memang sulit. Sebab, kita cenderung beraktivitas lebih dan malah menggunakan waktu tidur untuk bersenang-senang. Padahal, tidur yang cukup dan berkualitas, bisa mencegah dari penyakit saat liburan. Jangan anggap remeh berbagai penyakit yang bisa dialami ketika bepergian dengan transportasi publik. Sebab, banyak kuman dan bakteri yang mengintai kesehatan tubuh. Tentunya, Anda tidak ingin berlibur dengan merasakan sakit. Apalagi membawa “oleh-oleh” penyakit, seusai liburan.

Dongkrak Lesunya Liburan, Garuda Beri Diskon Hingga 40 Persen

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Liburan Natal dan Tahun Baru diprediksi kurang gairah alias lesu. Kelesuan terutama melanda angkutan udara. Melihat situasi itu, Maskapai Garuda Indonesia memberikan potongan harga hingga 40% untuk rute-rute tertentu. Langkah ini sebagai upaya mendukung mobilitas para pengguna jasa udara, mendongkrak pendapatan sekaligus bentuk komitmen pemerintah dalam menyediakan akses transportasi udara yang terjangkau bagi masyarakat.

“Potongan harga berlaku untuk pembelian tiket Garuda Indonesia baik melalui Online Travel Agent (OTA), Mobile Apps, Website maupun Ticketing Office Garuda Indonesia yang tersebar di seluruh Indonesia. Potongan harga ini berlaku untuk periode perjalanan tanggal 10 Desember 2019-31 Januari 2020. Potongan harga berlaku pada hari-hari tertentu di rute-rute domestik tertentu,” papar Direktur Niaga Garuda Indonesia Pikri Ilham Kurniansyah melalui keterangan resmi, Jumat (13/12/2019).

Dijelaskan, rute-rute domestik di antaranya Balikpapan-Yogyakarta, Biak-Makassar, Denpasar-Ambon, Denpasar-Kupang, Jakarta-Balikpapan, Jakarta-Palangkaraya, Jakarta-Nias, Jayapura-Nabire, Mamuju-Makassar, Palu-Makassar, Timika-Nabire, Yogyakarta-Makassar. Potongan harga berlaku setiap Selasa dan Kamis.

Dan untuk rute Jakarta-Jayapura, potongan harga berlaku pada hari Selasa, Rabu dan Kamis, sementara rute Jakarta-Silangit potongan harga berlaku pada hari Jumat dan Minggu. “Langkah Garuda Indonesia ini merupakan upaya perusahaan dalam memberikan kesempatan bagi para pengguna jasa untuk dapat merayakan momen khusus ini bersama dengan keluarga dan kerabat yang jauh,” jelasnya.

Garuda juga menyiapkan 30.630 kursi tambahan (extra seat) untuk penerbangan domestik dan internasional sebagai antisipasi menghadapi kenaikan jumlah penumpang selama periode peak season Natal 2019 dan Tahun Baru 2020. Periode peak season diperkirakan mulai tanggal 20 Desember hingga 6 Januari 2020 dengan rincian kursi 17.496 untuk frekuensi penerbangan tambahan dan 13.134 kursi dengan pengoperasian armada yang lebih besar.

“Kami akan terus memantau perkembangan kebutuhan pasar selama periode peak season ini berlangsung. Jika diperlukan, ada penyesuaian kapasitas penerbangan lebih lanjut,” sambungnya. (end)

5 Langkah Konkret Dongkrak Devisa Pariwisata

this formate

BOGOR, bisniswisata.co.id: Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) akan menggalakkan lima langkah konkret guna mendongkrak sumbangan devisa dari sektor pariwisata terhadap perekonomian nasional.

“Sektor pariwisata ditunjuk Pak Presiden sebagai leading sector. Ada 5 langkah konkret yang bisa kita lakukan bersama-sama untuk menarik wisatawan mancanegara ke Indonesia, meningkatkan jumlah spending dan lama mereka stay di Indonesia,” ujar Wakil Menteri Parekraf Republik Indonesia Angela Tanoesoedibjo.

