Ketegangan Iran-AS Tak Pengaruhi Kunjungan wisatawan

this formate

TEHERAN, bisniswisata.co.id: Ketegangan Iran dengan Amerika Serikat (AS) ternyata tak mempengaruhi kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) ke negara Persia. Destinasi wisata pemandangan alam pegunungan hingga wisata musim dingin menjadi daya tarik Iran. Dan selalu dipadati wisatawan untuk berwisata.

Wisata Pegunungan Alborz juga dieja sebagai Alburz atau Elburz, merupakan pegunungan di Iran utara. Barisan pegunungan ini membentang dari perbatasan Armenia di barat laut sampai ujung selatan Laut Kaspia, dan berakhir di sebelah timur perbatasan Turkmenistan dan Afganistan.

Puncak tertinggi pegunung Alborz terdapat di wilayah Iran. Sementara gunung tertinggi di Timur Tengah, Gunung Damavand, merupakan bagian dari pegunungan yang perkasa ini. Gunung Damavand menjadi berkah bagi pariwisata Iran: inilah Alpina ala Iran, yang jadi destinasi wisata musim dingin utama di negeri para mullah itu.

Dilansir CNN Travel, Senin (06/01/2020) menuju Gunung Damavand, wisatawan harus melalui rute panoramik, dengan jalan yang berangin dan terkadang sangat sempit, melewati lembah-lembah hijau dan melewati dinding-dinding batu yang curam. Mengingatkan latar film Lord of The Rings.

Berikut destinasi wisata musim dingin di Iran, sebagaimana dinukil dari CNN Travel, antara lain:

Resor Ski Darbandsar

Resor ski Darbandsar berada di ketinggian 3.400 mdpl (sekitar 11.000 kaki), Darbandsar adalah salah satu kota tertinggi di seluruh Iran. Namun, untuk menikmati bermain ski di Darbandsar, wisatawan haru naik lagi di ketinggian 3.600 mdpl ke sebuah resor ski yang dikelola swasta. Bukan hanya warga Iran, yang bermain ski di resor tersebut. Juga turis asing.

“Saya berlibur ke Iran, saya pikir tak ada yang berubah. Namun saya terkejut dengan peningkatan pariwisata Iran,” ujar seorang turis dari Kanada. Ia juga terkejut, mengapa Iran tak mempromosikan destinasi wisata musim dinginnya kepada dunia.

Untuk menjangkau resor itu, wisatawan menaiki kereta gantung setinggi 4.000 dpl – atau berjarak sekitar 400 meter di atas kepala para wisatawan yang sedang bermain ski di bawahnya.

Fasilitas Bergaya Barat

Selain medan bermain ski yang epik, Darbandsar juga mencoba menawarkan fasilitas yang mirip dengan yang ditemukan di Amerika atau Eropa. Jadi, jangan kaget di republik Islam ini, wisatawan mendengarkan DJ memainkan lagu-lagu terbaru di restoran resor, sementara bartender mencampur koktail – non-alkohol, tentu saja – yang didinginkan dengan salju.

Makanan yang ditawarkan adalah pizza, ayam goreng, burger, dan kentang goreng – membuat pengunjung bertanya-tanya apakah mereka ada di Alpina dan tidak dekat dengan Teheran. Satu pengingat bahwa wisatawan masih di Iran adalah para wanita warga lokal masih mengenakan hijab, meskipun mengenakan pakaian musim dingin atau baju olahraga ski. Jadi, meskipun penegakan hukum hijab di Iran jauh lebih santai di pegunungan daripada di banyak tempat lain di negara ini, kebanyakan mereka tetap mengenakan hijab.

Pariwisata ke depan bakal jadi sektor unggulan Iran. Setelah perjanjian nuklir dan pencabutan banyak sanksi terhadap Teheran, negeri itu mulai mencari pemasukan besar-besaran dari kunjungan wisatawan.

Wisata Ski
Dalam sebuah wawancara Kepala Pariwisata Iran, Masoud Soltanifar, mengatakan olahraga musim dingin adalah area yang mereka harapkan untuk berkembang, “Kami punya beberapa jenis wisatawan yang datang ke sini,” katanya. “Turis religius, turis kesehatan dan medis, turis budaya yang mengunjungi banyak situs kuno, dan wisatawan alam.”

Dari sekian daftar wisatawan, peminat wisata musim dingin berada pada posisi terakhir. Mereka berada dalam satu segmen wisata tracking di gunung, hutan, danau dan lautan di negeri yang luas dan beragam ini. Sejauh ini, jumlah pemain ski yang mengunjungi Iran dari luar negeri tidak terlalu besar – sebagaimana peminat wisata alam.

Sementara manajemen di Resor Darbandsar tidak memiliki angka statistik, tingkat kunjungan wisatawan. Hanya saja mereka mengatakan wisatawan mancanegara jarang datang di Darbandsar.

Panjat Es

Selain bermain ski, panjat dinding es memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Sekolah panjat es tertua sangat dekat dengan resor ski Darbandsar, di sebuah desa bernama Meygoon.

“Orang-orang sangat terkejut bahwa kami melakukan olahraga ini,” kata Mehdi Panahi Pour, Kepala Sekolah Panjat Es Meygoon menggambarkan reaksi yang ia dapatkan dari orang asing, yang berhasil mencapai puncak dinding es yang mereka gunakan untuk pelatihan. “Ketika mereka datang ke sini [mereka] tertarik untuk melihat bagaimana kami melakukannya.”

Pada akhir pekan, puluhan orang didapati memanjat dinding gunung yang beku, dengan kapak dan sepatu runcing. Ini adalah olahraga yang sulit dan menantang, tak mengenal gender, setidaknya di sekolah Meygoon, yang dipraktikkan oleh pria dan wanita. Bahkan, Iran memiliki pendaki gunung dan pemanjat es wanita yang tangguh.

Sepideh Javan, salah satu pendaki es wanita terbaik Iran, dengan cepat naik ke dinding yang beku, “Panjat es jauh lebih berisiko daripada panjat tebing,” katanya. “Es bisa turun kapan saja dan menimpamu, batu jauh lebih stabil. Tetapi jika kamu menyukai olahraga maka itu sangat bagus.”

Panjat es biasanya disediakan untuk generasi muda kalangan atas, karena perlengkapannya mahal, “Kami mulai 14 tahun yang lalu dan sekarang menjadi sangat populer,” kata Mehdi Panahi Pour, salah seorang penggemar pemanjat tebing es. “Setiap hari kami memiliki antara 60 dan 70 orang yang datang ke sini untuk pelatihan dan kompetisi.” katanya sambil menambahkan bahwa mimpinya adalah untuk mengikuti kompetisi internasional yang akan diadakan di Meygoon.

Resor ski Darbandsar

Jalan Iran menjadi destinasi wisata musim dingin kelas dunia masih panjang. Iran memang belum mampu bersaing dengan resor dki di Eropa dan Amerika Utara. Namun itu hanya persoalan waktu dan perbaikan fasilitas.

Tantangan Resor ski Darbandsar berupa kurangnya tempat parkir bagi pemain ski. Mereka kadang-kadang harus berjalan lebih dari satu mil dari mobil mereka ke gerbang masuk fasilitas. Dan jalan kecil dan sempit menuju resor, kerap menyebabkan kemacetan lalu lintas, terutama pada akhir pekan.

