Dewa Budjana Kepincut Sejarah Dharmasraya

0
38
Dewa Bujana (Foto: /prokabar.com)

PULAU PUNJUNG, bisniswisata.co.id: Gitaris grup band Gigi, Dewa Budjana, terpincut dengan sejarah Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat (Sumbar). Karena selain namanya yang unik dan menarik, Dharmasraya juga memiliki kekayaan dan sejarah panjang sebagai pusat pemerintahan kerajaan Melayu.

“Saya sering ke Sumatera Barat, khususnya Padang dan beberapa daerah lainnya, cuma ke Dharmasraya baru kali ini, pas pertama mendengar nama Dharmasraya aja sudah unik, eh ternyata pernah menjadi pusat kerajaan, inikan sesuatu yang sangat istimewa,” papar pria kelahiran Kota Waikabubak Sumba Barat, 30 Agustus 1963 di Pulau Punjung ibukota Dharmasraya, Ahad (5/1).

Menurut penulis buku “Gitarku,hidupku,Kekasihku”, Dharmasraya memiliki perbedaan tersendiri dari daerah yang ada di Sumbar, seperti halnya keberadaan situs-situs sejarah yang ada di daerah itu. Ada dua candi di Dharmasraya yaitu candi Padang Roco yang merupakan bangunan peninggalan kerajaan melayu, yang dulunya berfungsi sebagai tempat ibadah para raja. Kini bangunan ini pun menjadi saksi bisu atas kejayaan kerajaan melayu di masa lampau.

Juga ada Candi Pulau Sawah yang merupakan peninggalan dari kerajaan Swarnabhumi. Berada selama tiga hari di Dharmasraya, selain menghibur juga penasaran untuk melihat situs-situs sejarah di Dharmasraya secara langsung, lalu berdiskusi bersama penggiat budaya, lontar bapak tiga anak I Dewa Gede Mahavishnu, Devananda dan I Dewa Shakti Dawai Nanda.

Seperti dilansir Antara, Ahad (5/1/2020), Dewa Budjana bersama Komposer Purwacaraka, dan Vokalis Tri Utami, dijadwalkan akan menampilkan suguhan Sound Of Borobudur saat malam puncak HUT Kabupaten Dharmasraya ke-16 atau Festival Pamalayu, di Komplek Candi Pandang Roco pada Senin (6/1) malam.

Dipilihnya Sound Of Borobudur sebagai pengisi acara puncak Festival Pamalayu dalam rangka memperingati HUT Kabupaten Dharmasraya kerena ada kesamaan semangat dalam menggali sejarah kebudayaan. Semangat Sound Of Borobudur dalam menggali sejarah juga sejalan dengan rangkaian Festival Pamalayu yang sudah digelar sejak Agustus 2019. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.