Seperti dilansir laman Inilah, Jumat (13/12/2019), berdasarkan data statistik United Nation World Tourism Organization (UNWTO), terdapat 1,4 miliar jiwa yang bepergian ke seluruh penjuru dunia sepanjang 2018. Sebanyak 129,2 juta jiwa di antaranya bepergian ke negara-negara ASEAN. Namun, hanya 15,8 juta jiwa yang ke Indonesia. Ini menempatkan Indonesia di posisi keempat, di bawah Thailand, Malaysia dan Singapura.

“Jadi, potensi pariwisata kita masih sangat besar. Apalagi, aset kita jauh lebih besar lagi yang belum dieksplorasi,” tutur penyandang gelar Master of Commerce dari The University of New South Wales, Australia itu.

Targetnya, bukan hanya mendatangkan lebih banyak wisatawan ke Indonesia, tetapi juga meningkatkan waktu stay dan pengeluaran wisatawan selama di Indonesia. “Tidak hanya kuantitas, tapi kualitas wisatawan. Jadi, yang kita utamakan, devisa yang kita dapatkan dari wisatawan tersebut,” kata Angela.

Wamenparekraf merinci lima langkah konkret yang harus dilakukan Kementerian Parekraf bersama stakeholder untuk mewujudkan target tersebut. Pertama, mendukung pembangunan akses amenitas dan atraksi dari destinasi wisata baru.

Seperti diketahui, saat ini Kementerian Parekraf tengah mengebut pembangunan lima destinasi super prioritas agar siap menyambut wisatawan dari berbagai belahan dunia pada 2020 mendatang.

Kelima destinasi itu adalah Borobudur (Jawa Tengah), Danau Toba (Sumatera Utara), Likupang (Sulawesi Utara), Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur) dan Mandalika (Nusa Tenggara Barat).

Dijelaskan, Semakin banyak produk pariwisata, berarti kita memiliki peluang untuk menargetkan semakin banyak lagi wisatawan asing, karena ke depan wisatawan itu minatnya semakin spesifik. Pertama, pengembangan destinasi baru juga sangat penting, karena dapat menciptakan lapangan kerja yang baru dan meningkatkan juga ekonomi di berbagai daerah.

Kedua, meningkatkan kualitas SDM pariwisata lewat jalur pendidikan formal maupun vocational training, sertifikasi berskala internasional dan diakui oleh industri. “Ini penting, reskilling atau upskilling namanya,” tutur putri pasangan Hary dan Liliana Tanoesoedibjo itu.

Ketiga, membangun sustainable tourism atau pariwisata berkelanjutan. Banyak elemennya, di antaranya waste management dan energy development. “Tanggung jawab kita bersama untuk mewariskan budaya, alam, aset yang kita miliki saat ini ke generasi kita berikutnya dan berikutnya,” kata Angela seraya menambahkan bahwa tren ke depan, sustainable tourism menjadi salah satu atau pendorong wisatawan untuk mengunjungi sebuah destinasi.

Keempat, adalah melakukan promosi untuk membangun citra positif. Mulai dari micro targeting lewat media digital hingga menjadikan destinasi wisata sebagai lokasi syuting film. “Contohnya New Zealand, menjadi lokasi syuting Lord of The Rings dan sampai sekarang orang datang ke sana untuk melihat lokasinya,” ungkapnya.

Kelima, mengolaborasikan pariwisata dengan ekonomi kreatif. Contohnya, di negara-negara Eropa, pertunjukan seni dan budaya bisa menjadi atraksi utama wisatawan mancanegara. ” Dua sektor ini saling mendukung satu sama lainnya,” pungkas Angela.

Era Digital, Peluang Besar Kembangkan Pariwisata Indonesia

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Era digital menjadi peluang yang sangat besar untuk mengembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia. “Dengan teknologi, konsumen dapat dengan mudah mencari informasi dan feeding mengenai produk-produk wisata dan destinasi di Indonesia dengan detail,” lontar Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Angela Tanoesoedibjo.