Namun, seperti di sebagian besar Iran, ada juga banyak optimisme di antara mereka yang menjalankan destinasi olahraga musim dingin di Pegunungan Alborz. Mereka berharap bahwa para wisatawan dunia berkunjung, untuk meningkatkan ekonomi di kota-kota utara Iran.(*)

Ria Irawan Berpulang Saat Berjuang Melawan Kanker

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co,id: Innalillahi Wa Innailahi rojiun… AKTRIS film dan seniman Chandra Ariati Dewi Irawan atau lebih dikenal Ria Irawan menghembuskan nafas terakhir pada Senin (6/1/2020) sekitar pukul 04.40 WIB. Saat Adzan Subuh berkumandang, Ria menutup mata selama-lamanya di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat.

Kabar duka disampaikan Kakak kandung Ria, Dewi Irawan melalui akun Instagram-nya mengunggah foto keranda milik Ria yang tampak sudah berada di dalam mobil ambulans. “Pulang, adikku sayang,” tulis Dewi Irawan disertai emoji hati di Instagram Story-nya, Senin (6/1/2020).

Juga kabar duka disampaikan komika yang juga sutradara dan aktor, Ernest Prakasa, lewat akun Twitter-nya, Senin (6/1) pagi. “Baru dapat kabar dari Mbak @dewiirawan13, Mbak @RiaIrawan tersayang sudah berpulang. Selamat jalan Mbak Ria yang baik, sampai jumpa lagi,” tulis Ernest di akun Twitter miliknya, Senin (6/1) pukul 5.08 WIB.

Sebelum meninggal dunia, Ria Irawan sempat menjalani beberapa kegiatan, di antaranya menonton film bersama sang suami, Mayky Wongkar. Hal itu diungkap Mayky lewat akun Instagram @mayk_wongkar.

Foto yang diunggah pada 29 Desember 2019 itu memperlihatkan Mayky dan Ria tengah duduk bersebelahan dan berada di gedung bioskop. Keduanya menonton film Imperfect yang dibintangi Reza Rahadian dan Jessica Milla. “Movie time Imperfect,” tulis keterangan foto di Instagram Mayky. Pada foto itu, Ria dan Mayki terlihat bahagia.

Ria juga sempat merayakan hari anniversary dengan Mayky. Di akun Instagram pribadinya, @riairawan. Pemain film Berbagi Suami ini mengunggah foto kebersamaannya dengan sang suami pada 23 Desember 2019.

Di foto itu, Ria yang mengenakan pakaian serba hitam terlihat tertawa sambil menunjuk ke arah Mayky yang tengah diboceng sepeda bersama patung Presiden Indonesia Joko Widodo.”Happy Anniversary 2019,” tulis keterangan foto yang diunggah Ria.

Ternyata foto unggahan itu merupakan foto terakhir. Sejumlah rekan dan sesama selebritas mengucapkan selamat jalan kepada Ria Irawan yang meninggal dunia Senin (6/1) usai berjuang melawan kanker sejak 2004.

“Innalillahi wa inna ilaihi rojiun.. Selamat Jalan Mbak Ria Irawan,” kata Maudy Koesnaedi melalui akun Twitter miliknya.

“Innallillahi wainna ilaihi rojiun. RIP mba Ria,” kata aktor Tora Sudiro.

Innallillahi wainna ilaihi rojiun ? RIP mba Ria
— tor_ASU_diro (@t_ORASUDI_ro) January 5, 2020

Innalillahi wa inna ilahi raji’un….
Mbak Ria Irawan ? RIP
— Anggun Official (@Anggun_Cipta) January 6, 2020

Produser Ichwan Persada juga mengungkapkan hal serupa. Ia juga menyebut sempat bekerja sama dengan mendiang berupa dua film pendek yang belum dirilis.

Berdukacita sedalam-dalamnya di subuh ini untuk Mbak Ria Irawan yang telah meninggalkan kita semua hari ini.

Seorang guru, rekan kerja dan teman yang sangat baik.

Saya mengerjakan karya terakhir bersama beliau tahun lalu berupa 2 film pendek yang belum dirilis.

Al Fatihah. pic.twitter.com/O3bAcpVLnM
— Ichwan Persada (@ichwanpersada) January 5, 2020

Musisi Ananda Sukarlan juga mengucapkan selamat jalan kepada nomine Piala Citra tersebut dan menyebut sosok Ria Irawan adalah pejuang yang tangguh.

Selamat jalan kak Ria Irawan. Anda adalah pejuang yg tangguh dan inspiratif. #ripRiaIrawan
— Ananda Sukarlan (@anandasukarlan) January 5, 2020

Ria Irawan adalah putri dari aktor Bambang Irawan yang membintangi film Tiga Dara (1956). Ria Irawan diketahui mengidap penyakit kanker sejak 2004. Ia sempat menjalani pengobatan dan dinyatakan sembuh. Namun, ternyata sel kanker kembali muncul dan disebut menjalar ke paru-paru hingga otak.

NovemberS 2019, mendiang Ria sempat dilarikan ke IGD RSCM karena kondisi fisik yang menurun. Ia kemudian menjalani rawat inap di sana. Selama menjalani pengobatan kanker, mendiang yang lahir di Jakarta pada 24 Juli 1969 kerap membagikan perjuangannya ke media sosial. Selamat Jalan Ria Irawan. (*)

Bunga Bangkai Mekar di Kebun Raya Bogor Jadi Daya Tarik Wisata

this formate

BOGOR, bisniswisata.co.id: Bunga bangkai raksasa setinggi 1,94 meter mekar sempurna di kebun raya Bogor. Bunga langka Jenis Amorphophallus titanum termonitor mekar sampai hari Ahad, dan kemungkinan pada Senin (06/01/2020) sudah gugur kembali. Bunga bangkai ini, membutuhkan waktu hingga empat tahun untuk berbunga kembali.

Wakapolresta Bogor Kota AKBP DR. Muhammad Arsal Sahban, ikut menyaksikan mekarnya bunga bangkai di Kebun Raya Bogor mengatakan kalau momen ini sangat penting, dan mengharapkan bisa menjadi daya tarik wisatawan. Dan wisatawan banyak yag menyerbu menyaksikan bunga bangkai yang jarang ditemui.

“Mekarnya bunga bangkai merupakan momen penting karena akan terjadi lagi sekitar 4 tahun kedepan. Momen ini saya harapkan dapat menarik banyak wisatawan yang datang ke Bogor apalagi saat ini bersamaan dengan hari libur anak sekolah. saya berharap anak-anak bisa berwisata sekaligus mendapatkan edukasi tentang bunga langka yang hanya ada di Indonesia tersebut” Ujar Arsal kepada Bisniswisata.co.id, Ahad (5/1).

Peneliti LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) DR Dian Latifah menilai Bunga bangkai yang mekar hari ini adalah jenis Tumbuhan amorphophallus titanum, berbeda dengan rafflesia yang juga dikenal sebagai bunga bangkai.

Rafflesia merupakan tumbuhan parasit dengan pohon inang tetrastigma spp atau anggur hutan, Sedangkan amorphophallus titanum memiliki fase daun dan fase bunga yang tidak bersamaan. Fase daun bisa mencapai satu sampai dua tahun.

Setelah itu umbi akan memasuki masa istirahat atau dorman. Bisa lebih dari satu setengah tahun, kemudian berbunga. tinggi spadiks bisa mencapai tiga meter. Amorphophallus titanum dijuluki juga bunga raksasa” ucap Dian peneliti bunga bangkai di Pusat Penelitian Konservasi Tumbuhan dan Kebun Raya.

Masyarakat banyak mengenal bunga bangkai dengan sebutan Bunga Rafflesia, padahal selain bunga Rafflesia ada jenis lain yaitu salah satunya yang mekar hari ini dari jenis amorphophallus titanum.
Perbedaan Kedua jenis bunga bangkai tersebut yaitu Bunga Rafflesia Patma merupakan tanaman parasit yang butuh pohon inang agar bisa hidup.

Rafflesia patma tanaman parasit dan bukan jenis Amorphophallus. Sementara Amorphophallus atau bunga bangkai adalah tanaman utuh yang bisa mencari makan sendiri tanpa tanaman inang. Ia pun memiliki umbi, batang, dan akar sendiri. Perbedaan lain terletak pada bentuk kedua bunga bangkai itu sendiri.

Rafflesia berupa bunga raksasa yang pendek dan melebar ke samping, sementara Amorphophallus tumbuh menjulang. Rafflesia memiliki tonggol, lubang besar di tengah dan kelopaknya yang indah berwarna merah bata, Sedangkan Amorphophallus mengeluarkan bau busuk yang muncul pada saat bunga mekar.

Bau busuk ini untuk menarik perhatian bagi serangga. Kehadiran serangga ini dapat membantu penyerbukan tumbuhan langka tersebut. Bau bunga bangkai akan tercium mengikuti arah mata angin.

Pihaknya saat ini telah meneliti kandungan umbi bunga bangkai. Pasalnya, umbi dari bunga bangkai tersebut bermanfaat karena kandungan glukomanan yang memiliki kegunaan sebagai zat pengental. “Bahkan jelly kaya serat (dietary fibers) dan suplemen untuk diet kolesterol, gula darah, dan agen kontrol berat badan,” jelasnya.

Dia menyebutkan Amorphophallus Titanum sendiri masuk dalam kategori tumbuhan langka berdasarkan klasifikasi dari International Union for Conservation of Nature (IUCN) dan keberadaannya dilindungi dengan Peraturan Pemerintah Nomor 7 tahun 1999.

“Berdasarkan penelitian yang dilakukan Poerba dan Yuzammi (2008), kelestariannya memerlukan bantuan manusia dalam bentuk pembibitan massal dan cepat, misalnya kultur jaringan, dan diikuti reintroduksi di alam,” katanya.

Sementara Kepala Pusat Penelitian Konservasi Tumbuhan LIPI Kebun Raya Bogor Hendrian menjelaskan kegiatan konservasi dan penelitian yang dilakukan pihaknya berperan penting dalam mengupayakan pembudidayaan bunga bangkai untuk pemanfaatan berkelanjutan dan lestari.

“Konservasi jenis-jenis tumbuhan terancam di Indonesia akan menjadi salah satu fokus utama kegiatan penelitian LIPI di tahun ini. Beberapa kegiatan eksplorasi juga akan dilakukan untuk meningkatkan secara signifikan jumlah jenis tumbuhan terancam yang terkonservasi secara ex-situ di Kebun Raya Indonesia,” terangnya.

Pihaknya mengapresiasi Pemkot Bogor, khususnya Wali Kota Bogor Bima Arya atas dukungan dan kolaborasinya selama ini. “Ini adalah menegaskan sinergi di antara KRB dan Pemkot Bogor, kami sangat senang bisa berkontribusi lebih besar kepada Pemkot misalnya dalam hal jasa lingkungan,” jelasnya.

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto berkesempatan melihat momen langka mekarnya Amorphophallus titanum atau Bunga Bangkai di Kebun Raya Bogor, (KRB). Di bawah rintik gerimis, Bima Arya bahkan sempat mendekat ke bunga raksasa yang memiliki tinggi 194 centimeter itu. Ia penasaran dengan aromanya. “Baunya bikin ketagihan,” ucap Bima, berkelakar.

Menurut Bima, tumbuhnya Bunga Bangkai ini merupakan salah satu ‘harta karun’ dari sekian banyak keunikan yang ada di Kebun Raya Bogor. “Momen langka salah satu harta karun di Kebun Raya kita ekspos bersama-sama dengan LIPI dan pengelola Kebun Raya. Ini juga menyimbolkan semangat dari Kebun Raya sebagai pusat konservasi, bukan hanya rekreasi saja,” ujar Bima.

“Ke depan, kita ingin terus di eksplore harta karun’ yang banyak sekali di sini, sesuai arahan Pak Presiden Jokowi agar Kebun Raya Bogor ini bisa dikelola seperti di Singapura. Bahkan, menurut saya Kebun Raya Bogor memiliki nilai histori yang sangat luar biasa dibandingkan dengan kebun raya lain yang ada di dunia. Jadi, saya titip agar KRB dikelola lebih profesional dan seimbangkan antara riset dan wisata,” tambahnya.(end)

Cuaca Tak Mendukung, Wisatawan Dilarang Mendaki 5 Gunung

this formate

MAGETAN, bisniswisata.co.id: Cuaca tak bersahabat mengakibatkan lima gunung ditutup sementara wisatawan pendaki. Penutupan ini memang mengecewakan juga tak mengenakan bagi para pendaki yang ingin naik gunung saat liburan panjang. Namun demi keselamatan para wisatawan pendaki, aturan itu tetap ditegakkan.

Penutupan sejak akhir tahun dan awal tahun 2020 ini, antara lain Gunung Semeru di Malang Jawa Timur, Gunung Prau di Wonosobo Jawa Tengah, dan Gunung Rinjani di Mataram NTB, Gunung Gede Pangrango Bogor Jawa Barat dan Gunung Lawu di Magetan Jawa Timur menambah daftar panjang penutupan pendakian gunung.

Di Magetan, Jalur pendakian Gunung Lawu dari pintu pos pemberangkatan Cemoro Sewu di Kecamatan Plaosan, ditutup sementara karena kondisi cuaca buruk dan badai angin di puncak gunung. Penutupan jalur pendakian dari Pos Cemoro Sewu tersebut dilakukan sejak Jumat, 3 Januari 2020.

“Penutupan jalur tersebut disebabkan karena cuaca buruk yang terjadi di wilayah Gunung Lawu dan puncaknya,” papar Petugas Pos Pendakian Cemoro Sewu,Ilham Budi di Magetan.

Menurut dia, penutupan bertujuan untuk menghindari hal yang tidak diinginkan. Penutupan tersebut berlaku hingga batas waktu yang belum ditentukan, menunggu hingga cuaca normal, dilansir dari Antara, Ahad (05/01/2020).

Pihak petugas tidak menampik jika penutupan tersebut membuat para pendaki kecewa. Namun, hal itu dilakukan untuk menghindari dampak bencana yang dapat merugikan dan membahayakan keselamatan para pendaki.

Sementara, beberapa pendaki yang ingin melakukan pendakian di Gunung Lawu terpaksa membatalkan rencananya. Mereka mengaku ada yang menunggu hingga jalur dibuka kembali dalam beberapa hari lagi, tapi ada juga sebagian yang memilih pulang.

Salah satu pendaki asal Jakarta, Misbahul mengaku ia dan teman-temannya sudah sejak Jumat (2/1) hendak mendaki ke puncak Gunung Lawu. Namun, karena masih ditutup petugas, rombongannya batal mendaki dan memutuskan pulang. “Terpaksa batal naik Gunung Lawu karena ditutup akibat cuaca buruk. Ya mau bagaimana lagi, dari pada bahaya,” kata dia.

Pihaknya mengaku tidak tahu jika pendakian Gunung Lawu ditutup sementara. Tahunya setelah ia dan teman-temannya tiba di Pos Cemoro Sewu guna melapor untuk melakukan pendakian.