Digital, lanjut Angela seperti dilansir laman Inilah, Jumat (13/12/2019), bila dimanfaatkan dengan baik hasilnya akan sangat luar biasa. Misalnya, dalam mempromosikan digital bisa dilakukan micro targeting, sehingga promosi bisa tepat sasaran. Dengan begitu, orang yang memiliki ketertarikan menyelam bisa mendapatkan promo menyelam. Adapun, yang suka gunung, bisa mendapatkan informasi mengenai gunung dan lain sebagainya.

Di dunia digital, lanjut Angela, platform, target, waktu, frekuensi dan kontennya harus tepat. Bahkan, manfaat digital dalam dunia perhotelan saat ini. Belum lama ini, dia bertemu pengusaha yang melakukan inovasi di bidang perhotelan.

“Mereka menggabungkan hotel-hotel kecil yang tadinya cuma sendiri-sendiri, dengan brand mereka sendiri, digabung dikasih brand yang sudah jadi. Brand sama semua dan akhirnya mereka juga meningkatkan standarisasi di semua hotel itu. Ada peningkatan SDM, terus ada standarisasi teknologi juga,” ungkapnya.

Hasilnya, bisa meningkatkan efisiensi dari hotel tersebut. Brand tersebut juga meningkatkan kepercayaan wisatawan asing untuk datang dan tinggal di hotel tersebut. Hasil akhirnya, okupansi hotel yang tadinya sekitar 40 persen naik menjadi 70 persen -80 persen.

Dengan digital, perubahan harga juga bisa menyesuaikan low season dan high season dengan cepat. Contoh untuk ekonomi kreatif, ada aplikasi fotografer yang bisa digunakan bagi yang membutuhkan jasa profesional. Menurutnya, di Bali banyak acara pernikahan yang membutuhkan jasa fotografer, desain baju, videografer dan fotografer.

“Karena konektivitas yang semakin tinggi, yang tadinya berjualan individu bisa jadi merge together. Punya satu payung branding dan standar yang dipercaya oleh wisatawan. Contohnya ada salah satu aplikasi besar di Indonesia itu bergerak di bidang photography service,” kata Angela.

Di Bali pun hal tersebut sudah terjadi, sehingga wisatawan asing maupun domestik yang membutuhkan jasa fotografer bisa menggunakan fotografer profesional lokal dari Bali melalui aplikasi tersebut. “Ini betul-betul luar biasa sekali, yang tadinya individu, cari pelanggan susah, ini jadi kolektif karena teknologi,” tuturnya.

Di sisi lain, dunia digital juga memiliki tantangan. Dengan kemudahan digital ini, para wisatawan dapat dengan mudahnya membandingkan Indonesia dengan negara lain. Selain itu, ada info yang bisa langsung dilihat, baik dari feedback atau komentar negatif.

Angela mengajak seluruh pihak, termasuk mahasiswa, pengajar IBI Kesatuan untuk ikut membangun pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia. “Mengembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif memerlukan kolaborasi yang melibatkan semua pihak, masyarakat, lembaga, hingga pemerintah. Semua yang hadir di sini juga harus turut berperan,” katanya.

Dia merasa bangga dan mendukung IBI Kesatuan untuk turut mengambil peran untuk pembangunan SDM. “Khususnya dengan membangun prodi baru, prodi kepariwisataan, kewirausahaan, teknologi informasi sertasistem informasi. Saya berharap dan mendoakan agar kita semua bisa mengambil peran penting dalam pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif,” ungkapnya.

Dilarang, Tapi Masih Bisa “Ngebul” kok!

this formate

SINGAPURA, bisniswisata.co.id,- TIDAK hanya merokok yang diatur pemerintah Singapura baik bagi masyarakat mau pun pengunjung alias wisatawan. Ternyata, Singapura melarang Vape, — dikenalsebagai alternatif yang lebih sehat dari pada rokok. Tahukah Anda, memiliki, membeli, bahkan menggunakan Vape di Singapura adalah perbuatan melanggar hukum?