Memang informasi para sesama pendaki yang telah turun dari Gunung Lawu membenarkan jika terjadi badai angin kencang di puncak Lawu. Karenanya ia dan temannya membatalkan pendakian.

Pihak Perhutani KPH Lawu Ds belum dapat memastikan sampai kapan jalur pendakian Gunung Lawu akan ditutupi. Hal itu sangat tergantung dari kondisi cuaca di gunung setempat. Cuaca buruk juga terjadi di sepanjang jalur Sarangan-Tawangmangu. Angin kencang melanda kawasan setempat di Kecamatan Plaosan hingga membuat sejumlah pohon tumbang.

Beruntung pohon yang tumbang tidak sampai mengganggu arus lalu lintas di jalur yang merupakan penghubung alternatif Provinsi Jatim dengan Jateng tersebut. Pihak petugas meminta pengguna jalan yang melintasi jalur tersebut untuk berhati-hati.

Gunung Gede Pangrango

Penutupan juga dilakukan bagi wisata pendakian di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) ditutup selama tiga bulan sejak 31 Desember 2019 hingga 31 Maret 2020. Penutupan ini dalam rangka pemulihan ekosistem, kegiatan operasi bersih, dan mengantisipasi cuaca ekstrem.

Para wisatawan pendaki Gunung Gede dan Gunung Pangrango diharapkan dapat mematuhi peraturan ini. “Ditutup semua untuk jalur pendakian, tidak boleh ada yang mendaki sampai akhir Maret 2020,” kata Operator Halo Gede Pangrango, Ade ketika dilansir laman Kompas, Ahad (05/01/2020).

Ditutupnya Gunung Gede dan Pangrango, ia menyarankan alternatif kunjungan wisata lainnya di sekitaran area TNGGP. “Alternatifnya hanya kunjungan rekreasi air terjun saja. Hanya satu atau dua jam kunjungan, dan itu tergantung cuaca juga,” lanjutnya.

Dalam rilis, juga dikatakan, bagi calon pendaki yang ingin mendapatkan informasi lebih lanjut dapat menghubungi bagian pelayanan pendakian Balai Besar TNGGP di antaranya telepon kantor khusus pendakian (0263) 519415, Fanspage Facebook @bookingtnggp, Instagram @tn_pendakiangedepangrango, email booking@gedepangrango.org, dan WhatsApp di nomor 0263 519415 (hanya pesan teks saja).


Gunung Rinjani

Banjir sempat terjadi di Pos 3 jalur Sembalun pendakian Gunung Rinjani, NTB, Rabu (1/1/2020). Intensitas hujan yang tinggi menjadi penyebab banjir. Hal ini yang juga jadi salah satu alasan kegiatan wisata pendakian gunung ditutup sejak 1 Januari 2020 hingga 31 Maret 2020.

Menurut Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani, Dedy Asriady, banjir sudah tidak terjadi lagi. Namun, penutupan untuk kegiatan wisata tetap berjalan. “Kemarin curah hujan sangat tinggi, jadinya banjir di Pos 3. Sekarang sudah aman dari banjir, namun tetap ditutup sampai akhir Maret 2020,” kata Dedy dikutip laman Kompas, Ahad (5/1).

Dedy juga mengatakan penutupan Gunung Rinjani dikarenakan Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) tengah melakukan pemulihan ekosistem dan informasi prakiraan cuaca ekstim dari BMKG Stasiun Klimatologi Klas 1 Lombok Barat.

TNGR akan membuka kembali jika situasi dan kondisi tertentu di jalur pendakian berubah. “Jika terdapat perubahan situasi dan kondisi tertentu di jalur pendakian sampai dengan waktu penutupan berakhir, maka pembukaan jalur akan diinformasikan setelah dilakukan peninjauan atau survei kondisi jalur pendakian dengan mitra terkait,” lanjutnya.

Penutupan kegiatan wisata pendakian Gunung Rinjani, juga dilakukan demi keselamatan pengunjung. Hal ini tak lepas dari kondisi musim hujan saat ini di Indonesia. Tak menutup kemungkinan potensi curah hujan tinggi dan ekstrim, seehingga membahayakan pengunjung atau pendaki. “Maka dibuat rapat evaluasi pada 26 Desember 2019 dan diputuskan untuk ditutup, diberitahukan kepada seluruh pelaku wisata dan masyarakat,” tambah Dedy.

Gunung Prau
Gunung Prau yang berlokasi di tiga kabupaten yaitu Kabupaten Batang, Kabupaten Kendal, dan Kabupaten Wonosobo akan ditutup mulai 6 Januari 2020 sampai 3 April 2020. “Pendakian masih diperbolehkan terakhir Sabtu (4/1/2020). Pada jam 00.00 WIB ta nggal 6 Januari, sudah steril tidak ada pendaki di Gunung Prau,” kata Ahmad.

Penutupan jalur pendakian berlaku untuk semua jalur yang ada di Gunung Prau. Penutupan dilakukan dengan mempertimbangkan lima alasan, di antaranya faktor cuaca, pemulihan ekosistem, perbaikan jalur, reboisasi atau penghijauan perawatan, dan pembersihan dari sampah.

“Faktor cuaca itu pada bulan-bulan penutupan kondisi cuaca tidak terlalu ideal untuk kegiatan pendakian. Kedua, pemulihan ekosistem baik flora dan fauna. Ketiga, perbaikan jalur itu setiap tahunnya rutin dilaksanakan, perbaikan jalur guna keselamatan dan keamanan pendaki,” lanjutnya.

Pertimbangan keempat adalah perihal reboisasi atau penghijauan serta perawatan bibit pohon endemik Gunung Prau yang ditanam rutin setiap tahun. Kelima, pembersihan dari sisa-sisa sampah yang ditinggalkan pendaki. “Masih banyak pendaki yang meninggalkan sisa sampah di Gunung Prau. Hal ini yang nantinya akan dilakukan pembersihan oleh seluruh tim basecamp di masing-masing jalur,” ucapnya.

Gunung Semeru
Pasca kebakaran hutan pada September 2019 sampai saat ini, Pengelola Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) mengungkap akses pendakian Gunung Semeru masih belum memungkinkan dilalui oleh pendaki.

Kepala Sub Bagian Data Evaluasi Pelaporan dan Humas TNBTS, Sarif Hidayat memastikan, akses menuju puncak tertinggi Jawa itu belum bisa dibuka meski menjadi jujukan pendakian saat libur akhir tahun.

“Pasca kemarau, kemudian kebakaran kita masih belum bisa pastikan jalur atau permukaan tanah stabil dari longsoran pohon tumbang, batu jatuh dari tebing dan lain-lain. Ikatan tanah setelah kemarau terus kebakaran rawan longsor dan batu runtuh dari tebingan yang berpotensi mengancam keselamatan pengunjung pendakian,” katanya melalui pesan Whatsapp.

Tiga tahun terakhir, baru kini Semeru tutup saat libur akhir tahun dan tahun baru. “Seingat saya, tiga tahun saya di BTS (Bromo Tengger Semeru) baru kali ini tahun baru closed,” katanya sambil menambhakan kini hujan masih sering mengguyur gunung setinggi 3.676 meter dari permukaan laut itu.“Hujan masih berlangsung. Cuma secara klasifikasi jenis intensitasnya saya kurang begitu paham,” katanya. (*)

Dewa Budjana Kepincut Sejarah Dharmasraya

this formate

PULAU PUNJUNG, bisniswisata.co.id: Gitaris grup band Gigi, Dewa Budjana, terpincut dengan sejarah Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat (Sumbar). Karena selain namanya yang unik dan menarik, Dharmasraya juga memiliki kekayaan dan sejarah panjang sebagai pusat pemerintahan kerajaan Melayu.

“Saya sering ke Sumatera Barat, khususnya Padang dan beberapa daerah lainnya, cuma ke Dharmasraya baru kali ini, pas pertama mendengar nama Dharmasraya aja sudah unik, eh ternyata pernah menjadi pusat kerajaan, inikan sesuatu yang sangat istimewa,” papar pria kelahiran Kota Waikabubak Sumba Barat, 30 Agustus 1963 di Pulau Punjung ibukota Dharmasraya, Ahad (5/1).

Menurut penulis buku “Gitarku,hidupku,Kekasihku”, Dharmasraya memiliki perbedaan tersendiri dari daerah yang ada di Sumbar, seperti halnya keberadaan situs-situs sejarah yang ada di daerah itu. Ada dua candi di Dharmasraya yaitu candi Padang Roco yang merupakan bangunan peninggalan kerajaan melayu, yang dulunya berfungsi sebagai tempat ibadah para raja. Kini bangunan ini pun menjadi saksi bisu atas kejayaan kerajaan melayu di masa lampau.

Juga ada Candi Pulau Sawah yang merupakan peninggalan dari kerajaan Swarnabhumi. Berada selama tiga hari di Dharmasraya, selain menghibur juga penasaran untuk melihat situs-situs sejarah di Dharmasraya secara langsung, lalu berdiskusi bersama penggiat budaya, lontar bapak tiga anak I Dewa Gede Mahavishnu, Devananda dan I Dewa Shakti Dawai Nanda.

Seperti dilansir Antara, Ahad (5/1/2020), Dewa Budjana bersama Komposer Purwacaraka, dan Vokalis Tri Utami, dijadwalkan akan menampilkan suguhan Sound Of Borobudur saat malam puncak HUT Kabupaten Dharmasraya ke-16 atau Festival Pamalayu, di Komplek Candi Pandang Roco pada Senin (6/1) malam.

Dipilihnya Sound Of Borobudur sebagai pengisi acara puncak Festival Pamalayu dalam rangka memperingati HUT Kabupaten Dharmasraya kerena ada kesamaan semangat dalam menggali sejarah kebudayaan. Semangat Sound Of Borobudur dalam menggali sejarah juga sejalan dengan rangkaian Festival Pamalayu yang sudah digelar sejak Agustus 2019. (*)

Liburan mengesankan, bergaya Ala Suku Abui di Desa Takpala, Kab. Alor, NTT

this formate

JAKARTA, bisniswisata. co.id: Banyak cara untuk menikmati liburan yang masih bisa dinikmati di awal tahun dengan cara yang paling mengesankan dengan bergaya Ala Suku Abui dan mengenakan baju adat setempat di desa wisata Takpala Alor Tengah Utara, Kabupaten Alor, NTT.

Perjalanan menuju desa wisata yang merupakan desa adat ini cukup ditempuh sekitar  30 menit lamanya dari pusat kota Kalabahi, ibukota Kabupaten Alor hingga ke Desa Lembur Barat, Kecamatan Alor Tengah Utara.

Selama perjalanan, pemandangan pesisir pantai yang lautnya sangat biru menyapa dari luar jendela kendaraan. Nuansa petualangan makin terasa selama perjalanan karena setelah melewati pantai, kendaraan akan perlu sedikit menanjak kaki gunung menuju Desa Lembur Barat.

 Desa Takpala merupakan sebuah kampung tradisional di Desa Lembur Barat, Kecamatan Alor Tengah Utara, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur. Lokasi kampung yang berada di atas bukit ini dihuni sekitar 13 kepala keluarga Suku Abui. 

Wisatawan juga bisa menggunakan atau menyewa pakaian adat lengkap dengan aksesoris kepala dan gelang kaki. Hal itu menjadi daya tarik sendiri, yang menarik wisatawan untuk berfoto dengan latar yang sangat natural termasuk rumah-rumah Lopo yang terbuat dari bambu dan alang-alang yang berbentuk piramida.

Walaupun rumah berlantai empat tersebut hanya dibuat dari jalinan bambu, tapi bisa menampung hingga 13 kepala keluarga yang didalamnya juga sudah termasuk dapur, tempat tidur dan tempat bertamu.

Tamu diberi kesempatan untuk mengenakan pakaian adat Suku Abui, merasakan kehidupan suku pegunungan yang sesungguhnya. Kostum pria atributnya dilengkapi oleh panah yang fungsinya biasa dipakai untuk berperang ataupun berburu. 

Sementara wanita mengenakan atribut berupa balutan tenun Alor yang terlihat premium dan gelang kaki yang menyuarakan gemerincing di tiap hentakkan. Serunya proses pemotreran karena interaksi yang menyenangjan dari pihak tuan rumah dengan tamu-tamunya.

Pemandu dan tokoh adat bahkan  menjelaskan bagaimana caranya memperagakan seorang pria Suku Abui menggunakan panah dalam kesehariannya. Singkat cerita, para laki-laki diajarkan cara berpose dengan gaya memanah dan wanita memakai tenun dan aksesorisnya termasuk topi unik yang terbuat dari bulu ayam.

Masyarakat Suku Abui sangat ramah dan bersahaja terhadap wisatawan, tak heran jika banyak wisatawan yang selalu ingin kembali ke kampung tradisional tertua ini. Itu sebabnya saat ini Takpala telah menjadi aset wisata yang dianggap sebagai cagar budaya serta dilindungi dalam peraturan daerah Kabupaten Alor.

Jika ingin kedatangan disambut dengan tarian khas suku ini bisa memesan tarian Lego-lego dimana para penari mengenakan pakaian tradisional yang ditenun dengan tangan. Sedangkan pada bagian kepala penari pria menggunakan penutup kepala yang dibentuk dari kain, dan rambut penari wanita dibiarkan terurai.

Untuk sewa pakaian, masyarakat di sana belum memberlakukan tarif yang baku. “Seikhlasnya saja. Tapi biasanya ada yang ngasih sebesar Rp50 ribu bahkan lebih,” kata Sonny yang bekerja di Dinas Pariwisata Kabupaten Alor.

Dugong

Selain mendapatkan foto-foto unik bergaya Ala Suku Abui, kunjungan ke Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT) ini tidak semata kaya dengan wisata budaya dan wisata bahari saja. Namun, di Kabupaten ini wisatawan juga bisa menikmati keindahan lautnya dan syukur-syukur bisa jumpa dengan Dugong.

Dugong bukan nama orang atau wilayah, tapi mamalia dugong ini sejenis duyung yang dilindungi oleh pemerintah dan merupakan salah satu spesies dari 20 spesies prioritas yang menjadi target penting Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia.

Perlindungan dugong karena secara sengaja atau tidak sengaja bisa terjerat alat tangkap perikanan (bycatch), perburuan masif untuk pemanfaatan daging, taring, serta air mata dugong yang disinyalir memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi

Mamalia ini dilindungi oleh Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Hayati dan Ekosistemnya. Selain itu, ada juga Undang-undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan.

Selain Dugong memiliki ancaman kehidupan yang tinggi. Secara alami dugong memiliki reproduksi yang lambat. Dibutuhkan waktu 10 tahun untuk menjadi dewasa dan 14 bulan untuk melahirkan satu individu baru pada interval 2,5-5 tahun.