Menurut pasal 16 (2A) Undang-Undang Tembakau (Kontrol Iklan dan Penjualan) (TCASA), adalah ilegal untuk memiliki, membeli, dan menggunakan vaporiser di Singapura pada 1 Februari 2018. Ini termasuk e-cigarettes, e-pipes dan e-cigars.

Seseorang yang dinyatakan bersalah atas pelanggaran ini dapat didenda hingga $ 2.000! Selain itu, berdasarkan bagian 16 (1) TCASA, mengimpor vaporiser sejak 1 Agustus 2016 dan seterusnya adalah ilegal. Ini berarti membeli vaporiser secara online dan mengirimkannya ke Singapura untuk penggunaan pribadi adalah ilegal. Mereka yang bersalah atas pelanggaran tersebut dapat dikenakan denda hingga $ 10.000 dan / atau penjara 6 bulan. Pelanggar berulang, dikenakan denda hingga $ 20.000 dan / atau penjara 12 bulan.

Terlepas dari apakah Anda suka mengisap rokok atau cerutu, usia legal untuk merokok di Singapura saat ini adalah 18. Namun, usia minimum ini ditingkatkan menjadi 21 tahun dalam 3 tahun ke depan.

Merokok di Singapura

Meski melarang, pemerintah Singapura tetap menghargai hak para perokok. Merokok, pada lokasi-lokasi tertentu, dilarang di Singapura seperti di bioskop, pusat perbelanjaan, perkantoran, persimpangan bus dan tempat berteduh, kolam renang, stadion olahraga, dll.  Merokok juga dilarangdi dalam kendaraan umum, bus pribadi, bus sekolah, taksi, dan mobil pribadi dengan layanan sopir.

Negara ini menjadi tempat yang bersih dan sehat karena peraturan ini. Aturannya mengatakan, dilarang merokok di area bangunan dan jarak 5 meter setelahnya. Seseorang yang tertangkap merokok di tempat yang dilarang dapat dikenai denda $ 200. Jika dihukum di pengadilan, pelaku mungkin akan dikenakan denda hingga $ 1.000!

Area tempat merokok yang umumnya diperbolehkan antaralain:

  • Pantai
  • Rumah Tinggal
  • Kendaraan pribadi (mis. mobil), selama tidak ada asap tembakau bekas dihembuskan (mis. jendela sepenuhnya tertutup) di tempat-tempat yang dilarang merokok
  • Ruang terbuka di perumahan
  • Ruang terbuka publik
  • Ruang terbuka di pusat kota
  • Pinggiran parkir mobil
  • Parkir mobil area terbuka di dek atas gedung bertingkat
  • Jalan setapak terbuka
  • Tanah kosong
  • Area merokok khusus
  • Ruang merokok yang disetujui di outlet hiburan, kantor dan Bandara Changi
  • Sudut merokok yang disetujui di area terbuka di tempat makan.

Area, fasilitas, atau bangunan khusus yang terletak di lokasi di atas (mis. Restoran dan jarak lima meter dari pintu masuk ke bangunan) masih merupakan area dilarang merokok.  Selain dari undang-undang larangan merokok nasional, masyarakat harus memperhatikan peraturan rumah sewa atau peraturan tambahan yang dibuat oleh pemilik / pengelola tempat terhadap kebiasaan merokok di tempat mereka.

Zona Merokok di Orchard Road

Jika Anda perokok, siap-siap untuk berusaha lebih keras menahan keinginan untuk merokok atau harus berjalan lebih jauh untuk memenuhi asupan nikotin saat berwisata di Orchard Road. Pasalnya, mulai Juli 2018, kawasan belanja diubah menjadi area bebas asap rokok. Jika sebelumnya merokok diperbolehkan di sepanjang trotoar Orchard Road, kini pengunjung hanya diperbolehkan untuk mengisap rokoknya di lima zona khusus merokok yaitu di belakang Stasiun MRT Somerset, Cuppage Terrace, Orchard Towers, Far East Plaza, dan The Heeren. Selain melarang merokok di ruang terbuka, restoran dan bar yang berada di Orchard Road juga akan diminta untuk menutup area merokoknya. *