Nah tak rugikan datang ke Kabupaten Alor dengan semua keunikan di bawah lautnya, pantai maupun keunikan budayanya. Tak punya peluang berlibur sekarang, rencanakanlah perjalanan pada liburan berikutnya dan bersiap menari Lego-lego, imbau Sonny.

 

 


 

 

 

 

 

 

 

 

 

Themepark Dibangun di Banyuwangi Senilai Rp 150 Miliar

this formate

BANYUWANGI, bisniswisata.co.id: Pariwisata Banyuwangi Jawa Timur (Jatim) bakal dilengkapi destinasi wisata keren, berupa wahana taman wisata dan edutainment alias themepark dengan nilai investasi senilai Rp150 miliar. Themepark ini, semakin melengkapi ragam destinasi alam dan seni-budaya yang selama ini telah menjadi andalan pariwisata Banyuwangi.

“Pariwisata Banyuwangi selalu bergeliat, berinovasi dengan harapan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan. Dan kehadiran Investasi themepark Rp150 miliar adalah kabar gembira di tengah tantangan perlambatan ekonomi global, angin segar di tengah tantangan penurunan nilai ekspor,” papar Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia saat groundbreaking ”Banyuwangi Themepark” milik Jatimpark Group di Banyuwangi, Jumat (3/12/2019).

Pembangunan themepark, sambung Bahlil, adalah langkah tepat menjadikan Banyuwangi sebagai destinasi wisata yang lengkap. “Banyuwangi sudah terkenal dengan wisata alam dan seni-budayanya. Juga event-event wisata internasional lewat Banyuwangi Festival. Kini punya themepark keren. Saya yakin ini akan membuat Banyuwangi makin menarik bagi wisatawan,” imbuhnya.

Sementara Direktur PT Duta Insani Bangun Persada Engartiasto Lukito, selaku pelaksana pembangunan, mengatakan, themepark ini menjadi bagian dari jaringan wisata Jatimpark yang memiliki beragam wahana wisata bertaraf internasional. Themepark di Banyuwangi dibangun di lahan hampir 9 hektare di Kecamatan Kabat.

“Jatimpark Group melihat peluang yang bagus dan komitmen kuat dari Bupati Anas. Kami mendukung ekonomi Banyuwangi agar terus berkembang maju,” ujarnya.

Beragam wahana akan dibangun, mulai science centre, education corner, edukasi pelestarian penyu, wahana Kawah Ijen lengkap dengan panorama api biru (blue fire), wahana Sukamade, hingga water park bergelombang terbesar di Indonesia

Juga ada mini farm, petting zoo, kids playground, kafe-kafe instagramable, indoor theater, dan wahana misteri ”haunted house”. Tentu juga ada beragam permainan bertaraf internasional. Pembangunan themepark ini ditargetkan rampung dan bisa dibuka pada libur Lebaran atau pekan ketiga Mei 2020.

“Sebagaimana permintaan Bupati Anas, khusus di Banyuwangi, kami membangun themepark dengan memuat kekhasan lokal. Seperti adanya Wahana Ijen dan Sukamade,” ujar Enggartiasto.

Kawah Ijen dan Pantai Sukamade adalah dua destinasi alam favorit di Banyuwangi. Ijen menawarkan fenomena blue fire yang mendunia. Adapun Pantai Sukamade sangat indah dan menjadi tempat penyu bertelur. Themepark itu juga menyediakan teater indoor untuk menampilkan seni-budaya daerah serta ada ruang bagi UMKM memasarkan produknya.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, themepark akan melengkapi pilihan destinasi di daerah ujung timur Pulau Jawa itu. “Kami menyadari pariwisata bergerak dinamis. Setelah 9 tahun fokus pada pariwisata alam dan seni-budaya, kini hadir themepark untuk memberi pengalaman baru sekaligus memperluas jangkauan wisatawan keluarga. Jadi Banyuwangi akan semakin friendly untuk wisata keluarga,” paparnya.

Kehadiran themepark tersebut juga menciptakan pergerakan ekonomi baru di wilayah pinggiran pusat kota Banyuwangi. “Pasti themepark ini akan diikuti industri sampingannya, mulai suvenir, oleh-oleh, warung-warung, jasa transportasi, jasa akomodasi, dan sebagainya,” pungkas Anas seperti dilansir laman Industry, Sabtu (4/1/2020).

Peletakan batu pertama jaringan themepark milik Jatimpark Group itu dilakukan Bahlil, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Kepala Dinas Penanaman Modal Provinsi Jatim Aris Mukiyono, Direktur PT Duta Insani Bangun Persada Enggartiasto Lukito, dan Direktur Jatimpark Rio Imam Sendjojo. (*)

Menikmati Keindahan Kilometer NOL Citarum

this formate

           Kilometer NOL Citarum di Situ Cisanti

BANDUNG, bisniswisata.co.id: Citarum, sungai terpanjang di Jawa Barat, bisa disebut sebagai pintu masuk peradaban di Pulau Jawa. Paling tidak, di kawasan muara Citarum di ujung utara Karawang, ditemukan Situs Batujaya, situs tertua dan terluas Indonesia, peninggalan Tarumanagara yang eksis di abad ke-4 Masehi. 

Dari masa ke masa, Citarum berfungsi sebagai jalur air, penghubung dunia luar di lepas Laut Jawa, dan pedalaman selatan Jawa Barat. Pemukiman dan kawasan pertanian tumbuh di sepanjang DAS (Daerah Aliran Sungai) Citarum. 

Di masa pemerintahan Republik Indonesia, Citarum meningkat daya fungsinya. Kini ada tiga waduk atau bendung (Jatiluhur – Citara – Saguling) di aliran Citarum. Berguna bagi sistem pengairan pertanian, kelistrikan, dan sumber air bersih masyarakat luas. Sayangnya, kini Indonesia bersedih, karena para pemerhati lingkungan menabalkan Citarum sebagai satu dari sungai terkotor di dunia. 

Kita tak perlu ‘kebakaran jenggot’. Faktanya aliran Citarum memang rusak. Kian ke hilir alirannya kian keruh, coklat butek terkontaminasi sampah rumah tangga dan limbah berbahaya buangan pabrik-pabrik yang tegak di sepanjang DAS Citarum, menghadirkan banjir di tiap musim penghujan. 

Tahun 2001, Pemerintah dan berbagai elemen masyarakat peduli lingkungan bersih dan sehat, bergerak menata ulang DAS Citarum. Hasilnya? Lingkungan hulu dimana Citarum bermuasal kini lebih berdaya dan lestari.

Delapan Sungai

Hulu Citarum terletak di kawasan hutan Gunung Wayang. Persisnya di ujung Kampung Tarumajaya, Desa Cisanti, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. 

Datang ke hulu Citarum, kita disodorkan potret lingkungan yang berbeda dengan kenyataan di bagian hilir hingga muara. Di sini, di rimbun hutan yang mengitari sebuah danau, hulu Citarum sungguh secuplik alam Indonesia yang indah, permai dan cantik.

Saya tak asing dengan kawasan ini. Tahun 1975, saya dan beberapa teman dari Bandung, pernah berkemah di hutan teduh yang banyak ditumbuhi pohon Kayu Putih (Ecaliptus alba), serta ragam pohon hutan hujan tropika Indonesia lain yang masyarakat lokal menyebutnya: Saninten (Berangan), Kiara, Ki Hiur, Rasamala, Ki Hujan, Ki Bako, Kiray, Ki Tambaga, Jamuju dan lainnya. 

Ada rawa purba yang masyarakat sekitar menyebutnya Rawa Bendungan, karena ibarat bendung alam, sumber beberapa mata air. Di masa kolonial Belanda, rawa purba ini ditata membentuk danau buatan, yang dalam Bahasa Sunda disebut ‘situ’. Karena letaknya di kawasan Desa Cisanti, maka disebut Situ Cisanti. 

Tahun 2001, terkait gradasi lingkungan yang terus menggerus aliran Citarum, Pemerintah Indonesia menata ulang tempat camping paramuda pencinta alam Indonesia ini. Situ Cisanti ditata, hingga didapat luas 9 hektar, dengan tingkat kedalaman air bervariasi antara 40 Cm hingga 6 meter. Resmi dibuka pada tahun 2005, Wana Wisata Situ Cisanti ini juga popular dengan hastag (#): Kilometer NOL Citarum. 

Sesungguhnya tak cuma Kilometer NOL Citarum. Ada 7 (tujuh) sungai lain sama berhulu di Situ Cisanti, yakni: Sungai Cihaniwung, Cikahuripan, Cikawadukan, Cikolebere, Cipangsiraman, Cisadana, dan Sungai Cisanti yang jadi nama situ sekaligus desa: Cisanti.

                       Situ Cileunca menuju Situ Cisanti

Nyaris tak ada perobahan rute untuk ke Wana Wisata Situ Cisanti atau Kilometer NOL Citarum. Kini waktu tempuh juga lebih cepat, karena semua jalur sudah beraspal, paling tidak diperkeras batu makadam. Kendaraan umum pun sudah menjangkaunya, termasuk jasa ojeg sepedamotor di ruas-ruas tertentu. Tapi tentu, lebih nyaman dan cepat menggunakan kendaraan pribadi, apalagi sepedamotor trail. 

Butuh waktu sekitar empat hingga lima jam bermobil dari Jakarta. Ambil ruas tol Jakarta – Cikampek – Purbaleunyi, keluar di tol Buah Batu. Ketemu lampu merah, belok kanan menyusuri raya Kopo ke arah Bojong Soang hingga Raya Laswi di Soreang. 

Kini, kendaraan di tol ke arah Cileunyi tak perlu lagi masuk ke Kota Bandung. Di arah Kopo dan Cileunyi kini ada ruas tol baru yang langsung menuju Soreang, Ibukota Kabupaten Bandung. Tiba di daerah Ciparay, dapat berbelok ke Jalan Raya Pacet dan terus hingga Jalan Raya Cibeureum. Dari wilayah Pacet, medan mulai berkelak-kelok dengan ruas jalan yang hanya cukup untuk dua mobil. 

Bila dari Kota Bandung, silahkan sasar arah Alun-Alun Ciparay. Dari Terminal Ciparay ambil jalan menuju Kecamatan Pacet, atau bisa juga langsung menuju Kecamatan Kertasari. Dari Terminal Ciparay, kita juga bisa naik angkutan umum (minibus ataupun angkot) tujuan Kecamatan Kertasari, sambung dengan naik ojek ke Cisanti. 

 Bila dari Kecamatan Pacet, sebaiknya ambil arah menuju Desa Sukarame – Desa Cibeureum. Rute jalan di atas lebih baik dibanding jika mengambil rute melewati Desa Cikit, Desa Sukapura dan Desa Cibeureum.

Kilometer NOL Citarum juga bisa disasar melalui Pasar Pangalengan, mengarah ke gerbang PTPN VIII Pangalengan, lalu lanjut menuju Perkebunan Teh Talun Sentosa di Desa Santosa Kecamatan Kertasari. Bisa juga mengambil arah patokan menuju Cibolang Hot Spring di Desa Wanasuka, areal Perkebunan Teh Purbasari.

Geografis kawasan Situ Cisanti, selain menjadi bagian dari Gunung Wayang, juga dikelilingi Gunung Rakutak, Gunung Malabar, Bukit Bedil, dan Gunung Kendang yang merupakan batas alam Kabupaten Bandung dengan Garut. Lokasi ini juga cukup dekat dengan obyek wisata lain di Pengalengan seperti Gunung Puntang.

Deret-deret sawah, gunung, kebun teh, hingga hutan pinus, dan kontur gunung yang melatarbelakanginya, tak cuma bikin mata takjub, tapi juga mampu mengalihkan rasa mual akibat guncangan gerak kendaraan sepanjang perjalanan.

Panorama bukit dan kebun teh akan menemani perjalanan dari Pasar Pangalengan. Berturut-turut akan terlewati perkebunan sekaligus pabrik Teh Malabar di Desa Babakan, Perkebunan Teh Purbasari dan Pabrik Teh Kertasari di Desa Wanasuka, serta Perkebunan Teh Talun Santosa di Desa Santosa, sebelum kemudian tiba di kasawan Gunung Wayang. Kilometer NOL Citarum sudah di depan mata.

Wana Wisata Situ Cisanti buka tiap hari, Senin – Minggu, pukul 08:00 – 17:00 wib. HTM Rp 12.000/orang. Parkir mobil Rp 9000 dan sepedamotor Rp 4000. Tempat asyik buat ngumpul bareng teman, abadikan pesona Situ Cisanti dengan berfoto di spot-spot instagenic, bercengkrama menunggu proses matahari yang akan tenggelam. 

Membawa jaket atau baju hangat sangat disarankan, sebab biasanya kabut turun sore hari menjelang malam, menjadikan udara dingin dan beku. Ada fasilitas MCK dan areal parkir luas. Ada beberapa warung makanan dan minuman di gerbang obyek Wanawisata Situ Cisanti yang menjual makanan ringan seperti tahu goreng, mi rebus atau mi goreng, mi bakso, serta seduhan kopi dan teh ataupun susu bandrek. 

Untuk menu spesial, sebaiknya bawa bekal sendiri. Beberapa keluarga tampak menenteng makanan rantang. Ada penyewaan tikar yang bisa digelar di pinggir danau. Nikmati bekal dengan tetap membuang sampah pada tempatnya. 

Petilasan Raja Sunda

Kilometer NOL Citarum melengkapi daftar wisata danau di sekitar Bandung yang popular selama ini seperti Situ Ciburuy, Situ Lembang, Situ Patenggang, Situ Cileunca, dan lainnya. Wanawisata Situ Cisanti yang eksotik di selatan Kota Bandung ini, bikin kita betah berlama-lama menikmati suasana yang juga bikin hati jadi romantis. 

Bersantai di pinggir danau jernih dengan rumpun rumput lembang berjajar di tepiannya. Kita juga bisa belajar ihwal kehidupan satwa dan tumbuhan yang ada, mencatat dan memotretnya untuk dibuat laporan perjalanan

Situ Cisanti juga tak jauh dari objek wisata lain di selatan Bandung, seperti: Kawah Putih Ciwidey, Pine Forest Camp, Balitsa Lembang, Situ Cileunca, ataupun dan Terminal Wisata Grafika Cikole yang sering dijadikan lokasi foto prewedding.

 Satu hal yang tak boleh dilewatkan, di satu tepi dekat rumpun rumput lembang, ada dua mata air muncul dan mengairi Situ Cisanti. Masyarakat percaya, lokasi itu adalah petilasan Raja Sunda. Konon di kolam mata air itu, doeloe Prabu Siliwangi pernah membersihkan tubuh disaat kunjungan kerja menginspeksi wilayah. 

Hingga kini, ada saja pengunjung yang menggunakan kolam mata air tersebut untuk tempat ‘membersihkan diri’, lahir batin. Untuk itu, sila menghubungi kuncen atau penjaga mata air tersebut yang akrab disapa Abah Atep. Bersikap sopan dan santun, saat berkunjung atau mandi di kolam mata air tersebut, sungguh laku terpuji. 

Jangan juga lupa menjaga kebersihan lingkungan. Rapikan dan bawa kembali kemasan kantong bekas malanan, tempatkan di bak sampa di dekat gerbang masuk. Ini juga merupakan bagian dari penghormatan kita pada tata nilai dan kearifan lokal yang berlaku 

Ingin bermalam? Sila ketua rombongan lapor diri ke pos jaga. Ada Camping Area di bagian sayap Situ Cisanti. Tersedia perlengkapan berkemah yang bisa disewa. Tak menutup kemungkinan membawa sendiri segala perlengkapan bermalam, termasuk kemah spesial yang bisa dipasang di atap mobil jip Anda. Ngeriung di lingkar api unggun dekat tenda, menikmari singkong bakar plus kopi jahe, sungguh merupakan pesona tersendiri. 

Ssst…! Jangan memanggang daging yang bisa mengundang datang hewan predator, jenis kucing besar yang masih menghuni kawasan sekitar. Enjoy your  trip.

 

Dukung UKM Kuliner, Luncurkan Cookie Crumb

this formate

 JAKARTA, bisniswisata.co.id: HASIL survei BPS menunjukkan, kuliner merupakan subsektor ekonomi kreatif yang paling menonjol di antara subsektor lainnya dan memberikan kontribusi sebesar 41,69 persen terhadap  Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

“Tren kuliner di Indonesia berkembang begitu dinamis. Hal ini dilatarbelakangi oleh banyak faktor diantaranya perubahan gaya hidup dan maraknya inovasi kuliner yang ditawarkan oleh para pelaku kuliner tanah air. Dengan semakin kompetitifnya persaingan dalam industri kuliner tanah air, penting kiranya bagi para pelaku kuliner untuk senantiasa menjaga kualitas bahan baku yang digunakan agar dapat menghadirkan produk kuliner berkualitas dan cita rasa otentik bagi konsumennya”, ungkap chef profesional Arnold Poernomo.

“Berkecimpung di industri kuliner menghadirkan tantangan sendiri bagi setiap pelakunya. Sebagai pelaku bisnis kuliner, kami termotivasi senantiasa berinovasi dalam menghasilkan produk yang unik dan diminati oleh konsumen untuk dapat berkompetisi di industri ini,” ungkap Shintia Xu, Head of Business & Marketing Fore Coffee

Berlatar belakang hasil survey yang menunjukkan pertumbuhan sektor UKM di bidang kuliner terus meningkat dari tahun ke tahun. Sekaligus mendukung keberadaan UKM di bidang kuliner Mondelez International menghadirkan inovasi produk yang dapat menjawab kebutuhan pasar melalui peluncuran OREO Cookie Crumb kemasan 1 kg. Remah biskuit potong dadu tanpa krim dengan rasa otentik dalam kemasan lebih ekonomis. Tak hanya fleksibel untuk disesuaikan dengan kapasitas produksi UKM di bidang kuliner, produk ini juga dapat diolah menjadi aneka kreasi pelengkap menu makanan dan minuman.

Melalui kemasan baru ukuran 1 kg ini, diharapkan dapat menjangkau pasar yang lebih luas, yakni para pelaku bisnis kuliner skala kecil menengah. Terlebih dengan perkembangan tren kuliner yang mengarah pada segmen camilan dengan menggunakan produk tersebut sebagai topping untuk makanan mau pun minuman, seperti, martabak, dessert box, banana nugget, milkshake, boba, cheese tea dan aneka menu lainnya, sehingga dirasa tepat untuk menghadirkan kemasan baru ini.

Produk telah melalui proses uji kualitas baik dari segi bahan yang digunakan,  pengolahan dan juga pengemasannya. Produk ini hadir tanpa krim sehingga memudahkan para konsumen untuk dapat langsung menggunakannya tanpa harus memisahkannya lebih dulu dengan kepingannya. Konsumen dapat membeli produk ini di toko bahan kue di seluruh kota besar di Indonesia. *

Estepers Masa Bakti 2019-2023: Kembangkan Potensi Desa

this formate

BALI, bisniswisata.co.id: MENGELOLA 19.000 orang lebih SDM professional bidang pariwisata, tidaklah mudah. Perlu komitmen dan partisipasi anggota an pengurus organisasi. Jika pada periode kepengurusan empat tahun terakhir berjibaku pencitraan lembaga Estepers. Empat tahun ke depan menekankan pada strategi ke dalam kembali ke kampus, dan keluar, memulai dari muasal anggota terkait dukungan program pemerintah yaitu membangun dari desa. Tujuan utamanya, peningkatan kualitas anggota, demikian ditegaskan Ketua Ikatan  Alumni P4B/BPLP/STP dan sekarang menjadi PolTekPar Bali terpilih  hasil Munas ke-2 Estepers, Nyoman Sukadana, A.M.Par, S.E.

Munas ke-2 Ikatan Alumni P4B/BPLP/STP Bali yang dikenal dengan nama Estepers, diselenggarakan di H. Soverign Tuban,  diikuti 100 orang anggota mewakili delapan angkatan.

Dengan 19.000 orang anggota dari berbagai bidang usaha pariwisata, sangat memungkinkan Estepers membantu pemerintah dengan melakukan pendampingan desa, khususnya desa- desa adat pengembang wisata desa. “Ini bagian pengabdian masyarakat, selain kegiatan social yang sudah dijalankan,” imbuhnya.

Dengan 19.000 orang anggota Estepers dengan keragaman keahlian, sangat potensial memadukan potensi desa dengan keahlian yang diperlukan. Dengan demikian kepariwisataan khususnya keberadaan dunia pendidikan kepariwisataan di Bali memberi manfaat bagi masyarakat desa. Untuk itu Estepers pelu menjalin kerjasama dengan pihak- pihak terkait lainnya. Tercatat di Bali ada 1.943 desa adat dengan keunikan masing- masing.

Seperti ditegaskan Gubernur Bali, Koster bahwa  modal utama Bali bisa bertahan adalah keunikan desa adat,  yang membuat Bali punya rasa, dicintai masyarakat dunia, bahkan dinobatkan sebagai destinasi wisata terbaik se-dunia. Kepariwisataan tidak ada artinya, jika tidak ada jiwa atau roh desa adat. Sewajarnya industri ikutserta membangun desa adat. Industri menurut Gubernur Bali  harus bertanggung jawab dengan Bali.

Program kembali ke desa dan memberdayakan potensi desa masing- masing alumni, menjadi strategi Estepers menjawab tantangan Gubernur Bali dan kepariwisataan Indonesia. Pasalnya 19.000 anggota Estepers menyebar di seluruh Indonesia bahkan ada yang berkarir di tingkat dunia.

Pada periode ke 2 jabatannya di Estepers, Nyoman Sukadana kelahiran Bangli, 23 April 1981, lulusan STP Bali tahun 2002, tetap melanjutkan program strategis yang telah berjalan, seperti penyelenggaraan ITO dan Job Fair di Kampus PolTekPar. Disamping meningkatkan kualitas peranserta alumni dalam memberi masukan baik terhadap manajemen kampus mau pun kepada pemerintah daerah, demikian juga pada lembaga induk kampus yaitu KemenParekraf.